


Volume
Avg volume
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), didirikan sebagai bagian dari grup Indofood, merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek terbesar dan terkemuka di Indonesia. Beroperasi di berbagai kategori seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, minuman non-alkohol, serta kemasan, ICBP memiliki lebih dari 30 merek ternama, termasuk Indomie, Indomilk, Chitato, Bumbu Racik, Promina, dan Ichi Ocha. Dengan jaringan distribusi luas dan lebih dari 60 pabrik di Indonesia serta 20 fasilitas internasional, ICBP tengah fokus memperkuat pasar global dan menjaga keunggulan produknya di le... Read More
@YohanesCong2 $ICBP dan $PWON cmn jadi alat hedging saya buat prediksi kalau IDR akan menguat saya bisa profit dari saham, tapi USD yang menguat terus dan belum ada tanda2 melemah, jadi saya prefer simpan dalam USD/AED saja daripada dibelikan saham, di UAE saya dapat 6% bersih tanpa pajak 😁
$USDIDR Dollar Makin Meroket
$PWON dan $ICBP yang utang dollar nya gede makin terbebani.
Buat yang ekspor seperti ADRO ANTM ITMG NCKL dkk, mereka happy karena dollar naik.
Posisi Menentukan Opini.
Prabowo katanya mau dollar jadi 5000 rupiah. Apakah itu bisa terwujud? 🤔
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










Market itu tempat paling menarik bagi saya.
Karena selalu memberikan opportunity yang tidak terhingga.
Di saat semua lagi bullish, semua hijau, eh Group Pak Salim malah lagi di bawa turun ke harga yg cukup enak untuk di entry.
Itulah enaknya punya metode dan cara di Bursa.
Kapan bisa growthnya jika hanya ikut2an.
Saya selalu bilang ke anak saya,
Jadi no.1 itu harus siap hidup dalam kesunyian, kenapa?
Pernah lihat di podium juara lomba berdiri ramai2? mostly hanya berdiri 1 orang, dan again dunia tidak akan pernah mengingat siapa juara 2-3 dst, apalagi hanya peserta.
Oleh karena itu, jika ingin berhasil yah harus percaya diri sendiri dan berusaha sendiri
Jadi follower akan selamanya begitu2 saja hidupnya, membosankan, tidak challenging..........
Boleh di cek menarik tidak emiten ini di hari ini
$ICBP $INDF
Saya sih sudah serok 😁
Opportunity muncul kadang dari tempat yg biasa2 saja, seperti saham yg biasa2 saja, tidak njelimet, apalagi aneh2 bisnisnya 😂 .
Disclaimer on yah
➖ Trump mengklaim kesuksesan kebijakan tarif impor US dalam menekan defisit neraca perdagangan hingga ke level terendah sejak 2009.
US Dollar Index DXY cenderung menguat seiring bagusnya data ekonomi US.
Rupiah masih terus tertekan pelemahan di atas 16.800.
$USDIDR
Hati-hati emiten dengan banyak utang dalam mata uang USD
$ICBP $MDLN
Diharapkan trade deal Indonesia-US segera rampung.
Minggu depan tim negosiasi Indonesia akan berangkat ke US untuk finalisasi.
Jika finalisasi perjanjian sudah disepakati, Presiden Prabowo akan ke US menemui Trump akhir Januari 2026.

$IHSG — Catatan Seorang yang Tidak Diperhitungkan Pasar
Ada masa ketika aku percaya bahwa kecepatan adalah segalanya.
Di pasar modal, aku pikir pemenangnya adalah mereka yang paling cepat membaca grafik, bereaksi terhadap berita, mengambil posisi, dan mengaku benar. Aku pernah hidup di fase itu; ingin selalu selangkah lebih dulu dari orang lain, dan selangkah lebih jauh dari rasa takut tertinggal.
Saat itu, pasar tampak seperti perlombaan tanpa henti. Setiap kenaikan terasa seperti panggilan suci, setiap koreksi seperti ancaman pribadi. Aku ingin cepat benar, seakan pasar menuntut kesempurnaan. Padahal, kebenarannya jauh lebih sederhana: pasar tidak memintaku sempurna setiap waktu, ia hanya ingin kita cukup lama bertemu.
Namun sebelum sampai di sana, aku tersesat sangat jauh.
Ada masa ketika pasar terasa seperti panggung penuh sorak-sorai, komentar, dan validasi yang diam-diam kucari. Hingga suatu hari aku sadar: pasar bukan panggung pujian. Ia tak peduli luka atau pembenaran. Yang peduli hanya egoku sendiri, yang ingin terlihat benar bahkan saat seharusnya mengakui salah.
Itulah fase ketika layar bukan sekadar alat, melainkan altar.
Aku menggantungkan ketenangan pada satu figur, satu akun, satu suara yang terdengar sangat yakin. Selama grafik hijau, ia tampak bak pahlawan. Selama narasinya bekerja, ia seolah tidak pernah salah. Dan aku pun menyembahnya, bukan dengan ritual, tetapi dengan kepatuhan yang terlalu mudah diberikan.
Di sanalah aku lupa satu hal penting: aku manusia, bukan alat.
Ketika pasar berbalik arah, luka itu datang bukan hanya dalam bentuk angka merah. Ada malam-malam panjang yang diisi penyesalan, degup jantung yang tak mau tenang, dan rasa malu karena aku tak lagi memakai pikiranku sendiri.
Saat harus cut loss, yang terasa bukan lagi dinginnya angka, melainkan hangatnya malu yang menjalar dari pelipis ke dada. Yang menyakitkan adalah kalimat yang harus kuakui pada diri sendiri: “Keputusan ini keliru adanya.” Dan benar, itu sering lebih perih daripada kehilangan harta.
Di fase itu aku juga belajar cara ego bekerja. Bagaimana yang baik sering dilepas demi harga diri, dan yang buruk ditahan agar tak merasa rugi. Lalu dinamai "manajemen risiko terkini", padahal hanya ego yang dijaga sampai mati.
Pelan-pelan aku harus mengakui satu hal: berhala itu tidak pernah salah, karena ia memang tidak pernah bertanggung jawab. Yang menyerahkan kuasa, yang meletakkan kendali di tangan orang lain, yang membiarkan rasa aman diatur oleh suara asing... semuanya adalah aku sendiri.
Namun, perjalanan batinku tidak berhenti hanya karena grafik berhenti bergerak.
Setelah itu, datang fase yang jauh lebih ironi. Aku menyadarinya bukan sebagai teori, melainkan sebagai getaran kosong di tengah malam ketika pasar tutup dan hanya ada aku, secangkir kopi dingin, dan keheningan.
IHSG tidak berhenti hanya karena aku bingung. Harga tidak menoleh hanya karena aku berharap. Dana besar tidak bergerak seujung napas hanya karena aku ingin dianggap.
Satu kenyataan menampar pelan: Pasar tak pernah bertanya, “kamu ada atau tidak?”. Ia hanya bergerak mengikuti arus yang lebih besar.
Di titik itu, keangkuhanku perlahan runtuh. Yang tersisa hanyalah kenyataan pahit sekaligus membebaskan: analisis adalah ikhtiar, dan harga adalah takdir .
Awalnya pahit, bahkan menyakitkan. Namun perlahan, dari situ datang ketenangan. Ketika aku berhenti pura-pura penting, napas terasa lebih lega. Menjadi kecil berarti tidak punya beban untuk selalu benar.
Meski begitu, perjalanan batinku tidak berhenti pada kesadaran tentang kecilnya diri. Ada luka lain yang jauh lebih diam namun lama mengendap: kesalahan yang tidak tertulis di laporan portofolio.
Kerugian terbesar sering kali bukan yang tercatat di portofolio, tetapi yang tertinggal di ingatan. Tentang satu hari ketika aku memilih menunggu, padahal sebenarnya aku hanya takut. Bukan angka merah yang menghantui, melainkan momen ketika kutahu harus bertindak, tetapi memilih diam lalu menyebutnya "kehati-hatian".
Sering kali, kesalahan paling mahal bukan memilih saham yang salah, melainkan membiarkan diri sendiri berhenti mengambil keputusan. Dan yang paling menyedihkan, keberanian untuk masuk sering kali tidak pernah kembali. Jika tidak dijaga, keberanian bukan sekadar memudar, ia benar-benar bisa mati.
Dan ketika keberanian mati, sebagian dari diriku pun ikut terkubur.
Dari sini aku belajar bahwa bertahan di pasar bukan soal siapa yang paling pintar membaca grafik, melainkan siapa yang paling jujur membaca dirinya sendiri.
Ada hari-hari ketika aku berdiri di tengah pasar yang bising, melihat orang-orang berlari, dan aku memilih diam. Dulu kuanggap itu kelemahan. Sekarang justru itulah kedewasaan. Karena aku akhirnya mengerti satu hal: tidak semua harus dimenangkan.
Hari ini bukan medan tempurku, melainkan ujian kedewasaanku.
Godaan terbesar ternyata bukan saat rugi, melainkan saat punya terlalu banyak peluang. Saat euforia membuat orang merasa kebal risiko. Saat semua orang seperti sedang menang. Namun aku belajar bahwa FOMO hanyalah perasaan rugi atas sesuatu yang sebenarnya tak pernah dimiliki. Dan apa arti peluang yang terlewat jika jiwaku tetap ringan? Karena sering kali, selamat lebih berharga daripada tepat waktu.
Hidup, termasuk di pasar modal, ternyata hanyalah negosiasi panjang dengan ketidakpastian. Dan tugasku sederhana: tidak kalah dari diri sendiri. Sebab pada akhirnya, kadang menang bukan soal angka berkilau di layar, melainkan tentang pulang dengan jiwa yang tetap utuh.
Namun ada bahaya lain yang diam-diam muncul setelah terlalu lama disakiti pasar: mati rasa.
Saat tidak lagi peduli. Saat angka hanya angka. Saat emosi sengaja dimatikan demi terlihat kuat. Padahal, mati rasa lebih berbahaya daripada rugi. Rugi bisa dicari gantinya. Mati rasa melahirkan keputusan yang tampak rapi, tetapi rapuh.
Aku tersentak menyadari satu hal: Aku ceroboh bukan karena bodoh, melainkan karena tak lagi merasa perlu takut.
Sebelum aku benar-benar tenggelam di sana, aku sadar: aku tidak ingin kehilangan kemampuan untuk merasakan. Sebab rasa takut yang sehat sering kali lebih jujur daripada semua analisis. Pasar tidak hidup kalau aku tidak merasakan detaknya. Aku akan menjadi robot jika terus begini. Dan sering kali, rasa sakit itu adalah guru paling jujur.
Karena itu aku memilih tetap menjadi manusia: merasa takut, cemas, ragu, tetapi tetap berjalan. Aku datang dengan rasa takut yang sehat, keberanian yang dihitung, dan sedikit kekacauan di hati, cukup untuk tetap menjadi manusia .
Pada akhirnya, setelah semua perjalanan ini, aku tiba di pemahaman paling sunyi namun paling dalam: aku tidak sedang sekadar belajar tentang pasar. Aku sedang belajar tentang diriku sendiri.
Aku sadar bahwa keselamatan tidak tumbuh di kerumunan yang berisik. Bukan di tengah sorak-sorai. Bukan di panggung para “guru”. Justru sebaliknya, keselamatan tumbuh di tempat yang sepi, di ruang kecil tempat aku berani menanggung risiko sendiri tanpa mencari kambing hitam.
Dan dari kesunyian itu, aku belajar tentang ikhlas.
Ikhlas di pasar bukan pasrah buta. Ia seperti melepaskan anak panah setelah menarik busur sekuat tenaga. Hasilnya urusan angin, target, dan takdir .
Ikhlas bukan membuatku kalah. Ia hanya membuatku berhenti berperang melawan sesuatu yang memang tidak pernah bisa kuperintah. Pasar tidak menuntutku menjadi jenius. Ia hanya menuntutku jujur pada diri sendiri.
Kini aku tahu, di tengah badai pasar, menjadi pahlawan bukan kewajiban. Sering kali, justru menjadi "bukan siapa-siapa" adalah keadaan yang tidak langsung hancur oleh ombak volatilitas . Bukan karena aku hebat. Bukan karena pasar tiba-tiba peduli. Tetapi karena akhirnya, aku berdamai.
Mungkin pasar tidak pernah menatap balik, tapi di balik grafik yang terus bergerak, aku akhirnya melihat diriku sendiri.
Dan itu, mungkin, adalah satu-satunya kemenangan yang tak bisa dicatat di laporan bulanan, tak bisa dipamerkan di linimasa, namun terasa hangat di dada saat lampu dimatikan.
Hari ini mungkin aku kalah angka, tapi aku pulang dengan jiwa yang utuh. Besok stasiun dibuka lagi, tapi aku tahu: aku punya hak untuk sekadar duduk menonton, atau ikut berlari.
Karena aku manusia, bukan angka.
$ICBP $BBKP

$ICBP bertahap BUY 7800 - 8100 SL jika under 7600, target terdekat 9500 sepertinya harus jebol dl baru menarik kembali.
bukan ajakan beli / jual #DYOR
hanya pengingat untuk diri sendiri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang langsung ngegas dan mencatatkan posisi tertinggi sepanjang sejarah di awal tahun ini disebut rapuh dan berpeluang menjadi gelembung.
Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Deni Friawan menekankan investor pasar saham harus j...

www.cnbcindonesia.com

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Kamis (8/1). Pada perdagangan Rabu (7/1) IHSG ditutup menguat di level 8.994.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai tekanan jual mulai muncul pada perdagangan saham Rabu (7/1), meski Indeks Ha...

katadata.co.id
ketika pasar jatuh, sentimen ketakutan tinggi, dan ketika pasar naik, keserakahan mendominasi.
$ICBP $BBRI $BBCA
kata mamah kalau PBV dibawah garis merah, sustain krismon 98 & covid, productnya banyak yg orang tau dan market leader, profit growing, beli aja gausah mikir $ICBP 😇😇

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $ICBP (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 8.050
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 7.900 – 8.150
- Stoploss: < 7.650
- TP1: 8.300
- TP2: 8.550 – 8.850
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 7.650 aman, peluang rebound masih terbuka.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 7.650 – 7.850
- Stoploss: < 7.400
- TP1: 8.050
- TP2: 8.300 – 8.550
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader yang nunggu retrace sehat.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 8.300 dengan volume besar
- Stoploss: < 8.050
- TP1: 8.550
- TP2: 8.850 – 9.200
Alasan: Breakout 8.300 bisa aktifkan momentum bullish baru, Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan reversal
• Breakout 8.300 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 7.650 / 7.400 jebol = potensi lanjut turun
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $INPP $OPMS. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya