


Volume
Avg volume
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), didirikan sebagai bagian dari grup Indofood, merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek terbesar dan terkemuka di Indonesia. Beroperasi di berbagai kategori seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, minuman non-alkohol, serta kemasan, ICBP memiliki lebih dari 30 merek ternama, termasuk Indomie, Indomilk, Chitato, Bumbu Racik, Promina, dan Ichi Ocha. Dengan jaringan distribusi luas dan lebih dari 60 pabrik di Indonesia serta 20 fasilitas internasional, ICBP tengah fokus memperkuat pasar global dan menjaga keunggulan produknya di le... Read More
Target balik modal dari pembagian deviden pertahun paling lama 10 tahun. Apakah ada saham jenis ini ? Mungkin, tapi tidak banyak. Kalau tidak ada, maka pastikan berinvestasi dengan research dan perhitungan matang dan mendalam. Sehingga meski deviden akan mengembalikan modal dalam waktu 50 tahun, modal tetap berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis.
$UNTR $ICBP $PBID
$AISA
Halo Sobat Investor! Senang sekali Anda bertanya tentang **PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA)**. Sebagai mentor saham Anda, saya telah membedah Laporan Keuangan Tahunan 2025 mereka.
Ini adalah momen menarik bagi AISA. Kita melihat sebuah cerita *turnaround* (pemulihan kinerja) yang semakin solid dari sisi laba, namun ada "lampu kuning" yang harus kita waspadai di arus kas. Mari kita bedah satu per satu agar Anda bisa mengambil keputusan investasi yang bijak.
### 1. Kinerja Profitabilitas: Efisiensi Membuahkan Hasil (Bullish)
Kabar baiknya dulu: AISA mencetak pertumbuhan laba yang impresif.
* **Laba Bersih Melonjak:** Laba tahun berjalan naik signifikan menjadi **Rp89,1 miliar** di tahun 2025, dibandingkan Rp69,4 miliar di tahun 2024. Ini sinyal positif bahwa perusahaan semakin sehat mencetak uang bagi pemegang saham.
* **Penjualan Naik Tipis, Margin Tebal:** Penjualan neto naik menjadi **Rp1,95 triliun** dari Rp1,92 triliun. Yang luar biasa adalah **Beban Pokok Penjualan (COGS) justru turun** menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp1,21 triliun.
* **Analisa Mentor:** Ini artinya manajemen berhasil melakukan efisiensi produksi atau mendapatkan bahan baku lebih murah. Akibatnya, Laba Bruto (Gross Profit) naik tebal menjadi **Rp762 miliar**. Efisiensi operasional ini adalah nilai plus besar bagi investor fundamental.
### 2. Posisi Neraca: Aset Tumbuh, Utang Jangka Pendek Membengkak (Neutral to Caution)
Mari lihat dompet perusahaan.
* **Ekuitas Menguat:** Ekuitas (modal bersih) tumbuh menjadi **Rp1,14 triliun** dibanding Rp1,04 triliun tahun lalu. Defisit saldo laba (akumulasi kerugian masa lalu) perlahan berkurang, menunjukkan pemulihan ekuitas yang konsisten.
* **Pergeseran Utang:** Total Liabilitas naik sedikit ke Rp945 miliar. Namun, perhatikan strukturnya: Liabilitas Jangka Pendek melonjak menjadi **Rp720 miliar** (dari Rp584 miliar), sementara Liabilitas Jangka Panjang turun.
* **Sorotan Khusus:** Utang bank jangka pendek naik drastis dari Rp32 miliar menjadi **Rp111,7 miliar**.
* **Analisa Mentor:** Pergeseran ke utang jangka pendek ini meningkatkan risiko likuiditas. AISA harus memastikan mereka punya cukup kas untuk melunasi kewajiban yang segera jatuh tempo ini dalam 12 bulan ke depan.
### 3. Arus Kas: Lampu Kuning! (Bearish Warning)
Ini bagian yang paling krusial dan sering luput dari pemula. "Profit is vanity, Cash is sanity."
* **Arus Kas Operasi Anjlok:** Meskipun laba bersih naik, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi **turun drastis** menjadi hanya **Rp22,9 miliar**, padahal tahun 2024 mampu mencetak Rp271,6 miliar.
* **Penyebabnya:** Ada pembayaran besar kepada pemasok yang naik menjadi Rp1,36 triliun.
* **Posisi Kas Akhir:** Akibatnya, Kas dan Setara Kas di akhir tahun 2025 turun menjadi **Rp133 miliar**, dari posisi awal Rp222 miliar.
* **Analisa Mentor:** Sobat investor, ini peringatan. Perusahaan mencatat laba secara akuntansi, tapi uang tunai yang masuk seret tahun ini. Jika tren ini berlanjut, kemampuan mereka membayar dividen atau ekspansi tanpa utang baru bisa terganggu.
### 4. Risiko Konsentrasi & Pihak Berelasi
Sebagai investor cerdas, Anda harus tahu kepada siapa AISA berjualan.
* **Ketergantungan Tinggi:** Penjualan kepada pihak berelasi, **FKS Pangan Nusantara**, mencapai **Rp1,44 triliun**. Ini setara dengan sekitar **73%** dari total penjualan AISA.
* **Analisa Mentor:** Nasib AISA sangat bergantung pada satu pihak ini. Jika FKS Pangan Nusantara batuk, AISA bisa demam. Pastikan Anda nyaman dengan risiko konsentrasi ini.
---
### Kesimpulan & Arahan Mentor:
AISA di tahun 2025 menunjukkan performa *bottom-line* (laba bersih) yang sangat baik berkat efisiensi beban pokok. Valuasi aset mereka juga membaik. Namun, sebagai mentor, saya sarankan Anda untuk **memantau ketat Arus Kas Operasi** di kuartal-kuartal mendatang.
**Strategi:**
* Jika Anda investor agresif yang suka cerita *turnaround*, kenaikan laba bersih adalah katalis positif.
* Namun, waspadai likuiditas. Lonjakan utang jangka pendek dikombinasikan dengan arus kas operasi yang menipis adalah risiko nyata. Pastikan AISA mampu mengelola modal kerjanya lebih baik di tahun 2026.
*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data Laporan Keuangan 2025 yang disajikan. Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda.*
https://cutt.ly/jtQeY9ov
RANDOM TAG $ICBP $MYOR
Mau bulan puasa, langsung keinget korelasi dengan saham consumer goods?
Dulu awal-awal di saham pas 2014-2015 saat menjadi jurnalis, sering mencari angle prospek hubungan saham consumer goods dan ritel dengan momentum bulan puasa.
Logikanya sederhana, jelang lebaran suka ada yang kirim parcel, bagi-bagi sembako, dan lainnya. Namun, apakah riil berdampak juga ke harga sahamnya?
Nah, kami coba buatkan gambaran historis dan prospek saham consumer goods dan ritel saat momentum lebaran di sini: https://cutt.ly/xtQwvaaV
$ICBP $MYOR $AMRT

Ketika Pertahanan Menjadi Penjara
Pelajaran dari Lembah Sichuan
Pada masa Tiga Kerajaan setelah runtuhnya Dinasti Han, wilayah Tiongkok terpecah menjadi tiga kekuatan besar. Di utara ada Wei, dipimpin oleh Cao Cao, Cao Pi, dan kemudian Sima Yi. Di tenggara berdiri Wu di bawah Sun Quan dengan dukungan Zhou Yu dan Sun Ce. Sementara itu, di barat daya, Liu Bei membangun Shu Han dengan bantuan Zhuge Liang serta para jenderal legendaris seperti Guan Yu, Zhang Fei, dan Zhao Yun.
Basis kekuatan Shu Han berada di Lembah Sichuan. Wilayah ini dikelilingi pegunungan tinggi dan hanya bisa diakses lewat celah-celah sempit yang berbahaya. Dari sudut pandang militer, ini adalah benteng alami. Mudah dipertahankan dan hampir mustahil diserbu. Setelah gagal menguasai wilayah tengah Tiongkok, Liu Bei menjadikan Sichuan sebagai tempat berlindung sekaligus pusat kekuasaannya.
Namun, di sinilah ironi besar Shu Han dimulai. Lembah Sichuan memang menyelamatkan mereka dari kehancuran cepat, tetapi perlindungan yang sama perlahan berubah menjadi belenggu. Pegunungan yang menjaga Shu dari musuh juga mengurung mereka dari dunia luar. Selama puluhan tahun, Shu Han bertahan melawan musuh yang jauh lebih besar, tetapi mereka hampir tidak pernah benar-benar mampu mengubah posisi bertahan itu menjadi kekuatan ofensif yang menentukan.
Zhuge Liang, sang ahli strategi, melancarkan lima ekspedisi besar ke utara untuk menyerang Wei. Semuanya berakhir tanpa hasil yang menentukan. Kegagalan ini bukan karena kurangnya kecerdasan atau keberanian, melainkan karena realitas yang tidak bisa dinegosiasikan.
Untuk menyerang Wei, pasukan Shu harus melewati pegunungan dan jalur sempit sambil membawa logistik dalam jumlah besar. Setiap langkah maju penuh risiko. Sementara itu, Wei cukup menunggu dan bertahan di titik-titik sempit yang mudah dipertahankan. Menyerang selalu lebih sulit daripada bertahan, dan serangan menanjak melalui pegunungan adalah tantangan yang hampir mustahil.
Dari sisi ekonomi, Shu Han hanyalah kerajaan kecil dengan sumber daya terbatas, pada dasarnya satu provinsi melawan Wei yang menguasai banyak wilayah subur. Setiap kampanye militer menguras persediaan pangan, tenaga manusia, dan keuangan. Wei bisa kalah dalam satu pertempuran dan bangkit kembali. Shu tidak punya kemewahan itu.
Masalah lain adalah ketergantungan pada satu sosok. Zhuge Liang adalah otak utama strategi Shu Han. Ketika ia wafat pada tahun 234, Shu kehilangan pusat pengambilan keputusan. Wei memiliki banyak jenderal dan administrator yang bisa saling menggantikan. Shu tidak.
Lebih dalam lagi, ekspedisi ke utara sejatinya bukan untuk menaklukkan Wei, melainkan untuk bertahan hidup. Dengan terus menyerang, Shu berharap membuat Wei sibuk agar tidak sempat menyerbu Sichuan. Ini adalah pertahanan yang disamarkan sebagai serangan. Strategi ini memang membeli waktu, tetapi menghabiskan sumber daya yang tidak bisa diperbarui.
Liu Bei berpesan agar Zhuge Liang memulihkan kejayaan Dinasti Han. Zhuge Liang setia pada amanat itu. Namun, kesetiaan pada mimpi masa lalu tidak cukup untuk mengalahkan matematika hari ini. Shu Han berjuang dengan gagah berani, tetapi pada akhirnya runtuh. Kecerdasan tidak mampu menembus keterbatasan wilayah dan skala.
* * * * * * *
Kisah Shu Han adalah kisah yang sangat menarik. Lebih daripada itu, di balik perang, strategi, dan tokoh-tokoh besarnya, ada pola yang sangat relevan dengan dunia bisnis dan investasi. Dari cara Shu Han bertahan, berjuang, dan akhirnya runtuh, kita bisa menarik beberapa pelajaran penting tentang keunggulan, keterbatasan, dan ruang pertumbuhan yang sering luput kita perhatikan saat menilai sebuah bisnis.
Pelajaran pertama yang perlu kita sadari adalah bahwa keunggulan yang membuat kita bertahan belum tentu membuat kita menang. Lembah Sichuan adalah benteng defensif yang luar biasa, tetapi sangat buruk sebagai titik awal ekspansi. Dalam investasi dan bisnis, kita sering jatuh cinta pada sesuatu yang aman, stabil, dan terlindungi, tanpa menyadari bahwa keamanan itu bisa membatasi pertumbuhan.
Banyak perusahaan memiliki parit ekonomi (economic moat) yang kuat. Pelanggan setia, produk unik, atau posisi dominan di ceruk tertentu. Pada awalnya, ini adalah kekuatan. Namun seiring waktu, parit yang sama bisa membuat perusahaan sulit bergerak. Mereka terlalu nyaman di wilayahnya sendiri, sulit masuk ke pasar baru, dan lambat beradaptasi. Seperti Shu Han, mereka aman, tetapi terkurung.
Pelajaran berikutnya adalah bahwa kecerdasan tidak selalu dapat mengalahkan keterbatasan sumber daya. Zhuge Liang boleh jenius, tetapi ia tidak bisa menciptakan sumber daya baru dari wilayah yang terbatas. Dia tidak dapat menciptakan pasukan, pangan, dan logistik dari wilayah yang sempit. Dalam investasi, kita juga tidak bisa memaksakan pertumbuhan dari bisnis yang pasarnya kecil atau sudah jenuh. Laporan keuangan yang bagus dan manajemen yang cerdas tetap harus didukung oleh ukuran pasar yang memadai. Tanpa itu, pertumbuhan cepat atau lambat akan berhenti.
Karena itu, penting bagi kita untuk selalu melihat konteks yang lebih besar. Dalam dunia modern, geografi bukan lagi soal gunung dan sungai, tetapi soal ukuran pasar, tren jangka panjang, dan ruang ekspansi. Bisnis yang berada di pasar luas dengan permintaan yang terus tumbuh punya peluang jauh lebih besar untuk menciptakan nilai jangka panjang. Mereka beroperasi di dataran luas, bukan di lembah sempit.
Namun, perlu dipahami pula bahwa keterbatasan tidak sepenuhnya buruk. Pada fase awal, keterbatasan dapat mendorong fokus, efisiensi, dan disiplin. Banyak bisnis kecil menjadi tajam karena tidak punya pilihan selain menggunakan sumber daya secara hati-hati. Namun, kita perlu peka kapan keterbatasan itu berhenti mengasah dan mulai mencekik. Ceruk yang terlalu sempit mungkin sangat menguntungkan hari ini, tetapi jika tidak ada jalan keluar menuju skala yang lebih besar, masa depannya menjadi rapuh.
Pelajaran penting lainnya adalah soal ketergantungan. Shu Han terlalu bergantung pada Zhuge Liang. Ketika Zhuge Liang wafat, fondasi keputusan ikut runtuh. Dalam bisnis, ketergantungan berlebihan pada satu produk utama, satu pasar, atau satu figur kunci juga berbahaya. Ketika titik tumpu itu hilang atau melemah, seluruh sistem ikut goyah. Sebagai investor, kita perlu menilai apakah sebuah bisnis punya kedalaman dan regenerasi, atau hanya bertahan karena satu faktor saja.
Akhirnya, kisah Shu Han mengingatkan kita bahwa bertahan bukanlah tujuan akhir. Bertahan itu penting, tetapi tidak cukup. Kita berinvestasi untuk bertumbuh, bukan sekadar tidak mati. Perusahaan yang benar-benar berkualitas bukan hanya yang sulit diserang, tetapi yang punya ruang untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memperluas jangkauan nilainya.
Sungai dan pegunungan Sichuan masih ada hingga hari ini, tetapi Shu Han telah lama menjadi sejarah. Bisnis pun demikian. Keunggulan hari ini tidak menjamin relevansi esok hari. Bagaimana dengan pilihan investasi Anda? Apakah bisnis yang Anda pilih berada di medan yang memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan, atau hanya cukup aman untuk bertahan tanpa pernah benar-benar melangkah lebih jauh?
P.S. Artikel ini diadaptasi dari artikel "When Mountains Become Cages: Lessons from the Sichuan Basin" karya Eugene Ng dari Vision Capital Fund.
@Blinvestor
Random tags: $UNVR $INDF $ICBP
Kabar gembira buat pejuang lot kecil! 🚀
Di 2026, ukuran 1 lot rencananya bakal dipotong jadi 50 lembar aja. Saham-saham Blue Chip bakal jadi lebih terjangkau. Plus, data aliran dana asing bakal dibuka pas jam istirahat sesi 1. Nggak perlu nunggu pasar tutup lagi buat intip gerak-gerik Big Boys!
Detail lengkap senjatanya ada di video ini:
https://cutt.ly/rtmblTIr
$ICBP $ADRO $ADMR
$TPMA ini saya sama dengan temen2 sangkuters lainnya di mari yg makin hari makin nambah aja jumlahnya... ,😀😀😀
sama juga temens nyangkut di $ICBP & $BRIS jg makin banyak ... 😁😁😁
bedanya TPMA pasti pada ngarepin dividen..ye kan?
kalo ICBP pasti bukan ngarep dividen kan kecil cuma 3-4% ...apalagi BRIS yang 1% an, ngarep apa coba?
1/3



3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BBRI (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 3780
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 3720 – 3850
- Stoploss: < 3600
- TP1: 4000
- TP2: 4200 – 4350
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing BBRI masih memungkinkan lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 3500 – 3600
- Stoploss: < 3350
- TP1: 3850
- TP2: 4100 – 4350
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 3920 dengan volume besar
- Stoploss: < 3720
- TP1: 4200
- TP2: 4500 – 4800
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 3920 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 3500 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ICBP $AGAR
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Beli Sore – jual pagi itu soal disiplin.
Watchlist: $ERAA $MSIN $ICBP
Salah arah? Cut loss, bukan berharap.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Lebih Ramping dan Lincahkah $UNVR Saat Ini?
Bagi sebagian investor, melihat pergerakan UNVR beberapa tahun terakhir mungkin terasa seperti melihat raksasa yang sedang pasrah dengan obesitasnya dan selalu gagal menunaikan resolusi tahun barunya: Diet ketat. Memasuki semester pertama 2026, resolusi tersebut mulai terlihat. Melalui divestasi unit bisnis es krim (Wall's) dan teh (Sariwangi), UNVR secara resmi menanggalkan beban operasional yang selama ini dianggap berat di ongkos. Bisnis es krim harus selalu menyediakan kulkas yang menyedot listrik mulai dari pabrik hingga warung ecerannya.
Laporan keuangan penuh 2025 jadi bukti awal efektivitas strategi ini dengan lonjakan laba bersih yang signifikan. Sentimen positif ini semakin memanas menjelang RUPS yang diselenggarakan siang nanti, di mana pengesahan jajaran direksi baru menjadi agenda krusial. Pasar berharap susunan manajemen baru ini membawa wajah-wajah yang ahli dalam efisiensi operasional dan inovasi digital. Jika figur yang terpilih memiliki reputasi kuat dalam memutarbalikkan kinerja (turnaround), harga saham berpotensi mendapatkan dorongan instan karena meningkatnya optimisme investor terhadap arah baru perusahaan.
Dalam kalkulasi investasi, daya tarik utama UNVR kini bergeser pada dividend yield yang sangat kompetitif. Dengan proyeksi imbal hasil kumulatif mencapai 5,8% hingga 6,9%, UNVR menawarkan kepastian pendapatan pasif yang melampaui kompetitor seperti $ICBP atau $MYOR
Di sisi lain, potensi capital gain tetap terbuka dengan target harga konsensus di kisaran Rp2.900 - Rp3.200. Namun, investor perlu jeli; kenaikan harga sering kali memuncak menjelang cum date dividen, sehingga strategi entry yang tepat sangat krusial untuk menghindari dividend trap (pembahasan mengenai ini di tulisan terpisah yes).
Tanpa rantai dingin es krim yang mahal, UNVR kini fokus pada benteng pertahanan utamanya: perawatan tubuh dan rumah tangga. Dengan restrukturisasi portofolio dan penyegaran kepemimpinan siang ini, raksasa ini tidak lagi sekadar besar; ia kini bertransformasi menjadi entitas yang lebih ramping, lincah, dan siap berlari lebih efisien di tahun 2026.
MELIHAT PELUANG DI TENGAH KETIDAKPASTIAN MARKET🔥
Di tengah ketidakpastian pasar saat ini, mencari saham yang aman untuk di-hold itu sangat sulit. Pertanyaan semua orang berubah menjadi "saham mana yang fundamentalnya paling tahan banting?
Ketika market crash terjadi, kondisi fundamental selalu menjadi kunci. Karena emiten dengan fundamental sehat dan pertumbuhan bisnis solid adalah obat penenang hati paling ampuh.
Mari kita bedah tuntas kenapa $CMRY menjadi pilihan menarik di tengah ketidakpastian ini. 🧵👇
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) bukan sekadar pemain susu biasa. Banyak yang mengira mereka cuma jualan yogurt, padahal mesin pertumbuhan aslinya ada di Frozen Food (Kanzler) dan makanan protein premium. Mereka sukses mengubah stigma "saham susu" menjadi "saham growth" yang sangat digemari pasar.
Per Kuartal III 2025, CMRY mengantongi laba bersih Rp1,60 Triliun (+38,52% YoY). Menariknya, segmen makanan (Kanzler) melonjak 30,89%, jauh melampaui pertumbuhan susu yang hanya 2,22%. Ini bukti kalau produk mereka punya pricing power yang luar biasa meski ekonomi sedang tidak menentu.
Di masa sulit, orang mungkin mengurangi makan di restoran, tapi mereka beralih ke "kemewahan terjangkau" di rumah seperti Sosis Kanzler. Inilah yang menjaga pertumbuhan laba bersih tetap meroket 38,52% YoY.
Total Aset CMRY meningkat ke Rp8,92 Triliun. Meski liabilitas naik ke Rp1,76 T, total Ekuitas tetap tebal di Rp7,16 Triliun. CMRY adalah definisi perusahaan Cash Rich. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang seringkali memicu kenaikan suku bunga, CMRY relatif aman karena mereka tidak bergantung pada utang bank berbunga besar untuk operasionalnya. Modal sendiri yang kuat berarti mereka punya "napas" yang panjang untuk berekspansi tanpa takut tekanan suku bunga.
Dibandingkan para raksasa FMCG lainnya, CMRY adalah juaranya efisiensi. Dengan Net Profit Margin (NPM) mencapai 22,28%, mereka jauh mengungguli kompetitor seperti $ICBP dan $UNVR. Artinya, setiap rupiah penjualan yang dihasilkan, jauh lebih banyak yang menjadi laba bersih untuk pemegang saham.
Pasti kamu bilang "Tapi harga sahamnya udh mahal"
Banyak yang terjebak menganggap CMRY mahal karena PER-nya 20x. Namun, jika kita hitung menggunakan PEG Ratio (0,98), ceritanya berbalik. Kalau pake kacamata Peter Lynch, saham dengan PEG di bawah 1,0 adalah saham "salah harga" karena pertumbuhannya jauh lebih cepat daripada kenaikan harga sahamnya. jadi, kamu sebenernya lagi beli perusahaan growth tapi di harga yang masih sangat masuk akal.
Jangan lupa, ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bakal jalan full speed tahun ini. Dengan infrastruktur cold chain (rantai dingin) dan jaringan distribusi ke pelosok, CMRY adalah pemain yang paling siap dapet "durian runtuh" dari program pemerintah ini.
CMRY memberikan apa yang jarang diberikan emiten lain di tahun 2026. Keamanan dari sisi neraca dan Harapan dari pertumbuhan yang konsisten. Jika kamu mencari pegangan di tengah ketidakpastian, fundamental dan momentum kebijakan pemerintah saat ini sebenarnya cenderung berpihak pada emiten disektor FMCG.
Gimana menurut kamu, apakah CMRY layak masuk watchlist tahun ini? Diskusi yuk di kolom komentar! 👇
Buat kamu yang butuh bimbingan dan diskusi intens, Join Excom Klinik Porto !
Klik link 👇
https://stockbit.com/community/F35921
atau bisa dengan klik external community di Stockbit kamu dan input kode F35921
1/10









