975

+25

(2.63%)

Today

294,200

Volume

2.37 M

Avg volume

Company Background

Perseroan yang berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, PT Daya Intiguna Yasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan eceran alat alat rumah tangga dan perabotan, perangkat keras, alat tulis dan olahraga, perhiasan dan kosmetik, mainan, dan lainnya (termasuk aksesori mobil, produk elektronik, kado, aksesori komputer dan ponsel, serta makanan dan minuman). Perseroan memiliki 824 toko yang tersebar diseluruh Indonesia per 30 Juni 2024, yang didesain dengan tampilan yang terang dan bersih untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menarik, nyaman, dan menyenangkan. Menurut Frost & Sullivan, Perseroan... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@angrab kan harganyanya juga mahalan $MDIY

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY vs $ACES ? bagusan mana bray?

di kota ku, ramaian DIY, sdgkan aces skrg sepi...kl di kota kalien?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Daya Intiguna Yasa Tbk - MDIY
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Sumber Data: https://cutt.ly/ytnXIhWV

$MDIY

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update Makroekonomi 10/2/2026

Rilis survei penjualan eceran (retail sales) Indonesia Des-Jan 2026 oleh BI

➖ Realisasi Indeks Penjualan Riil (IPR) Des 2025 tumbuh +3,1% mtm dan +3,5% yoy.

Secara tahunan lebih lambat dibandingkan Nov +6,3% yoy, namun secara bulanan meningkat lebih kuat dibandingkan Nov +1,5% mtm.

Realisasi ini lebih rendah dari prakiraan yang dibuat pada survei bulan lalu yaitu +4,0% mtm dan +4,4% yoy.

✅ Prakiraan IPR Jan 2026 terkontraksi -0,6% mtm, lebih kecil penurunannya dibandingkan Jan 2025 lalu -4,7% mtm.
Kontraksi secara mtm di Januari adalah pengaruh musiman normalisasi demand pasca Nataru.

Secara tahunan, prakiraan IPR Jan 2026 menguat signifikan hingga +7,9% yoy.

➖ Ekspektasi inflasi yang dicerminkan oleh Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2026 meningkat menjadi 175,7 dan 156,3.
Dibandingkan bulan sebelumnya 168,6 dan 154,5, dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan harga saat lebaran.

.................
Penjualan ritel di Indonesia masih tumbuh kuat, walaupun sedikit di bawah prakiraan awal.

Mengindikasikan demand konsumsi masyarakat Indonesia yang mulai pulih.

$RALS $MAPI $MDIY

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY 06 Feb 26
Investor: MDIH
Action: BUY
Shares Traded: +175,000 (+0.0007%)
Current: 8,939,107,900 (35.4862%)
Previous: 8,938,932,900 (35.4855%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

News Today
👉 Penguatan saham teknologi membuat Wall Street bergerak naik.
👉 Ketegangan selat Hormuz memicu harga minyak dunia naik.
👉 Harga LM Antam hari ini terpantau naik Rp14rb ke level Rp2,954jt/gram.
👉 Sepanjang 2025, $KIJA catatkan marketing sebesar Rp3,6T.
👉 ADMF jajakan surat utang sebesar Rp2,5T dengan bunga 4,8% dan 5,75% pertahun.
👉 ENRG terbitkan obligasi senilai Rp 1,15T dengan bunga 7,50% dan 8,60% pertahun.
👉 $MDIY geber program MESOP senilai Rp35,12M dengan harga pelaksanaan Rp1,650/saham.
👉 Data Center Dominan, $DMAS meraih marketing sales Rp1,6T di sepanjang 2025

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - Pengelola gerai MR DIY, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengkonversi 21.285.750 saham dalam program kepemilikan saham karyawan atau Management Employee Stock Option Program (MESOP).
Dalam keterbukaan informasi, Senin (9/2/2026) hak opsi yang belum dikonversi pada periode pelaksanaan in...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY SAHAM KAMPRET SIALAN.....MAKIN NYUNGSEP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Rilis Survei Konsumen Indonesia Januari 2026 oleh BI

* Indeks Keyakinan Konsumen *

✅ Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jan 2026 = 127,0
(vs Des 2025 -> 123,5, vs Jan 2025 -> 127,2)

Didorong oleh :

✅ Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Jan 2026 = 138,8
(vs Des 2025 -> 135,6, vs Jan 2025 -> 140,8)

✅ Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Jan 2026 = 115,1
(vs Des 2025 -> 111,4, vs Jan 2025 -> 113,5)

* Komposisi Penggunaan Pendapatan Rumah Tangga *

❌ Porsi Konsumsi Jan = 72,3% (vs Des 74,3%)

✅ Porsi Tabungan Jan = 16,5% (vs Des 14,9%)

❌ Porsi Cicilan Pinjaman Jan = 11,2% (vs Des 10,8%)

..............................
Keyakinan konsumen Indonesia terus melanjutkan tren penguatan. Baik kondisi saat ini maupun ekspektasi ke depan, keduanya sama-sama meningkat.

Namun penggunaan pendapatan untuk konsumsi merosot, disertai cicilan pinjaman yang meningkat, menggambarkan tingginya tekanan finansial rumah tangga di Indonesia.

Walaupun di sisi lain, porsi tabungan meningkat signifikan, menggambarkan kemampuan finansial rumah tangga semakin kuat untuk mengatasi tekanan saat ini dan kedepannya, terutama mengantisipasi momen Ramadan dan Idul Fitri sebentar lagi.

$MAPI $MDIY $ASII

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY

Selamat datang di sesi mentoring hari ini. Mari kita bedah **PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY)** atau yang kita kenal sebagai **MR. DIY**.

Sebagai mentor Anda, saya melihat MDIY ini seperti "pelari maraton yang sedang mengambil napas". Fundamentalnya kuat, ekspansinya agresif, tapi pasar sedang menghukum harga sahamnya karena ekspektasi pertumbuhan laba yang belum terpenuhi sepenuhnya.

Berikut adalah analisis mendalam dan arahan investasi untuk Anda:

### 1. Kinerja Fundamental: *Top Line* Juara, *Bottom Line* Tertekan
Secara bisnis, MDIY adalah mesin pencetak uang yang solid, tapi sedang menghadapi tantangan efisiensi.

* **Pertumbuhan Pendapatan Double Digit:** Hingga Kuartal III 2025 (9M2025), pendapatan MDIY tumbuh **17,3% YoY** menjadi **Rp5,77 Triliun**. Ini menunjukkan permintaan produk rumah tangga murah masih sangat tinggi.
* **Margin Laba Kotor (GPM) Super Sehat:** Perusahaan mampu mempertahankan GPM di angka **55,5%**. Ini angka yang fantastis untuk sektor ritel, menunjukkan kekuatan mereka dalam menekan harga beli dari *supplier* global.
* **Masalah di Laba Bersih:** Meskipun pendapatan naik belasan persen, laba bersih hanya tumbuh tipis **0,7% YoY** menjadi **Rp792,4 Miliar**.
* *Kenapa?* Karena ekspansi agresif (buka toko baru butuh biaya besar di awal) dan biaya operasional yang naik (gaji, sewa, penyusutan). Margin laba bersih tergerus dari 16,0% menjadi **13,7%**.

### 2. Tantangan Utama: *Same Store Sales Growth* (SSSG) Negatif
Ini adalah "lampu kuning" yang membuat pasar ragu dan harga saham turun.
* **SSSG Negatif:** Pertumbuhan penjualan di toko yang sama (toko lama) tercatat **-7,0%** pada 9M2025. Artinya, pertumbuhan pendapatan MDIY saat ini murni didorong oleh pembukaan toko baru, bukan karena toko lama makin ramai.
* **Penyebab:** Pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah-bawah (mass market) yang menjadi target utama MDIY.

### 3. Kekuatan Ekspansi & Neraca Keuangan
Jangan panik dulu, karena "otot" perusahaan ini masih sangat kuat.
* **Ekspansi Gila-gilaan:** MDIY sudah memiliki **1.154 toko** (bertambah 272 toko secara YoY). Mereka menargetkan membuka lebih dari 270 toko baru di tahun fiskal 2025. Mereka masuk ke pelosok di mana pesaing minim.
* **Arus Kas "Cash Cow":** Arus kas operasi mereka melonjak **94,5%** menjadi **Rp1 Triliun**. Ini tanda perusahaan ritel yang sehat; uang tunai masuk dengan lancar.
* **Utang Rendah:** *Gearing ratio* (rasio utang) hanya **0,4x**. Ini sangat rendah, memberikan mereka fleksibilitas untuk terus ekspansi tanpa takut tercekik bunga bank.

### 4. Valuasi & Target Harga: Apakah Sudah Murah?
Harga saham MDIY saat ini (sekitar Rp940 - Rp1.000-an) sudah jauh di bawah harga IPO mereka di **Rp1.650**.

* **Valuasi Premium:** MDIY diperdagangkan pada **PE Ratio ~21,9x**, yang masih premium dibanding rata-rata sektor ritel (11,3x). Namun, premium ini wajar karena ROE mereka tinggi (**32,5%**).
* **Pandangan Analis:**
* Konsensus analis masih merekomendasikan **BUY**.
* Mandiri Sekuritas & Sinarmas menargetkan harga di kisaran **Rp1.692 - Rp1.900**.
* Ada potensi kenaikan (upside) sekitar **39% - 55%** dari harga sekarang jika sentimen pasar membaik.

### 5. Dividen & Aksi Korporasi
Ini pemanis untuk investor jangka panjang:
* **Komitmen Dividen:** Manajemen berkomitmen membagikan dividen minimal **40%** dari laba bersih. Dengan laba yang stabil, ini bisa menjadi *yield* yang menarik di harga bawah.
* **MESOP:** Perusahaan menerbitkan opsi saham untuk karyawan (MESOP) di harga **Rp1.650**. Jika manajemen/karyawan saja menebus saham di harga Rp1.650, harga pasar saat ini (di bawah Rp1.100) terlihat sangat *undervalued* secara psikologis.

### Arahan Mentor untuk Investor

**1. Untuk Investor Jangka Panjang (Value Investor):**
* **Rekomendasi:** **AKUMULASI BELI (Buy on Weakness)**.
* **Alasan:** Penurunan harga 40% tahun ini adalah reaksi berlebihan pasar terhadap perlambatan laba jangka pendek. Model bisnis MDIY sangat defensif (barang murah & kebutuhan pokok). Ketika daya beli masyarakat pulih, MDIY yang punya ribuan toko akan menjadi yang pertama "panen raya".
* **Strategi:** Cicil beli di area harga **Rp900 - Rp1.000**. Simpan untuk target jangka menengah kembali ke harga IPO (Rp1.650).

**2. Untuk Trader Jangka Pendek:**
* **Rekomendasi:** **WAIT AND SEE**.
* **Alasan:** Secara teknikal tren masih *bearish* (turun). Belum ada tanda pembalikan arah yang kuat. SSSG yang masih negatif bisa menjadi sentimen pemberat dalam jangka pendek. Tunggu sampai ada rilis laporan keuangan yang menunjukkan perbaikan SSSG atau arus dana asing masuk kembali.

**Kesimpulan Mentor:**
MDIY adalah perusahaan "Bagus di Harga Salah". Bisnisnya solid, kas melimpah, dan rajin ekspansi. Masalahnya hanya di daya beli konsumen sesaat. Jika Anda sabar, harga saat ini adalah diskon besar dari "toko sebelah" untuk memiliki pemimpin pasar ritel rumah tangga di Indonesia.

*Ingat, investasi adalah maraton, bukan lari sprint. Tetap gunakan uang dingin dan diversifikasi portofolio Anda.*

https://cutt.ly/DtbNyVci

RANDOM TAG $AMRT $ACES

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY 03 Feb 26
Investor: MDIH
Action: BUY
Shares Traded: +1,000,000 (+0.0040%)
Current: 8,938,932,900 (35.4855%)
Previous: 8,937,932,900 (35.4815%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI

🪙Perebutan di Segmen Harga Terjangkau

Ketertarikan saya ke bisnis ritel perkakas ini datang dari pengalaman yang sangat sederhana. Waktu itu saya masuk ke Mr. DIY hanya karena sedang mencari gunting. Tidak ada niat lain. Tapi begitu masuk, perhatian saya justru tertarik ke barang-barang kecil yang unik. Salah satunya pensil abadi. Dari situ mulai kejadian yang familiar. Ambil satu, lalu lihat barang lain, ambil lagi. Nominalnya kecil, jadi rasanya seperti iseng. Iseng beli, iseng beli lagi, dan tanpa terasa barang di keranjang jadi banyak. Bukan karena benar-benar butuh semuanya, tapi karena murah dan enggak kerasa.

Pengalaman itu sebenarnya mencerminkan kebiasaan yang kurang baik secara personal. Beli kecil-kecil, lama-lama jadi bukit. Tapi dari sisi bisnis, mekanisme seperti ini justru bekerja sangat efektif. Konsumen merasa nyaman bertransaksi, tidak terbebani oleh satu keputusan besar, dan pembelian terjadi secara akumulatif. Rasanya hampir tanpa rasa bersalah, berbeda dengan membeli satu barang mahal di depan. Dari sini terlihat bahwa bukan sekadar harga murah yang berperan, tetapi bagaimana proses belanja dirancang agar terasa ringan dan memuaskan.

Dari pengalaman kecil itu, rasa penasaran saya bergeser dengan sendirinya. Bukan lagi soal belanja kecil-kecilnya, tetapi bagaimana pola sederhana seperti ini bisa bekerja konsisten dalam skala besar. Saya jadi ingin tahu bagaimana bisnis di baliknya dirancang dan dijalankan. Di tengah rasa ingin tahu itu, saya kebetulan mendapat kesempatan ikut site visit emiten ACES yang difasilitasi oleh Stockbit. Niat awalnya sederhana, ingin memahami industrinya dari dekat.

Paparan pagi itu memberi saya konteks yang lebih utuh tentang kondisi industri ritel saat ini. Retail memang sedang tidak berada di fase yang mudah. Tekanan terlihat dari laju SSSG atau same-store sales growth yang melambat. Banyak pemain masih mencatatkan pertumbuhan, tetapi hanya di kisaran single digit rendah. Untuk kategori retail konsumsi harian, angka seperti ini tergolong lemah dibanding periode normal. Bahkan pemain yang selama ini dianggap defensif pun ikut melambat. Artinya, yang terjadi bukan persoalan satu perusahaan, melainkan kondisi yang cukup luas.

Dengan konteks tersebut, tekanan di segmen non-primer menjadi lebih mudah dipahami. Barang-barang di luar kebutuhan dasar memang lebih cepat terasa dampaknya ketika daya beli melemah. ACES secara historis bermain di segmen mid hingga mid-high melalui jaringan tokonya, yang bukan kategori primer seperti makanan dan minuman. Jadi ketika konsumsi melambat, segmen ini memang lebih sensitif. Dalam kondisi seperti ini, penurunan kinerja terasa lebih sebagai bagian dari siklus daripada anomali.

Pembahasan kemudian masuk ke perubahan besar setelah ACES tidak lagi berada di bawah franchise ACE Hardware. Sejak itu, operasional ritel dijalankan dengan merek sendiri, yaitu AZKO. Selama masih franchise, ada kewajiban pembayaran franchise fee yang secara nominal mencapai kisaran puluhan miliar rupiah per tahun, sekitar Rp50 miliar. Angka ini bukan soal besar kecil secara persentase, tetapi arus kas yang setiap tahun keluar secara rutin. Ketika kewajiban tersebut hilang, ruang fleksibilitas di dalam bisnis langsung terbuka. Dana yang sebelumnya keluar rutin kini bisa dialihkan untuk penguatan operasional, penambahan stok, maupun belanja modal.

Perubahan ini tentu tidak datang tanpa biaya. Ada fase transisi dan rebranding yang besar di awal dan itu terasa. Namun sifatnya satu kali. Setelah fase tersebut terlewati, struktur biaya ke depan menjadi lebih bersih karena tidak lagi dibebani pembayaran berulang. Dari sudut pandang bisnis, ini lebih menyerupai pengalihan arus kas dari biaya rutin menjadi investasi jangka panjang.

Dengan memiliki merek sendiri untuk operasional tokonya, ruang gerak bisnis ACES juga menjadi lebih leluasa. Perusahaan tidak lagi terikat pada batasan-batasan franchise, sehingga lebih bebas menentukan arah, segmen, dan format pengembangan. Fleksibilitas inilah yang kemudian memberi ruang bagi ACES untuk mengambil keputusan strategis yang sebelumnya sulit dilakukan, salah satunya masuk ke segmen harga yang lebih terjangkau. Dari sinilah format baru seperti NEKA lahir, sebagai pelengkap portofolio untuk menjangkau segmen mid–low tanpa menggeser positioning utama AZKO di mid–high.

Di bagian ini, pembahasan mulai menyentuh struktur produk dan margin. Dari paparan disampaikan bahwa sekitar 80 persen produk saat ini sudah merupakan private label. Produksinya dilakukan oleh pihak ketiga melalui skema maklon, tetapi dijual dengan merek sendiri. Ini bukan sekadar soal mengganti label, melainkan soal kontrol yang lebih besar atas produk, segmentasi harga, dan arah pengembangan bisnis ke depan.

Manajemen kemudian menjelaskan pengembangan NEKA yang menyasar segmen mid–low dengan harga lebih terjangkau. Kualitas produknya tentu tidak setinggi produk-produk AZKO yang berada di mid–high, tetapi segmen ini juga bukan segmen yang main-main. Justru segmen mid–low dikenal memiliki volume besar, sensitivitas harga tinggi, dan perputaran yang cepat. NEKA diposisikan sebagai pelengkap portofolio, bukan pengganti bisnis utama.

Di sinilah terlihat dua pendekatan yang berjalan berdampingan. Di satu sisi, ada pemain seperti Mr. DIY yang lebih dulu membangun skala lewat ekspansi agresif dan cepat. Di sisi lain, ACES memilih masuk ke segmen serupa melalui NEKA dengan ritme yang lebih bertahap dan konservatif.

Kunjungan ke toko NEKA kemudian membantu mengonfirmasi penjelasan tersebut. Di lapangan, saya masih melihat beberapa produk dengan keterangan berbahasa Mandarin dan kemasan pabrikan. Dari situ dijelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan minimum order quantity. Selama volume pemesanan belum melewati batas tertentu, produk masih dijual apa adanya dari pabrikan. Namun di saat yang sama, saya juga melihat cukup banyak produk yang sudah menggunakan label NEKA. Artinya, untuk kategori-kategori tertentu, skalanya sudah cukup besar sehingga secara ekonomi sudah masuk untuk dikustomisasi dan dijadikan private label. Ini lebih soal tahapan volume, bukan kesiapan atau arah bisnisnya.

Kebetulan saya juga berinvestasi di emiten yang memproduksi produk-produk serupa dan berpotensi masuk ke kanal seperti ini. Karena sistemnya berbasis listing, keberadaan produk di rak selama berbulan-bulan pada dasarnya menjadi uji pasar yang cukup jujur. Jika bertahan, berarti ada permintaan. Jika tidak, berarti produknya memang belum menemukan pasarnya. Penjelasan manajemen mengenai ukuran pasar terasa relevan. Disebutkan bahwa meskipun pemain besar seperti Mr. DIY sudah mencatatkan omzet di kisaran Rp7 triliun, angka tersebut diperkirakan masih belum menyentuh 20 persen dari total potensi segmen general trade yang dibidik. Artinya, ruang yang diperebutkan di segmen mid–low ini masih sangat besar dan belum dimenangkan sepenuhnya oleh satu pemain.

Mr. DIY sudah lebih dulu besar dengan pendekatan ekspansi cepat. NEKA baru mulai, dengan gaya yang lebih bertahap. Dari sisi market cap, ACES terlihat menarik karena basis ukurannya masih relatif lebih kecil. Bukan karena kecil itu sendiri, tetapi karena jarak yang perlu ditempuh untuk mencapai kinerja tertentu masih relatif lebih pendek dibanding pemain yang sudah sangat besar.

Pembahasan ini tidak berhenti pada angka atau valuasi jangka pendek. Kinerja tetap ditentukan oleh kualitas laba, konsistensi eksekusi, dan disiplin operasional di lapangan. Market cap yang lebih kecil memang memberi ruang secara matematis, tetapi itu hanya membuka peluang, bukan menjamin hasil. Yang sedang diperebutkan adalah pasar yang besar dan belum dimenangkan sepenuhnya oleh satu pemain.

Di segmen mid–low, persaingan masih sangat terbuka. Ada pendekatan ngebut ala Mr. DIY yang mengejar skala secepat mungkin, dan ada jalur alon-alon asal kelakon seperti NEKA yang memilih ritme lebih bertahap. Dua jalan berbeda menuju tujuan yang sama. Siapa yang akan keluar sebagai market leader di skala besar, pada akhirnya hanya bisa dijawab oleh waktu dan konsistensi eksekusi ke depan.

$MDIY $ACES

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BAUT mau merger sama $MDIY apa gimana

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saya bisikan ada colab $BAUT x $MDIY gess ,,
Gas Gas siap siap ✈️✈️✈️

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

✅ Semua komponen pengeluaran (konsumsi, investasi PMTB, belanja pemerintah, ekspor-impor) tumbuh secara merata, sama-sama mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi 5,39% di Q4 2025

https://cutt.ly/Btbr1j8T

$ERAA $MAPI $MDIY

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY gua mau nunggu dulu turun deh mau masuk $MDIY

Mau di dump sampe pbv dibawah 1 nih ndar? $ACES $MDIY $ECII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY 02 Feb 26
Investor: MDIH
Action: BUY
Shares Traded: +675,800 (+0.0027%)
Current: 8,937,932,900 (35.4815%)
Previous: 8,937,257,100 (35.4788%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI

@Simonthen ehem bau² mau buka cabang puluhan RJ Steel+mau kerjasama dengan $MDIY untuk supplai nya. Semoga berhasil om🙏

#bukan ajakan untuk beli/jual !

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY tes ombak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY pindah ke $PTROZPCU6A murah bgt bang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY ini ada itu ada, $MDIY ada aja idenya
$MDIY hari ini ARA yok bisa yok

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY ingat guys, saham ini hanya ingin ke angka stabilnya aja. bukan mau ara, soalnya saya penghuni lama wkwkw

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RUNS sesi II langsung ARA

random tag $ADRO $MDIY

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA $MDIY $PGAS

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saham scalping hari ini $UNVR $MDIY

tips scalping : resiko batasi maks 3%. TP 3-5%

#dyor

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDIY 1000 dong

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy