


Volume
Avg volume
PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang didirikan pada tahun 1929 dan memulai operasi komersial pada tahun 1931, adalah produsen minuman beralkohol golongan A dan minuman non-alkohol terkemuka di Indonesia di balik merek andalan seperti BINTANG, Heineken, serta Green Sands dan Tiger Soju Flavoured Lager. Perseroan mengoperasikan dua pabrik di Tangerang dan Sampangagung (yang juga memproduksi minuman non-alkohol sejak 2014) dan saat ini fokus memperluas portofolio non-alkohol, mengoptimalkan kapasitas produksi, dan memperkuat distribusi domestik serta ekspor melalui entitas anak PT Tirta Prima Indonesia dan PT Multi Bintang Indonesia... Read More
Multi Bintang Indonesia Tbk - MLBI
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/2tnTW8bJ
$MLBI
1/4




$MLBI
Halo Investor! Senang sekali Anda bertanya. Hari ini, tanggal **6 Februari 2026**, mari kita bedah **PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)**.
Sebagai mentor Anda, saya melihat MLBI saat ini berada dalam posisi yang unik: **secara fundamental sangat kuat dan murah ("undervalued"), namun secara teknikal sedang tidur ("sideways").** Ini adalah karakteristik klasik dari saham *dividend play* yang sedang menunggu momentum.
Berikut adalah analisis komprehensif dan arahan investasi untuk Anda:
### 1. Fundamental: Mesin Uang yang Tangguh (Cash Cow)
Kinerja MLBI hingga Kuartal 3 2025 (9M25) menunjukkan ketahanan bisnis yang luar biasa, meskipun ada sedikit tekanan pada laba bersih.
* **Pendapatan Tumbuh:** Pendapatan bersih naik tipis **1,8% YoY** menjadi Rp2,37 triliun. Meskipun pertumbuhannya moderat, ini menunjukkan permintaan produk masih stabil.
* **Margin Super Tebal:** Ini yang saya suka. *Gross Profit Margin* (GPM) stabil di angka **61,6%** dan *Net Profit Margin* (NPM) di **30,6%**. Sangat sedikit perusahaan di BEI yang bisa mencetak margin setebal ini. Ini menunjukkan *pricing power* yang kuat, terutama di segmen premium (Heineken).
* **Laba Bersih:** Memang ada penurunan laba bersih sebesar **5,0% YoY** menjadi Rp724,2 miliar karena tekanan biaya operasional. Namun, arus kas operasionalnya sangat kuat (Rp18,7 triliun di level grup global, data MLBI spesifik menunjukkan posisi kas Rp865,3 miliar).
* **Aksi Korporasi Strategis:** Pada Januari 2026, MLBI mengakuisisi 99,9% saham distributornya, **PT Karya Distilindo Sejahtera (KDS)** senilai Rp15 miliar. Jangan lihat nilai transaksinya yang kecil, tapi lihat tujuannya: **Integrasi Vertikal**. Ini memberi MLBI kendali penuh atas distribusi, menutup celah inefisiensi, dan memperkuat penetrasi pasar.
### 2. Valuasi: Salah Harga? (Undervalued)
Di sinilah letak peluangnya. Pasar sepertinya menghukum MLBI terlalu keras karena likuiditas yang rendah dan isu regulasi, padahal nilainya jauh di atas harga pasar.
* **Harga Saat Ini:** Rp5.600 (per 6 Februari 2026).
* **Nilai Wajar (Intrinsic Value):** Berdasarkan analisis *Discounted Cash Flow* (DCF), nilai wajar MLBI ada di kisaran **Rp7.621 - Rp7.784**.
* **Diskon:** Saat ini saham MLBI terdiskon sekitar **26% - 27%** dari nilai wajarnya.
* **Target Analis:** Konsensus analis bahkan menargetkan harga di **Rp8.650**, yang berarti ada potensi kenaikan (upside) hingga **54%**.
### 3. Dividen: Primadona Investor
Jika Anda mencari *passive income*, MLBI adalah salah satu rajanya.
* **Yield Dividen:** Sekitar **9,68%** per tahun. Ini jauh di atas bunga deposito atau rata-rata *yield* IHSG.
* **Payout Ratio:** MLBI dikenal sangat loyal, sering membagikan **100% laba bersihnya** sebagai dividen.
### 4. Sentimen Makro & Katalis: Angin Segar Pariwisata
Jangan abaikan faktor eksternal. Bisnis bir sangat berkorelasi dengan pariwisata dan *leisure*.
* **Booming Pariwisata Bali:** Hingga Juli 2025, wisatawan mancanegara ke Bali sudah tembus **4 juta**, dan diproyeksikan mencapai **7 juta** di akhir 2025. Wisatawan asing (terutama Australia) adalah konsumen utama bir Bintang dan Heineken. Pemulihan ini adalah katalis kuat untuk volume penjualan MLBI.
* **Regulasi Cukai:** Per Januari 2026, pemerintah memperketat pengawasan pengangkutan minuman beralkohol (PMK No 89 Tahun 2025). Ini justru **positif** bagi MLBI. Pengawasan ketat akan menekan peredaran alkohol ilegal/oplosan, sehingga konsumen akan beralih ke produk legal dan terjamin seperti Bintang.
### 5. Teknikal: Waktunya Akumulasi
* **Tren:** Harga sedang konsolidasi/sideways di rentang Rp5.000 - Rp6.550 dalam setahun terakhir.
* **Indikator:** Saat ini indikator teknikal jangka pendek (MA5, MA10) menunjukkan sinyal *Sell* atau *Neutral*, dengan RSI di level 51 (Netral).
* **Area Beli:** Harga saat ini (Rp5.600) sangat dekat dengan level *support* psikologis dan area *undervalued*. Ini bukan waktu untuk *trading* cepat, tapi waktu untuk **mengumpulkan barang (akumulasi)**.
### Arahan Untuk Investor (Action Plan)
1. **Untuk Investor Dividen (Income Investor):**
* **Rekomendasi:** **STRONG BUY**.
* **Alasan:** Kapan lagi Anda mendapatkan instrumen dengan *yield* hampir 10% dari perusahaan *market leader* yang utangnya sangat rendah? Amankan posisi sekarang sebelum RUPS pembagian dividen berikutnya.
2. **Untuk Investor Value (Growth/Value Investor):**
* **Rekomendasi:** **BUY & HOLD**.
* **Strategi:** Manfaatkan harga yang sedang *sideways* di Rp5.600. Anda membeli perusahaan berkualitas dengan diskon ~27%. Katalis pemulihan pariwisata dan efisiensi dari akuisisi KDS akan tercermin dalam laporan keuangan 2026. Target harga jangka menengah: **Rp7.600**.
3. **Manajemen Risiko:**
* Perhatikan likuiditas saham yang kadang rendah (tidak cocok untuk dana yang butuh dicairkan mendadak).
* Pantau terus isu regulasi, terutama RUU Larangan Minuman Beralkohol, meskipun risikonya saat ini terukur karena kontribusi cukai yang besar bagi negara.
**Kesimpulan Mentor:**
MLBI saat ini seperti "raksasa yang sedang tidur". Fundamentalnya kokoh, kas-nya melimpah, dan dividennya sangat manis. Jangan terpengaruh oleh pergerakan harga harian yang membosankan. Fokus pada *value* yang Anda dapatkan. Beli, simpan, dan nikmati dividennya sambil menunggu pasar menyadari nilainya kembali.
*Disclamer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Lakukan riset mandiri (DYOR).*
https://cutt.ly/QtbxBnBa
RANDOM TAG $DLTA $ADES
kemarin baca berita jumlah wisman di Indonesia mencapai 15 jt orang, rekor tertinggi dalam 6 tahun terakhir.
good news buat $STRK $WINE $MLBI
https://cutt.ly/ytv0fl3M
📊 Wisatawan asing 2025 tembus 15,39 juta. Apa artinya buat $STRK $MLBI
Lonjakan wisatawan mancanegara bukan cuma soal hotel penuh dan tiket pesawat mahal. Efek lanjutannya adalah:
konsumsi restoran naik, bar & beach club ramai
penjualan minuman alkohol meningkat
STRK dan MLBI berada tepat di irisan pariwisata + F&B alkohol. Saat traffic wisata naik, potential spending per visitor ikut naik.
Bukan jaminan laba instan, tapi angin makro jelas mendukung. Investor sering terlambat menyadari bahwa saham kecil justru sensitif terhadap perubahan demand seperti ini.

$STRK $MLBI $WINE
good news for kinerja Full year 2025. di harga sekarang, valuasinya menarik
https://cutt.ly/3tvm4hmA

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) berencana mengambil-alih 99,9% saham PT Karya Distilindo Sejahtera (KDS) yang dimiliki empat pemegang saham. Masing-masing adalah Tri Susila, Jessica Laetitia, King Purbaya Swangsa, dan I Made Tjandi Sugiharto. Informasi tersebut d...

www.neraca.co.id

10. *✍🏻 EMITEN NEWS: $SPRE - *
*Negosiasi Alot, Saiko Batal Caplok 27,83 Persen Saham SPRE*
Saiko Consultancy Pte Ltd mengurungkan niat mengakuisisi saham Soraya Berjaya Indonesia (SPRE). Perusahaan Singapura itu, batal mencaplok 222,6 juta saham perseroan. Dengan begitu, Saiko tidak jadi mengempit 27,83 persen saham emiten tekstil tersebut. �Saiko telah membatalkan rencana untuk mengakuisisi 222,6 juta helai alias maksimal 27,83 persen saham dari modal ditempatkan, dan disetor penuh perusahaan milik Rizet Ramawi, pengendali perseroan,� tegas Rizet Ramawi, Direktur Utama Soraya Berjaya.
🔗 https://cutt.ly/5tchngfb
*TRANSAKSI HARI TERAKHIR 28 Jan 2026:* Ada transaksi non regular dengan volume sebesar 300.000, nilainya 99.000.000, dengan rata-rata harga 330. Saat ini SPRE mengalami perubahan harga 0,00%, dari 356 menjadi 356 pada 28 Jan 2026.
🔗 Detail Transaksi https://cutt.ly/FtchnfMB
📈 TradingView Chart: https://cutt.ly/KtchnfWN
#EMITENNEWS @PrimbonSaham
11. *✍🏻 EMITEN NEWS: $DEWA - *
*Kurtal III, Emiten Grup Bakrie (DEWA) Raup Laba Rp234,6 Miliar*
Darma Henwa (DEWA) per 30 September 2025 mengemas laba bersih Rp234,6 miliar. Melangit 494,72 persen dari episode sama 2024 senilai Rp39,44 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar melesat menjadi Rp6,34 dari sebelumnya Rp1,77. Pendapatan Rp4,65 triliun, melonjak 2,87 persen dari posisi sama 2024 senilai Rp4,52 triliun. Beban pokok pendapatan Rp3,97 triliun, mengalami penyusutan dari episode sama tahun sebelumnya Rp4,19 triliun. Laba kotor Rp673,15 miliar, melonjak signifikan dari Rp325,75 miliar.
🔗 https://cutt.ly/atchngaR
*TRANSAKSI HARI TERAKHIR 28 Jan 2026:*
Pembelian asing saham DEWA pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume pembelian asing 96.263.500 (-38,76%), dari 152.114.700 menjadi 248.378.200. Sementara itu, penjualan asing DEWA melemah dengan penurunan volume 23.489.300 (-9,32%), dari 228.610.700 menjadi 252.100.000. Ada transaksi non regular dengan volume sebesar 9.628.800, nilainya 2.729.433.200, dengan rata-rata harga 283. Saat ini DEWA mengalami perubahan harga -14,93%, dari 670 menjadi 570 pada 28 Jan 2026.
🔗 Detail Transaksi https://cutt.ly/Qtchnf2k
📈 TradingView Chart: https://cutt.ly/htchnfce
#EMITENNEWS @PrimbonSaham
12. *✍🏻 EMITEN NEWS: $MLBI - *
*Produsen Bir Bintang (MLBI) Ambil Alih 99,9 Persen Saham Karya Distilindo*
Produsen Bir Bintang, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mengakuisisi 99,9 persen saham PT Karya Distilindo Sejahtera (KDS). Berdasarkan hasil negosiasi awal, MLBI sepakat membeli saham KDS dari empat pemegang saham, yakni Tri Susila, Jessica Laetitia, King Purbaya Suwangsa, dan I Made Tjandi Sugiharto, dengan nilai transaksi yang tidak melebihi Rp15 miliar.
🔗 https://cutt.ly/Xtchngv9
*TRANSAKSI HARI TERAKHIR 28 Jan 2026:*
Pembelian asing saham MLBI pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume pembelian asing 44.000 (-7,81%), dari 519.100 menjadi 563.100. Sementara itu, penjualan asing MLBI melemah dengan penurunan volume 26.700 (-67,09%), dari 13.100 menjadi 39.800. Saat ini MLBI mengalami perubahan harga -0,44%, dari 5.625 menjadi 5.600 pada 28 Jan 2026.
🔗 Detail Transaksi https://cutt.ly/ltchnf8P
📈 TradingView Chart: https://cutt.ly/Dtchnfnk
#EMITENNEWS @PrimbonSaham
MEDIA CHANNEL:
https://www.tiktok.com/@primbonsaham
https://www.threads.com/@primbon.saham
https://cutt.ly/JtchnfIF
https://www.youtube.com/@PrimbonSaham
Apakah Para elit global TP dengan Narasi MSCI untuk refresh modal? Kita pantau perkembangan transparansi berbenah BEI sambil masuk tipis2 di emiten yg menarik sesuai value murah dan memiliki harga intrinsik yang akan terus tumbuh.
Diskon Awal Tahun? Atau menangkap pisau jatuh?
sabar adalah hero mobile legend.
random tag yg ada ML nya $MLBI $MMLP $MLPL
IDXChannel - Produsen Bir Bintang, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mengakuisisi 99,9 persen saham PT Karya Distilindo Sejahtera (KDS).
Berdasarkan hasil negosiasi awal, MLBI sepakat membeli saham KDS dari empat pemegang saham, yakni Tri Susila, Jessica Laetitia, King Purbaya Suwangsa, dan I Ma...

www.idxchannel.com

@persenhijau , mas makasi dah ngingetin ya. Dah ada konfirm ya... saya tambahin dan dah koreksi.
sembarang tag : $KAQI , $MLBI , $EMAS
$MLBI
$TPIA
$AUTO
Izin share Hasil Screening (27/Jan/2026)
Akan update dan dibagikan Everyday secara gratis 🥳 Follow akun ini jika Berguna.

News Update
👉 IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 8,980 dan Asing catatkan net sell jumbo Rp1,61T.
👉 Hari ini Rupiah menguat 0,08% ke posisi Rp16,768/USD.
👉 Target produksi batu bara di Sumsel belum pasti karena ada perubahan kebijakan RKAB.
👉 ASLC andalkan ekosistem lelang dan ritel untuk cetak pertumbuhan ganda.
👉 Wakil Komisaris Utama ARCI melepas 13.190.800 lembar saham Rp2.030/saham.
👉 $MLBI berencana Akuisisi 99.9% saham Karya Distilindo senilai Rp15M.
👉 $ELSA kebut jasa eksplorasi migas di Indonesia Timur pada 2026.
👉 $BBCA bukukan laba bersih Rp57,5T di sepanjang 2025, tumbuh 4,9% secara YoY.
