4,130

-40

(-0.96%)

Today

14,100

Volume

107,878

Avg volume

Company Background

PT Bank Permata Tbk (PermataBank) merupakan hasil merger lima bank dibawah pengawasan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yaitu PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Ekspress, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot di tahun 2002. PT Bank Permata Tbk. atau BNLI merupakan entitas asosiasi dari PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank. Fokus bisnis perseroan adalah di retail banking dan wholesale banking. Pada 2018 Perseroan didukung 323 kantor cabang yang tersebar di 62 kota di Indonesia dan didukung oleh 16 mobile branch, 23 layanan satu atap syariah, dan 1.005 jaringan ATM yang terhubu... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indonesia Investment Authority (INA) akhirnya buka suara menyusul kabar Ridha Wirakusumah yang disebut mundur dari jabatannya sebagai petinggi di lembaga pengelola investasi nasional itu.
"Ridha Wirakusumah akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai CEO INA sesuai pengangkatan pada 2021," tulis mana...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indonesia Investment Authority (INA) akhirnya buka suara menyusul kabar Ridha Wirakusumah yang disebut mundur dari jabatannya sebagai petinggi di lembaga pengelola investasi nasional itu.
Manajemen INA menyatakan, kabar seputar pengunduran diri Ridha perlu dikoreksi. "Ridha Wirakusumah akan menyeles...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA) Ridha DM Wirakusumah dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Berdasarkan sumber Katadata.co.id, Ridha telah menyampaikan pengunduran dirinya ke dewan direksi dan vice president atau wakil presiden. Padahal, seharusnya Ridha masih menjab...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun menyebut Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi terpilih menjadi kandidat calon dewan pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
“Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi (calon CEO INA),” kata Misbak...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun menyebut Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi sebagai kandidat kuat untuk memimpin Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
“Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi (calon CEO INA),” kata Misbakhun kepada...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ridha D. M. Wirakusumah dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Direktur atau CEO Indonesia Investment Authority (INA).
Berdasarkan sumber Katadata.co.id, Ridha telah menyampaikan pengunduran dirinya ke dewan direksi dan Vice President atau Wakil Presiden. Padahal seharusnya...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ridha D. M. Wirakusumah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Direktur atau CEO Indonesia Investment Authority (INA).
Berdasarkan sumber Katadata.co.id, Ridha telah menyampaikan pengunduran dirinya ke dewan direksi dan Vice President atau Wakil Presiden. Padahal seharusnya Ridha masi...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI $IHSG

oke lanjut part 6 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 2 emiten dulu (BNLI, UNVR)

$BNLI
2021, fase 🟡 Post-pandemic recovery. Turnaround. ROE rendah, banyak CKPN
2022, fase 🟡 Stabilizing. Cleanup. Kredit & risk masih berat
2023, fase 🟢 Re-acceleration. Growth phase. Loan growth mulai jalan
2024, fase 🟢 Scaling. Mid-tier bank. Profit double
2025, fase 🟢 Mature growth. Cash generator. stabil, bukan turnaround lagi
Bank Permata ini mid-tier improving bank. ROE naik. jadi harga wajar di 9-11x eps. 892-1.089 per share.

BNLI – Faktor eksternal yang bisa menaikkan revenue:
- Penurunan suku bunga BI → permintaan kredit naik (KPR, konsumsi, UMKM).
- Pertumbuhan GDP Indonesia di atas 5% → ekspansi bisnis & kredit korporasi meningkat.
- Stabilitas rupiah → risiko kredit turun, ekspansi lebih agresif.
- Likuiditas perbankan longgar → penyaluran kredit lebih mudah.
- Pemulihan sektor properti → pertumbuhan KPR.
- Konsumsi rumah tangga naik → kartu kredit & consumer loan tumbuh.
- Regulasi pro-pertumbuhan (relaksasi LTV, dukungan UMKM) → percepat loan growth.
- Digitalisasi transaksi nasional meningkat → fee based income naik.
Intinya: BNLI diuntungkan saat ekonomi ekspansi + bunga turun + kredit tumbuh.

$UNVR
2021, fase 🟡 Mature Growth. Margin tinggi, ROE ekstrem.
2022, fase 🟡 Early Slowdown. Cost pressure mulai muncul.
2023, fase 🔴 Earnings compression. Sales turun, margin turun.
2024, fase 🔴 Reset/Bottoming. Capex normal, growth lemah
2025, fase 🟢 Stabilizing. Leaner setelah divestasi
UNVR lagi fase portfolio simplification + cash cow optimization. arahnya manajemen membuat perusahaan lebih ramping, lebih fokus, lebih cash heavy. mungkin harga wajar di 15-16x eps. 1500-1600 per share.

UNVR – Faktor eksternal yang bisa menaikkan revenue:
- Daya beli masyarakat naik → volume FMCG meningkat.
- Inflasi moderat yang bisa diteruskan ke harga → revenue naik lewat pricing.
- Harga bahan baku turun (CPO, kemasan, freight) → margin membaik.
- Rupiah menguat → biaya impor bahan baku lebih rendah.
- Consumer confidence tinggi → konsumsi non-diskresioner & personal care naik.
- Pertumbuhan e-commerce & modern trade → distribusi makin luas.
- Stimulus pemerintah (bansos, kenaikan UMP) → konsumsi harian terdorong.
- Stabilitas politik → belanja rumah tangga lebih percaya diri.
Intinya: UNVR diuntungkan saat konsumsi domestik kuat + biaya input terkendali.

seperti biasa, jadi kalau secara valuasi masih masuk akal, dan dibawah harga saat ini. mungkin tepat waktunya ambil posisi. plus jika ke depan faktor eksternal ternyata positif, efeknya revenue naik, dan endingnya biasanya pasar akan mengapresiasi harga sahamnya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

News Update
👉 IHSG Sesi I Melemah -0,38 Persen di Level 8.259.
👉 Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional.
👉 Hashim sebut emiten dengan price to earning tinggi merupakan saham anomali atau red flag.
👉 PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara beli 158.115.000 lembar saham $INET diharga Rp364.
👉 MYOH infokan setoran Modal sebesar Rp270 M ke PT Sentra Terra Indonesia (Entitas Anak).
👉 PT Esta Dana Ventura beli 130jt lembar saham $ESTA diharga Rp 346/saham.
👉 WIFI - Bina Karya Jalin Sinergi Garap Infrastruktur Digital IKN.
👉 $BNLI Catat Laba Rp3,6 Triliun pada Akhir 2025.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI

Halo, Sobat Investor! Senang sekali kamu bertanya. Mari kita bedah laporan keuangan tahunan **Bank Permata Tbk (BNLI)** per **31 Desember 2025** ini.

Sebagai mentor saham kamu, saya melihat BNLI sedang memainkan strategi "Efisiensi Dana" yang sangat disiplin. Mereka tidak mengejar pertumbuhan pendapatan bunga secara agresif, tapi mereka sangat pintar menekan biaya dana. Ini adalah tanda manajemen yang *prudent* (berhati-hati) dan fokus pada margin.

Berikut adalah analisis mendalam saya untuk portofolionya:

### 1. Kinerja Laba: Stabil dengan Efisiensi Biaya Bunga
Secara *bottom line*, Bank Permata mencatatkan laba bersih sebesar **Rp3,59 triliun**, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya (Rp3,57 triliun).

* **Apa yang menarik?** Pendapatan bunga mereka sebenarnya sedikit turun (dari Rp17,2 T menjadi Rp17,0 T). Namun, mereka berhasil menekan **Beban Bunga** secara signifikan dari Rp7,36 T menjadi Rp7,01 T.
* **Insight Mentor:** Ini artinya bank tidak perlu "ngoyo" cari nasabah kredit baru secara sembarangan, tapi mereka sukses membuang dana mahal (deposito) dan menggantinya dengan dana murah. Ini bagus untuk menjaga *Net Interest Margin* (NIM).

### 2. Strategi CASA (Dana Murah) yang Cemerlang
Inilah sorotan utama laporan keuangan 2025 ini. Coba perhatikan pergeseran struktur dana pihak ketiga (DPK) mereka:

* **Giro (Pihak Ketiga)** melonjak drastis dari Rp53,3 T menjadi **Rp65,6 T**.
* **Tabungan (Pihak Ketiga)** naik dari Rp31,5 T menjadi **Rp37,6 T**.
* **Deposito Berjangka (Pihak Ketiga)** justru turun dari Rp69,8 T menjadi **Rp60,8 T**.

**Analisa Mentor:** Manajemen BNLI sengaja mengurangi ketergantungan pada Deposito (yang bunganya mahal) dan berhasil menggenjot Giro dan Tabungan (CASA - *Current Account Saving Account*). Bagi investor, ini sinyal positif fundamental yang kuat karena *Cost of Fund* bank menjadi lebih murah.

### 3. Pertumbuhan Kredit & Kualitas Aset
* **Penyaluran Kredit:** Kredit yang diberikan kepada pihak ketiga tumbuh dari Rp155,1 T menjadi **Rp163,4 T**. Pertumbuhan sekitar 5,3% ini tergolong moderat dan sehat di tengah ekonomi yang menantang.
* **Kualitas Aset (NPL):** Bank menjaga risiko dengan baik. NPL Gross berada di level **2,08%** (naik tipis dari 2,05%) dan NPL Net membaik menjadi **0,24%** (turun dari 0,35%).
* **Pencadangan (CKPN):** Bank tetap konservatif dengan meningkatkan beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif menjadi Rp1,78 triliun dibandingkan tahun lalu Rp1,28 triliun. Ini langkah "sedia payung sebelum hujan" yang baik.

### 4. Arus Kas
Arus kas operasional positif bersihnya menurun menjadi Rp4,43 T dibandingkan Rp7,87 T tahun lalu.
* **Jangan panik dulu.** Penurunan arus kas operasional di bank seringkali karena uang kas keluar untuk disalurkan menjadi kredit. Selama kreditnya lancar, ini adalah investasi untuk pendapatan masa depan.

### 5. Dividen
BNLI tercatat membagikan dividen kas sebesar **Rp1,08 triliun** pada periode ini. Bagi investor pencari *passive income*, ini menunjukkan komitmen bank untuk membagi keuntungan kepada pemegang saham, meskipun fokus mereka juga pada penguatan modal.

---

### 💡 Kesimpulan Mentor: Buy, Hold, atau Sell?

**Posisi: HOLD / ACCUMULATE (Koleksi Bertahap)**

Laporan keuangan 2025 ini menunjukkan BNLI adalah bank yang **sehat dan efisien**.
* **Kekuatan:** Struktur dana murah (CASA) yang membaik drastis dan manajemen risiko (NPL Net) yang sangat rendah.
* **Kelemahan:** Pertumbuhan *top line* (pendapatan bunga) yang stagnan. Jangan berharap saham ini akan "terbang" (multibagger) dalam waktu singkat karena pertumbuhannya konservatif.

**Saran Investasi:**
Saham ini cocok untuk investor defensif yang mencari stabilitas dan dividen. Jika kamu sudah punya, pertahankan. Jika belum, boleh masuk saat harga terkoreksi, karena fundamental bank ini semakin solid berkat efisiensi biaya dana.

Tetap bijak dalam mengambil keputusan, dan selalu sesuaikan dengan profil risiko kamu ya!

https://cutt.ly/etnDHxvR

RANDOM TAG $PNBN $BTPN

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Permata Tbk. (BNLI) atau Permata Bank mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp3,58 triliun sepanjang 2025. Perolehan itu hanya naik tipis 0,6% secara tahunan atau year on year (yoy) dari setahun sebelumnya.
Berdasarkan lapo...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI pada Q4 2025 membukukan Laba Bersih Rp 705 B atau turun -9.77% dibanding Q4 2024 sebesar Rp 781 B. Pada perdagangan saat ini, PE Ratio (TTM) perseroan berada di level 40.74x.

Pendapatan menurun -4.24% menjadi Rp 4,608 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 68.42% dibandingkan dengan 59.66% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat naik 9.82% menjadi Rp 3,152.74 B.

Sementara itu Beban Keuangan $BNLI tercatat sebesar Rp 0.

Dari sisi Arus Kas, $BNLI melaporkan negative Operating Cashflow sebesar Rp (6,437 B). Selain itu, emiten telah menyerap Capex pada periode ini senilai Rp (99 B) sehingga Free Cash Flow tercatat Rp (6,536 B).

Data tersaji dalam kuartalan, bukan year to date.

Selengkapnya Data Finansial bisa diakses http://stockbit.com/symbol/BNLI/financials

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $BNLI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI
Laporan Keuangan Tahunan Bank Permata Tbk (BNLI) Tahun 2025:
Bank Permata Tbk mencatat kinerja keuangan yang stabil dan positif sepanjang tahun 2025.
•Total aset meningkat menjadi Rp268,34 triliun dari Rp259,07 triliun pada tahun 2024.
•Total liabilitas naik menjadi Rp222,49 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh menjadi Rp45,85 triliun dari Rp42,60 triliun.
•Laba bersih tahun 2025 mencapai Rp3,59 triliun, naik tipis dari Rp3,57 triliun di 2024, menunjukkan profitabilitas yang terjaga.
Pendapatan bunga sebesar Rp17,03 triliun, dengan efisiensi beban bunga menjadi Rp7,01 triliun.
•Laba komprehensif naik signifikan menjadi Rp4,32 triliun dibandingkan Rp3,52 triliun pada 2024, ditopang oleh peningkatan nilai wajar aset keuangan dan cadangan revaluasi.
•Auditor KAP Rintis, Jumadi, Rianto Rekan memberikan opini wajar tanpa modifikasian, menandakan laporan keuangan tersaji secara andal.

Kesimpulan akhir:
Bank Permata Tbk berhasil mempertahankan pertumbuhan aset, menjaga profitabilitas, serta memperkuat posisi modal di 2025 dengan tata kelola yang baik dan hasil audit yang positif.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PMMP LK Full Year 2024: Auditor Tidak Memberikan Opini, Apakah Auditor Pun Pusing Baca Laporan Keuangan?

Bingung auditornya mau kasi opini apa setelah lihat laporan keuangan PMMP.
PMMP jadi salah satu saham yang paling telat rilis LK Full Year 2024. Tapi sayangnya, telat tidak berarti akurat, karena auditor PMMP pun sampai pusing baca laporan keuangan PMMP. Ini tipe kasus yang bikin investor tidak cukup hanya lihat angka rugi atau laba, karena problemnya ada di level kredibilitas data. Opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer of Opinion) itu bukan catatan kecil, itu sinyal bahwa auditor tidak bisa memastikan angka-angka utama bisa dipertanggungjawabkan. Kalau fondasinya saja goyang, analisis margin, rasio, sampai valuasi jadi seperti ngukur suhu pakai jam tangan. Dan di pasar, begitu kepercayaan hilang, biaya modal biasanya langsung naik dan opsi perusahaan menyempit. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Alasan disclaimer-nya jelas dan tidak enak dibaca. Sepanjang 2024 ada penyesuaian operasional dan organisasi, termasuk pengurangan karyawan dan penutupan sementara beberapa lokasi, lalu efeknya merembet ke hal yang paling krusial di audit, dokumen pendukung tidak bisa ditelusuri dengan memadai. Auditor menyebut dampaknya material dan menyeluruh, artinya bukan cuma satu akun bermasalah, tetapi bisa mengganggu laporan posisi keuangan, laba rugi, perubahan ekuitas, sampai arus kas. Ini juga berarti investor harus menganggap angka-angka 2024 lebih mirip klaim manajemen daripada hasil yang sudah lolos verifikasi independen. Dalam kondisi seperti ini, pertanyaan inti berubah dari berapa laba, menjadi apakah angka ini bisa dipercaya. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi trend kinerja, 2024 adalah patahan keras dibanding 2023. Penjualan bersih turun dari USD 187,8 juta menjadi USD 71,8 juta, turun sekitar 61,8%. Di saat penjualan anjlok, perusahaan mencatat write-off persediaan USD 82,6 juta, nilainya bahkan sekitar 115,0% dari penjualan 2024, jadi wajar rugi melebar seperti jurang. Hasil akhirnya rugi bersih USD 122,9 juta, sementara 2023 cuma laba USD 81.247, jadi bukan sekadar turun, ini perubahan rezim bisnis. Secara skala, rugi itu setara sekitar 171,2% dari penjualan 2024, margin negatif yang menandakan ada kombinasi masalah harga, volume, biaya, dan pembebanan write-off yang sangat besar.

Di neraca, skala masalahnya makin terang benderang. Total aset USD 220,7 juta, total liabilitas USD 257,1 juta, sehingga ekuitas menjadi negatif atau defisiensi modal USD 36,4 juta. Ekuitas negatif itu bukan cuma angka, itu artinya perusahaan hidup dalam posisi di mana kewajiban lebih besar dari sumber daya, dan ruang toleransi bank biasanya makin tipis. Lalu sisi likuiditasnya benar-benar ketat, kas turun dari USD 11,5 juta menjadi USD 677.394, turun sekitar 94,1%. Dengan kas setipis ini, perusahaan praktis bergantung pada perpanjangan fasilitas, renegosiasi, dan kelancaran penagihan, jadi setiap gangguan kecil bisa terasa besar.

Masuk ke risiko kredit, 2024 ditandai pelanggaran covenant di banyak bank. Nama-nama banknya bukan bank kecil, ada Bank Permata, Indonesia Eximbank, SMBC, Bank Maspion, JTrust, dan BCA. Dari sisi skala eksposur yang disebutkan, Permata $BNLI tercatat USD 51.199.512, $BBCA USD 48.301.605, Eximbank USD 31.151.705, total tiga kreditur ini saja sekitar USD 130,7 juta. Kalau dibandingkan kas akhir 2024 USD 677.394, eksposur itu kira-kira 192,9 kali kas, jadi wajar kalau posisi tawar perusahaan di meja negosiasi tidak nyaman. Tambahan lagi, write-off persediaan itu sensitif karena persediaan sering jadi bagian dari jaminan, jadi bank tidak hanya melihat rugi, tetapi juga melihat kualitas agunan dan kualitas informasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

BBCA dan Bank Permata pun bisa khilaf kasi kredit ke PMMP. Jadi tak ada bank yang sempurna. Mereka pun bisa salah kasi kredit ke debitur bermasalah.

Bagian yang memberi napas adalah langkah manajemen dan dukungan pemegang saham pengendali. Pemegang saham mayoritas menyatakan dukungan, lalu ada restrukturisasi pinjaman Permata pada 22 Desember 2025 menjadi beberapa term loan dengan tenor sampai 120 bulan, dan disebut ada skema bunga 0% sampai 1% untuk mengapitalisasi bunga tertunggak, ini bentuk penyelamatan likuiditas. JTrust juga sudah lunas pada 30 Juni 2025, setidaknya satu sumber tekanan selesai. Manajemen juga bicara efisiensi biaya, optimalisasi operasional, fokus pelanggan ekspor, dan penyesuaian harga bertahap untuk merespons kebijakan anti-dumping demi memperbaiki margin. Namun secara logika, restrukturisasi itu membeli waktu, bukan otomatis memperbaiki demand, pricing power, dan tata kelola dokumen.

Jadi PMMP ini adalah saham special situation, bukan saham kualitas. Trend-nya menunjukkan kontraksi skala bisnis, lalu skala rugi dan write-off menunjukkan ada masalah yang lebih dari sekadar siklus, dan disclaimer membuat keandalan data jadi masalah utama. Keunggulan potensialnya ada pada dukungan pengendali dan bukti restrukturisasi yang nyata, jadi peluang rebound tetap ada jika operasional pulih dan kontrol internal dibenahi. Kelemahannya juga keras, ekuitas negatif, kas sangat tipis, covenant breach, dan reputasi laporan keuangan yang terganggu, semua ini bisa menahan re-rating meski ada perbaikan laba. Jadi, kalau PMMP rilis LK Full Year 2024 lambat, investor sebaiknya tidak terpukau kecepatan dan akurasi, yang menentukan itu apakah opini audit membaik, arus kas operasi pulih, dan angka-angka sudah bisa ditelusuri tanpa drama.

📌 Makna disclaimer untuk investor
• 🚫 Auditor tidak bisa memberi opini kewajaran
◦ 🧾 Bukti audit tidak cukup dan tidak tepat
◦ 🌪️ Dampak material dan menyeluruh
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📉 Trend kinerja 2023 ke 2024
• 📦 Penjualan USD 187,8 juta ke USD 71,8 juta turun 61,8%
• 🧨 Rugi bersih 2024 USD 122,9 juta
• 🧯 Laba 2023 hanya USD 81.247
• 🧱 Write-off persediaan USD 82,6 juta sekitar 115,0% dari penjualan 2024

🏦 Skala neraca dan likuiditas
• ⚖️ Aset USD 220,7 juta vs liabilitas USD 257,1 juta
◦ 🕳️ Ekuitas negatif USD 36,4 juta
• 💧 Kas USD 11,5 juta ke USD 677.394 turun 94,1%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧷 Risiko kredit dan covenant
• 🚨 Covenant breach di banyak bank
• 🏛️ Eksposur besar yang disebutkan
◦ 🟦 Permata USD 51,2 juta
◦ 🟧 BCA USD 48,3 juta
◦ 🟩 Eximbank USD 31,2 juta
◦ 🧮 Total USD 130,7 juta sekitar 192,9 kali kas akhir 2024

🛠️ Respons manajemen yang konkret
• 🤝 Dukungan pemegang saham pengendali
• 🧩 Restrukturisasi Permata 22 Desember 2025
◦ ⏳ Tenor sampai 120 bulan
◦ 🪙 Bunga 0% sampai 1% untuk kapitalisasi bunga tertunggak
• ✅ JTrust lunas 30 Juni 2025
• 🎯 Fokus efisiensi, pelanggan ekspor, penyesuaian harga anti-dumping
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🔭 Potensi vs kelemahan inti
• 🌱 Potensi
◦ 🧲 Dukungan pengendali plus restrukturisasi memberi runway
• ⚠️ Kelemahan
◦ 🕳️ Ekuitas negatif dan kas tipis
◦ 🧾 Kredibilitas angka terganggu sampai bukti audit pulih

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

10. Arus Transaksi $ARTO
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian 🔽. Volume bid mencapai 11,85%, sementara volume offer mencapai 47,11% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume 🔽 2,27 juta dari hari sebelumnya, atau banyak dilepas asing 🔽 jika dibanding hari sebelumnya dengan aksi jual 47,11% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 11,85% dari total volume transaksi.
💡 Trading Idea: Entry : 1.670 - 1.680; TP 1: 1.770 - 1.810; TP 2: > 2.000; Stop-Loss: < 1.670. Selama penutupan bertahan di atas 1.670, support tetap terjaga.

11. Arus Transaksi $BRIS
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian 🔽. Volume bid mencapai 8,92%, sementara volume offer mencapai 30,01% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume 🔽 2,87 juta dari hari sebelumnya, atau banyak dilepas asing 🔽 jika dibanding hari sebelumnya dengan aksi jual 30,01% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 8,92% dari total volume transaksi.
💡 Trading Idea: Entry : 2.380 - 2.400; TP 1: 2.520 - 2.600; TP 2: > 2.900; Stop-Loss: < 2.380. Selama penutupan bertahan di atas 2.380, support tetap terjaga.
💡 Sentimen: 🗞 06 Feb 2026 - *Tumbuh Minimalis, BRIS 2025 Tabulasi Laba Rp7,56 Triliun*, selengkapnya https://cutt.ly/stb7uACB

12. Arus Transaksi $BNLI
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan 🔼. Volume bid mencapai 1,09%, sementara volume offer mencapai 0,72% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume 🔼 0,00 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan 🔼 200,00% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 1,09% dari total volume transaksi.
💡 Trading Idea: Entry : 4.020 - 4.060; TP 1: 4.270 - 4.380; TP 2: > 4.800; Stop-Loss: < 4.020. Selama penutupan bertahan di atas 4.020, support tetap terjaga.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI

Halo, Rekan Investor. Mari kita duduk sejenak dan bedah "fenomena" yang sedang terjadi pada **PT Bank Permata Tbk (BNLI)**. Sebagai mentor Anda, tugas saya adalah membantu Anda melihat melampaui euforia kenaikan harga dan fokus pada apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Berikut adalah analisa komprehensif saya untuk strategi investasi Anda di BNLI per awal 2026:

### 1. Fundamental: "Benteng Kuat, Tapi Mesin Belum Ngebut"
Secara fundamental, BNLI di bawah kendali Bangkok Bank telah berubah menjadi benteng yang sangat kokoh, namun profitabilitasnya belum sepadan dengan harganya saat ini.

* **Kekuatan Modal Super (The Shield):** BNLI memiliki permodalan yang sangat tebal. *Capital Adequacy Ratio* (CAR) mencapai **35%**, jauh di atas rata-rata industri. Ini ibarat bank yang punya "baju zirah" sangat tebal untuk menahan krisis apa pun.
* **Perbaikan Struktur Dana (The Fuel):** Manajemen berhasil meningkatkan dana murah (CASA) secara signifikan menjadi **60,5%**. Ini prestasi bagus karena menurunkan biaya dana (*Cost of Fund*), yang krusial saat suku bunga nanti turun.
* **Laba Tumbuh, Tapi Moderat:** Laba bersih Kuartal III-2025 tercatat **Rp2,88 triliun** (naik 3,49% YoY). Pertumbuhannya positif, tapi tidak "meledak" seperti harga sahamnya.
* **Kualitas Aset:** Manajemen risiko sangat *prudent* (hati-hati). NPL Gross terjaga di 2,1% dengan *coverage* (cadangan kerugian) yang melimpah ruah di angka **351%**. Mereka sangat konservatif, yang bagus untuk keamanan jangka panjang.

### 2. Valuasi: "Harga Ferrari, Mesin Sedan?" (Waspada!)
Ini adalah poin paling krusial yang harus Anda perhatikan. Jangan sampai terjebak membeli di pucuk karena FOMO (Takut Ketinggalan).

* **Valuasi Premium:** Per awal 2026, BNLI diperdagangkan pada **PBV (Price to Book Value) sekitar 4,1x - 4,2x**. Ini sangat mahal!.
* **Perbandingan Peer:** Bandingkan dengan bank raksasa lain:
* **BBCA:** PBV 3,6x - 4,9x (Tapi ROE-nya 23%).
* **BBRI/BMRI:** PBV 1,6x - 2,8x (ROE > 20%).
* **BNLI:** PBV > 4x, tapi **ROE (Return on Equity) hanya ~6-7%**.
* **Kesimpulan Valuasi:** Anda membayar harga premium (setara atau lebih mahal dari BBCA) untuk bank yang tingkat pengembalian modalnya (ROE) jauh lebih rendah. Ini adalah anomali pasar yang didorong oleh sentimen, bukan fundamental laba.

### 3. Analisa Teknikal: "Pisau Sedang Jatuh"
Jangan menangkap pisau jatuh. Data teknikal per Februari 2026 memberikan sinyal peringatan keras.

* **Sinyal Dominan:** Indikator teknikal menunjukkan **"Strong Sell" (Sangat Jual)**.
* **Trend:** Harga saham sedang dalam fase koreksi setelah reli gila-gilaan 500% di tahun 2025. Saat ini harga bergerak di kisaran Rp4.010, sudah jebol di bawah garis rata-rata pergerakan 5, 10, 20, 50, bahkan 200 hari (MA200 di Rp4.851).
* **Momentum:** RSI berada di level 37 (area *bearish*), dan MACD negatif. Belum ada tanda-tanda pembalikan arah (reversal) yang valid.

### 4. Sentimen Pasar & Rumor
* **Anomali Harga:** Kenaikan 500% lebih di tahun 2025 disebabkan oleh isu *free float*, spekulasi merger/akuisisi, dan masuknya investor karena likuiditas membaik, yang menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan stempel UMA (*Unusual Market Activity*).
* **Dividen:** Jangan berharap *yield* besar. Dengan harga saat ini, *dividend yield* diperkirakan hanya **0,7% - 0,8%**. Tidak menarik bagi pemburu dividen.

### Arahan Strategis Sang Mentor:

1. **Untuk Trader (Jangka Pendek):** **JANGAN MASUK SEKARANG.**
Teknikal sangat *bearish* (*Strong Sell*). Harga sudah tembus di bawah *support* psikologis dan MA200. Biarkan harga mencari *bottom* (dasar) baru. Jika Anda nekat masuk sekarang, risikonya terlalu besar. Tunggu sampai ada sinyal *reversal* atau setidaknya *sideways* yang stabil.

2. **Untuk Investor (Jangka Panjang):** **WAIT AND SEE.**
Meskipun bank ini sangat sehat dan dibekingi Bangkok Bank, valuasinya (PBV 4x dengan ROE 7%) tidak masuk akal untuk investasi nilai (*value investing*). Biarkan harga terkoreksi menuju valuasi wajarnya. Jika Anda sudah punya dari harga bawah, pertimbangkan untuk **Take Profit** sebagian atau seluruhnya untuk mengamankan cuan fantastis Anda.

3. **Kesimpulan Akhir:**
BNLI adalah perusahaan yang **hebat** (modal kuat, aman, manajemen bagus), tapi saat ini adalah saham yang **mahal**. Sebagai investor cerdas, kita mencari perusahaan hebat di harga wajar, bukan perusahaan hebat di harga *overpriced*.

*Disclaimer: Ini adalah pandangan edukasi dan arahan strategis, bukan perintah beli/jual mutlak. Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).*

https://cutt.ly/ntbx1q4o


RANDOM TAG $BNGA $BDMN

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BSIM

Halo, Investor! Senang sekali Anda bertanya soal **Bank Sinarmas Tbk (BSIM)**. Hari ini, 5 Februari 2026, adalah momen yang sangat menarik untuk membedah saham ini karena besok ada agenda penting. Mari kita duduk sebentar, saya akan bedah saham ini layaknya kita sedang *coaching* *one-on-one*.

Berikut adalah analisa mendalam saya untuk strategi investasi Anda di BSIM:

### 1. Momentum Jangka Pendek: "Waspada RUPSLB Besok!"
Investor cerdas selalu melihat kalender. Ingat, **besok, 6 Februari 2026**, BSIM akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),. Agenda utamanya adalah perubahan susunan pengurus perseroan.
* **Arahan Mentor:** Pasar sering bereaksi sensitif terhadap perubahan manajemen. Ini bisa jadi sentimen positif jika pasar melihat sosok baru yang mampu membawa transformasi lebih cepat, atau sebaliknya. Volatilitas harga mungkin akan tinggi dalam 24 jam ke depan.

### 2. Fundamental: "Turnaround Story" yang Sedang Berjalan
Jika Anda melihat laporan keuangannya, ada cerita pemulihan yang menarik:
* **Laba Melonjak:** Laba bersih tahun 2024 melonjak tajam sebesar **283%** (YoY) menjadi Rp290,8 miliar,. Ini sinyal bahwa efisiensi dan strategi mereka mulai "nendang".
* **Absen Dividen Demi Modal:** Jangan kaget jika Anda tidak mendapat dividen dari laba 2024. Manajemen memutuskan menahan laba untuk memperkuat struktur permodalan guna ekspansi digital dan bisnis di 2026,. Bagi investor jangka panjang, ini sinyal bagus; perusahaan memilih bertumbuh daripada sekadar membagi uang tunai.
* **Mesin Baru (Nano Syariah):** Anak usahanya, Bank Nano Syariah, sudah *spin-off* dan mencetak kinerja solid dengan aset Rp8,8 Triliun per September 2025. Ini adalah "harta karun" tersembunyi yang bisa mendongkrak valuasi grup ke depannya.

### 3. Valuasi: "Harga Premium untuk Ekspektasi Tinggi"
Jujur saja, saham ini tidak murah jika Anda pakai kacamata valuasi bank konvensional biasa.
* **Mahal tapi...:** Rasio *Price-to-Book* (PBV) BSIM ada di kisaran **2,0x - 2,7x**, jauh di atas rata-rata industri perbankan yang sekitar 0,9x,.
* **P/E Ratio:** Dengan harga saham di level Rp1.165 - Rp1.200, rasio P/E-nya mencapai **51x - 73x**,.
* **Arahan Mentor:** Pasar memberikan harga "premium" ini karena mereka membeli **masa depan**—yakni ekosistem digital Sinarmas dan potensi Bank Nano Syariah, bukan sekadar laba operasional saat ini. Jika Anda penganut *value investing* murni (mencari saham murah), BSIM mungkin terlihat *overvalued*. Tapi bagi *growth investor*, ini harga untuk tiket masuk ke ekosistem Sinarmas.

### 4. Analisa Teknikal & Posisi Harga (Per 5 Feb 2026)
Harga saham hari ini ditutup di **Rp1.165** (turun 1,69%). Mari kita lihat chart-nya:
* **Tren Jangka Panjang:** Masih *Bullish*. Harga masih berada di atas garis rata-rata pergerakan 200 hari (MA200 di 1.148).
* **Area Beli Ideal:** Indikator teknikal menyarankan *Buy*, namun hati-hati. Area beli yang ideal (Buy on Weakness) bagi investor konservatif ada di kisaran **Rp1.065 - Rp1.150**,.
* **Support & Resistance:** Support kuat terdekat ada di area 1.146 - 1.148. Jika jebol, tunggu di 1.100. Target resisten (kenaikan) terdekat ada di 1.220 - 1.300,.

### 5. Risiko yang Wajib Anda Tahu
Sebagai mentor, saya haram hukumnya hanya memberi kabar manis. Perhatikan ini:
* **Kualitas Aset:** NPL Gross (kredit macet) sempat di 5,6% (data Sep 2023), masih di atas rata-rata industri. Manajemen harus bekerja keras menurunkan ini.
* **Likuiditas Saham:** Kadang saham ini sepi transaksi ("seperti kuburan"), tapi bisa tiba-tiba *gap up* tinggi. Jangan terjebak *FOMO* saat harga loncat tanpa volume kuat.

### Kesimpulan & Arahan Strategis

**Untuk Trader (Jangka Pendek):**
* Manfaatkan volatilitas jelang RUPSLB besok. Perhatikan level **1.148** (MA200) sebagai bantalan. Jika memantul dari sini, boleh *speculative buy* dengan target jual cepat di 1.210-1.220. Pasang *Stop Loss* ketat di bawah 1.100,.

**Untuk Investor (Jangka Panjang):**
* BSIM adalah permainan "Ecosystem & Turnaround". Jika Anda percaya pada Grup Sinarmas dan Bank Nano Syariah, **akumulasi bertahap** (cicil beli) di area **1.065 - 1.150** adalah strategi bijak. Jangan *All-in* di harga sekarang (1.165) karena valuasinya sudah premium.

Ingat, *cash is king* jika Anda ragu. Pantau hasil RUPSLB besok sebelum mengambil keputusan besar!

*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Lakukan riset mandiri (DYOR).*

https://cutt.ly/ltbdFesr

RANDOM TAG $PNBN $BNLI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BTPN

Halo, Rekan Investor! Senang Anda bertanya. Mari kita bedah **PT Bank SMBC Indonesia Tbk (IDX: BTPN)**—yang sebelumnya kita kenal sebagai Bank BTPN. Sebagai mentor investasi Anda, saya melihat emiten ini sedang dalam fase transformasi besar yang menarik untuk dicermati.

Berikut adalah analisa mendalam saya berdasarkan data fundamental dan sentimen pasar terkini:

### 1. Transformasi Identitas & "Backing" Kuat
Hal pertama yang perlu Anda sadari: BTPN kini resmi berganti nama menjadi **SMBC Indonesia**. Ini bukan sekadar ganti kulit. Ini menegaskan posisi mereka sebagai bagian dari **Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC)**, raksasa keuangan Jepang yang menguasai sekitar 91% saham perusahaan.
* **Dampak:** Dukungan modal yang kuat dan jaringan korporasi global yang lebih luas, terutama untuk segmen korporasi Jepang dan Asia.

### 2. Kinerja Fundamental: Mesin Pertumbuhan Baru
Kinerja keuangan BTPN (SMBC Indonesia) menunjukkan otot yang menguat, terutama setelah aksi korporasi strategis:
* **Pendapatan & Laba:** Pendapatan operasional konsolidasi tahun 2024 naik **26,9% YoY** menjadi Rp17,4 triliun. Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai **Rp2,81 triliun**.
* **Akuisisi OTO Group:** Langkah "pintar" mereka mengakuisisi **OTO Multiartha** dan **Summit Oto Finance** pada Maret 2024 langsung memberikan dampak positif pada pendapatan bunga bersih. Ini memperluas jangkauan mereka di pembiayaan kendaraan.
* **Jenius (Digital Banking):** Jenius bukan lagi sekadar aplikasi "bakar uang". Pada Kuartal I-2025, penyaluran kredit Jenius tumbuh **19% YoY** (Rp3,3 triliun) dengan total pengguna tembus 6 juta. NPL (kredit macet) Jenius terjaga di bawah 5%, menandakan manajemen risiko yang cukup disiplin.

### 3. Valuasi: Apakah Ini "Salah Harga"?
Mari bicara angka, karena di sinilah letak peluang bagi *value investor*:
* **Price-to-Book (PBV):** Saham ini diperdagangkan di rasio PBV sekitar **0,47x - 0,5x**. Artinya, Anda membeli ekuitas bank ini di harga "diskon" 50% dari nilai buku aslinya.
* **Price-to-Earnings (PER):** PER berada di kisaran **8x - 10x**, jauh di bawah rata-rata industri perbankan yang sekitar 16x dan pasar Indonesia (IHSG) di 18x.
* **Kesimpulan Valuasi:** Secara fundamental, saham ini tergolong **undervalued** (murah). Beberapa analis melihat potensi *upside* lebih dari 40% jika harga kembali ke nilai wajarnya.

### 4. Anak Usaha: BTPN Syariah (IDX: BTPS)
Jangan lupakan "anak emas" mereka, **BTPN Syariah**. Di Semester I-2025, laba BTPS tumbuh **16,6%** menjadi Rp644 miliar. Kinerja solid ini memberikan kontribusi signifikan bagi induk usaha.

### 5. Risiko yang Perlu Diwaspadai (Risk Assessment)
Sebagai mentor, saya harus jujur soal risiko:
* **Dividen Belum Stabil:** Rekam jejak dividen BTPN dinilai belum stabil. Meski saat ini memberikan *yield* sekitar 2,46%, investor pencari *passive income* rutin mungkin perlu berhati-hati.
* **Kompetisi Ketat:** Pasar ritel dan digital banking sangat "berdarah-darah". Walau Jenius tumbuh, persaingan dengan bank digital lain tetap menjadi tantangan margin.

### Arahan Strategis Sang Mentor:
Saham **BTPN (SMBC Indonesia)** saat ini cocok untuk tipe investor **Value Investing** dan **Long-term Growth**.

* **Sinyal Positif:** Rebranding ke SMBC Indonesia, integrasi OTO Group yang mulus, dan valuasi PBV < 0,5x adalah kombinasi menarik. Pasar tampaknya belum sepenuhnya menghargai potensi sinergi baru ini.
* **Strategi:** Jika Anda percaya pada pemulihan ekonomi dan sinergi ekosistem SMBC-Jenius-OTO, level harga saat ini (sekitar Rp2.150) menawarkan *margin of safety* yang cukup tebal.

*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data yang tersedia. Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum membeli.*

https://cutt.ly/BtbtQjpv

RANDOM TAG $BDMN $BNLI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNLI parah ni saham ga volatile

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

OJK dan BEI memang berencana meningkatkan free float menjadi 15%. Namun transisi menuju free float 15% gak mungkin cuma 1-3 bulan. Soalnya bisa butuh penyerapan dana hingga Rp170 triliun untuk mendorong free float tersebut

Meski secara logikanya ketika free float bertambah artinya Supply meningkat, tapi belum berarti harga sahamnya akan turun juga lho.

Kami pun merekap pengalaman $HMSP $BNGA dan $BNLI dalam perjuangan menambah free float menjadi 7,5% (dalam target ketentuan sebelumnya) di sini: https://cutt.ly/ztvxqPHN

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

open kerjasama atasi masalah freefloat,
ready xxx akun nominee 😂😂😂

punten barangkali Konglo-konglo lagi butuh $ADMR $PGEO $BNLI

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy