Volume
Avg volume
PT lndomobil Sukses lnternasional Tbk. (Perseroan) merupakan induk dari suatu kelompok usaha otomotif terpadu yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Bidang usaha utama Perseroan dan anak perusahaan antara lain meliputi pemegang lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, jasa persewaan kendaraan, jual beli kendaraan bekas, jasa pengurusan transportasi, distribusi bahan bakar, jasa pendidikan non formal, serta usaha pendukung la... Read More
Grup Salim Akuisisi Nissan Indonesia
Di dunia bisnis kita, ceritanya sering sama. Kalau ada perusahaan asing besar yang mulai goyah, pengusaha lokal besar akan datang mengambil alih. Kabar PT Indomobil Sukses Internasional Tbk ($IMAS) membeli Nissan Indonesia rasanya pas dengan pola ini. Ceritanya terdengar bagus, penuh janji keuntungan dan penguatan bisnis. Tapi kita yang sudah lama di pasar tahu, siaran pers hanya cerita resminya saja. Obrolan yang lebih jujur justru terjadi di antara para investor, yang bertanya-tanya apa inti dari transaksi ini. Apakah ini langkah untuk membangkitkan kembali sesuatu, atau hanya sekadar serah terima bisnis yang sudah redup?
Mari kita bicara apa adanya tentang Nissan. Merek ini bukan cuma lagi sepi, tapi seperti kehilangan arah di pasar mobil kita. Banyak dari kita mungkin masih ingat zaman jayanya Grand Livina atau gagahnya mobil Terrano. Tapi kenangan tidak bisa menghasilkan penjualan. Beberapa tahun belakangan, showroom Nissan jadi sepi. Pesaingnya, termasuk merek baru dari Tiongkok, rajin sekali meluncurkan mobil baru, sementara Nissan seolah diam di tempat. Jadi, keputusan kantor pusat Nissan di Jepang untuk mundur sebenarnya bukan strategi baru. Ini lebih mirip seperti pengakuan menyerah setelah lelah bertarung di pasar yang sulit. Mereka tidak menjual aset berharga, mereka hanya melempar sebuah masalah yang rumit ke pihak lain.
Lalu kenapa Grup Salim mau mengambil masalah ini? Di sinilah cara berpikir seorang pengusaha besar terlihat. Salim tidak berjudi, tapi mereka pintar menyambungkan semua lini bisnisnya. Bagi mereka, Nissan mungkin bukan soal mereknya, tapi soal melengkapi bisnis Indomobil yang sudah besar. Pabrik yang lama tidak terpakai bisa dihidupkan lagi. Jaringan dealer yang sepi bisa diramaikan kembali untuk menjual produk lain. Yang terpenting, setiap mobil yang terjual adalah pintu untuk menjual kredit, asuransi, dan servis. Ini bukan cuma soal jualan mobil, ini tentang bagaimana caranya agar pelanggan terus memakai jasa mereka. Salim membeli pabrik dan jaringan, dengan bonus sebuah merek yang namanya mulai pudar.
Tapi, di sinilah letak masalah utamanya. IMAS sekarang memang menjalankan bisnisnya sehari-hari, tapi mereka tidak bisa menentukan produk barunya. Semua keputusan soal mobil baru apa yang akan dibuat tetap ada di tangan Nissan Jepang. Ibaratnya, IMAS punya gedung bioskop yang bagus, tapi film yang diputar sepenuhnya tergantung kiriman dari Jepang. Kalau filmnya tidak bagus, bioskopnya pasti akan sepi. Seberapa peduli Nissan Jepang untuk terus mengirim film bagus ke sini setelah mereka sudah dibayar? Ini adalah risiko besar karena mereka sangat bergantung pada pihak lain, dan ini sering tidak terlihat di laporan keuangan.
Pasar pasti akan langsung ramai membicarakan soal potensi kebangkitan Nissan. Banyak yang akan mulai berhitung untung-rugi. Tapi membenahi bisnis yang sudah lama bermasalah tidak cukup hanya dengan ganti manajemen. Butuh uang dan waktu yang sangat banyak. Ini bukan cuma soal pasang iklan, tapi juga soal meyakinkan lagi orang-orang yang sudah terlanjur pindah ke merek mobil lain. Pertanyaannya, apakah para investor IMAS siap dan sabar untuk terus "bakar uang" selama beberapa tahun sebelum hasilnya terlihat?
Kejadian ini akhirnya membuat kita berpikir. Ini bukan lagi soal Nissan dan IMAS saja. Ini adalah cerminan zaman sekarang, di mana kesetiaan pada sebuah merek sudah tidak seperti dulu, dan nama besar dari masa lalu kadang malah jadi beban. Di tengah ramainya mobil listrik dari Tiongkok yang lebih canggih dan murah, apa artinya sebuah logo Nissan hari ini? Kesepakatan sudah terjadi. Tapi cerita yang sesungguhnya baru akan dimulai. Apakah Salim berhasil membeli aset murah di waktu yang tepat, atau mereka sebenarnya masuk ke sebuah pertarungan yang bahkan pemilik lamanya sendiri sudah menyerah?
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Tag : $ASII $MPMX
Bank Indonesia Akan Jaga Stabilitas Rupiah via Intervensi Pasar; BEI Akan Berlakukan Transaksi Short Selling Mulai dari 29 September 2025
▪️Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Surat Berharga Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pihaknya akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar spot valas, obligasi, maupun NDF domestik dan offshore. Pernyataan Erwin muncul seiring pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS ke level 16.490 pada Jumat (29/8), menandai level terlemah sejak 1 Agustus 2025. Kompas juga melaporkan bahwa pemerintah menunda paparan bulanan APBN hingga 3 September 2025 dan menunda rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi tanpa memberikan jadwal baru.
▪️Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Jumat (29/8) bahwa pihaknya akan memberlakukan transaksi short selling mulai dari 29 September 2025. BEI sendiri telah memberikan izin pembiayaan short selling kepada 2 anggota bursa, yaitu PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.
▪️Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan, Febrie Adriansyah, mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menertibkan tambang ilegal per 1 September 2025. Febrie memperkirakan luas tambang ilegal tersebut mencapai 4,27 juta hektar. Nantinya, tambang yang disita Satgas akan diserahkan ke Kementerian BUMN untuk dikelola sementara.
▪️Pengendali Nusantara Sawit Sejahtera ($NSSS), PT Samuel Tumbuh Bersama, menjual ~174,4 juta saham NSSS dengan harga rata–rata 403,51 rupiah per lembar pada 25 Agustus 2025. Total nilai transaksi mencapai ~70,4 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Samuel Tumbuh Bersama di NSSS turun dari 38,53% menjadi 37,8%.
▪️Indomobil Sukses Internasional ($IMAS) melalui anak usahanya, PT National Assemblers, menandatangani akta untuk mengakuisisi 99,9% saham PT Nissan Motor Indonesia dari Nissan Motor Co. Ltd. dengan nilai yang tidak disebutkan. Akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja usaha grup dengan menambahkan portofolio perusahaan di bidang perakitan kendaraan bermotor.
--------
Stockbit Sekuritas
JAKARTA – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) resmi mengambil alih 99,9% saham PT Nissan Motor Indonesia (NMI), agen pemegang merek Nissan di Indonesia, pada hari ini, Jumat, 29 Agustus 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), IMAS melalui anak usahanya, PT...
www.idnfinancials.com
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mengumumkan akuisisi PT Nissan Motor Indonesia dari Nissan Motor Co., Ltd. melalui anak usaha, PT National Assemblers.
Setelah aksi korporasi tersebut, National Assemblers akan menggenggam 99,9% saham NMI. Sebagai informasi...
www.cnbcindonesia.com
IDXChannel - PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melalui anak usahanya, PT National Assemblers (NA) mengambil alih saham PT Nissan Motor Indonesia (NMI) dari Nissan Motor Co Ltd.
Penandatanganan akta jual beli saham tersebut dilakukan pada 29 Agustus 2025. Melalui transaksi ini, NA yang 99,...
www.idxchannel.com
Thanks God... Nambah 1 lg yg hit target prediction. Happy cuan untuk yg ikutan buy yah... Esok akan lebih baik lg.
$IMAS $IHSG
EmitenNews.com – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) resmi memperluas portofolio bisnisnya di industri otomotif. Melalui anak usaha, PT National Assemblers (NA), perseroan telah menandatangani Akta Jual Beli Saham atas kepemilikan Nissan Motor Co., Ltd. dalam PT Nissan Motor Indonesia (...
www.emitennews.com
disaat orang2 evoria show portonya yg hijau, Return portofolio saya tetap zonk.. $IMAS, $HILL, $BMTR. #Suram
$IMAS 20 Aug 25
Investor: TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA
Source: KSEI
Action: SELL
Shares Traded: -5,800,000 (-0.1452%)
Current: 608,000,000 (15.2217%)
Previous: 613,800,000 (15.3669%)
Broker: LG
Investor Type: Domestic