486

-6

(-1.22%)

Today

318,800

Volume

2.63 M

Avg volume

Company Background

PT Fuji Finance Indonesia didirikan pada tanggal 21 September 1982. Perseroan didirikan dengan nama 'Jaya Fajar Leasing Pratama' pada tanggal 28 Maret 1983. Kemudian pada Juli 2018 nama perusahaan diubah menjadi 'Fuji Finance Indonesia'. Pada 9 Juli 2019 Perusahaan menjadi perusahaan terbuka publik. Terdaftar di BUrsa Efek Indonesia dengan kode saham 'FUJI'. Perusahaan bergerak di bidang investasi, capitals kerja, multipurpose serta pembiayaan proyek.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

done hit area entri $FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

NERACA
Jakarta – Di tahun 2025, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) membukukan pertumbuhan pendapatan naik 4,5% menjadi Rp15,30 miliar, dari Rp14,64 miliar pada tahun 2024. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Emiten pembiayaan ini mengungkapkan, mayo...

www.neraca.co.id

www.neraca.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hubungan $OASA x $FUJI x $OKAS x NICK x ONIX

Banyak investor yang mungkin tidak tahu siapa itu Okansa. Padahal mereka itu adalah salah satu trader paling jago di Indonesia. Okansa itu start-nya bukan dari multifinance, melainkan dari trading kecil yang berangkat jauh dari Indonesia. Tahun 1993 mereka lahir di Boston dengan nama Sanexim Trading Corporation, fokus ekspor alat uji kelistrikan dari Amerika Serikat ke Indonesia, lalu 1994 bikin basis trading di Jakarta. Jadi DNA awalnya itu merchant dan supply chain, bukan pure finance, dan ini penting karena menjelaskan kenapa portofolio mereka kelihatan lompat-lompat sektor, tapi polanya konsisten, masuk, bangun aset, lalu putar. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Di tahun 2000, Okansa bikin holding regional Okansa Pacific di Hong Kong untuk Asia Pasifik dan China, lalu 2002 ambil alih SG Securities di Indonesia dan ganti jadi Okansa Capital. Ini momen ketika grup mulai merajut jalur financial services dan pasar modal, bukan cuma jualan barang. Pergerakannya juga khas konglomerasi kecil-menengah, bikin beberapa kendaraan, kemudian dipakai sesuai momentum siklus industri. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Tahun 2003 Okansa Capital melantai di bursa, dan 2006 Okansa Persada Tbk juga listing dengan kode OKAS. Setelah IPO, Okansa Persada kemudian berubah nama menjadi TD Resources pada 2007, dan akhirnya terkoneksi ke Ancora, yang menunjukkan satu gaya yang berulang, mereka nyaman melepas kontrol setelah kendaraan publik terbentuk. Jadi listing di sini bukan garis finish, tapi alat untuk rotasi kepemilikan dan rotasi sektor.

Di tahun yang sama 2007, Okansa juga melepas mayoritas Okansa Capital, yang lalu berganti nama menjadi JJ NAB Sekuritas dan kemudian Onix Capital. Ini memperkuat pola bahwa Okansa tidak segan keluar dari bisnis pasar modal ketika valuasi dan timing dianggap pas. Kalau dibaca sebagai strategi, mereka lebih mirip builder dan allocator daripada operator jangka panjang di satu lini tunggal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sambil itu, Okansa menumbuhkan kaki teknologi lewat Navindo Technologies sejak 2004 dan Navindo Geosat 2005, lalu membentuk Tele Atlas Indonesia sebagai JV 2006. Bahkan mereka mengklaim divisi mapping Navindo pernah di-spin off dan menjadi bagian dari TomTom. Artinya, narasi adaptif dan inovasi yang mereka jual itu ada jejak historisnya, bukan sekadar copywriting korporat.

Masuk 2010 sampai 2011, mereka sempat bermain di telecommunication tower lewat Infrasys Persada, lalu memilih divest untuk unlock profit ketika valuasi tower sedang panas. Lagi-lagi polanya sama, masuk saat siklus menarik, lalu keluar saat harga dan likuiditas menguntungkan. Ini penting karena nanti nyambung ke cara membaca FUJI, apakah sedang diparkir untuk langkah korporasi berikutnya.

Periode 2012 sampai 2021 adalah bab telekomunikasi dan EPC. Okansa ambil 40% Protech Mitra Perkasa 2012, bikin anak usaha Telesys Indonesia 2013, ambil 100% 2015, lalu Protech IPO 2016 dengan kode OASA, dan akhirnya 2021 mereka divest, dengan catatan perusahaan itu kemudian berganti nama menjadi Maharaksa Biru Energy. Jadi di satu dekade ini terlihat jelas mereka bisa build, list, lalu exit, tidak sentimental.

Bab yang paling relevan ke FUJI dimulai 2017, Okansa mengakuisisi Jaya Fuji Leasing Pratama, perusahaan multifinance berizin yang berdiri sejak 1982, lalu diubah menjadi Fuji Finance Indonesia. Dua tahun kemudian, FUJI listing pada 9 Juli 2019. Jadi FUJI itu secara historis adalah kendaraan yang dibeli, dibersihkan, diberi identitas baru, lalu dibawa ke pasar publik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di 2018, Okansa juga punya kendaraan investment holding publik bernama Charnic Capital dengan kode NICK, listing 2 Mei 2018, dan alamatnya di Menara Sudirman lantai 8. Ini nyambung dengan ekosistem grup yang berkantor di lokasi yang sama. Ketika investor melihat FUJI, NICK, dan entitas Okansa lain beririsan alamat dan transaksi, itu memberi konteks bahwa pergerakan modal di dalam grup bisa lintas-vehikel.

Di tahun 2024, Okansa Fuji Shosha tercatat menggenggam 20% FUJI, lalu 2025 porsinya turun tajam sampai di bawah 5% dan akhirnya di data lain tinggal 0,98%, sementara muncul nama individu seperti Agustin Widyawati dan Jhon Veter Firdaus dalam porsi besar. Di saat yang sama, di laporan 2025 FUJI mengosongkan total piutang pembiayaan inti dan menggantinya dengan piutang lain-lain non-standar. Kalau disambungkan ke sejarah Okansa yang gemar membangun kendaraan publik lalu merotasi kepemilikan, FUJI 2025 terlihat seperti fase reposisi, bisa menuju pivot besar, bisa juga sekadar parkir yang meningkatkan risiko transparansi, tergantung kualitas piutang lain-lain dan arah penggunaan kas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sejarah Okansa
• 🧭 1993 Boston, Sanexim Trading Corporation mulai ekspor alat uji listrik
◦ 🏙️ 1994 Jakarta, trading pertama di Indonesia
• 🌏 2000 Hong Kong, Okansa Pacific jadi holding regional Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
• 🏦 2002 ambil SG Securities, jadi Okansa Capital
• 📈 2003 Okansa Capital listing, lalu keluar kontrol pada 2007
◦ 🔁 Berganti menjadi JJ NAB Sekuritas, lalu Onix Capital
• 🏗️ 2006 Okansa Persada listing sebagai OKAS
◦ 🔁 2007 ganti nama jadi TD Resources, lalu terkoneksi ke Ancora
• 🗼 2010 hingga 2011 Infrasys Persada tower, lalu divest saat valuasi tinggi
• 🏢 2012 hingga 2021 siklus Protech sampai divest dan rebrand Maharaksa Biru Energy
• 🧾 2017 akuisisi Jaya Fuji Leasing Pratama, berubah jadi FUJI Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
• 🧲 2018 NICK listing sebagai investment holding, alamat Menara Sudirman lt 8
• 🧨 2019 FUJI listing 9 Juli 2019
• 🧩 2024 sampai 2025 rotasi pemegang saham FUJI, Okansa Fuji Shosha masuk 20% lalu turun ekstrem, muncul pemegang baru. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI bingung. Ini kok transaksinya cepat banget? Kantong kanan ke kantong kiri? Ada insight kah prof? Di regular market @athira

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

oke lanjut part 5 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 1 emiten dulu (FUJI)

$FUJI
Sektor : Multifinance / pembiayaan
Model bisnis : consumer financing & leasing

2021, 🟢 Stabil awal. pembiayaan tumbuh normal. Status: sehat
2022, 🟢 Stabil. margin oke. status : defensif
2023, 🔴 Downcycle. volume turun tajam. status : laba tertekan
2024, 🟢 Rebound kuat. ekspansi pembiayaan besar. status : peak earnings
2025, 🟢 Normalisasi. kembali ke level normal. status : stabil

jadi sudah normal. mungkin eps 8-10x cocok. kalau bisa growth kencang, bisa beri lebih tinggi. jadi 51-64 per share.

Faktor eksternal positif:
* Suku bunga tidak naik lagi / mulai turun
→ cost of fund multifinance turun.
* Pemulihan konsumsi domestik
→ leasing & pembiayaan ritel naik.
* Stabilitas makro (rupiah & inflasi)
→ risiko kredit lebih terkendali.
* Pelonggaran likuiditas pasar keuangan
→ akses pendanaan lebih murah.
* Rotasi investor ke saham kecil (small caps)
→ valuation rerating bisa terjadi walau fundamental flat.
👉 jadi, FUJI paling diuntungkan oleh siklus suku bunga & sentimen risk-on.

seperti biasa, jadi kalau secara valuasi masih masuk akal, dan dibawah harga saat ini. mungkin tepat waktunya ambil posisi. plus jika ke depan faktor eksternal ternyata positif, efeknya revenue naik, dan endingnya biasanya pasar akan mengapresiasi harga sahamnya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI ​Berikut adalah analisis tajam dan mendalam terhadap FUJI berdasarkan data laporan keuangan (Full Year 2025) yang Tersedia di keystats saat ini.

Eksplorasi Struktur Finansial & Operasional


​1. Top-Line & Bottom-Line Analysis
​Revenue Growth (YoY 5.30%): Pertumbuhan pendapatan sebesar Rp15 Miliar ini negligible (tidak berarti). Secara kuartalan (Q4 Revenue Drop), terjadi deselerasi aktivitas pembiayaan yang masif. Penurunan dari Rp7 M ke Rp4 M dalam satu kuartal mengindikasikan hilangnya momentum penyaluran kredit atau repayment yang macet.


​Net Income Erosion (-24.32%): Terjadi negative operating leverage. Saat pendapatan naik tipis, laba bersih justru tergerus ke Rp8 M. Ini mengonfirmasi adanya lonjakan OPEX (Operating Expenses) atau impairment (cadangan kerugian penurunan nilai) yang menggerogoti profitabilitas.


​EPS (Earnings Per Share) 6.42: Terjadi dilusi nilai laba bagi pemegang saham secara organik. Penurunan dari 8.49 ke 6.42 tanpa adanya aksi korporasi penambahan saham beredar menunjukkan kemunduran performa fundamental yang nyata.


​2. Efisiensi Manajemen Modal
​Capital Allocation Inefficiency: Kas sebesar Rp105 Miliar (lebih dari 50% Total Aset) adalah "Dead Capital". Di industri multifinance, kas seharusnya di-leverage menjadi Piutang Pembiayaan. Membiarkan kas menganggur menunjukkan manajemen gagal melakukan ekspansi pasar.


​ROE (Return on Equity) 4.61%: Secara teknis, ini adalah underperformance yang parah. Dengan Cost of Equity di Indonesia rata-rata 10-12%, ROE 4.6% berarti perusahaan ini sedang "menghancurkan" nilai pemegang saham (destroying shareholder value). Menaruh uang di instrumen berisiko rendah seperti Obligasi Negara bahkan memberikan yield lebih tinggi (±6-7%).


​Debt-to-Equity Ratio (DER) - Ultra Low: Liabilitas hanya Rp8 M vs Ekuitas Rp181 M. Meskipun profil risiko rendah, secara strategis ini menunjukkan perusahaan tidak menggunakan leverage untuk memacu pertumbuhan.


​II. Metrik Valuasi Pasar
​P/E Ratio (TTM) 75.03x: Secara komparatif, PE 75x biasanya diberikan untuk perusahaan High-Growth Tech. Untuk perusahaan pembiayaan dengan pertumbuhan laba negatif, valuasi ini adalah "Irrational Exuberance".


​PBV Ratio 3.46x: Dengan ROE hanya 4.6%, membayar 3.4 kali nilai buku adalah anomali finansial. Secara teori Gordon Growth Model, perusahaan dengan ROE serendah ini seharusnya diperdagangkan di PBV di bawah 0.5x.


​III. Kalkulasi Nilai Intrinsik (Fair Value)
​Berikut adalah kalkulasi harga wajar:
​1. Metode Benjamin Graham (Revised Formula)
​Metode ini menggunakan bobot multiplier standar Graham untuk perusahaan dengan pertumbuhan rendah.
​Formula: EPS x (8.5 + 2 x Pertumbuhan) x 4.4 / Yield Obligasi
​Proses: 6.42 x (8.5 + 10) x 4.4 / 7
​Proses: 6.42 x 18.5 x 0.628
​Harga Wajar Graham: Rp74,5


​2. Metode Peter Lynch (Fair PE Strategy)
​Lynch mematok harga wajar berdasarkan Growth Rate (PEG Ratio = 1).
​Formula: EPS x (Estimasi Growth x 100)
​Proses: 6.42 x 5
​Harga Wajar Peter Lynch: Rp32,1


​3. Metode PER (Market Relative Valuation)
​Menggunakan standar Conservative PE Multiplier (10x) untuk sektor keuangan berkapitalisasi kecil.
​Formula: EPS x Standar PE Industri
​Proses: 6.42 x 10
​Harga Wajar PER: Rp64,2


​IV. Kesimpulan
​Secara fundamental, harga pasar Rp482 sudah terputus dari realitas kinerja keuangan (detached from reality). Selisih antara harga pasar dan harga wajar (rata-rata Rp57) menunjukkan Margin of Safety (MoS) Negatif.


​Saham ini masuk kategori speculative play. Pergerakan harga kemungkinan besar didorong oleh likuiditas rendah (low free float)
Dan saham beredar yang bisa diperjualbelikan kurang lebih hanya sekitar 2jt Lot yang memudahkan harga dimanipulasi, bukan karena fundamental yang solid.


Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI detik detik loncatan kodok jiraiya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI pada Q4 2025 membukukan Laba Bersih Rp 2 B atau turun -68.54% dibanding Q4 2024 sebesar Rp 6 B. Pada perdagangan saat ini, PE Ratio (TTM) perseroan berada di level 76.28x.

Pendapatan menurun -36.81% menjadi Rp 4 B.

Sementara itu Beban Keuangan $FUJI tercatat sebesar Rp 0.

Dari sisi Arus Kas, $FUJI melaporkan positive Operating Cashflow sebesar Rp 3 B.

Data tersaji dalam kuartalan, bukan year to date.

Selengkapnya Data Finansial bisa diakses http://stockbit.com/symbol/FUJI/financials

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI

\Halo Sobat Investor! Selamat datang di sesi bedah emiten bersama saya. Hari ini kita akan membedah Laporan Keuangan Tahunan 2025 dari **PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI)**.

Sebagai mentor Anda, saya melihat ada pergerakan aset yang *sangat menarik* dan tidak biasa di sini. Mari kita bedah fundamentalnya agar Anda tidak salah mengambil keputusan investasi.

Berikut adalah analisa mendalam saya berdasarkan data audit per 31 Desember 2025:

### 1. Perubahan Ekstrem pada Model Bisnis (Red Flag atau Strategi Baru?)
Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya adalah perubahan drastis pada struktur aset produktif mereka. Perhatikan ini baik-baik:
* **Piutang Pembiayaan Konsumen NOL:** Pada tahun 2024, perusahaan memiliki piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp85,3 miliar. Namun, di tahun 2025, angka ini menjadi **Rp0**. Artinya, mereka telah menghentikan atau melunasi seluruh portofolio pembiayaan konsumen mereka.
* **Lonjakan Piutang Lainnya:** Uang dari pembiayaan konsumen tersebut tampaknya berpindah ke pos "Piutang Lainnya" yang melonjak drastis dari Rp7,3 miliar (2024) menjadi **Rp81,3 miliar** (2025).
* **Analisa Mentor:** Sobat investor harus waspada. Pergeseran dari piutang usaha inti (pembiayaan) ke "piutang lainnya" seringkali menimbulkan pertanyaan transparansi. Siapa pihak yang berutang sebesar Rp81 miliar ini? Apakah ini piutang produktif? Ini mengubah profil risiko perusahaan secara signifikan.

### 2. Posisi Kas & Likuiditas: "Cash is King"
Di sisi lain, neraca FUJI sangat likuid. Ini adalah bantalan keamanan yang kuat.
* **Kas Melimpah:** Kas dan setara kas naik menjadi **Rp104,6 miliar** dari sebelumnya Rp82,9 miliar.
* **Rasio Kas:** Dengan total aset Rp188,8 miliar, artinya **55% dari total aset perusahaan adalah uang tunai**.
* **Analisa Mentor:** Ini adalah *Cash Box Company*. Valuasi perusahaan ini sangat didukung oleh uang tunai yang mereka pegang. Risiko kebangkrutan sangat minim, namun uang tunai yang terlalu banyak menumpuk (idle cash) bisa berarti manajemen belum menemukan instrumen investasi yang memberikan *return* tinggi.

### 3. Profitabilitas: Tren Menurun
Meskipun aset tumbuh, kemampuan mencetak laba justru menurun.
* **Laba Bersih Turun:** Laba bersih tahun berjalan turun menjadi **Rp8,35 miliar**, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp11,03 miliar.
* **Penyebab Utama:** Pendapatan dari pembiayaan konsumen anjlok dari Rp12,4 miliar menjadi Rp8 miliar, sejalan dengan hilangnya portofolio piutang konsumen tadi.
* **Laba Per Saham (EPS):** Turun dari 8.49 menjadi **6.42**. Penurunan EPS biasanya akan direspon negatif oleh pasar kecuali ada dividen besar.

### 4. Kesehatan Utang: Sangat Sehat (Hampir Tanpa Utang)
Sobat investor yang konservatif akan menyukai bagian ini.
* **Liabilitas Rendah:** Total liabilitas hanya Rp7,9 miliar, sangat kecil dibandingkan ekuitas yang mencapai Rp180,9 miliar,.
* **Debt Free:** Tidak tercatat adanya utang bank maupun obligasi yang signifikan dalam daftar liabilitas berbunga.
* **Analisa Mentor:** Perusahaan ini sangat *solvent*. Tidak ada risiko gagal bayar utang dalam waktu dekat.

### 5. Arus Kas: Pemulihan Positif
* **Arus Kas Operasi Positif:** Arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi **Rp24,7 miliar**, dibandingkan tahun sebelumnya yang negatif Rp41,4 miliar.
* **Analisa Mentor:** Arus kas positif ini terjadi karena mereka menerima pelunasan dari pembiayaan konsumen (uang masuk) sebesar Rp149,8 miliar, namun tidak menyalurkan pembiayaan baru secara agresif (pengeluaran pembiayaan hanya Rp47,7 miliar),. Ini mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang dalam mode "mengerem" ekspansi kredit konsumen.

### Kesimpulan & Saran Mentor (Verdict):

**FUJI saat ini adalah saham "Defensif Aset", bukan saham "Growth".**

* **Peluang:** Perusahaan ini sangat aman secara neraca karena didominasi uang tunai dan hampir tidak punya utang. Jika manajemen membagikan dividen dari kas yang melimpah tersebut, ini bisa menjadi *dividend play* yang menarik.
* **Risiko:** Bisnis intinya (pembiayaan konsumen) terlihat berhenti total di 2025. Pendapatan menurun. Pertanyaan besarnya adalah: Ke mana arah bisnis selanjutnya? Dan apakah "Piutang Lainnya" sebesar Rp81 miliar itu aman (bisa ditagih)?

**Saran Tindakan:**
Jika Anda mencari pertumbuhan laba yang agresif, FUJI mungkin sedang *stagnan* karena transisi bisnis. Namun, jika Anda mencari perusahaan dengan valuasi aset (PBV) yang mungkin terdiskon dengan *downside risk* rendah karena banyaknya uang tunai, saham ini layak dipantau—dengan catatan Anda harus mencari tahu detail tentang "Piutang Lainnya" tersebut.

Tetap bijak, dan selalu diversifikasi portofolio Anda!

https://cutt.ly/StnnvKxD

RANDOM TAG $MTDL $DNET

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI - Semenjak free float dinaikin 34 % jadi hidup, semoga market disini semakin rame, appreciate buat pengendalinya 😍

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI otw 400 kah om bandar?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI mulai nyicil kalo dikasih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yok otw 200 cek $MDKAHDPJ6A


$RMKO $FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

pak @JhonVeter maaf pak, nanya pak. ini siapa pembelinya pak? apa akan ganti pengendali ini pak $FUJI ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AHAP asuransi saatnya manggung 🚀 $JMAS $FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CUAN
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 22:33 WIB | 💰 Last Price: Rp1.665

🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION → EARLY MARKUP (downtrend mulai direm, big money masuk pelan di bawah 1.600)

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)

Smart Money X-Ray & Struktur Harga

Di daily, CUAN baru turun tajam dari sekitar 2.800–3.000 ke low 1.470 lalu hari ini rebound kuat +8–9% ke 1.665; candle hijau muncul setelah beberapa candle merah panjang dan volume mulai mengembang lagi → indikasi bottom sementara, bukan sekadar pantulan tipis.

Broker summary di screen Anda: Top 1–3 broker berlabel Big Acc dengan net buy besar, Average juga Big Acc, sementara total frekuensi 47 ribu dan nilai transaksi >Rp300 miliar; ini tipe serokan institusi/kelompok besar, bukan tukar-tukar receh.

Data terbaru menunjukkan PBV sekitar 26x dan DER sekitar 3x; dengan laba TTM Rp2,19 triliun yang kurang dari 10% kapitalisasi pasar, valuasi sudah “growth story level”, sehingga setiap kali harga turun drastis, manuver pengendali jadi kunci.


Semester I 2025 revenue naik 49% YoY ke US$462 juta, tapi laba bersih anjlok 93% YoY dari US$29,6 juta ke hanya US$1,94 juta karena beban keuangan melonjak (US$39,44 juta vs US$18,94 juta) dan margin turun; artinya fundamental 2025 bukan pendorong rally—harga sebelumnya digoreng jauh lebih cepat daripada kinerja.

Q3 2025 masih laba Rp269,3 miliar, namun turun signifikan dari Rp460,8 miliar setahun sebelumnya → tren earnings mulai melandai.


Yang bikin beda CUAN: pemegang kendali. Beberapa hari terakhir, Prajogo Pangestu dilaporkan memborong sekitar 84 juta saham CUAN di kisaran 1.525–1.575 tepat saat IHSG anjlok dan CUAN turun 12%; ini akumulasi langsung dari ultimate controller, bukan sekadar fund biasa. Ini “anchor” besar buat harga: bandar utama lagi isi gudang di bawah 1.600.


🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)

Buy Area: Rp1.550 – Rp1.600

The Logic:

Di intraday 15m, area 1.470–1.550 adalah base demand baru setelah panic dump; dari base ini harga dipompa ke 1.665–1.720. Di atasnya, 1.550–1.600 jadi zona retest ideal: mantan resist intraday yang kini berpotensi jadi support.

Rentang 1.525–1.575 adalah kisaran harga akumulasi terbaru Prajogo; selama harga bertahan tidak jauh di bawah range ini, kita secara praktis “ikut duduk” dekat average bandar utama.


Secara psikologi ritel, banyak yang cutloss panik di bawah 1.600 setelah tren turun dari 2.800; ketika harga balik ke area itu lagi, mereka cenderung galau dan tidak agresif beli → memberi ruang bagi akumulasi senyap lanjutan.

Taktik: tunggu pullback dari 1.665 ke 1.580–1.600; cicil 2–3 layer (misal 1.600, 1.575, 1.550). Jangan kejar di atas 1.700 untuk entry konservatif, karena area itu sudah masuk box supply pendek.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)

Buy Area (Trigger): Rp1.730 – Rp1.750

The Logic:

Di chart Anda, cluster supply tebal ada di 1.700–1.800; beberapa kali muncul “bear wick” di area ini yang menandakan jualan di pucuk intraday.

Entry momentum hanya valid jika:

Harga menembus 1.700 dan close 15m/1H stabil di atas 1.730,

Volume intraday tembus ≥2× rata-rata 20 hari (lihat di StockBot/TradingView, minimal setara atau di atas 40–50 juta saham),

Offer tebal 1.700–1.720 habis dimakan dan tidak langsung muncul stack baru lebih tebal.

Ini setup “ride the markup”: bandar yang selama ini isi di 1.500–1.600 mulai dorong harga keluar dari area risiko untuk mengundang FOMO ritel. Anda masuk terlambat tapi bisa skep swing pendek dengan stop ketat.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: [1:2,5 – 1:3])

Asumsi entry konservatif di Rp1.580.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp1.720 – Rp1.750 (+±9–11%)

Reason: Area supply intraday pertama dan batas atas box 15m yang sedang digambar; banyak trader harian akan ambil profit di sini, jadi wajar kita lepas sebagian.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp1.950 – Rp2.000 (+±23–27%)

Reason: Zona resist daily yang berimpit dengan MA20/MA34 dan awal dari rectangle konsolidasi sebelumnya sebelum longsor ke bawah 2.000; kalau bandar serius markup, target minimal mereka biasanya mengembalikan harga ke pinggir bawah kotak lama.

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp1.470 (−±7%)

Note: 1.470 adalah low terbaru dan bagian bawah area demand hijau di chart Anda. Jebol 1.470 dengan volume besar berarti seluruh akumulasi 1.500-an gagal; skenario berubah jadi PANIC MARKDOWN lanjut, tidak boleh dipeluk.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)

🌍 Sektor & Komoditas:

CUAN bermain di hulu batu bara (coal production) dan jasa pertambangan melalui Petrosea (PTRO); prospeknya sangat terkait dengan kebijakan produksi batu bara Indonesia dan harga global.

Pemerintah 2026 memberi sinyal pemangkasan produksi nasional ke kisaran 600 juta ton; kebijakan seperti ini biasanya mendukung harga batu bara jika diimplementasikan konsisten, menguntungkan produsen dengan cadangan besar seperti CUAN.


📢 Key Drivers (Pemicu Utama):

Lonjakan Pendapatan, Laba Tertekan:

Pendapatan semester I 2025 naik 49% YoY ke US$462,11 juta, namun laba bersih jatuh 93% menjadi US$1,94 juta akibat beban keuangan melonjak dan margin operasi turun.

IMPACT: NEG/MIXED → secara operasi CUAN berkembang, tapi leverage tinggi dan biaya bunga memakan profit; inilah kenapa DER 3x dan laba TTM hanya <10% market cap.

Cadangan & Ekspansi via Akuisisi SINI:

CUAN akan menjadi pengendali baru SINI, mendapatkan akses ke tambang di Kalimantan Tengah; kontrak life‑of‑mine dengan PBP bernilai sekitar Rp17,4 triliun untuk overburden 234,9 juta BCM dan produksi batubara 26 juta ton.

Setelah akuisisi, grup CUAN diperkirakan memiliki reserve 378 juta ton thermal dan metallurgical coal → kandidat salah satu pemain batu bara terbesar di Indonesia.


IMPACT: POS jangka panjang → secara aset & pipeline produksi, story-nya sangat kuat; ini juga dasar rekomendasi sekuritas yang menaruh target harga Rp3.500 (potensi upside >40% dari kisaran 2.300 saat itu).


Aksi Beli Pengendali (Prajogo Pangestu):

Prajogo beberapa kali melakukan akumulasi agresif, termasuk pembelian terbaru sekitar 84 juta saham ketika IHSG dan CUAN tertekan; sebagian transaksi di kisaran 1.525–1.575 dengan nilai >Rp10 miliar per batch.


IMPACT: SANGAT POS sebagai sinyal bandar → ini strong message ke pasar bahwa pengendali melihat harga sekarang murah relatif view jangka panjang.

Dividen & Struktur Saham:

CUAN membayar dividen kecil dengan yield sangat rendah (0,01–0,03%); cash flow lebih banyak dialokasikan untuk ekspansi dan akuisisi.


IPO 2023 melepas sekitar 15% saham di harga 220; sekarang harga sudah berkali-kali lipat, membuat banyak early investor duduk di unrealized gain sangat besar, yang sewaktu-waktu bisa memicu distribusi ketika sentiment berubah.


Kesimpulan Katalis:

Fundamentally, CUAN adalah growth coal player dengan cadangan besar dan owner kuat, tetapi sedang melewati fase earnings compression karena leverage & bunga.

Pergerakan 2026 akan sangat dipengaruhi kombinasi: kebijakan produksi nasional, progres akuisisi SINI, dan timing akumulasi/ distribusi pengendali.

⚖️ THE FINAL VERDICT

🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY (ikut aliran bandar di bawah 1.600, disiplin cut di 1.470)
🌡️ Risk Profile: High Risk (volatilitas besar, leverage tinggi, valuasi premium).
⭐ Confidence Score: 75%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY:

[+] Bullish Factor: Pengendali (Prajogo) lagi akumulasi besar di sekitar 1.5xx, sementara perusahaan sedang mengunci cadangan 378 juta ton batubara lewat akuisisi SINI dan kontrak jangka panjang bernilai Rp17,4 triliun.

[+] Bullish Factor: Story jangka panjang kuat sebagai integrated coal & mining services group, didukung rekomendasi sekuritas dengan target harga jauh di atas market sekarang.


[-] Bearish Risk: DER sekitar 3x, beban bunga tinggi membuat laba bersih tertekan; valuasi PBV 26x dan earnings 2025 turun tajam membuat saham sangat sensitif pada sentimen dan timing distribusi bandar.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Besok jangan haka CUAN kalau langsung gap up ke atas 1.700; tunggu retrace ke 1.550–1.600, serok bertahap dekat range akumulasi Prajogo, lalu siap lepas agresif di 1.720–2.000 jika volume mulai kempes dan tape kelihatan buang pelan."

⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data & pola smart money, bukan ajakan beli/jual. Semua keputusan dan risiko tetap di tangan Anda.

$GTSI $FUJI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Rekapan hari ini

$HUMI
$LEAD
$FUJI

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI buruan pindah ke $PTROZPCU6A udah 1,5jt lot masuk induk lagi naik gas kan bang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AHAP kalo kata king @BELVINVVIPREAL
Gue besok mau makan
Ayam Hitam Asli Prindapan
35 piring sampe mentok!!!!
$WAPO $FUJI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI Tumben warnanya ijo, enak dilihat 🍷 🤗

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FUJI Hening Sunyi 😁

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy