


Volume
Avg volume
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), didirikan sebagai bagian dari grup Indofood, merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek terbesar dan terkemuka di Indonesia. Beroperasi di berbagai kategori seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, minuman non-alkohol, serta kemasan, ICBP memiliki lebih dari 30 merek ternama, termasuk Indomie, Indomilk, Chitato, Bumbu Racik, Promina, dan Ichi Ocha. Dengan jaringan distribusi luas dan lebih dari 60 pabrik di Indonesia serta 20 fasilitas internasional, ICBP tengah fokus memperkuat pasar global dan menjaga keunggulan produknya di le... Read More
$ICBP $BSDE $AMRT
Banyak yang terlalu fokus pergerakan investor seperti institusi ritel dll. Padahal yang seharusnya diperhatikan adalah penyebab pergerakan tersebut. Lebih mudah membaca harga jika melihat penyebab pergerakan investor dibanding pergerakan investornya.
Misalnya : hanya fokus ke investor yang sudah pada masuk besar dan harga sudah naik jauh dimana ini menyebabkan ketinggalan kereta. Begitu ikut masuk, investor besar malah memanfaatkan ritel untuk distribusi😑😑.
Idealnya "menari bersama" adalah yg terbaik. Makanya harus tau kira2 yg akan membuat para investor besar ini bergerak apa?
Sy akan kasi clue, silahkan kembangkan sendiri.
1. Indikator dan Eksekusi
- Cek volume 1D dan obv
- Cek Ma20 dan gap
- Cek Surprise eps dan earning call
- Cek demand vs supply
2. Analisis makro
- Cek CPI dan Fedwatch
Note : Jangan pernah dca hanya karna punya uang tp entry yg tepat adalah kunci.
$ICBP saya nonton aja deh ndar, muatan udah cukup buat makan indomie sampe mules 😂
$SIDO rungkad terus, tapi ini tetep mesin cetak duit, strateginya nunggu dividend saja 💰
$ACES ini juga rungkad, tapi ajib kalau bisa sampe rebound bisa cuan 😁
Update porto hari ini, tadi sempet -600 juta, sekarang sudah lebih enak walaupun masih boncos 🤣🤣🤣

$ICBP
Halo sahabat investor, mari kita bedah **PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)**.
Sebagai mentor, saya melihat ICBP saat ini seperti "raksasa yang sedang diskon". Fundamentalnya sangat kuat, tetapi sentimen jangka pendek membuat harganya tertekan. Berikut adalah analisa lengkap saya untuk strategi investasi Anda:
**1. Jangan Terkecoh Laba Bersih (Fundamental Operasional Kuat)**
Jika Anda melihat laporan keuangan 9 bulan pertama 2025, laba bersih memang turun 13% menjadi Rp 7,11 triliun. **Tapi jangan panik dulu.**
* Penurunan ini bukan karena bisnisnya macet, melainkan karena **kerugian kurs (forex loss)** yang belum terealisasi akibat utang Dolar untuk akuisisi Pinehill.
* Faktanya, **Laba Usaha (Operating Profit)** justru **naik 6%** menjadi Rp 12,74 triliun dan margin operasi membaik ke level 22,6%. Ini membuktikan efisiensi perusahaan justru semakin bagus.
**2. "Raja" yang Punya Kekuatan Mengatur Harga (Pricing Power)**
Divisi Mi Instan (Indomie) menyumbang 73% pendapatan. Pada Februari 2025, ICBP menaikkan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 3-4%.
* Meskipun harga naik, volume penjualan cepat pulih karena mi instan adalah kebutuhan pokok yang permintaannya stabil (inelastis).
* Ini menunjukkan ICBP punya kekuatan *pricing power* yang hebat untuk menjaga keuntungan di tengah inflasi.
**3. Mesin Pertumbuhan Baru: Pasar Luar Negeri**
Pasar domestik memang sudah matang, tapi "mesin turbo" ICBP ada di luar negeri (Pinehill Group).
* Pen penjualan internasional tumbuh **2,6%** (lebih tinggi dari domestik yang hanya 0,8%) dan menyumbang 31% dari total pendapatan.
* Pasar di Timur Tengah dan Afrika terus tumbuh karena populasi muda yang besar di sana.
**4. Angin Segar di 2026: Biaya Bahan Baku Turun**
Outlook untuk tahun 2026 terlihat cerah bagi margin keuntungan ICBP:
* Harga minyak sawit (CPO) diprediksi melandai di kisaran RM 3.850 - RM 4.250 per ton pada 2026. Setiap penurunan harga CPO sebesar 5% bisa menaikkan laba ICBP sekitar 1,4%.
* Harga susu bubuk global juga turun sekitar 4%, yang membantu margin divisi Dairy (susu).
**5. Valuasi Murah & Dividen Menarik (Waktunya Serok?)**
Ini bagian yang paling menarik bagi investor nilai (*value investor*):
* **Valuasi:** ICBP diperdagangkan pada **Forward P/E 9,12x**, jauh lebih murah dibandingkan rata-rata historisnya dan kompetitor seperti CMRY (24,55x) atau UNVR (18,70x).
* **Dividen:** ICBP rutin membagikan dividen. Pada 2024, dividennya Rp 250/saham dengan *yield* sekitar 3,04%.
* **Target Harga:** Mayoritas analis (19 dari 20) merekomendasikan **BUY** dengan target harga rata-rata **Rp 11.792**, memberikan potensi keuntungan (upside) lebih dari 45% dari harga pasar saat ini.
### **Arahan Mentor untuk Investor:**
Saham ICBP saat ini berada dalam kondisi **salah harga (undervalued)**. Pasar terlalu fokus pada kerugian kurs sementara, padahal operasional inti perusahaan sangat sehat dan bertumbuh.
* **Strategi:** *Accumulate Buy* (Beli bertahap). Manfaatkan koreksi harga saat ini.
* **Timeframe:** Menengah hingga Panjang (Hold untuk 1-2 tahun ke depan menunggu normalisasi laba dan pertumbuhan Pinehill).
* **Risiko:** Perhatikan nilai tukar Rupiah. Jika Rupiah menguat, beban utang ICBP akan terasa lebih ringan dan laba bersih bisa melonjak.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari kembali sebelum membeli.*
https://cutt.ly/Ytccyo0Q
RANDOM TAG $INDF $MYOR
$ICBP giliran lihat yang lain terjun lah ikutan, yang lain mendakit malah jalan pelan, karena terbiasa jalan pelankah
yang satu bilang don't catch a falling knife. yang satunya lagi bilang be greedy when others are fearful.
kalo gue cuman mau bilang punya cash langsung aja hantam $ITMG 😬. sayang dapet dikit waktu dibawa ke bawah duhhh
update porto sesi 2
$CTRA $ICBP
1/2


Perhatiin saham yang anjlok brutal.
Jangan cuma lihat merahnya, lihat siapa yang beli di bawah.
Asing bukan kabur. Mereka rotasi.
Saham MSCI dijual habis-habisan karena di situlah likuiditas.
Yang nampung? Ritel + “si paling fundamental”.
Duitnya ke mana?
Ke saham blue chip non-MSCI, sektor masa depan, yang sekarang lagi diskon besar.
Kenapa saham non-MSCI ikut anjlok?
Bukan karena jelek, tapi karena lagi dibikin murah buat akumulasi.
Cycle sudah ganti.
Teori lama soal blue chip aman sudah basi.
Masih beli saham MSCI pas asing keluar gila-gilaan?
Silakan, tapi jangan kaget kalau jadi exit liquidity.
Yang paham akan siap.
Yang nggak paham, ya memang bukan rezekinya di saham.
Akun ini sementara dinonaktifkan.
Fokus dialihkan sepenuhnya ke akun utama.🙏
$ICBP $ARCI $BBCA
$AMRT gadaikan semua aset kalian ayo kita lawan asing, gamungkin bunga bank gabisa nutup , harga full diskon $BBCA $ICBP
$BUMI uang dingin ya santai
uang dapur ya ngebul
mau dibawa kemanapun, percaya Salim grup bakal bawa kearah yg lebih baik seperti $INDF$ICBP
Dear Lord Salim, daripada sibuk di $BUMI lebih baik maintenance saja perusahaan $SIMP & $ICBP yg dimana perusahaan tsb membesarkan nama anda, Lord.
Hail Lord Salim, dragon among others dragon.
Ada ilmu yang sangat nge Trend di pasar bear sekarang
apa?
Taugitumologi
Tau gitu gw tepe $BUMI pas profit
Tau gitu gw CL $BREN saat halt pertama
Tau gitu gw gausah beli saham
Tau gitu bagusan beli emas
Tau tau miskin aja, apes apes
Penguatan
This too shall pass
Inget, bukan porto imutmu aja yang merah menyala, itu coba cek kalo punya temen/sodara yang kerja di fund/broker dan mutual fun. Ga dikasih tidur !!
>This too shall pass
>Ntar ketemu juga equilibrium baru.
Sementara MSCI dulu ===> Makan Siang Cukup Indomie $ICBP
1/2


Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) signifikan pada perdagangan kemarin, Rabu (28/1/2026) dengan tekanan terbesar terjadi pada saham-saham berkapitalisasi jumbo.
Berdasarkan data pasar, asing mencatat net sell jumbo atau Rp 6,17 trili...

www.cnbcindonesia.com

Greget pengen beli sebanyak2nyaaaa
$ICBP 7.725
$BBCA 7.025
$BMRI 4.560
tp duit terbatas. emg plg bener cash is the king 💸
mesti cek saham apalagi?
$BMRI biasanya tenang aja lihat harga naik turun.. confident dengan fundamental ya..
Tapi hari ini geter juga...
1. Harga drop seperti prosotan kolam renang dgn volume besar
2. MSCI potency risk *classification down from emerging to frontier country*
3. $BRIS spin up
No body knows how tomorrow will be.
Terpaksa cicil lebih awal shifting to $ICBP
IDXChannel - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan tidak ada penambahan jumlah emiten di Indonesia yang masuk dalam indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk periode Februari-Mei 2026.
Hal ini menyusul sorotan MSCI terhadap penilaian free float saham...

www.idxchannel.com
