


Volume
Avg volume
PT Goodyear Indonesia Tbk pada awalnya didirikan dengan nama ‘N.V. Goodyear Tyre & Rubber Company Limited’ pada tanggal 26 Januari 1917. Kemudian, Perseroan secara resmi mengubah namanya menjadi ‘PT Goodyear Indonesia’ berdasarkan Akta No. 73 tanggal 31 Oktober 1977. Perseroan adalah perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur, ekspor, impor, dan distribusi ban, ban dalam, flap, dan produk turunan karet lainnya.
$GJTL
Halo rekan investor! Mari kita bedah **PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)** per **1 Februari 2026**. Sebagai mentor Anda, saya melihat GJTL saat ini berada di persimpangan jalan yang menarik: valuasinya sangat murah ("salah harga"), tetapi sedang dihantam badai geopolitik yang nyata.
Berikut adalah arahan lengkap dan analisis mendalam untuk portofolio Anda:
### 1. Fundamental: "Diskon Besar dengan Tantangan Berat"
Jika Anda penganut aliran *Value Investing* (seperti Pak Lo Kheng Hong yang masih memegang saham ini), GJTL secara rasio terlihat sangat seksi, namun profitabilitasnya sedang tertekan.
* **Valuasi Super Murah:** Saat ini GJTL diperdagangkan dengan **PER (Price to Earnings) sekitar 3,9x** dan **PBV (Price to Book Value) hanya 0,38x**. Artinya, Anda membeli perusahaan ini jauh di bawah nilai buku ekuitasnya (sekitar Rp2.900/lembar). Ini adalah *safety margin* yang sangat tebal.
* **Kinerja Laba Tertekan (2025):** Jangan terlena hanya dengan rasio murah. Anda harus sadar bahwa kinerja GJTL di 2025 menurun. Hingga Kuartal III 2025, laba bersih anjlok **20,11%** menjadi Rp789,69 miliar, dan pendapatan turun tipis 2,38%. Penurunan ini menekan Net Margin menjadi hanya sekitar 6%.
### 2. Sentimen Makro & Geopolitik: "Perang Tarif AS vs BRICS"
Ini adalah risiko terbesar yang harus Anda waspadai. Penurunan kinerja GJTL bukan karena operasional pabrik yang buruk, melainkan faktor eksternal yang brutal.
* **Pukulan Tarif AS 32%:** Sejak Agustus 2025, AS menerapkan tarif impor "Liberation Day" sebesar 32% untuk barang Indonesia. Ini memukul telak GJTL karena AS adalah pasar ekspor utamanya. Ekspor ke AS sudah turun 29,15% per September 2025.
* **Pivot ke BRICS:** Indonesia resmi bergabung dengan BRICS, dan GJTL mencoba mengalihkan pasar ekspor ke negara-negara "Selatan-Selatan" (Global South) dan Timur Tengah (GCC). Namun, ingatlah bahwa transisi ini butuh waktu; pasar baru belum bisa langsung menggantikan volume pasar AS yang hilang.
### 3. Aksi Korporasi Cerdas: "Menjinakkan Bom Utang"
Satu langkah manajemen yang patut diacungi jempol dan membuat risiko kebangkrutan mengecil drastis adalah restrukturisasi utang.
* **Domestikasi Utang:** GJTL baru saja mencairkan kredit sindikasi (dipimpin BCA) senilai Rp4,4 triliun pada Januari 2025 untuk melunasi obligasi global (Global Bond) yang jatuh tempo 2026.
* **Dampaknya:** Utang GJTL kini mayoritas dalam **Rupiah**, bukan Dolar AS. Ini menghilangkan risiko fluktuasi kurs yang selama bertahun-tahun "memakan" laba bersih perusahaan. Ini membuat neraca keuangan jauh lebih sehat dan stabil ke depannya.
### 4. Analisis Teknikal (Posisi Harga per 1 Feb 2026)
Harga penutupan terakhir adalah **Rp1.075** (+4,37%).
* **Tren Jangka Pendek:** Sedang *rebound* atau memantul dari area bawah. Indikator Moving Average 5 hari (MA5) memberikan sinyal "Beli" di 1.069.
* **Tren Jangka Panjang:** Masih *downtrend* atau fase konsolidasi berat. Harga masih di bawah MA200 (1.086) dan MA50 (1.091).
* **Area Kunci:**
* **Support Kuat:** Rp1.040. Selama harga bertahan di atas ini, aman untuk *hold*.
* **Resistensi (Target):** Rp1.170 - Rp1.230. Jika tembus level ini, baru kita bisa bicara soal pembalikan arah tren (bullish reversal).
### Arahan Mentor: Apa yang Harus Anda Lakukan?
1. **Untuk Trader (Jangka Pendek):**
* **Action:** *Buy on Weakness* atau *Trading Buy*. Momentum jangka pendek sedang positif.
* **Strategi:** Masuk di area Rp1.060-1.070. Pasang target jual cepat di Rp1.100 - Rp1.120. *Cut loss* ketat jika jebol di bawah Rp1.030. Volatilitas sedang tinggi.
2. **Untuk Investor (Jangka Panjang / Value Investor):**
* **Action:** *Accumulate/Hold*.
* **Alasan:** Meskipun laba 2025 turun, langkah GJTL memindahkan utang ke Rupiah adalah *game changer* untuk stabilitas jangka panjang. Valuasi PBV 0,38x terlalu murah untuk diabaikan bagi perusahaan pemimpin pasar ban.
* **Peringatan:** Anda harus sabar. Kenaikan harga saham signifikan mungkin tertahan sampai GJTL berhasil membuktikan bahwa pasar ekspor baru (BRICS/Timur Tengah) bisa menutup lubang yang ditinggalkan pasar AS.
**Kesimpulan:**
GJTL saat ini adalah saham **"High Risk (External), High Reward (Valuation)"**. Fundamental internal membaik (utang aman), tapi lingkungan eksternal (tarif AS) sedang buruk. Masuklah jika Anda memiliki napas panjang untuk menunggu pemulihan ekspor di 2026 ini.
https://cutt.ly/7tvikTp9
RANDOM TAG $MASA $GDYR
@Bahtiar1307 kaya $PWON $GDYR
liat tu,kmarin2;sempat oversold banget,cek aja RSI nyentuh berapa
habis itu up.
pelajari aja polanya
tapi ,ini berisiko kalo ga tau kapan entry,kapan avd,dan Money management nya..
$GDYR gue setia banget kemarin sama ni barang dari harga 885, akhirnya kejual karna TL di 1035.
Tiap hari masih mantau, dan seneng liatnya tiap hari masih konsisten naik.
$KMTR $GJTL $GDYR
Dibalik KMTR ada HSF, dibalik HSF ada Haiken Group.
GJTL konsumen KMTR selain GDYR juga.
Kalian pegang yang mana?
perkaretan sebulan terkhir mulai ada pergerakan.
Disclaimer: https://stockbit.com/post/26240234

Halo Traders, selamat datang kembali di rangkuman berita SentimenX!
SentimenX akan membawakan berita terbaru mengenai pergerakan investor kawakan tanah air yang memberikan angin segar bagi pasar modal Indonesia.
Berikut adalah informasi aktual per 11 Januari 2026 mengenai emiten produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk ($GJTL).
1. Informasi Aktual & Terpercaya
Berdasarkan data terbaru yang terbit hingga akhir pekan ini, investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, dilaporkan kembali melakukan aksi borong saham GJTL.
Penambahan Porsi: Beliau menambah kepemilikan sebanyak 500.000 lembar saham.
Total Kepemilikan: Dengan aksi beli ini, total saham yang dikuasai Lo Kheng Hong kini mencapai 206,22 juta lembar atau setara dengan 5,92% dari total saham perusahaan.
Valuasi Saham: Aksi beli ini dilakukan saat harga saham GJTL masih berada di area yang dianggap murah (undervalued) dengan rasio Price to Book Value (PBV) hanya sekitar 0,37 kali dan nilai buku per saham yang jauh di atas harga pasar saat ini.
2. Efek Sentimen ke Emiten Se-Sektor
Aksi "investasi nilai" (value investing) dari sosok seperti Lo Kheng Hong biasanya memberikan efek domino psikologis bagi emiten lain di sektor komponen otomotif, khususnya ban:
PT Multi Strada Arah Sarana Tbk ($MASA): Berpotensi ikut terseret sentimen positif karena investor mulai melirik kembali sektor industri ban yang memiliki fundamental solid namun sering terabaikan.r
PT Goodyear Indonesia Tbk ($GDYR): Sentimen ini bisa memicu kenaikan volume perdagangan akibat minat ritel yang meningkat pada sektor yang sama.
3. Hasil Analisa & Rangkuman
Rangkuman Berita:
Singkatnya, "Warren Buffett Indonesia" (Lo Kheng Hong) baru saja menambah lagi tabungan sahamnya di pabrik ban terbesar di Asia Tenggara ini. Meskipun kinerja keuangan GJTL sempat tercatat lesu dengan penurunan laba bersih sekitar 20% pada akhir 2025, beliau justru melihat ini sebagai kesempatan untuk membeli di harga diskon.
Analisa Teknikal & Fundamental:
Secara teknikal, harga GJTL sedang bergerak stabil di atas area rata-rata harga 100 hari (MA 100) dan cenderung terkonsolidasi di rentang Rp1.050 – Rp1.154. Dukungan dari investor besar seperti Lo Kheng Hong memberikan "bantalan" psikologis bahwa harga saat ini sudah cukup murah untuk dikoleksi.
4. Strategi: Scalping atau Swing/Hold?
Berdasarkan karakteristik berita ini, berikut adalah rekomendasinya:
Untuk Scalping (Cepat): NETRAL. Berita ini sudah mulai terdiskon oleh pasar sejak beberapa hari lalu (9 Januari). Volatilitas mungkin tidak akan terlalu liar kecuali ada lonjakan volume beli yang mendadak dari institusi lain.
Untuk Swing / Hold: POSITIF. Ini adalah sentimen murni untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Mengikuti jejak value investor seperti Lo Kheng Hong memerlukan kesabaran tinggi untuk menunggu harga saham kembali ke nilai wajarnya (mendekati nilai buku sekitar Rp2.800–Rp3.000).
Kesimpulan: Sentimen ini sangat cocok untuk Swing atau Hold bagi Anda yang mencari saham murah dengan fundamental aset yang besar.
still use ur DYOR
