


Volume
Avg volume
PT Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, kami menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit). Nikel yang kami hasilkan diekspor seluruhnya kepada Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (Jepang) dalam kontrak khusus jangka panjang yang dijalin kedua perusahaan tersebut. Beroperasi dalam naungan Kontrak Karya yang telah diamandemen pada 17 Oktober 2014 dan berlaku hingga 28 Desember 2025 dengan luas konsesi seluas 118.017 hektar meliputi Sulawesi Se... Read More
$DKFT
Selama ini, Filipina memproduksi 40-50 Juta Ton Ore Nikel per tahun dimana 80 persen dikirim ke China.
Sementara dengan RKAB 2026 di 260 Juta Ton, Indonesia berpotensi kekurangan 100 Juta Ton Ore.
Pertanyaannya mampu dan mau kah Filipina memenuhi kekurangan supply ore Domestik Indonesia?
mampukah Filipina menggenjot produksi 3 kali lipat dalam tempo singkat?
maukah Filipina memenuhi kebutuhan ore Indonesia, mengingat tahun lalu mereka sempat memunculkan narasi ban ekspor Ore mengikuti Indonesia?
Kalaupun mampu dan mau, di harga berapa ore Filipina akan dijual ke Smelter lokal?
Berikut adalah ketimpangan harga Ore Indonesia dan Filipina
ambil contoh Ore Nikel CIF kadar 1,3 persen
Ore Indonesia : USD 23,5 per Ton
Ore Filipina : USD 43 per Ton
Saat ini saja Harga Ore Filipina 2 x lebih mahal dari Harga Ore Indonesia
tag Buyer Ore DKFT: $NCKL
dan potensial buyer $INCO

JPMorgan Baru Saja Mengubah Peta Permainan di Sektor Nikel. Apakah Anda Sudah Siap?
Banyak yang mengira masa kejayaan saham nikel sudah lewat karena harga komoditas yang sempat melandai. Namun, kabar terbaru dari raksasa perbankan investasi global, JPMorgan, justru berkata sebaliknya.
JPMorgan secara mengejutkan mengerek naik target harga beberapa saham nikel unggulan di Indonesia, termasuk $ANTM, $INCO, hingga $MDKA. Langkah ini bukan tanpa alasan. Di balik angka-angka target baru tersebut, ada proyeksi tentang pemulihan volume penjualan, efisiensi operasional, hingga posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global yang mulai menunjukkan taringnya kembali.
Pertanyaannya: Apakah kenaikan target harga ini adalah sinyal 'Buy' yang kuat, atau justru jebakan bagi mereka yang telat masuk?
Kami mengulas tuntas detail revisi target harga dari JPMorgan, lengkap dengan analisis prospek sektor nikel di tahun ini agar Anda tidak salah langkah dalam mengambil keputusan investasi.
Baca selengkapnya di sini: 👉 https://cutt.ly/qtzbAMFQ

Dengan tekanan harga Sulfur dan Ore dari sisi Cost dan tekanan Baterai Lithium / Sodium yang semakin besar memakan pangsa Baterai Nikel
Smelter HPAL siapa yang akan duluan Bangkrut dalam 5 tahun ke depan?
$NCKL $HRUM $INCO

$TINS Targetnya saat ini ada dikisaran angka 3800, hal ini cukup possible akan bisa dicapai Jika TINS mampu untuk bisa terus bertahan diatas angka 3550nya.
$INCO $ANTM
SAHAM : $BBNI
HARGA SAAT INI : 4.590
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Uptrend terjaga
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Struktur higher low masih rapi, koreksi relatif sehat dan cepat direspons buyer institusi
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 4.480
- Support Kunci : 4.300
- Resistance 1 : 4.720
- Resistance 2 : 4.900
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume relatif stabil dengan dorongan saat kenaikan
- Indikasi akumulasi bertahap, distribusi belum dominan
- Selama harga di atas 4.300 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 4.590
- Stop Loss : < 4.150
- Target Swing : 4.720 – 4.900
- Risk : Reward : ±1 : 1,6 (LAYAK)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten perbankan besar dengan eksposur korporasi & global, fundamental solid
- Cocok untuk swing konservatif hingga mid-term
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- Selama bertahan di atas support kunci 4.300, peluang lanjut swing ke 4.720–4.900 masih terbuka
- Risiko meningkat jika breakdown 4.300 karena potensi koreksi lanjutan
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BBKP $INCO
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
ANALISA SAHAM $INCO
Harga Sekarang: Rp 6.300
Zona Area Beli Aman:
Rp 6.050 – 6.200
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 5.850
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 6.450 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 6.450 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 6.700
• TP2 = Rp 7.000 – 7.300
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 6.050, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham tambang nikel, pergerakan sensitif terhadap harga komoditas dan aliran dana asing
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$WIRG $EMTK
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
22.01.2026
$BRMS
Overview
Trend: Uptrend;
Indicator(s): Stochastic RSI, Volume, MA200 (merah), MA50 (biru) & MA21 (kuning);
Potential:
+ Berpotensi menguji area support.
Recommendation
Buy, Entry Level: 1210-1240; Target: 1490-1500; Stoploss: 1150-1155;
VWAP (20D): 1256 | ADTV (IDR B): 590
$INCO
Overview
Trend: Uptrend;
Indicator(s): Stochastic RSI, Volume, MA200 (merah), MA50 (biru) & MA21 (kuning);
Potential:
Berada di area support baru.
Stochastic RSI berpotensi golden cross.
Recommendation
Buy, Entry Level: 6350-6450; Target: 6975-7000; Stoploss: 5900-5925;
VWAP (20D): 6163 | ADTV (IDR B): 275
Sumber: HPS
Histori: https://cutt.ly/ctzbodKj
@Mantares
Punya Smelter bukanlah prestige, ada 160 perusahaan yang punya Smelter.
Punya IUP Tambang yang clean and clear, dekat dengan laut, memiliki jalur Jetty sendiri, Seluruh IUP terlindungi izin PPKH, Kondusif secara Sosial Kemasyarakatan, dan aman Jaminan Reklamasinya adalah prestige sebenarnya.
Lihat saja PT Weda Bay yang kebutuhan Smelternya sendiri cuma 3 Juta ton ore tapi bablas nambang dan jualan Ore sampai 40 Juta ton.
Weda Bay tidak nambah Smelter tapi berusaha nambah Kuota RKAB buat jualan ore.
Di salah satu video buzzer $INCO, ada yang bilang Tambang Ore itu bisnis Logistik > KONYOL
Tambang Ore itu bisnis Politik, level bisnis paling tinggi..
Lihat saja PT Tiran, IUP seuprit tapi karena dimiliki salah seorang Menteri bisa dapat RKAB 10 Juta ton..
Smelter itu cuma Pabrik, isinya dari top manajemen sampai Supir = Buruh Pabrik
$DKFT $NCKL
"Tetapi dgn sikon seperti ini, perusahaan yang tau nya hanya menambang tanpa hilirisasi, sudah pasti akan mengalami hambatan dari pemerintah saat ini"
bukan saya yang ngomong @Dojo841 🤣🤣
$INCO $NCKL $HRUM
Era baru pengelolaan sumber daya alam Indonesia sudah memasuki babak baru. Presiden Prabowo sangat tegas dan "stick" dengan UUD 1945 pasal 33. Tidak ada tawar menawar.
RKAB nikel sudah dikeluarkan. Ada penurunan yang signifikan dari tahun 2025 sebesar 379 juta ton menjadi 260 juta ton di tahun 2026.
Mau gimana lagi, langkah ini memang harus dilakukan, karena harga nikel di pasar dunia terus mengalami penurunan. Kebijakan ugal ugalan pada presiden sebelumnya, bikin nikel Indonesia membanjiri pasar dunia. Harga anjlok. Celakanya, perusahaan asing ini cuma "hanya melepas kewajiban" saja utk membangun smelter. Mereka ogah lanjut ke produk turunan berikutnya. Ya, namanya juga PMA pasti dia juga "ditodong" dari penguasa negara asalnya untuk menghidupkan industri di negara mereka sendiri.
$INCO cuma dapat jatah 30% dari proposal yang mereka ajukan. Ini bukan masalah kecil. Bayangkan revenue perusahaan dipangkas sampai 70%. Very big problem. Memang 1/3 saham INCO dimiliki oleh MindID. Tapi jgn lupa, MindID juga punya $ANTM
Lantas, bagaimana kita menyikapi kebijakan tegas rezim saat ini?
Sebagai investor tentu kita ingin perusahaan terus bertumbuh dan menghasilkan cuan yg banyak. Tetapi dgn sikon seperti ini, perusahaan yg tau nya hanya sebatas menambang tanpa hilirisasi, sudah pasti akan mengalami hambatan dari pemerintah saat ini. Semakin jauh hilirisasinya, semakin bagus.
Ini tercermin dengan roadmap ANTM yang masuk sampai ke industri batre lewat IBC.
Saya sendiri sudah mulai lakukan seleksi ulang atas emiten yang minim hilirisasi.
Btw, Ada satu emiten Singapura yg dulunya masuk ke tambang batubara, mulai melirik utk hilirisasi pasir silika. Ini bisa jadi jembatan buat $ADRO bisa jualan listrik ke Singapura. Gimana menurut kamu?

Big Accumulation: Net Buy Asing yang masif (Indikator Smart Money).
Markup Control: Harga Penutupan > VWAP (Harga Rata-rata Bandar). Artinya Bandar menjaga harga di atas modal mereka hari ini.
Liquidity: Nilai transaksi jumbo (> Rp 100 Miliar) menandakan partisipasi institusi.
Berikut adalah 3 Saham Pilihan Utama ("Top Picks") dengan potensi Follow Through (lanjutan kenaikan):
1. ANTM (Aneka Tambang Tbk.) - The Alpha Monster
Harga: 4.270 (+150 poin / +3,6%)
Net Foreign Buy: +38,5 Juta Lot (Sangat Masif)
Value Transaksi: Rp 1,37 Triliun (Sangat Likuid)
Analisa Bandarmologi:
Akumulasi: ANTM mencatatkan arus dana asing (Foreign Inflow) yang luar biasa besar hari ini. Dengan nilai transaksi menembus 1,3 Triliun, ini bukan sekadar ritel, melainkan pertarungan institusi besar (Gajah) yang dimenangkan oleh Buyer.
Posisi Bandar (VWAP): Harga rata-rata transaksi hari ini di 4.223. Penutupan di 4.270 menunjukkan posisi Floating Profit bagi Bandar. Mereka memiliki insentif kuat untuk melakukan markup lanjutan guna menjauhkan harga dari modal rata-rata.
Proyeksi Besok: Sangat potensial lanjut naik menguji resisten psikologis 4.350. Jika breakout, target terdekat 4.500.
2. INCO (Vale Indonesia Tbk.) - Perfect Closing
Harga: 6.450 (+225 poin / +3,6%)
Net Foreign Buy: +23,2 Juta Lot
Value Transaksi: Rp 242 Miliar
Analisa Bandarmologi:
Closing Strength: Perhatikan harga penutupan 6.450 yang SAMA dengan harga Tertinggi (High) hari ini. Ini disebut Marubozu Closing. Artinya, tidak ada perlawanan seller sama sekali di akhir sesi. Pembeli menyapu bersih semua barang (Offer) sampai detik terakhir.
Posisi Bandar (VWAP): VWAP berada di 6.343. Jarak ke harga penutupan (6.450) cukup lebar, menandakan dominasi total Buyer.
Proyeksi Besok: Pola Marubozu biasanya diikuti oleh Gap Up atau kenaikan cepat di pagi hari. Target jangka pendek 6.600 - 6.750.
3. ADRO (Alamtri Resources Indonesia Tbk.) - The Accumulation Leader
Harga: 2.260 (+20 poin)
Net Foreign Buy: +54,3 Juta Lot (Tertinggi di daftar)
Value Transaksi: Rp 325 Miliar
Analisa Bandarmologi:
Status Akumulasi: Meskipun kenaikan harga hanya tipis (+20 poin), Volume Net Buy Asing adalah yang terbesar (+54 juta lot). Ini adalah ciri khas "Silent Accumulation". Bandar sedang menyerap barang sebanyak-banyaknya tanpa membuat harga melonjak terlalu tinggi agar ritel tidak sadar (Markdown/Absorption phase).
Posisi Bandar (VWAP): VWAP di 2.235. Harga ditutup di 2.260. Selisih tipis ini sangat sehat untuk tren jangka menengah yang stabil.
Proyeksi Besok: Potensi Slowly but Surely. Saham ini cocok untuk swing karena akumulasinya bersifat defensif namun bervolume besar. Resisten terdekat 2.300.
Ticker,Karakter,Strategi Bandarmologi,Area Buy Ideal (Dekat VWAP)
ANTM,Agresif / High Volatility,Follow the Giant. Masuk jika break High 4.350 atau pullback ke VWAP.,4.220 - 4.250
INCO,Momentum Murni,Buy on Weakness saat profit taking pagi hari. Arah tren sangat kuat.,6.350 - 6.400
ADRO,Defensif / Swing,"Akumulasi ""Senyap"". Aman selama di atas 2.235.",2.230 - 2.250
$ANTM $INCO $ADRO

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi mendalam pada akhir perdagangan kemarin. Indeks ditutup anjlok 1,36% atau -124,37 poin ke 9.010,33, pada perdagangan Rabu (21/1/2026).
Nilai transaksi kemarin terbilang tinggi, yakni Rp34,23 triliun, melibatkan 61,72 miliar saha...

www.cnbcindonesia.com
