


Volume
Avg volume
PT Multisarana Intan Eduka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estat dan aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya. Perseroan didirikan pada tahun 2011 dan berdomisili di Jalan Kedung Baruk 112-114, RT 003 RW 003, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan utama Perseroan saat ini adalah menyewakan 2 properti yang berada di Jl Pattimura, Plaza Segi 8, Surabaya kepada Yayasan Intan Eduka yang mengelola IPH School, sebuah sekolah swasta bertaraf internasional di Surabaya.
$MSIE dah bergerak dia , yok siap siap 🚀🚀🚀🚀
https://stockbit.com/post/25066722
$MSIE Berikut adalah poin-poin utama mengenai apa yang terjadi dengan saham MSIE:
1. Fluktuasi Harga yang Ekstrem
Saham MSIE sempat menjadi perhatian pasar karena pergerakan harganya yang sangat liar di tahun 2025:
Awal Tahun: Sempat berada di level rendah (sekitar Rp13–Rp18).
Lonjakan Signifikan: Pada bulan September 2025, harga sahamnya meroket hingga mencapai level Rp104 (naik lebih dari 200% dalam sebulan).
Kondisi Terakhir (Desember 2025): Harga saham telah terkoreksi kembali dan berada di kisaran Rp47. Karena harganya yang di bawah Rp50, saham ini masuk ke dalam pemantauan khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).
2. Status "Unusual Market Activity" (UMA) & Suspensi
Akibat lonjakan harga yang dianggap tidak wajar pada September 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat:
Menetapkan status UMA (Unusual Market Activity) pada 18 September 2025.
Melakukan suspensi sementara (penghentian perdagangan) pada akhir September 2025 untuk tujuan cooling down dan melindungi investor.
3. Kinerja Keuangan yang Menurun ("Boncos")
Meskipun harga sahamnya sempat terbang, laporan keuangan MSIE justru menunjukkan tren negatif:
Berbalik Rugi: Hingga Kuartal III-2025, MSIE mencatatkan rugi bersih sebesar Rp385,33 juta. Ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2024 di mana perusahaan masih mencetak laba bersih Rp473,56 juta.
Penyebab: Penurunan laba disebabkan oleh kenaikan beban umum dan administrasi serta beban pajak final, meskipun pendapatan perusahaan sebenarnya naik tipis sekitar 5,9% menjadi Rp5,08 miliar.
Penurunan Aset: Total aset perusahaan juga menyusut menjadi Rp124,39 miliar dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp131,32 miliar.
4. Perubahan Manajemen
Pada RUPS 2025 yang diadakan bulan Juni, perseroan melakukan perubahan susunan Dewan Direksi dan Komisaris sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja perusahaan ke depan.
Kesimpulan: Saat ini MSIE sedang berjuang dengan kinerja operasional yang merugi dan harga saham yang kembali masuk ke area "papan pemantauan khusus" (FCA).