99,200

+2,050

(2.11%)

Today

4.02 M

Volume

6.1 M

Avg volume

Company Background

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjalankan kegiatan usaha utama di bidang penyediaan tenaga listrik dan uap, pertambangan dan perdagangan batubara, perdagangan besar bahan-bahan kimia, serta infrastruktur dan multimedia di Indonesia. Perseroan beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Januari 1998 dengan mengoperasikan empat kompleks pembangkit listrik dan uap yang berlokasi di Tangerang, Serang dan Karawang. Perseroan tergabung dalam kelompok usaha Sinarmas.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $ITMG $DSSA

apakah besok karyawan BEI wfh dan stock diliburkan ?

sebab all jabodetabek terpaksa wfh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ingat 3 D
$DCII
$DSSA
$DATA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

semoga$DSSA besok turun dulu
mau nambah muatan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG waktunya balik kerja lagi. Pusat sudah mulai kondusif.

$DSSA $BREN

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA mau nambah muatan kaga dikasih koreksi euy, apakah ini bisa nembus 150 rb? wkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Arah $IHSG

Friendly reminder untuk besok:
1. Cek USD/IDR. Kalo pergerakannya "ringan" banget di atas 16.500 = outflow. Jangan expect ada intervensi, karena akan seperti menggarami air laut.
2. Cek $DSSA & $DCII. 2 saham yang masih "kuat" kemarin Jum'at, harusnya gak boleh turun. Kalo turun, apalgi secara signifikan, berarti market gak ada yang jaga lagi. Everyone already prepared for free fall mode.
3. Punya cash? Kalo gak ada, naikin posisinya. At least punya cash akan bikin kalian tenang. Karena punya cash, psikologisnya siap buat keadaan terburuk.

Saya baca di stream banyak yang bilang jangan samakan dengan krisis di th tertentu. Fyi tiap krisis, punya cerita dan alasan yang berbeda, tapi kalo kurs udah melemah signifikan, you better watch it carefully guys. Jangan underestimate keadaan apapun. This time, it feels different & it's not okay.

Good luck guys.
Stay safe.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

rata" saham" kolomerat selalu di minati investor besar seperti $DATA, $DCII $DSSA.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

kalau misalnya besok trading halt lagi, kira kira berani masuk nda ya ? trus masuknya dimana , kasih info dong. 😁

Random Tag
$DSSA $PANI $INET

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel—Siapa pemilik saham DSSA? PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) adalah perusahaan yeng bergerak di sektor energi dengan bidang usaha utama industri energi dan infrastruktur.
Melansir laman resmi perseroan (30/8/2025), DSSA memiliki lima lini bisnis utama. Antara lain pertambangan, energ...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA kaga ada niat stock split apa ? 🥲

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DCII next $DSSA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA

Entah kebetulan atau tidak, secara teknis teoritis , candle $IHSG 28Aug udah kasih signal puncak koq....

thanks/ credit to master TA @ariefhidayatst 👍 🙏

https://stockbit.com/post/20481349

$AMMN $DSSA random

blm ad niat bursa buka soalnya byk ritel yg hujat truss emitem ini, mencegak mereka masuk lgi
mereka cuman ngumpan doang, sekita mereka nyangkut hujatanya minta ampung🤣🤣🤣
rata" penghuni $DATA,$DCII,$DSSA skg ivestor institusi.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@tradersonthebeach today udah dibantu oleh $DSSA dan colekan $SMMA tuh... pan duit index fund nya baru masuk gede di DSSA .

Kalo saham2 lain market cap gede yg mempengaruhi IHSG urusan masing2 yg punya aja dah 😀

$BREN market cap gede tapi udah bisa dibilang punya sejuta umat ritel gede dan kecil... pada bisa kompak nggak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA luar biasa tahan banting, keren suhu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SHARING HARI INI: Drama Trader Ritel, dari Ikutan sampai Nyangkuters

Bagi trader ritel, pasar saham sering kali terasa seperti roller coaster penuh kejutan. Kadang bikin deg-degan, kadang bikin senyum puas, tapi sering juga bikin tepok jidat. Ada momen ketika kita merasa sudah mengambil keputusan tepat, tapi hasilnya justru sebaliknya. Dari sinilah lahir berbagai “drama” khas ritel yang mungkin pernah kita alami bersama.

Salah satu drama paling klasik adalah saat melihat saham hijau melonjak tinggi. Di kepala langsung muncul kalimat, “Harusnya tadi masuk, pasti sekarang sudah cuan banyak.” Sayangnya, pikiran itu datang ketika harga sudah ketinggian dan potensi risikonya lebih besar. Inilah jebakan FOMO yang sering jadi awal mula nyangkut.

Sebaliknya, ketika melihat saham merah, kita merasa lega karena tidak ikut masuk. “Untung tadi nggak beli, kalau enggak pasti rugi besar,” begitu biasanya monolog dalam hati. Ironisnya, justru di saat itu seringkali saham sedang menguji support dan siap memantul. Lagi-lagi, momen bagus terlewat begitu saja karena ketakutan berlebihan.

Drama berikutnya muncul ketika akhirnya kita memberanikan diri membeli saham. Alih-alih hijau, harga justru turun dan portofolio langsung merah. Rasanya seperti market sengaja bercanda dengan keputusan kita. Padahal, hal itu wajar karena pergerakan harga memang tidak selalu sesuai ekspektasi jangka pendek.

Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika kita panik menjual saham dalam keadaan rugi. Beberapa hari kemudian, saham tersebut justru bangkit dan melesat lebih tinggi. Momen ini bikin banyak ritel merasa jadi korban “kena prank” pasar. Padahal, masalah utamanya ada di kurangnya perencanaan dan disiplin strategi sejak awal.

Dari berbagai drama ini, kita belajar bahwa pasar saham bukan sekadar soal naik atau turun. Yang membedakan trader bertahan dengan yang cepat menyerah adalah sikap disiplin dan kesabaran. Trader yang survive bukan berarti selalu benar, tapi mampu bangkit setiap kali salah langkah. Dengan begitu, perjalanan di market jadi lebih panjang dan sehat.

Kalau tidak mau terjebak drama yang sama berulang-ulang, maka keputusan harus lebih terukur. Salah satunya dengan menggunakan screener saham untuk mencari peluang berdasarkan data, bukan sekadar perasaan. Dengan screener, kita bisa melihat tren, volume, valuasi, hingga potensi bandar akumulasi.

Cek screener praktisnya di profil dan buat trading kamu lebih disiplin mulai hari ini. Dan jangan lupa follow akun ini @mulkanologi di stockbit sedangkan threads dan instagram dengan nama sinyalsahamsantai, untuk dapatkan berbagai tips, edukasi dan analisis saham yang akurat dan informatif.

Random tag
$IHSG $DSSA $DCII

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA eps 1/2 nya harga bisa 70 rb wwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

terbaik kalian $BREN $DSSA ihsg ambrol saya tetep dapet $CUAN dari kalian 😍

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

coba abang" senior yg ada di $PANI $ASRI $DSSA bantu analisa $ dada

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

terimakasih jajan mingguannya $DSSA
minggu depan lagi ya InsyaAllah

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@FitrianiMnl bang tau kondisi politik yg sedang terjadi??
$DSSA bisa ijo ini termasuk kuat lo. liat IHSG dan emiten yg lain pd merah darah semua.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA padahal udah mau ke 100.000 eh pada jual, jatoh lagi, konyoll bgt hadeh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA menantang arus, ini baru nama msci gak kaya onoh masuk msci malah mlorot

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSSA bang

$DSSA $MLPT $SMMA

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot tajam 2,27% atau 180,81 poin ke level 7.771,28 pada akhir perdagangan sesi I Jumat (29/8). IHSG sempat bergerak dari level tertinggi 7.952 hingga terendah 7.767 setelah dibuka di level 7.952 pagi tadi.
Tekanan jual melanda hampir selur...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy