525

-10

(-1.87%)

Today

291,700

Volume

568,256

Avg volume

Company Background

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk didirikan pada tanggal 19 Oktober 1966. Bidang usaha Perusahaan adalah pembangunan (real estate) dan jasa konsultasi bidang perencanaan dan pembangunan serta di bidang usaha kawasan pariwisata (rekreasi), perhotelan dan sarana olahraga melalui anak usaha. Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perusahaan dan entitas anak membagi produk bisnis ke dalam 6 (enam) segmen usaha, yaitu segmen Pariwisata, segmen Properti, segmen Resor, segmen Kuliner, serta Meeting, Incentives, Conference and Exhibition (MICE). Produk-produk Perusahaan antara lain: Dunia Fantasi (Dufan), Atlantis Water Adventures, Ocean Dream ... Read More

Berikut saham yang net income nya naik drastis dari Q3 => Q4 2025 data terbaru s/d 28 Februari 2026:

• BBTN : +101% (596 M => 1,198 T)
• UNVR : +265% (1,180 T => 4,306 T)
$PJAA : +230% (37 M => 122 M)
$MTPS : +200% (-2 M => 2 M)
$WOMF : +106% (19 M => 39 M)
• BNBR : +1196% (-44 M => 482 M)
• LPPF : +4240% (-3 M => 124 M)
• JKON : +174% (34 M => 93 M)
• YULE : +780% (13 M => 114 M)
• KIJA : +542% (-33 M => 146 M)
• BEKS : +950% (4 M => 42 M)


NB: J = juta, M = miliar, T = triliun

Read more...

Berikut saham yang net income nya naik drastis dari Q3 => Q4 2025 data terbaru s/d 27 Februari 2026:

• BBTN : +101% (596 M => 1,198 T)
$UNVR : +265% (1,180 T => 4,306 T)
$PJAA : +230% (37 M => 122 M)
$MTPS : +200% (-2 M => 2 M)
• WOMF : +106% (19 M => 39 M)
• BNBR : +1196% (-44 M => 482 M)
• LPPF : +4240% (-3 M => 124 M)
• JKON : +174% (34 M => 93 M)
• YULE: 780% (13 M => 114 M)


NB: J = juta, M = miliar, T = triliun

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

#49 Cara Bertahan Saat Pasar Tidak Bersahabat

Ada periode dalam perjalanan saya ketika pasar terasa tidak mendukung. Bukan hanya hasil yang kurang baik, tetapi suasananya pun seperti tidak memberi ruang untuk optimisme. Dulu saya cenderung melihat fase seperti itu sebagai sesuatu yang tidak semestinya terjadi. Sekarang saya memahaminya sebagai bagian dari siklus yang wajar. Pasar tidak selalu ramah, dan memang tidak pernah berjanji untuk demikian. Risiko dan drawdown bukan penyimpangan dari sistem, melainkan bagian yang tak terpisahkan darinya.

Saya mulai melihat bahwa bertahan bukan soal mencari cara cepat untuk keluar dari ketidaknyamanan, melainkan menjaga sistem tetap utuh. Ketika hasil tidak sesuai harapan, emosi ingin mengambil alih dan menuntut perubahan besar. Namun sistem yang saya bangun justru dibuat untuk menghadapi fase sulit seperti ini. Ia menjadi penyeimbang ketika pikiran mulai condong pada keputusan yang reaktif. Dengan tetap berpegang pada kerangka yang sudah dirancang, saya tidak perlu membuat keputusan besar hanya karena tekanan sementara.

Perlahan cara saya merespon pasar yang tidak bersahabat berubah. Saya tidak lagi melihatnya sebagai pertarungan yang harus dimenangkan segera. Saya memberi ruang untuk evaluasi tanpa tergesa-gesa, memastikan bahwa setiap langkah tetap konsisten dengan tujuan awal. Ketika saya berhenti melawan situasi dan mulai menerimanya sebagai bagian dari perjalanan, tekanan pun berkurang. Bertahan menjadi pilihan yang sadar, bukan bentuk pasrah.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa ketahanan dibangun justru di saat-saat seperti ini. Pasar yang bersahabat mungkin menyenangkan, tetapi pasar yang sulit mengajarkan kedewasaan. Saya tidak bisa mengendalikan suasana di luar, tetapi saya bisa menjaga kestabilan di dalam. Dan selama sistem tetap saya hormati dan disiplin tetap terjaga, saya tahu bahwa fase ini hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang yang lebih besar.

$IHSG $PJAA $EAST

Read more...

Berikut saham yang net income nya naik drastis dari Q3 => Q4 2025 data terbaru s/d 26 Februari 2026:

$BBTN : +101% (596 B => 1,198 B)
$UNVR : +265% (1,180 B => 4,306 B)
$PJAA : +230% (37 B => 122 B)
• MTPS: +200% (-2 B => 2 B)
• WOMF: +106% (19 B => 39 B)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST

Halo rekan investor! Mari kita bedah bersama kinerja keuangan tahun penuh 2025 dari emiten perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) dan melihat ke arah mana saham ini sebaiknya diposisikan dalam portofoliomu.

**1. Penurunan Kinerja Bisnis (Top Line & Bottom Line)**
Kita mulai dari pil pahitnya dulu. Secara bisnis, EAST mengalami tekanan di tahun 2025. Pendapatan turun dari Rp102,92 miliar (2024) menjadi Rp94,62 miliar (2025). Penurunan pendapatan ini menekan laba bruto perusahaan dan berimbas langsung pada laba bersih yang menyusut sekitar 17% menjadi Rp28,80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp34,71 miliar. Akibatnya, Laba Per Saham (EPS) dasar juga merosot dari 8,41 menjadi 6,98. Untuk investor yang mencari pertumbuhan (*growth*), ini adalah sinyal peringatan bahwa bisnis inti sedang mengalami stagnasi atau penurunan.

**2. Neraca Keuangan yang Sangat Sehat (Balance Sheet)**
Jangan terburu-buru pesimis, karena di balik penurunan laba, EAST memiliki benteng pertahanan neraca yang sangat kokoh. Total aset tumbuh menjadi Rp507,55 miliar. Pertumbuhan aset ini sangat berkualitas karena didorong oleh lonjakan posisi Kas dan Setara Kas yang meroket lebih dari tiga kali lipat, dari Rp8,56 miliar menjadi Rp27,13 miliar di akhir 2025.

Di sisi lain, meskipun total liabilitas naik menjadi Rp50,08 miliar, rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER) sangat kecil mengingat total ekuitas perusahaan mencapai Rp457,46 miliar. Bahkan, utang bank jangka pendek berhasil diturunkan dari Rp5 miliar menjadi sisa Rp4 miliar saja. Perusahaan ini sangat likuid dan jauh dari risiko kebangkrutan atau gagal bayar.

**3. Arus Kas Operasi Kuat & "Raja Dividen"**
Sebagai analis, saya selalu melihat arus kas untuk memvalidasi kualitas laba. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi EAST sangat memukau, mencetak angka Rp39,07 miliar. Perhatikan bahwa arus kas operasi ini jauh *lebih besar* dari laba bersih laporannya (Rp28,8 miliar). Artinya, kualitas laba EAST sangat baik; pendapatannya benar-benar menjadi uang tunai, bukan sekadar piutang tertunda di atas kertas.

Kekuatan kas ini menjadi bahan bakar utama EAST untuk konsisten mempertahankan reputasinya sebagai emiten pembagi dividen. Di tahun 2025, EAST mendistribusikan dividen kas sebesar Rp32,18 miliar. Ini sangat menarik karena nilai dividen yang dibagikan bahkan lebih besar dari laba bersih tahun berjalannya, membuktikan bahwa manajemen sangat *shareholder-friendly* dan rela membagikan kas nganggur di perusahaan kepada kita para investor.

**Arahan dan Strategi Investor (Mentor's Verdict)**

Berdasarkan analisis di atas, ini panduan untuk menyesuaikan portofoliomu:

* **Untuk *Dividend Hunter* / Investor Pendapatan (Income Investing):** Saham EAST layak untuk **HOLD / akumulasi secara selektif**. Arus kas operasinya luar biasa kuat dan manajemen punya rekam jejak konsisten dalam membagikan dividen. Selama perusahaan tidak memiliki utang besar yang membebani kas, dividen EAST diperkirakan masih akan terus mengalir deras ke RDN kamu.
* **Untuk *Growth Investor* (Mencari *Capital Gain* Tinggi):** Sebaiknya **WAIT AND SEE**. Penurunan pendapatan dan laba bersih di 2025 membuktikan bahwa perusahaan sedang kesulitan mencetak pertumbuhan baru. Kamu perlu memantau laporan kuartal selanjutnya untuk melihat apakah ada strategi perbaikan okupansi kamar atau penjualan makanan dan minuman (F&B) sebelum memutuskan untuk masuk.

Tetap objektif, pantau pergerakan pasar, dan selalu sesuaikan dengan profil risiko serta *trading plan* masing-masing!

https://cutt.ly/CtW1qPeb

RANDOM TAG $PJAA $PANR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA target TP 660

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA padahal berita nya bagus bagus kok kagak dilirik wkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

NERACA
Jakarta – Kinerja  PT Pembangunan Jaya Ancol  Tbk (PJAA) di tahun 2025 berhasil ditutup positif. Dimana perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp180,19 miliar (Rp113 per saham) pada 2025, naik tipis 1,35% jika dibandingkan Rp177,79 miliar (...

www.neraca.co.id

www.neraca.co.id

oke lanjut part 10 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (MPPA, PJAA, ISSP)

$MPPA
Karakter bisnis: Modern grocery retail (Hypermart, Primo), Low margin, High competition, Lease-heavy.
2021 Crisis / Survival. Rugi besar. Ekuitas tergerus. Konsumsi lemah pasca-Covid
2022 Restructuring. Masih rugi. Debt & lease masih tinggi Reopening, tapi kompetisi ketat
2023 Stabilization Attempt. Belum konsisten laba. Ekuitas tipis. Konsumsi mulai pulih
2024 Weak Recovery. Belum sustainable. Ekuitas makin turun. Retail modern makin tertekan
2025 Financial Stress. Capital deficiency. Ekuitas negatif. Kompetisi ketat + margin tipis.
kesimpulan MPPA = High Risk Retail Play.
tidak bisa dihitung dari EPS.

$ISSP
2021. fase Recovery awal. Strong rebound. Harga baja global naik pasca-Covid, demand infrastruktur tinggi
2022. fase Downcycle. Margin tertekan. Bearish. Koreksi harga baja global, inventory pressure
2023. fase Recovery kuat. Profit normalisasi. Rebound. Stabilitas harga baja, proyek domestik meningkat
2024. fase Mid-cycle stabil. Earnings peak stabil. Demand domestik solid, tidak euforia
2025. fase Mature strong-cycle. Stabil tinggi. Stabil–softening. Baja mulai flatten, tidak lagi supercycle.
Skenario Logis 2026. Ada 3 kemungkinan:
1️⃣ Baja stabil → EPS bertahan 70–75
2️⃣ Baja melemah → EPS turun 55–60
3️⃣ Baja naik lagi (kemungkinan kecil) → EPS 80+
minimal ISSP ini ya fair nya di 8x eps. 560 per share

$PJAA
2021. fase Bottom cycle. Recovery awal pandemi. market Shock / Restriksi. Pembatasan mobilitas, visitor rendah
2022 fase Recovery phase. mulai Balik laba. Reopening boom. terjadi Lonjakan kunjungan pasca pembukaan
2023 fase Expansion. Peak recovery. High demand : Kunjungan tinggi, ekonomi rebound
2024 fase Stabilization. Normalisasi. Normalized demand : Visitor stabil, tidak euforia
2025 fase Moderation. Margin tertekan. Mature / cost pressure. Demand stabil tapi biaya naik
Saat ini PJAA bukan di fase awal recovery lagi
106 per lembar EPS nya. dengan fair mungkin paling pesimis di 8x = 848 per share.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), kembali menggratiskan tiket masuk selama bulan Ramadan. Program tersebut berlaku mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026.
Humas Ancol Taman Impian Daniel Windriatmoko, dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026, mengatakan akses masuk gratis b...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba bersih Rp68,40 miliar sepanjang 2025, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 19,08 juta orang.
Capaian tersebut disampaikan dalam laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang dirilis Rabu, 18 Februari 2026.
Peningkata...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA

Selamat pagi, Sahabat Investor. Mari kita bedah laporan keuangan tahunan **Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)** per 31 Desember 2025 yang baru saja rilis.

Sebagai mentor Anda, saya melihat ada **anomali menarik** dalam laporan ini: Pendapatan usaha turun cukup dalam, tetapi Laba Bersih justru naik tipis. Apakah ini sinyal *turnaround* atau hanya *one-off gain* (keuntungan sesaat)? Mari kita analisa lebih dalam agar Anda tidak terjebak hanya melihat angka akhir.

Berikut adalah bedah kinerja PJAA 2025:

### 1. Kinerja Operasional: Lampu Kuning pada Bisnis Inti
Secara operasional, PJAA sedang menghadapi tantangan.
* **Pendapatan Turun:** PJAA membukukan pendapatan usaha sebesar **Rp1,12 triliun**, turun sekitar 11,4% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1,26 triliun. Ini menunjukkan adanya penurunan volume kunjungan atau daya beli di segmen pariwisata dan properti mereka.
* **Margin Tergerus:** Meskipun pendapatan turun, **Beban Pokok Penjualan** justru naik tipis menjadi Rp609,5 miliar dari Rp599,1 miliar. Akibatnya, **Laba Bruto anjlok** cukup tajam dari Rp666,7 miliar (2024) menjadi Rp511,6 miliar (2025).

**Catatan Mentor:** Efisiensi menjadi isu di sini. Ketika omzet turun tapi biaya produksi naik, margin keuntungan perusahaan tertekan hebat. Ini bukan tanda yang baik untuk *core business*.

### 2. "Penyelamat" Laba: Ganti Rugi Proyek Tol
Jika laba bruto turun, mengapa Laba Bersih justru naik? Jawabannya ada di pos **Pendapatan Lainnya**.
* Pos ini melonjak drastis menjadi **Rp224,6 miliar**, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp23,2 miliar.
* **Dari mana uang ini?** Berdasarkan catatan peristiwa setelah periode pelaporan, PJAA menerima ganti rugi pelepasan hak atas tanah untuk **Proyek Jalan Tol Harbour Road II** senilai **Rp175,9 miliar**.
* Berkat suntikan dana non-operasional ini, Laba Tahun Berjalan PJAA berhasil tumbuh tipis menjadi **Rp179,9 miliar**, naik dari Rp176,2 miliar di tahun 2024.

**Arahan Mentor:** Hati-hati! Kenaikan laba ini **bukan** berasal dari jualan tiket atau properti, melainkan penjualan aset (tanah) untuk proyek tol. Ini adalah *non-recurring income* (pendapatan tidak berulang). Jangan asumsikan tahun depan akan ada keuntungan sebesar ini lagi dari pos yang sama.

### 3. Posisi Neraca: Likuiditas Membaik
Kabar baiknya, struktur utang jangka pendek PJAA terlihat jauh lebih sehat.
* **Liabilitas Jangka Pendek Turun:** Kewajiban jangka pendek turun signifikan menjadi **Rp386,4 miliar** dari sebelumnya Rp569,5 miliar. Salah satu faktor utamanya adalah penurunan bagian lancar atas utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun, dari Rp244,7 miliar menjadi hanya Rp25,2 miliar.
* **Aset Lancar Naik:** Aset lancar meningkat menjadi Rp858,8 miliar, didorong oleh peningkatan piutang lain-lain yang signifikan.

Ini mengindikasikan tekanan likuiditas jangka pendek perusahaan sudah jauh berkurang dibandingkan tahun 2024. Perusahaan punya nafas lebih panjang untuk mengatur arus kasnya.

### 4. Arus Kas
* **Arus Kas Operasi Positif:** Meskipun turun, PJAA masih mampu mencetak kas bersih dari operasi sebesar **Rp275,8 miliar**. Ini penting untuk menjaga kelangsungan operasional tanpa harus terus berutang.
* **Aktivitas Pendanaan:** Terjadi pembayaran utang bank yang cukup masif sebesar Rp255,2 miliar, namun di sisi lain perusahaan menerbitkan obligasi baru senilai Rp503 miliar. Ini strategi *refinancing* untuk memanjangkan tenor utang.

### Kesimpulan & Arahan Investasi

Sahabat investor, laporan keuangan PJAA 2025 ini adalah tipe laporan **"Saved by the Bell"**. Kinerja bisnis utamanya (taman hiburan & properti) sedang lesu (pendapatan turun, beban naik), namun *bottom line* terselamatkan oleh ganti rugi pembebasan lahan tol.

**Saran Tindakan:**
1. **Jangan Terkecoh PE Ratio:** Jika Anda menghitung valuasi berdasarkan laba bersih tahun ini, ingatlah bahwa sebagian besar laba itu berasal dari kejadian sekali saja (*one-off*). Valuasi "asli" dari bisnis intinya lebih mahal dari yang terlihat.
2. **Pantau 2026:** Tantangan terbesar PJAA adalah bagaimana menggantikan hilangnya pendapatan "durian runtuh" Rp175 miliar ini di tahun depan. Apakah inovasi wahana baru seperti "Robot Dunia Fantasi" bisa mendongkrak tiket?
3. **Posisi:** Jika Anda investor dividen, arus kas mereka masih cukup sehat. Namun jika Anda investor pertumbuhan (*growth*), belum ada sinyal kuat pembalikan arah kinerja operasional yang signifikan. *Wait and see* sampai ada perbaikan pada pendapatan usaha (Top Line).

Tetap rasional dan selalu cek sumber keuntungan perusahaan!

https://cutt.ly/Btm5prEd

RANDOM TAG $PUDP $TIRA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $PJAA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA hit

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat kenaikan laba bersih pada 2025 meski pendapatan turun di tengah dinamika bisnis pariwisata dan properti.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (17/2/2025), Jaya Ancol membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun sepanjang tahun lalu,...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA LK Full Year 2025: Laba Naik, Sumber Utama Dari Laba Lain-lain

Laba lain-lain tembus 224 Miliar rupiah, di mana 175 miliar di laba lain-lain ini berasal dari ganti rugi proyek tol.

PJAA dapat ganti rugi pengadaan tanah untuk PSN Tol Ir. Wiyoto. Luas tanah 7185 meter. Itu artinya per meter dijual ke PSN dapat cuan 24 juta per meter. Lumayan sih. 🤔
Bisa jadi harga jualnya lebih tinggi karena laba = harga jual - harga perolehan = cuan.

Laba seperti ini sulit diulangi di masa depan kecuali ada proyek tol baru lagi yang lewati tanah PJAA.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA potensi dev 25

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA selamat yaaaa, LK nya wah ini, harusnya bisa balik ke harga desember sih.

plis jangan sell on news wkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA
tahun 2025 mencatat laba bersih Rp179,96 miliar, naik tipis dari 2024 meski pendapatan turun menjadi Rp1,12 triliun. Aset meningkat ke Rp3,63 triliun, utang menurun, dan ekuitas naik. Kondisi keuangan stabil dengan opini auditor Wajar Tanpa Modifikasian.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA cuma cari 1 day hit

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA q3 nya37 jadi q4 127b jir ini manajemen nya serius mengurusin bisnis mereka walaupun bukan saham konglo

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA bisa kali ke 1000...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

lets goo $PJAA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Terima kasih, Bapak Ibu manajemen $PJAA 🙏 Salam dari investor lumutan yang setahun duduk manis di mari.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PJAA

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy