


Volume
Avg volume
PT lndomobil Sukses lnternasional Tbk. (Perseroan) merupakan induk dari suatu kelompok usaha otomotif terpadu yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Bidang usaha utama Perseroan dan anak perusahaan antara lain meliputi pemegang lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, jasa persewaan kendaraan, jual beli kendaraan bekas, jasa pengurusan transportasi, distribusi bahan bakar, jasa pendidikan non formal, serta usaha pendukung la... Read More
$KRAS $BUKA $IMAS
*Daily News 9/2/2026*
*Rangkuman berita hari ini*
* BEI dijadwalkan bertemu MSCI Rabu; dan diskusi dengan FTSE
* Pemerintah buka peluang DMO batu bara naik ke 30% pada 2026
* Moody’s ubah outlook 7 emiten non-keuangan Indonesia ke negatif
* Moody’s ubah outlook 5 bank Indonesia ke negatif
* BUKA buyback Rp281 M
* PANI catat marketing sales Rp4,3 T pada 2025
* CBDK pra-penjualan 2025 capai Rp430 M
* Pengendali tambah INET Rp50 M
* KRAS peroleh dukungan 2 proyek hilirisasi baja dari Danantara
* IMAS kerja sama Leapmotor, produksi dan distribusi di Indonesia
* BOLT dividen interim yield 2,5%
* Pengendali jual SULI Rp3 M
* Komisaris sekaligus pengendali jual 1,36% MEDS Rp2 M
* Pemegang saham jual 1,75% YULE Rp100 M
* Pemegang saham jual YULE Rp40 M
* Pemegang saham jual 3,94% BBRC Rp4 M
* Pengendali jual HILL Rp14 M
* WGSH bagikan saham bonus 1:1
* Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Januari 2026
* Danantara mulai pembangunan 6 proyek hilirisasi USD7 miliar
* Danantara target proyek hilirisasi aluminium rampung 2028
* Pemerintah temui Agincourt, bahas izin tambang emas Martabe
* OJK denda REAL dan PIPA
* Iran siap serang pangkalan militer AS jika diserang lebih dulu
* AS kenakan tarif tambahan hingga 25% ke negara mitra Iran
* OJK pimpin pembentukan satgas reformasi pasar modal
* SPBU swasta boleh ajukan impor BBM setiap 6 bulan
===
* Bloomberg menyampaikan bahwa Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, dijadwalkan untuk bertemu dengan pihak MSCI pada Rabu, 11 Februari 2026, serta akan mengklasifikasikan investor ke dalam 28 sub-kategori dan membuka konsultasi publik atas rancangan aturan free float hingga 19 Februari 2026. Selain itu, BEI juga tengah berdiskusi dengan FTSE untuk memastikan metodologi dan keterbukaan informasi selaras dengan standar FTSE. (Bloomberg)
* Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan porsi domestic market obligation (DMO) batu bara dapat naik menjadi sekitar 30% atau lebih pada 2026, seiring pemangkasan kuota produksi nasional menjadi 600 juta ton dari realisasi 800 juta ton pada 2025. Yuliot mengatakan usulan peningkatan DMO batubara sudah lebih dulu diusulkan oleh anggota DPR RI. (Katadata, Kontan)
* Moody’s melaporkan penurunan outlook kredit 7 perusahaan non-keuangan Indonesia dari stable menjadi negative. Perusahaan tersebut adalah PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Telekomunikasi Selular, PT Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi, PT Mineral Industri Indonesia, PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan PT United Tractors (UNTR). Moody’s menyatakan bahwa outlook dapat kembali stable apabila prospek kredit sovereign Indonesia telah membaik. (Moody’s Ratings)
* Moody’s mengubah outlook kredit 5 bank di Indonesia dari stable menjadi negative. Bank-bank tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Moody’s menyatakan bahwa outlook dapat kembali stable apabila prospek kredit sovereign Indonesia membaik dan kualitas kredit bank tetap terjaga. (Moody’s Ratings)
* BRIS: *PT Bank Syariah Indonesia (BRIS)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp2 triliun pada 4Q25 (+9% QoQ; +5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp7,6 triliun (+8% YoY). Hasil ini mencapai 100% dari estimasi FY25F Mansek dan konsensus. PPOP pada 12M25 naik menjadi Rp12,5 triliun (+11% YoY). Pembiayaan tumbuh +15% YoY dengan DPK tumbuh +16% YoY. NIM 12M25 naik ke level 5,21% (vs. 12M24: 5,17%). NPL membaik 3bps QoQ ke level 1,8%, dengan CoC 12M25 relatif flat di level 0,8%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BRIS. (Mansek Research)
* *BUKA* : *PT https://cutt.ly/xtb87Qrx (BUKA)* mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum ~Rp281 miliar. Periode buyback akan berlangsung selama 3 bulan terhitung setelah keterbukaan informasi yakni sejak 9 Februari – 8 Mei 2026. (Publikasi emiten)
* *PANI* : *PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI)* mencatat marketing sales Rp4,3 triliun sepanjang 2025, setara 100% dari target tahunan, ditopang penjualan residensial senilai Rp2 triliun dan kavling tanah komersial Rp1,2 triliun, serta produk komersial Rp1,1 triliun. (Bisnis)
* *CBDK* : *PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK)* membukukan pra-penjualan Rp430 miliar sepanjang 2025, setara 85% dari target, dengan kontribusi terbesar berasal dari kaveling tanah komersial sebesar Rp343 miliar atau 80% dari total. Perseroan mencatat pemulihan kuat pada 4Q25 dengan pra penjualan Rp109 miliar, naik 309% QoQ, terutama didorong lonjakan minat pada lahan komersial di kawasan CBD PIK2. Dengan strategi penjualan selektif dan fokus pada peningkatan nilai kawasan, CBDK memperkuat fondasi pertumbuhan jangka menengah dan panjang, didukung proyek komersial dan residensial yang dipasarkan secara terfokus. (Publikasi emiten)
* *INET* : Pengendali *PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET* ), Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~138 juta (0,62%) saham INET dengan harga Rp362/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp50 miliar, bertujuan untuk penambahan kepemilikan terhadap saham INET. Transaksi dilakukan 4 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di INET menjadi 57,08%. (Publikasi emiten)
* *KRAS* : Sekretaris Perusahaan *PT Krakatau Steel (KRAS)* , Fedaus, mengatakan KRAS memperoleh dukungan Danantara untuk 2 proyek hilirisasi baja. Pertama, proyek pengolahan pasir besi untuk pembuatan bahan baku produksi slab. Kedua, proyek nikel yang dipakai untuk bahan baku pembuatan stainless steel. (Kontan)
* *IMAS* : *PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS)* mengumumkan kerja sama dengan Leapmotor untuk memproduksi dan memasarkan kendaraan bermotor roda empat Leapmotor di Indonesia. Melalui MoU, anak usaha National Assemblers akan menangani perakitan kendaraan, sementara Indomobil National Distributor bertanggung jawab atas distribusi nasional. Kesepakatan ini menandai langkah awal ekspansi Leapmotor di pasar Indonesia melalui jaringan produksi dan distribusi Indomobil. (Publikasi emiten)
* *BOLT* : *PT Garuda Metalindo (BOLT)* akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp25/saham, setara dividend yield 2,5% berdasarkan penutupan BOLT pada Jumat (6/2) di Rp1.020/saham. Cum date pada 19 Februari 2026, dengan pembayaran pada 3 Maret 2026. (Publikasi emiten)
* *SULI* : Direktur sekaligus pengendali *PT SLJ Global (SULI)* , Amir Sunarko, menjual ~26 juta (0,41%) saham SULI dengan harga rata-rata Rp110/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp3 miliar. Transaksi dilakukan pada 30 Januari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di SULI menjadi 4,68%. (Publikasi emiten)
* *MEDS* : Komisaris sekaligus pengendali *PT Hetzer Medical Indonesia (MEDS)* , Jemmy Kurniawan, menjual ~21 juta (1,36%) saham MEDS dengan harga rata-rata Rp84/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp2 miliar, bertujuan untuk pengurangan jumlah saham. Transaksi dilakukan pada 4 – 5 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di MEDS menjadi 59,71%. (Publikasi emiten)
* *YULE* : Pemegang saham *PT Yulie Sekuritas Indonesia (YULE)* , Gema Buana Indonesia, menjual ~31 juta (1,75%) saham YULE dengan harga Rp3.200/saham, sehingga total transaksi mencapai Rp100 miliar. Transaksi dilakukan pada 13 Januari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di YULE menjadi 9,98%. (Publikasi emiten)
* *YULE* : Pemegang saham *PT Yulie Sekuritas Indonesia (YULE)* , Sabrina Evelyn Elian, menjual ~13 juta (0,75%) saham YULE dengan harga Rp3.000/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp40 miliar. Transaksi dilakukan 28 Januari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di YULE menjadi 4,43%. (Publikasi emiten)
* *BBRC* : Pemegang saham *PT Raja Roti Cemerlang (BBRC)* , Granada Global Industri, menjual ~38 juta (3,94%) saham BRRC dengan harga rata-rata Rp100/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp4 miliar. Transaksi dilakukan pada 3 - 4 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BRRC menjadi 9,07%. (Publikasi emiten)
* *HILL* : Pengendali *PT Hillcon (HILL)* , Hillcon Equity Management, menjual ~98 juta (0,66%) saham HILL dengan harga Rp140/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp14 miliar. Transaksi dilakukan 6 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di HILL menjad 42,10%. (Publikasi emiten)
* *WGSH* : PT Wira Global Solusi (WGSH) akan membagikan saham bonus berasal dari tambahan modal disetor sebanyak ~1 miliar saham, dengan rasio pembagian 1:1. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS pada 25 Maret 2026. Rencana cum date saham bonus pada 2 April 2026, dengan pembagian saham bonus pada 24 April 2026. (Publikasi emiten)
* Indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia naik menjadi 127 pada Januari 2026 (vs.Des-25: 123,5). (Bank Indonesia)
* Danantara Indonesia memulai pembangunan (groundbreaking) enam proyek hilirisasi senilai USD7 miliar (~Rp110 triliun), mencakup smelter alumina (smelter grade alumina refinery / SGAR), smelter aluminium, kilang bioetanol, biorefinery, garam, serta fasilitas infrastruktur peternakan ayam terintegrasi. (Bisnis, Antara)
* COO Danantara, Dony Oskaria, menargetkan proyek hilirisasi aluminium yang digarap JV dari Inalum dan PT Aneka Tambang (ANTM), Borneo Alumina Indonesia, dapat selesai pada 2028. Proyek ini juga melibatkan PT Bukit Asam (PTBA) sebagai pemasok batu bara untuk kebutuhan listrik smelter. (Kontan)
* Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyebut pemerintah masih mengkaji aspek hukum, teknis, dan bisnis terkait pencabutan izin tambang emas Martabe milik anak usaha PT United Tractors (UNTR), PT Agincourt Resources, dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor regulasi. Rosan juga mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dan komunikasi dengan manajemen Agincourt. Kebijakan ini menekankan kepastian hukum serta perlindungan iklim investasi di tengah penertiban pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan. Sebelumnya, Danantara tengah menyiapkan BUMN baru bernama Perminas untuk mengambil alih konsesi tambang emas Martabe. (Detik)
* OJK menjatuhkan sanksi kepada PT Repower Asia Indonesia (REAL) dan PT Multi Makmur Lemindo (PIPA) atas pelanggaran ketentuan pasar modal, termasuk transaksi material tanpa prosedur yang benar dan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai prospektus. REAL dikenai denda Rp925 juta, sementara PIPA didenda Rp1,85 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat penegakan hukum dan menjaga integritas pasar. (Bisnis)
* Iran menyatakan siap menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah jika lebih dulu diserang, namun menegaskan targetnya hanya fasilitas militer AS, bukan negara tuan rumah. Ketegangan meningkat karena AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan program rudal balistik, sementara Iran menolak dialog di bawah tekanan. Pemerintah Iran juga membantah niat mengembangkan senjata nuklir. (Kontan)
* Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan tambahan tarif hingga 25% atas impor dari negara yang berbisnis dengan Iran. Negara tujuan ekspor terbesar Iran adalah China, Irak, Arab Saudi, dan Turki. (BBC, CNN)
* Bloomberg melaporkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memimpin pembentukan satuan tugas reformasi pasar modal bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagaimana disampaikan oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi. (Bloomberg)
* Kementerian ESDM menetapkan bahwa SPBU swasta dapat mengajukan impor BBM setiap enam bulan untuk menyesuaikan dinamika konsumsi dalam negeri. Skema ini memberi waktu bagi operator SPBU untuk mengajukan perpanjangan izin impor tanpa harus menunggu masa berlaku habis. Pemerintah memperkirakan volume impor BBM pada 2026 akan serupa dengan 2025. (Kontan)
=========
*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*
Rilis data penjualan mobil di Indonesia Januari 2026 oleh Gaikindo dilansir dari Bloomberg Technoz
➖ Penjualan mobil wholesales (dari produsen ke dealer) Jan 2026 sebanyak 66.447 unit.
Naik +7% yoy dibandingkan Jan 2025 (62.084).
Walaupun turun -29,4% mtm dari Des 2025 (94.100).
➖ Penjualan mobil retail (dari dealer ke konsumen) Jan 2026 sebanyak 66.936 unit.
Naik +4,5% yoy dibandingkan Jan 2025 (64.076).
Walaupun turun -28,7% mtm dari Des 2025 (93.833).
https://cutt.ly/Utb3uBZ0
Pasar otomotif Indonesia masih terus dalam tren pemulihan, setelah penjualan mobil mencatatkan peningkatan tahunan (yoy), mengikuti peningkatan distribusi sepeda motor yang sudah rilis sebelumnya.
$IHSG $IMAS $GJTL

@purinazzura , ga pusing, yang ngerjain sistem. Saya cuman ngopi dan klak klik beberapa kali.
Ngambil data ? pasti dari mbah google
sembarang tag : $IMAS, $HRTA, $DRMA
IMAS Akan Produksi dan Pasarkan Mobil Leapmotor di Indonesia
Indomobil Sukses Internasional ($IMAS) melalui anak usahanya, PT National Assemblers dan PT Indomobil National Distributor, menandatangani nota kesepahaman dengan Leapmotor International Business S.p.a., dan Zhejiang Leapmotor Technology Co., Ltd. untuk memproduksi dan memasarkan mobil merek Leapmotor di Indonesia. Nilai kerja sama ini belum diumumkan.
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
--------
Stockbit Sekuritas
$IMAS
Halo Sobat Investor! Mari duduk sebentar, saya akan bedah situasi **PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS)** untuk Anda.
Saat ini, IMAS ibarat "raksasa tidur yang sedang menggeliat". Ada transformasi besar yang sedang terjadi, tapi ada juga risiko yang harus Anda waspadai. Berikut adalah analisis komprehensif saya untuk bekal strategi investasi Anda:
### 1. Kinerja Keuangan: Laba Meledak, Tapi Ada "Tapinya"
Secara kasat mata, laporan keuangan Kuartal III-2025 IMAS terlihat fantastis.
* **Laba Bersih:** Melonjak **216,1%** (YoY) menjadi Rp257,6 miliar.
* **Pendapatan:** Tumbuh stabil 4,6% menjadi Rp22,72 triliun.
**Catatan Mentor:** Jangan langsung FOMO melihat kenaikan laba 200% itu. Kenaikan drastis ini sebagian besar didorong oleh **"Negative Goodwill"** (keuntungan pembelian diskon) dari akuisisi Nissan Motor Indonesia sebesar Rp389 miliar. Artinya, ini adalah keuntungan akuntansi *one-off* (sekali saja), bukan murni dari lonjakan penjualan mobil yang drastis. Namun, operasional inti tetap positif dengan Laba Usaha naik 16,9%.
### 2. Katalis Pertumbuhan: Transformasi Menuju EV & Hub Produksi
IMAS sedang mengubah strategi dari sekadar distributor menjadi pemain kunci manufaktur, khususnya EV.
* **Strategi EV (Mobil Listrik):** IMAS menggandeng **GAC Aion** (Top 3 EV dunia) untuk perakitan lokal (CKD) dan ekspor. Ini langkah cerdas menangkap tren pasar EV yang tumbuh 92,4% saat pasar mobil bensin sedang lesu.
* **Akuisisi Nissan:** IMAS membeli 99,9% saham pabrik Nissan. Ini bukan sekadar beli merek, tapi beli **infrastruktur pabrik**. Pabrik ini akan jadi "Multibrand Hub" untuk merakit berbagai merek di bawah Indomobil, meningkatkan efisiensi biaya produksi jangka panjang.
* **Logistik sebagai Penopang:** Anak usahanya, **IMJS**, sedang melakukan *Rights Issue* senilai Rp504 miliar untuk ekspansi logistik dan sewa kendaraan. Bisnis ini adalah "sapi perah" (cash cow) yang menjaga arus kas saat penjualan mobil fluktuatif.
### 3. Valuasi: Murah atau Murahan?
Kalau kita bicara harga wajar, IMAS saat ini tergolong **undervalued (murah)**.
* **PBV (Price to Book Value):** Sekitar **0,29x - 0,32x**. Artinya, Anda membeli saham di harga sepertiga dari nilai modal bersih perusahaannya.
* **Perbandingan:** Jauh lebih murah dibanding ASII (PBV 1,2x) atau AUTO (0,8x).
Namun, valuasi murah ini karena pasar menghukum risiko utang IMAS yang tinggi.
### 4. Risiko Utama: Utang dan Makroekonomi
Sebagai investor cerdas, perhatikan "lampu kuning" ini:
* **Beban Utang Tinggi:** Rasio Utang terhadap Modal (DER) mencapai **3,6x**. Beban bunga yang harus dibayar mencapai Rp1,87 triliun per tahun, yang memakan porsi besar keuntungan.
* **Sensitivitas Rupiah:** Pelemahan Rupiah (sekitar Rp16.900/USD) mencekik margin karena biaya impor komponen naik.
* **Daya Beli:** Pasar otomotif nasional sedang turun (penjualan mobil nasional turun 7,12% di 2025), membuat persaingan semakin ketat.
### 5. Analisis Teknikal & Strategi Trading
Saat ini (Februari 2026), tren harga saham IMAS masih cenderung **Downtrend/Bearish**.
* **Posisi Harga:** Di kisaran Rp1.040 - Rp1.120.
* **Support Kuat:** Rp1.090 - Rp1.115. Jika jebol ke bawah ini, hati-hati.
* **Resistance (Atap):** Rp1.190 - Rp1.200.
### 📋 Arahan Mentor untuk Anda:
**A. Untuk Trader (Jangka Pendek):**
* **Wait and See.** Jangan tangkap pisau jatuh. Tren masih turun.
* Lakukan **Speculative Buy** hanya jika harga memantul kuat di area *support* Rp1.090 - Rp1.115 dengan volume tinggi. Target jual cepat di Rp1.190.
**B. Untuk Investor (Jangka Panjang):**
* Ini adalah saham *turnaround play*. Anda bertaruh bahwa strategi EV dan efisiensi pabrik Nissan akan berhasil di masa depan.
* Dengan PBV 0,3x, risiko penurunan (downside risk) sudah terbatas.
* **Strategi:** Cicil beli (Dollar Cost Averaging) pelan-pelan. Jangan *all-in*. Katalis utamanya adalah jika suku bunga turun di 2026 (beban bunga berkurang) dan penjualan GAC Aion meledak.
**Kesimpulan:** IMAS secara fundamental **sangat murah** dan punya prospek masa depan cerah di EV, tapi keuangannya terbebani utang besar. Masuklah dengan manajemen risiko yang ketat.
*Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Pelajari risiko sebelum bertransaksi.*
https://cutt.ly/CtbIUQrr
RANDOM TAG $ASII $ASLC
KABARBURSA.COM – Tekanan kuat menyelimuti pasar saham domestik pada perdagangan sesi pertama Jumat, 6 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok tajam ke zona merah.
IHSG ambles 229 poin atau 2,83 persen ke level 7.874, pelemahan intraday terdalam dalam beberapa pekan terakhir. A...

www.kabarbursa.com

Indomobil Sukses Internasional Tbk - IMAS
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/atv7bFaq
$IMAS
1/4




$CARS
Halo sobat investor! Mari kita bedah **PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS)**. Sebagai mentormu, saya melihat saham ini seperti "mobil bagus di jalanan yang licin"—fundamentalnya punya potensi, tapi struktur kepemilikannya memberikan risiko yang harus kamu waspadai.
Berikut adalah analisa komprehensif untuk bekal strategimu:
### 1. Fondasi Bisnis: Penguasa Kandang yang Tangguh
Secara operasional, CARS punya "parit ekonomi" yang kuat melalui **Nasmoco Group**.
* **Dominasi Regional:** Mereka adalah penguasa pasar Toyota di Jawa Tengah dan DIY. Meskipun pasar otomotif nasional lesu di 2025, Nasmoco berhasil mempertahankan pangsa pasar sebesar **30,5%**.
* **Ekosistem Lengkap:** Mereka tidak cuma jual mobil. Mereka punya bisnis pembiayaan (Andalan Finance), bengkel (CARfix), dan platform digital (CarsWorld) yang menjaga pendapatan tetap mengalir dari layanan purnajual (servis & suku cadang) saat penjualan unit baru sedang seret.
### 2. Kesehatan Finansial: Laba Masih Bertahan
Jangan panik melihat lesunya industri otomotif, mari lihat angkanya:
* **Profitabilitas:** Di tahun penuh 2024, laba bersih mereka naik **21,1%** menjadi Rp 210,4 miliar.
* **Kinerja Terkini (2025):** Memang ada sedikit kontraksi. Per Kuartal III-2025, laba bersih tercatat Rp 135 miliar, turun tipis dari Rp 136,9 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Ini wajar karena daya beli masyarakat sedang lemah.
* **Efisiensi Modal:** *Return on Equity* (ROE) mereka sangat menarik di angka **18,3%**, jauh di atas rata-rata industri ritel. Ini artinya manajemen jago memutar modal.
### 3. Valuasi: Murah, Tapi Ada Alasannya
Kalau kamu tipe *value investor*, mata kamu pasti melirik ini:
* **PER Rendah:** Saham ini diperdagangkan dengan *Price to Earnings* (PER) sekitar **7,19x - 8,33x**. Ini tergolong *undervalued* dibandingkan rata-rata industri otomotif yang sekitar 12,5x.
* **PBV:** Rasio harga terhadap nilai buku ada di level **1,6x**.
### 4. BENDERA MERAH (Risiko Utama): *Headless Company*
Ini bagian yang harus kamu perhatikan baik-baik sebelum tekan tombol *buy*:
* **Siapa Supirnya?:** Kepemilikan saham oleh publik (masyarakat) mencapai **97,25%**. Istilah pasarnya adalah *"headless company"* atau perusahaan tanpa pengendali dominan. Ini membuat harga saham sangat fluktuatif (liar) dan rawan digoreng karena tidak ada jangkar pemegang saham besar yang punya visi jangka panjang.
* **Insider Selling:** Komisaris Utama, Paulus Totok Lusida, terpantau melakukan penjualan saham besar-besaran (135 juta lembar) pada September 2025. Biasanya, jika "orang dalam" jualan, pasar menanggapinya sebagai sinyal kurang percaya diri atau *profit taking*.
### 5. Prospek 2026: Harapan Pemulihan
Apakah ada cahaya di ujung terowongan? Ada.
* **Angin Segar Makroekonomi:** Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 6% dan potensi penurunan suku bunga di 2026 akan menjadi katalis positif bagi penjualan mobil dan bisnis pembiayaan (kredit) mereka.
* **Strategi Hybrid:** CARS mulai agresif memasarkan varian Hybrid (seperti Veloz Hybrid) yang lebih hemat BBM untuk menarik minat kelas menengah di tengah kenaikan harga bensin.
### 6. Analisa Teknikal & Strategi Trading
Per awal Februari 2026, trennya sedang *bearish* (turun).
* **Indikator:** Mayoritas indikator (Moving Averages) menunjukkan sinyal **"Strong Sell"**. Harga berada di bawah garis rata-rata 200 hari (MA200), yang artinya tren besar masih turun.
* **Support & Resistance:** Harga saham bermain di kisaran Rp 88-98. Area *support* kuat (lantai) ada di **Rp 75 - 80** (harga terendah setahun terakhir). Jangan coba-coba masuk agresif jika belum ada tanda pembalikan arah.
---
### 📝 Arahan Mentor:
**Jangan Haka (Hajar Kanan)!**
Saham ini secara fundamental *murah* dan bisnisnya *real*, tapi struktur kepemilikannya yang 97% publik membuatnya sangat berisiko tinggi.
* **Untuk Trader:** Manfaatkan volatilitas. Tunggu pantulan teknikal di area *support* Rp 75-80. Jika jebol ke bawah itu, lupakan dulu.
* **Untuk Investor:** Hati-hati. Meskipun ROE tinggi, risiko "tanpa pengendali" bisa membuat kebijakan perusahaan tidak stabil di masa depan. Jika kamu yakin dengan pemulihan otomotif 2026, cicil beli hanya jika harga menyentuh level support kuat, tapi batasi porsi modalmu di saham ini.
*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data yang tersedia. Keputusan investasi tetap di tangan Anda. Pelajari risiko sebelum bertransaksi.*
https://cutt.ly/ptvP97BW
RANDOM TAG $IMAS $MPMX
KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpental jauh, meluncur hingga 115 poin atau anjlok 1,28 persen ke level 8.876 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Ada tekanan yang cukup dalam dari sisi domestik, meskipun sentiment global justru bergerak relative kondusif.
...

www.kabarbursa.com
