DSFI

DSFI

ID flagID flag

Dharma Samudera Fishing Industries Tbk.

106

-2

(-1.85%)

Today

13.43 M

Volume

79.66 M

Avg volume

Company Background

Perseroan melakukan kegiatan usaha berupa mengolah serta melakukan usaha perdagangan hasil perikanan. Hasil perikanan yang dimaksud adalah berupa semua jenis ikan laut, udang laut, udang tambak, cumi dan gurita. Untuk menunjang kegiatan usaha Perseroan, Perseroan bermitra dengan nelayan. Kapal nelayan-nelayan tersebut dilengkapi dengan mesin pembeku dan ruang pendingin yang berfungsi untuk menjaga mutu hasil tangkapan ikan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI

​1. Analisis Pendapatan (Revenue)
​Secara keseluruhan, DSFI menunjukkan pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025.

​Kuartal I (Q1): Pendapatan mencapai Rp 158 miliar naik 7,8% dibandingkan Q1 2024 (Rp 146,1 miliar).

​Kuartal II (Q2): Terjadi lonjakan signifikan menjadi Rp 172 miliar, yang merupakan capaian tertinggi di tahun tersebut.

​Kuartal III (Q3): Sedikit melandai ke angka Rp 160 miliar, namun tetap lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 154 miliar).

​Total Tahunan (Annualised): Diproyeksikan mencapai Rp 652 miliar, tumbuh sekitar 13% dari total tahun 2024 (Rp 576 miliar).

​2. Faktor Pendorong Utama: Ekspor
​Kinerja positif DSFI sangat bergantung pada pasar internasional, khususnya Amerika Serikat (AS).
​Dominasi Pasar AS: Berita menyebutkan bahwa ekspor ke AS masih berjalan dengan sangat baik dan menjadi penyokong utama pendapatan.
​Konteks Industri Nasional: Data KKP menunjukkan total ekspor perikanan RI tahun 2025 mencapai USD 6,27 miliar (Rp 105,5 triliun). Dari jumlah tersebut, 31,8% (USD 1,99 miliar) ditujukan ke pasar AS.


​Posisi DSFI: Sebagai emiten yang fokus pada pasar AS, DSFI berada di jalur yang tepat dalam memanfaatkan tren peningkatan permintaan dari Negeri Paman Sam tersebut.

Kesimpulan
​DSFI menunjukkan resiliensi dan pertumbuhan yang sehat di tahun 2025. Meskipun ada sedikit normalisasi di Q3, pertumbuhan kumulatif tahunan tetap berada di zona hijau.

Keberhasilan perusahaan menjaga pangsa pasar di Amerika Serikat menjadi kunci vital, mengingat AS adalah mitra dagang terbesar Indonesia untuk produk perikanan.

Berdasarkan berita terbaru per 16 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto memang tengah melakukan kunjungan strategis ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump.

​Perjanjian dagang yang sedang difinalisasi ini, yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Trade (ART), diprediksi Berpotensi akan membawa dampak sangat menguntungkan bagi perusahaan eksportir ikan seperti DSFI karena alasan berikut:

​1. Penurunan Tarif Impor yang Drastis
​Negosiasi antara Prabowo dan Trump menghasilkan kesepakatan penurunan tarif impor untuk produk Indonesia dari rencana semula 32% menjadi 19%.

​Dampaknya bagi DSFI: Mengingat Amerika Serikat adalah pasar ekspor terbesar DSFI penurunan tarif ini akan secara langsung meningkatkan margin keuntungan perusahaan atau membuat harga produk ikan DSFI lebih kompetitif di pasar AS dibandingkan negara pesaing.


​2. Status "Resiprokal" (Timbal Balik)
​Perjanjian ini bersifat timbal balik. Artinya, AS memberikan kemudahan akses pasar bagi produk unggulan Indonesia (termasuk perikanan) sebagai imbalan atas komitmen Indonesia dalam kerja sama energi dan pembelian produk tertentu dari AS. Hal ini memberikan kepastian hukum dan proteksi dagang bagi eksportir ikan Indonesia di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.


​3. Posisi Indonesia sebagai Eksportir Utama
​Indonesia saat ini merupakan salah satu dari empat eksportir produk perikanan terbesar ke Amerika Serikat (dengan nilai ekspor sekitar USD 1,9 miliar per tahun). Komoditas seperti rajungan dan ikan beku adalah yang paling banyak diminati.

Dengan ditandatanganinya perjanjian ini (dijadwalkan resmi pada 19 Februari 2026), hambatan tarif yang sempat dikhawatirkan akan membebani industri perikanan kini telah berhasil diredam.


​Ringkasan untuk Dharma Samudera (DSFI):
​Peluang: Jika pertumbuhan pendapatan DSFI di Q2 2025 sudah mencapai 24% , maka dengan adanya tarif rendah 19% ini (mulai berlaku 1 Agustus 2025/2026 tergantung implementasi final), potensi pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun 2026 bisa jauh lebih tinggi.

​Sentimen: Berita ini merupakan sentimen positif yang kuat bagi saham-saham sektor perikanan yang berorientasi ekspor ke AS.
​Presiden Prabowo dijadwalkan menandatangani dokumen final ini pada 19 Februari 2026 di Washington DC.

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi. Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...

1/5

testestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

yang nyabgkut diatas avg 125 - 150, mending kakian CL, karena hari rabu bakal diguyur bandar lagi, siap siap $DSFI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI dah berapa bulan yak gua disini njir, dulu ketiduran lupa stop loss,lotnya juga lumayan😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

siap siap hari rabu $DSFI terjun bebas, diharapkan yang punya saham ini, bisa keluar, karena bandar udah keluar dan fase distribusi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@puyek sangat layak, undervalued itu $DSFI, nunggu giliran aja berangkat

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASHA Dari pidato Prabowo di economy outlook 2026 semalam, sektor perikanan sangat di perhatikan ,terkait dengan kebijakan desa nelayan dan pangsa pasar, konsumsi lokal juga ekspor ,indonesia kini bercita cita untuk swa sembada protein dari produk ikan dalam negri ,ini sentimen yang sangat positif untuk sektor perikanan indonesia terlebih lagi kita berada pada bagian asia ,dengan konsumsi ikan terbesar di dunia.

Gimana pandangan kalian wahai investor unyu unyu 😗
Mari kita berdiskusi di kolom komentar.

Tag : $DSFI $CPRO

Sumber resmi : https://cutt.ly/ktmiAJsi

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menyiapkan pengembangan ekosistem PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) sebagai langkah mengoptimalkan potensi ekonomi kelautan nasional.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan pengembangan Kampung/Desa Nelayan Merah Putih akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui Jaladri.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas industri perikanan nasional secara menyeluruh. Tak hanya itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung pemberantasan kemiskinan.

"Desa Nelayan ini kan masuk dalam ekosistem yang nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi daripada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita," ujar Dony.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Operasional Danantara Indonesia ini menjelaskan pengembangan ekosistem tersebut tidak hanya berfokus pada sektor hulu, tetapi juga mencakup hilirisasi industri perikanan.

Menurutnya, penguatan industri turunan hasil laut akan dilakukan secara masif guna meningkatkan nilai tambah sektor perikanan.

Selain itu, BP BUMN juga menyiapkan skema bisnis melalui penguatan sistem offtaker agar hasil produksi nelayan memiliki kepastian pasar.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat rantai pasok industri perikanan nasional.

"Terima kasih tentunya karena industri ini tumbuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehingga industri dari galangan-galangan kapal kita itu akan menjadi optimal kan. Ini sejalan dengan cara kita untuk melakukan konsolidasi daripada galangan kapal kita," jelas Dony.

Ia menambahkan, pengembangan ekosistem Jaladri juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan di bidang teknik perkapalan dan sektor maritim lainnya.

$IKAN$ISEA$DSFI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI AK masuk? apakah scalping lagi?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Fatimah70 $DSFI kayanyamology gatau open berapa close berapa, yang pasti ke 117

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI ndar ke 109 ya close nya plis

https://stockbit.com/post/28390599

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saat ini.

$DSFI Per 13x
$IKAN Per 116x

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI ternyata tekstil lebih keren dari pada perikanan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI minggu depan pegangan🚀🥱

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI yuk longsor ndarr😂🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI$NINE$PADI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI wah bisa ARA nih, sudah bagus

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Link :https://cutt.ly/htn95uFb

Random tag :$DSFI $ASHA $IKAN

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI perikanan waktunya nyungsep lagi wkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI

🤔

pakai setrategi masing" $NINE$DSFI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IKAN perikanan waktunya manggung
$DSFI $ASHA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI hehehe

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI paling hbs ini turunn lagi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ini Artinya apa Ndarr buat $DSFI ?

Random Tag :$ASHA $IKAN

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI siapa yang nebelin di 108, anjay

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI gass turunnn lagii bro

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASHA $DSFI $IKAN sektor perikanan kapan manggung lagi?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI ngingetin aja sih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI siapa ini haka 105

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy