800

0.00

(0.00%)

Today

122,900

Volume

335,126

Avg volume

Company Background

PT Rig Tenders Indonesia Tbk bergerak dalam usaha penyewaan kapal tarik (tug boats) dan kapal tongkang (barges) kepada perusahaan-perusahaan tambang batubara untuk pengangkutan batubara dan lainnya, serta dalam usaha penyewaan kapal-kapal supply vessels dan accommodation work barges kepada industri hulu minyak dan gas (migas) untuk mendukung operasi-operasi lepas pantai mereka. Layanan kapal pendukung operasi lepas pantai ini mencakup dukungan terhadap berbagai fase dari aktivitas eksplorasi, pengembangan dan produksi, yang sebagian besar terkait dengan jasa peletakan, instalasi, perawatan dan penggantian untuk pemasangan alat-a... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS
coba-coba tarik benang merah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS

- Merubah saldo laba/rugi ditahan dari di tahun 2021 -$28,36 juta sekitar -400 Milyar menjadi -121 Milyar Q1 2025 ,artinya setiap Tahun saldo laba/rugi di tahan menurun sebesar Hampir 70 Milyar setiap Tahun, semoga buku di tahun 2026 sudah mulai surplus dan bs membagikan dividen di masa depan.

Rigs opportunity or risk ?

Disc On

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham Perkapalan... Part 2 - Bulk logistics & tug-barge/transshipment (coal/nickel/smelter)

Bulk logistics & tug–barge/transshipment (batubara/nikel/smelter) sebagai “kapal curah kering” yang model bisnisnya dominan angkut tambang → jetty/river → transshipment/mother vessel, dengan aset utama tugboat–barge set, kadang ditambah floating crane / floating loading facility (FLF), dan/atau mother vessel. Berikut urutan emiten yang terbaik sampai terburuk menurut saya.. Jujur saya tidak punya emiten di sini untuk hold jangka panjang atau menengah.. Kalau untuk sekedar "Nyopet" buat gain receh sekitar 25-30 persen di akhir bulan ini, PSSI dan MBSS bisa dipertimbangkan..

1) $PSSI — PT Pelita Samudera Shipping Tbk
• Jenis usaha: dry-bulk & transshipment; operator logistik batubara/mineral dengan kombinasi kapal curah + fasilitas muat terapung.
• Jumlah kapal (armada): 37 tugboat, 36 barge, 5 bulk cargo vessel, serta 5 floating loading facilities/floating cranes.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: menambah kapasitas transshipment/handling dan/atau kapal curah sesuai kontrak; rencana spesifik 2026 mengikuti kepastian kontrak & capex.
• Pengembangan usaha: penguatan layanan “end-to-end” (angkut–handling–loading), karena margin di transshipment/handling sering lebih stabil daripada pure spot freight.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain:-.

2) $MBSS — PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
• Jenis usaha: angkutan batubara dengan tug–barge (coal hauling) berbasis kontrak/COA & charter.
• Jumlah kapal (armada): turun dari 49 (2023) menjadi 44 tugboat & barge (akhir 2024).
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: Capex untuk tambahan ~4 set tug–barge di 2025
• Pengembangan usaha: Peremajaan armada, efisiensi BBM/operasi, dan penguatan kontrak.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

3) $RIGS — PT Rig Tenders Indonesia Tbk
• Jenis usaha: Tug-barge bulk logistics untuk batubara/tambang (dan disebut juga mengincar area muatan lain seperti nikel). Yang paling krusial: materi PUBEX menyatakan pendapatan 100% berasal dari pengangkutan material batubara/tambang dan segmen lepas pantai/jasa lainnya tidak ada pendapatan sejak FY2023.
• Jumlah kapal: Tugboat 36 unit, Discharging barges 7 unit, Barges 19 unit (total unit armada inti tug-barge 62).
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: pengadaan aset tug boat “PEC 2416” melalui entitas anak PT Batuah Abadi Lines (PTBAL).
• Pengembangan usaha: Dari materi PUBEX: (i) perluasan area layanan termasuk komoditas lain (nikel), (ii) penambahan KBLI aktivitas penunjang pertambangan (KBLI 09900) sebagai licensing/adjacency move, (iii) mempertahankan loyalitas pelanggan, cari pelanggan baru di industri batubara, dan menjajaki aliansi strategis.
• Rencana corporate action (CA) di 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lainnya:-.

4) TCPI — PT Transcoal Pacific Tbk
• Jenis usaha: logistik batubara (river/jetty → transshipment/mother vessel) dengan skala armada besar.
• Jumlah kapal (armada): Situs perusahaan menampilkan kapasitas ±90 set tug & barge.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: Rencana menambah ±12 armada sampai akhir 2025.
• Pengembangan usaha: penguatan integrasi layanan (towing–barging–transshipment) dan perluasan basis klien; pada siklus komoditas, pemain skala besar biasanya menang di utilisasi & bargaining.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

5) TPMA — PT Trans Power Marine Tbk
• Jenis usaha: tug–barge coal logistics + layanan pendukung (beberapa perusahaan di segmen ini juga punya floating crane untuk loading).
• Jumlah kapal (armada): per update perusahaan, per 1H 2024 tercatat 41 tugboat, 35 barge, dan 3 floating crane.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: target tambahan di 2H 2024 adalah 2 tugboat, 6 barge, dan 1 floating crane.
• Pengembangan usaha: memperbesar kapasitas dan menaikkan porsi pendapatan yang “contracted” agar cashflow lebih predictable.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

6) HAIS — PT Hasnur Internasional Shipping Tbk
• Jenis usaha: logistik laut terutama batubara dengan basis tug–barge; tipikalnya kuat di relasi grup/kontrak.
• Jumlah kapal (armada): 19 tugboat dan 19 barge.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: -
• Pengembangan usaha: peningkatan produktivitas armada (turnaround time), HSSE, serta penambahan kontrak jangka menengah.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: berafiliasi dengan Hasnur Group

7) NELY — PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk
• Jenis usaha: tugboat–barge, plus kegiatan lain (termasuk shipyard; perusahaan juga menampilkan lini “container ship” di situsnya).
• Jumlah kapal (armada): angka agregat armada 2024 tidak berhasil saya tarik secara aman dari tautan dokumen yang terbuka di sesi ini (halaman IR hanya mengarah ke viewer eksternal). Yang bisa saya pastikan: NELY memang mengoperasikan lini Tug Boat dan Barge serta Shipyard.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: -.
• Pengembangan usaha: nilai tambah NELY adalah kombinasi operator + shipyard.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

8) CANI — PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk
• Jenis usaha: perusahaan pelayaran/transportasi laut dengan armada multi-tipe; dalam konteks segmen ini relevan karena porsi tugboat & barge cukup besar.
• Jumlah kapal (armada): 42 unit armada mencakup 21 tugboat, 11 barge, 1 crane barge, dan kapal pendukung lain.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: rencana tambahan 5 tugboat dan 4 barge untuk menuju 50 armada.
• Pengembangan usaha: diversifikasi tipe kapal.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

9) BESS — PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk
• Jenis usaha: jasa pengangkutan batubara dan layanan terkait (tug–barge).
• Jumlah kapal (armada): perusahaan menyampaikan total 18 unit terdiri dari 13 tugboat dan 5 barge.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: disebut menambah 2 kapal pada 2025.
• Pengembangan usaha: memperbesar kapasitas dan menjaga utilisasi.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

10) CBRE — PT Cakra Buana Resources Energi Tbk
• Jenis usaha: pelayaran tug–barge dan aset terkait.
• Jumlah kapal (armada): 2 tugboat, 4 barge, dan 1 mother vessel.
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: rencana pembelian 1 tugboat di 2025.
• Pengembangan usaha: -.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -

11) BSML — PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk
• Jenis usaha: pelayaran tug–barge (kargo curah).
• Jumlah kapal (armada): 2 tugboat dan 2 barge (basis awal armada).
• Rencana ekspansi/penambahan kapal: Rencana penjualan 5 kapal milik entitas anak
• Pengembangan usaha: -.
• Rencana CA 2026: -.
• Afiliasi dengan emiten lain: -.

Disc On
DYOR
Saya TIDAK MENYARANKAN dan saya MELARANG DENGAN KERAS teman teman YANG menjual, hold, atau beli KARENA POSTINGAN SAYA.

Jika ingin beli, hold atau jual suatu emiten, lakukan riset mendalam dan analisis mandiri terlebih dahulu.

Read more...

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@laoet45 sekarang $RIGS itu kerja untuk $BUMI. Tahun berapa Itu RIGS kerja untuk $ADRO? 🤔

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS Namanya Aja yang Aroma Rigs Oil, Realitasnya Cuma Bisnis Coal

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

RIGS ini di profil perusahaan mengaku sebagai saham angkutan coal dan migas tapi realitasnya saat ini mereka tidak lagi punya bisnis rig oil. Ini bukan sekadar beda narasi, ini beda mesin uang. Kalau investor masih membayangkan RIGS hidup dari offshore migas yang kontraknya biasanya lebih premium, angka per 30 September 2025 justru bilang hal sebaliknya. Segmen yang benar-benar jalan sekarang hanya batubara 100%, sementara segmen lepas-pantai yang dulu jadi identitas utama lagi tidak berkontribusi. Pasar biasanya menghukum kondisi seperti ini dengan diskon, karena investor tidak mau bayar mahal untuk cerita yang belum kembali jadi pendapatan. Tapi berhubung namanya masih ada bau-bau rig nya, harga sahamnya tetap meroket karena sentimen oil. 😌 Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

RIGS berdiri 22 Januari 1974 dan sudah IPO 5 Maret 1990. Artinya perusahaan ini tua dan veteran, sekitar 51 tahun berjalan sampai September 2025, dan sekitar 35 tahun jadi emiten. Dibanding beberapa nama kapal lain, RIGS jauh lebih senior daripada $HUMI yang baru berdiri 2016, tapi masih lebih muda dari raksasa seperti SMDR yang berdiri 1964. Dari sisi skala orang, RIGS punya 446 karyawan per 30 September 2025, dan yang mencolok, 402 di antaranya kontrak. Buat investor, porsi kontrak yang besar biasanya berarti biaya tenaga kerja lebih fleksibel mengikuti kontrak kapal, tapi sekaligus sinyal bahwa operasi bisa sangat tergantung proyek dan utilisasi.

Struktur kepemilikan juga membentuk perilaku sahamnya. Pengendali PT Surya Indah Muara Pantai memegang 80,5% dan publik 19,5%. Free float 19,5% berarti porsi saham yang benar-benar beredar di publik tidak besar, jadi likuiditas bisa terbatas dan pergerakan sering tidak seramai emiten yang free float-nya besar. Jumlah saham beredar 609.130.000 lembar, publik memegang 118.532.970 lembar. Ini penting dipahami karena saham seperti ini biasanya lebih cocok untuk investor yang sabar menunggu katalis, bukan buat gaya kejar cepat.

Revenue RIGS di LK Q3 2025 hanya Rp77,68 miliar turun 11,5% dari Rp87,82 miliar. COGS Rp58,27 miliar turun 8,8%. COGS itu beban pokok, biaya langsung untuk menghasilkan pendapatan, misalnya biaya operasional kapal yang langsung terkait perjalanan. Saat revenue turun lebih dalam dari COGS, margin kotor biasanya tertekan, dan itu kejadian di RIGS. Lalu SGA Rp5,99 miliar naik 15,2% ketika revenue turun. SGA itu beban umum dan administrasi, biaya kantor, manajemen, dan overhead. Investor biasanya tidak suka pola seperti ini karena memberi sinyal efisiensi internal memburuk, biaya tetap naik saat bisnis melemah. Akhirnya laba bersih Rp15,48 miliar turun 24,7% dari Rp20,57 miliar. Ini pesan yang jelas, profit turun lebih tajam daripada revenue, jadi leverage operasionalnya bekerja ke arah yang tidak enak. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Agar kebayang, margin itu cara paling cepat membaca seberapa banyak sisa uang di tiap lapis. GPM 25,0% berarti dari setiap Rp100 pendapatan, kira-kira Rp25 tersisa setelah menutup COGS. OPM 17,8% berarti setelah beban operasional termasuk SGA, kira-kira Rp17,8 yang tersisa per Rp100 pendapatan. NPM 19,9% berarti setelah semua biaya termasuk pajak, kira-kira Rp19,9 jadi laba bersih per Rp100 pendapatan. Angkanya masih bagus secara level, tapi trennya turun dari tahun lalu. Itu artinya bukan bisnisnya rugi, tapi efisiensinya sedikit tertekan.

ROA dan ROE yang disetahunkan memberi gambaran kualitas menghasilkan laba dibanding ukuran perusahaan. ROA annualized sekitar 7,0% artinya kalau pola laba saat ini dianggap berulang setahun penuh, maka aset Rp887 miliar berpotensi menghasilkan laba sekitar 7,0% per tahun. ROE annualized sekitar 7,1% artinya ekuitas Rp869,4 miliar berpotensi menghasilkan laba sekitar 7,1% per tahun. Kenapa ROA dan ROE hampir sama? Karena utangnya kecil sekali, aset hampir seluruhnya dibiayai modal sendiri. Ini juga terlihat dari DER di bawah 0,02 kali. DER itu perbandingan liabilitas terhadap ekuitas. Di sini artinya utang sangat kecil dibanding modal sendiri, jadi risiko gagal bayar rendah, tapi di sisi lain, perusahaan tidak memakai leverage untuk mempercepat pertumbuhan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang paling membuat RIGS terlihat seperti brankas berjalan ada di arus kas dan aset likuid. CFO Rp59,7 miliar jauh lebih besar daripada laba Rp15,5 miliar. CFO itu arus kas operasi, uang tunai yang benar-benar masuk dari aktivitas bisnis inti. Kalau CFO jauh lebih besar dari laba, biasanya berarti laba tidak sekadar angka akuntansi, malah ditopang kas nyata, plus ada beban non-kas seperti depresiasi yang menekan laba tapi tidak menguras kas. Ini sebab investor sering bilang kualitas laba RIGS tinggi. Lalu capex Rp12,5 miliar. Capex itu belanja aset tetap, misalnya perbaikan kapal agar layak operasi. Saat CFO bisa menutup capex dengan nyaman, perusahaan tidak perlu utang untuk bertahan. FCF sekitar Rp47,2 miliar. FCF itu uang tunai sisa setelah CFO dikurangi capex, yang secara konsep bisa dipakai untuk dividen, buyback, tambah kapal, atau sekadar menumpuk kas.

Modal kerja RIGS menarik karena secara teori kurang bagus, tapi secara praktik justru aman karena cadangan kasnya sanf2besar. DSO sekitar 85 hari. DSO itu rata-rata waktu menagih piutang, makin tinggi berarti makin lama uang baru masuk. DI sekitar 13 hari. DI itu rata-rata umur persediaan, di RIGS cepat karena persediaannya biasanya bahan bakar dan suku cadang. DPO sekitar 7 hari. DPO itu rata-rata waktu membayar vendor, makin kecil berarti perusahaan membayar cepat. CCC sekitar 91 hari. CCC itu siklus kas, kira-kira DSO plus DI dikurangi DPO. Artinya uang keluar ke vendor cepat, tapi uang masuk dari pelanggan lebih lambat, sehingga kas nyangkut di piutang. Ini biasanya jelek untuk perusahaan yang kasnya tipis. Tapi RIGS justru punya kas Rp245,2 miliar dan naik 24% sejak Juni 2025, jadi risiko likuiditasnya rendah. Bahkan penerimaan kas dari pelanggan Rp94,1 miliar lebih besar dari revenue Rp77,7 miliar. Ini sinyal penagihan piutang lama sukses, jadi meskipun DSO terlihat panjang, perusahaan mampu mengonversi tagihan menjadi kas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi konsentrasi, ini titik rawan paling nyata. Segmen batubara 100% membuat RIGS sangat tergantung pada kesehatan bisnis batubara dan kontrak pengangkutan. Lalu pelanggan utama hanya tiga, dan PT Arutmin Indonesia $BUMI sendiri 38,4% dari pendapatan. Konsentrasi pelanggan itu seperti berdiri di tiga tiang, satu tiang retak saja, rumahnya goyang. Ditambah ada sengketa pajak, banding restitusi pajak tahun 2015 sebesar Rp4,97 miliar yang kalah pada Oktober 2024, dan ini menekan beban pajak 2025. Risiko lain adalah harga bahan bakar, tapi perusahaan mengklaim mitigasi dengan sistem pass-through, artinya biaya bahan bakar dibebankan kembali ke pelanggan, sehingga margin lebih terlindungi.

Bagian valuasi menjelaskan kenapa investor sering menyebut RIGS hidden gem. Dengan harga saham Rp835, market cap sekitar Rp508,6 miliar. Book value atau ekuitas Rp869,4 miliar. PBV 0,58 kali. PBV itu perbandingan harga pasar perusahaan terhadap nilai bukunya. Kalau PBV di bawah 1, pasar menilai perusahaan lebih murah daripada nilai ekuitasnya. Investor yang suka margin of safety biasanya tertarik, tapi tetap harus cek apakah ekuitas itu produktif atau cuma numpuk aset pasif. Di RIGS, kas Rp245,2 miliar dan obligasi pemerintah Rp174,1 miliar, total Rp419,3 miliar. Ini sekitar 82% dari market cap. Artinya investor membeli perusahaan ini, dan sebagian besar harga itu seperti dibayar balik oleh brankas kas dan obligasi, sementara aset tetap kapal Rp386,7 miliar seolah dihargai murah oleh pasar. Ini alasan kenapa RIGS terasa seperti kapal tua yang bawa brankas emas.

Coba bandingkan dengan SMDR yang merupakan contoh raksasa operasional, karyawan 4.989 orang dan bisnis logistik terintegrasi, jadi cerita besarnya datang dari skala dan diversifikasi. HUMI contoh migas yang lebih lurus, karyawan 2.440 orang dan fokus LNG, minyak, BBM, kimia, jadi identitas migasnya sinkron dengan operasi. TCPI dan PTIS itu contoh mixed yang memang dari awal terlihat main di dua dunia, minyak dan batubara, atau migas dan logistik tambang. RIGS beda, secara sejarah dan profil masih membawa aura offshore migas, tapi arus pendapatannya sekarang bertumpu pada batubara 100%. Jadi diskonnya masuk akal, pasar sedang bilang tunjukkan dulu offshore comeback atau tunjukkan mesin growth baru, baru diskon itu layak menyempit. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi RIGS ini perusahaan yang neracanya super kuat dan kasnya tebal, tapi bisnis intinya sedang menyempit dan terlalu bergantung pada batubara dan tiga pelanggan. Investor yang optimis akan melihat PBV 0,58 kali dan kas plus obligasi yang hampir menyamai market cap sebagai bantalan risiko yang jarang. Investor yang skeptis akan menyorot revenue turun 11,5%, laba turun 24,7%, margin turun, dan SGA naik saat bisnis melemah, lalu bertanya kapan mesin offshore atau mesin kontrak baru benar-benar hidup lagi.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@FachrulRozi3 ngaku nya sih $RIGS main migas. 😌
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS bukannya Batubara doang ya ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS is very underrated

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS salah satu emiten perkapalan yang belom jalan masih murah book valuenya 1400 harga baru 800an dia punya cash lumayan besar $BULL $TAMU dyor

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel – Saham emiten perkapalan atau jasa angkutan laut melonjak pada hari perdagangan pertama 2026, Jumat (2/1/2026), melanjutkan momentum positif sejak akhir tahun lalu di tengah sejumlah katalis baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.58 WIB, s...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

yeay dikasih masuk lagi di kepala 7 $RIGS
sebulan sekali aja kek gini lumayan🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

semoga tutup gap bawah ndar
gw mau nebeng $RIGS 🙏

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS kamsia yang ambil barang saya di 935, saya ambil bawah lagi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS turun langsung wkwkw

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CINT $RIGS $POLU Ayo Ndarr ARA kan gasss 🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

pesta $RIGS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

[LIST SEMUA SAHAM : 956 EMITEN - MAKS 30 GAP UP & DOWN]

Jum'at, 02 January 2026 08:53
Saham potensial gap-up/down di OPENING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):

-------------------------------------
GAP UP:
🔼 $BEEF gap up ke 570 (+114 / +25%) dari 456
🔼 $RIGS gap up ke 955 (+190 / +24.84%) dari 765
🔼 $CINT gap up ke 288 (+44 / +18.03%) dari 244
🔼 ERTX gap up ke 258 (+28 / +12.17%) dari 230
🔼 ARKO gap up ke 6600 (+650 / +10.92%) dari 5950
🔼 MINA gap up ke 418 (+36 / +9.42%) dari 382
🔼 BMSR gap up ke 340 (+28 / +8.97%) dari 312
🔼 PPRI gap up ke 320 (+20 / +6.67%) dari 300
🔼 BOAT gap up ke 234 (+14 / +6.36%) dari 220
🔼 POLU gap up ke 20000 (+1175 / +6.24%) dari 18825
🔼 FMII gap up ke 314 (+18 / +6.08%) dari 296
🔼 GTRA gap up ke 310 (+16 / +5.44%) dari 294
🔼 PSSI gap up ke 378 (+18 / +5%) dari 360
🔼 TFAS gap up ke 304 (+14 / +4.83%) dari 290
🔼 PTSP gap up ke 1045 (+45 / +4.5%) dari 1000
🔼 NETV gap up ke 163 (+7 / +4.49%) dari 156
🔼 SAME gap up ke 378 (+16 / +4.42%) dari 362
🔼 GTBO gap up ke 248 (+10 / +4.2%) dari 238
🔼 CENT gap up ke 159 (+6 / +3.92%) dari 153
🔼 LAPD gap up ke 166 (+6 / +3.75%) dari 160
🔼 ARII gap up ke 334 (+12 / +3.73%) dari 322
🔼 MORA gap up ke 12500 (+450 / +3.73%) dari 12050
🔼 NELY gap up ke 420 (+14 / +3.45%) dari 406
🔼 SWID gap up ke 123 (+4 / +3.36%) dari 119
🔼 ENAK gap up ke 620 (+20 / +3.33%) dari 600
🔼 BULL gap up ke 434 (+14 / +3.33%) dari 420
🔼 APLI gap up ke 386 (+12 / +3.21%) dari 374
🔼 DART gap up ke 196 (+6 / +3.16%) dari 190
🔼 NCKL gap up ke 1160 (+35 / +3.11%) dari 1125
🔼 BMAS gap up ke 670 (+20 / +3.08%) dari 650

-------------------------------------
GAP DOWN:
🔽 PALM gap down ke 376 (-4 / -1.05%) dari 380
🔽 GOOD gap down ke 366 (-4 / -1.08%) dari 370
🔽 BBNI gap down ke 4320 (-50 / -1.14%) dari 4370
🔽 BAJA gap down ke 161 (-2 / -1.23%) dari 163
🔽 BBHI gap down ke 1470 (-20 / -1.34%) dari 1490
🔽 CYBR gap down ke 1770 (-25 / -1.39%) dari 1795
🔽 WEHA gap down ke 133 (-2 / -1.48%) dari 135
🔽 ASII gap down ke 6600 (-100 / -1.49%) dari 6700
🔽 HDFA gap down ke 124 (-2 / -1.59%) dari 126
🔽 MAPB gap down ke 1510 (-25 / -1.63%) dari 1535
🔽 JAYA gap down ke 121 (-2 / -1.63%) dari 123
🔽 UNTR gap down ke 29000 (-500 / -1.69%) dari 29500
🔽 INDO gap down ke 344 (-6 / -1.71%) dari 350
🔽 PICO gap down ke 204 (-4 / -1.92%) dari 208
🔽 YULE gap down ke 3230 (-70 / -2.12%) dari 3300
🔽 IMJS gap down ke 276 (-6 / -2.13%) dari 282
🔽 SILO gap down ke 2680 (-60 / -2.19%) dari 2740
🔽 MSTI gap down ke 1515 (-35 / -2.26%) dari 1550
🔽 SAFE gap down ke 390 (-10 / -2.5%) dari 400
🔽 BBSS gap down ke 388 (-10 / -2.51%) dari 398
🔽 ASJT gap down ke 185 (-5 / -2.63%) dari 190
🔽 MTWI gap down ke 358 (-12 / -3.24%) dari 370
🔽 VICO gap down ke 195 (-7 / -3.47%) dari 202
🔽 URBN gap down ke 195 (-9 / -4.41%) dari 204
🔽 BAIK gap down ke 126 (-6 / -4.55%) dari 132
🔽 BESS gap down ke 1510 (-80 / -5.03%) dari 1590
🔽 MBSS gap down ke 2960 (-170 / -5.43%) dari 3130
🔽 TRST gap down ke 484 (-31 / -6.02%) dari 515
🔽 MPIX gap down ke 66 (-5 / -7.04%) dari 71
🔽 CSIS gap down ke 298 (-40 / -11.83%) dari 338

Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ara kan ndar $RIGS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS

$RIGS

Pemilik RIGS Bpk Hadi sunarto, juga pemilik salah satu perusahaan kontraktor kapal tongkang terbesar di indonesia bernama PT Pelayaran Kartika Adijaya (KSA) Setiap Tahun PT KSA angkut batubara 150 Juta Ton per tahun, setara perusahan Titan Infra Energy yang IPO di tahun 2026 nanti. saat ini yg menjadi Presdir KSA yaitu anaknya Kartika hadi sama dengan posisi presdir di RIGS.

Di tahun 2024 PT KSA Kerjasama dengan perusahaan logistik terbesar di korea, bernama LX Pantos dan di tahun 2024 pendapatan RIGS terbesar dr PT KSA, saat ini RIGS di backup oleh perusahaan yang cukup besar di bidangnya, wajar sejak di akuisisi oleh Pak Hadi sunarto di tahun 2021 RIGS mulai turn around dengan sangat cepat.

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

mentokin ARA aja, mumpung ritelnya sepi $RIGS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $VKTR
📅 TIMESTAMP: 30 Desember 2025, 01:13 WIB
📊 LAST PRICE: Rp825 | 🚦 SYSTEM TREND: Bullish

⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)

Range Beli: Rp770 – Rp794

Analisa Sistem: Support MA Cross 9/26 berada di zona Rp770-794 dengan struktur uptrend channel solid sejak Oktober. Bandar Value positif +39.7B mengindikasikan akumulasi institutional dengan volume spike 59.91M. Entry ideal menunggu pullback ke zona MA 26 (Rp794) untuk optimal risk/reward. RSI 67.7 mendekati overbought namun masih ada headroom untuk continuation rally EV sector rerating.


🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)

Range Beli: Rp825 – Rp850

Analisa Sistem: Entry immediate di current price Rp825 dengan spekulasi continuation rally menuju psychological resistance Rp1.000. Chart menunjukkan breakout dari resistance Rp800 dengan frequency 8.93K high participation. Entry agresif cocok untuk momentum trading didukung katalis target pengiriman 50 unit bus 2025 dan 30 unit Q1/2026, namun berisiko profit taking jika guidance kinerja Q4 tidak meet expectation.


🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)

TP1: Rp950 (Resistance Minor / Psychological Level)

Perhitungan: ((950 - 794) / 794) × 100 = +19.65%

TP2: Rp1.030 (Resistance Major / ARA Level)

Perhitungan: ((1030 - 794) / 794) × 100 = +29.72%

🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)

SL: Rp705 (Support Structure / ARB Low)

Perhitungan: ((705 - 794) / 794) × 100 = -11.21%

Risk/Reward Ratio: 1:1.75 (TP1) hingga 1:2.65 (TP2)

📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

Katalis Sektor Teknologi Global
Nasdaq Rebound (+0,5%) - Sektor Tech Rally: Nasdaq mencatatkan penguatan 0,5% pada pekan terakhir Desember 2025, didorong reli saham teknologi dan AI. NVIDIA (NVDA) menguat signifikan pasca kesepakatan akuisisi aset startup AI Groq senilai USD 20 miliar untuk memperkuat posisi di pasar AI inference. Oracle juga melonjak setelah menyepakati pengelolaan operasional TikTok AS melalui joint venture baru. Momentum tech rebound mendukung sentiment saham teknologi Indonesia termasuk VKTR yang positioning sebagai EV technology company.


Spekulasi The Fed Cut 2026: Pasar mengantisipasi potensi penurunan suku bunga The Fed pada 2026 yang menopang valuasi saham teknologi dan growth stocks. Ekspektasi ini mendorong rotasi dana ke sektor dengan beta tinggi dan valuasi forward-looking seperti EV dan cleantech.


Katalis Korporasi VKTR
Target Market Share Ambisius 2030: VKTR menetapkan target meraih 30% pangsa pasar bus rapid transit (BRT) listrik dan 10% untuk segmen truk listrik pada 2030. Targeting ini didukung rencana pengadaan 10.000 unit BRT listrik oleh Pemerintah Jakarta hingga 2030, membuka addressable market sangat besar. CEO Ardiansyah Bakrie menargetkan pengiriman 50 unit bus pada 2025 dan tambahan 30 unit pada awal 2026.


Pabrik CKD Magelang (3.000 unit/tahun): Fasilitas perakitan Completely Knocked Down (CKD) di Magelang merupakan yang pertama untuk kendaraan listrik komersial di Indonesia dengan kapasitas produksi 3.000 unit bus dan truk per tahun. Tingkat kandungan lokal (TKDN) bus 12 meter mencapai 40%, memberikan efisiensi biaya dan harga kompetitif dibanding produk fully-assembled impor. Pabrik ini menjadi pusat transfer teknologi, R&D, dan assembly untuk brand global seperti BYD.


Order Pipeline Strong (Q4/2025 & 2026): VKTR telah menerima pesanan 10 unit truk sampah listrik dari Pemprov DKI Jakarta dengan target delivery Desember 2025. Ini menambah 14 unit truk sampah yang sudah operasi di IKN. VKTR juga membukukan penjualan 6 unit forklift listrik pada 9M25 di luar 10 unit yang sudah beroperasi sebelumnya, plus progress perakitan 20 unit bus listrik untuk Transjakarta.


Joint Venture Indomobil (Game Changer): Maret 2024, VKTR menjalin kemitraan strategis dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS - Grup Salim) untuk pengembangan kendaraan listrik penumpang dan komersial. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian VKTR di teknologi EV dengan jaringan distribusi dan manufaktur Indomobil yang mencakup 50 tahun pengalaman otomotif Indonesia. Joint venture akan fokus pada penetrasi pasar EV yang lebih luas dengan dukungan infrastruktur dan acceptance konsumen.


Kinerja Keuangan Q3/2025 (Top Line Tumbuh, Bottom Line Tertekan): VKTR membukukan pendapatan Rp717 miliar pada 9M25, tumbuh +11% YoY dari Rp646 miliar. Namun, laba bersih tertekan drastis -89% YoY menjadi Rp1,2 miliar dari Rp10,6 miliar akibat lonjakan beban usaha strategis untuk program uji coba produk dan ekspansi penjualan. Gross profit margin tergerus meski absolute gross profit naik. Total aset meningkat menjadi Rp1,79 triliun dengan ekuitas Rp1,17 triliun (Debt/Equity 0,59x konservatif). Manajemen mengkonfirmasi konsentrasi pengakuan penjualan EV di semester kedua 2025 mengingat lead time perakitan domestik.


No Dividen 2024 & Proyeksi 2025 (Full Reinvestment): RUPST Juni 2025 memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Manajemen memproyeksikan juga tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025, dengan seluruh laba dialokasikan untuk ekspansi dan penguatan modal mendukung capital intensive phase. Kebijakan ini sejalan dengan positioning VKTR sebagai pure growth play, bukan dividend stock.


Transformasi dari Steel ke EV: VKTR (dahulu PT Bakrie Steel Industries) bertransformasi total pada 2022 dari komponen otomotif konvensional menjadi EV technology company dan OEM kendaraan listrik. Transformasi ini merupakan strategic pivot mengikuti tren global elektrifikasi dan target Net Zero Emissions 2060 Indonesia. VKTR kini fokus pada perdagangan, perakitan, dan manufaktur kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk segmen komersial dan penumpang.


🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:

📈 MOMENTUM CHECK: POSITIVE

Reasoning: Sektor teknologi global rebound dengan Nasdaq +0,5% dan NVIDIA rally mendukung sentiment EV tech stocks. VKTR menunjukkan bullish momentum +5,10% dengan Bandar Value +39.7B institutional buying dan volume spike 59.91M. Order pipeline strong (50 unit bus 2025 + 30 unit Q1/2026 + 10 truk DKI) memberikan revenue visibility. Joint venture Indomobil dan target 30% market share BRT 2030 mencerminkan ambisi ekspansi masif. Meski laba 9M25 tertekan -89% YoY, manajemen konfirmasi bottom line sacrifice untuk strategic investment di phase ekspansi. Pabrik CKD Magelang 3.000 unit/tahun dengan TKDN 40% competitive advantage signifikan. RSI 67.7 hot namun masih ada headroom.

🚀 PRIMARY SIGNAL: SWING

✅ RECOMMENDED FOR: Swing Trader / Growth Investor (high risk tolerance - speculative)

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 76%

⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).

RANDOM TAG
$RIGS$CLAY

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS

Saham-saham di sectornya makin naik, valuasi RIGS makin Murah

- Average PE dan PBV di sectornya di angka PE 40x dan PBV 4.3x dan RIGS di perdagangkan di PE 7.52x (Q1 jika dengan FY25 Forecast net profit 100 M maka PE RIGS di angka 4,8x) dan PBV 0.54x

Risk or opportunity ?

Disc On

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS target pesimis, target optimisnya dm

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LEAD $SOCI sudah terbang
cicil $RIGS selot selot selagi sideways EMA200🤑

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

setelah head to head antara $MBSS vs CBRE
https://stockbit.com/post/22334183
dan hasilnya kita cuan bagger di MBSS, jauh sebelum dibahas influencer & grup grup saham diluar sana

next kita coba head to head $RIGS vs $CBRE

dari segala aspek di valuasi saat ini, RIGS menang telak. cash tebal, margin tebal, operasional efisien, balance sheet sehat, no worries soal utang bunga berbunga

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRM OFFSHORE OSV PLAY.
Sektor yg hampir sama dengan emiten $RIGS.
tapi harga diskon besar dengan potensi yg sama untuk 2026 😁.

dibandingkan fundamentalnya secara objektif (bukan harga saham), maka BBRM masih lebih unggul dibanding RIGS. Ini penjelasan ringkas tapi tajam 👇
🥇 BBRM vs RIGS – Fundamental Head-to-Head
1️⃣ Kualitas Aset (Armada)
BBRM ✅ lebih unggul
Kapal AHTS / AHT → high horsepower, high dayrate
Lebih relevan untuk offshore drilling & development
Barrier to entry lebih tinggi
RIGS
Tug & utility vessel
Dayrate lebih rendah
Lebih mudah tergantikan
➡️ Aset BBRM lebih “mahal & premium”
2️⃣ Potensi Margin
BBRM ✅
AHTS = margin bisa melonjak drastis saat siklus naik
Sensitif positif ke kenaikan dayrate offshore
RIGS
Margin lebih stabil tapi tidak eksplosif
Kenaikan laba lebih terbatas
➡️ Upside margin: BBRM > RIGS
3️⃣ Positioning di Offshore Cycle
BBRM ✅
Lebih “pure play” ke offshore rebound
Cocok saat drilling & E&P mulai agresif
RIGS
Lebih ke maintenance & support ringan
Kurang leverage ke capex offshore besar
➡️ BBRM lebih “leveraged” ke offshore boom
4️⃣ Struktur Bisnis & Growth Story
BBRM ✅
Armada kecil → 1 kapal aktif bisa ubah kinerja
Ada penambahan kapal baru (growth catalyst)
Lebih mudah re-rating saat kontrak masuk
RIGS
Cenderung stagnan
Story lebih defensif, bukan growth
5️⃣ Risiko Finansial
⚠️ BBRM
Lebih cyclical
Jika kapal idle → tekanan ke cashflow
⚠️ RIGS
Risiko lebih rendah
Tapi upside juga terbatas
➡️ Risk–reward BBRM lebih agresif
🧠 Kesimpulan Akhir
Aspek
Lebih Unggul
Kualitas aset
BBRM
Upside laba
BBRM
Leverage ke offshore cycle
BBRM
Stabilitas
RIGS
Defensif
RIGS
👉 Fundamental “growth & upside” =BBRM lebih bagus
👉 Fundamental “stabil & bertahan” = RIGS

random tag : $BULL

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RIGS Take Profit

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

mantaaap selalu mempertimbangkan peluang🤑🤑🤑 $RIGS

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy