


Volume
Avg volume
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk, didirikan pada tahun 1987, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas telekomunikasi, konstruksi sentral telekomunikasi, serta perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Perusahaan ini mengoperasikan layanan utama berupa pembangunan dan penyewaan menara telekomunikasi (new build & co-location), jaringan In-Building Coverage (IBC), serta layanan jaringan serat optik (fiber services) untuk mendukung konektivitas 5G dan kebutuhan backhaul enterprise. Saat ini, Centratama fokus memperluas akses telekomunikasi nasional dari daerah terpencil hingga perkotaan demi memperkuat kone... Read More
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $CENT (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 125
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 122 – 130
- Stoploss: < 115
- TP1: 140
- TP2: 150 – 160
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing CENT masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 108 – 115
- Stoploss: < 102
- TP1: 130
- TP2: 145 – 160
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 135 dengan volume besar
- Stoploss: < 122
- TP1: 150
- TP2: 170 – 185
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 135 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 108 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BRIS $TIFA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
ANALISA SAHAM $CENT
Harga Sekarang: Rp 123
Zona Area Beli Aman:
Rp 116 – 120
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 110
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 128 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 128 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 138
• TP2 = Rp 148 – 155
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 116, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham properti small cap, pergerakan agresif dan sangat bergantung pada volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti $HRTA $UNVR ,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Geng Menara Telekomunikasi IHSG
Perusahaan menara telekomunikasi di IHSG itu sudah ada geng-nya masing-masing. Investor yang cuma lihat ticker sering mengira mereka ini bisnisnya sama, padahal struktur grup itu sudah seperti peta kekuasaan yang mengatur cara mereka tumbuh, cara mereka ngutang, sampai cara mereka perang harga. Di sektor menara, menang itu bukan cuma soal punya tower paling banyak, tapi soal siapa yang punya akses modal paling murah, kontrak paling lengket, dan kemampuan nyerap pemain lain tanpa bikin margin bocor. Makanya valuasi bisa terlihat aneh, ada yang asetnya segunung tapi dihargai diskon, ada yang asetnya kecil tapi diperlakukan seperti barang langka. Kalau investor baca data per 30 September 2025 dengan kacamata geng, banyak hal yang tadinya terasa kontradiktif jadi masuk akal. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi pengendali, peta besarnya kebagi jadi dua raksasa swasta dan satu raksasa BUMN, lalu sisanya pemain mandiri yang hidup dengan cara berbeda. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) jadi inti geng TOWR, dengan anak rantai yang makin rapat lewat PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang efektif dikuasai 99,96% dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) yang efektif dikuasai 99,98% melalui jalur Protelindo dan iForte. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) jadi inti geng TBIG, lalu ada PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) 50,43% dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) 51,09% yang nempel sebagai satelit. Di luar itu ada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) yang berada di orbit Telkom Group dan Pemerintah RI, lalu PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) yang dikuasai Edgepoint 92,17%, dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) yang lebih lokal dengan pengendali PT Kharisma Cipta Towerindo. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Trend paling kelihatan itu konsolidasi dan sentralisasi risiko ke level grup. Geng TOWR itu contoh paling jelas, karena akuisisi SUPR dan IBST bukan sekadar nambah menara, tapi nambah kontrol atas kontrak, jaringan produk, dan posisi tawar, sekaligus membuat urusan pembiayaan jadi satu napas lewat corporate guarantee dan tanggung renteng atas fasilitas pinjaman grup. Geng TBIG lebih rapi secara struktur holding dan transaksi afiliasi, bahkan ada pola dukungan jasa manajemen dari entitas induk untuk urusan risiko dan merger-akuisisi, jadi geraknya terasa lebih korporat dan terukur. Di sisi lain, MTEL bergerak dengan gaya BUMN yang kuat di skala fisik dan backbone pelanggan, tapi tetap ikut permainan industri seperti sewa-menyewa silang, bahkan punya perjanjian payung untuk menyewa menara kompetitor lalu disewakan lagi ke operator. Lalu pemain mandiri seperti CENT dan BALI kelihatan lebih sering hidup di medan spesifik, termasuk medan sengketa perizinan dan lahan, yang membuat risiko mereka bukan cuma finansial tapi juga operasional dan legal.
Kalau investor bandingkan skala, angka market cap versus aset itu membuka kunci besar soal bagaimana pasar memberi harga pada tiap geng. TOWR punya aset Rp78,29 T tapi market cap Rp31,02 T, rasio market cap terhadap aset 0,39x, ini diskon tebal di level aset. MTEL market cap Rp45,12 T dan aset Rp58,04 T, rasionya 0,77x, lebih wajar dan lebih mahal dari TOWR jika diukur per Rupiah aset. TBIG market cap Rp38,74 T dan aset Rp44,71 T, rasionya 0,86x, paling mahal di antara tiga raksasa jika pakai ukuran ini. Yang paling anomali itu SUPR, market cap Rp49,88 T dengan aset Rp10,03 T, rasionya 4,97x, ini bukan premium biasa, ini perlakuan pasar yang ekstrem. Secara statistik sederhana, TBIG dihargai sekitar 2,21 kali lebih mahal dari TOWR dalam basis market cap per aset, MTEL sekitar 1,97 kali lebih mahal, sedangkan SUPR sampai sekitar 12,74 kali, jadi wajar kalau kesan yang muncul seperti pasar sedang bicara kelangkaan dan likuiditas, bukan sekadar aset. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi valuasi laba, TOWR punya PE 9,11x, paling rendah, jadi secara harga laba terlihat paling murah untuk skala besar, apalagi laba masih tumbuh 4,41%. GOLD jadi kasus menarik karena PBV 0,98x, satu-satunya yang di bawah nilai buku, lalu liabilitas cuma 10% dari aset, jadi profil leverage-nya terasa santai, meski tetap perlu dicek seberapa besar skala dan daya tawarnya di kontrak. IBST tampil sebagai rising star pasca-masuk geng TOWR, laba neto tumbuh 113,49% dan Operating Profit Margin (OPM) 72,63%, ini kombinasi yang bikin investor gampang tergoda, karena cerita efisiensi pasca-akuisisi biasanya disukai pasar. Di sisi premium, SUPR PBV 6,53x dan PE 39,95x, tetapi OPM 69,69% sangat tinggi, jadi pasar seolah membayar mahal untuk mesin margin, ditambah faktor likuiditas dan kondisi perdagangan yang tidak normal. TBIG sendiri PBV 3,86x dan PE 26,22x sementara pertumbuhan laba -5,06%, jadi investor yang membayar premium di TBIG pada dasarnya sedang percaya pada kualitas kontrak, model akuntansi aset, dan kemampuan manajemen menavigasi siklus, bukan sedang membeli momentum laba. CENT adalah lampu merah, PE -1,95x karena rugi Rp1,47 T dan ROE -82,34%, ini bukan sekadar undervalued, ini masalah struktur beban bunga dan arsitektur pendanaan yang menggerus ekuitas.
Masuk ke arus kas dan utang, di sini terlihat siapa yang kuat napas dan siapa yang hidup dari oksigen kredit. Net debt terbesar ada di TOWR Rp44,53 T dan TBIG Rp29,85 T, TOWR sekitar 1,49 kali lebih tinggi dari TBIG, jadi sensitivitas TOWR ke suku bunga dan refinancing jelas lebih besar. Tetapi dua-duanya punya OPM di atas 50%, artinya mesin operasionalnya masih tebal untuk bayar bunga, jadi isu utamanya bukan bisa atau tidak bayar, melainkan seberapa fleksibel mereka saat kontrak ditawar ulang atau saat pertumbuhan tenancy melambat. MTEL terlihat paling sehat dari sisi kas karena Free Cash Flow (FCF) TTM Rp4,02 T, ini penting karena FCF adalah uang nyata yang bisa dipakai untuk capex tanpa harus menambah utang agresif. GOLD juga menarik karena liabilitas rendah, jadi ruang geraknya lebih luas jika mau ekspansi, tetapi tantangannya biasanya di skala dan bargaining power. CENT kebalikannya, beban bunga dari pinjaman pemegang saham jadi akar masalah, sehingga investor yang masuk tanpa tesis restrukturisasi pendanaan itu seperti berenang melawan arus. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sektor menara itu bukan cuma cerita pertumbuhan data dan 5G, tapi cerita oligopoli kontrak jangka panjang dengan perang kecil di pricing, izin, dan akuisisi. Potensi terbesar biasanya muncul saat ada katalis industri, misalnya konsolidasi operator yang memaksa efisiensi jaringan, atau kebijakan capex yang mengubah pola sewa, atau akselerasi kebutuhan kolokasi, dan setiap geng akan merespons berbeda. Geng TOWR tampak seperti mesin konsolidasi yang memilih menang lewat skala dan integrasi, jadi upside-nya di re-rating valuasi jika pasar yakin utang terkendali dan sinergi benar-benar mengunci margin. Geng TBIG tampak seperti mesin eksekusi yang dijual premium, jadi upside-nya butuh bukti laba kembali tumbuh dan premium itu layak, sementara downside-nya terasa kalau pertumbuhan tetap negatif tapi valuasi tidak turun. MTEL tampak seperti opsi defensif yang hidup dari stabilitas kas, tapi upside-nya biasanya lebih lambat karena pertumbuhan laba stagnan 0,61% dan investor harus rela dibayar dengan ketenangan, bukan adrenalin. Pemain seperti GOLD dan IBST adalah ruang spekulasi yang lebih fokus, satu karena diskon PBV, satu karena lonjakan laba, sedangkan SUPR dan CENT adalah dua ujung ekstrem, SUPR ekstrem premium yang rawan normalisasi, CENT ekstrem rugi yang butuh perbaikan struktur.
✅ Geng Menara
🧩 TOWR, SUPR, IBST satu napas pembiayaan, corporate guarantee dan tanggung renteng bikin risiko utang terkonsentrasi di grup, tetapi juga bikin akses modal dan sinergi lebih gampang
🏢 TBIG, GHON, GOLD model holding yang rapi, transaksi afiliasi dan dukungan manajemen grup bikin eksekusi lebih terstruktur
🏛️ MTEL gaya BUMN, besar secara fisik, kuat di posisi ekosistem Telkom Group, tapi tetap main sewa silang untuk optimasi
🌏 CENT didukung modal global, tetapi kinerja rugi dan beban bunga membuat cerita sahamnya lebih mirip cerita restrukturisasi
🏝️ BALI lebih lokal dan sering ketemu medan izin dan sengketa, jadi profil risikonya beda dari yang fokus finansial murni
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📏 Valuasi Aset
🪙 TOWR rasio market cap terhadap aset 0,39x, pasar memberi diskon besar terhadap aset Rp78,29 T
🧮 MTEL rasio 0,77x, hampir 2 kali lebih mahal dari TOWR dalam basis yang sama, wajar karena profil kas lebih tenang
📌 TBIG rasio 0,86x, sekitar 2,21 kali lebih mahal dari TOWR, berarti investor membayar premium atas kualitas dan konsistensi yang diyakini
🎢 SUPR rasio 4,97x, ini zona anomali, lebih banyak bicara kelangkaan saham dan kondisi perdagangan daripada efisiensi aset
💰 Valuasi Laba
🧲 TOWR PE 9,11x dengan laba tumbuh 4,41%, secara angka ini paket value paling jelas di kelompok raksasa
🏷️ GOLD PBV 0,98x dan liabilitas 10% dari aset, diskon buku ditambah leverage rendah, tetapi tetap perlu disiplin cek skala dan kontrak
🚀 IBST laba tumbuh 113,49% dan OPM 72,63%, ini cerita momentum dan sinergi pasca-akuisisi
👑 SUPR PBV 6,53x dan PE 39,95x dengan OPM 69,69%, premium setinggi ini sensitif terhadap normalisasi likuiditas dan ekspektasi
🎯 TBIG PBV 3,86x dan PE 26,22x saat laba turun -5,06%, investor yang masuk di sini sedang membeli keyakinan, bukan bukti pertumbuhan jangka pendek
🚨 CENT PE -1,95x, rugi Rp1,47 T, ROE -82,34%, tanpa tesis perbaikan struktur bunga, risk-reward-nya timpang
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏦 Utang dan napas kas
⚙️ TOWR net debt Rp44,53 T, mesin margin tebal membantu, tetapi sensitivitas bunga dan refinancing tetap jadi bayangan utama
🔩 TBIG net debt Rp29,85 T, lebih ringan dari TOWR, tetapi premium valuasi menuntut pemulihan pertumbuhan laba
🛡️ MTEL FCF TTM Rp4,02 T, ini amunisi nyata untuk capex dan ketahanan saat siklus industri berubah
🧯 GOLD leverage rendah memberi opsi fleksibilitas, tetapi katalis biasanya harus datang dari ekspansi atau perbaikan persepsi pasar
🧨 CENT beban bunga jadi pusat masalah, jadi fokus investor mestinya di skema pendanaan ulang, bukan di mimpi margin
🌱 Potensi yang paling masuk akal per tipe investor
🧱 Untuk investor konservatif, TOWR dan MTEL lebih mudah dipertanggungjawabkan, satu karena valuasi PE rendah, satu karena FCF kuat
🪝 Untuk investor value hunting, GOLD menarik karena PBV 0,98x dan liabilitas rendah, tetapi jangan lupa cek likuiditas dan kualitas kontrak
🚀 Untuk investor growth, IBST paling jelas momentumnya, tetapi waspadai efek base rendah dan potensi normalisasi setelah lonjakan
🎲 Untuk investor yang suka event-driven, CENT itu murni taruhan restrukturisasi, bukan taruhan bisnis menara yang normal
🧿 Untuk investor yang tergoda premium, SUPR itu high expectation, high consequence, satu perubahan sentimen bisa bikin valuasi kembali ke bumi
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$TOWR $MTEL $CENT
1/4




Ga perlu drama, ga perlu komentarin org lain, fokus cari rejeki, apapun kondisi ihsgnya yakin Tuhan akan selalu kasih rejeki. Porto bersih tiap hari, cash on hand, upgrade knowledge, happy life 😊
$IKAN $CENT $NZIA on point juga hari ini ikut KIJA YELO NINE dan TOSK🔥
Hari ini cukup tradingnya, cukup rejekinya, Puji Tuhan.
#godisgood
#iamblessed

$CENT
CENT juga menandatangani amandemen fasilitas pinjaman dengan CIMB Niaga, yang menunjukkan bahwa perusahaan masih aktif melakukan penyesuaian terhadap struktur pembiayaan yang dimilikinya. Amandemen fasilitas pinjaman ini pada dasarnya merupakan perubahan atau pembaruan atas perjanjian kredit yang telah ada sebelumnya antara PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan pihak perbankan, dalam hal ini Bank CIMB Niaga.
Langkah amandemen tersebut dapat mengindikasikan bahwa perusahaan sedang melakukan pengelolaan ulang (re-arrangement) terhadap kewajiban keuangannya, baik untuk menyesuaikan dengan kondisi operasional terbaru, kebutuhan likuiditas, maupun strategi bisnis ke depan. Dalam praktiknya, amandemen fasilitas pinjaman umumnya dapat mencakup perubahan tenor pinjaman, penyesuaian jadwal pembayaran, perubahan suku bunga, revisi nilai plafon kredit, maupun penyesuaian persyaratan tertentu (covenant) yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
Meskipun demikian, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, perusahaan tidak mengungkapkan secara rinci detail keuangan dari amandemen tersebut, seperti besaran fasilitas yang diamendemen, tingkat bunga yang dikenakan, maupun perubahan struktur pembayaran pokok dan bunga. Ketiadaan informasi yang lebih detail ini membuat investor tidak dapat secara langsung menilai seberapa besar dampak finansial dari amandemen tersebut terhadap arus kas dan beban keuangan perusahaan.
Dari sudut pandang manajemen keuangan, amandemen fasilitas pinjaman sering kali dilakukan untuk menjaga fleksibilitas pendanaan perusahaan, khususnya ketika kondisi usaha belum sepenuhnya stabil atau ketika perusahaan membutuhkan ruang likuiditas tambahan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan aset. Bagi CENT, yang bergerak di sektor infrastruktur telekomunikasi dengan kebutuhan belanja modal dan pembiayaan jangka panjang yang relatif besar, pengelolaan struktur utang menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan usaha.
Namun, di sisi lain, amandemen fasilitas pinjaman juga dapat menjadi sinyal bahwa perusahaan masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan dari pihak perbankan. Hal ini perlu dicermati oleh investor, terutama jika dikaitkan dengan kondisi kinerja keuangan perusahaan yang dalam beberapa periode terakhir belum menunjukkan profitabilitas yang kuat. Ketergantungan pada fasilitas kredit berpotensi meningkatkan risiko keuangan, khususnya apabila arus kas operasional belum cukup stabil untuk menutup kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara konsisten.
Dengan tidak diumumkannya detail keuangan secara spesifik, maka pasar hanya dapat menilai bahwa amandemen tersebut bersifat administratif dan strategis, tanpa dapat mengukur secara kuantitatif dampaknya terhadap rasio keuangan seperti debt to equity ratio, beban bunga, maupun proyeksi arus kas ke depan. Oleh karena itu, informasi ini lebih tepat dipahami sebagai sinyal bahwa CENT masih aktif melakukan penataan struktur pembiayaan, tetapi belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya perbaikan fundamental yang signifikan.
Secara keseluruhan, penandatanganan amandemen fasilitas pinjaman dengan CIMB Niaga mencerminkan upaya manajemen CENT dalam menjaga hubungan dengan lembaga keuangan serta memastikan keberlanjutan akses pendanaan. Akan tetapi, bagi investor, informasi ini sebaiknya tetap dikombinasikan dengan analisis kinerja operasional dan laporan keuangan secara menyeluruh, karena perubahan fasilitas pinjaman pada dasarnya lebih mencerminkan strategi pengelolaan utang, bukan peningkatan kinerja usaha secara langsung.
SAHAM : $CENT
HARGA SAAT INI : 120
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – Rebound (SPEKULATIF)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Saham gocap dengan volatilitas tinggi. Harga bergerak di area konsolidasi bawah setelah tekanan turun. Struktur belum sehat dan rawan fake rebound, sehingga hanya layak untuk swing spekulatif cepat.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 116
- Support Kunci : 110
- Resistance 1 : 130
- Resistance 2 : 145
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Tipis dan fluktuatif
- Indikasi : Pergerakan spekulatif jangka pendek
- Selama harga di atas 110 → masih dijaga (sangat spekulatif)
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 120
- Stop Loss : 108
- Target Swing : 140
- Risk : Reward : ±1 : 1,3 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten small cap, likuiditas rendah dan sangat sensitif sentimen
- Cocok hanya untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan mid-term
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- CENT hanya layak dimainkan spekulatif selama bertahan di atas support kunci 110
- Target area 130–145, risiko tinggi jika breakdown 110
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$EMTK $TRST
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $CENT (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 121
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 118 – 123
- Stoploss: < 113
- TP1: 132
- TP2: 140 – 145
Alasan: Harga masih bergerak di area konsolidasi atas demand pendek, peluang swing rebound masih terbuka Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 108 – 113
- Stoploss: < 103
- TP1: 123
- TP2: 135 – 145
Alasan: Area demand bawah cukup kuat, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 128 dengan volume besar
- Stoploss: < 120
- TP1: 140
- TP2: 150 – 155
Alasan: Breakout resistance minor bisa jadi pemicu momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 128 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 108 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$DADA $AYLS
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$BALI
Halo, Investor! Senang Anda bertanya tentang **PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat saham ini seperti "kuda hitam" yang unik di sektor menara—punya potensi lari kencang, tapi medannya cukup terjal.
Mari kita bedah anatomi bisnis dan keuangannya agar Anda bisa mengambil keputusan investasi yang cerdas. Ambil catatan Anda, kita mulai analisanya.
### 1. Fundamental: Cerita *Turnaround* yang Menarik
Coba perhatikan tren kinerjanya. Tahun 2024 adalah masa transisi yang agak berat bagi BALI, di mana laba bersihnya turun sekitar 4,13% menjadi Rp144 miliar karena beban bunga yang tinggi.
Namun, **data terbaru kuartal III-2025 mengubah narasi tersebut.** Laba bersih BALI melonjak **32,16% secara tahunan (YoY)** menjadi Rp138,72 miliar. Ini sinyal kuat bahwa investasi besar mereka di serat optik dan menara *micro cell* (MCP) mulai menghasilkan uang tunai (monetisasi).
**Poin Mentor:** Jangan hanya melihat penurunan di 2024. Pasar saham itu melihat ke depan (*forward-looking*). Lonjakan di 2025 menunjukkan efisiensi operasional mereka mulai bekerja.
### 2. Model Bisnis: "Niche Player" di Hutan Beton
Jangan samakan BALI dengan raksasa seperti Mitratel (MTEL) atau Tower Bersama (TBIG) yang fokus pada menara besar (makro) di seluruh pelosok negeri. BALI punya strategi berbeda:
* **Fokus Urban & Fiber:** Mereka menguasai pasar *Micro Cell Pole* (MCP)—tiang menara kecil yang menyatu dengan jaringan serat optik, terutama di Jakarta dan Bali. Ini sangat krusial untuk 4G dan 5G di kota padat di mana lahan untuk menara besar sudah habis.
* **Segmen Non-Seluler:** Mereka punya "Balifiber" (internet rumah/kantor). Ini memberikan diversifikasi pendapatan sehingga tidak 100% bergantung pada operator seluler.
### 3. Valuasi & Risiko: Apakah Harganya Masuk Akal?
Di sinilah Anda harus hati-hati. Valuasi BALI tidak murah.
* **Valuasi Premium:** Dengan PE Ratio di kisaran **26x - 33x**,, saham ini tergolong mahal dibandingkan rata-rata industri. Pasar memberi harga premium karena ekspektasi pertumbuhan yang tinggi dari segmen fiber dan MCP.
* **Dividen:** BALI rutin membagi dividen (sekitar Rp20-Rp50 per saham), dengan *yield* di kisaran 1,65% - 4,15%,. Cukup baik sebagai pemanis, tapi bukan *dividend play* murni.
**Risiko Utama ("Gajah di Pelupuk Mata"):**
1. **Utang Tinggi:** *Debt to Equity Ratio* (DER) mereka tercatat sekitar 1,35x. Ini membuat mereka sensitif terhadap suku bunga. Jika bunga naik, laba mereka tergerus. Namun, *rating* kredit mereka baru saja dinaikkan PEFINDO menjadi **idA (Stable)**, yang artinya risiko gagal bayar semakin kecil.
2. **Merger Operator (XL-Smartfren):** Biasanya merger membuat operator mematikan menara yang tumpang tindih. Namun, karena BALI fokus pada *densifikasi* (pemadatan jaringan di kota), risiko mereka diputus kontrak lebih kecil dibanding pemilik menara makro di pedesaan.
### 4. Sentimen Pasar: Volatilitas Tinggi
Hati-hati, saham ini pernah masuk radar UMA (*Unusual Market Activity*) oleh Bursa pada Desember 2025 karena harganya naik tidak wajar tanpa berita korporasi yang jelas.
* **Beta Rendah (0,24):** Pergerakan harga BALI sering tidak sejalan dengan IHSG. Ini bagus untuk diversifikasi, tapi artinya saham ini digerakkan oleh aksi korporasi atau bandar spesifik, bukan sentimen pasar umum.
### Arahan Mentor untuk Strategi Investasi Anda:
1. **Untuk *Trader*:** Saham ini sangat volatil dengan likuiditas yang kadang seret (volume harian rata-rata rendah). Manfaatkan momentum teknikal saat ada lonjakan volume, tapi pasang *Stop Loss* ketat karena riwayat UMA-nya.
2. **Untuk *Value Investor*:** Harga saat ini (sekitar Rp1.300-an) sudah *priced-in* (sudah memperhitungkan) pemulihan kinerja 2025. Jika Anda masuk sekarang, Anda bertaruh bahwa target pendapatan Rp1,35 triliun di 2025 akan tercapai.
3. **Kesimpulan:** BALI adalah perusahaan infrastruktur yang solid dengan *moat* (keunggulan) unik di Jakarta dan Bali. Namun, **valuasinya sudah cukup mahal**.
**Saran Saya:** Masukkan ke dalam **Watchlist**. Tunggu koreksi harga (*pullback*) jika ingin masuk untuk jangka panjang. Perhatikan laporan keuangan *Full Year* 2025 nanti; jika utang berhasil turun dan arus kas (Free Cash Flow) membaik, barulah saham ini layak diakumulasi lebih agresif.
Tetap disiplin dan jangan *FOMO*!
https://cutt.ly/EtbdB0BB
RANDOM TAG $TOWR $CENT