


Volume
Avg volume
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjalankan kegiatan usaha utama di bidang penyediaan tenaga listrik dan uap, pertambangan dan perdagangan batubara, perdagangan besar bahan-bahan kimia, serta infrastruktur dan multimedia di Indonesia. Perseroan beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Januari 1998 dengan mengoperasikan empat kompleks pembangkit listrik dan uap yang berlokasi di Tangerang, Serang dan Karawang. Perseroan tergabung dalam kelompok usaha Sinarmas.
$IHSG di hari pertama tahun 2026 ditutup naik 1,17% dengan total transaksi 22,27T. Naik 3 hari berturut-turut.
NFB All Market 1,06T.
Hari ini IHSG didorong naik juga dibantu dari emiten perkapalan yang kompak naik banyak.
Top Sector: Transport, Technology, Cyclical, Energy
Top Leaders: $DCII, BUMI, BRMS
Top Laggards: $DSSA, SMMA, BBCA

$BUMI itu Rendah tapi Langit Mengakui, makanya jadi Orang Jangan Seperti $DEWA,
sama sama kita punya $DSSA...eh salah Dosa...
$DSSA
Target minggu depan harga 105.000
Coba perhatikan ada yg beli 1.000 lot dan yang jual ritel 1 lot 1 lot. Sinarmas sekuritas sudah buang penumpang tingggal naik aja nih ritelnya dikit gass
$DSSA π€€π€€π€€π€€π€€Ember mana emberrrπ₯Άπͺ£πͺ£πͺ£πͺ£ double Top iniiii siapin ember dulu
$DSSA Q1 2026 - MERGER - HARAPAN DSSA
Pada Q1, ketika permintaan batubara melemah secara musiman, DSSA tidak realistis mengharapkan dorongan kinerja dari sektor energi. Dalam kondisi ini, bisnis non-batubara DSSA yang paling relevan adalah eksposur pada saham $MORA karena sekitar 60% pendapatan DSSA masih berasal dari batubara, maka kinerja perusahaan di Q1 sangat dipengaruhi oleh siklus komoditas yang cenderung melemah secara musiman. Dalam kondisi ini, DSSA tidak realistis mengandalkan sektor energi sebagai pendorong pertumbuhan jangka pendek.
Secara fundamental, kontribusi MORA di Q1 bersifat penahan tekanan, bukan pengganti batubara. Bisnis telekomunikasi membantu menjaga stabilitas arus kas dan kualitas laba, namun belum cukup besar untuk mengangkat kinerja secara agresif dalam satu kuartal. Artinya, peran MORA lebih kepada menjaga fundamental tetap sehat saat batubara melemah.
Dari sisi teknikal, ekspektasi terhadap MORA berfungsi sebagai sentimen penopang harga. DSSA cenderung bertahan di support Rp100.000βRp95.000 dan berpeluang menguji resistance Rp118.000βRp125.000. Kenaikan paling realistis di Q1 adalah bertahap menuju Rp125.000βRp135.000, bukan lonjakan tajam.
Kesimpulannya, di Q1 MORA berperan menjaga stabilitas dan membangun kepercayaan pasar, sementara kenaikan saham DSSA terjadi secara moderat dan menunggu validasi fundamental lanjutan pada kuartal berikutnya.
DYOR DSSA $UANG
$DATA akan Menembus langit setelah KI dan Seremonialnya nanti keluar ππππππ
DATA $DEWA $DSSA
ππππ

π Narasi Investasi #20 (2 Januari 2026)
π Perang Dagang & Gejolak Global Tahun 2025 didominasi oleh ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump memicu "Perang Dagang Jilid II" melalui tarif resiprokal yang langsung dibalas oleh China. Meski negosiasi perdagangan akhirnya tercapai, kebijakan proteksionisme ini sempat mengguncang pasar global dan menyasar negara defisit seperti Indonesia. Di tengah ketidakpastian tersebut, instrumen safe haven bersinar terang dengan harga emas melonjak +70% YTD hingga menembus level psikologis US$4.500/oz seiring menguatnya tren de-dolarisasi dunia. π
ποΈ Transformasi Kebijakan Dalam Negeri Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan struktur ekonomi yang signifikan, termasuk pembentukan Danantara dan pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah juga menerapkan kebijakan fiskal yang dinamis, seperti revisi royalti pertambangan, aturan ketat DHE SDA, hingga pemberian berbagai paket stimulus ekonomi untuk memperkuat daya beli. Langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat menyentuh titik terendah sejak 2021 pada awal tahun. ποΈ
π¦ Dinamika Suku Bunga & Rupiah Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan memangkas BI Rate sebesar 125 bps, jauh lebih besar dibandingkan pemangkasan The Fed yang hanya 75 bps. Kebijakan ini bertujuan mendukung pendanaan program strategis seperti pembangunan 3 juta rumah melalui skema burden sharing. Namun, penyempitan spread suku bunga tersebut mengakibatkan nilai tukar Rupiah tertekan hingga sempat mencetak rekor terlemah di level Rp16.957/USD, meskipun indeks dolar AS (DXY) secara umum sedang dalam tren melemah. πΈ
π Anomali Kinerja Pasar Modal IHSG mencatatkan performa luar biasa dengan kenaikan +22,1% YTD, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.776. Fenomena unik terjadi di mana kenaikan ini tidak lagi ditopang oleh saham perbankan raksasa (Big 4 Banks) yang justru terkoreksi akibat aksi jual investor asing sebesar Rp54,7 T. Pendorong utama bursa justru bergeser ke saham-saham konglomerasi besar seperti $DSSA, DCII, dan BRPT, menandai perubahan struktur penggerak pasar modal Indonesia yang paling signifikan dalam satu dekade terakhir. π
***
π‘ Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual, lakukan riset sendiri.
π Follow dan Like, biar gak ketinggalan insight terbaru!
π¬ Investasi bukan cuma soal uang, tapi juga soal ilmu!
Random tag
$BBRI $XAU
