


Volume
Avg volume
PT Erajaya Swasembada Tbk didirikan pada tanggal 8 Oktober 1996. Erajaya Group menjalankan kegiatan usaha importir, distribusi dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi selular seperti telepon selular dan tablet, subscriber identity module card (SIM Card), voucher isi ulang operator jaringan selular, aksesoris, perangkat Internet of Things (IoT), penjualan voucher Google Play, serta menawarkan layanan produk Value Added Services, seperti layanan perlindungan ponsel melalui produk TecProtec dan juga layanan pembiayaan ponsel yang bekerjasama dengan perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia. Erajaya Group telah memba... Read More
ANALISA SAHAM $CBRE
Harga Sekarang: Rp 940
Zona Area Beli Aman:
Rp 900 – 920
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 875
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 960 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 960 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.000
• TP2 = Rp 1.050 – 1.100
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 900, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor properti/real estate, pergerakan cenderung teknikal dan mengikuti sentimen sektor
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ERAA $GPRA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$ERAA $BBCA $BBRI
Simfoni Pertumbuhan: Ketika Volume dan Distribusi Menaklukkan Margin
Dalam panggung pasar modal, kita sering kali terjebak dalam mitos bahwa kejayaan hanya milik mereka yang memiliki margin tebal. Kita memuja perbankan seperti BBCA sebagai standar emas—sebuah institusi yang bergerak dengan presisi, di mana setiap rupiah efisiensi dikonversi menjadi laba yang kokoh dan berkelanjutan. Namun, jika kita melihat lebih dekat ke sektor ritel, kita akan menemukan ERAA, sebuah entitas yang membuktikan bahwa ada jalan lain menuju puncak: Kekuatan Volume dan Dominasi Distribusi.
Dua Jalan, Satu Tujuan
Sekilas, membandingkan BBCA dan ERAA tampak seperti membandingkan orkestra klasik dengan mesin turbo. BBCA adalah simbol stabilitas dengan Net Interest Margin (NIM) yang terjaga, sementara ERAA harus bertarung di industri dengan margin yang setipis kertas. Namun, keduanya memiliki satu kesamaan fundamental yang krusial: Grafik pendapatan dan laba yang terus mendaki.
Ketangguhan model bisnis ini bukan sekadar klaim di atas kertas. Pengakuan nyata hadir melalui peringkat Fortune Indonesia 100, di mana ERAA berhasil menempati posisi ke-18 sebagai korporasi terbaik di Indonesia. Posisi elit ini diraih bukan karena mereka menjual barang dengan harga mahal, melainkan karena mereka menguasai apa yang paling berharga di dunia bisnis modern: Jaringan Distribusi.
Distribusi: Aset Tak Terlihat yang Tak Ternilai
Di era digital ini, banyak yang mengira produk adalah segalanya. Namun, sejarah membuktikan bahwa pemenangnya adalah mereka yang mampu mengantarkan produk tersebut ke tangan konsumen dengan paling cepat dan luas.
* Logika ERAA dan Aset Distribusi: Bagi ERAA, kekuatan distribusi bukan sekadar logistik, melainkan aset strategis yang sangat berharga. Dengan jaringan gerai dan jalur distribusi yang menggurita dari Sabang sampai Merauke, mereka memiliki "jalan tol" menuju dompet konsumen. Inilah yang memungkinkan mereka bermain volume; mereka tidak perlu keuntungan besar dari satu unit ponsel karena mereka memiliki jutaan pintu untuk menyalurkan barang.
* Seni Bermain Volume: Dengan volume penjualan yang masif, margin yang kecil dikalikan dengan jutaan transaksi, menghasilkan nominal laba yang tetap bertumbuh secara absolut. Keberhasilan menembus peringkat 18 di Fortune Indonesia 100 menegaskan bahwa penguasaan jalur distribusi adalah bentuk baru dari parit pertahanan (moat) yang sangat kuat.
* Ketahanan Operasional: Seperti halnya BBCA yang memiliki ekosistem digital dan loyalitas nasabah sebagai "jangkar", ERAA menjadikan infrastruktur distribusi sebagai bentengnya. Mereka membuktikan bahwa dalam bisnis ritel, kecepatan perputaran persediaan (turnover) yang didukung distribusi kuat adalah pengganti yang adil bagi margin yang tinggi.
Pada akhirnya, pasar tidak hanya membayar untuk persentase margin, tetapi untuk kapasitas perusahaan untuk mendominasi ruang. BBCA menunjukkan kepada kita bagaimana mengelola nilai, sementara ERAA menunjukkan kepada kita bahwa di dunia bisnis saat ini, siapa yang menguasai distribusi, dialah yang menguasai masa depan.
Meskipun margin ERAA mungkin tampak rapuh bagi mata yang tidak terlatih, posisi mereka sebagai salah satu dari 20 perusahaan terbesar di negeri ini adalah bukti nyata. Ini adalah pengingat bagi setiap investor: Jangan meremehkan aliran air yang tipis, karena jika ia mengalir melalui pipa distribusi yang luas dan deras, ia mampu menggerakkan turbin yang sama besarnya dengan bendungan yang megah.

$ERAA sudah mengantisipasi, makanya numpuk persediaan yg banyak, naik 5T dari tahun sebelumnya, managemen cerdas?
$ERAA jangan-jangan saya salah beli saham ERA yang jualan sandal, bukan yang jualan HP. Pantes gak naik-naik, kan memang posisi sandal diinjek. Nasib kaya saham ini, diinjek terus harganya.

$ERAA $ARCI $HRTA
Vidio wawancara ini bisa menjadi informasi yang baik bagi peminat ERAA
https://cutt.ly/NtkJQw3Z
$ERAA ooohhh $ERAA kamu sakit apa.. yg lain merah kamu merah, yg lain hijau kamu merah.. yg lain hijau pekat kamu kuning .
tetap semangat buat $NCKL .. aku padamu lah..

secara fundamental umum swing $ERAA $BMTR luar biasa di tambah $SMRA yang di spill sama anak salah satu pejabat menteri.
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $PNGO (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 3740
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 3680 – 3780
- Stoploss: < 3550
- TP1: 3950
- TP2: 4150 – 4300
Alasan: Harga masih bertahan di atas support swing dan struktur higher low masih terjaga, peluang rebound lanjutan masih ada Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 3500 – 3600
- Stoploss: < 3350
- TP1: 3950
- TP2: 4150 – 4300
Alasan: Area ini demand kuat sekaligus support utama, lebih aman buat akumulasi dengan risk lebih kecil Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 3850 dengan volume besar
- Stoploss: < 3700
- TP1: 4150
- TP2: 4400 – 4600
Alasan: Breakout resistance kunci berpotensi memicu momentum lanjutan kalau volume ikut konfirmasi Boss.
AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/gabunggrup
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 3850 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 3500 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ERAA $GPRA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$ERAA $ARCI $HRTA
Sang Raksasa yang Terbangun: Mengapa 2026 Adalah Tahunnya ERAA
Selama ini, pasar mungkin memandang PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) hanya sebagai pelayan setia di balik etalase kaca smartphone. Namun, jika Anda jeli melihat angka-angka di balik layar per Januari 2026 ini, Anda akan menyadari bahwa kita tidak sedang melihat sebuah toko ponsel biasa—kita sedang melihat sebuah kekuatan ritel yang sedang bermetamorfosis.
1. Harga yang Menghianati Nilai
Bagaimana mungkin sebuah perusahaan dengan pendapatan menembus Rp70 Triliun masih dihargai di pasar dengan PBV hanya 0,7x? Ini adalah anomali pasar yang nyata. Di saat sektor lain sudah jenuh dengan valuasi selangit, ERAA berdiri diam di sudut ruangan, undervalued dan terlupakan, membawa "margin of safety" yang begitu lebar bagi mereka yang berani bertaruh pada fundamental. Pasar boleh saja buta hari ini, namun angka P/E di bawah rata-rata historis adalah sebuah pegas yang sedang ditekan dalam-dalam—dan kita tahu apa yang terjadi saat tekanan itu dilepaskan.
2. Bukan Lagi Sekadar "Kotak Hitam" di Saku Anda
Tahun 2026 bukan lagi tentang berapa banyak iPhone yang ludes terjual. Narasi ERAA telah bergeser. Lihatlah jalanan, di mana logo XPENG mulai berseliweran—itulah nafas baru ERAA di sektor kendaraan listrik (EV). Lihatlah gaya hidup masyarakat yang tak lepas dari brand Chagee atau Wilson. ERAA bukan lagi sekadar penjual gadget; mereka sedang membangun ekosistem gaya hidup modern. Mereka tidak lagi hanya menjual alat komunikasi, mereka menjual identitas dan mobilitas.
3. Memanen Benih yang Ditanam dalam Badai
Selama dua tahun terakhir, laba bersih mungkin tampak tertahan. Mengapa? Karena ERAA sedang "bertarung". Mereka berinvestasi secara agresif, membuka gerai di setiap sudut strategis, dan menyerap biaya bunga demi ekspansi. Di tahun 2026 ini, masa-masa "menanam" itu telah usai. Sekarang adalah masa panen. Efisiensi dari ekspansi besar-besaran tersebut mulai mengalir ke garis bawah laporan keuangan. Tekanan biaya operasional kini berubah menjadi pengungkit laba.
4. Momentum yang Beradu Jadi Satu
Dengan suku bunga global yang mulai melandai dan daya beli masyarakat yang kembali bergairah, ERAA berada di titik temu keberuntungan. iPhone 17 dan 18 tetap menjadi magnet massa, sementara diversifikasi bisnis lainnya memberikan bantalan margin yang lebih tebal.
> "Pasar saham adalah instrumen untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar."
ERAA di harga Rp400-an bukanlah sebuah risiko; itu adalah sebuah kesempatan yang sedang menyamar. Ketika analis-analis mulai mengubah rekomendasi mereka menjadi Strong Buy dan target harga Rp600 mulai tercapai, publik akan bertanya: "Bagaimana bisa saya melewatkan saham semurah ini di awal tahun?"
Jangan menjadi bagian dari publik yang menyesal. Raksasa ini telah bangun, dan 2026 adalah panggung pembuktiannya.

"Membaca Sinyal 'Spring' di Area Akumulasi Akhir"
Dalam fase pengumpulan saham, seringkali terjadi fenomena yang disebut sebagai Spring atau jebakan bawah. Ini adalah kondisi di mana harga sengaja ditekan sedikit di bawah level support terkuat untuk memicu ketakutan dan memaksa ritel melakukan cut loss. Arus Bad Money yang panik akan segera melepas saham mereka, mengira bahwa harga akan jatuh lebih dalam. Namun, bagi Smart Money, momen ini adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan sisa barang dalam jumlah besar di harga yang sangat murah sebelum mereka memulai fase markup.
Melalui Trigger Smart Money, Anda bisa mendeteksi keaslian fenomena Spring ini melalui volume transaksi. Jika harga menembus level support namun volumenya meledak 5x lipat dan indikator Clean Money menunjukkan akumulasi yang sangat masif, itu berarti "tangan kuat" sedang menyerap semua tekanan jual tersebut. Ini adalah tanda bahwa harga tidak akan lama berada di bawah dan akan segera memantul dengan sangat kencang. Mengetahui hal ini memberikan Anda keberanian untuk tidak ikut panik, melainkan justru melihatnya sebagai peluang beli yang langka.
Memahami manipulasi di area bawah akan mengubah cara Anda melihat risiko. Penurunan harga tidak selalu berarti buruk jika diiringi dengan dana masuk yang besar. Gunakanlah teknologi radar deteksi dana besar untuk memvalidasi setiap "kerusakan" grafik teknikal. Jika data transaksi menunjukkan bahwa pemain besar sedang memanfaatkan kepanikan untuk belanja, maka Anda telah menemukan titik masuk yang paling presisi dengan potensi keuntungan maksimal. Jadilah trader yang mampu melihat niat asli di balik setiap pergerakan harga yang terlihat menakutkan.
$KRYA $BRIS $ERAA
1/3


