2,380

+30

(1.28%)

Today

24.5 M

Volume

30.09 M

Avg volume

Company Background

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) merupakan salah satu pemain utama di industri peternakan terintegrasi di Indonesia. Didirikan awalnya sebagai PT Java Pelletizing Factory Ltd yang memproduksi pelet kopra, perusahaan merambah bisnis pakan ternak pada tahun 1975 dan mengembangkan pembibitan ayam pada tahun 1982, dengan hak eksklusif mendistribusikan bibit ayam Indian River dari Aviagen untuk ayam pedaging melalui merek MB202. Pertumbuhan pesat tercermin dari pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia tahun 1989, akuisisi lima unit pabrik pakan ternak dan udang pada tahun 1990, serta perubahan nama menjadi PT Japfa Comfeed Indo... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA gas lah...lapkeu tahunannya mantap...sentimen kuat (program pangan dan MBG pemerintah).....

dr sisi valuasi, ROE udah cetak ATH 5 tahunan, tp PBV masih ada di bawah (PBV tertinggi 5 tahun 2.4)....jd perlu di apresiasi smpe PBV 2.4....

ibarat mobil lama, tp kecepatannya udah menyamai mobil baru..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA

Halo Rekan Investor! Mari kita bedah bersama kinerja fundamental PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (kode saham: JPFA) sepanjang tahun buku 2025. Sebagai investor, memahami anatomi laporan keuangan adalah kunci untuk mengukur kesehatan dan masa depan investasi kita. Berikut adalah poin-poin analisis yang wajib Anda cermati:

**1. Pertumbuhan Pendapatan dan Laba (Top & Bottom Line) yang Impresif**
Kinerja operasional JPFA di tahun 2025 sangat solid. Penjualan dan pendapatan usaha berhasil menembus Rp60,71 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp55,80 triliun. Kenaikan pendapatan ini dieksekusi dengan baik sehingga laba kotor melonjak dari Rp11,21 triliun menjadi Rp13,19 triliun. Puncaknya, laba bersih tahun berjalan melesat ke level Rp4,28 triliun (naik dari Rp3,21 triliun di 2024), di mana laba yang dapat diatribusikan langsung kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,00 triliun. Ini adalah sinyal yang sangat positif; perusahaan tidak hanya berhasil meningkatkan pangsa pasarnya tetapi juga sukses menjaga margin keuntungan.

**2. Mesin Pencetak Uang (Motor Pendapatan)**
Sebagai mentor Anda, saya selalu mengingatkan untuk melihat dari mana uang itu berasal. Pilar utama (backbone) pendapatan JPFA masih ditopang sangat kuat oleh segmen Peternakan Komersial yang menghasilkan Rp24,45 triliun, dan Pakan Ternak yang menyumbang Rp15,29 triliun. Di luar itu, segmen Pengolahan Hasil Peternakan dan Produk Konsumen juga memberikan kontribusi besar senilai Rp10,13 triliun. Hal ini menunjukkan diversifikasi vertikal bisnis JPFA bekerja dengan amat optimal.

**3. Kesehatan Neraca Keuangan (Aset & Ekuitas Menguat)**
Kekayaan perusahaan terus bertumbuh. Total aset JPFA membesar menjadi Rp40,06 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp34,66 triliun. Kabar baiknya, pertumbuhan aset ini sejalan dengan meningkatnya kekayaan riil pemegang saham; total ekuitas perusahaan melompat ke Rp20,01 triliun dari posisi sebelumnya di Rp16,57 triliun.

Terkait kewajiban (liabilitas), total liabilitas berada di level Rp20,04 triliun. Ada dinamika yang perlu Anda pantau di sini: liabilitas jangka pendek meningkat cukup tajam menjadi Rp16,51 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang menyusut ke angka Rp3,52 triliun. Pergeseran profil utang ini wajar dalam siklus operasi, namun mengharuskan manajemen untuk disiplin mengatur perputaran modal kerjanya.

**4. Arus Kas yang Super Likuid (Urat Nadi Bisnis)**
Arus kas operasional adalah bukti apakah keuntungan di atas kertas benar-benar menjadi uang tunai. JPFA membuktikan kualitasnya dengan mencetak arus kas bersih dari operasi sebesar Rp5,01 triliun, naik dari Rp4,86 triliun di 2024. Selain itu, kas dan setara kas di akhir periode meledak menjadi Rp3,55 triliun, jauh meninggalkan posisi tahun lalu yang hanya Rp1,35 triliun. Uang tunai yang melimpah ini bagaikan bantalan tebal yang siap melindungi perusahaan saat badai ekonomi atau dapat digunakan sewaktu-waktu untuk amunisi ekspansi yang lebih agresif.

**Arahan Investasi dari Mentor:**
Rekan-rekan investor, dari kacamata fundamental, laporan keuangan JPFA tahun 2025 memancarkan aura fundamental yang sangat sehat, efisien, dan bertumbuh pesat. Laba yang mendaki dan likuiditas yang melimpah menjadi poin pertimbangan kuat untuk mengoleksi atau menahan saham ini di portofolio Anda.

Namun, selayaknya investor yang bijak, tugas kita tidak berhenti hanya pada membaca angka historis. Perhatikan terus sentimen makro ekonomi, fluktuasi harga bahan baku (komoditas pakan) secara global, serta daya beli masyarakat yang akan menjadi katalis pergerakan saham ini ke depan. Tetap terapkan pembatasan risiko dan *money management* Anda. *Happy investing*!

https://cutt.ly/KtEQC60R

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA lapkue sudah berkotek. berapa dividennya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Senin yang manggung
-perEMASan
-perMINYAKan
-$BBRI lapkeu dan mau bagi dividen
-$JPFA lapkeu ngeri

udah pegang mana aja

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

kalo gitu ARB kan Ndar $JPFA
wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA sebagai karyawan japfa, gue tersenyum melihat ini wkwkw

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

kalo $JPFA pendapatan nya naik $CPIN naiknya pasti lebih kenceng

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ReviGusniati kalo supply chain terganggu, emg $JPFA bisa dagang? otomatis pendapatannya tergerus, PEnya berubah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA Gooooo🔥🔥 3000

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA kalo PER 10x harganya brp guys?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA mantap keren analisa dan opini nya bang.

senin kita akan menghadapi isu perang iran - amerika, ya semoga dalam waktu dekat target 3.200 - 3.500 nya tercapai dengan adanya apresiai pasar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA Berdasarkan data Keystats Q4 2025 berikut adalah analisis JPFA.

​1. Deep-Dive Analysis: Operasional & Profitabilitas.

​JPFA menunjukkan performa "Growth Inflection" yang sangat solid pada tahun 2025.


​Top-Line Momentum: Revenue tumbuh 8,81% YoY menjadi Rp60,716 Triliun. Secara kuartalan (Q4), pertumbuhannya akseleratif di angka 21,28% YoY. Ini menandakan market power yang kuat di tengah fluktuasi harga komoditas pakan dan day-old-chicken (DOC).


​Bottom-Line Explosion: Net Income melonjak 32,63% secara tahunan menjadi Rp4,004 Triliun. Namun, perhatikan Q4 2025: Laba bersih meroket 72,55% YoY (Rp1,593 Triliun vs Rp923 Miliar ). Ini adalah operating leverage yang bekerja sempurna, kenaikan pendapatan mampu menurunkan rasio biaya tetap secara signifikan.


​Margins & Efficiency:
​GPM 22% & OPM 11,46%: Menunjukkan efisiensi pada Cost of Goods Sold (COGS).


​ROE 21,45%: Angka ini sangat impresif untuk sektor agrikultur/poultry. JPFA mampu men-generate return di atas Cost of Equity (asumsi K_e di Indonesia 12-14%).


​ROA 9,99%: Mendekati double digit, menandakan utilitas aset yang sangat produktif.


​2. Solvency & Cash Flow Analysis
​Cash Flow Quality: Cash from Operations (CFO) sebesar Rp5,012 T jauh melampaui Net Income (Rp4,004 T). Ini adalah "High Quality Earnings". Perusahaan memiliki kas nyata, bukan sekadar laba akuntansi.


​Free Cash Flow (FCF): Setelah dipotong Capital Expenditure (Capex) Rp2,252 T, JPFA masih menyisakan FCF Rp3,128 T. Ini adalah sumber amunisi untuk dividen dan ekspansi tanpa utang baru.


​Balance Sheet: Debt to Equity Ratio (DER) di level 0,67x sangat sehat. Namun, Quick Ratio 0,60x perlu diperhatikan karena sifat bisnis poultry yang memiliki persediaan (inventory) biologis tinggi.


Secara fundamental, JPFA saat ini diperdagangkan pada PER 6,97x, yang mana merupakan level undervalued ekstrem untuk perusahaan dengan ROE >20% dan pertumbuhan laba >30%.

​Sintesis Harga Wajar (Konservatif): Rp3.200 - Rp3.500.

Dengan harga saat ini di kisaran Rp2.380, terdapat Margin of Safety (MoS) sebesar 25% - 32%.

​Risiko utama tetap pada volatilitas harga bahan baku pakan impor dan daya beli masyarakat terhadap protein hewani. Namun, dengan Free Cash Flow yang masif, JPFA memiliki ketahanan finansial yang superior.

Mengapa emiten dengan performa "Monster Earnings" seperti JPFA (Laba Rp4 Triliun, ROE 21%) justru tertahan di level psikologis Rp2.500 – Rp3.000?

​analis biasanya tidak melihat angka laporan keuangan saja, tapi kita melihat Market Psychology, Macro-Cycle, dan Capital Flow.

Berikut adalah analisis Institutional-Grade mengapa JPFA mengalami valuation trap atau stagnansi harga:

​1. Sifat Bisnis "Cyclical & Commodity-Driven"
​Pasar tidak menilai JPFA sebagai perusahaan Growth Tech atau Consumer Staple yang stabil. JPFA dinilai sebagai Commodity Play.


​Input Cost Volatility: Harga jagung (lokal) dan Soybean Meal (impor) adalah penentu margin. Meskipun laba 2025 bagus, pasar selalu bertanya: "Apakah tahun depan harga bahan baku tetap murah?"


​Average Reversion: Investor institusi tahu bahwa sektor poultry punya siklus "Boom and Bust". Ketika laba sedang di puncak (Peak Earnings), pasar justru takut itu adalah titik tertinggi sebelum jatuh kembali. Ini mencegah PER (Price to Earnings) untuk ekspansi ke angka belasan.


​2. Isu "Oversupply" dan Intervensi Pemerintah
​Di Indonesia, industri unggas sangat bergantung pada kebijakan Culling (pemusnahan bibit ayam/HE) oleh pemerintah untuk menjaga harga Livebird (ayam hidup).


​Stagnansi harga mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa pertumbuhan laba JPFA di 2025 hanyalah hasil dari intervensi pemerintah yang bersifat sementara, bukan efisiensi struktural jangka panjang.


​Jika pemerintah menghentikan instruksi culling, harga ayam bisa anjlok seketika, dan laba Rp4 T tadi bisa menguap di tahun berikutnya.


​3. "Capital Flow" & Sektoral Rotasi
​Uang besar (Big Money/Foreign Flow) saat ini cenderung parkir di sektor:

-​Banks (Big 4): Untuk stabilitas dan dividen tinggi.
-​Commodity (Copper/Nickel/Gold): Terkait narasi energi hijau.

​Poultry sering dianggap sebagai "anak tiri" dalam portofolio manajer investasi asing karena kapitalisasi pasarnya (Market Cap Rp27 T) dianggap nanggung ,tidak cukup kecil untuk small-cap play, tidak cukup besar untuk blue-chip core.


​4. Rendahnya "Dividend Payout Ratio" (DPR).
​Perhatikan Payout Ratio hanya 25,53%.

​Untuk laba Rp4 Triliun, dividen Rp70 (Yield 2,94%) dianggap "Pelit" oleh Yield Hunter.


​Investor institusi lebih suka emiten yang membagikan 50-80% labanya jika tidak ada ekspansi besar. Selama JPFA menahan kas (Retained Earnings) tanpa kejelasan ekspansi yang masif, investor akan menilai kas tersebut sebagai "Dead Capital".


​5. Struktur Kepemilikan (Japfa Ltd. Singapore)
​JPFA Indonesia adalah anak usaha dari Japfa Ltd (Singapore). Seringkali terjadi diskon valuasi pada anak perusahaan karena adanya risiko transfer pricing atau kebijakan grup yang tidak selalu menguntungkan pemegang saham minoritas di level lokal.


​Kesimpulan:
​Harga Rp2.500 – Rp3.000 adalah "Glass Ceiling". Untuk menembus level ini, JPFA butuh salah satu dari tiga katalis berikut:
-​Dividend Surprise: Menaikkan Payout Ratio ke 50%.
-​Structural Margin Improvement: Penurunan harga bungkil kedelai global secara permanen.
-​Corporate Action: Buyback saham secara masif untuk meningkatkan EPS secara artifisial.


​Analisis Fundamental:
Saat ini JPFA sedang dalam fase "Accumulation/Sideways". Secara fundamental dia Undervalued, tapi secara psikologis dia Under-appreciated. Anda sedang memegang saham "Value", yang butuh kesabaran ekstra sampai Smart Money memutuskan untuk melakukan rotasi sektor ke Poultry.

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA ga 100% di makanan, dia juga produsen pakan ternak yg bahan bakunya impor, kontribusinya juga lumayan. kalo itu ke ganggu karena perang ya ambrol juga

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA ARB lg perang ...
>.< ...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA ohhh yeahhh here we go

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hayuklah $JPFA jemput aq pliss, udh lama nyangkutnya nih 😭🫠

$JPFA kan udah gue bilang Q4 nya aman dan meledak. siap siap segera balik 2.900 up ini mah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA LK gila gede banget.... senin langsung melesat sih ini 🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA meledak Q4 nya, otw ke bulan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA Q4 menyala bosku 🚀🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA fly

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA senin harga naik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Perang Iran vs US-Israel apakah membuat industri makanan terpuruk? $CPIN $JPFA $CPRO

Harusnya nggak sih ya, sampai kiamat pun, apapun keadaannya manusia butuh makan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JPFA buset ini q4 nya kok belum keluar ya 🤔

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ANALISA SAHAM $AMMN

Harga Sekarang: Rp 7.650

Zona Area Beli Aman:
Rp 7.300 – 7.450
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 7.000
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 7.800 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 7.800 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 8.200
• TP2 = Rp 8.700 – 9.300

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 7.300, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor tambang tembaga & emas, volatilitas tinggi dan sensitif terhadap harga komoditas global
• Breakout valid jika disertai volume meningkat

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $LTLS $JPFA

Read more...

Ini Guys, kita makan Ayamnya Pak Jk WIDODO dulu

Random Tag : $WMUU $JPFA $IHSG
Ayam Proteiin Tinggi dan Terjangkau
DISCLAIMER Tidak Ajak Jual Beli Hanya I fo valid
@Stockbit @IDX

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy