6,075

-125

(-2.02%)

Today

38.13 M

Volume

40.23 M

Avg volume

Company Background

PT Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, kami menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit). Nikel yang kami hasilkan diekspor seluruhnya kepada Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (Jepang) dalam kontrak khusus jangka panjang yang dijalin kedua perusahaan tersebut. Beroperasi dalam naungan Kontrak Karya yang telah diamandemen pada 17 Oktober 2014 dan berlaku hingga 28 Desember 2025 dengan luas konsesi seluas 118.017 hektar meliputi Sulawesi Se... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@syidddd itu ada 1 yg uni gak jauh dari $SUPA sama $INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sapa senja (BSJP) beli sore jual pagi $INCO

TP 3%

Sl -2%


Disclaimer on

👉FOLLOW untuk watchlist senja closing harian

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUMI besok bersiaplah 🚀🚀🚀

tag $INCO $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO Vale Indonesia (INCO) Ajukan Revisi RKAB 2026: Demi Smelter Pomalaa & Bahodopi https://cutt.ly/TtTg6iGU

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO yuk masuk sebelum terlambat

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada perdagangan terakhir. Tekanan jual investor asing turut membebani pergerakan indeks.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG pada perdagangan Jumat (06/3/2026) ditutup di level 7.585,687. Indeks turun ...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO Guys laporan keungan Q4 2025 akan keluar dalam waktu dekat, issue nya sih Jumbo. Jadi ambil posisi terbaik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO target revisi berhubung perang masih lanjut… menuju 4000

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO hayo siapa kmren yg minta 5800 udah tembus lho hehehe , serok ga ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Industri nikel terutama yang smelternya HPAL dan produksi MHP sedang diujung jurang

Lebih dari 75% impor sulfur Indonesia di 2025 berasal dari Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz bikin sumber bahan baku utama untuk proyek MHP Indonesia akan terputus

Sulfur juga menyumbang lebih dari 40% biaya produksi MHP per Januari 2026, dan kenaikan harga sulfur yang langka akan menekan margin pemasukan perusahaan nikel juga

Diskon gak sih?
$NCKL $HRUM $INCO

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO distribusi guys inco jangan masuk dlu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO Terima kasih Bapak/Ibu Emiten Owners & Market Makers untuk profit selama saya hold sejak 21 November 2025. Saya exit TP periode ketiga dan terakhir.
Sangat senang berhubungan dengan perusahaan anda, semoga di lain kesempatan pada waktu yang baik bisa trading kembali.
Berkah Dalem.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO memancing ritel masuk, trus diguyur😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO
cabut ahh, bulan ini akan main di 4 rebuan😭😭😭😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

guys ada kemungkinan gak saham $INCO turun lebih dalam dari 5,200??
random tag $PTRO $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

guys ada kemungkinan gak saham $INCO turun lebih dalam dari 5,200??

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026), setelah IHSG ditutup turun 1,62 persen ke 7.585 pada akhir pekan lalu.
Pada pedagangan akhir pekan lalu, gerak indeks disertai dengan net sell asing Rp308 miliar. Saham yang paling banyak dijua...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) di sejumlah saham berkapitalisasi besar selama periode 2-6 Maret 2026. Tekanan jual ini terjadi di tengah koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 7,89% ke level 7.585,69 pada akhir ...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Per pagi Ini Komoditas energi tembus ATH yang sama sekali ga logis menurutku secara Pribadi 🥲

Banyak Indeks Global yang terdampak seperting Jepang yang hampir minus 7%, Australia yang hampir 4% dan lain sebagainya.

Negara negara yang survive saat ini adalah negara negara yang memiliki sumber daya energi melimpah seperti Rusia, Argentina dan Saudi Arabia

Besar kemungkinannya bahwa $IHSG akan terguncang kembali 😞

Untuk Prediksuku terkait $INCO dan $MINA tampaknya akan terjadi delay kembali…..

Baru juga bulan ke 3 Ditahun 2026, masalah sudah dimana mana dari mulai Msci sampai dengan PD III


Goodluck buat kalian !

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

artinya apa bang Messi

#rantag
$AMMN $INCO $BRMS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Harga mereka pernah menggila pada masanya 😅 semoga 2026 kembali menggila wkwk

$BUMI $TINS $INCO

30-40 persen Biaya Smelter RKEF disumbang oleh biaya bahan bakar Batubara (PLTU Captive). Pengetatan Kuota Batubara akan menaikkan cost produksi Smelter RKEF.

Smelter Nikel bukan termasuk penerima DMO Batubara (DMO = harga beli dikunci di batas atas tertentu) sehingga harga beli mengikuti harga pasar (yang akan rally naik).

$HRUM yang punya tambang batubara jelas unggul disini.

$NCKL $INCO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Analisa Terakhir ku terkait PT Vale Indonesia ada di awal Januari dimana pada saat itu ku sampaikan kalau Harga Strategis INCO seharusnya ada dikisaran 7.000-an atau naik sekitar 35% dari harga saat itu ....

Sedikit Update dari analisa PT Vale Indonesia
IDX Code : $INCO

Dampak dari ketegangan Geopolitik benar benar terasa sangat berat dirasakan oleh INCO terlebih lagi dampak dari kebijakan dan pertimbangan-pertimbangan yang ada semakin membuat Disforia terhadap saham INCO. INCO merupakan perusahaan pertambangan Nikel yang sangat besar dan fundamental yang saya golongkan sebagai Fundamental premium dimana Libalitas nya sangat terkontrol dibandingkan asetnya yang massive serta beberapa penerapan proyeksi strategis yang ada membuat saya yakin kala itu kalau INCO berpotensi naik sekitar 35% pada harga awalnya di 5.100an, namun belakangan terjadi goncangan yang cukup berat yang jika dibiarkan secara berkepanjangan berpotensi merusak dan membebani INCO serta berpotensi untuk menurunkan kualitas fundamental-nya.

Seperti yang kita ketahui bahwa INCO merupakan perusahaan pertambangan yang dominan menggunakan Energy untuk beroperasi, sementara jika kita melihat secara Makro dimana selat Hormuz diblokade yang berarti ada potensi keterbatasan energy dan peningkatan harga yang ada dapat menyebabkan dampak negatif terhadap operasional INCO sendiri yang pastinya juga berdampak paling tidak sampai dengan Quartal 1 Tahun 2026 ini.

Namun secara keseluruhan seharusnya INCO masih memiliki potensi yang cukup untuk bertahan dari sitauasi dan kondisi yang ada, walau akan membebani Fundamental Q1 2026 tidak bisa dipungkiri bahwa Kekuatan terbesar dari INCO sendiri berada pada "Tangannya" yang tidak berharap dari aspek luar seperti hutang dan pinjaman sejenis yang berarti ada Kemampuan telak dibagian "Operasional".

Sejauh ini Inco telah turun sejauh 22% dari ATH nya di 7.900 tanpa perlawanan berarti, secara konsisten turun selama 5 hari berturut turut. Dalam 2 hari terakhir sepertinya AK masuk dan mencari ancang-ancang yang cukup Strategis dimana mereka berhasil mengamankan harga atas lalu melakukan akuisis berkelanjutan pada tanggal 05 Maret sd 06 Maret ini dengan total Valuasi sebesar 24.9 Miliar Rupiah pada Average 6.358, diikuti oleh Verdhana pada posisi ke-2 Net Buy dengan total valuasi 18.7 Miliar rupiah pada Average 6.400.

Pendekatan pada analisa Inco ini sangat jauh berbeda dari pendekatan analisa saya pada umumnya seperti pada $BULL atau $BUMI yang diakibatkan oleh Karakteristik sahamnya yang sudah jelas berbeda.

Pendekatan ini lebih keranah Harga Strategis dibandingkan Harga atas untuk proses distribusi.

Mengingat Average para Broker yang cukup berpotensi ini ada sedikit lebih tinggi dari Closing dan Area Support serta psikologi kuat diangka 6.100 an yang semakin memperkuat potensi INCO untuk terjadinya Rebound ke areal Resistance terdekatnya diangka 6.850 dimana jika Operasional Q1 2026 Inco sendiri berhasil diselamatkn baik melalui faktor internal maupun Externah searusnya Potensi untuk melakukan Break out selanjutnya jadi semakin besar.

Karakteristik saham Inco sendiri sangat terikat kuat pada Fundamentalnya bukan batas harga psikologi Distribusi dan akuisisi sehingga ranah nya jauh lebih ke arah Investasi ketimbang Trading.

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

RI Bukan Lagi Negara Berkembang? Triliunan Dolar Siap Masuk! 🇮🇩

Gak main-main, Indonesia lagi transisi besar-besaran lewat Danantara. Kita bukan cuma jualan tanah air lagi, tapi jualan "pilar keamanan global". Dari nikel buat panci, sekarang jadi bahan baku rudal hipersonik dan jet tempur siluman! 🚀

Gimana efeknya ke portofolio kita? Cek bedah tuntasnya di sini:
https://cutt.ly/etTrK1Lm

$ANTM $INCO $MBMA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO juga menarik tuh bang 🤨

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO $MBMA $NCKL https://cutt.ly/UtR37D0M

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dari Limbah Jadi Harta Karun: Kenaikan Nilai Tambah Sampai 1.500x Lipat! 💎

​Tahu nggak kalau Indonesia sekarang punya "Pasukan Bakteri" buat nambang logam langka dari limbah?. Bukan cuma itu, teknologi HPAL kita bisa lipat gandakan nilai biji nikel jadi bahan baku baterai premium sampai 250 kali lipat!

​Ini bukan lagi soal pertambangan tradisional "gali-muat-jual", tapi soal transformasi kimiawi. Siapa emiten yang paling siap dengan teknologi ini?

​Cek detail teknologinya di video ini: https://cutt.ly/BtR1NsjV

​Tag: $MBMA $NCKL $INCO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO

### Analisa Lengkap Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) adalah perusahaan pertambangan nikel terintegrasi di Indonesia, fokus pada penambangan nikel laterit dan produksi nikel matte dengan kapasitas tahunan sekitar 75.000 metrik ton. Operasi utama di Blok Sorowako, Sulawesi, dengan ekspor utama ke Jepang melalui kontrak jangka panjang dengan Sumitomo Metal Mining. Kontrak Karya berlaku hingga Desember 2025, dengan luas konsesi 118.017 hektar. Pada Maret 2026, perusahaan sedang transisi ke proyek downstream seperti High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa dan Bahodopi untuk mendukung rantai pasok EV global. Harga saham saat ini sekitar 6.200-6.750 IDR (berdasarkan data terbaru dari pasar terbuka pada awal Maret 2026), dengan fluktuasi akibat sentimen nickel price dan regulasi.

#### Analisa SWOT
Berdasarkan data industri dan kinerja perusahaan, berikut analisa SWOT untuk INCO:

- **Strengths (Kekuatan)**: Pengalaman operasional lebih dari 50 tahun di Indonesia, dengan produksi stabil dan kontribusi signifikan ke pendapatan negara melalui pajak dan PNBP. Tidak ada utang (debt-to-equity 0%), cadangan kas kuat ($496,3 juta), dan komitmen ESG tinggi (target IRMA-50). Proyek HPAL mendukung transisi ke teknologi rendah emisi, serta akses ke rantai pasok global EV melalui afiliasi dengan Vale Group. Penjualan bijih nikel baru (sekitar 2,5 juta WMT target 2025) menambah diversifikasi pendapatan.

- **Weaknesses (Kelemahan)**: Ketergantungan tinggi pada harga nikel global yang rendah dan fluktuatif, menyebabkan margin tekanan (gross margin terdampak). Biaya operasional tinggi akibat impor sulfur (biaya terbesar di smelter HPAL), yang naik karena isu geopolitik seperti penutupan Selat Hormuz. Produksi dan penjualan nikel menurun secara historis, dengan EBITDA rendah ($219,56 juta) dan interest coverage negatif (-1,8).

- **Opportunities (Peluang)**: Pertumbuhan demand nikel untuk baterai EV, dengan proyek HPAL di Morowali dan Pomalaa yang mendekati penyelesaian (potensi naik 30% nilai). Persetujuan RKAB 2026 memastikan kelanjutan operasi dan investasi downstream. Ekspansi ke bisnis unit baru (Sorowako, Bahodopi, Pomalaa) dan efisiensi OPEX/CAPEX bisa tingkatkan profitabilitas. Prediksi CAGR revenue 24-28% dan earnings 73% dalam 3 tahun ke depan.

- **Threats (Ancaman)**: Volatilitas harga nikel rendah mempengaruhi cash flow. Pemotongan kuota tambang RKAB hingga 70% (dari pengajuan), lebih parah dari rata-rata nasional 30%, memukul smelter HPAL. Regulasi pemerintah (alih smelter ke RKEF), tekanan jual asing (net sell Rp210 miliar baru-baru ini), dan risiko geopolitik/ekonomi global seperti fluktuasi forex dan suku bunga. Kompetisi dari peers seperti NCKL dan MBMA.

#### Analisa Neraca (Balance Sheet)
Neraca INCO menunjukkan posisi keuangan yang solid per akhir 2025/awal 2026. Total aset $3,2 miliar, terdiri dari aset tetap (pertambangan) dan cadangan kas/short-term investments $496,3 juta. Liabilities hanya $491,2 juta, mayoritas kewajiban jangka pendek seperti pajak dan supplier. Equity pemegang saham $2,8 miliar, mencerminkan neraca yang sehat dengan ROE 2,16% (rendah tapi stabil). Rasio current ratio tinggi (aset lancar > liabilities), menandakan likuiditas baik. Tidak ada utang jangka panjang signifikan, sehingga neraca tahan terhadap shock.

#### Analisa Hutang (Debt)
INCO memiliki struktur hutang yang minimalis, dengan total debt $0 dan debt-to-equity ratio 0%. Enterprise value $68,96 triliun IDR, tapi tanpa beban bunga signifikan (meski interest coverage -1,8 karena EBIT rendah $51,4 juta). Ini membuat perusahaan tahan terhadap kenaikan suku bunga atau kredit ketat. Namun, ketergantungan pada ekuitas dan cash flow internal bisa membatasi ekspansi cepat jika nickel price tetap rendah. Secara keseluruhan, analisa hutang positif, dengan solvabilitas tinggi (melewati semua kriteria health check 6/6).

#### Analisa Modal (Equity)
Modal ekuitas kuat di $2,8 miliar, dengan price/book ratio 1,05 (menandakan saham dihargai wajar relatif terhadap aset bersih). ROE rendah di 2,16%, tapi diproyeksikan naik ke 9,5% dalam 3 tahun berkat growth proyek. Dividen yield 0,84%, menarik untuk investor jangka panjang. Struktur kepemilikan didominasi MIND ID (holding pertambangan Indonesia) dan Vale Group, memberikan stabilitas tapi potensi intervensi regulasi. Ekuitas mendukung investasi CAPEX tanpa dilution signifikan.

#### Analisa Rugi-Laba (Income Statement)
Laporan rugi-laba menunjukkan tantangan jangka pendek tapi potensi recovery. Revenue historis menurun (CAGR -2% dalam 13 tahun), tapi diproyeksikan naik 24-28% per tahun ke depan. EBIT $51,4 juta, dengan EBITDA $219,56 juta. Profitabilitas tertekan (trailing P/E 73,59, tinggi karena earnings rendah), tapi gross margin positif dari penjualan bijih baru. Net income dipengaruhi fluktuasi nickel price, dengan EPS forecast naik 73,7%. Enterprise value/revenue 4,34, menandakan valuasi premium meski profitability on track untuk 2025-2026.

#### Analisa Risiko
Risiko utama termasuk volatilitas harga nikel rendah yang tekan revenue dan cash flow. Risiko operasional: Pemotongan kuota RKAB 70%, kenaikan biaya sulfur impor, dan penundaan proyek HPAL. Risiko eksternal: Fluktuasi forex, suku bunga, dan geopolitik (misalnya, pasokan sulfur dari Arab). Risiko pasar: Tekanan jual asing dan IHSG fluktuatif. Risiko regulasi: Transisi kontrak post-2025 dan kebijakan downstream. Secara keseluruhan, risiko sedang, tapi dimitigasi oleh neraca kuat dan dukungan pemerintah.

#### Harga Wajar/Nilai Intrinsik Dibandingkan Harga Saat Ini
Nilai intrinsik berdasarkan model DCF (Discounted Cash Flow) berkisar 3.234-4.498 IDR per saham (base case), dengan range 2.682-4.240 IDR. Dibandingkan harga saat ini ~6.200-6.750 IDR, saham overvalued 33-50%, menandakan potensi koreksi jika nickel price tidak rebound. Target analis rata-rata 6.810 IDR (upside 5-12%), dengan high 10.500 IDR jika proyek sukses. Valuasi tinggi (P/E 64-89x) relatif peers, tapi didukung growth forecast.

#### Kemungkinan Perusahaan Bangkrut
Kemungkinan bangkrut sangat rendah. Debt 0%, likuiditas tinggi (cash > liabilities), dan health check 6/6. Indikator seperti Altman Z-score tidak tersedia secara spesifik, tapi ROE positif, no major risks pada revenue/earnings growth, dan approval RKAB 2026 memastikan kontinuitas. Historis, perusahaan undervalued pada 2022 tapi stabil. Risiko utama dari nickel price collapse, tapi dengan aset $3,2 miliar dan dukungan holding, probabilitas <5% dalam 5 tahun.

#### Prospek 1-6 Bulan ke Depan
Prospek positif moderat, didukung approval RKAB 2026 yang pastikan operasi stabil dan investasi HPAL lanjut (penyelesaian proyek bisa dorong upside 30%). Harga nikel rendah tetap tekan, tapi rebound potensial jika demand EV naik. Analis forecast revenue/earnings growth tinggi, dengan target 6.810-10.500 IDR. Sentimen pasar campuran: Potensi rebound teknikal (break 6.500 IDR), tapi risiko jual asing dan kuota tambang. Dalam 1-6 bulan (Maret-Agustus 2026), ekspektasi sideways to up 5-15% jika no shock geopolitik, dengan fokus pada Q1 earnings release. Investor bisa pantau Elliott Wave untuk sinyal naik, tapi risk management krusial.

Read more...

ANALISA SAHAM $INCO

Harga Sekarang: Rp 6.200

Zona Area Beli Aman:
Rp 5.900 – 6.050
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 5.750
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 6.350 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 6.350 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 6.700
• TP2 = Rp 7.100 – 7.400

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 5.900, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• INCO saham sektor nikel yang biasanya bergerak mengikuti sentimen komoditas global dan sektor EV
• Breakout valid jika disertai volume meningkat

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $GOTO $ASPR

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy