


Volume
Avg volume
BTPN merupakan bank yang memfokuskan diri untuk melayani dan memberdayakan masyarakat berpendapatan rendah yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas prasejahtera produktif (mass market). Didirikan di Bandung, Jawa Barat, pada 1958 dengan nama Bapemil, bank berubah nama menjadi Bank Tabungan Pensiunan Nasional di tahun 1986. Saat ini BTPN berkantor pusat di Jakarta dengan cabang-cabang di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia. BTPN menawarkan berbagai jasa perbankan melalui enam unit bisnisnya. Pertama adalah BTPN Purna Bakti yang fokus pada segmen pensiunan dan prapensi... Read More
$BTPN
Pada 10 Maret 2026 , PT Bank SMBC Indonesia Tbk melaporkan bahwa perusahaan dan Obligasi Berkelanjutannya berhasil meraih peringkat idAAA (Triple A; Stable Outlook) dari PEFINDO.
Emitentrust.com- PEFINDO menegaskan peringkat idAAA untuk PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) dan obligasi yang beredar. Prospek dari peringkat Perusahaan adalah stabil. Peringkat tersebut terutama dipengaruhi oleh tingkat kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari Induk, Sumitom...

emitentrust.com

$BTPN Pefindo Tegaskan Peringkat Tertinggi idAAA untuk Bank SMBC Indonesia (BTPN), Outlook Stabil https://cutt.ly/otTYtlRS
NERACA
Jakarta – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) mengantongi laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp506 miliar pada 2025, turun 82% (year on year/yoy) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2,8 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan...

www.neraca.co.id

$BTPN ni jual beli nya kok susah bngt ya, mau beli mentok cuma sampe partial pd hal gw da antrian paling Ats, mau jual apalagi, ada yg tau GK sih cara kerja ni aplikasi jual beli nya gmn
JAKARTA – Pemerintah Norwegia terpantau memiliki saham 24 perusahaan tercatat di Indonesia, setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap daftar pemegang saham di atas 1%.
Sebanyak 24 emiten yang masuk dalam portofolio pemerintah Norwegia, terbagi sembilan sektor. Mulai dari saham kesehatan hingga...

www.idnfinancials.com

*(DAFTAR KEPEMILIKAN SAHAM DI ATAS 1% BANDAR NEGARA UNITED KINGDOM)*
*MORGAN STANLEY AND CO INTERNATIONAL PLC*
1. HILL
2. FILM
3. EMAS
4. BIPI
5. RATU
6. PTRO
7. POLY
8. LPKR
9. LCGP
10. JSPT
11. GOTO
*THE PRUDENTIAL ASSURANCE COMPANY LIMITED*
1. JSMR
*JPMORGAN CHASE BANK NA SINGAPORE BRANCH*
1. JSPT
2. LION
3. VIVA
4. ESTA
*JPMCB NA AIF CLT RE-THE SCOTTISH ORIENTAL SMALLER COMPANIES TRUST PLC*
1. HERO
2. CTRA
3. ARNA
4. UCID
5. SPTO
6. SMSM
7. PZZA
*INVESCO ASIAN FUND (UK)*
1. INTP
*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*
1. INTP
2. DEPO
3. CSAP
4. BATA
5. ACES
6. ROTI
*BARCLAYS CAPITAL SECURITIES LIMITED*
1. DEWI
2. BTPN
3. BSML
4. BNLI
5. SMKM
*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*
1. DEPO
2. CSAP
3. BATA
4. ACES
5. ROTI
6. ERAA
*JPMCB NA AIF CLT RE-FIDELITY ASIAN VALUES PLC*
1. CTRA
2. ARNA
3. SPTO
*CITIGROUP GLOBAL MARKETS LIMITED*
1. BTPN
2. BNLI
*JPMORGAN CHASE BANK, NATIONAL ASSOCIATION*
1. BEBS
*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P*
1. AMRT
2. KLBF
*ABERDEEN ASIA FOCUS PLC*
1. AKRA
*BLOOM INTERNATIONAL LTD*
1. UNIT
*JPMCB NA RE - SWEDBANK ROBUR SMALL CAP EMERGING MARKETS*
1. UCID
2. ARNA
3. PRDA
*GOLDMAN SACHS INTERNATIONAL*
1. SUGI
*CREDIT SUISSE SEC (EUROPE) LIMITED-94644000*
1. SUGI
2. LCGP
*NOMURA PB NOMINEES LTD*
1. PLAS
2. LCGP
*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P.*
1. KLBF
2. AMRT
*JP MORGAN SECURITIES PLC*
1. KAYU
2. BSML
*JPMCB NA RE - VANGUARD INTERNATIONAL VALUE FUND* (Negara United States)
1. SMSM
*UBS AG, LONDON* (Negara SWITZERLAND)
1. BTPN
2. BTEL
3. BSML
4. BDMN
5. ARNA
6. ZATA
7. TLDN
8. SATU
9. PLAS
10. ELSA
11. BTPN
12. BTEL
13. BSML
14. BDMN
15. ARNA
Tag : $ROTI $DEWI $BTPN
KABARBURSA.COM – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatat laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp506 miliar pada tahun buku 2025. Kinerja ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya seiring peningkatan pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di...

www.kabarbursa.com

JAKARTA – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) tercatat membukukan laba bersih menyusut drastis hingga 82% secara tahunan pada akhir Desember 2025 menjadi Rp505,6 miliar dari Rp2,8 triliun pada akhir 2024 lalu.
Padahal, kredit SMBC Indonesia masih tumbuh 3,3% menjadi Rp185,4 triliun, didorong kinerja...

www.idnfinancials.com

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatat penurunan tajam laba pada 2025 seiring melonjaknya pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas ind...

www.cnbcindonesia.com

$BTPN
Halo rekan-rekan investor! Mari kita bedah performa fundamental PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan kode emiten BTPN sepanjang tahun 2025. Ada beberapa poin krusial yang wajib kalian cermati sebelum mengambil keputusan investasi pada saham ini:
**1. Ekspansi Bisnis Inti Masih Berjalan**
Secara *top-line*, BTPN masih mencatatkan pertumbuhan. Total aset perusahaan naik tipis menjadi Rp 245,84 triliun dibandingkan Rp 241,09 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, penyaluran kredit kotor perusahaan juga berekspansi dari Rp 149,97 triliun menjadi Rp 155,01 triliun. Pertumbuhan kredit ini sukses mendongkrak pendapatan bunga dan syariah naik dari Rp 23,58 triliun menjadi Rp 24,23 triliun.
**2. Profitabilitas (Laba) Terjun Bebas**
Meski pendapatan bunganya naik, kalian harus sangat waspada melihat performa *bottom line*-nya. Laba operasional anjlok sangat parah dari Rp 4,10 triliun di tahun 2024 menjadi hanya Rp 323,9 miliar di 2025. Lebih lanjut, perusahaan mencetak rugi dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp 102,1 miliar, berbanding terbalik dengan posisi untung Rp 3,21 triliun pada tahun lalu.
Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemegang saham entitas induk pun menyusut tajam dari Rp 2,81 triliun menjadi sisa Rp 505,5 miliar. Tentu saja, hal ini memukul Laba Per Saham Dasar (EPS) turun telak dari Rp 279 menjadi hanya Rp 47 per saham. Di sisi lain, ekuitas perusahaan juga ikut tergerus menjadi Rp 53,45 triliun dari Rp 54,74 triliun.
**3. Biang Kerok Anjloknya Laba: Lonjakan Pencadangan (Provisi)**
Mengapa laba bank bisa hancur ketika pendapatan bunganya justru naik? Penyebab utamanya ada pada lonjakan pencadangan kerugian. Pada tahun 2025, BTPN mencatatkan pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif yang meroket drastis hingga Rp 8,04 triliun, angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 3,89 triliun. Bank menahan labanya sebagai bantalan pencadangan untuk meredam risiko memburuknya kualitas aset, langkah "bersih-bersih" yang berakibat langsung menggerus margin keuntungan tahun berjalan.
**Arahan Investasi (Actionable Advice):**
* **Bagi Investor Jangka Pendek (Wait and See):** Anjloknya EPS dari Rp 279 menjadi Rp 47 adalah sentimen negatif yang sangat berat untuk harga sahamnya di bursa. Lonjakan biaya provisi menunjukkan bahwa bank sedang berada dalam fase konsolidasi pembersihan risiko. Sangat disarankan untuk *wait and see*, jangan sembarangan menangkap pisau jatuh. Tunggu konfirmasi membaiknya beban provisi atau kualitas aset pada rilis kuartalan berikutnya.
* **Bagi Investor Jangka Panjang (Value Investing):** Inti dari bisnis perbankan, yaitu penyaluran kredit dan penghasilan bunganya, sesungguhnya masih mencatatkan pertumbuhan. Perlu diingat, biaya pencadangan bukanlah kerugian kas secara langsung, melainkan manajemen risiko konservatif untuk mengamankan neraca masa depan. Jika harga saham dihukum pasar terlalu dalam (diskon gila-gilaan) akibat rilis laba yang buruk ini, valuasi *Price to Book Value* (PBV) BTPN mungkin menjadi atraktif. Analisa kembali secara mendalam valuasi teknikal dan fundamentalnya, dan cicil beli bertahap jika kalian yakin strategi pencadangan ekstra BTPN ini akan membuat neracanya super kuat di siklus ekonomi mendatang.
Jaga selalu manajemen risiko portofolio saham kalian!
https://cutt.ly/XtE2ftvU
hayo, yg belom bayar pinjolnya jenius $BTPN nih bisa jadi penyebabnya..
soalnya $BTPS nya oke padahal laba Q4 nya.
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hari ini, Senin 2 Maret 2026, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) telah melakukan pembayaran bunga obligasi ke-2 untuk Obligasi Berkelanjutan V BTPN Tahap III Tahun 2025 Seri A dan seri B senilai total Rp12,48 miliar.
Corporate Secretary BTPN Eneng Yulie Andrianie dalam...

stockwatch.id

Kalo entry saham itu ga usah banyak-banyak brok, yang ada nanti susah pantaunya aplagi klo pada minus semua duitlu malah habis dan psikologis lu gak akan stabil karna tebar jala.
mending cukup 1-3 saham aja itu bisa maksimalkan pantauan lu dan kalo misalnya modal lu unyu-unyu mending fokus 1 saham yang bener-bener likuid dan profitable.
di stream aja cuma bisa tag maksimal 3 saham ➡️ $BMRI $BTPN $HUMI
follow untuk dapat lebih banyak tips selanjutnya 💡
Sejumlah bank terbesar Asia tengah bersiap mengajukan penawaran untuk aset ritel HSBC di Indonesia. Nama-nama besar seperti DBS, OCBC $NISP , UOB, CIMB Group $BNGA , hingga Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG) $BTPN disebut masuk dalam daftar calon pembeli. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi mereka di pasar Indonesia, salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
HSBC sendiri sedang melakukan tinjauan strategis atas bisnis ritelnya di beberapa negara, termasuk Indonesia, Australia, dan Mesir. Binding bids dijadwalkan masuk pada pertengahan Maret 2026. Jika transaksi ini terealisasi, aset HSBC Indonesia bisa bernilai lebih dari US$200 juta, sekaligus membuka babak baru persaingan perbankan regional di pasar domestik.
Naskah dan Desain : Asep Suherman
#HSBC #PerbankanAsia #IndonesiaFinance #BankRitel #EkonomiAsia

Sejumlah Bank Besar Asia Dikabarkan Incar Bisnis Bank Konsumer HSBC di Indonesia
Bloomberg melaporkan bahwa beberapa bank besar di Asia — termasuk DBS Group Holdings Ltd., Oversea–Chinese Banking Corp., United Overseas Bank Ltd., CIMB Group Holdings Bhd., dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. — sedang dalam tahap penawaran untuk mengakuisisi bisnis konsumer HSBC Holdings Plc di Indonesia. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa valuasi penjualan bisnis konsumer HSBC di Indonesia dapat mencapai lebih dari US$200 juta, dengan penawaran yang mengikat kemungkinan diajukan pada pertengahan Maret 2026. HSBC sebelumnya mengumumkan sedang melakukan strategic review terhadap bisnis ritelnya di Australia, Indonesia, dan Mesir, meski belum ada keputusan yang dibuat.
[Sumber: Bloomberg]
$NISP $BNGA $BTPN
__________
Stockbit Sekuritas
oke lanjut part 20 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (ITMG, BNGA, BTPN)
$ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Produsen batubara termal (eksport oriented), Integrated coal mining (IUP, hauling, port, trading), Kontraktor tambang & coal trading.
Mulai masuk ke:
- Renewable energy (terutama solar)
- Critical minerals (akuisisi NICE – nikel)
- Mining services sebagai growth driver baru
Karakter bisnis:
- Cyclical (harga coal sangat mempengaruhi laba)
- Cash generator saat supercycle
- Strong dividend payer
2021 Recovery phase. Neraca sehat. Coal rebound
2022 Supercycle peak. Cash melimpah. Harga energi global spike
2023 normalisasi. Laba turun tapi sehat. Harga coal turun
2024 Stabilisasi. Capex mulai agresif. Pasar lebih rasional
2025 Mid-cycle. Transition Phase. Diversifikasi mulai terlihat. Coal sideways
Strategi capex:
- Cash dari coal → diputar ke growth optionality
- Tidak ekspansi brutal saat harga tinggi (discipline bagus)
- Tetap jaga net cash
Normalized mid-cycle EPS wajar ≈ Rp 6,000 – 7,000
Fair PE = 5–6x
Fair Value Range: Rp 30,000 – 36,000 per share.
Komoditas harus dibeli saat low multiple on depressed earnings, bukan saat peak earnings.
$BNGA – PT Bank CIMB Niaga Tbk
bank KBMI 4 dengan fokus:
- Corporate banking
- Commercial & SME
- Consumer banking (KPR, KPM, kartu kredit, personal loan)
- Treasury & capital market
- Unit Usaha Syariah (UUS terbesar berdasarkan aset)
Model bisnis:
Funding kuat (CASA besar) → disalurkan ke kredit korporasi & consumer → jaga NIM & risk cost → fee income dari treasury & digital.
2021, laba bersih ±4.1T, Normalisasi CKPN, Recovery pasca Covid
2022, laba bersih ±5.0T, Stabil, Suku bunga naik
2023, labar bersih ±6.5T, Core growth, NIM peak
2024, laba bersih ±7.1T, Core, Kredit moderat
2025, laba bersih ±6.8T, CKPN naik, Likuiditas ketat
2023–2025 sudah masuk fase stabilized profitability.
BNGA bukan growth story, tapi dividend compounder.
Karakter BNGA:
- ROE 14–15%
- CAR sangat kuat (>20%)
- CASA kuat
- Digital adoption tinggi
- Risk profile relatif terkendali
harga wajar di kisaran 10-13x = 2.700 – 3.200 per share
lanjut BTPN,
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (d/h $BTPN ) bergerak di:
- Kredit UMKM
- Mass market lending
- Corporate & commercial banking
- Treasury & funding
- Digital banking segment
- Syariah (entitas anak)
Fokus: segmented banking dengan risk-based pricing.
fase dan Siklus
2021 Recovery pasca pandemi, Stabilisasi kredit, UMKM & mass retail masih restrukturisasi
2022 Early expansion, Kredit mulai tumbuh, BI rate mulai naik
2023 Normalisasi, Margin tertekan funding cost, Kompetisi CASA tinggi
2024 Konsolidasi + rebranding SMBC, Struktur funding membaik, Kredit selektif
2025 Re-acceleration, Kredit korporasi & mass market naik, Likuiditas membaik
Strategi manajemen
2021 Jaga CASA, tekan cost of fund
2022 Geser ke time deposit untuk stabilitas
2023 Aktif tarik dana institusi (SMBC network)
2024 Optimalisasi securities portfolio
2025 Kombinasi CASA + repo + wholesale
fair di 9-13x eps = 3.300 – 4.700 per share
BTPN / SMBC Indonesia saat ini:
➡ Fase: Stabil growth bank
➡ Bukan growth story eksplosif
➡ Cocok untuk hold & yield play