


Volume
Avg volume
PT Citra Borneo Utama Tbk (“Perseroan”) adalah suatu Perseroan terbatas yang berdiri sejak tahun 2013 yang dimana saat ini memiliki kegiatan usaha utama meliputi bidang industri pemurnian, pemisahan/fraksinasi dan perdagangan produk kelapa sawit dan turunannya yang berkualitas tinggi dengan pangsa pasar domestik dan luar negeri. Perseroan bergerak dibidang usaha industri hilirisasi kelapa sawit dimana Perseroan memproduksi dan menjual produk turunan minyak sawit seperti Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), Olein, Stearin, Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Palm Kernel Expeller (PKE). ... Read More
SAHAM : $NETV
HARGA SAAT INI : 156
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Konsolidasi di area bawah, peluang technical rebound selama support kunci terjaga
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 148 – 150
- Support Kunci : 142
- Resistance 1 : 165
- Resistance 2 : 180 – 190
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai muncul di area bawah → indikasi akumulasi spekulatif
- Kenaikan masih pelan, belum distribusi
- Selama harga di atas 142 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 156
- Stop Loss : 142 (±9,0%)
- Target Swing : 185 (±18,6%)
- Risk : Reward : 1 : 2,1 → LAYAK
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten media televisi dengan fokus konten & digital
- Sensitif terhadap belanja iklan dan kinerja konten
- Cocok untuk swing spekulatif, wajib disiplin stop loss
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
NETV menarik untuk swing spekulatif selama bertahan di atas support kunci 142.
Potensi rebound ke area 165–185 masih terbuka dengan risiko terukur.
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
$CNMA $CBUT
ANALISA SAHAM $CBRE
Harga Sekarang: Rp 980
Zona Area Beli Aman:
Rp 940 – 960
Zona Stoploss:
< Rp 900
Jika naik & breakout:
> Rp 1.020 → ENTRY LANJUTAN
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.060
• TP2 = Rp 1.100 – 1.150
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
$CBUT $CBDK
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $AEGS
📅 TIMESTAMP: 19 Desember 2025, 00:13 WIB
📊 LAST PRICE: Rp73 | 🚦 SYSTEM TREND: Bearish
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS)
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp60 – Rp66
Analisa Sistem: Support struktur berada di area ARB 66 dengan zona psikologis Rp60-66 sebagai safety net setelah crash -9.88% hari ini. MA Cross 10/10 menunjukkan harga masih di atas kedua MA namun terancam death cross jika koreksi berlanjut. Broker Action Average -30.6% Big Dist mengindikasikan distribusi institusi MASSIVE. Entry konservatif menunggu kapitulasi akhir di zona Rp60-66 dengan konfirmasi reversal candle + Volume >100M lot setelah volatilitas ekstrem pasca UMA November 2025.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp73 – Rp78
Analisa Sistem: Entry di harga current dengan asumsi dead cat bounce dari Stoch RSI 33.3 (zona oversold recovery). Risk EKSTREM karena crash massive -9.88% hari ini dengan F Sell 693.34M vs F Buy 123.28M menunjukkan panic selling. Volume 1.6K lot spike menunjukkan kapitulasi. PERINGATAN: Saham mengalami UMA (Unusual Market Activity) BEI 12 November 2025 pasca rally 135% YTD, fundamental merugi Rp157.8M H1 2025 vs profit Rp276.6M H1 2024.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp85 (Resistance Minor - Area psikologis pasca koreksi)
TP2: Rp100 (Resistance Major - Zona breakout sebelum UMA)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp50 (Support Structure - Critical Low IPO September 2023 basis)
📊 RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp63 - Midpoint)
🟢 TP1 Gain: +34.92% ((Rp85-Rp63)/Rp63*100)
🟢 TP2 Gain: +58.73% ((Rp100-Rp63)/Rp63*100)
🔴 SL Risk: -20.63% ((Rp50-Rp63)/Rp63*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp75.5 - Midpoint)
🟢 TP1 Gain: +12.58% ((Rp85-Rp75.5)/Rp75.5*100)
🟢 TP2 Gain: +32.45% ((Rp100-Rp75.5)/Rp75.5*100)
🔴 SL Risk: -33.77% ((Rp50-Rp75.5)/Rp75.5*100)
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA
📢 Katalis Utama (Korporasi): AEGS (PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk, manufaktur filter otomotif merek 'Aegis' didirikan 2015 di Cirebon, IPO September 2023) mencatatkan kinerja fundamental tertekan: rugi bersih H1 2025 (Q2) sebesar Rp157.8 juta berbalik dari profit Rp276.6 juta di periode sama 2024 (penurunan -156.9% YoY). Revenue H1 2025 sebesar Rp13.3 miliar (+0.8% YoY vs Rp13.2M), Gross Profit Rp2.9 miliar (flat 0%), EBITDA Rp924 juta (-23.0% YoY), Operating Profit Rp9.1 juta, Net Margin -1.2% (vs +2.1% H1 2024). EPS -Rp0.16 per lembar, PER negatif -256.25x, ROA -0.21%, ROE -0.23%, Debt/Equity rendah 0.08x. BEI memberikan label UMA (Unusual Market Activity) pada 12 November 2025 setelah saham rally 135% YTD dengan pola transaksi tidak wajar dan Auto Reject Atas (ARA) berturut-turut. Sebelumnya UMA juga terjadi 18 Januari 2024 dan 21 Mei 2024. Perusahaan fokus produksi filter oli, solar, udara, kabin AC otomotif dengan mesin Korea Selatan, ekspor ke Asia Tenggara sejak 2023. Kerja sama dengan Lupromax (LMAX) September 2025 untuk cross-selling produk dan ekspansi produk kampas rem/kopling.
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic): Penjualan mobil Indonesia Januari-Oktober 2025 mencapai 634.844 unit wholesales (turun -10.6% YoY vs 711.064 unit 2024) dan 660.659 unit retail (turun -9.6% YoY vs 731.113 unit). Produksi kendaraan 957.293 unit (turun vs 996.741 unit 2024). GAIKINDO merevisi target penjualan 2025 dari 850-900 ribu unit menjadi 780 ribu unit akibat daya beli melemah. Headwind signifikan untuk bisnis sparepart automotive AEGS dengan penurunan aftermarket demand. Inflasi inti Indonesia November 2025 sebesar 2.36% YoY (proyeksi 2025 di kisaran 1.5%-3.5%) dengan kenaikan PPN 12% dan BBM nonsubsidi mulai Januari 2025 sebagai tekanan. Rupiah relatif stabil Rp16.710-16.733/USD pada 19 Desember 2025. BI Rate 4.75% untuk stimulus sektor riil.
⚠️ Risk Factor: Saham crash -9.88% hari ini dengan momentum bearish ekstrem pasca UMA November 2025. Broker Action Big Dist -30.6% Average mengindikasikan distribusi institusi MASSIVE. Net Foreign Sell -570.01M dan Bandar Volume -137.49K menunjukkan panic selling institusi dan bandar. Volume spike 1.6K lot menunjukkan kapitulasi. Rally 135% YTD dinilai overvalued mengingat fundamental merugi Rp157.8M H1 2025 dengan Net Margin -1.2%. Historical volatilitas ekstrem dengan UMA berulang (Januari 2024, Mei 2024, November 2025) menunjukkan pattern pump-and-dump. Penjualan otomotif nasional turun -10.6% YoY memberikan headwind massive untuk bisnis sparepart automotive. Risiko manipulation tinggi dengan PER negatif -256x dan small cap market cap Rp41.2B. Debt/EBITDA 6.04x meskipun Debt/Equity rendah 0.08x.
🌡 Community Heatmap: StockBot mendeteksi aktivitas forum: PANIC-SELLING EKSTREM - Volume diskusi sangat tinggi di Stockbit dengan sentimen CHAOS dan fear dominan. Holder yang masuk di top Rp100-120 (sebelum UMA November) mengalami unrealized loss besar -30-40%. Retail yang terjebak FOMO rally 135% YTD sekarang trapped. Awareness tentang fundamental merugi Rp157.8M H1 2025 dan penjualan otomotif turun -10.6% meningkat, menekan sentimen. Tidak ada FOMO buyers, mayoritas waiting for bottom confirmation.
⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: N/A (AVOID COMPLETELY - Extreme Volatility & UMA Risk)
Trigger: N/A - StockBot TIDAK MEREKOMENDASIKAN scalping untuk saham UMA dengan distribusi -30.6%
Sizing: N/A
Order Type: N/A - BLACKLIST untuk scalping
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Weekly - Monthly (Tunggu stabilisasi MINIMUM 3-4 minggu pasca UMA)
Trigger: Buy on Weakness di zona Rp60-66 HANYA jika kapitulasi akhir dengan reversal candle (Bullish Engulfing/Morning Star) + Volume >150M lot + stabilisasi 5 hari berturut-turut tanpa volatilitas >±10%
Trailing Stop: ATR 5x (±Rp12) karena volatilitas post-UMA ekstrem, naikkan SL ke breakeven saat profit >20%
Exit Plan: Invalidasi jika breakdown Rp50 dengan volume >200M lot, atau Q3 2025 menunjukkan rugi bersih melebar >Rp300M
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT
📈 MOMENTUM CHECK: NEGATIVE (Extreme Bearish Post-UMA)
Reasoning: Saham crash -9.88% hari ini dengan momentum bearish ekstrem pasca UMA BEI 12 November 2025. Stoch RSI 33.3 oversold recovery namun belum reversal confirmation, RSI 45.7 lemah. MA Cross masih golden cross namun validity sangat questionable karena distribusi institusi -30.6% Average. Frequency indicator bar hijau-merah mixed menunjukkan battle bulls-bears dengan bears dominan. Broker Big Dist -30.6% dan Bandar Volume -137.49K mengkonfirmasi profit-taking massive. Net Foreign Sell -570.01M menunjukkan asing exodus. Fundamental merugi Rp157.8M H1 2025 (-156.9% YoY) dengan sektor otomotif turun -10.6% YoY memberikan double headwind.
🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT MANDATORY (hingga stabilisasi dan clarity fundamental Q3-Q4 2025)
✅ RECOMMENDED FOR: TIDAK ADA - Semua Tipe Trader WAJIB MENGHINDARI hingga price discovery selesai (3-4 minggu)
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 15% (CRITICAL LOW - POST-UMA EXTREME VOLATILITY & FUNDAMENTAL DETERIORATION)
Logic:
➖➖ Crash -9.88%, UMA BEI November 2025, extreme volatilitas (-22%)
➖➖ Rugi bersih H1 2025 Rp157.8M vs profit Rp276.6M H1 2024 (-156.9% YoY) (-18%)
➖ Broker Big Dist -30.6%, Bandar Volume -137.49K, distribusi massive (-15%)
➖ Net Foreign Sell -570.01M, asing exodus (-12%)
➖ Penjualan otomotif nasional -10.6% YoY, aftermarket demand down (-10%)
➖ Historical UMA berulang (Jan 2024, Mei 2024, Nov 2025), pump-and-dump pattern (-10%)
➖ Rally 135% YTD overvalued vs fundamental merugi, PER negatif -256x (-8%)
➕ Kerja sama Lupromax (LMAX) September 2025, ekspansi produk (+6%)
➕ Debt/Equity rendah 0.08x, finansial leverage sehat (+5%)
➕ Ekspor ke Asia Tenggara sejak 2023, diversifikasi market (+4%)
➕ Stoch RSI 33.3 oversold, potensi rebound teknikal (+4%)
➖ Risk-reward sangat unfavorable untuk entry agresif (-9%)
📚 EXECUTIVE SUMMARY
Berdasarkan analisis StockBot, saham AEGS menunjukkan momentum bearish ekstrem dengan crash -9.88% dan Broker Big Dist -30.6% pasca Unusual Market Activity (UMA) BEI 12 November 2025 yang mencermati pola transaksi tidak wajar setelah rally 135% YTD (Auto Reject Atas berturut-turut), mencerminkan distribusi institusi massive dengan Net Foreign Sell -570.01M dan Bandar Volume -137.49K yang mengkonfirmasi panic selling dan exodus institusi, ditambah deteriorasi fundamental dengan rugi bersih H1 2025 sebesar Rp157.8 juta berbalik dari profit Rp276.6 juta di periode sama 2024 (penurunan -156.9% YoY, Net Margin -1.2%, PER negatif -256x, ROA -0.21%) meskipun revenue flat +0.8% YoY menjadi Rp13.3 miliar, dan headwind sektor otomotif nasional ekstrem dengan penjualan turun -10.6% YoY (wholesales 634.844 unit vs 711.064 unit 2024) serta GAIKINDO merevisi target 2025 dari 850-900 ribu unit menjadi 780 ribu unit akibat daya beli melemah yang menekan aftermarket demand sparepart automotive, meskipun terdapat katalis jangka panjang berupa kerja sama dengan Lupromax (LMAX) September 2025 untuk cross-selling dan ekspansi produk kampas rem/kopling serta ekspor ke Asia Tenggara sejak 2023. Algoritma TIDAK DAPAT MEMPREDIKSI price action hingga stabilisasi selesai karena volatilitas post-UMA unpredictable dengan skenario base case konsolidasi brutal di zona Rp60-80 selama 3-4 minggu sebelum price discovery final atau kapitulasi ke fair value Rp50-60 jika Q3-Q4 2025 menunjukkan rugi melebar. Kesimpulannya, StockBot MENYARANKAN WAIT MANDATORY & AVOID COMPLETELY untuk semua tipe trader hingga: (1) Stabilisasi harga minimal 3-4 minggu dengan volume normal <50M lot/hari, (2) Clarity laporan keuangan Q3-Q4 2025 dengan bukti turnaround ke profit, (3) Recovery penjualan otomotif nasional >5% QoQ, (4) Kapitulasi akhir konfirmasi di zona Rp60-66 dengan reversal candle + volume >150M lot untuk value spekulasi ULTRA HIGH RISK (SL Rp50, -20.63% risk) bagi swing trader yang siap holding 12-18 bulan menunggu recovery sektor otomotif dan fundamental.
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. SAHAM DALAM EXTREME VOLATILITY POST-UMA & FUNDAMENTAL MERUGI. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$DEWI$CBUT
PT Citra Borneo Utama Tbk - CBUT
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
Sumber Data: https://cutt.ly/8taWS07n
$CBUT
1/4




@DwikyHill dasar lu apa emng? trendnya emng bearish, $TAPG harganya udh di bawah ema 20, jdi pasti turun ke bawah, bandar jg blm ada, apanya yg digeprek, marketcap gede gitu di geprek? kalo lu ke $CBUT baru relate bos... liat chart dong...
$CBUT tai wkwk awal awal gw pikir gabakal naik terus cl tbtb diangkat, yg kedua masuk lg malah kena arb-nya 😅🤣
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $CDIA
📅 TIMESTAMP: Kamis, 27 November 2025 | 21:57 WIB
📊 LAST PRICE: Rp1.930 | 🚦 SYSTEM TREND: Bullish (Uptrend Lanjutan Pasca IPO)
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp1.860 – Rp1.900
Analisa Sistem: Area ini berimpit dengan MA21 harian dan support horizontal dari konsolidasi pertengahan November yang beberapa kali menahan koreksi di kisaran 1.850–1.900. Volume akumulasi asing dan domestik sebelumnya cukup kuat di rentang ini sehingga zona tersebut layak dijadikan buying-on-dip utama.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp1.920 – Rp1.970
Analisa Sistem: Entry dekat harga sekarang untuk mengejar momentum breakout kecil di atas MA14/EMA9 dengan Stoch RSI mengarah ke zona kuat dan frekuensi transaksi sangat tinggi. Setup ini memanfaatkan potensi lanjutan ke area psikologis 2.000 namun dengan risiko whipsaw jika gagal menembus resistance tersebut.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp2.050 (Resistance Minor – target teknikal dan referensi beberapa analis setelah breakout 2.000).
TP2: Rp2.200 (Resistance Major – proyeksi lanjutan dari rekomendasi teknikal dan level psikologis berikutnya).
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp1.780 (Support Structure – dasar range kuat awal Oktober–awal November; tembus level ini mengindikasikan pelemahan tren menengah).
📊 RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp1.880)
🟢 TP1 Gain: +9.04% ((Rp2.050-Rp1.880)/Rp1.880100)
🟢 TP2 Gain: +17.02% ((Rp2.200-Rp1.880)/Rp1.880100)
🔴 SL Risk: -5.32% ((Rp1.780-Rp1.880)/Rp1.880*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp1.945)
🟢 TP1 Gain: +5.39%
🟢 TP2 Gain: +13.12%
🔴 SL Risk: -8.49%
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
📢 Katalis Utama (Korporasi):
PT Chandra Daya Investasi Tbk adalah holding infrastruktur milik Grup Barito (lewat PT Chandra Asri Pacific Tbk) yang berfokus pada investasi utilitas listrik, energi, air bersih, logistik, pelabuhan, dan penyimpanan, dengan posisi sebagai penyedia infrastruktur terintegrasi untuk kawasan industri dan rantai pasok nasional. Perusahaan baru IPO 9 Juli 2025 dengan dana sekitar Rp2,37 triliun dan price action pasca-IPO relatif kuat; beberapa sekuritas memproyeksikan CDIA sebagai “lighthouse” emiten utilitas Grup Barito dengan potensi ekspansi agresif di EBT dan infrastruktur energi. Pada 24 November 2025, CDIA melalui anak usaha PT Krakatau Chandra Energi resmi mengoperasikan PLTS ground-mounted 4,7 MWp di Kawasan Industri Krakatau sehingga total kapasitas PLTS grup mencapai 11 MWp, langsung memasok listrik hijau ke kawasan industri tersebut dan mengurangi emisi karbon lebih dari 5.000 ton CO₂e per tahun. Perseroan juga baru mengalokasikan pinjaman USD140 juta ke dua anak usaha di Singapura untuk memperkuat ekspansi infrastruktur energi dan utilitas regional.
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
CDIA berada di sektor Infrastruktur – Utilitas Listrik/EBT; sektor ini sangat diuntungkan oleh kebijakan transisi energi Indonesia yang menargetkan bauran EBT sekitar 17–23% pada 2025 dan peningkatan porsi investasi EBT dalam RUPTL hingga lebih dari 50% dari total pengembangan kapasitas listrik baru. Pemerintah dan DPR mencatat rencana penambahan kapasitas pembangkit EBT sekitar 1,2 GW hingga 2025 dan terus mendorong PLTS atap, PLTS ground-mounted, serta proyek EBT lain untuk menurunkan emisi dan menarik investasi industri global yang membutuhkan pasokan listrik rendah karbon. Kebijakan ini membuka pipeline proyek besar bagi pemain utilitas seperti CDIA yang fokus menyediakan energi bersih ke kawasan industri strategis (misalnya Krakatau Steel Complex di Cilegon).
⚠️ Risk Factor:
Sebagai emiten baru dengan ekspansi agresif, CDIA memiliki kebutuhan belanja modal besar dan eksposur terhadap risiko pembiayaan, fluktuasi suku bunga, serta risiko implementasi proyek (keterlambatan COD, risiko teknis PLTS, dsb.). Penurunan target bauran EBT nasional dari 23% ke 17–20% menimbulkan ketidakpastian regulasi dan bisa memperlambat sebagian proyek, meski arah jangka panjang tetap menuju energi bersih. Volatilitas harga saham juga cukup tinggi; CDIA sempat melonjak tajam setelah rekomendasi teknikal beberapa broker yang menargetkan 2.000–2.200 sehingga rawan profit taking jika sentimen global terhadap saham EBT melemah.
🌡 Community Heatmap:
StockBot mendeteksi kondisi Ramai & Prospektif: volume harian di atas 9 juta lot dan frekuensi >140 ribu transaksi menunjukkan minat besar dari investor institusi maupun ritel terhadap saham ini. Rekap berita menunjukkan asing mencatat net buy signifikan (sekitar Rp6–7 miliar) melalui broker global seperti JP Morgan dan UBS, sementara sekuritas lokal besar juga aktif mengakumulasi, memperkuat citra CDIA sebagai “stock darling” baru di sektor utilitas.
⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 1M–5M.
Trigger: Entry scalping ketika harga bertahan di atas 1.920 dan menembus intraday high ≥1.980 dengan volume bar intraday jauh di atas rata-rata 20 bar, mengonfirmasi serangan buyer ke resistance 2.000.
Sizing: Maksimal 10–12% modal per posisi karena likuiditas tebal; gunakan cut loss ketat -2% dari entry (sekitar 1.880–1.940) bila breakout gagal.
Order Type: Limit order di 1.920–1.950 dengan target profit 3–4% ke area 1.980–2.020 lalu segera geser stop ke breakeven.
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily–Weekly.
Trigger: Buy on weakness di 1.860–1.900 saat harga pullback ke MA21/SuperTrend dan muncul candle rejection (lower shadow panjang) dengan volume menguat, sekaligus support 1.850 tetap bertahan.
Trailing Stop: Setelah profit mencapai +10–12% atau harga menembus 2.050, geser stop loss ke bawah low 3 candle terakhir atau sekitar 1.950 untuk mengamankan profit tanpa langsung keluar dari tren.
Exit Plan: Setup swing invalid bila harga closing harian turun di bawah 1.780 dengan volume besar atau jika ada berita negatif material (keterlambatan proyek besar, pengetatan bauran EBT yang mengurangi pipeline) yang memicu breakdown struktur higher low.
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
📈 MOMENTUM CHECK: POSITIVE
Reasoning: Struktur harga menunjukkan higher low di atas 1.850 dengan MA utama mulai mengarah naik lagi, didukung akumulasi asing dan domestik yang kuat serta katalis korporasi berupa COD PLTS baru yang menambah kapasitas EBT grup menjadi 11 MWp dan selaras dengan tren transisi energi nasional.
🚀 PRIMARY SIGNAL: SWING (ACCUMULATE ON DIP) ✅ RECOMMENDED FOR: Swing Trader Moderat & Investor Tematik EBT/Infrastruktur
Saham cocok untuk strategi akumulasi bertahap di area 1.860–1.900 dengan target teknikal 2.050–2.200 sambil mengikuti perkembangan proyek EBT dan kebijakan transisi energi Indonesia.
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 79%
Logic:
Fundamental dan pipeline proyek utilitas/EBT kuat, didukung Grup Barito dan Chandra Asri (+18%).
Kebijakan transisi energi dan target bauran EBT 17–23% membuka peluang besar bagi penyedia infrastruktur listrik hijau (+15%).
Teknis menunjukkan tren bullish dengan support kuat 1.850–1.900 dan akumulasi asing yang konsisten (+14%).
Risiko regulasi dan penurunan target bauran EBT menimbulkan ketidakpastian jangka menengah (-10%).
Volatilitas pasca-IPO dan aksi spekulatif di sekitar level 2.000 membuat saham rentan koreksi tajam jika sentimen berbalik (-8%).
📚 EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan tren naik sehat sebagai emiten utilitas/EBT baru Grup Barito dengan katalis kuat dari beroperasinya PLTS 4,7 MWp dan dukungan akumulasi asing di area 1.850–1.900. Algoritma memprediksi peluang kenaikan bertahap menuju 2.050–2.200 selama support 1.780–1.850 bertahan, sehingga kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi swing accumulate on dip dengan disiplin stop loss dan pemantauan ketat terhadap perkembangan proyek transisi energi nasional."
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
$CBUT $HALO