


Volume
PT PP Property Tbk merupakan anak usaha dari PT. PP (persero) Tbk yang menjalankan kegiatan usaha di bidang pengembangan properti dan realti baik aset dan atau hak pengelolaan sejak tahun 1991, dimana pada saat itu perseroan masih menjalankan fungsinya sebagai divisi properti dari PTPP. Kegiatan usahanya saat ini terbagi atas dua segmen usaha yaitu penjualan realti dan pendapatan properti, dimana atas segmen usaha tersebut perseroan membagi menjadi tiga tipe pengembangan yaitu residensial, komersial, dan hospitality. Pada saat ini, perseroan dan entitas anak memiliki 15 proyek yang sedang dalam pengerjaan/pengembangan yang terse... Read More
Harga $JMAS Sekarang: Rp 276
Zona Area Beli Aman:
Rp 260 – 268
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 245
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 285 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 285 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 295
• TP2 = Rp 310 – 330
AYO RQUEST SAHAM https://bit.ly/m/peta_saham
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 260, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham small cap, pergerakan cenderung cepat—disiplin stoploss wajib
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $PPRO $ROTI. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
$TRUE
⚡ SCALPING PLAN: TRUE
🟢 Entry
Aggressive Buy: 318 – 326 (Masuk di harga penutupan jika besok pagi langsung dibuka menguat dengan bid yang tebal).
Buy on Weakness: 290 – 306 (Antre di area support psikologis jika terjadi koreksi sesaat di awal sesi).
🎯 Take Profit
TP 1: 360 – 380 → jual 70% (Area target jangka pendek berdasarkan proyeksi volatilitas harian).
TP 2: 400+ → jual sisa (Gunakan trailing stop otomatis sebesar 2-3% dari titik tertinggi untuk memaksimalkan profit selama tren berlanjut).
đź”´ Stop Loss
SL Agresif: 286.
Daily Close < 260 → CUT LOSS mutlak (Sinyal bahwa momentum kenaikan telah patah dan harga berisiko mengalami pembalikan arah tajam).
⚠️ Catatan Cepat
Watch the ARA (Auto Rejection Atas): Perhatikan jika harga terkunci di batas ARA; jangan langsung menjual seluruh posisi kecuali volume bid di harga ARA mulai menipis.
Execution Speed: Saham dengan kenaikan di atas 20% memerlukan kecepatan eksekusi tinggi; hindari menggunakan order manual jika volatilitas sedang ekstrem.
Volume Validation: Pastikan kenaikan harga besok pagi didukung oleh volume yang setara atau lebih besar dari hari ini untuk memvalidasi kelanjutan tren.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$GAMA $PPRO
$PUDP
⚡ SCALPING PLAN: PUDP
🟢 Entry
Wait for Base: No Entry (Jangan masuk sebelum harga membentuk area konsolidasi/sideways minimal selama 3-5 hari perdagangan).
Buy Breakout (Spekulatif): > 600 (Hanya jika harga mampu memantul kuat dan menembus level psikologis 600 dengan volume yang sangat masif sebagai tanda reversal teknikal).
🎯 Take Profit
TP 1: 680 – 720 → jual 50% (Area resisten minor pertama pasca penurunan tajam).
TP 2: 800 → jual sisa (Target rebound teknikal psikologis jika terjadi short covering).
đź”´ Stop Loss
SL Agresif: 500 (Level psikologis bulat).
Daily Close < 480 → CUT LOSS tanpa ragu (Sinyal bahwa harga akan terus mencari dasar baru di area yang jauh lebih rendah).
⚠️ Catatan Cepat
High Danger Alert: Saham ini memiliki risiko likuiditas dan volatilitas yang sangat ekstrem; porsi modal sebaiknya sangat kecil atau diabaikan saja.
MACD Abyss: Selama garis MACD belum menunjukkan tanda melengkung ke atas (konvergensi), setiap kenaikan harga kemungkinan besar hanyalah jebakan (bull trap).
Disiplin Ketat: Jangan pernah melakukan average down pada saham dengan struktur grafik seperti ini.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$GAMA $PPRO
$BBRM besok suspend ini bisa jadi dan kemungkinan Suspend 2 kali nya seminggu hehe
random tag
$PPRO $SMDR
Suspendnya sudah terlalu lama
$WIKA $WSKT $PPRO potensi delisting
https://cutt.ly/WtgoLuA1
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan 70 emiten berpotensi menghadapi delisting atau penghapusan pencatatan saham pada 2026. Emiten-emiten tersebut tercatat telah mengalami suspensi perdagangan saham selama enam bulan atau lebih hingga akhir 2025.
Daftar tersebut mencakup perusahaan dari berbagai...

katadata.co.id
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PP Properti Tbk. (PTPP) melaporkan perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi perusahaan atau penyebab suspensi. Manajemen PP Properti menyampaikan bahwa proses utama pemulihan telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama terkait penyelesaian Penundaan Kewajiban...

www.cnbcindonesia.com

KABARBURSA.COM – Upaya PT PP Properti Tbk (PPRO) untuk keluar dari status suspensi dan kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, memasuki fase yang lebih substantif, namun belum sepenuhnya aman.
Data keterbukaan informasi hingga Desember 2025 menunjukkan bahwa perseroan memang telah melewati...

www.kabarbursa.com

Bursa Efek Indonesia mengumumkan 70 emiten yang berpotensi bakal didelisting atau dihapus pencatatan sahamnya dari pasar modal Indonesia. Di antara emiten tersebut ada emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Properti Tbk (PPRO).
...

katadata.co.id
$IPPE $INAF $PPRO
pengumuman lampiran potensi delisting pertanggal 30 desember 2025.
bagi pihak pihak yg berkepentingan terhadap perseroan, dapat menghubungi sekretaris perusahaan masing masing.
semoga bermanfaat đź’Şđź’Ş
1/5





News Update
👉 IHSG sesi I ditutup melemah 0,41% ke level 8,609.
👉 Perjanjian Damai Rusia-Ukraina kian rumit, Rumah Putin diserang 91 Drone Kamikaze.
👉 China merevisi UU Perdagangan untuk mengimbangi perang dagang Trump.
👉 BEI menggembok sementara perdagangan saham BBRM dan PKPK hari ini.
👉 RUPSLB, PGAS resmi menyandang status persero.
👉 Jelang tutup tahun, $PPRE raih 3 kontrak baru senilai Rp1,2T.
👉 $PPRO rampungkan Homologas dan sekarang fokus selesaikan kewajiban Obligasi.
👉 $INDY infokan pendirian anak usaha baru bernama PT Indika Empat Mitra Sumbawa.

kontraktor kecil jadi korban BUMN kenapa?
1. Skema pembayaran yang tidak sehat (akar masalah)
BUMN Karya banyak menjalankan proyek dengan pola:
Kontraktor & subkontraktor membiayai dulu
Pembayaran dibayar belakangan (termin)
Bahkan sering ditunda berbulan-bulan hingga bertahun-tahun
👉 Saat arus kas BUMN Karya bermasalah, yang dikorbankan pertama adalah kontraktor kecil.
2. Kejar proyek demi laporan & target politik
Banyak proyek BUMN Karya:
Dikejar untuk target pemerintah / politik
Dipaksakan menang tender dengan margin sangat tipis
Bahkan ada proyek yang sudah tahu akan rugi
Akibatnya:
Kerugian ditutup dengan menahan pembayaran kontraktor
Kontraktor dijadikan “bank berjalan”
3. Dominasi posisi tawar (kontraktor kecil tidak berdaya)
Dalam praktik:
Kontrak baku dibuat sepihak oleh BUMN
Klausul denda ke kontraktor sangat tegas
Klausul keterlambatan bayar dari BUMN lemah atau abu-abu
Kontraktor kecil:
Tak berani protes (takut blacklist)
Sulit menggugat (biaya hukum mahal)
Akhirnya dipaksa terima
4. Rekayasa administrasi & termin
Bentuk yang sering dianggap “penipuan”:
BAST diperlambat → pembayaran tidak cair
Volume kerja diperdebatkan setelah pekerjaan selesai
Revisi gambar mendadak → klaim lama digugurkan
Termin dicicil sangat kecil tapi pekerjaan sudah 90%
Secara hukum abu-abu, tapi secara moral tidak adil.
5. Masalah utang & gagal bayar berantai
Fakta penting:
Banyak BUMN Karya utang besar ke bank & obligasi
Ketika jatuh tempo:
Bank & obligasi didahulukan
Kontraktor jadi kreditur paling belakang
Ini menyebabkan:
Kontraktor bangkrut
Upah pekerja macet
Efek domino ke ekonomi daerah
6. Lemahnya pengawasan & penegakan hukum
BPK biasanya fokus laporan keuangan, bukan korban kontraktor
Aparat hukum jarang masuk kecuali:
Ada suap
Ada kerugian negara besar
Kerugian kontraktor swasta dianggap risiko bisnis
Akibatnya: praktik ini terus berulang.
7. Apakah ini penipuan?
Secara hukum:
❌ Jarang masuk pasal “penipuan murni”
✔️ Lebih sering masuk:
Wanprestasi
Penyalahgunaan posisi dominan
Kontrak tidak seimbang
Namun bagi kontraktor:
Efeknya sama seperti ditipu
Kerja selesai, uang tidak dibayar.
8. Kenapa tetap banyak yang mau?
Karena:
Volume proyek besar
Harapan “nanti dibayar”
Takut kehilangan akses proyek
Banyak kontraktor baru tidak tahu risikonya
Kesimpulan singkat
BUMN Karya bukan sekadar “nakal”, tapi terjebak sistem buruk:
Proyek dipaksakan
Utang besar
Tata kelola lemah
Kontraktor kecil jadi korban
Kalau mau jujur:
BUMN Karya sering “selamatkan diri sendiri” dengan mengorbankan kontraktor.
$WSKT $PPRO $WSBP
$TPIA..$BREN..$PPRO
fpni sudah bikin pabrik petro kimia dgn Danantara
sahamnya terbang.....berikutnya giliran danantara dgn TPIA...sebab indonesia banyak butuh petro kimia supaya ga import lagi...makanya Danantara
akan suport TPIA untuk dioroduksi di Indo...
siap2 aja nyerok tpia..
$PTPP price ma 10 lebih besar dari ma 20. ada spike volume di tanggal 24 Desember dari broker XL sebesar 16,4 miliar. apakah retail? menurut saya kecil kemungkinannya karena size yang cukup besar untuk masuk ke saham dengan market cap kecil. lalu jika dilihat pada bulan September juga terdapat spike volume. 16-18 September broker AT melakukan akumulasi sebesar 17 miliar. jika ditarik dari tanggal 16 September -24 Desember, AT melakukan transaksi sebesar 20 miliar net dengan ave 390, XL sebesar 16,5 miliar net ave 393, dan GR sebesar 15,2 miliar net dengan ave 364.
saham yang cocok untuk di swing
DYOR
random tag: $PPRO$PPRE
$PPRO Dapat Penghargaan dari Disway
Tapi apa gunanya penghargaan kalau sahamnya kena suspend? Itu pertanyaan dari para investor PPRO.
Bener juga sih, apa gunanya itu penghargaan? 🤔
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

$PPRO Saham Properti BUMN yang Mencoba Survive
Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
PPRO adalah perusahaan properti anak BUMN, sama seperti $ADCP, tapi pasar sering menyamaratakan keduanya seolah satu kelas. Padahal label BUMN itu cuma bendera, bukan jaminan bisnisnya otomatis rapi. Di properti, yang menentukan hidup-mati itu sederhana, seberapa cepat tanah dan bangunan berubah jadi kas, bukan seberapa sering emiten disebut punya proyek. Investor juga sering kejebak ilusi kedua, aset triliunan terlihat besar, padahal bisa saja itu cuma persediaan yang parkir terlalu lama. Di momen seperti ini, PPRO tampak seperti emiten yang sudah bangkit karena rugi mengecil drastis, sementara ADCP tampak seperti emiten TOD yang katanya strategis. Tapi kalau mesin kasnya tersendat dan piutangnya panjang, TOD pun bisa berubah jadi beban. Jadi ukuran bagusnya PPRO tidak boleh dinilai dari nostalgia BUMN, tapi dari ritme penjualan, kualitas tagihan, serta napas likuiditas. Kalau angka-angka itu jelek, status BUMN cuma jadi stiker. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi skala aset pengembangan, PPRO terlihat lebih besar dari ADCP di neraca. Persediaan PPRO per 30 September 2025 Rp8,53 triliun sebagai aset lancar, lalu ada cadangan lahan atau land bank Rp3,80 triliun sebagai aset tidak lancar, totalnya sekitar Rp12,33 triliun persediaan plus cadangan lahan. ADCP punya total persediaan real estat lancar dan tidak lancar Rp6,22 triliun, dengan persediaan real estat Rp3,48 triliun dan tanah belum dikembangkan Rp2,74 triliun. Kalau investor cuma melihat angka persediaan, PPRO berasa lebih jumbo. Masalahnya, luas lahan keduanya tidak sama-sama terbuka rapi seperti emiten township. ADCP baru kebaca jelas potongan luas, Sentul Side 316.973 m2, Ciputat 52.879 m2, Cadas Ngampar 20.163 m2, total eksplisit sekitar 390.015 m2 atau 39,00 hektare. PPRO juga kebaca potongan, contoh lahan Amartha View Semarang 185.139 m2, lalu ada isu pembatalan lahan Rancasari Bandung 89.890 m2. Artinya, kalau investor mau membandingkan luas lahan ala BKSL, KIJA, $BSDE, ASRI, SMRA, PANI, ini belum apple to apple, karena angka hektare total untuk PPRO dan ADCP tidak dibuka sejelas raksasa land bank.
Karena itu, cara membandingkannya harus lewat mesin bisnis dan kualitas siklus kas, di sini PPRO jauh lebih bikin was-was dibanding ADCP. Pendapatan 9M 2025 PPRO Rp230,97 miliar, turun 19,7% YoY, lalu rugi neto Rp47,26 miliar, memang jauh membaik dibanding rugi Rp723,08 miliar tahun sebelumnya, tapi tetap rugi. ADCP lebih kecil skala pendapatan, Rp165,54 miliar dan turun 40,9% YoY, lalu rugi neto Rp4,85 miliar. Di permukaan, ADCP terlihat lebih kecil tapi ruginya juga kecil, sedangkan PPRO terlihat lebih besar tapi ruginya masih lebar. Investor harus lihat sumber pendapatannya, PPRO masih punya porsi recurring yang lumayan untuk ukuran developer apartemen, realti penjualan Rp125,41 miliar atau 54,3%, lalu pendapatan properti hotel, sewa, jasa Rp105,56 miliar atau 45,7% dengan rincian hotel Rp52,41 miliar, sewa Rp40,41 miliar, service charge Rp12,74 miliar. ADCP malah unik, hotel Rp87,47 miliar atau 52,8% sudah mengalahkan penjualan unit Rp75,48 miliar atau 45,6%, sewa cuma Rp2,58 miliar atau 1,6%. Ini membuat ADCP lebih mirip emiten hotel yang kebetulan punya proyek TOD, sementara PPRO masih campuran developer plus operator aset. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tapi ukuran recurring saja tidak cukup, karena kualitas tagihan dan perputaran modal kerja PPRO itu ekstrem. DSO PPRO sekitar 4.208 hari. Itu bukan cuma lambat, itu seperti cerita penjualan yang uangnya baru datang entah kapan, apalagi disebut banyak berasal dari piutang jangka panjang penjualan lahan ke pihak berelasi atau asosiasi. Bandingkan ADCP, DSO sekitar 45,76 hari, masih manusiawi. Lalu DI PPRO sekitar 14.874 hari, artinya persediaan dan cadangan lahannya terasa seperti gudang puluhan tahun dibanding beban pokok saat ini. ADCP juga lama, DI sekitar 13.313 hari, tapi PPRO tetap lebih panjang. DPO PPRO sekitar 1.470 hari, artinya pembayaran ke pemasok ditahan sangat lama. ADCP juga panjang, DPO sekitar 2.409 hari, tapi konteksnya berbeda karena struktur utang proyek TOD bisa banyak bertumpu pada skema kontraktor dan pihak berelasi. Yang membuat PPRO paling kelihatan berat adalah CCC sekitar 17.612 hari, sedangkan ADCP sekitar 10.949 hari. Ini menggambarkan PPRO lebih lambat mengubah modal tertanam jadi kas dibanding ADCP, padahal ADCP pun sudah termasuk bisnis durasi panjang.
Sekarang taruh PPRO dan ADCP di antara saham properti lain supaya kebaca kelasnya. Kalau bicara recurring income yang benar-benar jadi mesin, PPRO dan ADCP belum masuk kasta itu. PWON misalnya, recurring 9M 2025 sekitar Rp4.097,19 miliar atau 80,06% dari total Rp5.117,71 miliar, itu model landlord mall yang cashflow minded. ELTY recurring Rp909,03 miliar atau 85,2% dari total Rp1,06 triliun, masih bisa napas karena sewa dan pengelolaan kantor. ASRI recurring Rp684,91 miliar dari total Rp1,66 triliun, jadi bantalan ketika penjualan rumah turun. PPRO recurring Rp105,56 miliar masih kecil, ADCP recurring yang dominan hotel Rp90,05 miliar juga kecil, jadi dua-duanya belum punya mesin sewa yang membuat investor bisa lebih santai saat penjualan unit seret.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bagian yang menentukan bagus atau tidaknya PPRO ada di likuiditas dan cara bertahan hidup. Kas PPRO hanya Rp47,10 miliar, sementara struktur operasionalnya masih rugi dan CFO 9M 2025 minus Rp11,13 miliar. Free cash flow PPRO terlihat positif sekitar Rp20,44 miliar, tapi itu muncul karena ada penerimaan dari pelepasan aset, bukan karena mesin operasi yang sehat. Ini beda kelas dengan ASRI yang CFO Rp643,11 miliar, capex Rp194,43 miliar, free cash flow sekitar Rp448,68 miliar, itu mesin kas beneran. PPRO memang sudah melakukan restrukturisasi besar lewat PKPU, termasuk konversi utang pihak berelasi Rp9,63 triliun menjadi surat berharga perpetual yang sifatnya mendekati ekuitas, serta perubahan struktur obligasi. Ini membantu perusahaan tidak tumbang, tapi juga sinyal bahwa historinya memang sempat berat sekali. ADCP juga tidak sedang ideal, karena pendapatan jeblok dan laba berubah jadi rugi, tapi dari sisi durasi tagihan, ADCP tidak seaneh PPRO.
Kalau investor bertanya sebagus apa PPRO dibanding ADCP dan saham properti lain, jawaban yang paling fair begini. PPRO terlihat membaik karena rugi menyusut drastis, dan porsi pendapatan non-penjualan juga ada, tapi kualitas piutangnya dan siklus kasnya membuat ceritanya masih rawan. ADCP terlihat lebih kecil, tapi ritme tagihan lebih normal, hanya saja model TOD plus ketergantungan pada hotel membuatnya belum jadi mesin properti yang stabil. Dibanding saham properti yang kuat karena recurring besar seperti PWON atau yang punya kas dan free cash flow kuat seperti ASRI, PPRO dan ADCP masih jauh. Jadi PPRO cocok dibaca sebagai saham pemulihan pasca restrukturisasi yang masih harus membuktikan satu hal, piutang benar-benar berubah jadi kas dan persediaan benar-benar bergerak, bukan sekadar angka besar yang parkir di neraca.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7







Harga $SCMA sekarang Rp 340
Zona Area Beli Aman : Rp 325 – 335
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss : < Rp 310
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout : > Rp 350 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 350 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 360
• TP2 = Rp 380 – 400
REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/peta_saham
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 325, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Entry ideal dekat support untuk risk/reward optimal
• Breakout 350 membuka potensi kenaikan menuju area 400-an
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$AKRA $PPRO
,Nanti Kami Buatkan Flowchart Keputusan biar analisa makin gampang!
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏