161

+14

(9.52%)

Today

9.87 M

Volume

9.02 M

Avg volume

Company Background

Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. berdiri sejak 2015 dan beroperasi mulai September 2016 PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk dengan merek Cashlez merupakan perusahaan teknologi finansial pembayaran yang memberikan solusi untuk merchant dan menawarkan nilai lebih agar pemilik usaha dapat mengatur dan menumbuhkan bisnisnya. Cashlez menciptakan sistem mPOS (mobile point of sale), sebuah konsep penerimaan pembayaran menggunakan kartu, baik kartu kredit atau kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone (Android dan iOS) yang dihubungkan dengan card reader melalui bluetooth. Selain mPOS, merchant juga dapat menerima metode pembayaran ... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH wow padahal rilis LK rugi besar, kok sahamnya naik??? 🤭🤭

Yg jelas bukan gara” bandar ya, tapi ada yg “tau duluan” 🤭🤭🤭✌️

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH LK Full Year 2025: Revenue anjlok + Rugi Makin Gede + Pencadangan Kerugian Karena Piutang Susah Ditagih

CASH ini masih bisa hidup sekarang karena disuntik dana sama PT Bara Alam Utama. Dikasi pinjaman beberapa kali. Bunganya antara 8-15%. Total pinjama 106 Milyar rupiah. PT Bara Alam Utama (BAU) adalah perusahaan pertambangan batubara yang berbasis di Indonesia, memulai produksi pada Januari 2011. Beroperasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, perusahaan ini memiliki konsesi seluas 799,60 hektar dengan fokus pada produksi batubara berkualitas rendah abu dan sulfur, serta mengelola operasi penambangan yang efisien. Pemilik atau pengusaha utama di balik PT Bara Alam Utama (BARACOAL) adalah Hasim Sutiono. Ia dikenal sebagai pengusaha batu bara asal Kalimantan Selatan yang mengoperasikan perusahaan pertambangan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Terus CASH ini ada piutang ke Koperasi Catur Pilar Bersatu 10 milyar tapi ini koperasi nampaknya susah bayar jadinya CASH write off itu piutang. Itulah yang bikin rugi CASH makin gede. CASH dulu bekerjasama dengan Koperasi Catur Pilar Bersatu dalam hal simpan pinjam karyawan dan Laptop Ownership Program bagi karyawan.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi pembayaran, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) kembali membukukan kerugian Rp68 miliar pada tahun 2025, meningkat 100 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp34 miliar.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (17/2/2026), Cashlez menca...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sudah aku siapkan $UANG $CASH banyak ndar! sesi 2 turunkan $BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH Gais kok gk ARB ? itu dia minus dan deficit loh. market gk masuk akal haka saham ginian

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH siap” aja yg buang barang nyesal seumur hidup🤣🤣🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH mulai terbng woi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH pas banget rups mau libur lebaran.. mau bagi2 THR kah bang ? .. 🤭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH jmput sini synggg

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH RUPS 18 Feb 2026, next target

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) tahun 2025 mencatat penurunan pendapatan dan rugi bersih meningkat menjadi Rp67,7 miliar. Meskipun kas naik signifikan, liabilitas melonjak dan ekuitas menurun, menandakan tekanan finansial meski likuiditas jangka pendek membaik.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH ada something fishy di laporan keuangan terbarunya, tapi puzzle nya belum lengkap! Masih banyak mengapa disini..

Peluang? Atau just another ordinary things? 🤭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cara menyikapi lapkeu: https://stockbit.com/post/11202302

$BLUE $CASH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $CASH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH bawa ke sini dar ikut $HILL juga🗿

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH

Selamat datang di sesi bedah emiten, Bapak/Ibu Investor. Mari kita bedah laporan keuangan tahunan 2025 dari **PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH)**.

Sebagai mentor Anda, saya melihat laporan ini membawa sinyal "peringatan keras" (*high alert*) yang perlu Anda cermati sebelum mengambil keputusan investasi. Meskipun ada perbaikan di arus kas operasi, struktur modal perusahaan sedang dalam tekanan berat.

Berikut adalah analisis mendalam saya berdasarkan data faktual:

### 1. Kinerja Operasional: Penjualan Turun, Rugi Membengkak
F fundamental utama yang harus kita lihat adalah kemampuan perusahaan mencetak uang. Di tahun 2025, CASH mengalami kontraksi bisnis.

* **Pendapatan Tergerus:** Pendapatan usaha turun sekitar **20%** menjadi **Rp110,1 miliar** di 2025 dibandingkan Rp138,3 miliar di 2024. Penurunan terbesar berasal dari penjualan perangkat yang anjlok dari Rp104,5 miliar menjadi Rp77 miliar.
* **Margin Membaik (Sisi Positif):** Menariknya, meskipun pendapatan turun, **Laba Bruto justru naik tipis** menjadi **Rp20,1 miliar** (vs Rp19 miliar di 2024). Ini indikasi bahwa manajemen mulai mengurangi penjualan produk bermargin tipis dan efisiensi pada beban pokok pendapatan.
* **Beban Bunga Mencekik:** Sayangnya, efisiensi di atas terhapus oleh beban lain. Beban bunga dan keuangan melonjak drastis menjadi **Rp10,6 miliar** (naik dari Rp6,9 miliar), ditambah kerugian lain-lain sebesar Rp11,1 miliar.
* **Hasil Akhir (Bottom Line):** Rugi bersih melonjak hampir dua kali lipat menjadi **minus Rp67,7 miliar**, dibandingkan rugi Rp34,8 miliar di tahun sebelumnya. Ini sinyal merah bagi investor yang mencari profitabilitas.

### 2. Kesehatan Neraca: Lampu Kuning pada Utang
Sebagai investor cerdas, jangan hanya lihat laba rugi. Lihat neracanya, di sinilah risiko "bersembunyi".

* **Lonjakan Liabilitas:** Total liabilitas (utang) hampir naik dua kali lipat menjadi **Rp209,6 miliar** di 2025 dari Rp112,5 miliar di 2024.
* **Ekuitas Tergerus:** Akibat kerugian beruntun, ekuitas (modal bersih) anjlok drastis menjadi **Rp62 miliar** dari sebelumnya Rp121 miliar.
* **Rasio Utang (DER) Berbahaya:** Dengan utang Rp209,6 miliar dan ekuitas hanya Rp62 miliar, *Debt to Equity Ratio* (DER) perusahaan sudah di atas 3x. Ini leverage yang sangat tinggi dan berisiko.
* **Utang Pihak Berelasi:** Perhatikan bahwa lonjakan utang jangka panjang didominasi oleh utang pihak berelasi yang naik menjadi **Rp91,4 miliar**. Berdasarkan catatan, perusahaan meminjam dari PT Bara Alam Utama dengan bunga cukup tinggi yaitu **15%**. Ini biaya dana yang mahal.

### 3. Arus Kas: Satu-satunya Titik Terang?
Ada anomali menarik di sini. Meskipun rugi besar, uang kas di tangan perusahaan justru bertambah.

* **Kas Melonjak:** Posisi Kas dan Setara Kas naik signifikan menjadi **Rp71,8 miliar** (vs Rp17 miliar di 2024).
* **Arus Kas Operasi Positif:** Perusahaan berhasil mencetak arus kas operasi positif sebesar **Rp24,3 miliar**, berbalik dari negatif di tahun sebelumnya. Ini berarti secara tunai, bisnis intinya sebenarnya menghasilkan uang (cash collection membaik), namun terbebani oleh biaya non-tunai (seperti depresiasi/amortisasi) dan biaya keuangan.

### Arahan Mentor untuk Investor:

1. **Hindari untuk *Dividend Play*:** Dengan saldo laba yang defisit (akumulasi rugi) mencapai **minus Rp197 miliar**, mustahil mengharapkan dividen dalam waktu dekat.
2. **Waspada Risiko Dilusi/Gagal Bayar:** Ekuitas yang makin tipis dan utang yang membengkak seringkali berujung pada aksi korporasi seperti *Rights Issue* untuk suntik modal (yang bisa mendilusi saham Anda) atau restrukturisasi utang.
3. **Fokus pada Efisiensi:** Kenaikan Laba Bruto adalah modal awal yang baik, tetapi beban operasional (G&A) sebesar Rp53 miliar terlalu besar untuk ukuran Laba Bruto yang hanya Rp20 miliar. Perusahaan harus memangkas beban operasional secara agresif jika ingin selamat.
4. **Kesimpulan:** Saham ini saat ini masuk kategori **High Risk / Turnaround Play**. Belum layak untuk investasi jangka panjang konservatif. Jika Anda *trader*, perhatikan volatilitas. Jika Anda *investor*, "Wait and See" adalah posisi terbaik sampai perusahaan bisa membuktikan mampu menekan rugi bersih dan mengurangi ketergantungan pada utang berbunga tinggi.

Tetap objektif dan lindungi modal Anda. Ada pertanyaan spesifik mengenai pos tertentu?

https://cutt.ly/atmCnmYY

RANDOM TAG $MCAS $DIVA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

waduhh ta kira saham ampas... tapi penghuni nya yg komen koq banyak bener $CASH 🫢🫢🫢🫢🤣🤣🤣🤣🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) kembali membukukan kerugian pada tahun lalu. Sepanjang 2025, perusahaan pembayaran tersebut mencetak rugi bersih Rp68 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp34 miliar.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (17/2/2026),...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

equity 38Bio, dalam 1 Quarter bisa rugi -48Bio. kerugian melebihi equity. ini sih ciri perusahaan mau bangkrut.

$CASH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH Rabu ARB biar dikasih barang murah 🤑.

emang sekalian Audited yee 🤭🤭🤭

@StockbitReports $CASH calon2 delisting

oke lanjut part 9 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 2 emiten dulu (LINK, CASH)

$CASH 2021-2025
2021. fase early growth - cash burn
2022. fase survival mode
2023. fase stagnant loss
2024. fase transformasi, masih rugi
2025. fase masih belum break even
kondisi CASH itu : Rugi konsisten, Belum proven profitable, Industri payment highly competitive, Tanpa moat jelas, Tanpa network effect dominan. kesimpulan CASH bukan value investing case.

kita coba going deep. cash itu Fintech / Payment Processing. Fintech payment biasanya ada 3 fase: Burn phase (1–3 tahun awal), Scale up & volume expansion, lalu Operating leverage → profit.

Masalahnya: CASH sudah >5 tahun listed dan masih di fase burn.
Di industri payment: Kalau volume naik signifikan → gross margin biasanya mulai menutup fixed cost. Tapi di CASH, G&A relatif tidak turun secara signifikan sebagai % revenue

Ini bukan sekadar growth phase. Ini belum menemukan product-market fit yang scalable.
jadi :
- Wajar untuk startup early stage
- Tidak wajar untuk perusahaan publik 5 tahun setelah IPO

$LINK 2021-2025
2021. fase mature. cash generator
2022. fase mature plateau. stabil
2023. fase early deterioration. margin turun
2024. fase distress. rugi besar
2025. fase financial stress. debt spike
Karakter bisnis: capital intensive, revenue stagnan / turun, debt naik tajam, tidak punya pricing power kuat, tidak lagi growth story.
average TEPS normal (2021–2023) = 474 per share
Jika bisnis kembali normal. 8x eps bisa saja fair di 3792 per share.
tapi realitanya di 2025 : short-term loan 6,99T (naik ekstrem), Equity turun ke 3,55T, Retained earnings anjlok, ECL 45% receivable, Revenue belum recover, Ini bukan siklus biasa. Ini structural deterioration. mungkin bisa dikategorikan Turnaround speculative.

oke kita going deep. LINK itu Infrastruktur Broadband.
Karakter industri broadband: Capex besar, Revenue recurring, Churn rendah, Margin relatif stabil, Tidak volatil ekstrem.
Kalau broadband sehat: Net margin stabil, EBITDA kuat,Arus kas relatif stabil.
untuk LINK 2024-2025 :
- Tidak sepenuhnya wajar untuk industri mature broadband
- Lebih terlihat sebagai structural problem (leverage + kompetisi)

dan LINK berarti : Pernah sehat, Industri mendukung recurring revenue, Penurunan 2024-2025 lebih karena kondisi spesifik perusahaan.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH Berdasarkan data laporan Q4 2025 yang Tersedia di keystats saat ini.
menunjukkan kondisi fundamental yang sangat menantang, bahkan bisa dikategorikan dalam fase distressed.


​Berikut adalah analisis tajam mengenai data tersebut:

​1. Bedah Angka Laporan Keuangan (Key Stats)
​A. Profitability & Performance (Sisi Income Statement)
​Revenue 110B: Terjadi penurunan drastis secara Year-on-Year (YoY) sebesar -20.35%. Lebih mengkhawatirkan lagi, pendapatan Q4 2025 52B turun tajam dibanding Q4 2024 82B. Ini mengindikasikan hilangnya pangsa pasar atau churn klien besar.


​Net Income (-68 B): Kerugian membengkak 100% dari tahun sebelumnya 2024 (-34 B).


​Net Profit Margin -92.71%: Ini adalah angka yang sangat destruktif. Perusahaan kehilangan hampir Rp1 untuk setiap Rp1 pendapatan yang dihasilkan. Struktur biaya operasional jauh melampaui kemampuan monetizing bisnis.


​EPS -47.60: Kerugian per saham yang masif. Tidak ada nilai yang bisa didistribusikan ke pemegang saham; justru terjadi penggerusan ekuitas.


​B. Solvency & Liquidity (Sisi Balance Sheet)
​Current Ratio 1.01 : Sangat ketat. Aset lancar hampir sama dengan liabilitas jangka pendek. Jika ada piutang yang macet, perusahaan akan kesulitan likuiditas.


​Quick Ratio 0.74 : Di bawah 1.0, menunjukkan tanpa menjual persediaan (jika ada) atau aset lancar lainnya, perusahaan tidak mampu menutup kewajiban jangka pendek segera.


​Debt to Equity Ratio 0.10: Secara struktural utang bank rendah, namun liabilitas total 210B sangat besar dibanding ekuitas 38B. Hal ini karena perusahaan lebih banyak dibiayai oleh kewajiban operasional/utang usaha daripada modal sendiri.


​Return on Equity (ROE) -177.17%: Ekuitas pemegang saham terbakar habis oleh kerugian operasional dalam tempo yang sangat cepat.


​C. Cash Flow
​Cash from Operations 23B: Ada anomali positif di sini. Meskipun rugi secara akuntansi, arus kas operasi positif. Ini biasanya terjadi karena adanya depresiasi non-kas yang besar atau perusahaan menunda pembayaran ke supplier (peningkatan utang usaha).


​Cash from Financing 37B: Menunjukkan perusahaan masih melakukan penarikan dana (bisa dari aksi korporasi atau utang) untuk menambal lubang operasional.

Kesimpulan:
​CASH sedang berada dalam "Death Spiral" secara fundamental.
​Overvalued: Harga pasar saat ini (PBV 5.47x) mencerminkan ekspektasi pertumbuhan masa depan yang sangat optimis, padahal realitanya pendapatan justru anjlok 20% dan kerugian membengkak 100%.
​Solvabilitas: Ekuitas yang hanya 38B berisiko menjadi negatif jika kerugian 68B per tahun terus berlanjut di 2026.




​Sintesis Strategis: Fundamental vs Aksi Korporasi

​1. Operasional: Pivot dari Payment ke Ekosistem (PPOB & SaaS)
​Konteks Keuangan: Pendapatan turun 20%
110B dan rugi membengkak. Model bisnis lama sebagai payment gateway murni terbukti tidak menguntungkan (Net Profit Margin -92%).


​Analisis Aksi: Ekspansi ke PPOB, SaaS, dan penjualan alat telekomunikasi adalah upaya mencari margin yang lebih tebal dan recurring revenue. Namun, transisi ini butuh biaya pemasaran dan infrastruktur baru. Dengan Quick Ratio hanya 0.74, CASH tidak punya "peluru" tunai yang cukup untuk membiayai pivot ini tanpa suntikan modal luar.


​2. Permodalan: Right Issue Sebagai Napas Terakhir
​Konteks Keuangan: ROE -177.17% dan ekuitas tinggal 38B. Jika kerugian -68 B berulang di 2026, perusahaan akan mengalami Defisiensi Modal (Ekuitas Negatif).


​Analisis Aksi: Right Issue 2026 bukan untuk ekspansi yang agresif, melainkan Restrukturisasi Neraca. Aksi borong pengendali di harga Rp115-165 adalah upaya memperkuat psikologis pasar agar Right Issue mendatang tidak undersubscribed. Tanpa Right Issue yang sukses, CASH secara teknis berada di ambang kebangkrutan modal.


​3. Kepercayaan Internal: Kegagalan MESOP
​Konteks Keuangan: Harga wajar secara aset hanya Rp 27.

​Analisis Aksi: Tidak adanya karyawan/direksi yang mengambil opsi MESOP di harga Rp 67 (Januari 2026) adalah Red Flag besar.

Jika orang dalam (insider) yang paling mengerti dapur perusahaan tidak mau membeli saham di harga Rp 67, maka harga pasar saat ini (yang mencerminkan PBV 5.47x) sangatlah rawan koreksi (bubble kecil).


​CASH saat ini bukan lagi instrumen investasi berbasis nilai (Value Investing), melainkan murni Spekulasi Aksi Korporasi.

​Kesimpulan:
​Secara Fundamental: Perusahaan lemah. Pendapatan anjlok, ekuitas menguap, dan operasional tidak efisien. Harga wajar teoritis (Rp 20 - Rp 27) berada jauh di bawah harga pasar.


​Secara Strategis Manajemen sedang mencoba "menambal kapal bocor" dengan masuk ke bisnis retail/SaaS dan meminta modal baru ke pemegang saham (Right Issue). Kesuksesan pivot ini sangat diragukan dalam jangka pendek karena ketatnya persaingan di sektor PPOB dan SaaS.


Jangan "tertipu" oleh kenaikan harga sesaat. akibat aksi beli pengendali. Tanpa perbaikan Bottom Line (Laba Bersih), CASH tetaplah perusahaan yang sedang berjuang melawan likuidasi.

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG
Mohon maaf @WellsonLo pak
Apabila saya salah post dan khilaf
Mohon di maafkan
semoga stockbit maju terus dan makin rame

Sukses buat @Stockbit
Aplikasi dan sekuritas terbaik saat ini !
Menurut opini pendapat saya pribadi
Tidak di bayar tidak di endorse
Pure pendapat saya pribadi !

Happy chinese new year !

$CASH
$IDEA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CASH YB lemah

gua dah mau masuk 2 minggu gua lepas aja breeee yang nama inves ga ada yang takut di karung in $CASH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sell on news guys !
Awas di karungin bandarrr

$IHSG
$CASH
$IDEA

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy