


Volume
Avg volume
PT Erajaya Swasembada Tbk didirikan pada tanggal 8 Oktober 1996. Erajaya Group menjalankan kegiatan usaha importir, distribusi dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi selular seperti telepon selular dan tablet, subscriber identity module card (SIM Card), voucher isi ulang operator jaringan selular, aksesoris, perangkat Internet of Things (IoT), penjualan voucher Google Play, serta menawarkan layanan produk Value Added Services, seperti layanan perlindungan ponsel melalui produk TecProtec dan juga layanan pembiayaan ponsel yang bekerjasama dengan perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia. Erajaya Group telah memba... Read More
Rilis data inflasi IHK Indonesia Jan 2026 oleh BPS
✅ Inflasi IHK mtm = -0,15%
(vs Des 25 0,64%, vs Jan 25 -0,76%)
✅ Inflasi IHK ytd = -0,15%
➖ Inflasi IHK yoy = 3,55%
(vs Des 25 2,92%, vs Jan 25 0,76%, vs ekspektasi 3,8%)
➖ Inflasi Inti mtm = 0,37%
(vs Des 25 0,20%)
➖ Inflasi Inti yoy = 2,45%
(vs Des 25 2,38%, vs Jan 25 2,36%, vs ekspektasi 2,37%)
https://cutt.ly/Ttvz7hqW
Indonesia mengalami deflasi indeks harga konsumen (IHK) secara bulanan.
Didorong oleh penurunan harga komoditas pangan akibat normalisasi demand pasca Nataru dan mulai masuknya masa panen raya.
Namun inflasi inti justru meningkat, menandakan tidak adanya pelemahan demand yang substansial.
Inflasi inti yang naik tinggi juga diakibatkan kenaikan harga emas yang melonjak signifikan.
Inflasi IHK secara tahunan naik lagi hingga sedikit melewati batas atas target BI di 3,5%.
Namun ini lebih dikarenakan tahun 2025 lalu ada diskon listrik PLN 50%, sementara tahun 2026 diskon ini tidak ada lagi, sehingga angka dasar pembandingnya kecil (low base effect).
Secara umum, inflasi Indonesia tetap terkendali rendah, mendukung pondasi ekonomi yang lebih baik kedepannya.
$ASII $ERAA $MAPI

@3anWijaya nyangkut di $ERAA harga segitu maka dapat dividen 19, sedangkan nyangkut di $SMRA harga segitu dpt dividen 9
Beda 10 bro hehehe
bagus mupuk sayur, bunga & tanaman hias lainnya aja..biar sehat & subur,,manatahu saham-saham $IHSG juga ikut sehat & subur..
$EMAS
$ERAA
ERAA Catat SSSG +7,4% YoY pada 2025, ERAL +15,9% YoY
Erajaya Swasembada ($ERAA) mencatatkan same store sales growth (SSSG) sebesar +36,4% YoY pada Desember 2025 (vs. November 2025: +41,2% YoY), sehingga SSSG selama 2025 tumbuh +7,4% YoY (vs. 11M25: +4,5% YoY). Sementara itu, Sinar Eka Selaras ($ERAL) mencatatkan SSSG sebesar +22,3% YoY pada Desember 2025 (vs. November 2025: +22,7% YoY), sehingga SSSG selama 2025 tumbuh +15,9% YoY (vs. 11M25: +15,1% YoY). Kinerja tersebut didukung oleh seasonality akhir tahun dan demand iPhone 17 yang terjaga. Grup Erajaya mengekspektasikan kinerja pada 1Q26 akan didukung oleh efek low–base serta peningkatan permintaan menjelang Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri. Secara konsolidasi, grup Erajaya menambah 68 toko pada Desember 2025, dengan ERAA membuka 51 toko dan ERAL membuka 4 toko. Penambahan tersebut membuat total toko grup Erajaya menjadi 2.333 unit per Desember 2025.
[Sumber: Investor Relations]
______
Stockbit Sekuritas
Beberapa emiten yang akan melakukan buyback
https://cutt.ly/VtvlTNrD
$RMKE $BBNI $ERAA

untuk IHSG naik kelas dari Emerging Market menjadi Developed Market, POJK 4 th 2024 bagian ini bisa diubah menjadi 1% segera, supaya lebih transparan dan terukur untuk foreign merasa nyaman berinvestasi di IHSG tanpa rasa takut akan praktik perdagangan terkoordinasi (goreng saham), sebelum terlambat
$AMMN $SMDR $ERAA

IDXChannel - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melakukan ekspansi agresif melalui pembukaan gerai baru serta akuisisi merek di segmen pertumbuhan tinggi dan kendaraan listrik (EV).
Ini diproyeksi menjadi katalis utama kinerja perseroan pada periode 2026-2027. Hingga kini, jumlah gerai Erajaya telah m...

www.idxchannel.com

ANALISA SAHAM $ERAA
Harga Sekarang: Rp 396
Zona Area Beli Aman:
Rp 375 – 385
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 360
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 405 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 405 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 420
• TP2 = Rp 440 – 460
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 375, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham ritel teknologi dengan volatilitas menengah, pergerakan responsif terhadap volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BBRI $TKIM
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Antara Kualitas dan Harga yang Masuk Akal
Dalam investasi saham, kita sering terjebak pada satu sisi saja. Ada yang terlalu fokus mencari bisnis terbaik, ada juga yang hanya berburu saham murah. Padahal, investasi yang sehat selalu berdiri di dua kaki: kualitas bisnis dan valuasi. Kualitas memberi kita peluang untuk memperoleh keuntungan, tetapi valuasi menjaga kita agar tidak kehilangan modal.
Bayangkan sebuah perusahaan dengan merek kuat, pelanggan loyal, arus kas stabil, dan manajemen yang terbukti kompeten. Secara bisnis, hampir semua orang sepakat ini adalah perusahaan hebat. Masalahnya muncul ketika kita membayar harga yang terlalu tinggi. Pada titik itu, potensi keuntungan masa depan sudah “dimakan” oleh harga beli yang mahal. Sekecil apa pun kekecewaan pada kinerja perusahaan bisa berdampak besar pada hasil investasi kita.
Kualitas bisnis memang penting. Perusahaan yang baik biasanya memiliki keunggulan kompetitif, mampu bertahan di berbagai kondisi ekonomi, dan punya peluang tumbuh dalam jangka panjang. Tanpa kualitas, investasi kita bergantung pada keberuntungan semata. Namun kualitas hanya menjawab pertanyaan apakah sebuah bisnis layak dimiliki, bukan apakah sahamnya layak dibeli hari ini.
Di sinilah valuasi berperan. Valuasi membantu kita memahami berapa harga yang masuk akal untuk sebuah bisnis, dengan mempertimbangkan laba, arus kas, dan prospek ke depan. Valuasi tidak menjamin keuntungan, tetapi memberikan margin pengaman. Ketika kita membeli di harga wajar, kita memberi ruang untuk kesalahan analisis, perubahan kondisi industri, atau perlambatan ekonomi.
Membeli perusahaan hebat dengan harga wajar umumnya jauh lebih baik daripada membeli perusahaan biasa dengan harga yang sangat murah. Perusahaan berkualitas cenderung tumbuh lebih konsisten, memiliki risiko kebangkrutan yang lebih rendah, dan mampu menciptakan nilai dalam jangka panjang. Sebaliknya, perusahaan murah sering kali murah karena ada masalah mendasar yang tidak mudah diperbaiki.
Namun ada satu jebakan yang sering diabaikan: membeli perusahaan hebat dengan harga yang terlalu mahal. Ini adalah resep klasik untuk kinerja investasi yang mengecewakan. Ketika ekspektasi pasar sudah terlalu tinggi, perusahaan harus tumbuh sempurna selama bertahun-tahun hanya untuk membenarkan harga sahamnya. Sedikit saja meleset, harga bisa stagnan atau bahkan turun, meskipun bisnisnya tetap bagus.
Karena itu, pendekatan yang seimbang sangat penting. Kita perlu menilai kualitas bisnis secara mendalam, lalu mengaitkannya dengan valuasi yang realistis. Tujuannya bukan mencari harga termurah atau bisnis paling populer, tetapi mencari titik temu di mana bisnis yang kuat bisa dibeli dengan harga yang masuk akal.
Investasi bukan tentang mencari yang paling hebat atau paling murah, melainkan membuat keputusan rasional dengan risiko yang terkelola. Saat melihat saham incaran Anda, sudahkah Anda mempertimbangkan apakah kualitas bisnisnya sebanding dengan harga yang Anda bayar?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $ACES $ERAA $MAPI
$ERAL
Halo, para *smart investor*! Senang sekali Anda bertanya tentang **PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)**. Hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, saham ini sedang menarik perhatian karena mulai "bangun" dari tidurnya.
Sebagai mentor Anda, saya melihat ERAL sedang berada di fase transisi yang menarik—dari *downtrend* panjang menuju potensi pembalikan arah (*reversal*) yang serius. Mari kita bedah strateginya agar Anda tidak sekadar ikut-ikutan, tapi punya dasar yang kuat.
Berikut adalah analisa lengkap saya untuk ERAL:
### 1. Fundamental: Cerita "Growth" vs. "Tekanan Margin"
Jangan kaget melihat laporan keuangan terakhir (Q3 2025). Memang laba bersih turun sekitar 20,5% menjadi Rp125 miliar, tapi **Pendapatan (Revenue)** justru naik tajam 25% lebih.
* **Apa artinya?** Perusahaan sedang membakar uang untuk ekspansi. Mereka agresif membuka toko baru dan masuk ke segmen mobil listrik (EV) lewat kemitraan dengan Xpeng.
* **Outlook 2026:** Ini adalah tahun pembuktian. Jika penjualan mobil listrik dan produk *lifestyle* (seperti DJI, Garmin, ASICS) mulai menghasilkan arus kas yang stabil, margin laba yang sempat tertekan biaya operasional akan membaik. ERAL bukan lagi sekadar penjual aksesoris HP, tapi pemain *lifestyle* dan EV yang serius.
### 2. Valuasi: Masih "Salah Harga"?
Jawabannya: **Ya, relatif murah.**
Mari kita bandingkan dengan saudaranya di sektor ritel:
* **PBV ERAL:** Sekitar **1,1x**. Ini tergolong murah untuk perusahaan yang pendapatannya tumbuh *double digit*.
* **Kompetitor:** Bandingkan dengan MAPI atau MAPA yang PBV-nya sering di atas 2x-3x. ERAL memberikan *margin of safety* yang lebih tebal bagi investor nilai (*value investor*).
* **Target Konsensus:** Analis menargetkan harga wajar di **Rp440**, yang berarti ada potensi keuntungan (*upside*) sekitar **25%** dari harga sekarang (Rp352).
### 3. Teknikal & Bandarmologi: Ikuti Arus Besar
Secara teknikal, ERAL baru saja keluar dari fase *sideways* panjang di area 275–305.
* **Posisi Saat Ini (30 Jan 2026):** Harga di Rp352. Indikator teknikal menunjukkan sinyal **Strong Buy** karena harga sudah bertahan di atas garis rata-rata (MA20 dan MA50).
* **Akumulasi Bandar:** Terdeteksi adanya *Big Accumulation* di rentang harga Rp340–Rp355. Institusi besar mulai menampung barang setiap kali ada koreksi.
* **Momentum:** RSI berada di level 53-66 (Netral ke *Bullish*), artinya tenaga untuk naik masih ada dan belum jenuh beli (*overbought*).
---
### 📋 Rencana Trading & Investasi (Trading Plan)
Sebagai mentor, saya sarankan jangan FOMO (*Fear Of Missing Out*) mengejar harga saat hijau tebal. Gunakan strategi **"Buy on Weakness"** (Beli saat koreksi).
* **Area Beli Ideal (Buy Zone):** **Rp330 – Rp345**.
Ini adalah area di mana "Bandar" rata-rata memegang barang (VWAP). Jika harga turun ke sini, ini kesempatan emas untuk *entry* atau tambah muatan.
* **Target Harga (Take Profit):**
* **Target Pendek (TP1):** **Rp380 – Rp384**. Ini adalah resisten terdekat. Boleh jual sebagian di sini untuk amankan profit.
* **Target Menengah (TP2):** **Rp410 – Rp440**. Jika sentimen EV meledak dan laporan keuangan tahunan (FY2025) keluar bagus di Maret nanti, harga bisa lari ke sini.
* **Batasan Risiko (Stop Loss):** **Di bawah Rp320**.
Jika harga jebol ke bawah 320, artinya tren naik batal. Disiplinlah untuk keluar (*cut loss*) demi melindungi modal Anda.
### 💡 Pesan Mentor untuk Anda:
Investor cerdas, ERAL saat ini cocok untuk strategi **"Swing"** jangka menengah. Fundamentalnya sedang bertumbuh (meski margin tertekan sementara), dan secara teknikal baru mulai fase *markup*.
**Saran saya:** Manfaatkan volatilitas pasar. Jika hari ini atau besok ERAL merah mendekati Rp340, cicil beli perlahan. Jangan habiskan peluru sekaligus.
*Selamat berinvestasi, tetap disiplin dengan rencana, dan semoga cuan menyertai portofolio Anda!*
https://cutt.ly/UtcFn3zc
RANDOM TAG $ERAA $ECII