206

0.00

(0.00%)

Today

38,800

Volume

119,762

Avg volume

Company Background

Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO) atau Depo Bangunan adalah supermarket Bahan Bangunan yang menyediakan kebutuhan membangunan dan merenovasi rumah mulai dari bahan bangunan hingga perlengkapan rumah tangga. DEPO adalah Pioneer yang memperkenalkan cara berbelanja bahan bangunan dan perlengkapan rumah tangga dalam satu atap, lengkap, nyaman dan harga relatif murah dengan kualitas terjamin. Produk bahan bangunan yang disediakan juga langsung dari produsen (manufacturer) sehingga harga yang disajikan kepada konsumen adalah harga rata-rata eceran terendah yang ada di pasar. DEPO menyediakan produk-produk lebih dari 97.000 produk... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sertijab gubernur Jabar.

Siap bangun-membangun dari realokasi triliunan APBD.

https://cutt.ly/Orw7I7Eh

$JSMR $DEPO $AVIA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO Satu Geng Dengan Tanoko $CLEO

Per 30 September 2024, pendapatan DEPO tercatat sebesar Rp2,02 triliun, naik tipis dari Rp1,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan 2,4% ini terdengar positif, tapi mari jujur—ini bukan pertumbuhan yang bisa bikin investor loncat kegirangan. Kalau dibandingkan dengan inflasi dan kenaikan harga bahan bangunan, ini lebih mirip bertahan hidup daripada ekspansi bisnis yang agresif. Sumber pendapatan masih didominasi oleh bahan bangunan Rp1,22 triliun (60,2%), diikuti oleh bahan finishing Rp761,17 miliar (37,6%), dan segmen lain-lain Rp43,70 miliar (2,2%). Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang agak ironis, program loyalitas pelanggan justru menurun dari Rp10,11 miliar jadi Rp9,41 miliar. Jadi pelanggan makin setia atau makin berkurang? Sementara itu, pendapatan dari sponsorship dan sewa naik ke Rp7,98 miliar dari Rp5,46 miliar. Mungkin DEPO mulai sadar bahwa selain jualan bahan bangunan, menyewakan tempat bisa jadi sumber uang tambahan. Meski jumlahnya masih kecil dibanding total revenue, setidaknya ada usaha diversifikasi pendapatan.

Beban pokok penjualan (COGS) naik 1,3% menjadi Rp1,63 triliun, yang artinya ada sedikit peningkatan efisiensi dibanding revenue yang naik 2,4%. Kalau dihitung-hitung, ini masih dalam batas aman. Tapi jangan senang dulu, karena beban operasional justru naik lebih cepat. Beban penjualan dan administrasi (SGA) melonjak 6,7% menjadi Rp333,79 miliar. Ini jelas bukan kabar baik, karena ketika biaya operasional naik lebih cepat dari revenue, itu artinya ada yang nggak beres di manajemen efisiensi. Gross margin memang naik dari 18,4% ke 19,2%, tapi kalau beban lain-lain terus membengkak, ya percuma.

Sekarang, mari lihat sisi yang lebih menarik, yaitu laba dan arus kas. Laba bersih DEPO tercatat Rp56,78 miliar, tapi yang bikin menarik adalah arus kas operasionalnya malah lebih tinggi, mencapai Rp64,37 miliar. Ini berarti laba yang dicatat berbasis akrual lebih kecil dibanding kas aktual yang masuk. Biasanya kita lihat perusahaan yang suka menggelembungkan laba, tapi di sini DEPO malah lebih konservatif. Penerimaan kas dari pelanggan Rp2,04 triliun, sedikit lebih tinggi dari revenue, yang artinya duit memang benar-benar masuk ke rekening, bukan cuma angka di laporan. Beban bunga Rp14,63 miliar sudah sepenuhnya tercatat dalam arus kas, jadi nggak ada utang bunga yang tiba-tiba muncul di kemudian hari. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kas & setara kas anjlok 50,49% ke Rp46,19 miliar. Sementara itu, utang berbunga naik 139% ke Rp135,00 miliar. Gimana ceritanya? Utang jangka panjang naik Rp95 miliar, jangka pendek bertambah Rp18 miliar. Dengan quick ratio cuma 0,38x, artinya kas dan deposito hanya cukup menutup 38% dari utang jangka pendek. Kalau nggak ada pemasukan tambahan atau restrukturisasi keuangan yang lebih baik, ini bisa jadi masalah besar ke depan. Arus kas operasional juga cuma bisa menutup 47,7% dari total utang berbunga. Kalau tren ini berlanjut, bisa jadi DEPO harus cari utang lagi buat bayar utang. Siklus yang nggak sehat.

DEPO bukan pemain tunggal, melainkan bagian dari satu grup perusahaan yang terdiri dari beberapa emiten lain. Mereka beroperasi dalam jaringan yang mencakup PT Avia Avian Tbk ($AVIA), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), PT Penta Valent Tbk (PEVE), PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), dan PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES). Keterkaitan mereka didasarkan pada kepemilikan saham atau posisi direksi dan komisaris yang tumpang tindih. Jadi, kalau ada yang main di satu emiten, kemungkinan besar pola manajemennya nggak jauh beda di emiten lainnya.

Berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia, sebuah perusahaan bisa dikategorikan dalam satu grup kalau ada satu pihak yang sama mengendalikan beberapa emiten, ada ketergantungan finansial, atau ada pengendalian langsung. Ini berarti DEPO bukan perusahaan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari jaringan yang lebih besar, dengan segala peluang sinergi dan risiko keuangan yang menyertainya.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO ... Om HT gak malu nih sama $ACES dan $MDIY ? 😂💘

Di tengah tekanan hidup yang semakin tinggi, dengan berat hati terpaksa saya mulai mempertimbangkan ikut tren $DEPO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saham $DEPO ara nih banyak yg beli tambang wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEWA $DEPO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO
Pertanda apa ya?

Selamat siang wahai bung saudara masyarakat marjinal kaum proletar wong cilik kaum pinggiran yang seringkali dinistakan dan dibinisakan bandar,

Senang berjumpa kembali setelah off selama 1 minggu karena saya harus meriset saham2 apa saja yang bisa membuat taraf hidup rakyat kecil seperti saya diangkat derajatnya. Ada kalanya kita harus ber refleksi atas apa yang kita beli dan jual sepanjang tahun 2024, merenungkan apakah keputusan kita sudah benar.

Saya bersyukur bung saudara sekalian, di akhir tahun tanggal 27 Desember 2024 saya menemukan lagi sebuah permata, sebuah keniscayaan, secercah harapan di tengah kelamnya kebuntuan.

Ya, dia bernama $KUAS, perusahaan pembuat kuas dan alat DIY yang dipergunakan utk cat. Untuk masalah finansial kita bisa lihat kas nya hampir 70% dari market cap, pertumbuhan profit yang meningkat dari tahun ke tahun.

Namun yang terpenting bung saudara proletar seperjuangan, Propan sebagai perusahaan cat besar banyak sekali memesan dari KUAS (no 2 dari penjualan KUAS), Propan juga sekarang banyak sekali ditemui di daerah PIK2 $PANI (anda bisa lihat banyak ruko2 dibangun memakai ini), bukan itu saja perusahaan ini juga menyupply banyak barangnya ke $DEPO (no 1 dari penjualan KUAS) yang kita tau sebagian dimiliki oleh Tan Corp bos cat Avian (Apakah ini sebuah pertanda di tengah maraknya akuisisi yang dilakukan beliau di bidang turunan bangunan seperti keramik, dll). Saya juga bertanya2 mengapa owner membeli kembali atau buyback terus sahamnya dari publik, entah mengapa?

Lalu untuk program 3 juta rumah, bayangkan berapa banyak kuas yang diperlukan untuk mengecat setiap rumah yang diperuntukkan untuk rakyat! Bayangkan jika kita bisa turut berpartisipasi membantu perusahaan lokal agar bisa ikut serta dalam program ini! Selebihnya, mereka juga ekspor untuk Dulux Group Pte Ltd

Sekian analisa dari pejuang akar rumput, salam KEADILAN salam PEMERATAAN.

SALAM RITEL BERSATU!

andya93 - kaya bukan tanda mulia, miskin bukan tanda hina

Disclaimer- Bukan ajakan untuk membeli, namun pikirkan kembali karena berpikir adalah hak setiap insan

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AVIA wadaw sudah under 400 nih, gimana nih om Tanoko

$DEPO $CLEO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tulisan #24
"Menghitung Modal Awal yang Dibutuhkan untuk Investasi Saham"

Setelah berhasil membuka rekening saham, langkah selanjutnya adalah mulai berinvestasi. Tapi sebelum Anda buru-buru membeli saham pertama, penting untuk memahami berapa modal awal yang dibutuhkan. Menghitung modal awal bukan hanya soal jumlah uang yang harus disiapkan, tetapi juga tentang strategi agar investasi Anda lebih efektif dan terencana.

“The essence of investment management is the management of risks, not the management of returns.” – Benjamin Graham.

Kutipan ini mengingatkan bahwa merencanakan modal dengan baik artinya Anda siap mengelola risiko, bukan hanya mengejar keuntungan. Jadi, mari kita susun strategi modal awal yang tepat!

Apa Itu Modal Awal Investasi Saham?
Modal awal adalah dana yang Anda siapkan untuk membeli saham pertama dan membangun portofolio. Besarnya bisa bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung strategi dan kondisi keuangan Anda.

Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menghitung Modal Awal
1. Minimal Deposit dari Broker
Setiap broker punya kebijakan berbeda. Ada yang mulai dari Rp100.000, ada juga yang mematok minimal lebih besar. Pilih yang sesuai kantong Anda!
2. Harga Saham yang Ingin Dibeli
Ingat, saham di BEI dibeli per 1 lot (100 lembar).
- Contoh: Jika saham harganya Rp1.000/lembar, 1 lot = Rp100.000.
3. Biaya Transaksi
Setiap kali membeli atau menjual saham, ada biaya transaksi yang dikenakan oleh broker:
- Biaya beli: 0,15% – 0,35%
- Biaya jual: 0,20% – 0,45%
Jangan lupa menghitung biaya ini agar total dana yang disiapkan mencukupi.
4. Diversifikasi Portofolio
Jika ingin membeli beberapa saham untuk diversifikasi, Anda perlu menyiapkan modal lebih. Misalnya, jika ingin membeli 3 jenis saham dengan harga sekitar Rp200.000 per lot, maka modal yang dibutuhkan adalah:
- 3 x Rp200.000 = Rp600.000
5. Dana Cadangan untuk Antisipasi Risiko
Jangan habiskan semuanya! Sisihkan dana untuk antisipasi jika harga saham turun (strategi average down).

Contoh Perhitungan Modal Awal
Mari kita ilustrasikan perhitungan modal awal sederhana:
1. Ingin membeli 2 saham berbeda:
- Saham A: Harga Rp1.500 per lembar → 1 lot = Rp150.000
- Saham B: Harga Rp2.000 per lembar → 1 lot = Rp200.000
2. Biaya transaksi:
- Biaya beli 0,2% dari total pembelian:
a. Saham A: 0,2% x Rp150.000 = Rp300
b. Saham B: 0,2% x Rp200.000 = Rp400
3. Total modal awal:
Rp150.000 + Rp200.000 + Rp300 + Rp400 = Rp350.700

Jadi, dengan sekitar Rp350.700, Anda sudah bisa mulai berinvestasi di dua saham berbeda!

Tips Mengelola Modal Awal untuk Pemula
1. Mulai dengan Nominal Kecil
Jangan terburu-buru menginvestasikan seluruh dana Anda. Mulailah dengan nominal kecil sambil belajar memahami pergerakan pasar.
2. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Investasikan jumlah yang sama secara rutin, misalnya setiap bulan. Strategi ini membantu mengurangi risiko fluktuasi harga.
3. Pisahkan Dana Investasi dari Dana Harian
Pastikan modal investasi berasal dari dana yang tidak akan Anda butuhkan dalam waktu dekat.
4. Hindari Utang untuk Investasi
Investasikan uang yang memang siap untuk diinvestasikan, bukan dari pinjaman.
5. Riset Sebelum Membeli
Lakukan riset mendalam tentang saham yang ingin Anda beli agar keputusan lebih tepat.

Menghitung modal awal adalah langkah penting untuk memulai perjalanan investasi dengan lebih percaya diri. Dengan perencanaan yang matang, Anda selangkah lebih dekat menuju kebebasan finansial.

Namun, jangan lupa, selain modal awal, ada juga fee dan biaya transaksi yang perlu diperhatikan agar keuntungan Anda tidak terkikis.

Di artikel berikutnya, kita akan membahas "Mengenal Fee dan Biaya Investasi Saham: Apa yang Harus Diketahui Pemula?". Jangan sampai keuntungan Anda berkurang hanya karena salah hitung biaya! Jangan lewatkan panduannya! 💼💡

$DEPO $AVIA $CLEO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tulisan #19
"Apa Itu Indeks Saham dan Bagaimana Cara Menggunakannya dalam Investasi?"

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang IPO (Initial Public Offering) dan bagaimana cara berpartisipasi dalam penawaran saham perdana. Setelah mengenal bagaimana membeli saham dari perusahaan yang baru melantai di bursa melalui IPO, kini kita masuk ke alat penting yang bisa membantu Anda mengukur kesehatan pasar: indeks saham. Indeks ini seperti kompas yang membantu Anda menavigasi perjalanan investasi dengan lebih jelas.

Indeks saham adalah panduan yang membantu investor memahami kondisi pasar secara keseluruhan. Menggunakan indeks saham dengan bijak dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan strategis.

"The beauty of investing in a broad-based index fund is that you don’t have to pick the right stock, you just have to own the market, and you’ll do well over time." – John Bogle

Kutipan ini menegaskan bahwa dengan berinvestasi di indeks saham, Anda memanfaatkan pertumbuhan pasar secara keseluruhan tanpa perlu khawatir memilih saham individu yang tepat. Ini adalah strategi sederhana namun efektif untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Apa Itu Indeks Saham?
Indeks saham adalah ukuran statistik yang menggambarkan pergerakan harga dari sekelompok saham yang terdaftar di bursa efek. Indeks saham dirancang untuk mencerminkan kinerja pasar atau sektor tertentu. Dengan memantau indeks, Anda bisa mengetahui apakah pasar sedang naik, turun, atau stabil.

Contoh Indeks Saham di Indonesia
Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki beberapa indeks saham yang sering digunakan, antara lain:
1. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
a. Mencakup semua saham yang tercatat di BEI.
b. Indeks ini menggambarkan kinerja pasar saham Indonesia secara keseluruhan.
2. LQ45
a. Berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental yang baik.
b. Cocok untuk melihat pergerakan saham-saham unggulan.
3. IDX30
Terdiri dari 30 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.
4. JII (Jakarta Islamic Index)
Indeks yang berisi 30 saham syariah dengan likuiditas tinggi dan memenuhi prinsip-prinsip syariah.
5. Kompas100
Mengikuti pergerakan 100 saham pilihan berdasarkan kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar.
Disclaimer: Daftar di atas hanya sebagai contoh dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Mengapa Indeks Saham Penting?
1. Mengukur Kinerja Pasar
Indeks saham memberikan gambaran umum tentang bagaimana pasar bergerak, apakah sedang bullish (naik) atau bearish (turun).
2. Benchmark untuk Portofolio
Anda dapat membandingkan kinerja portofolio pribadi dengan kinerja indeks untuk mengetahui seberapa baik strategi investasi Anda.
3. Dasar untuk Produk Investasi
Banyak produk investasi, seperti reksadana indeks atau ETF (Exchange-Traded Fund), yang mengikuti pergerakan indeks saham tertentu.
4. Indikator Ekonomi
Indeks saham sering digunakan untuk mengukur kesehatan ekonomi suatu negara atau sektor tertentu.

Bagaimana Cara Menggunakan Indeks Saham dalam Investasi?
1. Sebagai Panduan Memilih Saham
Indeks saham seperti LQ45 atau IDX30 dapat membantu Anda memilih saham yang termasuk kategori unggulan atau memiliki likuiditas tinggi.
2. Melakukan Diversifikasi
Dengan berinvestasi di reksadana indeks atau ETF yang mengikuti indeks saham, Anda bisa mendapatkan diversifikasi otomatis tanpa perlu membeli saham satu per satu.
3. Memantau Kondisi Pasar
Jika IHSG atau indeks utama lainnya sedang naik, ini bisa menjadi sinyal positif bahwa pasar saham sedang bergerak dalam tren bullish. Sebaliknya, jika indeks turun, Anda perlu berhati-hati dan mempertimbangkan strategi defensif.
4. Menilai Risiko Investasi
Indeks saham membantu Anda mengukur tingkat risiko investasi. Jika indeks sektor tertentu mengalami penurunan tajam, ini bisa menjadi sinyal untuk menilai ulang eksposur Anda di sektor tersebut.

Contoh Penggunaan Indeks Saham
Misalnya, Anda ingin mengetahui kinerja saham perbankan. Anda bisa memantau indeks IDX BUMN20, yang berisi saham-saham perusahaan BUMN, termasuk bank-bank besar. Jika indeks ini naik, artinya saham-saham dalam indeks tersebut cenderung mengalami peningkatan.

Indeks saham adalah alat penting yang membantu investor memahami pergerakan pasar dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dengan memantau indeks seperti IHSG, LQ45, atau JII, Anda dapat mengetahui kondisi pasar dan menyesuaikan strategi investasi Anda.

Indeks saham bukan sekadar angka yang bergerak naik-turun di layar. Ia mencerminkan sentimen pasar, optimisme investor, dan kondisi ekonomi secara luas. Dengan memahami cara kerja indeks, Anda memiliki kompas yang dapat membimbing Anda dalam perjalanan menuju kesuksesan finansial yang lebih pasti dan strategis.

Ingin tahu apakah Anda lebih cocok menjadi seorang trader yang gesit atau investor yang sabar? Di artikel berikutnya, kita akan membahas "Perbedaan Trading dan Investasi: Mana yang Tepat untuk Anda?". Jangan lewatkan, karena memahami perbedaan ini bisa menjadi kunci untuk meraih kesuksesan investasi!

$IHSG $ARNA $ACES $MDIY $DEPO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO gerai tambah terus tiap tahun, tpi laba turun terus.. ada yg salah gak om Tanoto ? ... 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO - Saham syariah

*MT

$DEPO setiap tahun bakal buka 2 atau 3 gerai baru dan di tahun depan ada 2 gerai di sumatra dan 1 di kalimantan yang bakal buka.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO bangunan kok saham nya cuman turun dikit tipis2... langsung aja lah jujur mau diambrolin ke bawah 200

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO Ayok diturunin lagi, siap serok!!!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO lagi bangun toko nih di DEPOK. semoga makin jaya jaya jaya DEPO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO - saham syariah

*V

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

DEPO - PT. Caturkarda Depo Bangunan Tbk Rp 258 +2 (+1,00%) Info Selengkapnya! JAKARTA - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) menargetkan pendapatan penjualan Rp3 triliun pada 2025 seiring stabilitas politik pasca terbentuknya kabinet baru. Sampai akhir tahun ini, DEPO optimistis membukukan...

idnfinancials.com

idnfinancials.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

DEPO - PT. Caturkarda Depo Bangunan Tbk Rp 250 -4 (-2,00%) Info Selengkapnya! JAKARTA - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), distributor perlengakapan dan bahan bangunan, akan membuka tiga gerai baru di Palembang, Pekanbaru, dan Samarinda. Hingga akhir tahun nanti, emiten ini memproyeksik...

idnfinancials.com

idnfinancials.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEPO

2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy