


Volume
Avg volume
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), didirikan sebagai bagian dari grup Indofood, merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek terbesar dan terkemuka di Indonesia. Beroperasi di berbagai kategori seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, minuman non-alkohol, serta kemasan, ICBP memiliki lebih dari 30 merek ternama, termasuk Indomie, Indomilk, Chitato, Bumbu Racik, Promina, dan Ichi Ocha. Dengan jaringan distribusi luas dan lebih dari 60 pabrik di Indonesia serta 20 fasilitas internasional, ICBP tengah fokus memperkuat pasar global dan menjaga keunggulan produknya di le... Read More
@StupidOldDog best price nurut gw kalau mau beli $LAPD ya diharga 50
udah under harga 2 investor singapura tuh
$ICBP $INDF
PIRING MAKAN DAN SELAT HORMUZ
Pembahasan $PBID kemarin, jadi penasaran dengan emiten plastik lainnya.. seperti $IPOL (Indopoly).
Jarak hormuz ke meja makan kita mungkin ribuan kilometer. Namun bagi perusahaan2 emiten plastik, seperti riak atau ombak di perusahaan. Tentu tergantung ombak atau tsunami.. hehe
Ombak besar rasanya sudah seperti banjir di IPOL, 30-40% omzet nya berasal dari 2 perusahaan besar, Indofood CBP Sukses Makmur ~18%, dan Varion Cuan ~17%.
Banjirnya datang dari hutang yang sudah mepet.
==>Laba Usaha = 6,9 juta dollar
==>Beban Keuangan = 5.5 juta dollar
==>ICR nya, 1,25x. agak ketat, karena laba perusahaan ~80% nya untuk bayar bunga.. hehe
Anggap saja harga bahan baku naik 20%, apa yang terjadi?
Nilai BB (Bahan Baku) YTD 9M = 103,7 juta dollar
Kenaikkan 20,7 juta dollar, akan menjadi tsunami. meski cash saat ini 15 juta dollar.
Untungnya.. untung, tidak ada perjanjian yang mengikat harga “lock price”, resiko terbesar adalah perusahaan terlambat menaikkan harga ke $ICBP, varion cuan, atau pihak ketiga lainnya.
Days Sales Outstandingnya 91 hari, sedangkan Payable Outstandingnya 21 hari. So, mundur lagi 1 bulan pembayaran dr customer. Bisa saja memaksa perusahaan melakukan langkah2 strategis baru.
Berbeda dengan grup PBID yang sudah memiliki brand di hati customer, dan kanal distribusi yang sudah jadi. Adalagi kartu as “grin packindo”, bisa menggunakan plastik daur ulang saja.
Kalau di panca “anyplastic is a good plastic” di Indopoly “every micron counted”
Hehehe, meleset dikit, loss.. hehe
Kapasitas produksi film indopoly 80.000 ton (20.000 di purwakarta, 60.000 di yunnan dan suzhou), menariknya kalau kapal china bs melintas di selat hormuz, ini berita yang bagus untuk indopoly. Supply biji dari lokal akan lebih mudah di akses.
Pada akhirnya, jantung indopoly ada di china (75% kapasitas). So, stabilitas industri di china sangat berpengaruh juga ke indopoly.
Ke Purwakarta membeli kain,
Singgah di Shanghai membeli sutra.
Bukan sekadar produksi main-main,
Tiap mikron penentu laba.
$ELSA $ICBP pindah sini dulu $ICBPHDCJ6A mumpung induk ijo, IHSG juga mendukung, bandar juga akum 🥳🥳

Ternyata hari ini IHSG Closing makin terjun hahahha, Amunisi masih tersedia meskipun kalo mau avd jg bingung mau yg mana soalnya MERAH MERONA semuaa. Dibawa tenang dan happy aja soalnya bulan depan beberapa emiten yg dipegang mau bagi2 dividen, meskipun blm bisa nutup at least kalo buat hidup di Jakarta udh lebih dari cukup. Semoga aja konflil IRAN-ISRAHELL ini mereda dan teman2 saya yg lagi kerja di gulfstream country sehat2 semua dan aman selalu.
$BBRI $ICBP $PWON

IEP libur dulu sore ini, besok pagi kita lanjut lagi.
$BBNI ijo karena dividen. Lumayan lah beli bbrp hari yg lalu sblm pengumuman dividen. Tinggal tunggu mau naik ke berapa 🤣 🤣
Ada yg bilang kenapa ga beli $ITMG saja? Dividen BBNI 8% mgkn bisa dilahap ITMG dalam 2 hari.
It's just not my style. Sy tidak ngejar yg uda naik.
Sy kebanyakan contrarian alias melawan arah market. Contoh $ICBP INDF itu sy lagi ngumpulin. Tapi kalau kamu ga sanggup nunggu sampai dia naik kembali, jangan beli. Ini butuh kesabaran. Sy hanya gunakan valuasi saja di sini, bukan indikator technical. Klo technical tentu suruh jual, yg mana menurut sy tidak masuk akal.
Kalau di scalping baru pakai technical.

Dilema APBN: Subsidi BBM vs Program Populis? 🛢️
Harga minyak di atas $100 adalah momok bagi Indonesia sebagai net importer. Tekanan terhadap subsidi energi kini mengancam stabilitas pasar modal. Investor asing sedang memantau ketat: apakah pemerintah akan melakukan pivot strategis demi menjaga kesehatan fiskal?
Jangan abai dengan risiko downgrade status MSCI ke Frontier Market yang bisa memicu outflow masif. Pahami peta jalannya sebelum mengambil keputusan investasi.
Bedah tuntas bom waktu APBN dan dampaknya ke saham defensif:
https://cutt.ly/wtTjXZyC
Tag: $MEDC $ELSA $ICBP
$BUMI kalau harga komoditas, emas, oil, batu bara meningkat tapi harga saham emiten masing2 malah turun itu dan harga emiten2 saham ga jelas malah ijo itu arti nya kita harus gambling ke emiten2 itu walaupun setelah dianalisa emiten2 tsb sangat2 tidak layak di invest???? atau memangs sekarang market disini UNTRUSTED???
coba tulis pendapat kalian
$ICBP
$PANI
$ICBP icbp indomie pun ancur babak belur. oleh admin dunia trump+Israel fix begal perampok segala bidang pasar keuangan saham cripto gold tambang.
pemiskinan massal apakah idul fitri ini akan lesu daya beli
Sebuah pengingat nantinya jika portofolio ini (mungkin) akan rebound tapi gatau kapan waktunya! Mereka yang bertahan yang akan menjadi pemenangnya. Kalian ngga sendiri tel $ERAA $BBRI $ICBP

$ICBP bakal tertekan labanya. Bahan baku icbp banyakan impor dgn usd yg mahal otomatis bakal menggerus labanya
FUNDAMEN 🟰 Analisis berbasis kinerja perusahaan
Data yang digunakan bisa berupa:
✅️ Laporan Laba/Rugi
✅️ Posisi Neraca
✅️ CALK
✅️ Laporan Arus Kas
✅️ Dokumen lain yang berbasis kinerja perusahaan
Jangan pernah memutuskan karena:
❌️ Perasaan/feeling
❌️ Mood
❌️ Signal/influencer
❌️ Streamer's fear/greed
Kenapa di saat market crash analisis fundamen dibutuhkan? Karena fundamen perusahaan adalah indikator yang bisa diukur. Bukan berarti teknikal tidak penting, teknikal sangat penting. Tapi di saat market crash seperti saat ini, keputusan untuk mempertahankan saham atau tidak harus berdasar, bukan menggunakan perasaan atau feeling karena market tidak peduli dengan perasaan anda para investor/trader.
It's time you make your own analysis!
Pada umumnya, saham yang mengalami koreksi akan rebound ke nilai valuasi wajarnya.
Setahu saya, di aplikasi stockbit versi desktop ada tool mengukur valuasi wajar suatu saham berdasarkan PE Rasio.
Jadi apa yang dimaksud PE Rasio?
Menilai valuasi wajar saham menggunakan Price to Earnings Ratio (PE Ratio) adalah metode paling umum dalam analisis fundamental. Prinsip dasarnya: membandingkan harga saham dengan laba yang dihasilkan perusahaan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca referensi dan literasi sendiri. Setiap sektor usaha mempunya benchmark PE Rasio masing-masing.
Apakah PE Rasio cukup?
Tergantung, "Ya cukup" untuk screening awal. Selanjutnya anda juga perlu membekali analisis anda dengan:
🗣Posisi (rasio) Hutang untuk menakar beban bunga
🗣Piutang usaha untuk memperkirakan piutang tak tertagih yang ujung-ujungnya juga bisa menjadi biaya
🗣Capex, dll
Jangan terjebak dengan bubbling harga saham yang sudah digoreng, di saat market crash seperti saat ini perlu mengetahui fundamen saham yang kamu miliki.
seberapa perlu? Coba jawab pertanyaan simple ini.
1️⃣ Apa saham yang kamu beli? Apakah kamu benar-benar tahu probisnya? Kinerjanya, dll.
2️⃣ Alasan kamu dulu membeli saham tersebut?
Jika kamu tidak dapat menjawab 2 pertanyaan simple tersebut? Ya silahkan isi sendiri kalimat saya selanjutnya.........
$IHSG
$ICBP
$MYOR
$ICBP mw cutloss kq ragu² ya, wait n see sambil cari tambahan modal utk avg.down...hold sampe bg² deviden

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga memicu gangguan pasokan pupuk global akibat tersendatnya pengiriman melalui Selat Hormuz di tengah lonjakan harga gas alam.
Akibtnya, petani di berbagai negara berlomba mengamankan pupuk meski harganya melonjak tajam. Jika berlanjut, kondisi ini berpotensi menekan produksi dan memicu kenaikan harga pangan.
inget sektor pangan pangan kalo perang berlangsung sampe 90hari otomatis sektor pangan juga melejit
$IHSG $ICBP $INDF