4,650

+170

(3.79%)

Today

101,900

Volume

56,630

Avg volume

Company Background

Didirikan pada tahun 1994, Indonet merupakan pelopor penyedia layanan infrastruktur digital yang menawarkan berbagai solusi serta layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnis modern yang semakin berkembang. Indonet telah memperluas ruang lingkup bisnis dengan menyediakan data center yang terintegrasi maupun penyedia cloud. Indonet berkomitmen untuk mengembangkan layanan teknologi informasi dan komunikasi yang lengkap dan efisien untuk menjembatani perusahaan mencapai transformasi digital. Dalam mendukung berbagai industri di Indonesia, Indonet akan terus mewujudkan visinya menjadi ‘business enabler’ dengan menyediakan ... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUMI gas ke $EDGE tahan banting, tp kering wkwk,

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE

Bloomberg melaporkan bahwa Digital Edge, perusahaan infrastruktur digital Asia yang didukung Stonepeak Partners, berencana menginvestasikan US$4,5 miliar untuk membangun fasilitas data center hyperscale yang AI–ready di Bekasi. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga 500 MW dan berpotensi meningkat menjadi 1 GW secara bertahap. Tahap pertama pembangunan akan mencakup 3 gedung, dengan gedung pertama ditargetkan beroperasi pada 4Q26 dan 2 gedung lainnya pada 1H27. Fasilitas data center ini akan didukung oleh aset fiber dan jaringan Indonet ($EDGE).

https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-ihsg-sentuh-trading-halt-seiring-pengumuman-msci-terkait-free-float?source=research

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE padahal.harusnya naik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pelanggan Bisnis Teknologi

Para pelanggan bisnis teknologi di IHSG itu jauh lebih beragam daripada yang sering dibayangkan investor. Di satu sisi ada pelanggan ritel massal yang bikin pendapatan terlihat besar tapi rapuh kalau perilaku pengguna berubah. Di sisi lain ada pelanggan korporasi dan pemerintah yang kontraknya lebih panjang, namun risikonya pindah ke konsentrasi, tender, dan SLA. Bahkan di bisnis yang sama-sama terdengar cloud, sumber uangnya bisa datang dari bank, telco, FMCG, sampai kementerian. Jadi kalau investor menilai semua saham teknologi dengan kacamata yang sama, biasanya salah baca kualitas pendapatan dan salah baca risiko. Data lainnya bisa cek di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari LK Q3 2025, $BUKA mencatat pendapatan sekitar Rp4,72 T dan laba sekitar Rp2,91 T, marjin sekitar 61,6%, tapi catatan pentingnya laba ini kuat dipengaruhi laba investasi sehingga tidak otomatis mencerminkan kekuatan transaksi operasional per pelanggan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

DCII pendapatan sekitar Rp1,92 T dan laba sekitar Rp0,83 T, marjin sekitar 42,9%, ini lebih nyambung dengan model sewa colocation yang umumnya berulang dan berbasis kontrak. Setelah itu EDGE dan AREA sama-sama marjin sekitar 13,6% namun skala beda jauh, EDGE pendapatan sekitar Rp595,1 M dan AREA sekitar Rp46,3 M, jadi daya tahan bisnisnya juga berbeda.

MLPT pendapatan sekitar Rp2,72 T tapi marjin sekitar 8,8%, pola integrator yang banyak main volume proyek dan perangkat, sedangkan ELIT 7,4% dan AWAN 9,7% cenderung masih fase bangun basis klien.

BUKA punya aset sekitar Rp26,14 T dengan kas sekitar Rp17,11 T, artinya bantalan likuiditasnya tebal dan bisa tahan siklus, tapi investor tetap harus menilai apakah kas itu dipakai untuk memperkuat mesin pendapatan atau sekadar parkir investasi. DCII aset sekitar Rp5,68 T dengan aset tetap bersih pusat data sekitar Rp4,52 T, ini ciri bisnis yang sensitif pada okupansi, tarif, dan ketersediaan listrik.

$EDGE aset sekitar Rp4,01 T dan sedang membangun EDGE 2, artinya kebutuhan pendanaan dan ramp up pelanggan jadi penentu cerita berikutnya. MLPT aset sekitar Rp3,49 T dengan piutang usaha sekitar Rp814,8 M, sinyal kuat bisnisnya banyak berbasis termin pembayaran klien korporasi, sehingga kualitas piutang dan ketepatan penagihan jadi kunci.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

BUKA bisa dibilang unik karena tidak ada satu pelanggan yang kontribusinya lebih dari 10% pendapatan neto, jadi risikonya bukan konsentrasi, melainkan daya beli pengguna dan take rate layanan seperti gaming, O2O, ritel, investasi, plus kualitas monetisasi data.

DCII justru punya dua pelanggan anonim yang masing-masing menyumbang lebih dari 10% pendapatan, ini menambah risiko konsentrasi, tapi biasanya sejalan dengan kontrak besar yang lebih stabil.

$AREA punya pelanggan lebih dari 10% dari pihak berelasi, jadi investor wajib lebih sensitif ke risiko ketergantungan dan tata kelola.

ELIT punya pelanggan lebih dari 10% dari Kemendikbud, artinya profilnya sangat B2G, kuat kalau anggaran dan kontrak lancar, tapi rentan ke jadwal pembayaran dan siklus tender. MLPT pernah mencatat porsi penjualan lebih dari 10% ke Bank Mandiri, pola yang sering terjadi di integrator yang kuat di sektor perbankan.

Di sisi pemasok dan mitra, terlihat siapa yang bergantung pada hyperscaler, siapa yang bergantung pada listrik, dan siapa yang bergantung pada jaringan telco. DCII punya pemasok di atas 10% yaitu PT Cikarang Listrindo, ini membuat biaya listrik dan keandalan pasokan jadi variabel utama. ELIT punya pembelian di atas 10% dari PT Google Cloud Indonesia, artinya bisnisnya kuat jika mampu menjual nilai tambah managed service, tapi tetap ada risiko ketergantungan pada platform pihak ketiga. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

AWAN punya vendor besar seperti Telkomsel dan Virtuozzo, sedangkan pelanggan piutangnya tersebar dari FMCG seperti Nestle, Heinz ABC, Kino, Combiphar sampai telco seperti Telkomsel dan Indosat, ini memberi diversifikasi tapi skala masih kecil.

EDGE bermain sebagai ISP dan operator pusat data sekaligus distributor layanan cloud global, lalu menambah lapisan risiko dari sisi pendanaan melalui fasilitas kredit BCA. Hampir semua punya eksposur USD, DCII dan EDGE disebut punya aset moneter bersih USD yang bisa jadi lindung nilai alami, sementara BUKA memegang kas multi-mata uang seperti USD, SGD, AUD.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham Teknologi: Cari Duit Dengan Cara Berbeda

Saham teknologi di IHSG itu sering diperlakukan seolah satu spesies, padahal cara mereka cari duit beda-beda ekstrem. Ada yang hidup dari sewa infrastruktur digital yang sifatnya berulang, ada yang hidup dari proyek implementasi sistem yang siklikal, ada yang hidup dari platform transaksi yang sangat bergantung pada perilaku pengguna. Kalau investor menyamaratakan semuanya jadi satu label teknologi, hasilnya biasanya dua. Salah valuasi, atau salah ekspektasi soal laba dan arus kas. Data 9M 2025 ini kelihatan banget, teknologi yang sama-sama dipakai untuk cari duit, output keuangan dan risikonya bisa bertolak-belakang. Data lainnya ada di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari sisi ukuran neraca, jurangnya lebar. $BUKA yang paling besar, total aset sekitar Rp26,14 T dan ekuitas sekitar Rp25,29 T, artinya struktur modalnya super ringan utang. Di bawahnya baru $DCII aset sekitar Rp5,69 T dan $EDGE sekitar Rp4,02 T, lalu MLPT sekitar Rp3,49 T. Tiga nama terakhir ini secara bisnis lebih dekat ke infrastruktur dan layanan korporasi, jadi wajar kalau neraca mereka lebih padat aset produktif. Yang kecil-kecil seperti ELIT, AREA, AWAN itu skalanya masih ratusan miliar sampai sekitar Rp0,32 T aset, sehingga sensitivitas ke satu-dua kontrak besar biasanya jauh lebih terasa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

BUKA punya revenue pendapatan sekitar Rp4,73 T dan laba neto sekitar Rp2,91 T, terlihat seperti mesin laba, tapi kualitasnya perlu dicurigai karena arus kas operasi hanya sekitar Rp0,15 T. Ini pola klasik laba besar yang tidak diikuti kas, biasanya kuat di pos non-operasional atau penilaian investasi, bukan murni hasil jual jasa platform yang langsung jadi kas.

DCII beda cerita, pendapatan sekitar Rp1,92 T dan laba neto sekitar Rp0,83 T, tapi arus kas operasi justru sekitar Rp1,15 T, ini sinyal model colocation data center yang tagihannya rapi dan kasnya nyata. MLPT pendapatan sekitar Rp2,72 T dan laba neto sekitar Rp0,24 T, tipikal integrator yang margin lebih tipis dan bergantung ritme proyek.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Rasio arus kas operasi dibanding laba neto BUKA cuma sekitar 0,05x, jadi laba akuntansinya jauh lebih cepat daripada arus kasnya. DCII sekitar 1,40x, artinya laba bukan kosmetik, kasnya malah lebih kuat. EDGE paling menarik secara kas, arus kas operasi sekitar Rp0,286 T versus laba neto sekitar Rp0,081 T, kira-kira 3,52x, namun di saat yang sama pendapatannya turun -22,7%, jadi investor perlu baca ini sebagai kombinasi dua hal, kas masih kuat, tetapi lini revenue sedang kontraksi atau transisi. AREA dan AWAN juga punya pola kas relatif kuat dibanding laba, tapi tetap di skala kecil, jadi volatilitasnya bisa lebih liar.

Dari sisi pertumbuhan, yang paling agresif itu DCII +74,4%, lalu BUKA +39,0%, lalu AREA +19,4%, MLPT +10,0%, sisanya single digit, dan EDGE satu-satunya yang Growth negatif -22,7%. Ini memisahkan saham teknologi yang sedang panen ekspansi permintaan infrastruktur data, versus yang sedang menata ulang model bisnis atau menghadapi siklus. Kelebihannya, investor jadi bisa memilih sesuai gaya, mau yang pertumbuhan tinggi dengan kas nyata seperti DCII, mau yang platform dengan neraca super kuat seperti BUKA tapi harus ekstra waspada kualitas laba, atau mau yang cashflow solid seperti EDGE namun harus siap dengan fase revenue turun. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧭 Bisnis
🏗️ Sewa infrastruktur berulang DCII, EDGE, AREA
🧰 Proyek integrasi dan outsourcing MLPT
☁️ Managed cloud dan proteksi data ELIT, AWAN, EDGE
🛒 Platform transaksi dan ekosistem digital BUKA

🏦 Struktur modal dan risiko utang
🛡️ Paling aman BUKA, liabilitas jauh di bawah ekuitas
⚖️ Menengah EDGE, D E sekitar 1,24x
🧨 Paling berat MLPT, D E sekitar 3,59x
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

💰 Kualitas laba dilihat dari kas operasi
✅ DCII kas operasi sekitar Rp1,15 T, lebih besar dari laba sekitar Rp0,83 T
⚠️ BUKA kas operasi sekitar Rp0,15 T, jauh di bawah laba sekitar Rp2,91 T
🔍 EDGE kas operasi sekitar Rp0,286 T, jauh di atas laba sekitar Rp0,081 T

📈 Arah pertumbuhan pendapatan YoY
🚀 DCII +74,4%
🔥 BUKA +39,0%
🟡 AREA +19,4%
🧩 MLPT +10,0%
🧊 EDGE -22,7%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧠 Jangan samakan platform, data center, dan integrator
🧾 Laba besar tanpa kas itu alarm, bukan prestasi otomatis
🪙 Data center yang kasnya nyata biasanya lebih mudah diproyeksi
🧱 Leverage tinggi bisa mempercepat tumbuh, tapi juga mempercepat stres

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/9

testestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Teknologi $BUKA dan $EDGE Sangat Berbeda

BUKA dan EDGE itu sama-sama diberi label teknologi, tapi cara mereka cari duit itu beda kelas. BUKA memakai teknologi yang memindahkan uang lewat layar, mengorkestrasi transaksi, dan bahkan mengangkat laba lewat pergerakan nilai investasi di laporan keuangan.

Sedangkan EDGE memakai teknologi yang lebih dekat ke fisika, listrik, pendingin, rack, bandwidth, dan kontrak sewa yang dibayar rutin. Karena itu, angka laba BUKA bisa terlihat meledak tanpa harus menaikkan kapasitas mesin operasionalnya, sementara EDGE bisa terlihat biasa-biasa saja ketika sedang menambah mesin yang mahal tapi berumur panjang. Investor yang menyamakan keduanya cuma karena sama-sama teknologi biasanya salah mengukur kualitas laba dan salah menilai risiko. Kalau dibaca sebagai mesin uang, BUKA itu teknologi yang menjual arus transaksi dan posisi portofolio, EDGE itu teknologi yang menjual kepastian layanan berulang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Untuk slide selengkapnya bisa cek di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Di BUKA, fondasi teknologinya adalah platform marketplace dan Mitra Bukalapak yang menempel ke perilaku pengguna dan jaringan mitra O2O. Secara neraca, wujudnya terlihat sebagai aset takberwujud berupa perangkat lunak Rp115,2 miliar dan lisensi Rp68,2 miliar, total Rp183,4 miliar. Angka ini memberi sinyal bahwa modelnya lebih asset-light, biaya terbesar biasanya lari ke akuisisi pengguna, insentif, pemasaran, pengembangan produk, dan biaya ekosistem. Dari sisi pencetak pendapatan, segmen Gaming menghasilkan Rp3,85 triliun pada 9M 2025, sementara Mitra Bukalapak Rp605,9 miliar, jadi bisnis Gaming BUKA sekitar 6,36 kali lebih besar dari bisnis di segmen lainnya. Artinya, mesin BUKA saat ini condong ke produk digital dengan perputaran cepat, volume tinggi, margin bisa tebal, tapi sensitif terhadap kompetisi dan perubahan perilaku pengguna.

Yang bikin BUKA terlihat unik adalah teknologi finansial di level holding yang membuat perusahaan bisa mengelola investasi dan mengakui laba nilai wajar. Pada 2025, laba nilai investasi FVTPL Rp2,32 triliun. Ini angka yang secara skala hampir 12,65 kali lebih besar dibanding total perangkat lunak plus lisensi Rp183,4 miliar, sehingga investor langsung paham bahwa profitabilitas BUKA bukan sekadar soal seberapa canggih aplikasinya, tapi juga soal seberapa besar dan seberapa volatil portofolio investasinya. Kelebihannya jelas, BUKA bisa mencetak laba besar tanpa perlu mengerek pendapatan operasional secara agresif. Kelemahannya juga jelas, laba seperti ini cenderung lebih berisik secara kualitas karena sensitif pada valuasi pasar, bisa besar bisa hilang, dan tidak otomatis berarti arus kas ikut membesar.

EDGE jalan cerita yang berbeda. Teknologinya adalah pusat data EDGE 1 dan EDGE 2 lewat aset tetap peralatan mekanik dan listrik Rp2,61 triliun, belum termasuk perangkat jaringan, konektivitas, dan layanan terkelola. Kalau dibandingkan kasar, aset teknologi yang terlihat di neraca EDGE ini sekitar 14,23 kali lebih besar daripada total perangkat lunak plus lisensi BUKA Rp183,4 miliar. Ini menegaskan EDGE adalah bisnis asset-heavy, capex besar, umur aset panjang, dan ekspektasi balik modalnya bertahap. Konsekuensinya, investor biasanya akan melihat beban depresiasi dan bunga lebih terasa, sementara pendapatan bergerak lebih stabil jika okupansi dan kontrak jalan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi pendapatan, segmen pusat data EDGE mencatat pendapatan Rp372,4 miliar dan laba bruto Rp171,6 miliar. Secara statistik, gross margin segmen ini sekitar 46,1%, angka yang menggambarkan kualitas model recurring revenue jika kapasitas terjual dan efisiensi operasional terjaga. Di sisi lain, layanan konektivitas menyumbang Rp199,6 miliar, sehingga EDGE punya dua kaki, kapasitas pusat data yang kontraktual dan konektivitas yang menopang ekosistem pelanggan korporasi. Kelebihan EDGE ada di prediktabilitas, kontrak, switching cost, dan daya tahan selama kebutuhan data naik. Kelemahannya ada di timing, karena saat ekspansi, utang dan bunga bisa menekan laba, sementara pasar sering tidak sabar menunggu okupansi naik.

BUKA unggul di fleksibilitas modal, skalabilitas platform, dan peluang monetisasi data serta ekosistem, tetapi lemah di ketergantungan pada traffic, kompetisi produk digital, dan volatilitas laba bila porsi FVTPL dominan. EDGE unggul di pendapatan berulang, barrier to entry tinggi karena capex besar dan kompleksitas operasional, tetapi lemah di sensitivitas terhadap biaya pendanaan, eksekusi pembangunan, dan risiko okupansi jika pertumbuhan pelanggan melambat. Jadi investor jangan cuma tanya siapa yang teknologinya lebih keren, tetapi tanya teknologi mana yang menghasilkan laba yang lebih bisa diprediksi, mana yang paling sensitif terhadap siklus pasar, dan mana yang paling mungkin mengubah laba akuntansi menjadi kas yang bisa dipakai ulang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau investor mencari emiten yang bisa terlihat sangat mengkilap ketika valuasi portofolio dan monetisasi digital sedang bagus, BUKA bisa memberi kejutan angka, tapi investor wajib disiplin membaca sumber laba dan kualitas kasnya. Kalau investor mencari emiten yang sedang membangun mesin pendapatan berulang dengan margin segmen pusat data sekitar 46,1% dan basis aset teknologi Rp2,61 triliun, EDGE lebih cocok dibaca sebagai infrastruktur yang nilainya baru terasa ketika siklus investasi selesai dan okupansi matang. Dua-duanya teknologi, tapi yang satu menjual transaksi dan valuasi, yang satu menjual kapasitas dan kepastian layanan. Di titik itu, perbandingannya memang seperti bumi dan langit, bukan karena siapa yang lebih baik, tapi karena cara mereka menghasilkan uang dan cara risikonya bekerja memang beda.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Thesis Nyangkut $BUKA dan $EDGE

EDGE dan BUKA sama-sama pakai label teknologi, tapi cara mereka bikin duit itu beda kelas permainan. Yang satu jual infrastruktur, yang lain jual ekosistem, lalu belakangan malah sering kelihatan seperti mesin valuasi investasi. Kalau investor cuma lihat laba bersih, BUKA bisa terlihat seperti roket, padahal roket itu banyak ditenagai pos non-operasional. Kalau investor cuma lihat pertumbuhan bisnis inti, EDGE terlihat lebih tenang, tapi ketenangannya dibayar mahal lewat utang dan beban bunga. Jadi, bumi dan langitnya bukan soal siapa lebih canggih, tapi soal kualitas laba, struktur risiko, dan seberapa bisa diprediksi arus kasnya. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari sisi struktur grup dan pihak berelasi, BUKA itu kompleks dan berlapis. PSP ada di PT Kreatif Media Karya (KMK) 34,05% dengan entitas induk ultima PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK). Anak usaha banyak, dari PT Buka Mitra Indonesia, PT Buka Usaha Indonesia, sampai iPrice Ventures, lalu ada asosiasi seperti PT Allo Fresh Indonesia (AFI) 35%, PT Sakalaguna Semesta (SS) 49,01%, dan PT Belanja Online Streaming (BOS). Polanya kebaca, EMTEK memberi ekosistem media untuk dorong pemasaran, sementara SS menjadi sumber produk digital seperti pulsa dan token listrik yang dijual lewat platform BUKA. EDGE jauh lebih ringkas, PSP ada di Digital Edge (Hong Kong) Ltd sebagai induk langsung dan DEA TopCo Limited Partnership sebagai induk terakhir, anak usaha intinya PT Ekagrata Data Gemilang (EDG) untuk pusat data EDGE 1 dan EDGE 2, plus PT Net Soft (NS). Ini biasanya bikin governance dan alur keputusan lebih mudah dibaca, walau tetap ada risiko khas perusahaan yang sedang ekspansi besar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau investor fokus ke angka transaksi pihak berelasi, kedua emiten ini justru sama-sama terlihat tidak mengandalkan penjualan ke pihak berelasi untuk hidup, tapi caranya beda. Di BUKA, pendapatan pihak berelasi Rp5,4 miliar atau 0,11% dari total revenue, jadi revenue memang bukan ditopang jualan ke grup sendiri. Namun di sisi beban pokok, ada Rp85,5 miliar atau 1,97% dari COGS, mayoritas ke Sakalaguna Semesta, lalu ada uang muka Rp50 miliar ke Sakalaguna Semesta, piutang usaha Rp73,5 miliar atau 0,28% dari aset, dan beban pemasaran pihak berelasi Rp112,6 juta atau 0,08%. Ada juga beban MESOP Rp36,6 miliar yang pada praktiknya adalah kompensasi berbasis saham, ini penting karena sering jadi sumber dilusi dan sinyal kultur insentif manajemen. EDGE lebih steril, pendapatan pihak berelasi hanya Rp8 juta, piutang usaha Rp3,02 miliar atau 0,08% aset dari Digital Edge HK, dan remunerasi manajemen Rp17,3 miliar. Jadi kalau bicara potensi konflik kepentingan, BUKA punya lebih banyak titik sentuh karena ekosistemnya memang ekosistem grup, sedangkan EDGE lebih seperti operator infrastruktur yang menjual layanan ke pelanggan korporasi pihak ketiga.

Sekarang bagian yang bikin analogi bumi dan langit terasa nyata, kualitas laba dan mesin profit. BUKA mencetak laba bersih Rp2,9 triliun, tetapi mesin pendorong paling signifikan datang dari laba nilai investasi (FVTPL) Rp2,32 triliun, yang secara sifat lebih dekat ke unrealized gain daripada laba operasional yang berulang. Ini nyambung dengan kualitas arus kas, karena CFO hanya Rp149,7 miliar, jauh di bawah laba akuntansi, jadi gap laba versus kasnya lebar. Polanya menjadi jelas, di saat platform belum menghasilkan profit operasional yang konsisten, angka laba bisa tetap besar karena perubahan nilai portofolio investasi. EDGE bergerak di jalur yang kebalikannya, model bisnisnya padat modal, tetapi pendapatannya lebih mudah diproyeksikan karena berbasis sewa kapasitas dan layanan pusat data. Namun fase ekspansi bikin laporan laba rugi tertekan, laba turun dari Rp175 miliar ke Rp81 miliar, sementara pendapatan pusat data tumbuh dari Rp298 miliar ke Rp372 miliar. Artinya, revenue tumbuh, tetapi biaya pendanaan menekan bottom line, dan ini tipikal perusahaan infrastruktur yang sedang membangun kapasitas untuk masa depanUpgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sumber tekanannya di EDGE terlihat jelas dari sisi pendanaan dan covenant. EDGE punya fasilitas kredit investasi dari BCA Rp2,71 triliun untuk pembangunan EDGE 1 dan EDGE 2, dengan covenant EBITDA terhadap bunga dan cicilan minimal 1,25 kali dan debt to equity maksimal 2,5 kali. Dalam fase seperti ini, yang paling sensitif adalah dua hal, okupansi pusat data dan timing ramp up pendapatan dibanding jadwal bunga. EDGE juga mencatat peningkatan utang bank menjadi Rp1,55 triliun dan beban bunga Rp76,5 miliar, ini yang membuat laba bersih turun walaupun pendapatan naik. Di sisi BUKA, narasinya bukan utang yang menekan, tetapi profit yang terlihat besar namun rentan karena sumbernya bisa berubah cepat mengikuti valuasi aset investasi. Jadi trend-nya beda arah, EDGE adalah growth yang ditahan beban bunga, BUKA adalah laba yang didorong revaluasi investasi dengan CFO yang relatif kecil.

Dari sisi perjanjian penting, BUKA bermain di lapisan aplikasi dan ekosistem cloud serta pembayaran. Ada kerja sama cloud dengan Naver Corp dengan limit USD 20 juta, juga Google Cloud Indonesia, lalu sinergi konten dan data pelanggan dengan Vidio com serta Liputan 6 untuk segmentasi iklan, dan gateway pembayaran dengan PT Elang Andalan Nusantara (DANA). Ini memperkuat distribusi, tetapi juga menambah ketergantungan ekosistem. EDGE lebih fokus ke proyek dan distribusi layanan cloud global, namun yang paling menentukan tetap bank facility dan covenant karena itu yang bisa mengunci ruang gerak perusahaan kalau ada deviasi kinerja.

BUKA sempat menghadapi gugatan Harmas Jalesveva terkait pembatalan sewa kantor dengan klaim Rp107,4 miliar materiil dan Rp1 triliun immateriil, lalu Mahkamah Agung menolak PK pada Juni 2025, namun perkara dinyatakan selesai atau dicabut pada 23 September 2025. BUKA juga menang banding pajak senilai Rp62,5 miliar untuk tahun pajak 2020, ini biasanya berdampak positif ke persepsi kepatuhan dan potensi cash recovery. EDGE punya sengketa pajak yang lebih historis, banding SKPKB PPN 2009 masih proses di Mahkamah Agung, tetapi EDGE menang banding di Pengadilan Pajak pada 21 Oktober 2025 untuk tahun pajak 2018 Rp2,17 miliar dan 2019 Rp1,45 miliar. EDGE juga punya tax holiday pengurangan pajak 50% untuk EDGE 1 sejak 2021 dan sedang mengajukan untuk EDGE 2, ini bisa jadi penyangga margin ketika beban bunga sedang tinggi.

EDGE terlihat seperti mesin pendapatan berulang yang sedang masuk fase capex dan leverage, sehingga statistik yang paling relevan untuk dipantau adalah pertumbuhan revenue pusat data Rp298 miliar ke Rp372 miliar versus beban bunga Rp76,5 miliar dan disiplin covenant 1,25 kali serta 2,5 kali. Sementara BUKA terlihat seperti perusahaan dengan mesin operasional yang masih mencari bentuk profit stabil, tetapi laporan laba bisa melompat karena FVTPL Rp2,32 triliun, lalu kualitasnya harus diuji lewat CFO Rp149,7 miliar yang tertinggal jauh dari laba bersih Rp2,9 triliun. Jadi, kalau pertanyaan investor adalah siapa yang lebih mirip bisnis teknologi berulang, EDGE biasanya lebih dekat jawabannya. Kalau pertanyaan investor adalah siapa yang paling mudah bikin headline laba, BUKA sering lebih unggul, tetapi investor harus sadar itu bukan berarti mesin kasnya sudah setara. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi PT Indointernet Tbk (EDGE) menyuntikkan modal total Rp283 miliar ke dua anak usahanya, PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGE2).
Melansir keterbukaan informasi BEI, transaksi tersebut dilaksanakan pada 22 Januari 2026. Pe...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham kering yang gerakannya kayak siput 😂 $EDGE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT Indointernet Tbk atau Indonet (EDGE) kembali memberikan setoran modal hingga Rp283 miliar kepada entitas usahanya, sejalan dengan rencana perseroan memperkuat bisnis pusat data (data center).
Anak usaha yang memperoleh suntikan modal tersebut yakni PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) s...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE kapan ini ke 9000. buset dah ya ampun

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE jederrrrrr!!!!!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $HMSP (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 800

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 780 – 810
- Stoploss: < 760
- TP1: 860
- TP2: 900 – 920
Alasan: Harga masih bertahan di atas area support psikologis dan berpotensi technical rebound Boss.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 740 – 760
- Stoploss: < 720
- TP1: 860
- TP2: 900 – 920
Alasan: Area ini merupakan demand kuat historis, lebih aman untuk entry dengan risk lebih terukur Boss.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 840 dengan volume besar
- Stoploss: < 790
- TP1: 900
- TP2: 950 – 980
Alasan: Breakout resistance kunci berpotensi memicu momentum lanjutan setelah fase akumulasi Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 840 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 740 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$PGEO $EDGE
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE haka ngga sah pasang bid. 🤣🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$YELO$EDGE$JAST gass

$ELIT Menarik mencermati arah kebijakan nasional 2026 yang menempatkan Data Center dan Energi Terbarukan (EBT) sebagai sektor prioritas investasi.

Data Center bukan bagian dari EBT, tapi sangat bergantung pada EBT karena
Konsumsi listrik besar
Tuntutan efisiensi energi
Standar ESG global
Daya tarik investor asing
Artinya, Data Center & EBT adalah pasangan strategis, bukan sektor terpisah.

Dalam konteks ini, ELIT (sektor teknologi & infrastruktur digital) berada di jalur yang sangat relevan dengan narasi besar tersebut.
Kombinasi:
Digitalisasi nasional
Pertumbuhan Data Center
Transisi energi bersih

Sama dengan membuka peluang rerating valuasi emiten-emiten yang berada di rantai ekosistem ini.

Bukan sekadar teknikal, tapi fundamental story mulai terbentuk.

DYOR.
Colek : $DCII DSSA, $EDGE

Read more...

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel—Simak daftar saham data center di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah emiten menjalankan kegiatan usaha utamanya di bidang data center dan penyediaan layanan data center.
Data center bukan sekadar tempat penyimpanan data, tetapi merupakan infrastruktur penting yang menunjang keberlangsungan ...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOTOBQCJ6A buruan hijau nih🐉🤫

$EMTK $EDGE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE yg lain turun dia mau naik?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$KUAS
$EDGE

#DYOR (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE cocok buat swing


$BNBR$BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HDIT
$EDGE
$DCII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IRSX

⚡ TRADING PLAN: IRSX

🟢 Entry
Buy on Breakout: > 805 (Masuk jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas level psikologis 800 dengan volume yang meningkat).

Buy on Weakness (Alternative): 720 – 750 (Membeli secara bertahap jika terjadi koreksi minor untuk menguji kekuatan support terdekat).

🎯 Take Profit (TP)
TP 1: 880 – 910 → jual 50% (Mengamankan keuntungan di area target resisten pertama sebelum menguji level 1.000).

TP 2: 980 – 1.050 → jual sisa (Target jika momentum sanggup membawa harga mencapai area tertinggi baru dalam siklus ini).

🔴 Stop Loss (SL)
SL Agresif: 690.

Daily Close < 640 → EXIT TOTAL (Sinyal bahwa tren kenaikan telah gagal dan harga berisiko kembali ke fase konsolidasi atau menurun menuju level 500).

⚠️ Catatan Cepat
MACD Golden Cross Watch: Perhatikan pergerakan garis biru MACD dalam beberapa hari ke depan; perpotongan ke atas garis merah akan memberikan validasi teknis yang sangat kuat untuk hold posisi.

Volume Analysis: Kenaikan harga harus didukung oleh volume transaksi yang signifikan; jika harga naik namun volume rendah, waspadai risiko pembalikan arah mendadak (bull trap).

High Volatility: Mengingat karakter pergerakan IRSX yang cukup tajam, disiplin dalam memasang stop loss sangat diwajibkan untuk melindungi modal.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$EDGE $NFCX

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpotensi naik dan kembali mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini, Selasa (20/1). Analis merekomendasikan saham PT Indointernet Tbk (INET), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) untuk dikoleksi investor di tengah tr...

katadata.co.id

katadata.co.id

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy