


Volume
Avg volume
PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) bergerak di industri perkebunan kelapa sawit dan karet. Produk utamanya adalah minyak sawit mentah dan karet serta sejumlah kecil kakao, teh dan biji-bijian. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1963.
$STAA
Selamat datang, Investor! Mari kita bedah fundamental dan teknikal dari **PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat saham ini seperti "permata tersembunyi" yang sedang dipoles, namun Anda harus hati-hati dengan volatilitas jangka pendeknya.
Berikut adalah analisis lengkap saya berdasarkan data terbaru 2024-2026:
### 1. Kinerja Keuangan: Mesin Laba Sedang "Ngebut"
Jangan terdistraksi oleh pergerakan harga harian saja, lihat "rapor" keuangannya yang sangat solid:
* **Laba Bersih Rekor:** Tahun 2024 ditutup dengan laba bersih **Rp1,28 triliun**, melonjak **88%** dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum ini berlanjut hingga Kuartal III-2025 (9M25), di mana laba bersih sudah mencapai **Rp1,17 triliun** (naik 41,6% YoY).
* **Pendapatan Melesat:** Pendapatan hingga September 2025 tembus **Rp6,56 triliun**. Ini bukan hanya karena harga CPO, tapi karena strategi mereka jualan produk olahan (hilirisasi), bukan cuma mentahan.
### 2. *Game Changer*: Hilirisasi & Kilang Dumai
Ini adalah poin paling penting yang membedakan STAA dari emiten sawit biasa:
* **Transformasi Bisnis:** STAA sudah bukan lagi sekadar petani sawit. Mereka sekarang memiliki kilang (refinery) di Dumai dengan kapasitas **2.000 ton per hari**.
* **Ekspor Perdana:** Mereka sukses melakukan ekspor perdana 9.000 ton RBD Olein (minyak goreng) pada akhir 2025.
* **Keuntungan:** Dengan punya kilang sendiri, STAA bisa mengatur margin keuntungan lebih baik dan tidak terlalu didikte oleh harga CPO mentah. Fasilitas ini sudah mencapai utilitas 78%.
### 3. Sentimen Pasar & Regulasi: Pisau Bermata Dua
Ada kabar baik dan kabar buruk yang perlu Anda cermati:
* **Penundaan B50 (Netral ke Positif):** Pemerintah menunda B50 dan tetap di B40 untuk 2026. Bagi emiten murni hulu, ini negatif. TAPI bagi STAA yang punya kilang, ini justru peluang untuk mengalihkan stok CPO mereka menjadi produk ekspor bernilai tinggi tanpa terbebani kewajiban pasok domestik yang berlebihan.
* **Pungutan Ekspor Naik:** Mulai Maret 2026, pungutan ekspor naik jadi 12,5%. Ini akan memakan sedikit margin, tapi volume penjualan STAA yang besar bisa mengompensasi hal ini.
* **Status UMA (Waspada):** Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja menetapkan status *Unusual Market Activity* (UMA) pada saham STAA di akhir Januari 2026 karena pergerakan harga yang tidak biasa. Ini artinya volatilitas sedang tinggi, hati-hati bagi *trader* pemula.
### 4. Valuasi: Masih Diskon?
Di mata mentor, saham ini masih tergolong "murah" secara fundamental:
* **PE Ratio:** Di kisaran **7,44x - 11x**. Ini tergolong rendah (undervalued) dibandingkan rata-rata industri atau emiten sejenis.
* **Dividen:** STAA rajin bagi dividen. Tahun buku 2024 mereka membagikan **Rp55 per saham**. Dengan laba 2025 yang melonjak, potensi dividen tahun depan bisa lebih besar.
### š Arahan Mentor untuk Anda:
**Untuk Investor Jangka Panjang (Investing):**
* **Strategi:** *BUY & HOLD*. Fundamental STAA sangat kuat dengan pohon usia prima (rata-rata 13 tahun) dan fasilitas hilirisasi yang baru beroperasi penuh.
* **Target:** Analis menargetkan harga wajar di **Rp1.600**. Jika Anda masuk di harga sekarang (sekitar Rp1.210), ada potensi *upside* (kenaikan) yang menarik.
**Untuk Trader Jangka Pendek (Swing Trading):**
* **Strategi:** *WAIT AND SEE* atau *BUY ON WEAKNESS*. Karena status UMA, harga bisa bergejolak liar.
* **Area Beli:** Tunggu koreksi di area support **Rp1.150**.
* **Stop Loss:** Pasang ketat di bawah **Rp1.100**.
* **Resistance:** Waspadai area **Rp1.370 - Rp1.425** untuk ambil profit.
**Kesimpulan Akhir:**
STAA adalah perusahaan yang "sehat" secara finansial dan sedang bertransformasi menjadi pemain hilir yang serius. Penundaan B50 tidak akan memukul STAA sekeras emiten lain karena mereka punya pintu ekspor lewat kilang Dumai. Selama Anda disiplin dengan manajemen risiko (mengingat status UMA), saham ini layak ada di dalam radar atau portofolio Anda.
https://cutt.ly/4tvAr9QL
RANDOM TAG $LSIP $TAPG
ini contoh barusan naik krn msh murah dan fundamentalnya oke. kalau sdh mulai mahal ya sdh bisa tp kecuali ada juga saham yg bisa hold jangka panjang seperti $LSIP (ini bukan utk ngajak beli ya. untung rugi tanggung sendiri)

$LSIP kalau sdh ambil posisi duduklah yg cantik. Kinerja Q42025 bukan cuma disupport harga tapi juga volume produksi. Ini periode pokok sawit lg gatal berbuah matang.
$LSIP dan $BWPT saya pegang saham ini untuk masa depan, saat market crash saya ambil kesempatan dengan belanja lebih banyak lagi
Kalau anda cari saham yang harganya saat ini murah, setengah valuasinya, fundamental yang kuat, silakan cek $LSIP dan $SIMP
Saatnya price action persawitan bergerak!
Persawitan dpt endorse langsung dari presiden. Sawit it's miracle crop! Sawit bukan hanya untuk minyak goreng, tapi bisa diolah menjadi puluhan produk turunan (roti, sabun, cat, biodiesel, campuran avtur/solar, dll.).
Berikut daftar perusahaan/raksasa Sawit dgn lahan terluas di Indonesia (Data per Oktober 2025) ada juga yg memiliki anak usaha atau entitas utama listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
1. PalmCo (Holding BUMN / PTPN Group) ā 586.000 ha
Belum listing langsung di BEI/SGX (subholding BUMN sawit hasil konsolidasi PTPN IV, V, VI, XIII, dll.).
Tidak ada emiten publik utama saat ini, tapi merupakan milik negara melalui PTPN III (holding perkebunan BUMN). Potensi IPO pernah dibahas, tapi hingga 2026 belum terealisasi.
2. Golden Agri-Resources (Sinar Mas Group / GAR) ā 536.000 ha
Listing SGX (kode: E5H atau GAR).
Afiliasinya di BEI lewat $SMAR ā sering disebut sebagai entitas domestik terkait Sinar Mas sawit, dengan aset besar di Indonesia.
3. Astra Group (Astra Agro Lestari) ā 284.800 ha
Afiliasinya AALI. Ini adalah pemain terbesar swasta di BEI untuk sawit Astra.
4. First Resources Ltd ā 263.400 ha
Listing SGX (kode: EB5).
Tidak ada listing utama di BEI, tapi operasi utama di Indonesia (Riau, Kalimantan).
5. Salim Group / Indofood ā 241.200 ha
Listing di BEI lewat SIMP dan $LSIP, fokus perkebunan sawit dan karet.
6. Wilmar International ā 230.900 ha
Listing SGX (kode: F34). Di BEI lewat CEKA tapi lebih ke hilir (pengolahan minyak). Wilmar punya banyak operasi di RI tapi emiten utama di Singapura.
7. Bumitama Agri Ltd ā 187.000 ha
Listing: SGX (kode: P8Z).
Tidak ada listing langsung di BEI.
8. Sampoerna Agro ā 167.700 ha
Listing di BEI lewat SGRO
9. Triputra Group (Triputra Agro Persada) ā 161.400 ha
Emitennya listing di BEI lewat $TAPG
10. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk ā 115.500 ha
Listing di BEI lewatt SSMS.
Total lahan 10 besar ini mencapai sekitar 2,7 juta hektar atau bagian signifikan dari total perkebunan sawit nasional. PalmCo disebut sebagai pemilik lahan sawit terbesar di Indonesia (dan salah satu yang terbesar di dunia untuk entitas tunggal negara), dengan target ekspansi hingga 708.000 ha dalam 10 tahun ke depan.
DYOR. Bukan ajakan beli-jual saham.
1/3



$CSRA
Halo Rekan Investor, mari kita bedah **PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat emiten ini sedang berada dalam fase pertumbuhan yang agresif dengan valuasi yang masih sangat murah. Ini adalah tipe saham *growth at a reasonable price* yang jarang ditemukan.
Berikut adalah analisis mendalam saya berdasarkan data terbaru untuk panduan investasi Anda:
### 1. Kinerja Fundamental: Ledakan Laba yang Signifikan
Rekan investor, perhatikan pertumbuhan laba perusahaan ini. Ini bukan pertumbuhan biasa, tapi lonjakan yang didukung fundamental kuat.
* **Pendapatan Meroket:** Hingga 9 bulan pertama tahun 2025 (9M25), pendapatan CSRA melonjak **75,9%** menjadi **Rp1,33 triliun** (vs Rp758,78 miliar di 9M24).
* **Laba Bersih Naik Tajam:** Laba bersihnya tumbuh **70,6%** menjadi **Rp213,92 miliar**.
* **Penyebab Utama:** Kenaikan ini didorong oleh beroperasinya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ke-3 di Banyuasin dan kenaikan harga jual rata-rata (ASP). Harga CPO naik 15,7%, TBS naik 24,3%, dan Kernel naik drastis 69,4%.
### 2. Valuasi: Masih Sangat Murah (Undervalued)
Jangan takut masuk karena harga sudah naik, karena secara valuasi, CSRA masih "salah harga" dibandingkan kompetitornya.
* **PER Rendah:** CSRA diperdagangkan dengan **PE Ratio (TTM) sekitar 6,2x - 6,6x**. Bandingkan dengan rata-rata industri yang berada di kisaran 10,8x - 18,4x. Ini memberikan *margin of safety* yang tebal.
* **PBV Wajar:** Price to Book Value (PBV) berada di level **1,14x**, angka yang wajar untuk perusahaan dengan Return on Equity (ROE) yang kuat sebesar **16,55%**.
### 3. Keunggulan Operasional: Profil Tanaman Muda
Investasi sawit adalah investasi jangka panjang. CSRA memiliki keunggulan demografi tanaman yang tidak dimiliki banyak pesaing besar.
* **Tanaman Produktif:** Lebih dari **50% tanaman berada pada usia produksi prima**. Ini menjamin pertumbuhan produksi organik tanpa perlu biaya *replanting* (penanaman kembali) yang besar dalam waktu dekat.
* **Efisiensi Tinggi:** CSRA fokus pada mekanisasi panen dan digitalisasi, yang terbukti menjaga margin laba bersih di level sehat sekitar **16% - 20%**.
### 4. Aksi Korporasi: Manajemen Percaya Diri
Tanda perusahaan sehat adalah ketika manajemen berani mengembalikan nilai kepada pemegang saham.
* **Dividen Interim:** CSRA membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar **Rp12,20 per saham**.
* **Buyback Saham:** Manajemen menyiapkan dana **Rp90 miliar** untuk pembelian kembali saham (buyback) di akhir 2025. Ini sinyal kuat bahwa manajemen menilai harga saham mereka saat ini terlalu murah.
* **Rating Kredit:** Pefindo memberikan peringkat **idA- (Stable)**, menunjukkan kemampuan bayar utang yang kuat.
### 5. Risiko yang Perlu Diwaspadai
Sebagai investor cerdas, Anda juga harus sadar risiko:
* **Harga Komoditas:** Kinerja CSRA sangat sensitif terhadap fluktuasi harga CPO global.
* **Faktor Cuaca:** Risiko El Nino atau La Nina dapat mengganggu produktivitas panen.
* **Regulasi:** Perubahan kebijakan biodiesel (seperti penundaan B50) bisa mempengaruhi sentimen pasar, meskipun dampaknya dinilai terbatas.
### Kesimpulan & Saran Mentor:
**Rekomendasi: BUY / ACCUMULATE**
CSRA adalah pilihan solid untuk portofolio Anda, terutama jika Anda mencari eksposur di sektor komoditas dengan fundamental tumbuh dan valuasi murah.
* **Strategi:** Manfaatkan koreksi harga untuk akumulasi. Target harga analis berada di kisaran **Rp1.050**, namun dengan PER 6x, potensi *upside* jangka panjang masih terbuka lebar seiring operasional penuh pabrik baru di 2026.
* **Fokus:** Pantau terus harga CPO global dan realisasi produksi kuartalan sebagai indikator utama.
Ingat, kinerja masa lalu tidak menjamin masa depan, namun CSRA memiliki fondasi yang kokoh untuk terus bertumbuh. Selamat berinvestasi!
https://cutt.ly/ytvvDKfY
RANDOM TAG $TAPG $LSIP
terlihatlah hari ini, mana emiten yang layak untuk investasi pasca konferensi pers OJK kemaren. Kisi2nya pun jelas gamblang di ucapkan oleh Pak Pandu Sjahrir....
random tag
$BBRI $BBCA $LSIP
$LSIP
Emiten hampir sempurna
1. Harga komuditas karet, sawit, coklat sedang naik
2. utang relatif sangat rendah, liabilitas dan utang jangka pendeknya
3. Target harga masih jauh 2000/lembar
4. return to asset sangat tinggi, ekspansi masih luas
5. fundamental dan market cap yang cukup cukup bagus
apalgi kurangnya ? kurang apresiasi aja
$CMRY
$BUMI
Rilis data neraca perdagangan Indonesia Des 2025 oleh BPS
ā
Ekspor Des = USD 26,35 miliar.
Tumbuh +11,64% yoy.
Membaik signifikan dibandingkan Nov yang kontraksi -6,6% yoy, dan jauh di atas ekspektasi -2,4% yoy.
ā
Ekspor kumulatif Jan-Des = USD 282,91 miliar
Tumbuh +6,15% ctc.
ā
Impor Des = USD 23,83 miliar
Tumbuh +10,81% yoy.
Naik signifikan dibandingkan Nov +0,46% yoy, dan jauh di atas ekspektasi -0,7% yoy.
ā
Impor kumulatif Jan-Des = USD 241,86 miliar
Naik +2,83% ctc.
ā
Surplus neraca dagang Des = USD 2,51 miliar.
Sedikit lebih rendah dari surplus Nov USD 2,66 miliar, namun lebih tinggi dari ekspektasi USD 2,45 miliar.
Neraca dagang Indonesia sudah mencatat surplus 68 bulan berturut-turut.
ā
Surplus neraca dagang kumulatif Jan-Des = USD 41,05 miliar.
Tumbuh USD +9,72 miliar atau +31% ctc dibandingkan Jan-Des 2024.
https://cutt.ly/JtvzC85L
Ekspor Indonesia berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif.
Impor juga tumbuh pesat didorong oleh impor barang modal yang tumbuh lebih dari 20% yoy, menandakan masifnya ekspansi bisnis di Indonesia.
Neraca dagang juga berhasil mempertahankan surplus tebal.
Rilis ini mendukung arah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.
$IHSG $LSIP $ITMG
