7,475

-425

(-5.38%)

Today

11.73 M

Volume

37.43 M

Avg volume

Company Background

PT Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, kami menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit). Nikel yang kami hasilkan diekspor seluruhnya kepada Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (Jepang) dalam kontrak khusus jangka panjang yang dijalin kedua perusahaan tersebut. Beroperasi dalam naungan Kontrak Karya yang telah diamandemen pada 17 Oktober 2014 dan berlaku hingga 28 Desember 2025 dengan luas konsesi seluas 118.017 hektar meliputi Sulawesi Se... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🙏🏻 $INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO target ke 8500

Market Transaction - Jumat, 27 Februari 2026:

Top Accumulation
- INCO - BK, Avg 7.687
- $ENRG - IF, Avg 1.705
- ARCI - AK, Avg 1.858

Top Distribution
- BBCA - RX, Avg 7.191
- INDF - ZP, Avg 6.477
- BBNI - YU, Avg 4.414

Top Foreign Buy
- $INCO , Rp.144 B, Avg 7.660
- ANTM, Rp.82 B, Avg 4.337
- FILM, Rp.66 B, Avg 8.528

Top Foreign Sell
- BBCA, Rp.-580 B, Avg 7.190
- INDF, Rp.-511 B, Avg 6.466
- BBNI, Rp.-175 B, Avg 4.415

Top Retail Buy
- BBCA, Avg 7.199
- INDF, Avg 6.506
- $BUMI , Avg 255

Top Retail Sell
- INCO, Avg 7.578
- ENRG, Avg 1.701
- ADRO, Avg 2.338

Follow, Like, Komen, untuk mendapatkan update data Market Info dan Market Sesi 1 setiap hari. Note: Angka disebelah kode saham merupakan harga rata-rata penjualan / pembelian pada akhir perdagangan kemarin.

Sumber informasi pasar saham No. 1 di Indonesia: https://bit.ly/NgobrolSahamTele

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

yg masuk Jumat kemarin jangan lupa pasang SL dan TP
$INCO $ENRG $EMAS 💹

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO wait and see, apakah guncangan IHSG koreksi dalam atau sebaliknya? $ENRG $NCKL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ICON anak perusahaan ICON, PT. PATRA SUPPLIES & SERVICE yg bergerak di bidang ketering untuk remote area. ada $MEDC $INCO DOID, dan katanya ada AMMN juga. cmiiw

Iseng Screening Up Trend Bandarmology, DYOR
$INCO $SGER $AYAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ENRG $INCO

layak pantau untuk trading besok. dan semoga market mendukung 🤲
baca lebih lanjut : https://cutt.ly/vtEI0j8h

random tag : $BNBR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

📊 ANALISIS TEKNIKAL — $INCO (Daily)

1. Tren Utama 📈
Kondisi tren: Uptrend kuat
Struktur harga: Higher high – higher low
➡️ Bias: 🟢 Bullish continuation
📌 Breakout ke high baru dengan candle impulsif

2. Moving Average (MA) 📐
Posisi harga:
🟢 Di atas MA pendek
🟢 Di atas MA menengah
🟢 Di atas MA panjang
Susunan MA:
MA pendek > MA menengah > MA panjang
➡️ Alignment bullish lengkap
📌 Area 7.290–7.112 jadi support dinamis

3. Momentum ⚡
Bollinger Band:
Harga ekspansi ke upper band
➡️ Momentum sangat aktif
RSI:
±69
➡️ Bullish, mendekati overbought
MACD:
Histogram positif dan mulai melebar
➡️ Momentum naik berlanjut

4. Volume 📊
Volume meningkat saat breakout
➡️ Ada dorongan buyer kuat

5. Money Flow Index (MFI) 💰
MFI: ±67
➡️ Aliran dana masuk sehat
Belum ekstrem

6. Support & Resistance 🧱
🟢 Support:
7.685
7.290
7.112
🔴 Resistance:
8.200 (area psikologis)
8.500

7. Skenario Harga 🧭
🟢 Skenario bullish:
Bertahan di atas 7.685
➡️ Target 8.200–8.500
🟡 Skenario pullback sehat:
Retest 7.290–7.685
➡️ Lanjut naik jika volume mengecil
🔴 Skenario gagal:
Break <7.112
➡️ Struktur melemah

8. Strategi Entry 🎯
🟡 Buy on Weakness:
Buy: 7.290–7.685
SL: <7.112
TP: 8.200–8.500
🔵 Buy on Breakout (Konfirmasi):
Buy: close >8.200
SL: <7.685
TP: 8.500
🔴 Buy Agresif:
Buy: intraday breakout 7.900–8.000 dengan volume besar
SL: <7.500
TP: 8.300–8.500

9. Manajemen Risiko 🛡️
⚠️ Sudah mendekati area overbought
📉 Hindari kejar harga terlalu tinggi
✂️ Partial profit jika muncul rejection kuat di 8.200

10. Kesimpulan 🧠
🟢 $INCO dalam struktur bullish continuation kuat
📈 Selama bertahan di atas 7.290, bias tetap positif
🔑 Break 8.200 membuka ruang kenaikan lanjutan

DYOR

$IHSG

Read more...

$INCO mau ke 10K kah? atau 16K? posisi di R trendline tahunan dengan akumulasi masif

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🔬 STOCKBOT ANALYTICS

🔥 MARKET PULSE: $BSBK — PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
📅 Data per: 1 Maret 2026 | 🚦 Status: REVERSAL SETUP — FALLING WEDGE BREAKOUT WATCH 🔄🟡

⚡ STRATEGI STOCKBOT
REKOMENDASI: SWING — BUY ON WEAKNESS 🐢 (Pola Falling Wedge terdeteksi + Foreign Buy masif = setup reversal menarik, tapi butuh konfirmasi breakout)

⚔️ SKENARIO A: AGGRESSIVE MODE (Scalping / ODT)
Aktifkan hanya saat breakout upper falling wedge dengan volume harian ≥100M saham

🎯 Entry Trigger: Breakout dan close harian di atas Rp 70 dengan volume spike konfirmatif — ini garis upper wedge dinamis

📍 Buy Zone: Rp 64 – Rp 68
🏹 Take Profit Target 1: Rp 76–78 (resistance minor intraday, bungkus cepat)

🏹 Take Profit Target 2: Rp 85–90 (ARA ceiling, target proyeksi auto-pattern wedge terdekat)

🛑 Hard Stop (SL): Jebol Rp 62 close candle harian — area low Falling Wedge, jebol = pola gugur


🐢 SKENARIO B: STRATEGIC MODE (Swing / Reversal)
Aktifkan setelah 2–3 candle harian hijau beruntun mengonfirmasi demand di zona support wedge

🎯 Entry Logic: Akumulasi bertahap di support bawah Falling Wedge — manfaatkan tekanan jual ritel yang sudah mulai exhausted
📍 Buy Zone: Cicil di Rp 62 – Rp 67 (ARB floor Rp57 sebagai safety net terakhir)

🎯 Resistance Target 1: Rp 90 (ARA area + target wedge breakout terdekat — ambil sebagian modal)

🌕 Moon Target 2: Rp 100–110 (target proyeksi Falling Wedge penuh = bekas puncak Sep–Okt 2025)

🚪 Safety Exit: Close candle harian di bawah Rp 57 (invalidasi total, ARB batas bawah)


📰 INTELIJEN BERITA — Radar 2 Bulan Terakhir (Jan–Feb 2026)

🗞️ Headline Kunci:

[IMPACT: ⚠️ NIHIL SENTIMEN BARU] — Tidak ditemukan berita korporasi signifikan (RUPS, dividen, akuisisi) dari BSBK sepanjang Januari–Februari 2026. Manajemen sendiri menyatakan sejak Desember 2025: "Tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, pemegang saham utama tidak berencana mengubah kepemilikan"


[IMPACT: ⚠️ NETRAL-NEGATIF MAKRO] — "Kota Balikpapan Catat Deflasi 0,11% (mtm) pada Januari 2026" — sinyal daya beli lokal yang sedikit tertekan di area operasional utama BSBK


[IMPACT: ✅ POSITIF FUNDAMENTAL RESIDUAL] — "BSBK Targetkan Pendapatan Rp407 Miliar di 2025, Didukung Recurring Income dari e-Walk Mall & Pentacity Shopping Venue + Apartemen The Sapphire Rp500 Miliar" — konteks kinerja yang masih solid dan relevan


💡 Dampak Fundamental:
Secara korporasi 2 bulan terakhir, BSBK relatif sepi katalis baru — tidak ada dividen, rights issue, atau ekspansi besar yang diumumkan. Namun basisnya tetap solid: laba 2024 tumbuh 782,8% YoY menjadi Rp349,5 miliar dengan struktur utang yang sehat. BSBK adalah emiten recurring income dari mal dan properti komersial di Balikpapan, bukan saham spekulatif murni. Dengan tidak adanya aksi korporasi, pergerakan harga saat ini murni didorong oleh price action dan sentimen — dan di sinilah pola Falling Wedge menjadi sinyal terpenting. ⚠️ Risiko terbesar: proyek Apartemen The Sapphire bernilai Rp500 miliar belum ada update progres di 2026 — delay proyek bisa menjadi overhang negatif.

🔗 Korelasi Makro:
BSBK terikat pada tiga faktor makro utama: (1) Pengembangan IKN — meski progres fisik IKN melambat di era Prabowo, Balikpapan tetap mendapat spillover ekonomi sebagai kota penyangga; namun ketidakpastian IKN adalah bearish overhang untuk sentimen jangka menengah; (2) Suku Bunga BI — properti sensitif terhadap suku bunga; jika BI cut rate di 2026 akibat tekanan pertumbuhan, ini akan menjadi katalis positif signifikan untuk BSBK; (3) Geopolitik AS-Iran — dampak tidak langsung: jika konflik berlanjut mendorong inflasi global, BI mungkin tahan suku bunga lebih lama — ini headwind untuk sektor properti Indonesia secara keseluruhan.

📈 BEDAH TEKNIKAL — Chart & Price Action

📊 Tren Utama: DOWNTREND — DALAM FASE FALLING WEDGE (Potensial Reversal)
Pada timeframe harian, harga telah turun dari puncak ~Rp 115 (September 2025) ke Rp 67 — koreksi sekitar -42% dalam 6 bulan. Yang krusial: pola Falling Wedge terdeteksi secara otomatis dengan target breakout ke atas ~Rp 100 — pola ini adalah salah satu setup reversal paling reliable secara teknikal dengan probabilitas >60% breakout ke atas. Volume belakangan mulai susut di dalam wedge — ini adalah karakteristik klasik Falling Wedge yang sehat dan mendekati titik puncak kompresi.


🧱 Key Levels:

🟢 Support Kuat (Lantai 1): Rp 62–64 (low dalam Falling Wedge, terkonfirmasi demand berulang)


🟢 Support Darurat (Lantai 2): Rp 57 (ARB floor — zona di mana seller biasanya habis)


🔴 Resistance Terdekat (Atap 1): Rp 70–76 (upper wedge line + area konsolidasi)


🔴 Resistance Major (Atap 2): Rp 90–100 (target Falling Wedge + bekas support Okt 2025)


🕯️ Pola Candlestick & Volume:
Candle 27 Feb adalah bearish candle badan kecil (Open 69, High 69, Low 64, Close 67) — high sama dengan open menunjukkan seller mendominasi sejak awal sesi namun harga mampu recover dari low 64. Volume 57.7M terbilang normal, tidak ada capitulation spike — distribusi masih berlangsung namun dalam tekanan ringan. 🚨 Sinyal paling bullish tersembunyi: https://cutt.ly/rtEIiLUE 826.53M vs F.Sell 76.61M — asing membeli hampir 10x lebih banyak dari yang dijual! Ini adalah akumulasi asing yang sangat agresif dan tidak terlihat dari harga — biasanya mendahului reversal besar. RSI 46.22 hampir di zona netral, ruang naik masih ada. MACD -1/-1 nyaris datar — momentum bearish hampir habis, menunggu arah.

📝 KESIMPULAN TAKTIS:

"BSBK adalah jebakan bear yang sudah hampir selesai — Falling Wedge + akumulasi asing masif Rp826 miliar adalah kombinasi sinyal reversal yang terlalu kuat untuk diabaikan; cicil bertahap di 62–67, konfirmasi breakout di 70, dan biarkan target 100 bekerja sendiri."

⚠️ Disclaimer: Riset ini disusun oleh Algoritma StockBot. Analisis bersifat edukatif dan tidak merepresentasikan rekomendasi investasi resmi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. DYOR — Do Your Own Research.

$INCO $ESTA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

#DYOR !!
menarik untuk dipantau besok pagi si $AKRA karna ketegangan geopolitik Iran dan AS.

follow & support saya untuk info menarik berikutnya !

random tag
$RAJA $INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PART 2 - OPPORTUNITY DI SAAT KRISIS

Berikut ini dokumentasi beberapa saham komoditas yang naik signifikan dengan volume besar disaat krisis geopolitik Rusia-Ukraina pada 24 Feb 2022. Walaupun aktornya berbeda, polanya tetap sama: saham komoditas cenderung bullish setelah peristiwa geopolitik besar. Namun, perlu dicermati bahwa isu geopolitik saat ini berpotensi membuat harga minyak dunia melonjak karena terkait dengan Selat Hormuz, jalur yang dilewati 20–30% pasokan BBM global. Semakin panjang konflik geopolitik ini, maka semakin besar potensi kenaikan harga komoditas.

Tag $INCO $ADRO $MDKA

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO Gasskeunn

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bullish or Bearish?

$ANTM $MEDC $INCO

Perang makin jadi… sektor komoditas akan ketiban berkahnya…jumat kemaren udah pada borong..di $INCO tau2 BK borong banyak bgt di akhir2 sesi…jadinya ihsg gak jd junam…semoga ajalah..😊

$MEDC $TINS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TINS $INCO timah dan nikel 🚀🚀

$BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Itu juga alasan kenapa hari Jumat tanggal 27 Februari kemarin di sesi 2 market ada banyak inflow. $MDKA $INCO $ANTM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO 9200 😁 😁 🚨 🚨 🚨 🚨

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA

🔥🔥🔥 BIG SHORT

$BREN $INCO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INDS Senin langsung antrian buang pindah ke sektor mineral sperti $INCO $ARCI situasi lagi Perang di timur tengah

$DOID minyak dan gas, situasi perang biasanya naik, $INCO pertambangan juga biasanya naik saat situasi perang. lha ICON apa bro? ICON yang kasih jatah makan dan banyak pelayanan pada mereka. tambah kontrak baru dengan $AMMN dengan target 250M per tahun. semua ini kerjasama jangka panjang pastinya.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ANALISA SAHAM $TINS

Harga Sekarang: Rp 4.600

Zona Area Beli Aman:
Rp 4.350 – 4.450
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 4.200
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 4.700 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 4.700 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 4.950
• TP2 = Rp 5.200 – 5.500

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 4.350, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor timah & komoditas, volatilitas tinggi dan sensitif terhadap harga timah global
• Breakout valid jika disertai volume meningkat

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $MIKA $INCO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO Makin bull dengan situasi geopolitik sekarang?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Susahdah Gw udah bersih2 porto. Semua yang ijo gw TP dari rabu siang. Selesainya kamis pagi. Itu pun sebenarnya nyaris telat.

Pemicu gw melalukan itu adalah momen perundingan di Jenewa yang most likely bakal gagal karena sebelum perundingan itu Trump udah pidato bikin fitnah soal nuklir Iran, sebuah prosedur standar Amerika sebelum menyerang negara lain.

Cash is King.

$ANTM $INCO $ADRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRRC

Harga wajar 139. Lebih dari itu, anggap saja bonus.

RT : $ENRG $INCO

Bukan ajakan, hanya saran.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

supaya ritel para holder emiten nikel tetap tenang dan nyaman menikmati week end $DKFT $NCKL $INCO MBMA NICL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INCO INCO hit cuan +62%.

Kemarin saat kondisi market cukup fluktuatif, saham metals justru kompak menghijau dan kembali melanjutkan kenaikannya. Salah satunya adalah INCO. INCO berhasil di tutup cukup bagus di level 7900 +11.27% setelah berhasil menembus level 7500.

Naiknya INCO tentunya sangat menguntungkan bagi kami, karena membuat cuan kami semakin tebal. Alhamdulillah saat ini INCO sudah menghasilkan cuan +62%, yang artinya kurang setengah perjalanan lagi menuju cuan bagger +100%.

Dalam waktu dekat INCO masih berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 8000. Jika berhasil menuju 8000 dengan volume yang cukup besar, maka cukup mudah bagi INCO untuk melanjutkan kenaikan setidaknya menuju 8800. Semoga saja dalam waktu dekat bisa tercapai. 😄

*Disclaimer on

Read more...

Dampak Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART)? Presiden Prabowo Dan Presiden Trump February 2026. Tarif Dagang 19% Dan 0%.

Pertanyaan by Natalie Zafirah
Disclamer: Bukan Ajakan Membeli atau Menjual, Resiko Ditanggung Masing-masing.

Pembagian komoditas berdasarkan beban tarifnya
berdasarkan perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART)?

Indonesia Mengikuti Tarif Mana? Sesuai Mahkamah Agung USA atau Ngikuti perjanjian dengan Trump?

Kelanjutan Perjanjian Indonesia Dengan Trump Mengikuti yang mana? Sesuai Keputusan Mahkakah Agung USA tarif 10% atau ikut perjanjian 19% dan 0%?

Analisis keuntungan jangka panjang bagi Indonesia dalam kesepakatan dengan Trump (ART 2026) ?

Bandingkan potensi keuntungan dan kerugian Indonesia serta emiten IHSG yang terdampak dalam jangka panjang?

Jawaban dan Kesimpulan

Berdasarkan detail perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati antara pemerintah Indonesia dan administrasi Trump pada Februari 2026, berikut adalah pembagian komoditas berdasarkan beban tarifnya:

1. Komoditas dengan Tarif 19% (Hasil Negosiasi)
Tarif ini merupakan "angka kemenangan" Indonesia karena sebelumnya terancam tarif universal sebesar 32% atau lebih tinggi. Komoditas yang masuk kategori ini umumnya adalah produk manufaktur dan olahan:

Tekstil dan Produk Tekstil (TPT): Pakaian jadi, benang, dan kain.
Alas Kaki (Sepatu): Terutama sepatu olahraga dan kasual yang memiliki pasar besar di AS.
Produk Elektronik: Komponen elektronik tertentu dan peralatan rumah tangga.
Produk Kayu dan Furnitur: Meja, kursi, dan dekorasi rumah berbahan kayu olahan.
Produk Karet: Ban kendaraan dan produk karet industri lainnya.

2. Komoditas dengan Tarif 0% (Bebas Bea Masuk)
Komoditas ini tetap mendapatkan tarif 0% karena masuk dalam skema pengecualian khusus, produk yang sangat dibutuhkan industri AS, atau bagian dari komitmen lingkungan:

Mineral Kritis (Nikel & Tembaga): Berkat komitmen perluasan izin Freeport, mineral ini dibebaskan dari tarif untuk mendukung rantai pasok baterai dan teknologi AS.

Produk Pertanian Mentah: Kopi, kakao (cokelat), dan rempah-rempah tertentu tetap bebas bea karena AS tidak memproduksi komoditas ini secara domestik dalam jumlah besar.
Minyak Sawit (CPO) Terverifikasi: Produk sawit yang memenuhi standar keberlanjutan tertentu mendapatkan akses bebas tarif sebagai bagian dari kesepakatan energi.

Alat Kesehatan: Beberapa jenis alat kesehatan dasar yang dibutuhkan untuk stabilitas sistem kesehatan di AS.

Dampak Putusan Mahkamah Agung AS
Dengan adanya putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif tinggi Trump dan menetapkan tarif global baru di angka 10%, posisi Indonesia menjadi cukup pelik:

Sisi Negatif: Jika negara lain (saingan Indonesia) hanya dikenakan tarif 10% oleh MA, maka produk manufaktur Indonesia dengan tarif 19% akan menjadi kurang kompetitif di pasar AS.
Sisi Positif: Untuk komoditas tarif 0%, Indonesia tetap memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya melakukan re-negosiasi agar angka 19% tersebut bisa diturunkan mengikuti standar tarif global 10% yang baru saja diputuskan oleh pengadilan Amerika

Situasi hukum di Amerika Serikat memang sedang mengalami guncangan besar per Februari 2026. Berdasarkan fakta terbaru, terjadi pertentangan antara kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan keputusan Mahkamah Agung (MA) AS.

Berikut adalah penjelasan mengenai kebingungan tarif tersebut dan bagaimana posisi Indonesia:

1. Putusan Mahkamah Agung AS (20 Februari 2026)
Tarif Dibatalkan: MA AS secara resmi membatalkan tarif global yang diberlakukan Trump karena dianggap melampaui wewenang presiden (menggunakan undang-undang IEEPA tanpa persetujuan Kongres).

Ganti Rugi/Refund: Ada potensi pemerintah AS harus mengembalikan dana tarif yang telah dipungut dari para importir. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp2.950 triliun hingga Rp3.000 triliun ($175–$200 miliar), bukan $3.000 triliun USD (yang merupakan angka yang mustahil secara ekonomi).

Langkah Balasan Trump: Menanggapi putusan MA, Trump langsung beralih menggunakan dasar hukum lain (Section 122) untuk menetapkan tarif global sementara sebesar 10% hingga 15% bagi semua negara guna menutupi kekosongan hukum tersebut.
Instagram
Instagram
+6

2. Posisi Indonesia: Perjanjian Khusus vs Tarif Global
Indonesia berada dalam posisi yang unik karena baru saja menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Trump tepat sebelum putusan MA keluar:

Status Perjanjian 19%: Secara diplomatik, Indonesia masih memegang perjanjian tarif 19% (turun dari 32%) yang telah disepakati oleh Presiden Prabowo dan Trump.

Risiko "Double Tariff": Muncul ketidakpastian apakah tarif global baru (10-15%) akan ditambahkan di atas tarif 19% tersebut. Jika ditumpuk, ekspor Indonesia bisa terkena beban hingga 34%, yang justru lebih buruk daripada sebelum negosiasi.
Respon Pemerintah: Presiden Prabowo dan Menteri Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan dan meminta AS tetap menghormati pengecualian tarif bagi komoditas utama seperti minyak sawit, kopi, dan kakao.
The New York Times
The New York Times
+3

3. Apa yang Diikuti Indonesia?
Mengutamakan Perjanjian Bilateral: Indonesia akan tetap menekan pemerintah AS untuk menjalankan perjanjian 19% karena itu adalah komitmen resmi antar-negara (G-to-G).

Memantau Dinamika AS: Indonesia tidak bisa "memilih" mengikuti MA atau Trump, melainkan harus menunggu bagaimana pemerintah AS (eksekutif) menyesuaikan aturannya dengan putusan pengadilan (yudikatif) di sana.
Reuters
Reuters

Kesimpulan untuk Investor:
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian tinggi yang dapat membuat IHSG tetap fluktuatif. Jika tarif global 10% dari MA benar-benar menggantikan tarif tinggi Trump secara luas, ini bisa menguntungkan ekonomi dunia secara umum, namun bagi Indonesia yang sudah terlanjur "membeli" tarif 19% dengan konsesi besar, situasi ini justru merugikan secara strategis.
Public Citizen
Public Citizen
+1

--------

Analisis keuntungan jangka panjang bagi Indonesia dalam kesepakatan dengan Trump (ART 2026) harus dilihat secara seimbang antara akses pasar ekspor dan kedaulatan sumber daya alam.
Berikut adalah hitung-hitungan dampaknya:

1. Sisi Ekspor: Untung atau Rugi?
Secara akumulatif, untuk jangka panjang, posisi Indonesia berada pada "Keuntungan yang Berisiko":
Keuntungan (Tarif 0%): Sektor pertambangan (Nikel & Tembaga) dan perkebunan (Kopi & Sawit) akan sangat diuntungkan. Indonesia menjadi pemasok utama yang kompetitif di pasar AS. Ini memberikan kepastian pendapatan negara yang besar.

Kerugian (Tarif 19%): Untuk sektor manufaktur (Sepatu & Tekstil), tarif 19% sebenarnya cukup berat.
Jika negara pesaing (seperti Vietnam atau India) berhasil mendapatkan tarif 10% melalui keputusan Mahkamah Agung AS, maka produk manufaktur kita akan kalah saing di pasar Amerika.

Kesimpulan Ekspor: Indonesia untung di bahan mentah, tapi terancam rugi di produk jadi (industri kreatif/pabrik).

2. Sisi Poin Perjanjian (Kontrak): Dampak bagi Rakyat
Beberapa poin dalam kontrak ART 2026 memiliki konsekuensi langsung bagi masyarakat:

A. Sektor Pertambangan (Freeport-McMoRan)
Dampak: Perpanjangan izin tambang memberikan kepastian kerja bagi ribuan buruh di Papua dan royalti bagi negara.

Risiko bagi Rakyat: Eksploitasi sumber daya yang lebih masif dapat meningkatkan risiko kerusakan lingkungan jika pengawasan tidak ketat.

B. Komitmen Impor Energi senilai $15 Miliar
Dampak: Memastikan pasokan energi nasional aman jika terjadi perang di Timur Tengah.
Risiko bagi Rakyat: Ketergantungan pada impor energi dari AS dapat membuat harga energi domestik terikat pada kurs Dolar dan harga pasar AS, yang bisa membebani daya beli jika Rupiah melemah.

C. Investasi $10 Miliar untuk Infrastruktur
Dampak: Pembangunan jalan, pelabuhan, dan pabrik baru dapat menciptakan lapangan kerja massal bagi rakyat Indonesia dalam 5–10 tahun ke depan.

3. Kesimpulan Akhir
Secara Strategis (Negara), Indonesia Untung karena mendapatkan perlindungan politik dan kepastian pasar di tengah ketidakpastian perang global. Namun secara Sosial (Rakyat), ada harga yang harus dibayar berupa ketergantungan ekonomi yang lebih kuat pada kebijakan Amerika Serikat.
Jika perang Iran-Israel terus memanas, perjanjian ini akan menjadi "pelampung" bagi Indonesia agar ekonomi tidak tenggelam, meskipun tarif 19% tersebut masih menjadi beban bagi para pengusaha tekstil dalam negeri.

---------

Berdasarkan analisis data terbaru per Februari 2026, berikut adalah perbandingan potensi keuntungan dan kerugian Indonesia serta emiten IHSG yang terdampak dalam jangka panjang:
1. Analisis Akumulasi: Untung atau Rugi?
Secara keseluruhan, Indonesia berada dalam posisi "Untung secara Strategis" namun "Rugi secara Industri Manufaktur".

Potensi Untung (Sektor Komoditas & Mineral):
Pembebasan tarif (0%) untuk 1.819 produk (termasuk nikel, tembaga, sawit, kopi, dan kakao) diproyeksikan menambah nilai ekspor hingga US$ 9,4 miliar pada tahun 2026.
Akses nikel dan tembaga ke AS tanpa tarif memberikan keunggulan mutlak bagi program hilirisasi nasional karena AS sangat membutuhkan mineral ini untuk industri baterai dan teknologi mereka.

Potensi Rugi (Sektor Manufaktur):
Tarif 19% pada sektor tekstil, alas kaki, dan furnitur membuat produk Indonesia berisiko kalah saing. Jika Mahkamah Agung AS menetapkan tarif global baru yang lebih rendah (misal 10%), maka tarif 19% hasil perjanjian Trump justru menjadi beban tambahan yang membuat produk kita lebih mahal dibanding negara pesaing.
https://cutt.ly/vtEjCAFD
https://cutt.ly/DtEjCA5O
+3

2. Emiten IHSG yang Terdampak Kerugian Jangka Panjang
Emiten yang sangat bergantung pada pasar ekspor AS dengan nilai tambah manufaktur tinggi (terkena tarif 19%) paling berisiko mengalami penurunan kinerja:

Sektor Tekstil & Garmen:
PT Pan Brothers Tbk (PBRX): Meskipun memiliki MoU dengan perusahaan AS, beban tarif 19% tetap menekan margin keuntungan jangka panjang.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL): Masih dalam tekanan restrukturisasi dan kerentanan terhadap biaya ekspor tinggi.
Emiten Tekstil Lainnya: SSTM dan emiten garmen kecil lainnya yang memiliki eksposur pasar AS tinggi.

Sektor Alas Kaki & Manufaktur Lainnya:
PT Indospring Tbk (INDS) dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP): Tercatat mengalami penurunan harga saham signifikan akibat kekhawatiran tarif AS.
Sektor Furnitur: Emiten kayu olahan yang tidak masuk dalam daftar pengecualian tarif 0%.
ICIS
ICIS
+2

3. Emiten $IHSG yang Diuntungkan (Tarif 0%)
Sebaliknya, emiten di sektor ini berpotensi menjadi motor penggerak IHSG:
Nikel & Tembaga: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Vale Indonesia Tbk ($INCO), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diuntungkan oleh tarif 0% dan kenaikan proyeksi harga nikel global ke level $17.200 per ton.
Agribisnis: Emiten sawit seperti PT Astra Agro Lestari Tbk ($AALI) dan emiten kopi/kakao karena pembebasan bea masuk.
Reuters
Reuters
+2

4. Apakah Perjanjian Ini Merugikan Rakyat?
Keuntungan bagi Rakyat: Pembukaan lapangan kerja di sektor tambang dan kepastian pasar bagi jutaan petani sawit, kopi, dan kakao (sekitar 4 juta pekerja terdampak positif).
Kerugian bagi Rakyat: Penghapusan 99% hambatan tarif bagi produk AS ke Indonesia dapat memicu banjir barang impor (seperti produk pertanian atau manufaktur AS), yang berpotensi menekan pengusaha lokal dan mengancam lapangan kerja di industri manufaktur domestik.
Instagram
Instagram
+1

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy