


Volume
Avg volume
PT Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, kami menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit). Nikel yang kami hasilkan diekspor seluruhnya kepada Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (Jepang) dalam kontrak khusus jangka panjang yang dijalin kedua perusahaan tersebut. Beroperasi dalam naungan Kontrak Karya yang telah diamandemen pada 17 Oktober 2014 dan berlaku hingga 28 Desember 2025 dengan luas konsesi seluas 118.017 hektar meliputi Sulawesi Se... Read More
Grup BeIajar Saham No.1 Favorite Warga Stockbit
Mantap Analisa Michael Yeoh 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/NtrWo854 💎
$PGAS $INCO $OASA
$DOID minyak dan gas, situasi perang biasanya naik, $INCO pertambangan juga biasanya naik saat situasi perang. lha ICON apa bro? ICON yang kasih jatah makan dan banyak pelayanan pada mereka. tambah kontrak baru dengan $AMMN dengan target 250M per tahun. semua ini kerjasama jangka panjang pastinya.
Grup BeIajar Saham No.1 Favorite Warga Stockbit
Mantap Analisa Michael Yeoh 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/NtrWo854 💎
$ADRO $MDKA $INCO
ANALISA SAHAM $TINS
Harga Sekarang: Rp 4.600
Zona Area Beli Aman:
Rp 4.350 – 4.450
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 4.200
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 4.700 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 4.700 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 4.950
• TP2 = Rp 5.200 – 5.500
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 4.350, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor timah & komoditas, volatilitas tinggi dan sensitif terhadap harga timah global
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $MIKA $INCO
@Susahdah Gw udah bersih2 porto. Semua yang ijo gw TP dari rabu siang. Selesainya kamis pagi. Itu pun sebenarnya nyaris telat.
Pemicu gw melalukan itu adalah momen perundingan di Jenewa yang most likely bakal gagal karena sebelum perundingan itu Trump udah pidato bikin fitnah soal nuklir Iran, sebuah prosedur standar Amerika sebelum menyerang negara lain.
Cash is King.
$ANTM $INCO $ADRO
supaya ritel para holder emiten nikel tetap tenang dan nyaman menikmati week end $DKFT $NCKL $INCO MBMA NICL

$INCO INCO hit cuan +62%.
Kemarin saat kondisi market cukup fluktuatif, saham metals justru kompak menghijau dan kembali melanjutkan kenaikannya. Salah satunya adalah INCO. INCO berhasil di tutup cukup bagus di level 7900 +11.27% setelah berhasil menembus level 7500.
Naiknya INCO tentunya sangat menguntungkan bagi kami, karena membuat cuan kami semakin tebal. Alhamdulillah saat ini INCO sudah menghasilkan cuan +62%, yang artinya kurang setengah perjalanan lagi menuju cuan bagger +100%.
Dalam waktu dekat INCO masih berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 8000. Jika berhasil menuju 8000 dengan volume yang cukup besar, maka cukup mudah bagi INCO untuk melanjutkan kenaikan setidaknya menuju 8800. Semoga saja dalam waktu dekat bisa tercapai. 😄
*Disclaimer on

Dampak Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART)? Presiden Prabowo Dan Presiden Trump February 2026. Tarif Dagang 19% Dan 0%.
Pertanyaan by Natalie Zafirah
Disclamer: Bukan Ajakan Membeli atau Menjual, Resiko Ditanggung Masing-masing.
Pembagian komoditas berdasarkan beban tarifnya
berdasarkan perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART)?
Indonesia Mengikuti Tarif Mana? Sesuai Mahkamah Agung USA atau Ngikuti perjanjian dengan Trump?
Kelanjutan Perjanjian Indonesia Dengan Trump Mengikuti yang mana? Sesuai Keputusan Mahkakah Agung USA tarif 10% atau ikut perjanjian 19% dan 0%?
Analisis keuntungan jangka panjang bagi Indonesia dalam kesepakatan dengan Trump (ART 2026) ?
Bandingkan potensi keuntungan dan kerugian Indonesia serta emiten IHSG yang terdampak dalam jangka panjang?
Jawaban dan Kesimpulan
Berdasarkan detail perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati antara pemerintah Indonesia dan administrasi Trump pada Februari 2026, berikut adalah pembagian komoditas berdasarkan beban tarifnya:
1. Komoditas dengan Tarif 19% (Hasil Negosiasi)
Tarif ini merupakan "angka kemenangan" Indonesia karena sebelumnya terancam tarif universal sebesar 32% atau lebih tinggi. Komoditas yang masuk kategori ini umumnya adalah produk manufaktur dan olahan:
Tekstil dan Produk Tekstil (TPT): Pakaian jadi, benang, dan kain.
Alas Kaki (Sepatu): Terutama sepatu olahraga dan kasual yang memiliki pasar besar di AS.
Produk Elektronik: Komponen elektronik tertentu dan peralatan rumah tangga.
Produk Kayu dan Furnitur: Meja, kursi, dan dekorasi rumah berbahan kayu olahan.
Produk Karet: Ban kendaraan dan produk karet industri lainnya.
2. Komoditas dengan Tarif 0% (Bebas Bea Masuk)
Komoditas ini tetap mendapatkan tarif 0% karena masuk dalam skema pengecualian khusus, produk yang sangat dibutuhkan industri AS, atau bagian dari komitmen lingkungan:
Mineral Kritis (Nikel & Tembaga): Berkat komitmen perluasan izin Freeport, mineral ini dibebaskan dari tarif untuk mendukung rantai pasok baterai dan teknologi AS.
Produk Pertanian Mentah: Kopi, kakao (cokelat), dan rempah-rempah tertentu tetap bebas bea karena AS tidak memproduksi komoditas ini secara domestik dalam jumlah besar.
Minyak Sawit (CPO) Terverifikasi: Produk sawit yang memenuhi standar keberlanjutan tertentu mendapatkan akses bebas tarif sebagai bagian dari kesepakatan energi.
Alat Kesehatan: Beberapa jenis alat kesehatan dasar yang dibutuhkan untuk stabilitas sistem kesehatan di AS.
Dampak Putusan Mahkamah Agung AS
Dengan adanya putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif tinggi Trump dan menetapkan tarif global baru di angka 10%, posisi Indonesia menjadi cukup pelik:
Sisi Negatif: Jika negara lain (saingan Indonesia) hanya dikenakan tarif 10% oleh MA, maka produk manufaktur Indonesia dengan tarif 19% akan menjadi kurang kompetitif di pasar AS.
Sisi Positif: Untuk komoditas tarif 0%, Indonesia tetap memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain.
Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya melakukan re-negosiasi agar angka 19% tersebut bisa diturunkan mengikuti standar tarif global 10% yang baru saja diputuskan oleh pengadilan Amerika
Situasi hukum di Amerika Serikat memang sedang mengalami guncangan besar per Februari 2026. Berdasarkan fakta terbaru, terjadi pertentangan antara kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan keputusan Mahkamah Agung (MA) AS.
Berikut adalah penjelasan mengenai kebingungan tarif tersebut dan bagaimana posisi Indonesia:
1. Putusan Mahkamah Agung AS (20 Februari 2026)
Tarif Dibatalkan: MA AS secara resmi membatalkan tarif global yang diberlakukan Trump karena dianggap melampaui wewenang presiden (menggunakan undang-undang IEEPA tanpa persetujuan Kongres).
Ganti Rugi/Refund: Ada potensi pemerintah AS harus mengembalikan dana tarif yang telah dipungut dari para importir. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp2.950 triliun hingga Rp3.000 triliun ($175–$200 miliar), bukan $3.000 triliun USD (yang merupakan angka yang mustahil secara ekonomi).
Langkah Balasan Trump: Menanggapi putusan MA, Trump langsung beralih menggunakan dasar hukum lain (Section 122) untuk menetapkan tarif global sementara sebesar 10% hingga 15% bagi semua negara guna menutupi kekosongan hukum tersebut.
Instagram
Instagram
+6
2. Posisi Indonesia: Perjanjian Khusus vs Tarif Global
Indonesia berada dalam posisi yang unik karena baru saja menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Trump tepat sebelum putusan MA keluar:
Status Perjanjian 19%: Secara diplomatik, Indonesia masih memegang perjanjian tarif 19% (turun dari 32%) yang telah disepakati oleh Presiden Prabowo dan Trump.
Risiko "Double Tariff": Muncul ketidakpastian apakah tarif global baru (10-15%) akan ditambahkan di atas tarif 19% tersebut. Jika ditumpuk, ekspor Indonesia bisa terkena beban hingga 34%, yang justru lebih buruk daripada sebelum negosiasi.
Respon Pemerintah: Presiden Prabowo dan Menteri Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan dan meminta AS tetap menghormati pengecualian tarif bagi komoditas utama seperti minyak sawit, kopi, dan kakao.
The New York Times
The New York Times
+3
3. Apa yang Diikuti Indonesia?
Mengutamakan Perjanjian Bilateral: Indonesia akan tetap menekan pemerintah AS untuk menjalankan perjanjian 19% karena itu adalah komitmen resmi antar-negara (G-to-G).
Memantau Dinamika AS: Indonesia tidak bisa "memilih" mengikuti MA atau Trump, melainkan harus menunggu bagaimana pemerintah AS (eksekutif) menyesuaikan aturannya dengan putusan pengadilan (yudikatif) di sana.
Reuters
Reuters
Kesimpulan untuk Investor:
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian tinggi yang dapat membuat IHSG tetap fluktuatif. Jika tarif global 10% dari MA benar-benar menggantikan tarif tinggi Trump secara luas, ini bisa menguntungkan ekonomi dunia secara umum, namun bagi Indonesia yang sudah terlanjur "membeli" tarif 19% dengan konsesi besar, situasi ini justru merugikan secara strategis.
Public Citizen
Public Citizen
+1
--------
Analisis keuntungan jangka panjang bagi Indonesia dalam kesepakatan dengan Trump (ART 2026) harus dilihat secara seimbang antara akses pasar ekspor dan kedaulatan sumber daya alam.
Berikut adalah hitung-hitungan dampaknya:
1. Sisi Ekspor: Untung atau Rugi?
Secara akumulatif, untuk jangka panjang, posisi Indonesia berada pada "Keuntungan yang Berisiko":
Keuntungan (Tarif 0%): Sektor pertambangan (Nikel & Tembaga) dan perkebunan (Kopi & Sawit) akan sangat diuntungkan. Indonesia menjadi pemasok utama yang kompetitif di pasar AS. Ini memberikan kepastian pendapatan negara yang besar.
Kerugian (Tarif 19%): Untuk sektor manufaktur (Sepatu & Tekstil), tarif 19% sebenarnya cukup berat.
Jika negara pesaing (seperti Vietnam atau India) berhasil mendapatkan tarif 10% melalui keputusan Mahkamah Agung AS, maka produk manufaktur kita akan kalah saing di pasar Amerika.
Kesimpulan Ekspor: Indonesia untung di bahan mentah, tapi terancam rugi di produk jadi (industri kreatif/pabrik).
2. Sisi Poin Perjanjian (Kontrak): Dampak bagi Rakyat
Beberapa poin dalam kontrak ART 2026 memiliki konsekuensi langsung bagi masyarakat:
A. Sektor Pertambangan (Freeport-McMoRan)
Dampak: Perpanjangan izin tambang memberikan kepastian kerja bagi ribuan buruh di Papua dan royalti bagi negara.
Risiko bagi Rakyat: Eksploitasi sumber daya yang lebih masif dapat meningkatkan risiko kerusakan lingkungan jika pengawasan tidak ketat.
B. Komitmen Impor Energi senilai $15 Miliar
Dampak: Memastikan pasokan energi nasional aman jika terjadi perang di Timur Tengah.
Risiko bagi Rakyat: Ketergantungan pada impor energi dari AS dapat membuat harga energi domestik terikat pada kurs Dolar dan harga pasar AS, yang bisa membebani daya beli jika Rupiah melemah.
C. Investasi $10 Miliar untuk Infrastruktur
Dampak: Pembangunan jalan, pelabuhan, dan pabrik baru dapat menciptakan lapangan kerja massal bagi rakyat Indonesia dalam 5–10 tahun ke depan.
3. Kesimpulan Akhir
Secara Strategis (Negara), Indonesia Untung karena mendapatkan perlindungan politik dan kepastian pasar di tengah ketidakpastian perang global. Namun secara Sosial (Rakyat), ada harga yang harus dibayar berupa ketergantungan ekonomi yang lebih kuat pada kebijakan Amerika Serikat.
Jika perang Iran-Israel terus memanas, perjanjian ini akan menjadi "pelampung" bagi Indonesia agar ekonomi tidak tenggelam, meskipun tarif 19% tersebut masih menjadi beban bagi para pengusaha tekstil dalam negeri.
---------
Berdasarkan analisis data terbaru per Februari 2026, berikut adalah perbandingan potensi keuntungan dan kerugian Indonesia serta emiten IHSG yang terdampak dalam jangka panjang:
1. Analisis Akumulasi: Untung atau Rugi?
Secara keseluruhan, Indonesia berada dalam posisi "Untung secara Strategis" namun "Rugi secara Industri Manufaktur".
Potensi Untung (Sektor Komoditas & Mineral):
Pembebasan tarif (0%) untuk 1.819 produk (termasuk nikel, tembaga, sawit, kopi, dan kakao) diproyeksikan menambah nilai ekspor hingga US$ 9,4 miliar pada tahun 2026.
Akses nikel dan tembaga ke AS tanpa tarif memberikan keunggulan mutlak bagi program hilirisasi nasional karena AS sangat membutuhkan mineral ini untuk industri baterai dan teknologi mereka.
Potensi Rugi (Sektor Manufaktur):
Tarif 19% pada sektor tekstil, alas kaki, dan furnitur membuat produk Indonesia berisiko kalah saing. Jika Mahkamah Agung AS menetapkan tarif global baru yang lebih rendah (misal 10%), maka tarif 19% hasil perjanjian Trump justru menjadi beban tambahan yang membuat produk kita lebih mahal dibanding negara pesaing.
https://cutt.ly/vtEjCAFD
https://cutt.ly/DtEjCA5O
+3
2. Emiten IHSG yang Terdampak Kerugian Jangka Panjang
Emiten yang sangat bergantung pada pasar ekspor AS dengan nilai tambah manufaktur tinggi (terkena tarif 19%) paling berisiko mengalami penurunan kinerja:
Sektor Tekstil & Garmen:
PT Pan Brothers Tbk (PBRX): Meskipun memiliki MoU dengan perusahaan AS, beban tarif 19% tetap menekan margin keuntungan jangka panjang.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL): Masih dalam tekanan restrukturisasi dan kerentanan terhadap biaya ekspor tinggi.
Emiten Tekstil Lainnya: SSTM dan emiten garmen kecil lainnya yang memiliki eksposur pasar AS tinggi.
Sektor Alas Kaki & Manufaktur Lainnya:
PT Indospring Tbk (INDS) dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP): Tercatat mengalami penurunan harga saham signifikan akibat kekhawatiran tarif AS.
Sektor Furnitur: Emiten kayu olahan yang tidak masuk dalam daftar pengecualian tarif 0%.
ICIS
ICIS
+2
3. Emiten $IHSG yang Diuntungkan (Tarif 0%)
Sebaliknya, emiten di sektor ini berpotensi menjadi motor penggerak IHSG:
Nikel & Tembaga: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Vale Indonesia Tbk ($INCO), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diuntungkan oleh tarif 0% dan kenaikan proyeksi harga nikel global ke level $17.200 per ton.
Agribisnis: Emiten sawit seperti PT Astra Agro Lestari Tbk ($AALI) dan emiten kopi/kakao karena pembebasan bea masuk.
Reuters
Reuters
+2
4. Apakah Perjanjian Ini Merugikan Rakyat?
Keuntungan bagi Rakyat: Pembukaan lapangan kerja di sektor tambang dan kepastian pasar bagi jutaan petani sawit, kopi, dan kakao (sekitar 4 juta pekerja terdampak positif).
Kerugian bagi Rakyat: Penghapusan 99% hambatan tarif bagi produk AS ke Indonesia dapat memicu banjir barang impor (seperti produk pertanian atau manufaktur AS), yang berpotensi menekan pengusaha lokal dan mengancam lapangan kerja di industri manufaktur domestik.
Instagram
Instagram
+1
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $INCO (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 7900
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 7700 – 8100
- Stoploss: < 7400
- TP1: 8500
- TP2: 9000 – 9800
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing INCO masih memungkinkan lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 7200 – 7400
- Stoploss: < 6900
- TP1: 8100
- TP2: 8800 – 9800
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 8300 dengan volume besar
- Stoploss: < 7700
- TP1: 9000
- TP2: 10000 – 11000
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 8300 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 7200 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Nyangkut bukan salah, tapi diam tanpa rencana itu bahaya. Sebutkan sahamnya Boss, kita atur langkahnya. $DATA $KBAG
ANALISA SAHAM $AVIA
Harga Sekarang: Rp 440
Zona Area Beli Aman:
Rp 415 – 425
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 400
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 450 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 450 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 480
• TP2 = Rp 510 – 540
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 415, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor consumer goods (cat & bahan bangunan), karakter defensif namun tetap sensitif terhadap volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $MIKA $INCO
Saham² yang kemaren masuk ke Screener BSJP, apakah senin mampu tampil manggung? DYOR ya.
Mampir Aja.
$INCO $MSIN $COCO
$INCO Memang belum ada yang menghasilkan Nikel Murni (Pure Nikel) 99% di indonesia, tetapi paling mendekati ya itu NIKEL MATTE dengan kadar 55%-78%,
Nickel matte mempunyai komposisi kimia 78-80 persen Ni, 0,5-1,2 persen Co, dan 18-20
persen.
Nikel matte termasuk salah satu nikel kelas 1 yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
DYOR
RANDOM TAG
@
@HRUM
@MBMA
@DKTF
@NCKL

$INCO akan melanjutkan tren bullish yang menguat. Saat ini INCO berada pada fase uptrend jangka panjang yang solid.
Momentum jangka pendeknya cukup kuat ditandai dengan kijun-sen menghadap ke atas dan adanya penebalan awan bullish kumo, yang divalidasi oleh chikou span menuju ke atas.

$INCO $BNBR $ENRG
Trading Idea (TRID ) -- Saham Ready To Rally & GO
on my trading view : mywahyudi
https://cutt.ly/ytEahpQH
chart ada di channel..

$JAYA $INDS ini tel LQ45 3 bulan bisa ko 100% kamu bisa tenang dalam bekerja ketika manaruh uangmu di emiten yang fundanya jelas. Stop halu diemiten sampah brother ritel ku.😘 kalo udah waktunya mau x1 ke x2 ke ya akan terjadi. $INCO

Kenapa emiten smelter seperti $INCO, $MBMA, dan NCKL lebih ramai transaksinya? Selain karena kapitalisasi pasarnya besar, tentu karena ada narasi hilirisasi di belakangnya. Ada cerita baterai, kendaraan listrik, downstream, value added, dan berbagai sentimen yang memang menarik bagi pasar.
Sementara emiten pure penambang seperti $DKFT, NICL, IFSH, NICE sering kali dipandang kurang menarik. Banyak yang beranggapan, “hanya jual ore, tidak punya smelter, tidak hilirisasi, berarti kurang prospektif.”
Apakah pandangan itu salah? Tidak juga.
Jika konteksnya tahun 2010–2020, saya pun masih bisa memahami pola pikir tersebut. Pada masa itu jumlah smelter masih terbatas, integrasi menjadi keunggulan kompetitif yang jelas, dan perusahaan yang melakukan hilirisasi memang terlihat lebih visioner.
Namun kondisi saat ini sudah berbeda.
Smelter di Indonesia jumlahnya sudah sangat banyak, dan tidak semuanya terintegrasi dengan tambang sendiri. Banyak yang murni perusahaan pengolahan dan tetap membutuhkan pasokan dari penambang lokal. Artinya, ketika jumlah smelter bertambah dan kebutuhan ore meningkat, maka posisi tawar justru berada di pihak yang memiliki cadangan dan produksi ore.
Karena itu, menurut saya narasi “tidak punya smelter berarti tidak prospektif” sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi industri saat ini.
Lalu kapan emiten seperti DKFT akan kembali dilirik?
Perkiraan saya, biasanya momentum itu muncul ketika mulai ada bocoran atau rilis laporan keuangan. Pada akhirnya, yang mampu mengubah persepsi bukan sekadar narasi hilirisasi, melainkan angka. Jika nanti terlihat bahwa margin penambang justru lebih tinggi dan arus kas lebih sehat, pasar bisa mulai menyadari bahwa tidak selalu perusahaan terintegrasi yang paling diuntungkan.
Tidak semua yang membawa label hilirisasi otomatis paling menguntungkan. Dalam kondisi tertentu, justru penambang yang menikmati margin lebih baik.
Namun ini hanya cara saya membaca situasi. Silakan masing-masing melakukan analisis sendiri.
Tulisan terakhir di bulan ini sebelum liburan.
Setelah melewati 4 siklus bursa (4tahun), bisa dibilang skr saya sudah mulai paham selak beluk bursa ini. Mulai dari kebusukan bursa ini, behavior market, saham2 seperti apa yg banyak dimainkan bandar kunyuk, saham2 apa yang layak dibeli, kapan saat beli yg paling baik, kapan menanam, kapan menuai, kapan bertahan dan menunggu, kapan harus CL mengakui kesalahan.
Tau apa yg kita beli. Tau valuasi aslinya. Tau diri sendiri tipenya seperti apa dlm berinvestasi. Tau keunggulan diri sendiri dan kelemahan diri sendiri. Tau siapa2 saja yg boleh didengarkan opininya dan siapa2 saja yg hrs kita mute atau dianggap noise. Dan tentunya jg tau orang2 seperti apa yg hrs kita block krn jika dibiarkan hanya akan menguras energi kita.
Semuanya akan sy tulis di halaman streamku pribadi scr bertahap seiring dengan berjalannya waktu. Hanya untuk jejak digital pribadiku sih. Tapi feel free jika mau mengintip sedikit2. Comment seperti biasa akan saya tutup krn saya malas meladeni buzzer2 dan org2 toxic yg hanya menguras energiku.
Semangat juga untuk yg baru masuk dan menyicipi bursa ini. You gotta feel the hell and endure it for the next few years until you become the real investor with outstanding investor mindset and consistency result in portfolio.
Happy holiday ! Cheers 🥂
$ADRO $INCO $HRTA
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 8.211,305, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Jumat (27/2/2026) berakhir di level 8.235,485, naik 0,222 poin (0,00%) dari penutupan Kamis (26/2/2026) di level 8.235,262.
IHSG selama bulan Februari 2026 (02-27 Februari) men...

stockwatch.id

IHSG minggu ini ditutup melemah tipis -0.44% di angka 8,235.49, dan secara bulanan ditutup melemah -1.13% - penutupan yang cukup baik setelah sempat menyentuh low 7,712.35
Noteable stock sepanjang beberapa waktu terakhir masih di group trio metal - ANTM TINS INCO, group om boy x saratoga - adaro alamtri merdeka ADRO ADMR AADI MDKA MBMA EMAS - saham related dengan gold, gold mining, metal mining, energy, oil and gas, coal sebagian dari grup yang sudah disebutkan diatas, dan juga saham dari group sinarmas dan astra - NCKL HRTA ARCI INDY TKIM INKP MEDC ELSA PGAS AUTO TAPG
==========================================================================================================
EOD-27/02/2026
Saham yang baru keluar signal Strong Uptrend hari ini
A>>$INCO,ENRG,PGAS,
B>>$TAPG,$AUTO,LPKR,
C>>WMUU,INPS,JRPT,TOTO,SPTO,UCID,
Saham yang baru keluar signal Uptrend hari ini
A>>-
B>>-
C>>GRPH,MCOL,EPMT,
Saham yang baru keluar signal *Potential Reversal/ Early Move/ Bottoming/ SOS* hari ini
A>>BRMS,
B>>ESTA,ASPR,NOBU,VISI,DKFT,DGWG,RUIS,DMAS,MPXL,DSNG,
C>>SKLT,UNSP,BAPI,TARA,HADE,MGNA,MIRA,DIGI,IDPR,VRNA,BTPN,CBUT,DEPO,CSAP,ENAK,EKAD,APII,CCSI,CEKA,EMDE,MUTU,GHON,BHIT,SUNI,VINS,WINR,KSIX,MSTI,
Saham yang baru keluar signal Downtrend hari ini
A>>PGEO,BBCA,PTRO,AMRT,
B>>SMGA,TRIN,PGUN,JATI,INAI,
C>>TRJA,SEMA,MBAP,TYRE,PNGO,EAST,MCOR,SMDM,URBN,BINA,APLI,BRNA,DEWI,UFOE,PUDP,SHIP,LAND,INCF,
Saham yang baru keluar signal Strong Downtrend hari ini
A>>ICBP,
B>>MIKA,INTP,MMLP,PACK,
C>>CMNT,WAPO,RCCC,PGJO,MEDS,IBST,
Stock closed at Highest YTD dan ATH (Sort by +)
MSIN,WMUU,GRPH,INCO,OMRE,EURO,INPS,AGII,TAMA,ENRG,GGRM,TAPG,PPRO,TIRT,OMED,AUTO,IDPR,PGAS,TINS,ERAA,JRPT,TOTO,POWR,TCPI,ITMG,BFIN,HRTA,BSML,SPTO,ELSA,LPIN,TKIM,MSJA,STAR,
Saham ARA:
MTFN,UNSP,OMRE,ABDA,EURO,INPS,JGLE,COCO,TAMA,KOIN,BAPI,TARA,HRME,IKAI,PBRX,NAYZ,ELTY,TAMU,HADE,VIVA,NASA,WINR,PPRO,MIRA,QMI,TAMA,ISAP,PPRO,MIRA,MTFN,KREN,