


Volume
Avg volume
PT Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, kami menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit). Nikel yang kami hasilkan diekspor seluruhnya kepada Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (Jepang) dalam kontrak khusus jangka panjang yang dijalin kedua perusahaan tersebut. Beroperasi dalam naungan Kontrak Karya yang telah diamandemen pada 17 Oktober 2014 dan berlaku hingga 28 Desember 2025 dengan luas konsesi seluas 118.017 hektar meliputi Sulawesi Se... Read More
📌Analisis Sektoral $IHSG
Selasa, 24 Februari 2026
Market Sentiment
"Sentimen pasar cenderung defensif dan berhati-hati akibat tekanan pelemahan Rupiah ke level Rp16.829 serta ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan global dari Amerika Serikat."
Money Flow Logic
"Dana bergerak keluar dari sektor sensitif ekspor dan komoditas energi (Profit Taking) menuju sektor infrastruktur dan industri yang lebih resilien terhadap volatilitas nilai tukar, sementara sektor material dasar mulai dilirik sebagai lindung nilai (hedging) terhadap kenaikan harga emas."
🔰Leading
(Outperform)
Infrastructure & Industrial
Pemicu
Sektor infrastruktur menunjukkan resiliensi tinggi di tengah koreksi IHSG, didukung oleh stabilitas proyek strategis nasional dan kinerja emiten energi terbarukan yang tetap kuat meskipun pasar global bergejolak.
Top Picks
BREN
$JSMR
UNTR
TLKM
Action Plan
Buy on Weakness pada saham blue-chip infrastruktur yang memiliki arus kas stabil.
🔰Improving
(Potential Breakout)
Basic Materials
Pemicu
Penguatan harga emas global dan tren bullish komoditas logam (Nikel/Tembaga) memberikan dorongan bagi emiten tambang mineral sebagai alternatif investasi di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah.
Top Picks
MDKA
ANTM
BRMS
$INCO
Action Plan
Speculative Buy pada emiten emas dan nikel yang memiliki eksposur ekspor kuat.
🔰Weakening
(Slowing Down)
Energy & Consumer Cyclical
Pemicu
Sektor energi mengalami tekanan jual setelah reli panjang, dipicu oleh kekhawatiran gangguan permintaan global akibat kebijakan tarif 10% AS dan fluktuasi harga minyak mentah.
Action Plan
Sell on Strength atau Profit Taking untuk mengamankan keuntungan dari reli sebelumnya.
🔰Lagging
(Underperform)
Healthcare & Properties
Pemicu
Pelemahan Rupiah yang mendekati level psikologis baru meningkatkan beban biaya impor bahan baku farmasi, sementara sektor properti tertekan oleh suku bunga BI Rate yang tertahan di 4,75% di tengah daya beli yang melambat.
Action Plan
Avoid sementara hingga nilai tukar Rupiah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
#Semoga bermanfaat & membantu analisa kalian!
#Disclaimer yh
$INCO +2,14% (7000-7150)
$BRPT +1,92% (2080-2120)
$PGAS +1,8% (2220-2260)
Persentase dihitung dari harga yg dilingkarin (blue to yellow)
1/9









Weehhh trio TAI andalan ane emang mantabbb wekeke…pegangin sampe MSCI…beda ama yg berharap 10 rebu di INDS🤣🤣
$TINS $ANTM $INCO
ANALISA SAHAM $INCO
Harga Sekarang: Rp 7.100
Zona Area Beli Aman:
Rp 6.700 – 6.850
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 6.500
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 7.250 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 7.250 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 7.600
• TP2 = Rp 8.000 – 8.500
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 6.700, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor nikel, pergerakan agresif dan sensitif terhadap harga komoditas global
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ADMR $BAJA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Penyumbang Cost terbesar Smelter HPAL adalah Sulfur
Jika produksi Smelter HPAL tidak terserap oleh Industri Baterai dan hanya menjadi nikel murni yang berakhir di Gudang LME, apa gunanya memberikan kuota RKAB bagi Smelter terintegrasi dengan paparan operasi HPAL besar?
Smelter HPAL menyumbang defisit devisa via impor Sulfur dengan nominal sangat besar.
Smelter HPAL cuma beban negara.
$NCKL $INCO $ANTM

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan naik pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2). Analis merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi IHSG be...

katadata.co.id
Jualan bijih nikel memang lebih menggiurkan, makin skeptis sama produk olahan nikel kayanya kurang laku 🤣
$INCO $DKFT $NICKEL

Live analisa saham
edukasi gratis
https://cutt.ly/qtWrkvX8
$BBCA $INCO $TINS
@Sansboyz kalau fundamental bagus bener bakal spt itu..seperti RI $INCO $BBRI. tp klu melihat sejarah bnbr dari jaman bahula.... apa lg sudah ikuti grub bakrie dari 2007 jadi agak skeptis $BNBR. semoga lah ini jd kesempatan perbaikan... project menarik.... tp rada ragu manju mundur... 🤣
Wah $NCKL lagi bersinar, MBMA $INCO jg ikjt bersinar, $DKFT sudah 6 bulan tidur jalan diempat, teori dkft banyak, tapi harganya naik dikit
tadi malam udah aku up dari screener ku SWING TRADE SCREENER
_ _ _ R
_ _ _ U
VKTR udah jalan ya buy di pagi hari skrng msh 4% an kita pantau aja terus
Yang satunya msh belum gerak
semangat belajar! never stop learning
jangan lupa follow buat next update
random tag
$VKTR $INCO $BBKP
$NICL ni emiten bahaya anomali..bandarnya ganas... kalo lu mau invest nikel lebih baik ke $NCKL atau ke $INCO