1,075

+15

(1.42%)

Today

6.53 M

Volume

6.79 M

Avg volume

Company Background

PT Gajah Tunggal Tbk didirikan pada tahun 1951. Kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu menjalankan usaha dalam bidang industri barang-barang karet dan mendirikan pabrik barang-barang karet untuk memproduksi, menjual, memperdagangkan dan mendistribusikan: Ban dalam dan ban luar untuk mobil, sepeda motor, dan kendaraan lainnya; Barang-barang lainnya dari karet; dan Barang-barang lainnya yang terkait dengan bahan baku ban. Produk-produk Perseroan antara lain: GT Radial untuk kategori ban Radial penumpang PCR, SUV, 4x4, dan Pick Up; Giti untuk kategori ban Radial Truck dan Bus (TBR), dan Ban Radial Truck dan Bus Ringan (LTR); Gajah T... Read More

$AUTO $GJTL $LPPF
assalamualaikum wr. wb
Halo Para Investor Di Stockbit,
Saya adalah mahasiswa S1 dari IAI SYAICHONA MOHAMMAD CHOLIL BANGKALAN, nama saya Abd Mu'ti (NIM 11629220001) yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Analisis Fundamental terhadap Minat Investasi Saham Syariah di Stockbit."

Saya memohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu ±4 menit untuk mengisi kuesioner ini. Seluruh jawaban akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan akademik.
Partisipasi Anda sangat berarti dalam membantu kelancaran penelitian ini. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. 🙏

https://cutt.ly/xtheq9kU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG $GJTL $GSMF gajah bersaudara

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah Pasar Ban Lagi Lesu?

Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Bisnis ban itu butuh vendor dan pelanggan yang mumpuni karena ban tidak bisa laku tiap hari. Ban itu bukan mie instan, permintaannya lebih banyak datang dari siklus, ganti ban, armada logistik, dan order pabrikan, jadi jaringan pelanggan menentukan napas. Di sisi lain, vendor menentukan nyawa produksi karena bahan baku ban itu sensitif, harga bisa naik turun, dan kalau pasokan seret pabrik tetap jalan tapi marginnya bisa tersayat. Investor yang cuma melihat penjualan total sering kelewat satu hal, konsentrasi pelanggan bisa bikin angka terlihat stabil tapi sebenarnya rapuh. Kebalikannya, angka penjualan bisa turun sedikit tapi kualitas pelanggan dan vendor justru makin solid, jadi risikonya menurun diam-diam. Karena itu, yang perlu dilihat bukan cuma siapa jualan paling besar, tapi siapa yang punya pembeli inti yang benar-benar bayar, dan siapa yang punya pemasok yang benar-benar sanggup kirim. Kalau salah pilih pelanggan, piutang menumpuk, diskon membesar, dan kas jadi seret walau revenue tampak ramai. Kalau salah pilih vendor, produksi tersendat, kualitas turun, dan pelanggan bagus pun bisa pindah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi pelanggan, $GJTL terlihat punya nama besar, tetapi kontribusi pelanggan teratasnya tidak mendominasi sendirian, GITI Tire (USA) Ltd. Rp858,32 miliar setara 6,54% dari penjualan 9M 2025, lalu GITI Tire Global Trading Pte. Ltd. Rp477,18 miliar setara 3,64%, dan PT Speedwork Solusi Utama Rp281,94 miliar setara 2,15%. Secara total, pihak berelasi menyumbang 13% dari penjualan bersih, jadi ketergantungan ke jaringan relasi ada, tetapi tidak sampai membuat seluruh cerita hanya ditopang satu pembeli. Masalahnya, total penjualan GJTL justru turun -2,38% dibanding 9M 2024, dan yang paling terasa adalah GITI Tire (USA) turun -35,4% dari sekitar Rp1,33 triliun menjadi Rp858 miliar. Di tengah penurunan itu, ada satu angka yang mencolok, PT Speedwork Solusi Utama melonjak +2.211%, ini biasanya sinyal pergeseran kanal penjualan atau pergeseran pola distribusi, jadi investor perlu curiga sehat, lonjakan ekstrem itu bagus kalau repeatable, tapi rawan kalau cuma efek base kecil atau kontrak sesaat.

$GDYR ceritanya lebih terkonsentrasi dan lebih berbasis jaringan relasi grup. Goodyear Malaysia Bhd. menyumbang $20,19 juta setara 16,78% dari penjualan 9M 2025, lalu Goodyear Philippines Inc. $8,19 juta setara 6,81%, dan Goodyear (Thailand) Public Co., Ltd. $8,10 juta setara 6,74%. Total pihak berelasi menyumbang 36% dari penjualan bersih, artinya mesin revenue GDYR cukup bergantung pada ekosistem internal regional. Namun total penjualan GDYR turun -7,6% dari $130,1 juta menjadi $120,2 juta, dan penjualan domestik turun -11,08%, sementara Goodyear Malaysia justru naik tipis +0,85%. Ini memberi kesan sederhana, ekspor intra grup lebih tahan, domestik yang lebih mudah goyah, jadi kalau domestik lemah berkepanjangan, GDYR akan makin bergantung pada order relasi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$BRAM paling bikin kaget karena penurunannya bukan lagi koreksi kecil, tetapi seperti kehilangan volume besar. Kontributor terbesar Kordsa Brazil S.A. $5,54 juta setara 5,89% dari pendapatan bersih, lalu Kordsa Inc. Amerika Serikat $4,87 juta setara 5,18%, dan total pihak berelasi 6,49%. Angkanya terlihat tidak terlalu terkonsentrasi, tetapi total pendapatan BRAM turun -47,8% dibanding September 2024, dengan Kordsa Inc. USA turun -65,2% dan Kordsa Brazil turun -37,3%. Ini lebih mirip masalah demand atau utilisasi pabrik, bukan sekadar geser pelanggan, karena jatuhnya terlalu dalam untuk dianggap normal.

TYRE berbeda sendiri karena seluruh penjualan dilakukan ke pihak ketiga, bukan relasi, dan penjualannya justru tumbuh. Total penjualan naik +5,48% dari Rp428,2 miliar menjadi Rp451,7 miliar, dan segmen ban luar tumbuh +9,85%. Data pelanggan utama yang ditampilkan untuk TYRE adalah berbasis saldo piutang, jadi ini lebih menggambarkan konsentrasi tagihan dan kanal distribusi daripada komposisi revenue. Tiga nama teratasnya PT Wahana Kreasindo Utama Rp14,48 miliar, CV Motorindo Sejahtera Rp12,63 miliar, dan PT Pratama Inti Distribusindo Rp7,66 miliar, ini menandakan ada beberapa distributor yang memegang porsi penagihan besar, sehingga kualitas penagihan dan disiplin kredit jadi krusial. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masuk ke sisi vendor, di bisnis ban vendor itu bukan sekadar pemasok, tetapi juga penentu stabilitas biaya. GDYR punya vendor bahan baku yang kontribusinya besar, PT Bitung Gunasejahtera menyumbang pembelian bahan baku $11,27 juta dan Junma Tyre Cord Company Ltd. $5,82 juta, keduanya lebih dari 10% total pembelian bahan baku. Total pembelian bahan baku GDYR relatif datar, turun tipis -0,32% dari $64,75 juta menjadi $64,55 juta, jadi penurunan penjualan -7,6% tadi bukan karena belanja bahan baku jatuh drastis, bisa saja ada perubahan mix produk, inventory, atau efisiensi produksi. Ada juga saldo utang ke Goodyear Dalian Tire Co. Ltd. sebesar $1,24 juta, yang menegaskan keterikatan rantai pasok internal masih aktif.

GJTL menampilkan pendekatan yang lebih bankable untuk karet alam lewat approved suppliers di fasilitas SKBDN, dengan PT Bitung Gunasejahtera dan PT Karias Tabing Kencana sebagai pemasok yang diidentifikasi. Biaya bahan baku yang dipakai dalam produksi naik +4,38% dari Rp6,47 triliun menjadi Rp6,75 triliun, ini bisa terjadi walau penjualan turun tipis, karena harga bahan baku, perubahan mix, atau timing pembelian dan pemakaian. Saldo utang pihak berelasi yang disebutkan justru kecil, misalnya ke PT Speedwork Solusi Utama Rp3,44 juta dan ke GITI Radial Tire (Anhui) Co. Ltd. Rp1,68 juta, jadi sisi vendor relasi tidak terlihat mendominasi utang usaha.

BRAM unik karena belanja ke pihak berelasi melonjak +607% dari $1,31 juta menjadi $9,28 juta, sementara COGS turun -39,7% akibat volume produksi yang lebih rendah. Vendor relasi terbesarnya Kordsa Inc. USA dengan pembelian $6,34 juta setara 10,18% total pembelian, serta Kordsa Teknik Tekstil A.S. Turki $2,93 juta setara 4,71%. Total utang ke pemasok pihak ketiga sebesar $19,38 juta, jadi secara operasi, BRAM masih punya beban payable eksternal yang cukup berarti walau volume turun, ini salah satu titik yang biasanya membuat manajemen harus ekstra rapi mengatur kas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TYRE lebih berbasis vendor lokal dan bahan penolong, dengan saldo utang usaha terbesar ke PT Sari Sarana Kimiatama Rp4,76 miliar, PT Cabot Indonesia Rp3,70 miliar, dan PT Sumber Cipta Energi Rp2,81 miliar. Pembelian persediaan turun -1,95% dari Rp267,09 miliar menjadi Rp261,89 miliar, sementara penjualan naik +5,48%, ini kombinasi yang menarik karena bisa berarti perputaran inventory membaik atau perusahaan memanfaatkan stok yang sudah ada.

Terakhir, skala organisasi memberi petunjuk seberapa berat mesin operasi dan seberapa fleksibel perusahaan beradaptasi. GJTL adalah yang paling besar, dengan 17.278 karyawan per 30 September 2025 naik dari 17.014 per 31 Desember 2024, ini menggambarkan struktur pabrik dan distribusi yang masif, tetapi juga berarti fixed cost dan kompleksitas tinggi. GDYR relatif ramping 799 karyawan turun dari 805, perubahan kecil, lebih seperti penyesuaian biasa. BRAM turun dari 1.503 menjadi 1.282 karyawan, penurunan ini sejalan dengan pendapatan yang jatuh -47,8%, jadi ada upaya menyesuaikan kapasitas. TYRE turun dari 173 menjadi 100 karyawan, ini memberi sinyal perampingan besar, tetapi penjualannya tetap tumbuh, sehingga investor perlu menilai apakah ini efisiensi yang sehat atau ada risiko operasional yang ditahan dengan beban kerja yang makin padat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GJTL masih punya jaringan pelanggan yang tidak terlalu terkonsentrasi, tetapi ada tekanan di pembeli besar GITI USA dan ada pergeseran kanal yang sangat ekstrem di Speedwork. GDYR kuat di jaringan relasi regional, tetapi domestik sedang melemah sehingga ketergantungan ke ekosistem relasi makin besar. BRAM sedang mengalami penurunan demand yang tajam, dan kenaikan pembelian dari pihak berelasi di saat revenue jatuh adalah sinyal yang wajib dipantau ketat. TYRE sedang bertumbuh dan seluruhnya pihak ketiga, tetapi konsentrasi piutang di beberapa distributor berarti disiplin kredit dan kualitas pelanggan menjadi kunci, karena ban memang tidak laku tiap hari, tetapi tagihan bisa menumpuk setiap hari kalau salah pilih kanal.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kalau pasar nya Dominan Foregn Country, Emiten $GJTL pastinya sangat diuntungkan dengan naiknya USD. 🙏

Wak @skydrugz27

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $GJTL Senang Melihat Dollar Meroket dan Rupiah Nyungsep?

Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Tidak semua perusahaan bahagia melihat Dollar naik. Di sektor ban, Dollar itu seperti cuaca, kadang jadi angin belakang, kadang jadi badai di muka. Investor sering mengira semua eksportir otomatis senang, padahal struktur utang dan mata uang pembukuan bisa membalik cerita dalam satu kuartal. Kalau mata uang fungsional perusahaan USD, penguatan Rupiah atau Baht bisa terasa seperti beban yang tiba-tiba membesar saat dikonversi. Kalau mata uang fungsionalnya Rupiah dan perusahaan pegang banyak aset USD, pelemahan Rupiah justru bisa bikin laba kurs muncul tanpa menjual satu ban pun. Tetapi kalau yang dominan utang USD, pelemahan Rupiah itu seperti cicilan yang naik sendiri. Jadi pertanyaan investor bukan Dollar naik itu bagus atau jelek, tapi investor perlu lihat posisi moneter bersih, aset moneter bersih atau liabilitas moneter bersih. Di data per 30 September 2025, empat emiten ban ini memberi contoh yang kontras, ada yang berbalik diuntungkan, ada yang tetap sensitif, ada yang tampak rapi tapi tetap rugi kurs. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Konsep dasarnya sederhana. Aset moneter bersih positif berarti kas, bank, dan piutang dalam mata uang asing lebih besar daripada utang moneter dalam mata uang asing, sehingga ketika mata uang asing itu menguat terhadap mata uang fungsional, perusahaan cenderung mencatat laba selisih kurs. Kebalikannya, liabilitas moneter bersih atau aset moneter negatif berarti utang moneter lebih besar daripada kas dan piutang, sehingga penguatan mata uang asing biasanya memukul laba lewat rugi kurs. Ini murni efek penjabaran ulang saldo moneter di tanggal laporan, jadi dampaknya bisa muncul walau operasi bisnis tidak berubah banyak.

Kasus paling menarik datang dari GJTL karena terjadi putar balik dari 2024 ke 2025. Per 31 Desember 2024, GJTL berada di posisi liabilitas moneter bersih sekitar Rp 0,75 triliun. Per 30 September 2025, posisinya berubah menjadi aset moneter bersih positif Rp 1,60 triliun. Pemicu utamanya penurunan besar utang obligasi dalam USD dari sekitar $178,9 juta menjadi nihil, jadi sisi utang valas mengecil drastis sementara aset valas masih ada. Dengan kurs akhir periode sekitar Rp 16.680 per 1 USD, saldo piutang usaha GJTL juga memuat komponen USD sekitar $188,18 juta, ditambah kas dan setara kas Rp 866,79 miliar, surat utang Rp 383,74 miliar, piutang lain-lain Rp 62,24 miliar, dan aset keuangan tidak lancar lain Rp 101,49 miliar dalam campuran mata uang asing. Efek akhirnya, GJTL mencatat laba selisih kurs bersih Rp 98,18 miliar, selaras dengan posisi aset moneter bersih yang sudah positif. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$BRAM kebalikannya, secara posisi moneter bersih masih negatif walau membaik. Per 30 September 2025, BRAM mencatat liabilitas moneter bersih sekitar $3,55 juta, turun dari $4,70 juta di 31 Desember 2024. Artinya, untuk mata uang non USD yang relevan bagi BRAM, porsi utangnya masih lebih besar daripada asetnya. Padahal aset moneter BRAM terlihat besar, kas dan setara kas $18,08 juta, piutang usaha $25,57 juta, klaim piutang asuransi $20,00 juta, pinjaman ke pihak berelasi $30,00 juta, dan tagihan pajak $2,34 juta. Namun karena mata uang fungsional BRAM adalah USD, saldo dalam Rupiah atau Baht yang netonya lebih banyak utang akan menghasilkan rugi kurs ketika mata uang tersebut bergerak menguat terhadap USD. Itulah sebabnya BRAM tetap membukukan rugi selisih kurs bersih sekitar $115,31 ribu, walau eksposurnya sudah mengecil dibanding akhir 2024.

GDYR kelihatannya seolah otomatis aman karena basisnya USD, tetapi tetap bisa untung rugi dari mata uang non USD. Goodyear Indonesia memantau aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain USD, lalu semua efek penjabaran masuk ke laba rugi. Di sisi aset moneter, GDYR punya kas dan bank $9,63 juta, piutang usaha $11,32 juta dengan porsi pihak berelasi $6,4 juta, piutang lain-lain $0,40 juta, serta tagihan restitusi pajak $4,38 juta. Karena mata uang fungsionalnya USD, perubahan nilai Rupiah atau Euro terhadap USD akan langsung memantul ke laporan laba rugi. Hasil akhirnya, GDYR mencatat laba selisih kurs bersih $113,97 ribu, angkanya tidak besar, tetapi menunjukkan efek kurs tetap hidup walau bisnisnya berbasis USD. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$TYRE adalah contoh klasik bahwa punya saldo kas valas tidak otomatis bikin aman, karena yang menentukan adalah selisih bersih antara aset dan utang valas. TYRE membukukan rugi selisih kurs sekitar Rp 1,29 miliar. Kurs yang dipakai per 30 September 2025 sekitar Rp 16.683 per 1 USD dan Rp 2.343 per 1 CNY. TYRE punya kas dan bank Rp 21,76 miliar yang memuat saldo kecil USD sekitar $220.979 dan CNY 1.781.030, dana dibatasi penggunaannya Rp 0,63 miliar, serta piutang usaha Rp 86,35 miliar. Namun perusahaan juga memiliki utang usaha dalam USD dan CNY, dan ketika kenaikan nilai utang valas lebih besar daripada kenaikan nilai aset valas saat dijabarkan ke Rupiah, hasilnya rugi kurs. Ini tipe risiko yang sering menipu investor, karena kas terlihat ada, tetapi struktur utang dagang valas yang dominan bisa membuat kurs bergerak jadi beban, bukan bonus.

GJTL sekarang berada di rezim yang lebih ramah ketika USD menguat karena posisi aset moneter bersihnya sudah positif setelah utang USD dibereskan. BRAM masih sensitif karena posisi moneter bersihnya tetap negatif, jadi pergerakan mata uang non USD bisa menekan. GDYR relatif stabil karena basis USD, namun tetap bisa mencatat laba rugi kurs dari eksposur non USD. TYRE menunjukkan sisi rawan perusahaan berbasis Rupiah yang punya utang dagang valas, karena walau ada kas valas, yang menentukan tetap netonya, bukan sekadar punya saldo USD atau CNY.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL soon, waktu sunyi adalah akumulasi paling nikmat

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Piutang Gajah Pintar

Pertanyaan salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Ada investor yang sangat terobsesi sama $GJTL. Masalahnya, obsesi itu sering bikin fokus pindah dari kualitas arus kas ke cerita besar dan nama besar. Padahal di bisnis ban, yang paling cepat bikin emiten kepleset bukan karena tidak laku, tapi karena uangnya nyangkut di piutang. Piutang itu kelihatan aman kalau cuma lihat angka laba, tapi baru terasa serem kalau rasio piutang besar, konsentrasi pelanggan tinggi, dan CFO tidak nempel ke piutang. Jadi cara baca yang benar bukan cuma siapa paling besar, tapi siapa paling cepat mengubah penjualan jadi uang tunai. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Per 30 September 2025, indikator paling gampang untuk menilai piutang itu ada tiga. Pertama, rasio piutang terhadap revenue, makin kecil makin enak karena penjualan tidak banyak berubah jadi tagihan. Kedua, umur piutang dan porsi yang lewat jatuh tempo, karena yang lewat jatuh tempo itu biasanya awal dari drama. Ketiga, kualitas konversi ke kas lewat rasio CFO terhadap piutang, karena piutang yang bagus itu yang benar-benar kembali jadi uang, bukan cuma angka di neraca.

Kalau investor cari yang paling rawan nyangkut di piutang, kandidat utamanya GJTL. Total piutang GJTL Rp5,25 triliun, sementara revenue 9M 2025 Rp13,12 triliun, jadi rasio piutang terhadap revenue 39,99%. Ini yang paling bengkak di antara empat perusahaan ban lain. Lebih tajam lagi, pelanggan terbesar GJTL adalah GITI Tire USA dengan porsi 46,22% dari total piutang, artinya konsentrasi tinggi, jadi kalau ada perubahan siklus order atau terms pembayaran dari satu pihak ini, efeknya langsung terasa ke kas. Di sisi yang menenangkan, GJTL mencatat piutang lancar 100% dan penurunan nilai 0%, tapi tetap ada satu sinyal yang bikin investor wajib waspada, CFO terhadap piutang cuma 20,84% yang terendah. Jadi secara sederhana, tagihannya besar, tetapi kecepatan berubah jadi kas lebih pelan dibanding yang lain.

Yang paling aman secara disiplin piutang adalah Goodyear Indonesia $GDYR. Piutang 30 Sep 2025 sekitar $11,32 juta, revenue $120,28 juta, jadi piutang terhadap revenue cuma 9,41% yang paling kecil. Umur piutangnya juga relatif bersih, 81,53% belum jatuh tempo, yang lewat 30 hari hanya 2,92%, dan penurunan nilai 0%. Dari sisi kualitas kas, CFO $6,22 juta berarti CFO terhadap piutang 54,94%, ini kuat. Ditambah kas dari pelanggan $135,92 juta lebih besar dari revenue, jadi bukan cuma jualan, tapi penagihan piutang lama juga jalan.

King Tire Indonesia $TYRE posisinya juga enak, walau bukan serendah Goodyear. Piutangnya Rp86,35 miliar, revenue Rp451,74 miliar, jadi piutang terhadap revenue 19,11%. Struktur umur piutang mayoritas aman, 92,62% belum jatuh tempo, lewat 30 hari hanya 0,79%, dan penurunan nilai 0%. Yang bikin King Tire terlihat paling mantap dari sisi penagihan adalah CFO Rp53,29 miliar, jadi CFO terhadap piutang 61,72% yang tertinggi di grup ini. Artinya, piutang tidak cuma numpuk, tapi cepat balik jadi amunisi operasional. Laba bersihnya juga positif Rp19,55 miliar, jadi tidak bergantung pada akuntansi doang.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Indo Kordsa itu kasus yang beda. Dari sisi piutang, sebenarnya rapi, bahkan makin ringan. Piutang turun dari $40,83 juta ke $25,57 juta, turun 37,36%. Umur piutangnya hampir semuanya belum jatuh tempo, 99,71% lancar, lewat jatuh tempo 0%, penurunan nilai 0%. Rasio piutang terhadap revenue 27,21% itu menengah, tidak sekecil Goodyear, tapi juga tidak segede GJTL. Namun Indo Kordsa rugi bersih sekitar $0,10 juta walau CFO positif $7,50 juta. Jadi isu Indo Kordsa di periode ini bukan piutang macet, melainkan profitabilitas yang sedang seret, sementara kas operasional masih masuk, kemungkinan besar karena dinamika non-kas dan pergerakan modal kerja yang kebetulan mendukung CFO.

Goodyear paling disiplin soal piutang karena rasio piutang kecil dan konversi CFO kuat. King Tire paling jago menagih karena CFO terhadap piutang paling tinggi dan umur piutangnya juga bersih. Indo Kordsa piutangnya tampak aman tapi labanya yang jadi pekerjaan rumah. GJTL bukan berarti piutangnya jelek atau macet, karena penurunan nilai 0% dan status lancar tercatat 100%, tapi ukuran piutang yang hampir 40% dari revenue ditambah konsentrasi pelanggan 46,22% dan CFO terhadap piutang yang paling rendah membuat GJTL jadi yang paling sensitif kalau siklus penagihan melambat.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL kejemput juga ini gajah, jebolin jahhh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL jebolin support 1100 lah hbs tu lanjut rally

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL tahun baru waktunya ganti ban

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL kesini dulu ndar

$BUMI $DEWA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL

lets see

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL sekali sekali tahun depan deviden 300 perak aja, saham udah terbang g karuan tuh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL terdekat

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@abilly Iya bang, ada potensi di 2026 mengingat saham yang bergerak di industri otomotif yang masih dibawah harga wajar $AUTO sama $GJTL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $ASPI
HARGA SAAT INI : 680

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga konsolidasi sehat di atas area demand, struktur masih aman selama support kunci terjaga

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 650 – 660
- Support Kunci : 620
- Resistance 1 : 720
- Resistance 2 : 760 – 800

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai muncul saat koreksi → indikasi akumulasi
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 620 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 680
- Stop Loss : 620 (±8,8%)
- Target Swing : 780 (±14,7%)
- Risk : Reward : 1 : 1,7 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten properti skala menengah
- Sensitif terhadap penjualan unit dan sentimen sektor properti
- Cocok untuk swing spekulatif hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
ASPI layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 620.
Peluang kenaikan ke area 720–780 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

$GJTL $HAIS

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BSDE

⚡ SCALPING PLAN: BSDE

🟢 Entry
Buy on Support: 890 – 905 (Area spekulasi beli memanfaatkan level psikologis 900).

Buy on Rebound: > 920 (Valid jika harga mampu berbalik arah dan bertahan di atas resisten minor harian).

🎯 Take Profit
TP 1: 940 – 960 → jual 60% (Area resisten dinamis terdekat untuk swing pendek).

TP 2: 1.000 → jual sisa (Target psikologis jangka menengah jika terjadi pembalikan tren yang lebih solid).

🔴 Stop Loss
SL Agresif: 880.

Daily Close < 875 → CUT LOSS mutlak (Menghindari risiko kejatuhan lebih dalam karena patahnya struktur support mayor).

⚠️ Catatan Cepat
Karakter Saham: BSDE adalah saham sektor properti yang sangat sensitif terhadap suku bunga dan data ekonomi makro; pergerakannya cenderung mengikuti tren sektoral.

Momentum Alert: Pantau pergerakan garis MACD di area negatif; jika histogram berubah menjadi positif, itu adalah indikasi awal kekuatan pembeli mulai kembali.

Disiplin: Jangan melakukan averaging down jika harga menembus level 880 dengan volume besar.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$GJTL $KPIG

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL $AKRA bisa pantau untuk tnggl 02 januari 2026
https://cutt.ly/Ytf4n0K0 ulasan disini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PENUTUPAN TAHUN 2025
SEMOGA TAHUN DEPAN BISA LEBIH BAIK LAGI
$IHSG 2026 muda2an lanjut hijau terus 🚀

HAPPY CUAN 😊👍

$GJTL $GULA

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🥇 Keunggulan Generasi Baru: Melampaui RSI, MACD, dan Indikator Lama
Jika Anda hanya mengandalkan indikator teknikal konvensional seperti RSI, MACD, atau Moving Average untuk mencari sinyal beli, Anda secara inheren akan selalu terlambat. Indikator ini adalah turunan dari harga yang sudah terjadi. Mereka hanya menunjukkan reaksi pasar. Sementara itu, peluang besar diciptakan oleh Smart Money yang bergerak secara tersembunyi sebelum indikator-indikator tersebut memberikan sinyal.

Trigger Smart Money adalah alat analisis generasi baru yang fokus pada penyebab pergerakan harga—yaitu, akumulasi dana besar. Alat ini dirancang khusus untuk pasar saham Indonesia, memantau microstructure transaksi untuk menemukan jejak uang cerdas di titik masuknya.

Keunggulan kami terletak pada deteksi Volume yang Jauh di Luar Kebiasaan Intraday. Kami mengabaikan volume yang biasa dan hanya tertarik pada lonjakan volume yang mencapai tingkat ekstrem (misalnya, lebih dari 500% dari volume intraday normal). Lonjakan ini adalah indikator paling andal dari intervensi institusional. Perbedaan krusial kami adalah penambahan Filter Dominasi Aliran Dana. Kami tidak hanya memberi tahu ada volume besar; kami memverifikasi bahwa volume besar itu didominasi oleh net buying. Dengan memisahkan akumulasi nyata dari distribusi terselubung, alat ini menyediakan sinyal yang jauh lebih kuat dan dapat diandalkan daripada kombinasi indikator konvensional. Kami memberi Anda kesempatan untuk bertindak bersama Smart Money, bukan hanya mengikuti ekornya.
$AKRA $GJTL $DGWG

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $BUVA
HARGA SAAT INI : 1.320

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Konsolidasi sehat pasca kenaikan, struktur masih aman selama support kunci terjaga

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 1.260 – 1.280
- Support Kunci : 1.200
- Resistance 1 : 1.380
- Resistance 2 : 1.450 – 1.500

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume cenderung muncul saat koreksi → indikasi akumulasi
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 1.200 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 1.320
- Stop Loss : 1.200 (±9,1%)
- Target Swing : 1.480 (±12,1%)
- Risk : Reward : 1 : 1,3 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten perhotelan & resort dengan eksposur pariwisata
- Sensitif terhadap tingkat okupansi dan sentimen pariwisata
- Cocok untuk swing spekulatif hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
BUVA layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 1.200.
Peluang kenaikan ke area 1.380–1.480 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

$GJTL $LAMI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $GJTL
HARGA SAAT INI : 1.055

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga konsolidasi sehat, peluang rebound selama support kunci terjaga

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 1.000 – 1.020
- Support Kunci : 980
- Resistance 1 : 1.100
- Resistance 2 : 1.160 – 1.200

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume cenderung muncul saat koreksi → indikasi akumulasi
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 980 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 1.055
- Stop Loss : 980 (±7,1%)
- Target Swing : 1.180 (±11,8%)
- Risk : Reward : 1 : 1,7 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten produsen ban dengan orientasi ekspor
- Sensitif terhadap harga bahan baku & permintaan otomotif global
- Cocok untuk swing hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
GJTL layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 980.
Peluang kenaikan ke area 1.100–1.180 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

$FOLK $GHON

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Disini ada yang tau nggak kenapa $GJTL selalu konsisten mendapatakan pendapatan yang paling kecil di kuartal 2?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🔪 Niat Beli Agresif: Menemukan Titik Intervensi Smart Money
Kenaikan harga yang eksplosif selalu didorong oleh niat beli agresif dari Smart Money. Niat ini tercermin dalam volume transaksi yang sangat tinggi dan tiba-tiba, yang terjadi di luar kebiasaan normal. Menemukan titik intervensi Smart Money yang menunjukkan niat beli agresif ini adalah kunci untuk trading yang menguntungkan.

Trigger Smart Money adalah perangkat yang dirancang untuk menemukan dan menginterpretasikan niat beli agresif ini di BEI. Kami mencari signature intervensi yang tidak dapat disamarkan oleh modal besar.

Metode kami dimulai dengan Pencarian Lonjakan Volume Ekstrem yang Mendadak. Kami mencari spike volume yang sangat cepat dan signifikan (misalnya, 5x hingga 7x rata-rata intraday). Lonjakan ini adalah indikator niat beli agresif. Niat ini kemudian divalidasi dengan Analisis Arus Dana Bersih yang Dominan. Kami menganalisis secara mendalam apakah volume ekstrem tersebut didominasi oleh tekanan beli yang sangat kuat (net buying). Hanya sinyal yang menggabungkan volume abnormal ekstrem dengan dominasi net buying yang kuat yang akan dikeluarkan. Dengan mengidentifikasi titik intervensi dan niat beli agresif Smart Money, Trigger Smart Money memberikan Anda alert yang paling cepat dan akurat.
$GJTL $PAMG $MIDI

Read more...

1/2

testes

$GJTL sapa tau ikan karang nyangkut

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Raffsanhero1 nov 2023 $NISP $GJTL naik tinggi dan LKH malah out (jual semua kepemilikannya di GJTL dan mungkin jg NISP).

begitu udah diharga bawah dia akum lg.

jd, siapa kira2 bandar yg mau dikarungin LKH lg? 🤣🤣🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di pasar saham, emosi sering mengalahkan logika.
📉 Panik saat harga turun.
📈 Serakah saat harga naik.
👥 Ikut-ikutan beli karena FOMO.
🧠 Takut rugi, tapi juga takut ketinggalan.

Memahami psikologi pasar adalah kunci untuk:
1. Menghindari keputusan impulsif
2. Mengelola risiko dengan tenang
3. Menjadi investor yang disiplin dan konsisten

Kira-kira, saat ini kamu ada di posisi yang mana?

▶️Ingin ilmu GRATIS?? Follow & Cek postingan lainnya di profile saya.

Random tag $GJTL $GIAA $GGRM

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL 🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GJTL pendapatan Q3 nya naik drastis tapi harga nya di situ2 aja 🧐🧐🧐

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy