11,500

0.00

(0.00%)

Today

8,000

Volume

45,574

Avg volume

Company Background

PT. Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) (dahulu PT Propertindo Mulia Investama Tbk) bergerak dalam bidang properti dan apartemen, real estate, industrial estate, developer, perencanaan dan pembangunan dan jasa. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

up
semoga bermanfaat ☕ $LAND $MPRO $CPRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MBMA (Scalping – Intraday)

Trend Intraday:
Sideways to Bullish (selama di atas VWAP)

Zona Entry:
620 – 630

Area Support Terdekat:
615 – 620

Area Resistance Terdekat:
640 – 655

Volatilitas turun: -1.0% (≈ 619)
Volatilitas naik: +2.0% (≈ 638)

Stop loss ideal: -0.8% s/d -1.0% (≈ 620 – 619)
Target realistis: +1.5% s/d +2.0% (≈ 634 – 638)

Trigger Buy (Eksekusi):
- Harga bertahan di atas support 615–620
- Bid menebal dan naik bertahap
- Volume 5–15 menit meningkat

Trigger Sell (Aman):
- Offer menebal di area 640–655
- Volume melemah saat mendekati resistance
- Gagal break high intraday

Time Holding Ideal:
5 – 30 menit

Risk/Reward: 1 : 2

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MPRO $BRRC.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $MPRO
HARGA SAAT INI : 11.500

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga konsolidasi di area atas setelah kenaikan, struktur swing masih aman selama support kunci bertahan

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 11.000 – 11.200
- Support Kunci : 10.600
- Resistance 1 : 12.000
- Resistance 2 : 12.600 – 13.000

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume relatif stabil saat koreksi → tekanan jual terbatas
- Kenaikan bertahap, belum terlihat distribusi besar
- Selama harga di atas 10.600 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 11.500
- Stop Loss : 10.600 (±7,8%)
- Target Swing : 12.800 (±11,3%)
- Risk : Reward : 1 : 1,4 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten distribusi produk makanan & minuman
- Sensitif terhadap volume penjualan dan margin distribusi
- Cocok untuk swing hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
MPRO layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 10.600.
Peluang kenaikan ke area 12.000–12.800 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik Nama Saham,Contohnya $BUAH $TAPG

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $SULI (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 140

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 135 – 145
- Stoploss: < 128
- TP1: 150
- TP2: 158 – 165
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 128 aman, peluang pantulan teknikal masih terbuka.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 128 – 133
- Stoploss: < 122
- TP1: 140
- TP2: 150 – 158
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader dengan risk lebih terkontrol.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 150 dengan volume besar
- Stoploss: < 140
- TP1: 158
- TP2: 165 – 175
Alasan: Breakout 150 bisa aktifkan momentum bullish lanjutan, Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing masih memungkinkan rebound
• Breakout 150 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 128 / 122 jebol = potensi lanjut turun
• Volume tipis rawan fake breakout
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MPRO $BRRC. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $CDIA (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1.730

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1.680 – 1.760
- Stoploss: < 1.620
- TP1: 1.800
- TP2: 1.860 – 1.940
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 1.620 aman, peluang rebound masih terbuka.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1.620 – 1.660
- Stoploss: < 1.570
- TP1: 1.730
- TP2: 1.800 – 1.860
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1.800 dengan volume besar
- Stoploss: < 1.730
- TP1: 1.860
- TP2: 1.940 – 2.050
Alasan: Breakout 1.800 bisa aktifkan momentum bullish baru, Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan reversal
• Breakout 1.800 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 1.620 / 1.570 jebol = potensi lanjut turun
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MPRO $BRRC. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...

SAHAM : $SCMA
HARGA SAAT INI : 346

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Downtrend → fase base (sideways bawah)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga berada di area bawah historis, potensi technical rebound selama support kunci bertahan

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 330 – 335
- Support Kunci : 320
- Resistance 1 : 360
- Resistance 2 : 380 – 400

REQUEST https://bit.ly/m/kompas_saham

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai muncul di area bawah → indikasi akumulasi awal
- Belum terlihat distribusi
- Selama harga di atas 320 → peluang rebound masih terjaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 346
- Stop Loss : 320 (±7,5%)
- Target Swing : 395 (±14,2%)
- Risk : Reward : 1 : 1,9 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten media televisi dengan basis iklan nasional
- Tekanan kinerja akibat pergeseran belanja iklan ke digital
- Cocok untuk swing spekulatif (rebound), bukan akumulasi agresif jangka panjang

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
SCMA menarik untuk **swing rebound spekulatif** selama bertahan di atas support kunci 320.
Peluang kenaikan ke area 360–395 terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MPRO $BRRC.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LPKR vs $MPRO: Properti Mertua vs Menantu

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

LPKR adalah saham milik Lippo, identik sebagai pelopor mall di Indonesia. Pemilik LPKR itu punya menantu yakni Tahir, yang memiliki saham MPRO. Tapi pasar sering salah kaprah, dikira karena sama-sama konglomerasi maka kualitas bisnisnya otomatis sama. Padahal PWON adalah definisi pabrik sewa, sedangkan LPKR lebih mirip kota mandiri yang hidup dari jual-beli unit dan putaran persediaan. MPRO malah ekstrem, harga sahamnya bisa terbang jauh sebelum bisnisnya menunjukkan tenaga. Jadi kalau investor cuma terpukau label Lippo atau Tahir, investor sedang menukar analisis dengan fan-fiction. Uji paling adil itu dua, seberapa besar mesin recurring income, dan seberapa cepat laba berubah jadi kas. Di angka 9M-2025, tiga emiten ini kasih pelajaran, mall boleh jadi ikon, tapi kas yang menentukan siapa yang benar-benar menang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau mulai dari skala dulu supaya kebayang, LPKR dan PWON itu sama-sama raksasa revenue, MPRO itu mini. Revenue 9M-2025 LPKR Rp6,51 triliun, PWON Rp5,12 triliun, MPRO Rp2,52 miliar. Maknanya sederhana, PWON dan LPKR punya kapasitas menutup biaya tetap dan menyerap guncangan siklus jauh lebih kuat, sedangkan MPRO tidak punya ruang bernapas karena pendapatannya bahkan tidak cukup untuk menutup beban kantor dan beban bunga. Skala organisasi menguatkan cerita itu juga, LPKR punya 1.775 karyawan, PWON 3.274 karyawan, MPRO 14 karyawan. Bukan soal gaya-gayaan, tapi soal kemampuan eksekusi proyek, manajemen aset sewa, dan ketahanan operasional.

Sekarang masuk ke mall, karena di sini mitos LPKR sering mengalahkan faktanya. LPKR memang punya aset mall yang tersebar, contoh yang disebut spesifik Lippo Mall Puri dan Lippo Plaza Puri di Jakarta, Lippo Plaza Buton, Lippo Plaza Jambi, Bellanova Country Mall di Bogor atau Sentul, dan Cyberpark di Tangerang, dan pengelolaannya lewat PT Lippo Malls Indonesia. Bahkan ada eksposur ke LMIR Trust di Singapura, jadi struktur mall-nya lebih berlapis. Tapi saat investor lihat kontribusi ke uang, pendapatan baris pusat belanja LPKR cuma Rp141,50 miliar dari total Rp6,51 triliun, sekitar 2,17%. Ini maknanya penting, mall di LPKR lebih terasa sebagai bagian ekosistem, bukan mesin utama pendapatan. Memang mall LPKR tumbuh 23,28% YoY dari Rp114,78 miliar ke Rp141,50 miliar, dan ada pendapatan jasa pengelolaan pusat belanja Rp196,50 miliar, tapi porsi inti tetap kecil dibanding bisnis pengembangan real estat.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bandingkan dengan PWON, di PWON mall itu bukan sekadar ikon, tapi tulang punggung. Pendapatan segmen mall, kantor, apartemen servis PWON Rp3,19 triliun dari total Rp5,12 triliun, sekitar 62,28%. Maknanya, lebih dari separuh omzet PWON datang dari recurring income yang biasanya lebih stabil, lebih mudah diprediksi, dan lebih cepat jadi kas karena tenant bayar rutin. Sementara MPRO tidak punya mall, jadi tidak ada pabrik sewa yang bisa menambal saat penjualan unit seret. MPRO hidup dari penjualan apartemen dan pengelolaan gedung skala kecil, yang angkanya bahkan masih di level miliar kecil.

Sekarang rasio margin, karena margin itu cara cepat melihat siapa yang pegang kendali biaya. Gross Profit Margin (GPM) itu laba kotor dibagi revenue, maknanya dari setiap Rp1 penjualan, berapa yang tersisa setelah beban pokok. PWON GPM 55,4% berarti tiap Rp1 revenue menyisakan sekitar Rp0,55 sebelum biaya kantor, ini tipikal bisnis sewa premium. LPKR GPM 33,7% berarti sisanya sekitar Rp0,34, lebih tipis karena karakter developer yang beban konstruksinya besar. MPRO GPM 21,0% terlihat paling tipis, dan karena revenue-nya kecil sekali, margin tipis itu langsung terasa sebagai sesak napas.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Operating Profit Margin (OPM) itu laba operasi dibagi revenue, maknanya seberapa kuat mesin inti setelah beban penjualan, umum, administrasi. PWON OPM 42,3% artinya mesin intinya sangat kuat, bahkan sebelum bicara bunga dan pajak. LPKR OPM 7,1% artinya mesin intinya hidup tapi tipis, gampang kepotong kalau penjualan melambat atau bunga naik. MPRO OPM -1.601% artinya beban operasionalnya melindas pendapatan, jadi bisnis intinya belum membiayai dirinya sendiri.

Net Profit Margin (NPM) itu laba bersih dibagi revenue, maknanya berapa yang benar-benar jadi laba setelah semua biaya termasuk bunga dan pajak. PWON NPM 41,5% itu level pabrik uang. LPKR NPM 5,6% itu kecil untuk skala sebesar itu, dan artinya ruang salah langkah tidak besar. MPRO NPM -2.182% artinya tiap Rp1 revenue justru menghasilkan rugi besar, jadi kenaikan harga saham tidak bisa dijelaskan dari kualitas laba.

Masuk ke ROA dan ROE, ini mengukur produktivitas, bukan sekadar besar-besaran. Return on Assets (ROA) itu laba dibanding total aset, maknanya seberapa produktif aset menghasilkan laba. PWON ROA sekitar 7,85% artinya asetnya bekerja. LPKR ROA sekitar 1,21% artinya aset besar, tapi output laba kecil, ini sering terjadi saat aset terkunci di persediaan dan monetisasinya lambat. MPRO ROA -4,36% artinya asetnya belum jadi mesin laba, malah jadi beban. Return on Equity (ROE) itu laba dibanding ekuitas, maknanya seberapa efektif modal pemegang saham menghasilkan laba. PWON ROE sekitar 10,8% itu sehat. LPKR ROE sekitar 1,63% itu lemah. MPRO ROE -6,15% artinya ekuitas tergerus oleh rugi.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang paling tidak bisa dibohongi adalah arus kas. Cash Flow from Operations (CFO) itu kas bersih dari operasi, maknanya laba itu benar jadi uang atau cuma angka. PWON CFO Rp2,06 triliun dan Free Cash Flow (FCF) Rp1,72 triliun, maknanya setelah investasi pun masih ada kas besar tersisa, ini yang bikin PWON terasa seperti mesin. LPKR laba ada, tapi CFO minus Rp1,21 triliun dan FCF minus Rp1,34 triliun, maknanya operasional masih membakar kas, jadi investor yang cuma lihat laba bisa kejebak. MPRO lebih jelas lagi, rugi Rp54,90 miliar, CFO minus Rp24,05 miliar, FCF minus Rp24,2 miliar, maknanya bukan cuma rugi di laporan, tapi juga rugi di kas.

Rasio revenue dibanding kas dari pelanggan itu tes kualitas pendapatan. Maknanya sederhana, seberapa dekat penjualan yang diakui dengan uang yang benar-benar masuk. PWON Rp5,05 triliun dibanding Rp5,12 triliun sekitar 0,99, jadi hampir tunai. LPKR Rp3,64 triliun dibanding Rp6,51 triliun sekitar 0,56, jadi banyak yang belum jadi uang masuk, biasanya karena skema cicilan, progres pembangunan, atau timing serah-terima. MPRO Rp3,49 miliar dibanding Rp2,52 miliar sekitar 1,39, ini terlihat bagus, tapi sering berarti penagihan piutang lama, bukan pertumbuhan organik yang sehat.

Valuasi menutup cerita ini dengan kontras yang tajam. Price to Book Value (PBV) itu harga dibanding nilai buku ekuitas, maknanya pasar memberi diskon atau premi terhadap aset bersih. LPKR di harga Rp85 punya PBV sekitar 0,20 kali, artinya pasar menilai hanya 20% dari ekuitas, murah sekali, tapi diskon itu adalah kompensasi untuk CFO negatif dan risiko eksekusi. PWON di harga Rp342 PBV sekitar 0,75 kali, artinya diskon ada, tapi bisnisnya sudah jadi mesin kas. MPRO PBV 95,3 kali, artinya pasar memberi premi gila-gilaan atas ekuitas perusahaan yang sedang rugi, jadi kenaikan harga 465% lebih cocok dibaca sebagai cerita pergerakan likuiditas, bukan cerita fundamental.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Terakhir, jumlah saham beredar dan free float menentukan karakter gerak harga, bukan menentukan bagus-jeleknya bisnis, tapi menentukan seberapa mudah saham dibuat liar. LPKR punya 70,87 miliar lembar dan free float 42,62%, $PWON 48,15 miliar lembar dan free float 31,30%, MPRO 9,9425 miliar lembar dan free float 19,03%. Maknanya, LPKR dan PWON butuh arus dana jauh lebih besar untuk digerakkan lama karena basis sahamnya besar, sedangkan MPRO lebih mudah volatil karena basis saham dan porsi publiknya lebih sempit. Jadi kalau investor melihat MPRO terbang, jangan otomatis menyimpulkan fundamental ikut terbang, sering kali yang terbang itu mekanik perdagangannya.

🏙️ Skala dan Pendapatan
• LPKR Rp6,51T, PWON Rp5,12T, MPRO Rp2,52M.
• PWON dan LPKR raksasa pendapatan, MPRO mini.
• LPKR 1.775 karyawan, PWON 3.274, MPRO 14.
• Skala besar = daya tahan & efisiensi lebih kuat.

🏢 Mall dan Bisnis Inti
• LPKR punya Lippo Mall Puri, Jambi, Buton, Bellanova, Cyberpark.
• Pendapatan mall Rp141,50M (2,17% total Rp6,51T).
• PWON mall & kantor Rp3,19T (62,28% total).
• MPRO tanpa mall, pendapatan hanya apartemen & gedung kecil.

💰 Margin & Efisiensi
• PWON GPM 55,4%, OPM 42,3%, NPM 41,5%.
• LPKR GPM 33,7%, OPM 7,1%, NPM 5,6%.
• MPRO GPM 21%, OPM -1.601%, NPM -2.182%.
• Margin = ukuran kontrol biaya & daya tahan bisnis.

📊 ROA dan ROE
• PWON ROA 7,85%, ROE 10,8% → aset produktif.
• LPKR ROA 1,21%, ROE 1,63% → aset besar tapi lambat.
• MPRO ROA -4,36%, ROE -6,15% → aset membebani laba.

💵 Arus Kas dan Kualitas Pendapatan
• PWON CFO Rp2,06T, FCF Rp1,72T → kas kuat.
• LPKR CFO -Rp1,21T, FCF -Rp1,34T → bakar kas.
• MPRO CFO -Rp24M → rugi di laba & kas.
• Revenue vs Kas: PWON 0,99, LPKR 0,56, MPRO 1,39 (penagihan lama).

📈 Valuasi dan Struktur Saham
• LPKR PBV 0,20x → undervalued tapi risiko tinggi.
• PWON PBV 0,75x → diskon wajar, mesin kas solid.
• MPRO PBV 95,3x → harga jauh dari realitas.
• LPKR 70,8Mrd saham (free float 42,6%), PWON 48,1Mrd (31,3%), MPRO 9,9Mrd (19%).
• Basis kecil & free float sempit = volatil tinggi.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MPRO Perusahaan Keluarga Tahir Ini Sebagus Apa?

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

MPRO dalam setahun terakhir ini sudah naik 465%. Entah sebagus apa fundamental saham keluarga Tahir ini sehingga bisa terbang. Kalau investor cuma lihat chart, ceritanya seperti menemukan properti yang tiba-tiba berubah jadi emas. Tapi laporan keuangan 9M 2025 justru menunjukkan mesin bisnis yang kecil sekali dan sedang merugi. Di pasar, kenaikan harga sering dipakai sebagai bukti kualitas, padahal sering juga cuma bukti likuiditas tipis dan arus dana yang kebetulan deras. MPRO punya free float 19,03% sehingga stok saham publik terbatas dan pergerakan bisa lebih liar. Bandingkan dengan $PWON yang free float 31,30% dan saham beredar 48,15 miliar lembar, jauh lebih berat untuk digerakkan. Jadi pertanyaannya bukan apakah harga MPRO bisa naik lagi, tapi apakah fundamentalnya cukup kuat untuk membenarkan valuasi yang sudah melayang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi pengendali, MPRO jelas cerita keluarga Tahir lewat Jonathan Tahir 34,22% dan Tahir 14,80%, sementara PWON dikendalikan PT Pakuwon Arthaniaga 68,68% dengan UBO Alexander Tedja. Secara umur bursa, MPRO baru IPO 28 September 2018, sedangkan PWON IPO 9 Oktober 1989, jadi PWON sudah kenyang siklus dan punya mesin recurring yang matang.

Sekarang bandingkan skala biar kebayang kelasnya. Revenue MPRO 9M 2025 cuma Rp2,52 miliar, sementara PWON Rp5,12 triliun, sekitar 2.032 kali lebih besar di PWON. MPRO punya 14 karyawan, PWON 3.274 karyawan. Dari kas, MPRO Rp14,05 miliar, PWON Rp7,01 triliun, sekitar 499 kali lebih tebal di PWON. Yang paling kocak, market cap MPRO disebut Rp113,6 triliun, sementara PWON di harga Rp342 dengan 48,15 miliar saham itu sekitar Rp16,5 triliun, jadi MPRO dihargai jauh lebih besar padahal mesin bisnisnya jauh lebih kecil.

Masuk ke margin karena ini inti kualitas bisnis. Gross Profit Margin (GPM) itu laba kotor dibagi revenue, artinya dari tiap Rp1 penjualan, sisa berapa setelah beban pokok. MPRO GPM 21,0%, PWON GPM 55,4%, jadi PWON menyisakan laba kotor jauh lebih tebal. Operating Profit Margin (OPM) itu laba operasi dibagi revenue, artinya efisiensi bisnis inti setelah beban operasional. MPRO OPM -1.601%, ini artinya beban usaha menelan berkali-kali lipat dari penjualan, selaras dengan fakta SGA Rp14,97 miliar sementara revenue cuma Rp2,52 miliar. PWON OPM 42,3%, artinya dari Rp1 revenue masih tersisa sekitar Rp0,42 sebagai laba operasi, ini ciri mesin sewa mall dan hotel yang kuat. Net Profit Margin (NPM) itu laba bersih dibagi revenue, artinya yang benar-benar jadi laba setelah semua biaya. MPRO NPM -2.182% karena rugi Rp54,90 miliar di atas revenue mini, sedangkan PWON NPM 41,5% dan tetap mencetak laba bersih induk Rp1,73 triliun.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Return on Assets (ROA) itu laba dibanding total aset, maknanya seberapa produktif aset menghasilkan laba. MPRO ROA disetahunkan -4,36% berarti asetnya tidak menghasilkan, malah menggerus nilai. PWON ROA sekitar 7,85% berarti asetnya bekerja. Return on Equity (ROE) itu laba dibanding ekuitas, maknanya seberapa efektif modal pemegang saham diputar jadi laba. MPRO ROE disetahunkan -6,15% berarti ekuitas terkikis oleh rugi, sedangkan PWON ROE sekitar 10,8% itu level wajar untuk properti dengan recurring income.

Rasio perputaran modal kerja juga beda dunia. Days Sales Outstanding (DSO) itu rata-rata hari penagihan piutang, makin kecil makin cepat jadi kas. MPRO DSO sekitar 145 hari, PWON sekitar 6,8 hari, jadi MPRO jauh lebih lambat menagih. Days Inventory (DI) itu rata-rata hari persediaan berputar, maknanya berapa lama uang nyangkut di stok. MPRO DI sekitar 69.834 hari, angka ini biasanya sinyal persediaan tidak bergerak atau COGS terlalu kecil dibanding stok, sedangkan PWON DI sekitar 894 hari yang memang panjang tapi masih masuk akal untuk developer besar. Days Payables Outstanding (DPO) itu rata-rata hari bayar vendor, makin besar makin lama menahan kas. MPRO DPO sekitar 928 hari, ini bisa berarti pembayaran ditarik panjang, sedangkan PWON sekitar 36,5 hari. Cash Conversion Cycle (CCC) itu DSO plus DI dikurangi DPO, maknanya kira-kira berapa lama uang keluar balik jadi kas, dan di MPRO ini jadi sangat ekstrem.

Bagian yang paling menentukan, arus kas. Cash Flow from Operations (CFO) itu kas bersih dari operasi, maknanya laba benar-benar jadi uang atau cuma angka. MPRO CFO minus Rp24,05 miliar sementara rugi Rp54,90 miliar, jadi bisnisnya membakar kas. PWON CFO Rp2,06 triliun, jadi bisnisnya menghasilkan kas besar. Free Cash Flow (FCF) itu CFO dikurangi capex, maknanya kas sisa setelah investasi. MPRO FCF minus Rp24,2 miliar, PWON FCF Rp1,72 triliun, jadi PWON bukan cuma untung, tapi juga punya amunisi kas setelah tetap ekspansi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Struktur utangnya makin menegaskan risikonya. MPRO punya utang bank Rp249,80 miliar sementara kas cuma Rp14,05 miliar, plus utang lain ke PT Mayapada Pratama Kasih Rp34,9 miliar, jadi cerita utamanya adalah likuiditas dan ketergantungan pada dukungan pihak berelasi. PWON memang punya utang obligasi Rp5,54 triliun dalam USD yang membawa risiko kurs, tapi PWON pegang kas Rp7,01 triliun, jadi bantalan risikonya nyata.

Sengketa dan kualitas aset juga beda. MPRO masih punya isu legal aset tanah, tanah Maja 318 ha masih girik dan tanah Makassar proses balik nama SHM, ini risiko hukum yang bisa menghambat monetisasi. Di data yang investor berikan untuk PWON, transaksi pihak berelasi minim dan tidak ada penjualan ke pihak berelasi, jadi story governance PWON terlihat lebih bersih di sisi itu.

Terakhir, valuasi yang bikin dahi berkerut. Price to Book Value (PBV) itu harga dibanding nilai buku ekuitas, maknanya pasar memberi premi atau diskon terhadap aset bersih. MPRO PBV 95,3x, artinya investor membayar 95 kali nilai buku untuk perusahaan yang sedang rugi dan membakar kas. PWON PBV sekitar 0,75x, artinya investor justru beli di bawah nilai buku untuk perusahaan yang mencetak laba dan FCF besar. Price to Earnings (P/E atau PER) itu harga dibanding laba, maknanya berapa kali investor membayar laba tahunan. MPRO tidak relevan karena rugi, sementara PWON P/E sekitar 7,16x, ini murah untuk kualitas laba yang ditopang CFO. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau investor cari fundamental, MPRO lebih mirip cerita valuasi dan likuiditas yang lepas dari mesin laba, sedangkan PWON adalah mesin uang yang skalanya besar, marginnya tebal, kasnya deras, dan valuasinya diskon. Kenaikan 465% di MPRO lebih masuk akal dibaca sebagai cerita pergerakan harga pada float terbatas, bukan sebagai bukti bahwa bisnisnya tiba-tiba jadi selevel PWON. Bandar MPRO lebih royal.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $MPRO
HARGA SAAT INI : 11.500

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Konsolidasi sehat pasca kenaikan, struktur masih aman selama support kunci terjaga

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 11.000 – 11.200
- Support Kunci : 10.600
- Resistance 1 : 12.200
- Resistance 2 : 12.800 – 13.200

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume relatif stabil saat koreksi → tekanan jual terbatas
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 10.600 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 11.500
- Stop Loss : 10.600 (±7,8%)
- Target Swing : 13.000 (±13,0%)
- Risk : Reward : 1 : 1,7 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten properti dengan fokus pengembangan kawasan & residensial
- Sensitif terhadap suku bunga, penjualan unit, dan sentimen properti
- Cocok untuk swing hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
MPRO layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 10.600.
Peluang kenaikan ke area 12.200–13.000 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

$BMRI $UMKM

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $MPRO (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 11.500

1) Moderate Entry
- Entry: 11.200 – 11.700
- Stoploss: < 10.900
- TP1: 12.000
- TP2: 12.500 – 13.000

2) Pullback
- Entry: 10.900 – 11.100
- Stoploss: < 10.500
- TP1: 11.500
- TP2: 12.000 – 12.500

3) Agresif
- Buy jika break > 12.000
- Stoploss: < 11.500
- TP1: 12.500
- TP2: 13.000 – 13.800

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $BMRI $BRMS. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY $VAST (Versi Swing Trader) — Harga 164

1️⃣ SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 158 – 168
- Stoploss: < 150
- TP1: 175
- TP2: 185 – 195
Alasan: Harga masih berada di area swing aktif, peluang rebound teknikal terbuka selama 150 bertahan Boss.

2️⃣ SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative Entry – paling aman)
- Entry: 148 – 155
- Stoploss: < 142
- TP1: 164
- TP2: 175 – 185
Alasan: Entry lebih dekat ke area demand kuat, risk/reward paling ideal untuk swing Boss.

3️⃣ SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy jika breakout > 175 dengan volume besar
- Stoploss: < 165
- TP1: 185
- TP2: 195 – 205
Alasan: Breakout resistance berpotensi memicu momentum lanjutan jika buyer dominan Boss.

⭐ Alasan Buy:
• Saham low price di area akumulasi pendek
• Potensi teknikal rebound jika volume mulai masuk
• Cocok untuk scaling entry sesuai skenario Boss

⚠ Risiko:
• Jika 150/142 jebol, peluang koreksi lebih dalam terbuka
• Saham low price rawan volatil & false breakout
• Stoploss wajib Boss untuk proteksi modal

Saya bantu buat map-nya, eksekusi tetap di tangan Boss ✊📈

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MPRO $BRRC. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

[LIST SEMUA SAHAM : 956 EMITEN - MAKS 30 GAP UP & DOWN]

Selasa, 23 December 2025 15:53
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):

-------------------------------------
GAP UP:
🔼 $TAMA gap up ke 42 (+4 / +10.53%) dari 38
🔼 SOSS gap up ke 1125 (+100 / +9.76%) dari 1025
🔼 APIC gap up ke 1595 (+65 / +4.25%) dari 1530
🔼 GTSI gap up ke 254 (+10 / +4.1%) dari 244
🔼 ZONE gap up ke 530 (+20 / +3.92%) dari 510
🔼 TALF gap up ke 555 (+20 / +3.74%) dari 535
🔼 IGAR gap up ke 515 (+17 / +3.41%) dari 498
🔼 SRSN gap up ke 64 (+2 / +3.23%) dari 62
🔼 YULE gap up ke 3300 (+100 / +3.12%) dari 3200
🔼 MGNA gap up ke 159 (+4 / +2.58%) dari 155
🔼 KOKA gap up ke 240 (+6 / +2.56%) dari 234
🔼 WINS gap up ke 490 (+12 / +2.51%) dari 478
🔼 BMAS gap up ke 625 (+15 / +2.46%) dari 610
🔼 ASPI gap up ke 645 (+15 / +2.38%) dari 630
🔼 HDFA gap up ke 133 (+3 / +2.31%) dari 130
🔼 SPRE gap up ke 182 (+4 / +2.25%) dari 178
🔼 WEHA gap up ke 138 (+3 / +2.22%) dari 135
🔼 NETV gap up ke 139 (+3 / +2.21%) dari 136
🔼 UVCR gap up ke 140 (+3 / +2.19%) dari 137
🔼 LCKM gap up ke 286 (+6 / +2.14%) dari 280
🔼 ISEA gap up ke 100 (+2 / +2.04%) dari 98
🔼 AWAN gap up ke 202 (+4 / +2.02%) dari 198
🔼 KRYA gap up ke 165 (+3 / +1.85%) dari 162
🔼 BALI gap up ke 1745 (+30 / +1.75%) dari 1715
🔼 HAIS gap up ke 234 (+4 / +1.74%) dari 230
🔼 TLKM gap up ke 3520 (+60 / +1.73%) dari 3460
🔼 AGAR gap up ke 246 (+4 / +1.65%) dari 242
🔼 ADHI gap up ke 252 (+4 / +1.61%) dari 248
🔼 MPXL gap up ke 260 (+4 / +1.56%) dari 256
🔼 SAFE gap up ke 398 (+6 / +1.53%) dari 392

-------------------------------------
GAP DOWN:
🔽 PSKT gap down ke 256 (-4 / -1.54%) dari 260
🔽 BOBA gap down ke 191 (-3 / -1.55%) dari 194
🔽 LEAD gap down ke 124 (-2 / -1.59%) dari 126
🔽 CLAY gap down ke 2420 (-40 / -1.63%) dari 2460
🔽 NEST gap down ke 344 (-6 / -1.71%) dari 350
🔽 DGIK gap down ke 171 (-3 / -1.72%) dari 174
🔽 OILS gap down ke 224 (-4 / -1.75%) dari 228
🔽 BATR gap down ke 112 (-2 / -1.75%) dari 114
🔽 GSMF gap down ke 110 (-2 / -1.79%) dari 112
🔽 FAST gap down ke 545 (-10 / -1.8%) dari 555
🔽 MMIX gap down ke 216 (-4 / -1.82%) dari 220
🔽 SGER gap down ke 404 (-8 / -1.94%) dari 412
🔽 MKPI gap down ke 23525 (-475 / -1.98%) dari 24000
🔽 GMTD gap down ke 2930 (-60 / -2.01%) dari 2990
🔽 SURI gap down ke 94 (-2 / -2.08%) dari 96
🔽 CASA gap down ke 1565 (-35 / -2.19%) dari 1600
🔽 CSMI gap down ke 244 (-6 / -2.4%) dari 250
🔽 BEER gap down ke 234 (-6 / -2.5%) dari 240
🔽 MORA gap down ke 9725 (-250 / -2.51%) dari 9975
🔽 CINT gap down ke 189 (-5 / -2.58%) dari 194
🔽 URBN gap down ke 222 (-6 / -2.63%) dari 228
🔽 CTBN gap down ke 5525 (-150 / -2.64%) dari 5675
🔽 STAR gap down ke 420 (-12 / -2.78%) dari 432
🔽 RCCC gap down ke 175 (-5 / -2.78%) dari 180
🔽 APII gap down ke 202 (-6 / -2.88%) dari 208
🔽 LIVE gap down ke 232 (-10 / -4.13%) dari 242
🔽 BAIK gap down ke 125 (-8 / -6.02%) dari 133
🔽 INCF gap down ke 57 (-4 / -6.56%) dari 61
🔽 $MPIX gap down ke 64 (-7 / -9.86%) dari 71
🔽 $MPRO gap down ke 9800 (-1700 / -14.78%) dari 11500

Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan pada daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus. Otoritas bursa memutuskan untuk mencabut empat emiten dari daftar pengawasan ketat tersebut. Perubahan ini mulai berlaku efektif pada Selasa, 23 Desember 2025.
Ke...

stockwatch.id

stockwatch.id

$BKSL the next $MPRO ?🧐

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SMRA Meningkatnya perusahaan dan akses permodalan yang semakin mudah. tentunya akan berpengaruh pada sektor properti. dan kalau kita menganalisa fundamental dengan rumus PBV X BVPS = 714. dan itu menandakan angin segar karena melihat potensi dari harga tersebut menjadi undervalue.

jangan lupa investasi dan perbanyak literasi.
tidak ada ajakan membeli. setiap saat akan ada perubahan nominal harga wajar. karena, berpengaruh pada aset, laba dan hal lainnya yang berhubungan dengan fundamental perusahaan.

akan tetapi, jika scalping atau intraday. jangan lupa lihat Broker In/Out, RSI, Volume, MACD. Tetap semangat. dan saham bukan arena untuk perjyudian.

Random Tag
$CBDK $MPRO

Read more...

@rusyadmutaqin memungkinkan menemui $MPRO bisa jadi, bahas tanah yg di rangkasbitung yg kemarin setelah bagi2 jatah, $BAPI bingung kurang modal buat ngerjain proyeknya, sapa tau MPRO mau KSO an atau inbreng atau JV juga bisa...
kalau mau kan lumayan jadinya dari hulu ke hilir kemakan MPRO semua... jadi raja di rangkasbitung...

atau.... MPRO akuisisi BAPI mau ga??? #DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

temen gw mimpi basah katanya $CSIS the next $MPRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

temen gw mimpi basah katanya $BKSL the next $MPRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SONA udah mau libur akhir tahun masa iya segitu-gitu aja? Nggak mau nyusul $MPRO $SRAJ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SONA 1 group sama $SRAJ $MPRO
Ayo donk di goreng
Bandar buat ritel cutloss dulu
Calon moonstock

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka gembok perdagangan delapan saham sekaligus pada Jumat (12/12/2025) menjelang akhir pekan.
Kedelapannya adalah PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU), PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

[ Harga $UNIQ sekarang Rp 458 ]

Zona Area Beli Aman : Rp 440 – 450
• Area support kuat, cocok untuk entry aman karena UNIQ cenderung bergerak konsolidatif dengan pola swing yang rapi, pas buat entry dekat support Boss

Zona Stoploss : < Rp 425
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam — disiplin stoploss penting Boss

Jika naik & breakout : > Rp 475 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 475 bisa memicu momentum bullish menuju target berikutnya

Target Profit:
• TP1 = Rp 485
• TP2 = Rp 500 – 520

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 440, peluang swing naik tetap aman
• Momentum akan lebih kuat jika volume meningkat saat menuju 475
• Entry terbaik tetap dekat support untuk RR optimal

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MPRO $BRRC. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Unsuspend :

🔰 $STAR
🔰 $MPRO
🔰 $ARKO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Kabar segar datang dari Bursa Efek Indonesia (BEI) bagi para pelaku pasar modal. Otoritas bursa memutuskan untuk membuka kembali gembok perdagangan atau mencabut suspensi terhadap tujuh saham emiten sekaligus.
Pencabutan penghentian sementara perdagangan ini mulai berla...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

unsuspend $MPRO $STAR $KIOS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MPRO kpn dibukanya si

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Patihh bisalah kayak $MPRO atau $UANG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@AkhmadKamalNoor cek postinganku, trin akan seperti $MPRO

Apakah mampu $TRIN untuk mengejar seperti $MPRO atau $UANG ? i dont know. Kita lihat saja " The new Era dari TRIN ini "

Apalagi saat ini Trin sudah mulai membenah Fundamentalnya, ya walaupun masih Negativ

oh iya disini kita diskusi bersama, bukan untuk yang lain.

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy