


Volume
Avg volume
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk didirikan pada bulan Desember 1983. Kegiatan usaha Perseroan terbagi menjadi beberapa segmen yaitu Segmen Distribusi Bahan Bangunan, Segmen Distribusi Kimia, Segmen Distribusi Consumer Goods, Segmen Ritel Moderen Bahan Bangunan & Home Improvement (Mitra10), dan Segmen Ritel Moderen Home Furnishings (Atria). Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan publik yang telah memiliki 42 cabang distribusi bahan bangunan, 4 cabang distribusi kimia, 38 area distribusi consumer goods, 39 toko ritel moderen Mitra10 (termasuk tambahan 1 toko baru di Banjarmasin juni 2021) dan 13 showroom ritel moderen Atria... Read More
*(DAFTAR KEPEMILIKAN SAHAM DI ATAS 1% BANDAR NEGARA UNITED KINGDOM)*
*MORGAN STANLEY AND CO INTERNATIONAL PLC*
1. HILL
2. FILM
3. EMAS
4. BIPI
5. RATU
6. PTRO
7. POLY
8. LPKR
9. LCGP
10. JSPT
11. GOTO
*THE PRUDENTIAL ASSURANCE COMPANY LIMITED*
1. JSMR
*JPMORGAN CHASE BANK NA SINGAPORE BRANCH*
1. JSPT
2. LION
3. VIVA
4. ESTA
*JPMCB NA AIF CLT RE-THE SCOTTISH ORIENTAL SMALLER COMPANIES TRUST PLC*
1. HERO
2. CTRA
3. ARNA
4. UCID
5. SPTO
6. SMSM
7. PZZA
*INVESCO ASIAN FUND (UK)*
1. INTP
*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*
1. INTP
2. DEPO
3. CSAP
4. BATA
5. ACES
6. ROTI
*BARCLAYS CAPITAL SECURITIES LIMITED*
1. DEWI
2. BTPN
3. BSML
4. BNLI
5. SMKM
*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*
1. DEPO
2. CSAP
3. BATA
4. ACES
5. ROTI
6. ERAA
*JPMCB NA AIF CLT RE-FIDELITY ASIAN VALUES PLC*
1. CTRA
2. ARNA
3. SPTO
*CITIGROUP GLOBAL MARKETS LIMITED*
1. BTPN
2. BNLI
*JPMORGAN CHASE BANK, NATIONAL ASSOCIATION*
1. BEBS
*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P*
1. AMRT
2. KLBF
*ABERDEEN ASIA FOCUS PLC*
1. AKRA
*BLOOM INTERNATIONAL LTD*
1. UNIT
*JPMCB NA RE - SWEDBANK ROBUR SMALL CAP EMERGING MARKETS*
1. UCID
2. ARNA
3. PRDA
*GOLDMAN SACHS INTERNATIONAL*
1. SUGI
*CREDIT SUISSE SEC (EUROPE) LIMITED-94644000*
1. SUGI
2. LCGP
*NOMURA PB NOMINEES LTD*
1. PLAS
2. LCGP
*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P.*
1. KLBF
2. AMRT
*JP MORGAN SECURITIES PLC*
1. KAYU
2. BSML
*JPMCB NA RE - VANGUARD INTERNATIONAL VALUE FUND* (Negara United States)
1. SMSM
*UBS AG, LONDON* (Negara SWITZERLAND)
1. BTPN
2. BTEL
3. BSML
4. BDMN
5. ARNA
6. ZATA
7. TLDN
8. SATU
9. PLAS
10. ELSA
11. BTPN
12. BTEL
13. BSML
14. BDMN
15. ARNA
Tag : $CSAP $BATA $ACES
$ARNA LK Full Year 2025: Mencoba Bertahan Di Tengah Serangan Impor
Serangan keramik impor bikin banyak pabrik keramik dalam negeri gulung tikar, tidak banyak yang selamat. ARNA adalah salah satu perusahaan yang masih survive meskipun diserang sama barang impor murah dari China. Data LK Full Year 2025 justru memberi pesan ganda. Ada bukti bisnis ARNA masih kuat, tapi ada juga sinyal biaya dan struktur risiko yang mulai menekan. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi mesin bisnis, ARNA itu pabrik keramik tanah liat dengan dua segmen yang jelas. Segmen industri manufaktur adalah jantungnya, dibuktikan kontribusi laba kotor Rp803,77 miliar. Segmen distribusi hanya Rp80,14 miliar. Setelah eliminasi antar-segmen, laba kotor konsolidasian Rp883,91 miliar. Artinya, kalau investor mencari kunci survive ARNA, jawabannya ada di efisiensi pabrik, utilisasi kapasitas, dan cost per m2 produksi, bukan di aktivitas distribusi. Secara geografis, Jawa masih sedikit lebih besar, penjualan neto Rp1,52 triliun, sementara luar Jawa Rp1,40 triliun. Skala luar Jawa yang hampir menyamai Jawa itu bagus karena demand-nya tidak cuma terpusat, tapi tetap menunjukkan ARNA sangat bergantung pada jaringan distribusi yang rapi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Penjualan neto ARNA memang naik 10,71% dari Rp2,63 triliun ke Rp2,91 triliun, tetapi laba turun. Laba usaha turun dari Rp549,03 miliar ke Rp523,32 miliar. Laba tahun berjalan turun 5,5% dari Rp429,54 miliar ke Rp405,88 miliar. Ini bukan kontradiksi, ini sinyal bahwa perusahaan sedang membeli pertumbuhan dengan harga margin. Penyebab utamanya langsung kelihatan di COGS yang naik 17,5% dari Rp1,73 triliun ke Rp2,03 triliun, lebih cepat dari pertumbuhan revenue. Ketika COGS melaju lebih kencang dari revenue, otomatis gross margin tertekan. Jadi, produk laku bukan berarti profit ikut lari kencang.
Sisi positifnya adalah lonjakan beban pabrikasi menjadi Rp1,27 triliun dari Rp1,02 triliun dan kenaikan beban penyusutan 14,8% itu bisa terjadi karena ekspansi pabrik baru. Jadi beban pabrikasi yang naik itu adalah konsekuensi dari fase investasi ARNA. Secara teoritis, ini bisa bagus karena apabila ekspansi itu benar-benar berhasil maka tentu itu akan menaikkan kapasitas, memperbaiki efisiensi energi, menurunkan biaya unit, dan akhirnya memperlebar margin laba ARNA dalam beberapa tahun ke depan. Tapi untuk mencapai hal tersebut, syaratnya jelas. Utilisasi pabrik baru harus cepat naik, mix produk harus bisa menjaga pricing, dan volume harus cukup untuk menyerap fixed cost penyusutan. Bukti yang sudah terlihat baru sebatas demand masih kuat karena revenue naik 10,71%. Tetapi bukti bahwa pabrik baru sudah memberi leverage margin belum ada, karena justru laba usaha dan laba bersih turun. Jadi investasi real ARNA memang ada, tapi sayangnya, proof of payoff-nya belum muncul di 2025. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tapi sisi negatifnya adalah timbul cost inflation atau inefisiensi. COGS naik 17,5% itu besar. Ini bisa datang dari kenaikan energi, bahan baku, logistik, atau tekanan harga jual karena kompetisi impor. Kalau kenaikannya struktural dan tidak bisa dipassing ke harga, maka margin bisa terus menipis. Lalu ada juga risiko kurs. Rugi selisih kurs ARNA melonjak jadi Rp5,50 miliar dari Rp15,9 juta, dan perusahaan tidak melakukan hedging. Ini bisa dianggap kecil terhadap skala laba Rp405,88 miliar, tapi perubahan polanya penting. Ini menunjukkan ada eksposur mata uang asing Euro USD Yuan yang tidak dikelola, sehingga ketika kurs bergerak tajam, hasil akhirnya langsung memukul laba. Idealnya agar masalah kurs ini tidak jadi masalah adalah manajemen ARNA seharusnya punya kebijakan lindung nilai atau natural hedge yang jelas, dan eksposur valasnya dipetakan per kebutuhan impor bahan atau mesin. Dari data LK yang ada, syarat itu belum terpenuhi karena ARNA memang tidak melakukan hedging.
Salah satu hal yang paling sensitif di LK ARNA adalah ketergantungan pada pihak berelasi. Sebesar 83,29% penjualan ARNA yang Rp2,43 triliun dilakukan ke pihak berelasi, dan pelanggan tunggal terbesar adalah $CSAP yang menyumbang 68,00% atau Rp1,98 triliun. Ini bisa sangat bagus kalau hubungan itu membuat channel stabil, distribusi rapi, collection aman, dan biaya pemasaran lebih rendah. Dalam situasi perang harga akibat impor, channel yang solid itu bisa jadi benteng. Tapi ketergantungan ini juga bisa buruk kalau power pricing terlalu condong ke satu channel, kalau ada tekanan term pembayaran, atau kalau terjadi gangguan bisnis di channel itu maka ARNA langsung terpukul. Ketergantungan pada orang dalam atau pihak berelasi ini bisa dianggap sehat jika terdapat transparansi transaksi berelasi, fairness pricing, term yang wajar, serta bukti kualitas arus kas dan piutang yang aman. Di data LK, sulit untuk menilai hal itu karena memang ndak ada rinciannya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jadi ARNA memang terbukti survive dan demand-nya masih kuat, tercermin dari revenue 2025 Rp2,91 triliun naik 10,71% dan dominasi manufaktur sebagai mesin laba kotor Rp803,77 miliar. Tetapi 2025 juga menunjukkan fase yang tidak nyaman, pertumbuhan dibayar dengan COGS yang naik lebih cepat, beban pabrikasi dan penyusutan yang membesar, serta risiko kurs yang tiba-tiba muncul karena tanpa hedging. Potensi kebaikannya ada kalau ekspansi pabrik berubah menjadi leverage margin lewat utilisasi dan efisiensi, serta kalau manajemen mulai disiplin mengelola risiko valas. Sementara titik rapuhnya ada di margin dan konsentrasi penjualan ke pihak berelasi, yang baru aman kalau didukung bukti arus kas dan kualitas piutang yang kuat.
🏭 Mesin bisnis
• 🏆 Manufaktur laba kotor Rp803,77 M
• 🚚 Distribusi Rp80,14 M
• 🧮 Konsol Rp883,91 M
📈 Demand
• 🧾 Sales Rp2,91 T naik 10,71%
• 🏝️ Jawa Rp1,52 T
• 🌏 Luar Jawa Rp1,40 T
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📉 Tekanan margin
• 🔥 COGS Rp2,03 T naik 17,5%
• 🏭 Pabrikasi Rp1,27 T
• 🧱 Penyusutan naik 14,8%
💱 Kurs
• ⚡ Rugi kurs Rp5,50 M tanpa hedging
🤝 Risiko channel
• 🧷 Relasi 83,29% Rp2,43 T
• 🎯 CSA 68,00% Rp1,98 T
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
Catur Sentosa Adiprana Tbk - CSAP
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Follow kami untuk laporan fundamental emiten!
$CSAP
1/4




📊 ANALISIS TEKNIKAL — $CSAP (Daily)
1. Tren Utama 📈
Kondisi tren: Transisi sideways → uptrend lemah
Struktur harga: Higher low mulai terbentuk, harga mencoba keluar dari tekanan trendline turun lama
➡️ Bias: 🟡 Netral ke Bullish
📌 Belum full trend naik, tapi ada tanda akumulasi di bawah resistance
2. Moving Average (MA) 📐
Posisi harga:
🟢 Di atas MA pendek
🟡 Berdekatan dengan MA menengah
🔴 MA panjang masih jadi overhead pressure sebelumnya
Susunan MA:
MA pendek ≈ MA menengah (flat)
➡️ Ciri fase konsolidasi akhir
📌 Area MA penting: 328 – 320
3. Momentum ⚡
Bollinger Band:
Band menyempit → potensi volatility expansion
RSI:
±55
➡️ Netral sehat, belum overbought
MACD:
Golden cross kecil, histogram hijau tipis
➡️ Momentum mulai bangun, tapi belum agresif
4. Volume 🔊
Volume relatif tipis & stabil
➡️ Belum ada distribusi
➡️ Breakout valid harus disertai lonjakan volume
5. Support & Resistance 🧱
🟢 Support:
S1: 328
S2: 320
S3: 302
🔴 Resistance:
R1: 335
R2: 350
R3: 370 (area supply lama)
6. Skenario Harga 🧭
🟢 Bullish (jika valid breakout)
Syarat:
Daily close >335 + volume naik
🎯 Target: 350 → 370
🟡 Sideways Lanjutan (paling mungkin)
Range: 320 – 335
➡️ Fase kumpul sebelum arah jelas
🔴 Bearish / Gagal Setup
Jika daily close <320
➡️ Potensi retest 302
7. Strategi Entry 🎯
🟡 Buy on Weakness
Buy: 320 – 328
SL: <302
TP: 350
🔵 Buy Breakout
Buy: close >335
SL: <328
TP: 350 – 370
🚫 Hindari entry di tengah range tanpa volume
8. Manajemen Risiko 🛡️
📊 Size kecil–sedang
✂️ Partial TP di 350
🔁 SL ke BE jika breakout valid
⚠️ Waspada fake breakout karena volume historis tipis
9. Kesimpulan 🧠
📌 $CSAP berada di fase krusial
🟡 Masih sideways, tapi tekanan turun mulai melemah
🟢 Breakout >335 akan konfirmasi arah naik
❗ Selama di atas 320, struktur masih aman
DYOR
$IHSG

$CSAP aku berharap pada mu , butuh uit ni buat beli brg diskon, mana sangkut semua, harus nya kamu bisa ara, di kala semua merah kamu ijo, cakep.
$CSAP C nya di ganti A, jadi asap (as soon as possible) ARA, yuk la ara kan om bandar terbaik, adakah bandar kaya disini, tolong ara kan 😁
IDXChannel - PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berupaya mengakselerasi ekspansi gerai barunya di 2026 ini. Langkah tersebut dilakukan dengan penguatan jaringan ritel modern bahan bangunan dan perlengkapan rumah, seiring strategi Perseroan.
Proses penguatan dilakukan CSAP melalui salah satu anak u...

www.idxchannel.com

$KKES ini anak usahanya $CSAP jaringan toko bahan bangunan yg terkenal MITRA 10.
Pengendali utama keluarga TOTONG.
Cacing2 jadi naga ini......ayo tong angkat anakmu 😋 😋 😋
$TAMU
Menkeu Purbaya berkomentar soal praktik underinvoicing sawit, serta industri liar milik asing di bidang baja dan bahan bangunan yang menghindari pajak dan bea cukai.
https://cutt.ly/7tjAQzr5
$CSAP $KRAS $SMAR