Volume
Avg volume
PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) adalah pengembang perkotaan residensial dan komersial di Indonesia. Kegiatan utama perusahaan meliputi pembangunan perkotaan, pembangunan terpadu skala besar, mal ritel, layanan kesehatan, rumah sakit dan infrastruktur serta pengelolaan properti dan portofolio. Ini adalah proyek pembangunan perkotaan termasuk Lippo Village, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, Royal Serpong Village, dan San Diego Hills Memorial Park. Perusahaan adalah anggota Grup Lippo.
Mall Milik Lippo $LPKR
1. Bandung Indah Plaza
2. Bellanova Country Mall
3. Cibubur Junction
4. Depok Town Square
5. Gajah Mada Plaza
6. Grand Palladium
7. Istana Plaza
8. Java Supermall
9. Kediri Town Square
10. Lippo Mall Kemang
11. Lippo Mall Kuta
12. Lippo Mall Puri
13. Lippo Plaza Batu
14. Lippo Plaza Ekalokasari Bogor
15. Lippo Plaza Jambi
16. Lippo Plaza Jember
17. Lippo Plaza Jogja
18. Lippo Plaza Kendari
19. Lippo Plaza Kramat Jati
20. Lippo Plaza Lubuk Linggau
21. Lippo Plaza Manado
22. Lippo Plaza Medan
23. Lippo Plaza Puri
24. Lippo Plaza Sidoarjo
25. Lippo Plaza Yogyakarta
26. Mal Lippo Cikarang
27. Malang Town Square
28. Mall GTC Makassar
29. Mall of Serang
30. Mall WTC Matahari
31. Metropolis Town Square
32. Palembang Icon
33. Palembang Square
34. Palembang Square Extension
35. Plaza Madiun
36. Plaza Medan Fair
37. Pluit Village
38. Tamini Square
39. The Plaza Semanggi (Lippo Mall Nusantara)
40. City of Tomorrow
41. Lippo Plaza Buton
42. Lippo Plaza Kupang
43. Lippo Plaza Kendari
44. Lippo Plaza Palangka Raya
45. Lippo Plaza Samarinda
46. Lippo Plaza Singkawang
47. Lippo Plaza Tanjung Pinang
48. Lippo Plaza Yogyakarta
49. Lippo Plaza Jambi
50. Lippo Plaza Medan
51. Lippo Plaza Pekanbaru
52. Lippo Plaza Bengkulu
53. Lippo Plaza Padang
54. Lippo Plaza Palembang
55. Lippo Plaza Lampung
56. Lippo Plaza Cirebon
57. Lippo Plaza Tasikmalaya
58. Lippo Plaza Purwokerto
59. Lippo Plaza Tegal
60. Lippo Plaza Semarang
61. Lippo Plaza Surakarta
62. Lippo Plaza Madiun
63. Lippo Plaza Kediri
64. Lippo Plaza Malang
65. Lippo Plaza Jember
66. Lippo Plaza Banyuwangi
67. Lippo Plaza Bali
68. Lippo Plaza Sunset Bali β Bali
69. Lippo Plaza Jakabaring β Palembang
70. Lippo Plaza Sidoarjo β Sidoarjo
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$LPCK $MLPL
1/10
rugi di $SILO gua cek di fb harga tanah ga smpe sgtu permeter. klo di rata2in harga belinya 17 Juta/meter. untung di $GMTD $LPKR
JAKARTA βΒ PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO)Β akan membeli aset milik anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yaitu PT Sentra Karya Sarana (SKS) danΒ PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD). Corporate Secretary SILO, Ratih Hadiwinoto, mengatakan kedua aset itu berupa lahan selua...
idnfinancials.com
Apakah $LPKR Laba Melonjak Itu Real?
Request dari salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Laporan keuangan LPKR tahun 2024 adalah salah satu contoh paling elegan bagaimana perusahaan bisa menampilkan citra kesuksesan luar biasa melalui mekanisme yang sepenuhnya legal, terstandarisasi, danβ¦ kalau boleh dibilang, cukup teatrikal. Laba bersih Rp18,7 Triliun yang dicetak LPKR bukan datang dari lonjakan penjualan rumah, mal yang penuh penyewa, atau township yang laku keras. Tidak, ini bukan cerita properti booming. Ini adalah kisah bagaimana menjual anak sendiriβSiloam Hospitalsβdan menyulap sisa sahamnya menjadi pundi-pundi laba akuntansi. Bukan uang, tapi angka. Bukan cash, tapi βkekayaan bersyaratβ. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kisah ini dimulai ketika LPKR melepas 28,97% saham Siloam dalam dua transaksi kepada investor strategis Sight Investment Company dengan total hasil Rp10,74 Triliun. Ini adalah uang sungguhan, masuk ke kas, dan tercermin di laporan arus kas sebagai bagian dari aktivitas investasi. Tidak ada yang ilegal di sini. Bahkan, sangat sehat. Perusahaan memang berhak menjual sebagian kepemilikan demi merapikan struktur, memperkuat likuiditas, atau mengurangi eksposur. Sampai sini, semuanya berjalan wajar.
Tapi kemudian datang bagian yang menarik. Karena porsi kepemilikan LPKR di Siloam jatuh menjadi 34,73%βdan kontrol terhadap operasional hilangβmaka berdasarkan PSAK 65 dan PSAK 22, status kepemilikannya berubah dari βanak usahaβ menjadi βentitas asosiasiβ. Di sinilah permainan akuntansi naik panggung. PSAK secara tegas menyatakan bahwa sisa saham yang masih dimiliki itu harus dinilai ulang ke nilai wajar pada saat tanggal kehilangan kontrol. Jika nilai bukunya Rp5 Triliun dan nilai pasar saham di bursa membuatnya sekarang Rp10 Triliun, maka selisih Rp5 Triliun itu boleh dicatat sebagai laba.
Dan LPKR melakukannya. Mereka mencatat penghasilan lainnya sebesar Rp21,6 Triliun, yang mayoritas berasal dari pelepasan pengendalian Siloam dan revaluasi sisa saham. Ini langsung menetes ke bawah sebagai laba sebelum pajak, dan setelah pajak (yang sebagian besar juga non-kas), muncullah laba bersih Rp18,7 Triliunβangka yang mengesankan, apalagi dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hanya Rp0,65 Triliun.
Tapi mari kita berhenti sejenak dan bertanya: berapa dari Rp18,7 Triliun itu yang benar-benar masuk kas? Jawabannya: hanya Rp10,74 Triliun, dari penjualan saham. Sisanya? Tidak ada kas masuk. Tidak ada transaksi jual beli nyata. Tidak ada transfer dana. Hanya perubahan status kepemilikan di laporan keuangan dan selisih harga buku vs harga pasar yang dihitung sebagai βlabaβ. Ini bukan penipuan. Ini bukan rekayasa. Ini adalah PSAK versi eksplorasi maksimal. Dan LPKR memainkannya dengan sempurna. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau angka-angka one-off ini dihapus, dan kita hanya fokus pada operasional bisnis inti, maka laba bersih LPKR hanya tersisa sekitar Rp59,9 Miliar. Angka yang tidak akan membuat siapa pun berdiri dan bertepuk tangan di RUPS. Bahkan, revenue LPKR justru anjlok dari Rp16,85 Triliun ke Rp11,5 Triliun, turun hampir 32%, karena Siloam tak lagi dikonsolidasi. Artinya: bisnis inti LPKR tahun ini justru mengecil, bukan membesar. Arus kas operasi pun hanya Rp1,74 Triliun, relatif flat dan tak menunjukkan gejala βkebangkitanβ.
Namun, untuk bersikap adil: kas dari penjualan saham digunakan dengan baik. LPKR melunasi utang, termasuk obligasi Rp6,6 Triliun yang sekarang sudah nol. Total liabilitas turun dari Rp29,9 Triliun ke Rp22,8 Triliun. Ini adalah perbaikan nyata. Ini bukan sulap. Ini benar-benar terjadi dan merupakan hasil dari keputusan strategis yang cerdas. Tapi apakah laba bersih Rp18,7 Triliun itu hasil langsung dari keputusan tersebut? Tentu tidak. Itu adalah hasil dari interpretasi akuntansi terhadap status saham yang berubah.
Lalu apakah semua ini ilegal? Tidak. Sama sekali tidak. Apa yang dilakukan LPKR sepenuhnya legal, sesuai dengan PSAK, dan juga sesuai dengan ketentuan OJK dan BEI. Tidak ada pelanggaran hukum. Tidak ada manipulasi. Tidak ada rekayasa. Yang ada hanyalah perusahaan memanfaatkan aturan yang berlaku untuk menampilkan performa yang tampak optimal. PSAK 65 bahkan mewajibkan revaluasi sisa saham ketika pengendalian hilang. LPKR hanya mengikuti perintah standar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun, dari perspektif investor, ini menimbulkan satu dilema klasik: apakah angka laba bisa dipercaya sebagai cerminan kinerja perusahaan? Jawabannya: tidak selalu. Dalam kasus LPKR, angka laba terlalu didominasi oleh transaksi satu kali yang tidak berulang dan tidak menggambarkan kekuatan fundamental. Ketika kamu melihat laba naik 28x lipat, kamu mungkin membayangkan bisnis sedang booming. Padahal, kenyataannya: bisnis menyusut, cash dari operasional stagnan, dan yang bikin angka terlihat bagus hanyalah revaluasi saham yang belum dijual.
Jadi, LPKR tahun ini bukan kisah pertumbuhan. Ini kisah tentang monetisasi aset dan optimalisasi akuntansi. Saham Siloam dijual, sisa saham dihitung ulang, dan hasilnya ditaruh di laporan laba rugi. Investor awam yang hanya melihat angka bawah tanpa baca catatan kaki bisa langsung salah paham. Maka, di dunia akuntansi keuangan, pelajaran pentingnya jelas: angka tidak pernah berbohong, tapi bisa dengan sangat mudah disusun untuk menceritakan kisah yang kamu ingin dengar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dan LPKR 2024 adalah kisah ituβkisah legal, elegan, penuh angka besar, tapi pada dasarnya: laba besar tanpa pertumbuhan revenue, tanpa ekspansi bisnis, dan tanpa penambahan nilai riil dari operasional. Sebuah drama akuntansi yang dimainkan dengan sempurna, dan tidak melanggar hukum sedikit pun.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$SILO $LPCK
1/10
$LPKR
boleh mwmpertimbangkan cicil beli daei sekarang.
nampaknya LPKR segera akan ada aksi korporasi...
LPKR bakal jadi the next $PANI
secara valuasi saat ini sdh sangat murah.
Saham Properti dengan Laba Terbesar di IHSG
Sharing lebaran di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Di tengah lesunya sektor properti, ada sembilan saham yang diam-diam jadi raja laba di IHSG. Mereka mencetak keuntungan terbesar dibanding rekan-rekannya yang lain. Tapi seperti pepatah lama: βTak ada gading yang tak retak,β sembilan saham ini juga tak ada yang benar-benar sempurna. Ada yang sehat tapi mahal, ada yang murah tapi utangnya bikin napas tersengal, dan ada pula yang terlihat bugar padahal isi dompet tinggal bon struk. Di sinilah seni investasi bermain: bukan soal mencari yang sempurna, tapi soal memilih mana yang paling masuk akal untuk dikompromikan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ambil contoh JRPT. Ini mungkin kandidat paling lengkap. Laba bersih 1,13 triliun, naik 12,53%, dengan revenue yang ikut tumbuh 17,75%. Free cash flow sehat di 763 miliar, utangnya hampir nol (hanya 445 juta), dan kasnya 797 miliar. Bahkan bagi dividen 3,29%. Satu-satunya "dosa" saham ini cuma satu: PBV-nya 1,02βsedikit lebih mahal dari value ideal, tapi kalau dibanding utangnya yang mini dan kinerja stabilnya, itu bisa dimaafkan.
Kemudian ada CTRA, si jagoan diskon. Harga saham turun tajam -42,31%, tapi di balik sentimen negatif, justru tersembunyi fundamental yang solid. Laba bersih 2,13 triliun tumbuh 15,18%, revenue naik 21,01%, free cash flow positif 776 miliar, dan kas 10,2 triliun jauh lebih besar daripada utang 7,45 triliun. PBV-nya 0,64 dan PER 6,54βdua-duanya masuk kategori murah. Bahkan tetap royal memberi dividen 2,8%. Kalau ini masih dihindari pasar, sepertinya pasar memang sedang buta warna.
DMAS adalah definisi hemat pangkal sehat. Laba 1,33 triliun tumbuh 10,24%, kas 1,76 triliun jauh lebih besar dari utang hanya 500 miliar, dan free cash flow positif 663 miliar. Sayangnya, saham ini sepi peminat karena tidak bagi dividen dan harga saham juga ikut lesu -20,47%. Tapi jika tujuannya adalah cari perusahaan properti dengan neraca setajam silet dan utang minimal, DMAS pantas masuk radar.
Lalu ada PLIN, yang diam-diam produktif. Laba 997 miliar naik 62,66%, revenue juga tumbuh, dan free cash flow positif 541 miliar. Kas 704 miliar masih bisa menutup utang 529 miliar. Menariknya, saham ini rajin kasih dividen tebal 6,06%. Sayangnya, tetap diabaikan pasarβharga saham malah turun -8,39%. Mungkin karena namanya bukan bagian dari keluarga properti populer.
$PWON juga tampil dengan keuangan yang sehat. Free cash flow 2,16 triliun dan kas 9,15 triliun lebih dari cukup untuk menutup utang 6,44 triliun. PBV 0,79 dan PER 7,89 tergolong murah, dan tetap menyisihkan 2,65% untuk dividen. Tapi laba bersihnya turun -1,45%, dan harga saham juga terkoreksi -19,43%. Artinya, walaupun neraca bagus, mesin operasinya sedang perlu servis ringan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
$SMRA adalah kebalikan dari PWON: pertumbuhan meledak, tapi dompet bolong. Laba naik 79,3%, revenue melesat 59,54%, tapi utangnya 10,54 triliun sementara kas cuma 3,29 triliun. Free cash flow masih positif di 430 miliar, PBV dan PER masuk akal, dan dividen tetap dibagi. Tapi rasio utangnya membuatnya terlihat seperti atlet marathon yang kehabisan air minum.
Sementara itu, BSDE dan $LPKR menjadi contoh klasik perusahaan dengan laba besar tapi keuangan tak stabil. BSDE mencetak laba 4,36 triliun dengan pertumbuhan 124%, revenue juga naik 19,56%. Tapi free cash flow-nya hanya 87 miliar, dengan utang 14,46 triliun. Kas 8,96 triliun memang besar, tapi tetap belum cukup untuk meredam beban bunga yang mengintai. Lalu LPKRβ¦ ini dia jawara laba dengan angka 18,75 triliun. Tapi revenue justru turun -31,71%, dan pertumbuhan laba yang melonjak 37.287% sudah cukup menjelaskan bahwa ada sesuatu yang βtidak biasaβ. Kemungkinan besar bukan dari bisnis operasional inti. Free cash flow positif 1,57 triliun, tapi utangnya 13,11 triliun. Dengan PBV 0,19 dan PER 0,31, saham ini terlihat super murah. Tapi bisa saja ini murah karena pasar tahu sesuatu yang belum dicetak di laporan keuangan.
Terakhir, MKPI adalah primadona overvalued. Laba 985 miliar, free cash flow 1,21 triliun, kas 2,17 triliun, dan... tidak punya utang. Tapi PBV-nya 3,25 dan PER 24,15 membuatnya seolah sedang dilelang di galeri seni, bukan di bursa efek. Harga sahamnya 25 ribu, tapi malah turun -7,89%. Dividen pun hanya 2,13%. Jadi walau dari sisi operasional sehat, valuasinya membuat banyak investor berpikir dua kali.
Akhirnya, sembilan saham ini membuktikan satu hal penting: tidak ada saham properti yang sempurna. Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Investor perlu pintar-pintar kompromi: mau yang cashflow bagus tapi growth lesu, atau yang growth kencang tapi utangnya tinggi. Mau yang murah tapi riskan, atau yang sehat tapi mahal. Karena pada akhirnya, investasi itu bukan soal menemukan pangeran berkuda putih, tapi memilih mana yang paling mungkin diajak hidup damai di tengah volatilitas pasar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/5
$LPKR
$LPCK
$BSDE
Inflasi bakal naik tinggi dalam 1-2 tahun mendatang.
Daripada simpan Rupiah di Bank... bagus diinvestasikan saja.
Cuma Invest di mana???
Emas, Dollar sudah naik tinggi sekali.
Property yg masih stagnan saat ini.
Kalau Inflasi tinggi... bagus beli Tanah/rumah.
walaupun kemungkinan naiknya lebih lambat dibandingkan dollar / emas... tapi setidaknya bisa melindungi/mempertahankan nilai kekayaan.
Dan rumah bisa disewakan. jadi 2x dapat... dapat dari capital gain di masa depan... dan dapat income dari sewa.
Harga rumah dan tanah dalam jangka panjang PASTI NAIK !!!
Bagi temanΒ² yg uangnya nanggung... bisa juga beli saham property seperti LPKR, BSDE, CTRA, ASRI, dll.
pilih yang valuasinya masih murah atau setidaknya masih wajar.
Hindari saham property yg sudah bubble. yg Valuasinya terlampau tinggi & tidak masuk akal., misalnya PANI.
DAN HINDARI CRYPTO. Crypto tidak ada fundamental/nilai intrinsiknya.
Crypto Hanya buat spekulasi/judi.
$LPKR PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan di Indonesia, mencatatkan laba bersih sebesar Rp 18,7 triliun pada tahun 2024. Padahal pada tahun 2023, laba bersih LPKR hanya Rp 50,1 miliar https://cutt.ly/JrahHdBM
$LPKR Harga per penutupan di tanggal 27 Maret 2025 kemarin sebesar 82 saja masih undervalue banget, apalagi dengan adanya penambahan EPS di tahun 2024 sebesar Rp264, logika sederhananya akan ada kenaikan harga saham paling tidak sebesar Rp264 juga mengingat data forecasting net income dan EPS $LPKR untuk tahun 2025 dan tahun selanjutnya tetap positif. Ini analisis saya pribadi ya, paling tidak untuk membantu membangun optimisme bagi yang sedang hold saham ini. Sekilas pengamatan saya, sejak tengah tahun 2024 lalu sampai dengan Kamis kemarin, asing juga banyak akumulasi saham ini.
Kalau baca lagi LK 2024, di Catatan atas Laporan Keuangan butir 1.c (halaman 35) dan butir 40 (halaman 133) ada other income atas divestasi sebagian saham $SILO sehingga kepemilikannya berkurang menjadi hanya 47% sehingga yang dimana tahun sebelumnya LK $SILO dikonsolidasikan ke LK $LPKR maka tahun 2024 ini diperlakukan hanya sebagai investasi di SILO tidak lagi dikonsolidasikan.
Nah, impact dari tidak dikonsolidasikan tersebut, secara akuntansi ada gain yang harus dibukukan di tahun 2024 akibat perubahan perlakuan akuntansi tersebut sebesar Rp21T walaupun nilai transaksi divestasinya hanya sebesar Rp3,8T.
Demikian semoga membantu menjelaskan
per 0,31
pbv 0,19
secara itungan sederhana $LPKR terlihat sangat undervalue kalo mengacu aliran lkh ini saham favorit nya lkh,kira" lkh masuk saham ini ngga ya kayaknya sih nggak ya $BBCA$BBRI
$LPKR
*Lippo dan Konsumen Meikarta Capai Kata Sepakat*
Klik untuk baca: https://cutt.ly/irp65ZUH
sudah kuduga:) ternyata lippo jual2 aset buat selametin mega proyeknya. $LPKR $LPCK
$LPPS nyempil lagi beli ni saham:v
lumayan oke $LPPS untung dri jualan Ciptadana Sekuritas 110 M bisa nutupin sebagian besar rugi 2Q sebelumnya... Dugaan gua sih yg buat Rugi 2Q sebelumnya itu dri Ciptadana Multifinance. nah rugi krna apa gua belum tau...
Info juga Kasnya berkurang karena Invest di...... $LPKR 110 M juga. ada apanya silahkan pikir sendiri jier...
$LPKR
di harga yg Undervalued saat ini sangat gampang dinaikkan harganya.
Investor cukup Buy di harga market pakai uang 3 Milyar saja sudah ARA.
$LPKR
$LPCK
mengingat Cuan Jumbo dari penjualan saham SILO...
LPKR kemungkinan bakal ada aksi korporasi.
Apakah ada kemungkinan bagi dividen? atau buyback?
Broksum $LPPF dalam 1 bulan terakhir, AI & ZP sudah Accum 31 M. Average AI sbg securitas yg accum terbesar di 1758, sehingga sangat tidak mungkin GAP di 1720 ditutup dalam waktu dekat.
Apakah Buyback sesuai rencana emiten awal sudah mulai???
$MLPL $LPKR
Pagi semua..
Semoga kita semua sehat selalu π
Hari ini +- 10 saham "terAtas" yg akan saya analisa π
Tulis sahammu di kolom komentar π
contoh : $ namasaham ($PNLF)
like post ini jika bermanfaat π
CL 2-4 tick dibawah support
per orang 1 saham saja ya π
semoga bermanfaat bagi teman2..
ππ
$INCO $LPKR