236

-22

(-8.53%)

Today

4.23 M

Volume

1.21 M

Avg volume

Company Background

PT. Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) didirikan pada tanggal 24 September 2007. Perusahaan bergerak dalam bidang industri Medium Density Fibreboard (MDF) dan produk kayu olahan lainnya. MDF merupakan olahan kayu yang berupa papan yang digunakan sebagai pengganti dari plywood sebagai bahan baku pembuatan furniture. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak bulan Oktober 2012. Pabrik Perusahaan berlokasi di Sumatera Selatan.

Pada salah satu interview, Buffett pernah bilang bahwa dirinya beruntung karena lahir di Amerika, apabila dia lahir di tempat lain (misal ekonomi dan politik tidak stabil), dia bilang akan sulit untuk mereplikasi hasil yang sama.

Bukan berarti ini menegasikan kehebatan Buffett, tapi it takes two to tango, great investor combined with great environment dalam hal ini pasar saham (bursa) yang perform akan menghasilkan return yang luar biasa.

Pasar saham global seperti US memiliki jauh lebih banyak perusahaan listed dengan inovasi kelas dunia yang sangat berbeda level dengan disini, kalau kita lihat, perusahaan dengan mesin compounding hebat ada disana contohlah Costco, Google dan NVidia.

Sementara itu di belahan dunia lain, kredibilitas pasar modal menjadi concern lembaga pemeringkat global dan juga investor terkait transparansi data, belum lagi ada wacana pengalihan ijin tambang milik swasta yang prosesnya anda tau sendiri.

Sebagai investor di bursa yang belum ideal, mungkin lebih baik untuk tidak mengharapkan kinerja investasi sebrilian Buffett mengingat itu hal yang tidak realistik.

Quotes relevan dari Buffett sebagai penutup: โ€œWhen a manager with a good reputation meets an industry with a bad reputation. It is normally the industry that leaves with its reputation intact.โ€

$IHSG $IFII

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENER PANTAUAN
$IFII
$GUNA
$URBN
DICLAMER ON ANALISIS KEMBALI SEBELUM MASUK, BUKAN AJAKAN JUAL BELI
#DYOR (AWAS SANGKUT, AWAS GOCEK)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $LIVE
HARGA SAAT INI : 310

1๏ธโƒฃ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Spekulatif โ€“ Rebound
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga memantul dari area bawah setelah tekanan turun, namun struktur masih rapuh dan pergerakan rawan false move khas saham small cap.

2๏ธโƒฃ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 295
- Support Kunci : 280
- Resistance 1 : 330
- Resistance 2 : 360

3๏ธโƒฃ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume fluktuatif dengan lonjakan sesaat
- Indikasi dominan spekulasi, akumulasi belum rapi
- Selama harga di atas 280 โ†’ masih dijaga

4๏ธโƒฃ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 310
- Stop Loss : 270
- Target Swing : 330 โ€“ 360
- Risk : Reward : ยฑ1 : 1,3 โ†’ SPEKULATIF

5๏ธโƒฃ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten small cap dengan volatilitas tinggi
- Fundamental belum menjadi penggerak utama harga
- Cocok untuk spekulatif swing cepat, bukan defensif

๐Ÿ“Œ KESIMPULAN SWING TRADER
- Selama LIVE bertahan di atas support kunci 280, peluang teknikal ke area 330โ€“360 masih terbuka.
- Risiko sangat tinggi jika breakdown 280 karena potensi penurunan cepat, disiplin stop loss wajib.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ANTM $IFII
,DM โ€œmauโ€ jika ingin dianalisa sahamnya,

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar ๐Ÿ’ฒ di bawah ya. Terima kasih banyak ๐Ÿ™

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII ๐Ÿ˜Ž๐Ÿค‘

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Luber ... $IFII

bener ga $BUMI $DEWA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII malah tenggelem!!! Woiii

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII hold terus ajaaaa. perusahaan profit dan bagi dividen lagi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII yok lahh ๐Ÿ™ƒ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII muak banget di emiten ini woi ๐Ÿ˜ช

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII tetap hold sampai terbang โœŒ๏ธ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

karna perusahaannya gaada kepentingan di saham bang, kalo ada juga uda digoreng ke 600 ini $IFII

$MPXL = $IFII = $URBN = main seluncurnya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII fundamental bagus tapi kok sepi ya

RT : $BUMI $DEWA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII jemput gak?๐Ÿ˜Œ๐Ÿซต๐Ÿป

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII emiten apa ini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII kemaren sempet naik tuh beberapa hari yang lalu. lumayan. ngapa sekarang down to earth lagi yak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cara Saham Kayu Mengatasi Piutang Macet

Saham kayu di IHSG itu perlu melakukan manajemen piutang dengan baik. Ekspor kelihatan gagah karena terima USD, tetapi yang menentukan umur panjang perusahaan itu bukan invoice, melainkan kas yang benar-benar masuk. Banyak emiten kayu jatuh bukan karena tidak bisa produksi, tapi karena terlalu percaya buyer lalu modal kerja terkunci di piutang dan persediaan. Begitu buyer telat bayar, efeknya berantai, mulai dari cicilan bank, pembelian log, sampai produksi yang tersendat. Jadi piutang itu bukan detail akuntansi, itu tombol hidup-mati, apalagi di bisnis siklikal seperti kayu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibandingkan antar emiten, pola yang paling jelas ada di konsentrasi pelanggan dan sikap perusahaan terhadap cadangan kerugian piutang. $WOOD punya buyer besar yang dominan, Novo Building 27,39%, Starbright Forever 20,50%, dan US Lumber 14,15%, lalu mencatat cadangan expected credit loss Rp6,999 miliar per September 2025. Ini bisa dibaca dua arah. Bagus karena ada transparansi mengakui risiko dan memberi bantalan laba jika ada gagal bayar. Buruk jika cadangan itu muncul karena kualitas tagihan memang mulai menurun atau eksposur ke beberapa buyer besar terlalu tebal sehingga satu gangguan langsung terasa. Potensi baiknya muncul kalau konsentrasi ini ditopang kontrak, histori bayar yang terbukti, dan disiplin termin yang ketat, bukan sekadar relasi dagang yang nyaman.

$FWCT dan $IFII sama-sama sangat bergantung pada sedikit nama, tetapi kualitas ceritanya berbeda dari sisi perlindungan. FWCT ditopang Far East American Inc dan Concannon Lumber Co dengan penjualan gabungan Rp457,7 miliar, dan manajemen menyebut seluruh piutang belum jatuh tempo serta tidak perlu cadangan kerugian karena dianggap fully collectible. Ini bisa sangat bagus kalau memang termin pendek, buyer repeat order, dan kontrol kreditnya ketat, karena berarti arus kas bisa lebih mulus dan laba tidak tergerus pencadangan. Namun ini juga bisa buruk kalau penilaiannya terlalu optimistis, karena di industri ekspor, satu perubahan siklus bisa mengubah buyer yang tadinya lancar menjadi lambat bayar, dan saat itu tidak ada bantalan.

IFII lebih ekstrem di konsentrasi, S.A. Shahab 52,10%, SMB Kenzai 20,33%, House of Wood 12,38%, dengan cadangan kerugian piutang Rp1,479 miliar. Bagusnya, cadangannya ada walau kecil, lalu fokus produk MDF dan pasar Timur Tengah sekitar 64% penjualan bersih memberi skala ekspor yang jelas. Buruknya, konsentrasi segede itu membuat risiko permintaan dan risiko kredit lebih tajam, jadi syarat sehatnya adalah buyer yang benar-benar bankable, asuransi kredit atau mitigasi kontraktual, serta manajemen inventory yang disiplin agar tidak dobel terkunci di barang dan piutang.

SOFA dan TIRT lebih unik karena wajah risikonya tidak sama dengan eksportir kayu massal. SOFA melaporkan tidak ada pelanggan tunggal di atas 10% penjualan dan punya cadangan spesifik Rp5,19 juta untuk satu debitur. Ini bagus karena risiko kredit tersebar dan satu debitur bermasalah tidak langsung mengganggu keseluruhan. Tetapi bisa buruk kalau penyebaran pelanggan ternyata berarti daya tawar rendah, penjualan tidak stabil, atau kualitas debitur bervariasi sehingga problemnya bukan satu besar, melainkan banyak kecil yang merepotkan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TIRT bahkan mencatat saldo piutang usaha pihak ketiga 0 per 30 September 2025, dengan pelanggan utama individu Agus Riyadi dan Rusiyanto, lalu perusahaan sedang transformasi total dari plywood ke transportasi laut yang disetujui September 2025 dan menyiapkan pendanaan untuk 20 tugboats dan barges. Nol piutang bisa bagus karena tidak ada risiko tagihan macet di fase transisi, tetapi juga bisa buruk karena mengindikasikan aktivitas bisnis lama sudah sangat kecil, sementara tantangan barunya justru pindah ke risiko eksekusi proyek kapal, pembiayaan, dan cashflow operasional di bisnis pelayaran.

Di belakang semua itu, pendekatan manajemen risiko mereka memberi petunjuk kualitas tata kelola. WOOD dan IFII memakai provision matrix untuk expected credit loss berbasis histori default dan faktor ekonomi ke depan, ini biasanya lebih sehat karena sistematis, walau konsekuensinya laba terlihat lebih konservatif. FWCT dan SOFA lebih menekankan seleksi reputasi debitur dan jejak pembayaran sebelum memberi kredit, ini efektif kalau disiplin dan tidak longgar ketika siklus sedang bagus. Hampir semuanya mengandalkan natural hedging dari ekspor valas, itu bagus untuk meredam kurs, tetapi tidak menyelamatkan jika piutang macet, karena kurs tidak bisa menutup kas yang tidak masuk. Jadi syarat agar sisi bagusnya menang adalah kombinasi sederhana, buyer terkonsentrasi harus disertai kontrol kontrak dan termin yang ketat, pencadangan harus selaras dengan data, dan inventory harus dijaga agar tidak ikut membengkak ketika penagihan melambat.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII selamat ngekost guys ๐Ÿคฃ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII bilekk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII masih jauh di bawah harga wajar nya. fundamental nya bagus banget. nyesel sihh kalau nggak masuk sekarang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham Kayu yang Melakukan Ekspor Akan Sangat Seksi Jika Dollar Meroket ke 20.000 Rupiah

Lanjutan diskusi perusahaan kayu di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Bisnis kayu di Indonesia memang kelihatan seksi karena banyak emiten bisa jual ekspor dapat USD, sementara gaji dan banyak biaya pabrik dibayar pakai rupiah. Tapi justru di situ jebakannya, karena pasar sering mengira setiap kenaikan USD otomatis jadi margin, padahal realitanya ditentukan oleh seberapa cepat barang muter, seberapa besar stok numpuk, dan seberapa kuat perusahaan tahan jeda penagihan. Kalau stok keburu membengkak atau kontrak ekspor melemah, laba bisa tetap ada, tapi kas seret dan utang jadi penggembok gerak. Di sisi lain, emiten yang terlihat kecil kadang lebih sehat karena tidak perlu menggendong persediaan segede gudang pelabuhan. Jadi yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang paling besar, tapi siapa yang paling rapi mengubah penjualan menjadi kas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi skala penjualan kayu per September 2025, $WOOD paling dominan dengan revenue segmen kayu sekitar Rp2,16 triliun, di atas $FWCT Rp1,14 triliun, $IFII Rp1,02 triliun, lalu DSNG Rp948,7 miliar untuk segmen produk kayu. Jaraknya makin ekstrem saat melihat SOFA yang cuma sekitar Rp23,0 miliar, sementara TIRT praktis nol dengan revenue sekitar Rp33 juta karena bisnis kayu lapisnya sudah berhenti sejak 2020. Bedanya WOOD dan DSNG ada pada struktur grup, WOOD memang berbasis kayu dan furnitur sebagai napas utama, sedangkan DSNG itu konglomerasi yang dikonsolidasikan kelapa sawit, jadi angka laba bersih total Rp1,31 triliun dan arus kas operasi Rp2,04 triliun tidak bisa dibaca sebagai cerminan murni bisnis kayunya. Karena itu, membandingkan DSNG dengan WOOD atau IFII harus dibaca sebagai perbandingan model bisnis, bukan sekadar adu margin segmen kayu.

Kalau fokus ke efisiensi laba terhadap revenue kayu, IFII terlihat paling tebal. IFII mencetak laba bersih total Rp154,5 miliar dari revenue kayu Rp1,02 triliun, kira-kira setara margin bersih 15,2%, jauh di atas WOOD yang laba bersihnya Rp109,5 miliar dari Rp2,16 triliun, sekitar 5,1%, dan FWCT Rp45,9 miliar dari Rp1,14 triliun, sekitar 4,0%. SOFA memang masih laba Rp0,56 miliar dari Rp23,0 miliar, kira-kira 2,4%, tapi ini rapuh karena arus kas operasi malah minus Rp3,1 miliar, artinya keuntungan akuntansi tidak berhasil jadi uang tunai. TIRT lebih ekstrem, rugi bersih Rp33,1 miliar dengan arus kas operasi minus Rp8,3 miliar, jadi di sini ceritanya bukan siklus normal industri, tapi fase bertahan hidup dan transformasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

WOOD memegang piutang sekitar Rp349,3 miliar, tapi persediaannya tembus Rp3,19 triliun, jadi struktur modal kerjanya berat di stok, bukan di tagihan. Ini membuat WOOD sensitif pada perlambatan order ekspor, karena uang keburu berubah jadi barang. Kebalikannya FWCT, piutang Rp39,1 miliar dan persediaan Rp78,9 miliar, jadi stoknya relatif ramping dibanding penjualan, dan ini nyambung dengan arus kas operasi positif Rp74,9 miliar. IFII juga relatif rapi, piutang Rp116,2 miliar dan persediaan Rp250,1 miliar, lalu arus kas operasi Rp310,9 miliar, ini setara sekitar 30,6% dari revenue kayu, angka yang biasanya cuma muncul kalau penagihan kuat dan perputaran barang disiplin. SOFA justru terlihat berat di persediaan Rp30,7 miliar dengan revenue cuma Rp23,0 miliar, jadi secara statistik stoknya lebih besar dari penjualannya, wajar kalau kasnya tertekan. Untuk DSNG, piutang Rp364,2 miliar dan persediaan Rp1,35 triliun menunjukkan modal kerja besar, tetapi lagi-lagi ini bercampur dengan sawit, jadi pembacaannya harus hati-hati.

Soal struktur permodalan, yang paling aman secara rasio terlihat di IFII karena IFII punya total utang Rp359,9 miliar dengan total aset Rp1,72 triliun, jadi utang terhadap aset sekitar 21,0%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,27 kali. WOOD lebih berat, total utang Rp3,14 triliun dibanding aset Rp7,73 triliun, utang terhadap aset sekitar 40,7%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,69 kali, masih wajar untuk skala besar, tapi jelas lebih sensitif kalau kas operasi melemah karena stok kebanyakan. FWCT paling ketat di antara yang masih sehat, total utang Rp363,7 miliar dibanding aset Rp746,2 miliar, utang terhadap aset sekitar 48,7%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,95 kali, jadi ruang napasnya lebih sempit bila terjadi gangguan permintaan atau kenaikan biaya bahan baku. SOFA masih moderat, utang terhadap aset sekitar 24,9% dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,33 kali, tetapi masalahnya ada di kas operasi yang negatif. TIRT sudah masuk zona bahaya, total utang Rp1,07 triliun sementara aset Rp361,6 miliar dan ekuitas negatif Rp708,8 miliar, jadi leverage-nya tidak lagi bicara efisiensi, tapi risiko struktur neraca. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Karakter ekspor juga membuat profil risiko tiap emiten beda. WOOD sangat bergantung pada ekspor, ekspor Rp2,13 triliun dibanding lokal Rp18,3 miliar, berarti sekitar 99,15% penjualan kayu datang dari luar negeri, dan konsentrasi pelanggannya tinggi karena tiga pelanggan besar menyumbang sekitar 62,04% penjualan. FWCT juga kuat di ekspor dengan Far East American Inc sekitar 24% dan Concannon Lumber Co sekitar 16%, total 40% hanya dari dua nama, jadi risiko konsentrasi tetap ada meski tidak setinggi WOOD. IFII bahkan lebih tajam, pelanggan terbesar S A Shahab And Company Pte Ltd sekitar 52,10% dan SMB Kenzai Co Ltd sekitar 20,33%, total 72,43% dari dua pelanggan, jadi keunggulan volume datang dengan konsekuensi ketergantungan. DSNG untuk segmen kayu juga dominan ekspor, Rp865,4 miliar dibanding lokal Rp83,3 miliar, sekitar 91,2% ekspor, tetapi penyerap risiko utamanya ada di diversifikasi grup, bukan di kayu itu sendiri. SOFA bermain di furnitur high-end dengan merek Blackwood dan pola ritel-proyek, sehingga skalanya kecil tapi volatilitasnya bisa tinggi. TIRT saat ini hanya melayani pelanggan lokal kecil sambil bergeser ke bisnis pelayaran, jadi membandingkannya dengan eksportir aktif akan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Intinya, tema besar kayu ekspor dapat USD tapi bayar banyak biaya pakai rupiah memang nyata, namun yang membedakan pemenang dan korban biasanya ada di tiga statistik ini. Seberapa berat persediaan dibanding penjualan, seberapa kuat arus kas operasi dibanding laba, dan seberapa longgar struktur utangnya saat siklus permintaan berubah. Di set data September 2025, IFII terlihat paling konsisten di kas dan margin, WOOD paling besar tapi modal kerjanya paling berat di stok, FWCT paling rapi di modal kerja tapi leverage-nya relatif ketat, DSNG paling kuat secara grup tapi angka segmen kayu tidak bisa diseret jadi pembuktian profit kayu, sementara SOFA dan terutama TIRT lebih cocok dibaca sebagai cerita khusus, bukan representasi normal industri kayu ekspor. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ANALISA SAHAM $KEEN

Harga Sekarang: Rp 1.220

Zona Area Beli Aman:
Rp 1.160 โ€“ 1.200
โ€ข Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 1.100
โ€ข Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 1.250 โ†’ ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
โ€ข Breakout 1.250 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
โ€ข TP1 = Rp 1.300
โ€ข TP2 = Rp 1.360 โ€“ 1.420

Keterangan Tambahan:
โ€ข Selama harga bertahan di atas 1.160, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
โ€ข Saham sektor industri/holding, pergerakan teknikal dan cukup responsif terhadap volume
โ€ข Breakout valid jika disertai volume meningkat

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ANTM $IFII
,DM โ€œmauโ€ jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar ๐Ÿ’ฒ di bawah ya. Terima kasih banyak ๐Ÿ™

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Harga Kayu di Amerika Mendekati 600 Dollar

Rebound tapi belum bisa tembus all time high lagi. Secara teoritis, kenaikan harga kayu ini harusnya bisa berdampak positif buat perusahaan kayu Indonesia yang melakukan ekspor ke Amerika. Dapat duit dollar, bayar karyawan pakai rupiah. Margin tebal.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$FWCT $WOOD $IFII

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Rekapan hari ini
Kamis mau ke mana ya

$GOLF

Random tag:
$LPPS
$IFII

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII temboknya terlalu tebal

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII ๐Ÿ˜๐Ÿƒ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IFII Secara Fundamental Bagus, cuman kurang di sorot aja sama bandar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Valuasi $FWCT yang Anomali

Lanjutan dari diskusi saham kayu nyangkut di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Valuasi FWCT di harga 144 terlihat seperti pasar sengaja memberi diskon besar, tapi diskon ini bukan hadiah. Angka-angka kasnya menunjukkan perusahaan masih menghasilkan uang tunai yang nyata, sementara harga sahamnya seolah menilai bisnis ini rapuh. Di saat yang sama, FWCT sedang membakar kas lewat ekspansi, jadi murah di layar bisa saja cuma cerminan risiko eksekusi. Yang bikin ganjil, multiple-nya sudah seperti saham siklus yang sedang terpuruk, padahal penjualan masih tumbuh dan dividen masih jalan. Jadi anehnya bukan karena FWCT murah, tapi karena kombinasi murahnya terlalu ekstrem dibanding data operasional yang tidak sedang runtuh. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau peta pembandingnya dibuka, DSNG itu raksasa dan skalanya beda kelas, aset Rp17,2 triliun, liabilitas Rp6,24 triliun, pendapatan Rp8,94 triliun, laba Rp1,31 triliun, arus kas operasi atau cash flow from operations (CFO) Rp2,04 triliun, penerimaan kas dari pelanggan Rp9,07 triliun. Tapi kayu DSNG hanya Rp948,7 miliar atau sekitar 10,6% dari total pendapatan, jadi perbandingan DSNG dengan emiten kayu murni perlu hati-hati karena mesin uang utamanya bukan kayu. Di kubu kayu murni, FWCT dan $IFII ukurannya mirip di pendapatan, FWCT Rp1,144 triliun dan IFII Rp1,01 triliun, artinya FWCT sekitar 13,3% lebih besar di omzet. Namun ketika masuk ke laba, FWCT Rp45,95 miliar sedangkan IFII Rp154,5 miliar, jadi laba FWCT hanya sekitar 29,7% dari IFII, di sinilah pasar biasanya mulai ragu, omzet kencang tapi efisiensi belum selevel rival. $SOFA dan TIRT berada di ujung spektrum yang berbeda, SOFA kecil dan sensitif modal kerja, TIRT pendapatan Rp33 juta dengan operasional kayu lapis berhenti sejak 2020 sehingga lebih cocok dibaca sebagai cerita bertahan hidup.

Arus kas CFO FWCT Rp74,95 miliar, lalu belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp99,06 miliar, hasilnya arus kas bebas atau free cash flow (FCF) menjadi negatif, kira-kira minus Rp24,11 miliar. Di level rasio, CFO margin 6,55%, namun FCF margin minus 2,11%, ini menggambarkan perusahaan sebenarnya mampu menghasilkan kas operasional, tetapi fase ekspansi menyedot kas lebih cepat dari yang dihasilkan. Rasio capex terhadap laba 2,15 kali dan capex terhadap CFO 1,32 kali, jadi mesin kasnya belum cukup untuk menutup mesin investasi, selisihnya harus ditambal lewat kas lama atau utang baru. Di sisi kualitas laba, ada kabar baik, CFO terhadap laba 1,63 kali, artinya laba akuntansi tidak kosong dan ditopang kas, tetapi FCF terhadap laba minus 0,52 kali mengonfirmasi bahwa fase investasi sedang dominan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Utang finansial FWCT Rp258,7 miliar, dibanding CFO menghasilkan rasio utang terhadap CFO 3,45 kali, dan dibanding laba disetahunkan sekitar Rp61,28 miliar menghasilkan estimasi waktu sekitar 4,22 tahun laba untuk menutup utang, itu pun dengan asumsi laba stabil dan tidak ada kebutuhan kas lain. Pasar biasanya tidak alergi pada utang selama FCF positif atau capex mulai turun, masalahnya di FWCT capex masih lebih tinggi dari CFO, jadi investor membaca ada periode rawan, yaitu ketika cicilan dan bunga berjalan sementara manfaat investasi kapal dan pabrik belum sepenuhnya terasa di margin. Di atas itu, margin laba bersih atau net profit margin (NPM) FWCT sekitar 4,0% membuat ruang error tipis, kenaikan biaya bahan baku atau ongkos logistik yang meleset sedikit saja bisa menekan laba dengan cepat.

Namun dari sisi valuasi murni, angka FWCT memang seperti tidak sinkron dengan label risikonya. Price to earnings ratio (PER) 4,61 kali, price to book value (PBV) 0,74 kali, price to CFO (P/CFO) 2,82 kali, price to sales (P/S) 0,24 kali, enterprise value to earnings before interest tax depreciation and amortization (EV/EBITDA) sekitar 4,39 kali, dividend yield 5,55% dengan dividend payout ratio (DPR) 32,6%. Bahkan nilai aset bersih atau net asset value (NAV) per saham sekitar Rp194,8, sementara harga 144 berarti diskon sekitar 26,1% terhadap NAV. Untuk investor yang fokus value, kombinasi PER di bawah 5 kali dan PBV di bawah 1 kali biasanya sudah terdengar seperti bargain, apalagi kalau dividen masih dibayar. Ini yang bikin terasa ganjil, pasar seolah menilai aset dan penjualan FWCT tidak cukup berkualitas untuk diberi multiple normal, padahal kas operasionalnya masih positif dan tumbuh penjualannya nyata. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Keanehan itu makin jelas kalau dilihat dalam bentuk per saham dan produktivitas per orang. Utang per saham sekitar Rp131 hampir setara dengan harga saham 144, sementara kas per saham hanya Rp47, jadi secara psikologis investor melihat porsi leverage yang menempel di setiap lembar saham cukup besar. Di sisi operasional, dengan 136 karyawan, pendapatan per karyawan sekitar Rp11,2 miliar, laba per karyawan sekitar Rp0,45 miliar, CFO per karyawan sekitar Rp0,73 miliar, dan kas dari pelanggan per karyawan sekitar Rp11,1 miliar, ini menunjukkan mesin penagihan dan konversi omzet ke kas berjalan, hanya saja mesin investasi sedang memakan porsi kas yang besar. Jadi problemnya bukan FWCT tidak menghasilkan kas, melainkan timing kasnya, kas masuknya ada, tetapi kas keluarnya untuk ekspansi lebih cepat.

Kalau investor mencoba membaca arah ke depan dengan cara yang lebih kuantitatif, ada dua jalur cerita. Jalur optimis melihat PEG ratio 0,83 dan berargumen PER 4,61 kali terlalu murah untuk emiten yang omzetnya naik 26,4% dan masih membayar dividen, apalagi float publik hanya 17,4% dan kapitalisasi pasar sekitar Rp282 miliar yang membuat pergerakan harga bisa sensitif terhadap sentimen kinerja kuartalan. Jalur konservatif melihat FCF negatif dan margin 4,0% sebagai kombinasi yang rawan, karena ekspansi harus benar-benar menurunkan biaya logistik atau menaikkan kapasitas dengan utilisasi tinggi, kalau tidak, utang akan terasa berat. Di tengah-tengah, posisi yang paling realistis adalah mengakui FWCT murah secara multiple, tetapi pasar sedang meminta bukti bahwa capex Rp99,06 miliar itu akan berubah menjadi perbaikan margin dan FCF positif, bukan sekadar menambah beban.

Untuk membuat valuasi terlihat normal di PER 10 kali, FWCT perlu laba tahunan sekitar Rp133 miliar, kira-kira naik 117% dari laba disetahunkan saat ini. Untuk investor yang berpikir 10 tahun, di harga 144 dibutuhkan pengembalian rata-rata sekitar Rp14,4 per tahun dari kombinasi dividen dan arus kas bebas agar balik modal secara sederhana, sementara earnings per share (EPS) annualized Rp31,2 memberi ruang, dengan catatan dividen tetap dijaga dan FCF berbalik positif ketika fase ekspansi mulai selesai. Jadi valuasi FWCT saat ini terasa aneh karena pasar menempelkan haircut besar pada bisnis yang masih tumbuh, hanya karena satu hal yang belum terjawab, apakah investasi logistik dan kapasitas itu benar-benar akan mengangkat marjin dan mengembalikan FCF ke zona positif. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿงฎ PER 4,61x, murah untuk emiten yang revenue naik 26,4%.
๐Ÿงพ PBV 0,74x, harga 144 di bawah NAV Rp194,8, diskon 26,1%.
๐Ÿ’ต P/CFO 2,82x, pasar menghargai kas operasi sangat rendah.
๐Ÿ›’ P/S 0,24x, omzet besar tapi dihargai kecil.
๐ŸŽ Dividend yield 5,55%, masih bagi dividen.

๐Ÿ’ธ Masalah inti ada di kas vs ekspansi
๐Ÿšง CFO Rp74,95 miliar, capex Rp99,06 miliar.
๐Ÿ”ป FCF minus Rp24,11 miliar, artinya masih bakar kas.
๐Ÿ“‰ CFO margin 6,55%, FCF margin minus 2,11%.
๐Ÿงฑ Capex 2,15x laba, capex 1,32x CFO, butuh utang atau kas lama.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿฆ Risiko yang bikin pasar pelit multiple
๐Ÿงท Utang finansial Rp258,7 miliar.
โš–๏ธ Utang per saham Rp131, hampir setara harga 144.
๐Ÿช™ Kas per saham Rp47, bantalan tipis.
๐Ÿงป NPM 4,0%, ruang salah langkah sempit.

โœ… Sinyal positif yang sering diabaikan
๐Ÿง CFO 1,63x laba, laba ditopang kas nyata.
๐Ÿ“ฆ Persediaan turun 11,4% saat penjualan naik, barang laku.
๐ŸŒ Net USD 5,8 juta, laba kurs Rp4,69 miliar.

๐ŸŽฏ Kunci pembuktian
๐Ÿšข Investasi logistik harus turunkan biaya dan naikkan margin.
๐Ÿ“ˆ Jika FCF balik positif, valuasi murahnya jadi masuk akal.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy