


Volume
Avg volume
PT Dharma Satya Nusantara Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu berkualitas untuk diekspor. Seiring dengan perjalanan waktu, segmen usaha utama adalah perkebunan dan pabrik kelapa sawit dan industri produk kayu. Segmen usaha kelapa sawit sampai akhir tahun 2020, jumlah lahan tertanam mencapai 112.600 hektar. Terdiri dari perkebunan inti yang mencapai 84.600 hektar dan plasma mencapai 28.000 hektar. Persero juga memiliki 10 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas produksi total mencapai 570 ton/jam. Selain itu DSNG juga memiliki kernel crushing plant yang mengolah Palm Kernel menjadi Palm Kernel Oil (P... Read More
β‘οΈAssalammu'alaikum...
Pagi semuanya...
Semoga hr ini hrΒ yg penuh keberkahan, kebahagiaan & keberuntungan ya
N Cuan nya Luberrrrr.... Aamiin
Random Tag: $TAPG $CBRE $DSNG
#LoveFriday
#SalamCuanSelalu
Banyak yang belum sadar bahwa di balik sektor agribisnis Indonesia ada sosok besar yaitu Pak Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat).
Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh yang membesarkan Astra International dan juga pernah memimpin United Tractors. Track record manajemen beliau sudah teruji puluhan tahun.
Setelah keluar dari Astra, Pak TP membangun Triputra Group yang kini memiliki berbagai bisnis, termasuk agribisnis melalui Triputra Agro Persada (TAPG) & Dharma Satya Nusantara (DSNG)
Dengan pengalaman manajemen kelas Astra (ngerti dewe barange) dan potensi sektor sawit jangka panjang, kedua emiten ini sering masuk radar investor value.
apakah sektor CPO akan kembali kuat tahun ini???
DYOR
$DSNG
$TAPG

$TAPG$DSNG$LSIP
Update cpo pagi ini. apakah bisa menyentuh harga 5.000MYR kembali?
Ayo bertahanlah king dari guncangan ihsg π

dari $TAPG pindah ke $DSNG, sama2 wonderful cimpany dibawah konglo yang sama, tp memang ga dipungkiri free float $TAPG bikin kepikiran masih <15%
$DSNG emiten sawit lain pada naik, dia merah sendiri. valuasinya kemahalan, market terlalu berekspektasi lebih. Sengaja dilama lamain lk q4 rilis karena memang lk q4 nya jelek. takut menjadi senitmen negatif apalagi dari segi makro ekonomi sedang kacau. mungkin lk q4 rilis setelah ketegangan geopolitik sudah mereda sehingga efeknya tidak terlalu negatif ke harga saham.