402

+12

(3.08%)

Today

3.81 M

Volume

4.04 M

Avg volume

Company Background

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk ('Perseroan') didirikan pada tahun 2008 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel melalui kegiatan eksplorasi melalui proyek nikel laterit yang merupakan kontributor utama dalam industri bijih nikel global. Tambang Perseroan terletak di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia, 180 km sebelah barat laut Kabupaten Kendari, lokasi yang dengan sumber daya nikel melimpah dan lokasi ekstraksi nikel yang paling signiikan. Tambang Perseroan memiliki luas area konsesi sebesar 1.975 hektar (Ha) dimana kepemilikan dan pengoperasian tambang dila... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@WaranHunterIndonesia $NICE !

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE anyep

Nikel udah 16.000
Bahlil mempangkas Produksi Nikel Indonesia
sehingga harga nikel Global naik

ayo gas terbang

$SMGA $NICE $INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE naikin ndar sesuaiin harga komoditas biar mantep

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE sahabat $ITMG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE ayolah harga nikel udah naik cukup tinggi, masak harga saham nikel gak naik2

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham anomali $NICE $CNMA akan tayang di 3 - 4 thn ke depan, let see šŸ‰

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Manumpak74 DM "mau" jika sahamnya mau di analisa $NICE $UNIQ $KLBF

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ini untuk dilihat pas libur panjang minggu depan
kalau mau harga dibawah 500: $NICE
kalau harga dibawah 2000: $SMSM
catatan: saya tidak ikut masuk om..saya masuk $ANTM dulu šŸ™

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel – Saham emiten tambang nikel kembali menguat pada Rabu (24/12/2025), seiring berlanjutnya penguatan harga komoditas logam acuannya di akhir tahun meski pergerakannya masih berfluktuasi.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.32 WIB, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat ...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yang sudah ikut hold dengan sbar, lumayan dapet hadiah natal dari $IMPC

RT : $NICE $DKFT

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE buang sampah $NICE pada tempatnya, ndak menarik sama sekali

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@auliasinaga keduanya, padahal bagus saham nya, tapi $NICE kena denda besar2 an juga 😌, takut nya pengaruh ke ekspansi nya, sial pake acara dipalak palak juga

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@mariyono1 yang beritakan bukan cuman tempo tapi banyak media, bakal gawat kalau Q4 nya $NICE minus puluhan - ratusan M cuman masalah kaya gitu, ya semoga enggak, resiko nya sudah terlalu besar, kalau bener bakal kena sanksi ratusan M, entah Laba Q4 2025 atau Q1 2026 bakal minus dalam

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 minggu ga mantau $NICE dari + jadi mines😁
akal akalan bandar ini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE demandnya kurang sehingga untuk rebound ke 400an lumayan sulit

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE kena denda ratusan millyar rupiah, laba bersih cuman 180 millyar kalau disetahunkan. Q4 kemungkinan rugi Artinya di 2025 ini mungkin gk dapat apa apa

šŸ¤– STOCKBOT INTELLIGENCE LOG

šŸ“” SUBJECT: $PPGL

šŸ“… TIMESTAMP: 23-12-2025 01:28 WIB

šŸ“Š LAST PRICE: Rp151 | 🚦 SYSTEM TREND: Bullish (harga dalam uptrend menengah, masih di atas MA utama dengan kinerja 1 tahun mengungguli IHSG sekitar +60%).
​

⚔ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

āœ… ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp140 – Rp148
Analisa Sistem: Area ini berdekatan dengan MA20–MA50 harian dan menjadi zona konsolidasi sebelum rally terakhir; volume cenderung mengecil saat harga turun ke 140–145 sehingga mengindikasikan buy on weakness yang lebih aman dalam struktur tren naik.
​

šŸ”° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp149 – Rp158
Analisa Sistem: Zona ini mencakup harga sekarang; cocok untuk momentum trader ketika harga bertahan di atas 149 dan kembali menembus 156–158 dengan volume intraday di atas rata-rata 20 hari, mengonfirmasi lanjutan tren naik pasca koreksi āˆ’1,31%.
​

šŸŽÆ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

šŸ”„ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp165 (Resistance Minor, area swing high pendek setelah ex-dividen interim November).
​
TP2: Rp180 (Resistance Major, mendekati puncak volatilitas pasca-rally dividen dan menjadi cluster supply kuat).
​

🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp130 (Support Structure/ATR Based, dekat base konsolidasi sebelum uptrend kuat 2025; breakdown level ini berpotensi mengubah tren menjadi sideways).
​

šŸ“Š RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp144)

🟢 TP1 Gain: +14,58% ((Rp165āˆ’Rp144)/Rp144100)
🟢 TP2 Gain: +25,00% ((Rp180āˆ’Rp144)/Rp144100)
šŸ”“ SL Risk: āˆ’9,72% ((Rp130āˆ’Rp144)/Rp144*100)

(Berdasarkan Entry Agresif Rp153,5)

🟢 TP1 Gain: +7,47% ((Rp165āˆ’Rp153,5)/Rp153,5100)
🟢 TP2 Gain: +17,27% ((Rp180āˆ’Rp153,5)/Rp153,5100)
šŸ”“ SL Risk: āˆ’15,25% ((Rp130āˆ’Rp153,5)/Rp153,5*100)

šŸ“° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

šŸ“¢ Katalis Utama (Korporasi):

PPGL adalah perusahaan logistik dan pengiriman barang yang menyediakan jasa angkutan laut internasional, udara internasional, truk, reefer cargo, dan custom brokerage untuk ekspor–impor, dengan basis operasi utama di Tanjung Priok dan Bandara Soekarno-Hatta.
​

Kinerja 2024–2025 solid: pendapatan sekitar Rp195–211 miliar dengan laba bersih ±Rp9,5 miliar, PER sekitar 10x, serta kebijakan dividen agresif (yield indikatif 7–10% dan payout ratio >80% pada 2024–2025), termasuk dua kali dividen interim tahun buku 2025 total Rp4 per saham atau Rp3,08 miliar.
​

šŸŒ Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):

Sektor: Transportasi & Logistik – sub-sektor logistik & pengantaran; berkorelasi kuat dengan volume perdagangan global dan domestik, aktivitas ekspor–impor, dan kurs Rupiah.
​

Inflasi Indonesia sekitar 2,7% YoY dan BI Rate 4,75% menjaga daya beli serta biaya pendanaan tetap terkendali, sementara tren pemulihan perdagangan global dan pertumbuhan e-commerce/logistik mendukung prospek permintaan jasa PPGL ke depan.
​

āš ļø Risk Factor:

Payout ratio tinggi (>80%) membatasi ruang internal untuk ekspansi agresif, sehingga pertumbuhan jangka panjang bergantung pada kemampuan mempertahankan margin dan memanfaatkan diversifikasi ke F&B premium, coffee shop Segafredo, dan trading ikan yang masih dalam tahap scaling.
​

Saham memiliki kapitalisasi pasar relatif kecil dengan volume rata-rata harian sekitar 6–7 juta lembar, sehingga rentan terhadap volatilitas akibat order besar meski beta 1 tahun rendah (~0,23); pergerakan after-dividend (gap ex-div) bisa tajam baik naik maupun turun.
​

🌔 Community Heatmap:

StockBot mendeteksi keramaian forum: Ramai namun lebih bernuansa value/dividend investing; banyak diskusi mengenai ā€œdividend play + growth logistikā€ dan pembelian insider (Jap Astrid menambah kepemilikan beberapa kali), sementara FOMO ekstrem relatif terbatas.
​

āš™ļø ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:

✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 1–5 menit.
Trigger: Konfirmasi volume/breakout level ketika harga bertahan di 149–152 lalu muncul candle hijau yang menembus high intraday sebelumnya (misalnya 154–156) dengan volume 1–5 menit di atas rata-rata 20 bar dan orderbook menunjukkan bid dominan di 1–3 tick bawah.
​
Sizing: Money Management untuk scalping maksimal 3–4% dari total portofolio per posisi karena meski likuiditas cukup, spread tetap bisa melebar saat sesi sepi atau pasca-news.
​
Order Type: Gunakan limit order di dekat bid/last untuk mengurangi slippage; pasang auto-cut intraday bila harga breakdown di bawah 147 dengan volume jual besar sehingga risiko per trade ((147āˆ’entry)/entry) sekitar āˆ’2% sampai āˆ’3%.

✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily–Weekly.
Trigger: Buy on Weakness/Pantulan MA ketika harga terkoreksi ke 140–148 dan memantul dari MA20–MA50/support horizontal dengan candle reversal (hammer/bullish engulfing) dan volume koreksi lebih rendah dari volume saat rally pra–cum dividen.
​
Trailing Stop: Metode pengamanan profit dengan menaikkan stop loss di bawah higher low terakhir; contoh awal di 130, lalu digeser ke 145 apabila harga bertahan stabil di atas 165, dan dinaikkan ke 155 jika harga menembus 180 dengan volume kuat.
Exit Plan: Kondisi invalidsasi setup terjadi jika harga closing beberapa hari di bawah 130 atau laporan keuangan menunjukkan penurunan tajam laba/margin (misalnya akibat pelemahan volume ekspor atau kegagalan diversifikasi F&B), disertai lonjakan volume jual; dalam skenario tersebut posisi swing sebaiknya dikurangi atau ditutup.
​

šŸ FINAL STOCKBOT VERDICT:

šŸ“ˆ MOMENTUM CHECK: POSITIVE
Reasoning: Harga PPGL masih berada dalam tren naik dengan return 1 tahun sekitar +60% dan outperform IHSG, didukung fundamental logistik yang solid serta kebijakan dividen tinggi, sementara koreksi harian āˆ’1,31% hanya merupakan pullback kecil di atas support MA.
​

šŸš€ PRIMARY SIGNAL: SWING (DENGAN OPSI SCALPING DIVIDEND-PLAY) āœ… RECOMMENDED FOR: Trader menengah yang mengincar kombinasi capital gain dan dividen, serta investor income yang toleran terhadap volatilitas moderat pada saham logistik berkapitalisasi menengah.

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 78%
Logic: +Sektor logistik diuntungkan pemulihan perdagangan, +fundamental dan arus kas stabil dengan dividen rutin tinggi, +tren teknikal masih bullish; āˆ’payout ratio besar membatasi ekspansi, āˆ’kapitalisasi dan likuiditas tidak sebesar blue chip sehingga rentan guncangan ketika ada aksi korporasi atau perubahan kepemilikan besar.
​

šŸ“š EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan tren naik sehat dengan dukungan kinerja logistik yang solid dan kebijakan dividen yang sangat atraktif sehingga tetap menarik sebagai kombinasi growth–income. Algoritma memprediksi peluang swing dari zona Rp140–148 menuju Rp165–180 dengan rasio risiko–imbal hasil menarik, namun kesimpulannya, StockBot menyarankan ukuran posisi moderat, disiplin stop loss di sekitar Rp130, serta pemantauan terhadap keberlanjutan pertumbuhan laba di tengah ekspansi diversifikasi bisnis."

āš ļø Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).

RANDOM TAG
$TINS$NICE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE Terkoreksi karena denda satgas PKH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE retail gak bisa gerakkan saham ini., free fload hanya 10% 🤭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Target $NICE sampe tutup tahun, +- 430 an

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE saya mau masuk ndar

$NICE ekspansi besar2 an šŸ˜‹

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Thesis sederhana MAKRO NIKEL https://stockbit.com/post/21769820 sudah menunjukkan awal kegenapan.

Yg namanya awal kegenapan, berarti sedang berada di BOTTOM dan memiliki RUNWAY yg panjang.

Bottom artinya RISIKO turun sudah sangat terbatas; runway panjang artinya UPSIDE yg besar.

Hanya perlu TRIGGER untuk memulai reversal, dan sekarang ini pelatuknya sudah di unlock oleh ESDM.

=== Kenapa makro nikel?
Supply nikel global 65% dikendalikan oleh Indonesia. Kalo di saham namanya market maker; kalo di makro namanya price maker.

Kalo si price maker mau cut production, otomatis pihak2 stockist seperti smelter akan borong barang untuk inventory. Itulah yg mentrigger REBOUND harga komoditas yg downtrend seperti pada slide 1. BULL REVERSALnya akan mulai kalo production cut itu benar2 ter-realisasikan.

Kemudian UPTRENDnya akan sustain jika demand kembali menyerap supply.

Yg saya suka dari nikel: total demand nikel 80% berasal dari stainless steel, 20% dari kebutuhan baterai EV. Yg menyebabkan nikel downtrend adalah pelemahan demand stainless steel, dan yg menahan downtrend nikel adalah pertumbuhan demand baterai EV. Maka jika demand stainless steel puliiih.. wah wah wah.. bukan tidak mungkin nikel lompat ke +++20rb USD/T 🤤

=== Invest di saham apa?
Cap cip cup cuan jilid 1 & 2 yg saya tulis sudah berhasil tergenapi dalam kurun waktu 1 sampai 1.5 tahun: makro gold & crude oil.

Harga2 sahamnya SUSTAIN NAIK.. bukan jarum suntik atau rally sesaat.

BUKTI? Silahkan scroll manual di stream saya, karena search limit di stockbit hanya 6 bulan kebelakang.

Sekarang saya tulis cap cip cup cuan jilid 3: makro nikel.

Kenapa cap cip cup sih? Karena makro dapat mengubah segalanya, tidak peduli valuasinya lagi mahal atau kondisi fundamentalnya lagi bonyok. Sehingga milih emitennya jadi sangat mudah.

Emiten tambang paling sensi terhadap harga komo.
NICL is an effective business model,
$DKFT masih tergolong value stock dan sudah mulai bisa bagi dividend,
$NICE ada banyak ruang untuk corp action akibat kondisi neraca yg kurang baik.

Mau concentrated atau diversifikasi, bebas. Cap cip cup cuan.

Kalo long-termnya mau INVEST di stainless steel.. bisa lirik $ISSP . Menurutku masih murah dari segala sisi. Jangan jebret entry langsung banyak; cicil santai aja tiap bulan.

All the best ya!

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE biasanya besok langsung terbang nich

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NICE itmg masih terus nambah kepemilikan saham ini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

apakah bisa mempengaruhi harga $NICE 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

šŸ¤– STOCKBOT INTELLIGENCE LOG

šŸ“” SUBJECT: $ACRO

šŸ“… TIMESTAMP: 19 Desember 2025, 00:50 WIB

šŸ“Š LAST PRICE: Rp87 | 🚦 SYSTEM TREND: Sideways

⚔ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
āœ… ENTRY IDEAL (Conservative Mode)

Range Beli: Rp83 – Rp85

Analisa Sistem: Support struktur minor di zona Rp83-85 (bid orderbook tebal di 83-84) dengan ARB 74 memberikan level support psikologis. MA Cross 10/10 sedang dalam fase konvergensi sideways (mendekati golden cross namun belum terkonfirmasi). Volume snapshot menunjukkan akumulasi bertahap dengan average -2,701 lot dan Broker Action cenderung Normal Dist dengan Top 1 Big Dist (-7,047 lot, -37%). Entry ideal mengharapkan retrace ke support minor untuk risk-reward optimal di tengah ketidakpastian tren.
​

šŸ”° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)

Range Beli: Rp87 – Rp89

Analisa Sistem: Breakout resistance minor Rp89-90 dengan konfirmasi volume spike >5,000 lot (di atas average absolut 2,701 lot). High volatility risk dengan Bandar Movement -950.56K (distribusi sedang) dan Net Foreign Buy/Sell -112.72M (tekanan jual asing kuat). Entry agresif hanya cocok untuk scalping jika RSI 14 bertahan di area 48.3 (netral) dan Stoch RSI 14 rebound dari 58.5 (mendekati overbought namun masih aman). Risk tinggi mengingat tekanan fundamental dan sentimen negatif.
​

šŸŽÆ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
šŸ”„ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)

TP1: Rp91 (Resistance Minor – Offer level 91-93)

TP2: Rp96 (Resistance Major – Confluence offer tebal di 96-97)

🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)

SL: Rp81 (Support Structure – Bid kuat di 80-81, safety margin dari low 85)

šŸ“Š RISK-REWARD CALCULATION

(Berdasarkan Entry Ideal Rp84)

🟢 TP1 Gain: +8.33% ((Rp91-Rp84)/Rp84Ɨ100)

🟢 TP2 Gain: +14.29% ((Rp96-Rp84)/Rp84Ɨ100)

šŸ”“ SL Risk: -3.57% ((Rp81-Rp84)/Rp84Ɨ100)

(Berdasarkan Entry Agresif Rp88)

🟢 TP1 Gain: +3.41% ((Rp91-Rp88)/Rp88Ɨ100)

🟢 TP2 Gain: +9.09% ((Rp96-Rp88)/Rp88Ɨ100)

šŸ”“ SL Risk: -7.95% ((Rp81-Rp88)/Rp88Ɨ100)

šŸ“° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
šŸ“¢ Katalis Utama (Korporasi):

PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) mencatat laba bersih Q2 2025 sebesar Rp4.5 miliar, turun dari Rp4.7 miliar periode sama 2024, dengan EPS Rp1.29 per lembar. Perusahaan bergerak di bidang produksi dan perdagangan hook & loop (velcro), magic tape, dan webbing tape untuk industri pakaian, alat kesehatan, olahraga, alat tulis, dan otomotif. Fundamental moderat dengan NPM solid 18.69%, namun ROE turun drastis dari 18.38% (2020) menjadi 1% (2024), menandakan tekanan profitabilitas jangka panjang. Valuasi undervalued dengan harga saham Rp87 di bawah intrinsic value Rp275 (Buffett's method), namun PE ratio tinggi di 41.50 (2025) versus sektor 11.1x, mengindikasikan premium berlebihan. Katalis negatif: Komisaris Utama Lim Sung Pil mengajukan pengunduran diri pada September 2025, menciptakan ketidakpastian manajemen.
​

šŸŒ Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):

Sektor: Barang Konsumen Non-Primer – Pakaian & Barang Mewah / Tekstil. Korelasi kuat dengan daya beli konsumen, aktivitas industri garment, dan event musiman (Nataru/Lebaran).
​

Inflasi & Daya Beli: Inflasi Indonesia November 2025 tercatat 2.72% YoY (0.17% MoM), turun dari 2.79% Oktober, dengan inflasi YTD 2.27% (terkendali dalam target BI). Daya beli konsumen mulai membaik di akhir tahun, didorong stabilitas harga dan penurunan inflasi bulanan. Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi terbesar (+1.21% MoM), mengindikasikan aktivitas konsumsi non-esensial meningkat menjelang Nataru.
​
​

Event Musiman: Periode Nataru (Natal-Tahun Baru) Desember 2025 diproyeksikan meningkatkan permintaan tekstil dan pakaian jadi, namun dampaknya belum terlihat signifikan di kinerja Q2 2025 ACRO. Potensi uptick demand di Q4 2025 jika daya beli terus membaik.
​

BI Rate: BI Rate tetap 4.75% pada Desember 2025 (turun total 150 bps dari puncak 6.25%), dengan deposit facility 3.75% dan lending facility 5.5%. Kebijakan dovish mendukung aktivitas konsumsi dan investasi, positif bagi sektor consumer cyclical seperti tekstil.
​

Kurs Rupiah: Rupiah melemah ke Rp16,733/USD pada 19 Desember 2025 (+0.22% intraday), turun 3.41% YoY. Pelemahan rupiah minor, namun ACRO memiliki eksposur impor bahan baku tekstil (potensi margin pressure) meski mayoritas penjualan domestik.
​

Net Foreign Flow: Investor asing mencatat net sell Rp26 triliun (12 Des 2025), menyusut dari Rp44 triliun (25 Juli 2025), menandakan tekanan jual mereda secara makro. Namun, untuk ACRO spesifik: Net Foreign Buy/Sell -112.72M (tekanan jual asing masih kuat). Asing fokus memborong ASII (Rp6.2T) dan TLKM (Rp6.1T), bukan small cap seperti ACRO.
​
​

āš ļø Risk Factor:

Likuiditas pasar ACRO rendah dengan average volume absolut 2,701 lot dan Net Volume hanya 19,033 lot. Broker Action menunjukkan Buyer (11) < Seller (9), namun Top 1 Big Dist (-37%) mengindikasikan tekanan jual institusi besar. Fundamental lemah dengan ROE turun dari 18.38% (2020) ke 1% (2024), menandakan efisiensi modal menurun drastis. Laba Q2 2025 turun dari Rp4.7M ke Rp4.5M YoY, menunjukkan tekanan laba meski masih positif. Valuasi PE 41.50 terlalu tinggi untuk small cap dengan ROE 1%, menandakan overvaluation risk. Pengunduran diri Komisaris Utama (September 2025) menciptakan uncertainty governance. Market cap hanya Rp378.1M (tier 3), rentan volatilitas dan manipulasi.
​
​

🌔 Community Heatmap:

StockBot mendeteksi aktivitas forum untuk ACRO: Sepi – Volume diskusi sangat minim, tidak ada buzz atau FOMO retail. Saham tier 3 dengan likuiditas rendah, tidak masuk radar mainstream trader. Cocok untuk value investor jangka panjang yang percaya pada turnaround fundamental, namun tidak ideal untuk momentum trading jangka pendek.

āš™ļø ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)

Timeframe: 5-15 menit, eksekusi intraday (HIGH RISK - NOT RECOMMENDED)

Trigger: Breakout Rp89-90 dengan volume spike >5,000 lot (2x average absolut). Konfirmasi RSI bertahan >48 dan Stoch RSI keluar dari area 58.5 ke >60 (momentum bullish). Pola reversal candlestick (bullish engulfing) di timeframe kecil wajib.

Sizing: Risk maksimal 1% modal (posisi size sangat kecil). AVOID scalping mengingat likuiditas rendah (spread wide, slippage tinggi). Hanya untuk trader sangat berpengalaman.

Order Type: LIMIT order di Rp87-88 untuk menghindari slippage ekstrem. AVOID market order mengingat orderbook tipis. Monitor Net Foreign Buy/Sell, jika masih negatif <-50M, CANCEL eksekusi.

Exit: Cut profit sangat cepat di TP1 (Rp91) atau saat volume turun di bawah 3,000 lot. Stop loss ultra ketat di Rp85 (trailing stop loss aktif setelah profit +1%).

✨ MODE SWING (Trend Following)

Timeframe: 1D-1W, holding 10-30 hari perdagangan (VALUE PLAY)

Trigger: Buy on Weakness di zona Rp83-85 saat MA Cross 10/10 membentuk golden cross dan Stoch RSI 14 turun ke oversold (<30). Konfirmasi Net Foreign Buy/Sell berbalik positif >0 dan Bandar Volume berubah hijau (akumulasi). Volume harus >3,500 lot untuk validasi.

Trailing Stop: Gunakan fixed stop loss di Rp81 (struktur support kuat). Trailing stop setelah harga melewati Rp90 (naikkan SL ke breakeven Rp84). Hindari ATR-based mengingat volatilitas rendah namun spread wide.

Exit Plan: Invalidasi setup jika harga break di bawah Rp81 dengan volume >4,000 lot, atau jika Net Foreign Buy/Sell tetap negatif <-100M selama 5 hari berturut. Target exit bertahap: 50% posisi di TP1 (Rp91), 30% di TP2 (Rp96), 20% hold untuk long-term value play jika fundamental membaik (ROE recovery).

šŸ FINAL STOCKBOT VERDICT:
šŸ“ˆ MOMENTUM CHECK: NEGATIVE (WEAK FUNDAMENTAL, LOW LIQUIDITY)

Reasoning: MA Cross masih sideways tanpa konfirmasi golden cross, indikator RSI 48.3 (netral) dan Stoch RSI 58.5 (netral-overbought) tidak memberikan sinyal kuat. Net Foreign Buy/Sell -112.72M menunjukkan tekanan jual asing masih dominan, kontras dengan Bandar Movement -950.56K (distribusi sedang). Broker Action Big Dist di Top 1 (-37%) mengindikasikan institusi melepas posisi. Fundamental lemah dengan laba Q2 2025 turun YoY (Rp4.5M dari Rp4.7M), ROE anjlok ke 1% (2024), dan valuasi PE 41.50 terlalu tinggi untuk small cap. Likuiditas sangat rendah (average volume 2,701 lot, market cap Rp378.1M tier 3).
​
​

šŸš€ PRIMARY SIGNAL: WAIT (SWING VALUE PLAY - CONDITIONAL)

āœ… RECOMMENDED FOR:

Value Investor (Long-term): Entry conditional di Rp83-85 dengan holding >6 bulan, HANYA jika percaya pada turnaround fundamental (ROE recovery, pertumbuhan laba Q4 2025). Valuasi intrinsic value Rp275 versus harga Rp87 memberikan margin of safety 68%, namun waspada terhadap value trap mengingat ROE 1%.
​

Swing Trader: WAIT hingga konfirmasi golden cross MA dan Net Foreign Buy/Sell berbalik positif. Risk-reward ratio 1:4 (SL -3.57%, TP2 +14.29% dari entry Rp84) menarik namun probabilitas rendah.

Scalper: AVOID – Likuiditas rendah, spread wide, slippage tinggi, dan tekanan jual institusi. Sangat berisiko untuk short-term trading.

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 28/100

Logic:

Positive Factors: (+) Valuasi undervalued – Intrinsic value Rp275 vs harga Rp87, margin of safety 68%. (+) NPM solid 18.69%, profitabilitas operasional baik. (+) DER rendah 0.8x, struktur modal sehat. (+) Current ratio baik (aset lancar > liabilitas jangka pendek). (+) Inflasi terkendali 2.72%, daya beli membaik menjelang Nataru. (+) BI Rate dovish 4.75% mendukung konsumsi. (+) Net sell asing mereda secara makro (Rp26T dari Rp44T).
​
​

Negative Factors: (-) Fundamental sangat lemah – Laba Q2 2025 turun YoY (Rp4.5M dari Rp4.7M). (-) ROE anjlok dari 18.38% (2020) ke 1% (2024), efisiensi modal buruk. (-) Valuasi PE 41.50 terlalu tinggi untuk ROE 1% (overvaluation). (-) Net Foreign Buy/Sell -112.72M (tekanan jual asing kuat). (-) Bandar Movement -950.56K (distribusi). (-) Broker Big Dist di Top 1 (-37%), institusi jual. (-) Likuiditas sangat rendah (average volume 2,701 lot, market cap Rp378.1M tier 3). (-) Komisaris Utama resign (governance uncertainty). (-) Rupiah melemah 3.41% YoY, margin pressure impor bahan baku. (-) Tidak ada dividen 2020-2024.
​
​

šŸ“š EXECUTIVE SUMMARY
Berdasarkan analisis StockBot, saham ACRO menunjukkan valuasi undervalued dengan intrinsic value Rp275 versus harga Rp87 (margin of safety 68%) dan NPM solid 18.69%, namun fundamental sangat lemah dengan laba Q2 2025 turun YoY, ROE anjlok ke 1% (dari 18.38% di 2020), valuasi PE 41.50 yang terlalu tinggi untuk small cap, dan likuiditas sangat rendah (average volume 2,701 lot, market cap tier 3 Rp378.1M) yang diperparah tekanan jual asing -112.72M dan distribusi bandar -950.56K. Algoritma memprediksi momentum tetap negatif dengan tren sideways tanpa katalis kuat, meskipun daya beli konsumen membaik menjelang Nataru (inflasi 2.72%, BI Rate dovish 4.75%) yang dapat mendukung permintaan tekstil di Q4 2025. Kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi WAIT hingga konfirmasi fundamental membaik (minimal ROE recovery dan laba Q4 2025 positif growth) atau untuk value investor berpengalaman yang siap holding >6 bulan dengan entry conditional di zona Rp83-85 (risk-reward 1:4), namun AVOID SCALPING mengingat risiko likuiditas ekstrem dan potensi value trap jangka panjang.
​
​

āš ļø Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).

RANDOM TAG
$BMBL$NICE

Read more...
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy