


Volume
Avg volume
PT Ciputra Development Tbk adalah perusahaan properti yang bergerak di bidang pengembangan dan pembangunan kompleks perumahan, gedung perkantoran, pusat komersil, pusat industri, dan fasilitas-fasilitas pendukungnya, termasuk restoran, pusat hiburan, dan lapangan golf. Perusahaan membagi kegiatan usahanya dalam 2 segmen, yaitu pengembangan proyek residensial, khususnya yang berskala kota (township residential) serta pengembangan dan pengelolaan properti komersial. Adapun produk residensial Perusahaan secara umum terdiri dari kavling tanah, rumah hunian, ruko, apartemen dan perkantoran strata title, sedangkan pengembangan dan pen... Read More
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $ADMR (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 2040
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 2000 β 2050
- Stoploss: < 1950
- TP1: 2200
- TP2: 2300 β 2350
Alasan: Harga masih bergerak di atas support swing dan struktur higher low masih terjaga Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative β Paling Aman)
- Entry: 1900 β 1950
- Stoploss: < 1850
- TP1: 2200
- TP2: 2300 β 2350
Alasan: Area ini merupakan demand kuat sekaligus support utama, lebih aman untuk akumulasi Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 2150 dengan volume besar
- Stoploss: < 2050
- TP1: 2300
- TP2: 2400 β 2500
Alasan: Breakout resistance kunci berpotensi memicu momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
β’ Harga masih di area demand
β’ Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
β’ Breakout 2150 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
β’ Kalau 1900 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
β’ Breakout tanpa volume rawan fake
β’ Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$AKRA $CTRA
,DM βmauβ jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar π² di bawah ya. Terima kasih banyak π
Haka dsini aja ndarr,Jangan takut. Potensi guyuran asing ga ada,karna belum masuk pantauan asing.
Rt:$SMRA $CTRA $KIJA
"Sinergi Analisis Teknikal dan Money Flow"
Banyak trader berdebat mana yang lebih baik antara Analisis Teknikal (grafik) dan Analisis Money Flow (aliran dana). Padahal, hasil terbaik akan didapatkan saat Anda mampu menyatukan keduanya. Analisis teknikal memberi tahu Anda "di mana" level harga yang penting, sedangkan Analisis Money Flow memberi tahu Anda "apakah" level tersebut valid atau tidak. Tanpa konfirmasi dana, sebuah pola grafik (seperti Cup and Handle atau Double Bottom) hanyalah sekadar coretan yang mudah gagal (fail).
Trigger Smart Money melengkapi analisis teknikal Anda dengan data konfirmasi yang krusial. Saat harga saham menembus garis resistance, periksa volumenya; apakah ada lonjakan 5x lipat? Periksa Clean Money-nya; apakah ada dana masuk dari Smart Money? Jika keduanya terpenuhi, maka pola teknikal tersebut memiliki probabilitas keberhasilan di atas 80%. Sinergi ini memberikan Anda keunggulan ganda: struktur harga yang jelas dari grafik dan dukungan modal yang nyata dari aliran dana masuk bersih.
Jadilah trader yang komprehensif dengan menggabungkan keindahan grafik dan kejujuran data transaksi. Jangan hanya menjadi "pelihat gambar", tapi jadilah "pembaca arus". Dengan bantuan radar deteksi dana besar, setiap garis yang Anda tarik di grafik akan memiliki makna yang lebih dalam. Anda akan tahu mana breakout yang asli dan mana yang palsu. Gabungan antara strategi teknikal yang disiplin dan konfirmasi aliran dana yang akurat adalah resep utama untuk menjadi trader yang sukses dan konsisten di Bursa Efek Indonesia.
$MHKI $CTRA $TRIM
1/2


$PWON raja property harusnya bagus klo suku bunga ambles, $CTRA hunian tapak rumah subsidi juga harusnya jadi bergairah lagi di dukung $BBTN klo mau si pemerintah benahi jalur hijau KRL yang lain dari jalur lain KRL paling banyak melewati hunian/jalur gemuk, uangnya minta ke ptba aja
$BEST
β‘ SCALPING PLAN: BEST
π’ Entry
Buy on pullback: 116 β 120 (Menunggu harga stabil di area support baru sebelum memantul kembali).
Buy breakout (agresif): > 124 (Valid jika harga menembus resisten minor dengan volume naik & candle kuat).
π― Take Profit (TP)
TP 1: 128 β 132 β jual 30β40% (Area resisten psikologis terdekat; wajib amankan modal di sini).
TP 2: 138 β 142 β jual 30β40% (Mengincar pengujian kembali level tertinggi sebelumnya).
TP 3: 148 β 155 β jual sisa (Jika momentum lanjut dan harga berhasil mencetak level tertinggi baru).
π΄ Cut Loss (CL)
SL pullback: 114.
SL breakout: 118.
Daily close < 112 β CUT LOSS tanpa ragu (Sinyal bahwa kenaikan kemarin hanya false breakout dan harga berisiko turun lebih dalam).
β οΈ Catatan Cepat
Karakter saham volatile: BEST sering bergerak impulsif namun cepat terkoreksi β jangan full sekali masuk.
Volume Analysis: Jika harga mendekati 130 tapi volume mulai melemah β segera ambil cepat (realisasi profit lebih awal).
Disiplin: Jangan pernah melakukan average down jika harga sudah jebol di bawah level 112.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $CTRA
Presiden Prabowo tiba di IKN, kunjungan perdana sebagai Presiden RI
Sejumlah emiten properti terlibat dalam pembangunan di IKN, baik secara langsung maupun tidak langsung, sepertiΒ PT Ciputra Development (CTRA),Β PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI),Β PT Summarecon Agung (SMRA), danΒ PT Pakuwon Jati (PWON), yang membangun hunian (rusun ASN), sekolah, hotel, dan kawasan komersial, serta emiten BUMN Karya sepertiΒ PTPPΒ danΒ ADHIΒ yang menggarap infrastruktur dan gedung negara, sementaraΒ BSBKΒ (Wulandari Bangun Laksana) diuntungkan kedekatan lokasinya.Β
Emiten Properti yang Terlibat:
β’ Ciputra DevelopmentΒ (CTRA):Β Terlibat dalam pembangunan rumah susun (rusun) ASN.
β’ Pantai Indah Kapuk DuaΒ (PANI):Β Terlibat dalam proyek pembangunan hotel dan sektor pendukung lainnya.
β’ Summarecon AgungΒ (SMRA):Β Terlibat dalam pembangunan sekolah dan sektor pendukung.
β’ Pakuwon JatiΒ (PWON):Β Turut serta dalam proyek pengembangan di IKN.
β’ Wulandari Bangun LaksanaΒ (BSBK):Β Mendapatkan keuntungan dari lokasi proyeknya yang berdekatan dengan IKN, meningkatkan laba bersih.
β’ Intiland Development:Β Menggarap proyek pengembangan kawasanΒ mixed-useΒ seperti Grand Whiz Nusantara.Β
Emiten BUMN Karya (Konstruksi):
β’ PP (PTPP):Β Menandatangani kontrak pembangunan gedung lembaga negara seperti DPD RI.
β’ Adhi KaryaΒ (ADHI):Β Mengerjakan berbagai proyek infrastruktur dan gedung di IKN, termasuk duplikasi jembatan dan masjid.
β’ Waskita Karya (WSKT) & Wijaya Karya (WIKA):Β Juga terlibat dalam konstruksi di IKN.Β
Sektor Lain yang Mendapat Manfaat:
β’ Emiten Semen (SMGR, INTP):Β Memasok bahan baku konstruksi.
β’ Emiten Rumah Sakit (HEAL, SRAJ):Β Terkait kebutuhan fasilitas kesehatan di IKN, seperti Mayapada Group (SRAJ) yang membangun rumah sakit.Β
random tag :
$PWON $PANI $CTRA

berhubung saya baru di dunia saham, mungkin saya akan ikuti sektor yang memiliki katalis positif awal tahun 2026 diantaranya energi dan property $ADRO $CTRA $ASRI
Seni Berkata "Tidak" dalam Membangun Kesuksesan
Dalam dunia investasi, peluang selalu terlihat berlimpah. Setiap hari ada saham baru yang dibicarakan, sektor yang sedang naik daun, atau cerita sukses yang membuat kita merasa takut ketinggalan. Di tengah arus informasi seperti ini, banyak orang mengira bahwa kunci kesuksesan adalah mengatakan βyaβ pada sebanyak mungkin peluang. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Kemampuan berkata βtidakβ merupakan pembeda penting antara investor yang biasa-biasa saja dan investor yang benar-benar unggul.
Investor yang masih di tahap awal cenderung ingin mencoba segalanya. Sedikit tertarik, langsung masuk. Mendengar cerita untung besar, langsung ikut. Pola ini wajar, karena kita sedang mencari pengalaman dan membangun rasa percaya diri. Namun seiring waktu, pendekatan ini justru bisa menjadi sumber masalah. Portofolio menjadi terlalu tersebar, fokus hilang, dan kualitas keputusan menurun karena energi kita terbagi ke terlalu banyak hal.
Investor yang lebih matang menyadari bahwa waktu, perhatian, dan modal adalah sumber daya yang terbatas. Mereka memahami bahwa tidak semua peluang layak dikejar, meskipun terlihat menarik di permukaan. Dengan berkata βtidakβ pada sebagian besar peluang, mereka menjaga fokus hanya pada situasi yang benar-benar dipahami dan memiliki rasio risiko dan imbal hasil yang masuk akal.
Banyak investor sukses tidak menang karena sering bertransaksi, tetapi karena sangat selektif. Mereka bisa melewatkan puluhan ide tanpa merasa gelisah. Alasannya sederhana: mereka memiliki kerangka berpikir yang jelas tentang apa yang mereka cari. Ketika sebuah peluang tidak sesuai dengan kriteria tersebut, keputusan untuk menolak menjadi mudah dan tenang, bukan penuh penyesalan.
Kemampuan berkata βtidakβ juga melindungi kita dari kesalahan yang didorong emosi. Saat pasar sedang euforia, menolak ikut arus membantu kita terhindar dari membeli di harga yang tidak rasional. Saat pasar turun tajam, menolak bertindak gegabah mencegah kita menjual aset berkualitas karena rasa takut sesaat. Dalam kedua kondisi ini, berkata βtidakβ berarti menjaga disiplin.
Beberapa alasan umum mengapa sebuah peluang layak ditolak antara lain:
1. Bisnisnya tidak benar-benar kita pahami.
2. Risiko yang diambil tidak sebanding dengan potensi hasilnya.
3. Keputusan didorong oleh rasa takut ketinggalan, bukan analisis.
4. Peluang tersebut mengalihkan fokus dari strategi utama kita.
Menariknya, semakin sering kita berkata βtidakβ, semakin jelas identitas kita sebagai investor. Kita tahu apa yang kita cari, apa yang kita hindari, dan apa yang tidak perlu kita pedulikan. Kejelasan ini membuat proses investasi terasa lebih sederhana dan terkendali, meskipun pasar terus berubah.
Kesuksesan jangka panjang bukan ditentukan oleh seberapa banyak peluang yang kita ambil, tetapi oleh kualitas keputusan yang kita buat. Berkata βtidakβ bukan tanda kita melewatkan kesempatan, melainkan tanda bahwa kita melindungi modal, fokus, dan ketenangan berpikir. Selama ini, Anda lebih banyak berkata "tidak" atau berkata "ya"? Bagaimana hasilnya? Sharing dong...
@Blinvestor
Random Tags: $CTRA $BSDE $PWON
bukan rekomendasi jual /beli saham. ini catatan pribadi #DYOR
Berikut screening sektor properti IHSG (Bursa Efek Indonesia) ala Deep Search Marathon Presisi Maksimum β Generasi 3.0, berdasarkan data pasar terbaru, katalis yang sedang berjalan, dan potensi uptrend saham properti di 2026. Aku susun dengan checklist 12-layer :
1) IDENTITAS EMITEN β Sektor Properti IHSG
====================================
Beberapa emiten properti paling aktif dan berpengaruh di indeks properti IHSG antara lain:
β’ CTRA β PT Ciputra Development Tbk (besar dan blue-chip)
β’ PWON β PT Pakuwon Jati Tbk (greenfield & mall/hotel development)
β’ BSDE β PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land developer)
β’ SMRA β PT Summarecon Agung Tbk
β’ ASRI β PT Alam Sutera Realty Tbk
β’ LPKR β PT Lippo Karawaci Tbk
β’ CBDK, ELTY, BKSL, MPRO, SMDM, DUTI, NASA (lapis menengah & kecil)
*Umumnya emiten properti di BEI adalah perusahaan pengembang real estate & landed housing, superblok, komersial, dan mixed-use dengan basis pendapatan dari marketing sales, penjualan gudang/rumah, dan recurring income (sewa mal/hotel). Banyak di antaranya dikuasai keluarga/kelompok properti besar (Ciputra, Sinar Mas, Lippo) sehingga struktur kepemilikan relatif stabil.
2) FUNDAMENTAL KUANTITATIF (UMUM SEKTOR)
====================================
Sampai 2025, data menunjukkan indeks sektoral properti sudah naik signifikan (+54% YTD), melampaui IHSG secara keseluruhan. Namun, beberapa emiten masih mencatat kinerja fundamental yang beragam: kenaikan harga saham sering lebih tinggi daripada peningkatan marketing sales atau laba bersih.
Sebagai summary:
β’ Marketing sales rumah di beberapa emiten meningkat (CTRA, BSDE, ASRI), tetapi pertumbuhan
laba belum seragam.
β’ Arus kas proyek besar dan Capex masih tinggi, jadi beberapa developer belum mengkonversi harga saham tinggi menjadi laba bersih secara konsisten.
β’ Debt/Equity dan Current ratio masih menjadi sorotan analis karena sifat siklus proyek besar di properti cenderung capital-intensive.
https://cutt.ly/etj8mgsp
3) FUNDAMENTAL KUALITATIF
====================================
Manajemen di emiten besar seperti CTRA, PWON, BSDE umumnya berpengalaman panjang dalam bisnis properti Indonesia. Governance relatif solid di level blue-chip, namun di beberapa emiten lapis menengah & kecil risiko corporate action dan kepentingan grup bisa lebih tinggi β perlu diawasi saat ada right issue atau private placement.
Komitmen ESG juga makin jadi fokus (green building, pengembangan mixed-use berkelanjutan) di beberapa grup besar untuk menarik pembiayaan dan investor institusi.
4) STORY CHECK (GAYA PETER LYNCH)
====================================
Bisnis properti mudah dipahami: permintaan tempat tinggal, kantor, retail, dan mixed-use di kota-kota besar Indonesia terus meningkat seiring urbanisasi & demografi (kelas menengah naik). Banyak emiten punya land bank besar, yang artinya ekuitas mereka bisa tumbuh seiring monetisasi lahan.
Namun story ini sudah sebagian dipriced-in dalam banyak saham properti karena indeks sektor sudah menguat jauh. Artinya pasar sudah melihat potensi jangka panjang, tetapi masih ada ruang bullish kalau fundamental marketing sales & recurring income terus membaik.
5) CATALYST & EVENT-DRIVEN INSIGHTS
====================================
Beberapa katalis positif sektor properti:
A. Kebijakan moneter:
Penurunan suku bunga BI telah menurunkan biaya dana dan mendorong KPR/KPA serta pembiayaan konsumsi properti, sehingga marketing sales meningkat dan memicu rerating saham properti.
B. Insentif Pemerintah:
Pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk properti sampai 2026/2027, yang meningkatkan daya beli rumah menengah bawah dan segmen menengah.
Phintraco
C. Permintaan Hunian & Urbanisasi:
Produk small houses tetap tumbuh walau segmen premium sedikit lebih lambat, mencerminkan permintaan nyata rumah tinggal dari penduduk urban muda.
β‘ QUICK QUANT SCREEN 2026 β POTENSI UPWARD
Ini adalah hasil screening cepat untuk melihat karakter saham properti yang berpeluang naik di 2026:
1. CTRA β Ciputra Development
Identitas: Besar, likuid, blue-chip.
Story: Land bank besar + marketing sales stabil.
Catalyst: PPN DTP & penurunan suku bunga.
Market Behavior: Indeks properti bullish.
Potensi: Bullish moderatβ kuat.
2. PWON β Pakuwon Jati
Identitas: Besar, recurring income dari mall/hotel.
Story: Diversifikasi income non-project.
Catalyst: Pembukaan mall baru & proyek IKN.
Potensi: Bullish moderatβ kuat.
3. BSDE β Bumi Serpong Damai
Identitas: Properti besar, segmen landed & komersial.
Catalyst: Market rerating dari insentif fiskal/moneter.
Potensi: Bullish moderat.
4. ASRI β Alam Sutera Realty
Identitas: Developer menengah dengan marketing sales naik tinggi YoY.
Potensi: Bullish jangka pendek/menengah.
5. SMRA β Summarecon Agung
Identitas: Land bank besar & mal/recurring income.
Catalyst: recurring income dari mall/komersial terus naik.
Potensi: Bullish moderatβ kuat.
6. LPKR β Lippo Karawaci
Identitas: Developer besar tapi valuasi cenderung murah.
Potensi: Rebound value play jika marketing sales pulih.
7. Mid/Small Caps (CBDK, ELTY, MPRO, SMDM, NASA)
Sudah menunjukkan momentum harga signifikan dan bisa tetap bergerak atas sentimen beta tinggi.
Potensi: Spekulatif, high risk β high reward.
Bisnis Market
6) MARKET BEHAVIOR & SENTIMEN
Sektor properti sudah menunjukkan tanda market participation yang meningkat β indeks sektor memimpin IHSG pada beberapa periode, terutama menyusul kebijakan BI Rate turun dan insentif pemerintah. Sentimen juga dipengaruhi oleh rerating sektor karena valuasi yang sebelumnya terdiskon.
Namun ada catatan bahwa lonjakan harga saham properti 2025 tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental, melainkan juga faktor uang murah, rotasi modal investor, dan spekulasi di beberapa small cap.
7) VALUASI & RELATIVE ANALYSIS
====================================
Sektor properti cenderung berdagang pada valuasi above average bila dibanding setahun lalu, namun masih relatif wajar bila dilihat dari earnings growth expectations jangka menengah. Di sektor real estate global, analis memperkirakan pertumbuhan laba tahunan sekitar ~15-17 %, yang menunjukkan ekspektasi positif.
Emiten-emiten seperti CTRA dan PWON sering dipandang sebagai core dengan valuasi yang bisa dibandingkan dengan peers regional.
8) INDUSTRY CYCLE & MACRO
====================================
Sektor properti sangat sensitif terhadap suku bunga, biaya hutang, dan pertumbuhan ekonomi. Penurunan suku bunga BI berdampak positif terhadap KPR dan marketing sales. Preferensi rumah kecil hingga menengah di pasar domestik diperkirakan sustainable seiring urbanisasi.
9) RISK MODEL
====================================
Risiko sektor properti yang harus diperhatikan:
β’ Tingginya capex dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang
β’ Risiko penurunan permintaan jika suku bunga mendadak naik
β’ Risiko proyek tertunda jika biaya konstruksi meningkat
β’ Potensi oversupply di segmen komersial/ kantor
10) PROYEKSI 2026 β SKENARIO
====================================
Bull Scenario: Suku bunga rendah stabil, insentif PPN lanjutan β marketing sales naik kuat β rerating valuasi sektor β CTRA, PWON, SMRA naik signifikan.
Base Scenario: Permintaan hunian tetap moderat β pertumbuhan laba moderat β saham properti naik lebih lambat tetapi konsisten.
Bear Scenario: Kenaikan suku bunga global β biaya dana naik β permintaan KPR turun β saham properti terkoreksi.
11) QUANT SCORE GLOBAL SEKTOR PROPERTY (IHSG)
====================================
Analisis kuant cepat (1β100):
β’ Fundamental Strength: 65
β’ Story Strength: 70
β’ Catalyst Potential: 75
β’ Valuation Gap: 60
β’ Risk Level: 55
β’ Market Sentiment: 80
β’ Technical Momentum: 70
β‘οΈ Aggregate Score ~ 69/100
β menunjukkan sektor properti di IHSG memiliki potensi bullish jangka menengah 2026, terutama jika katalis makro tetap mendukung.
12) RECOMMENDED NAMES & PERANNYA UNTUK 2026
====================================
β’ CTRA: Core housing + land bank β stabil dan growth moderat
β’ PWON: Recurring income + mall/hotel β defensif + growth
β’ SMRA: Land bank besar + retail project β bullish moderat
β’ ASRI: Sales YoY tinggi β growth short/med
β’ BSDE: Blue-chip distribusi besar β steady recovery
β’ LPKR: Value turnaround play
β’ CBDK/ELTY/MPRO/SMDM/NASA: Beta tinggi small cap spec plays
Kesimpulan: Sektor properti di IHSG memiliki katalis kuat untuk tren naik 2026 β terutama dari sisi moneter (BI rate rendah), insentif fiskal (PPN DTP), serta permintaan hunian rendahβmenengah. Emiten blue-chip seperti CTRA, PWON, SMRA, BSDE paling layak dilirik sebagai core holding, sementara beberapa mid/small cap bisa jadi speculative high-beta plays dengan risiko lebih tinggi.
$CTRA $PWON $SMRA
@Rikky549 gak ada yg lebih bagus karena mereka berbeda. Tinggal cari baurannya aja.. misal PWON lebih ke landlord komersial, $CTRA lebih ke developer residensial. Atau $BEST lebih ke developer lahan industrial. Ada lagi $GPRA seingetku 50:50 jualan & sewa (mesti update)
$CTRA.... sudah ada tanda2 naik... kelamaan tidur... kalopun bereaksi, cuma sideways disitu situ aja.... tapi skrg tdk lagi...

pesta pesta $PWON yang kemarin akumulasi kamu sudah makan AYCE, yang haka 440 dapat cuci piring
$BKSL $CTRA
