


Volume
Avg volume
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjalankan kegiatan usaha utama di bidang penyediaan tenaga listrik dan uap, pertambangan dan perdagangan batubara, perdagangan besar bahan-bahan kimia, serta infrastruktur dan multimedia di Indonesia. Perseroan beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Januari 1998 dengan mengoperasikan empat kompleks pembangkit listrik dan uap yang berlokasi di Tangerang, Serang dan Karawang. Perseroan tergabung dalam kelompok usaha Sinarmas.
CDIA
GOTO
MBMA
BRMS
PNLF
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (2/1) di zona positif dengan kenaikan 1,17% ke level 8.748,13.
Penguatan indeks didorong lonjakan sejumlah saham, seperti DCII yang melonjak 10%, BUMI yang melesat 14,75%, serta BRMS yan...

www.cnbcindonesia.com

Harga $DSSA Sekarang: Rp 98.450
Zona Area Beli Aman:
Rp 94.500 – 96.000
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 92.000
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 100.000 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 100.000 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 102.500
• TP2 = Rp 106.000 – 110.000
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 94.500, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham energi & pembangkit, volatilitas tinggi—atur size dengan bijak
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$GOTO $TAPG
,Nanti Kami Buatkan Flowchart Keputusan biar analisa makin gampang!
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
IDXChannel—Seperti apa kinerja harga saham Sinar Mas sepanjang 2025? Konglomerasi Sinar Mas terdiri dari beberapa perusahaan yang bergerak di beragam sektor industri, sebagian di antaranya telah melantai di Bursa Efek Indonesia.
Sektor industri dalam portofolio bisnis Sinar Mas mencakup sektor per...

www.idxchannel.com

Emiten di MSCI Indonesia Global Standard (Nov 2025):
Bank Central Asia BBCA
Bank Rakyat Indonesia BBRI
Bank Mandiri BMRI
Telkom Indonesia $TLKM
Astra International $ASII
Dian Swastatika Sentosa $DSSA
Amman Mineral Internasional AMMN
Barito Pacific BRPT
Chandra Asri Pacific TPIA
Bank Negara Indonesia BBNI
GoTo Gojek Tokopedia GOTO
Petrindo Jaya Kreasi PTRO
Sumber Alfaria Trijaya AMRT
Charoen Pokphand Indonesia CPIN
Indofood Sukses Makmur INDF
United Tractors UNTR
Barito Renewables Energy BREN
Bumi Resources Minerals BRMS
$IHSG di hari pertama tahun 2026 ditutup naik 1,17% dengan total transaksi 22,27T. Naik 3 hari berturut-turut.
NFB All Market 1,06T.
Hari ini IHSG didorong naik juga dibantu dari emiten perkapalan yang kompak naik banyak.
Top Sector: Transport, Technology, Cyclical, Energy
Top Leaders: $DCII, BUMI, BRMS
Top Laggards: $DSSA, SMMA, BBCA

$BUMI itu Rendah tapi Langit Mengakui, makanya jadi Orang Jangan Seperti $DEWA,
sama sama kita punya $DSSA...eh salah Dosa...
$DSSA
Target minggu depan harga 105.000
Coba perhatikan ada yg beli 1.000 lot dan yang jual ritel 1 lot 1 lot. Sinarmas sekuritas sudah buang penumpang tingggal naik aja nih ritelnya dikit gass
$DSSA Q1 2026 - MERGER - HARAPAN DSSA
Pada Q1, ketika permintaan batubara melemah secara musiman, DSSA tidak realistis mengharapkan dorongan kinerja dari sektor energi. Dalam kondisi ini, bisnis non-batubara DSSA yang paling relevan adalah eksposur pada saham $MORA karena sekitar 60% pendapatan DSSA masih berasal dari batubara, maka kinerja perusahaan di Q1 sangat dipengaruhi oleh siklus komoditas yang cenderung melemah secara musiman. Dalam kondisi ini, DSSA tidak realistis mengandalkan sektor energi sebagai pendorong pertumbuhan jangka pendek.
Secara fundamental, kontribusi MORA di Q1 bersifat penahan tekanan, bukan pengganti batubara. Bisnis telekomunikasi membantu menjaga stabilitas arus kas dan kualitas laba, namun belum cukup besar untuk mengangkat kinerja secara agresif dalam satu kuartal. Artinya, peran MORA lebih kepada menjaga fundamental tetap sehat saat batubara melemah.
Dari sisi teknikal, ekspektasi terhadap MORA berfungsi sebagai sentimen penopang harga. DSSA cenderung bertahan di support Rp100.000–Rp95.000 dan berpeluang menguji resistance Rp118.000–Rp125.000. Kenaikan paling realistis di Q1 adalah bertahap menuju Rp125.000–Rp135.000, bukan lonjakan tajam.
Kesimpulannya, di Q1 MORA berperan menjaga stabilitas dan membangun kepercayaan pasar, sementara kenaikan saham DSSA terjadi secara moderat dan menunggu validasi fundamental lanjutan pada kuartal berikutnya.
DYOR DSSA $UANG