


Volume
Avg volume
PT Graha Layar Prima Tbk didirikan pada tanggal 3 Februari 2004. Perseroan memulai kegiatan usahanya dengan pembukaan bioskop Blitzmegaplex Paris Van Java, Bandung pada 18 Oktober 2006. Selain itu, pada tahun 2012, Perseroan melalui anak perusahaan juga mengadakan kerjasama dengan beberapa pemilik mal dan membuka Blitztheater. Perseroan senantiasa melakukan berbagai inovasi demi meningkatkan daya saing dan positioning Perseroan. Inovasi dan terobosan terbaru adalah dengan melakukan rebranding yang mengubah brand Perseroan dari CGV Blitz menjadi CGV Cinemas pada 10 Januari 2017. Hingga 31 Desember 2020, Perseroan telah mengoperas... Read More
$CNMA BYK FAKE OFFERNYA!! ASAL HAKA JUGA NTAR DICABUT FAKE OFFERNYA. KL NGA DICABUT YAH DIMAKAN RITEL LAH BRNGNYA. QKQKKQKK. AYO TEL, HAKA JGN KASIH KENDORRRRR. MASI MURAH BANGET NEH SAHAM DIBANDING $BLTZ COMPETITORNYA YG UDAH 2900.

$CNMA MASI MURAH BANGET. KINERJA OK. DIBANDING COMPETITORNYA YG UDAH 2900 KAYA $BLTZ. CNMA FUNDAMENTALNYA LEBIH BAGUS DARI BLTZ. BAGI DIVIDEN, EQUITY, PBB SEMUA LEBIH BAGUS DIBANDING BLTZ. TINGGAL TUNGGU WAKTU AJA BAGGER.

$CNMA $FILM $BLTZ SI PUNJABI PRODUKSI FILM. NONTONNYA DI BIOSKOP JUGA🤪😂. MASA IYA SAHAM FILM BISA BAGGER SAMPAI 14.500. SAHAM BLTZ 2900 INI NGA BAGGER MINIMAL 2000 PERAK!! DIAMOND 💎 HAND!! HOLD SAMPE 2000!!! ABIS INI JUGA MORGAN STANLEY BAKAL MASUK!! DI FILM DIA ADA 10% LEBIH. PASTI DIA AKAN LARI KE SINI JUGA. KRN FILM DAN BIOSKOP ITU UDAH 1 PAKET. SALING MEMBUTUHKAN!!
Agak Laen 2 Tembus 9,8 Juta Penonton di Bioskop
Sedangkan saham bioskopnya masih nyungsep.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$CNMA $BLTZ $FILM
1/2


$CNMA ini saham sebetulnya emg aneh klo dibandingin ama $BLTZ. Duopoli yg beda timpang padahal layar bioskop jelas XXI paling menguasai
Tapi melihat segala inovasi $BLTZ yg ada sekarang bahkan udah mereka mulai 10 tahun lalu ya gak heran XXI gitu2 aja mentoknya.
Jujur pgn invest disini tapi inovasi emiten ini bener2 kolot bgt dan selalu dijawab sama terus:menyalahkan keadaan di tengah gempuran streaming online
$BLES
⚡ SCALPING PLAN
🟢 Entry
Area Beli: 158 – 162 (Harga saat ini memantul dari area support psikologis di level 160 setelah fase konsolidasi panjang).
Konfirmasi: Terpantau adanya upaya menahan harga agar tidak jatuh di bawah level 160 dengan volume yang mulai stabil di sesi siang.
🎯 Take Profit
TP 1: 170 – 175 → jual 50% (Area resisten dari puncak-puncak kecil di bulan Desember dan rata-rata harga konsolidasi).
TP 2: 185 – 210 → jual sisa (Target optimis untuk menguji kembali area spike harga yang pernah menyentuh level 210 pada bulan Oktober).
🔴 Stop Loss
Cut Loss: < 154 (Wajib disiplin keluar jika harga menembus level ini karena BLES berisiko melanjutkan tren penurunan menuju area 140-an).
⚠️ Catatan Teknikal Penting & Analisis MACD
Indikator MACD: Menunjukkan fase Bearish Correction yang sedang mencoba melakukan landai (flattening). Garis MACD (-0,00) saat ini berada tipis di bawah garis sinyal (0,43) di area netral.
Histogram MACD: Batang histogram negatif menunjukkan nilai (-0,43) yang mulai mendatar, mengindikasikan tekanan jual mulai jenuh dan ada potensi pembentukan momentum baru.
Karakter Saham: BLES sedang berada dalam fase konsolidasi menyempit (sideways) setelah mengalami penurunan dari level 180. Kenaikan +1,25% hari ini memberikan sinyal awal minat beli di area bawah.
Strategi: Fokus pada scalping dengan target pendek di area 170-an. Konfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat akan terjadi jika harga mampu menembus level 172 dengan volume yang meledak.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $BLTZ
bandar, in depth look
Lagi santai scrolling di medsos nemu poster film "Pelangi di Mars" tayang pas lebaran. Hampir sama dengan film dengan hype yang sama Jumbo.
Konsep hybrid, live action dan VR/XR, dengan visual futuristik bertema sci-fi adalah satu gebrakan berani di perfilman Indonesia.
Pertanyaan besarnya apakah film ini bisa menyaingi Jumbo ? atau setidaknya berada di level yang sama. Tentu ini jadi petaruhan yang besar utk film itu sendiri terutama dengan studio yang menggarapnya DOSSguavaXR unit yang terhubung dengan ekosistem bisnis $DOSS.
Jika iya tentu film ini akan jadi terobosan dan trensetter untuk PH lain membuat film serupa dengan teknologi yang ditawarkan oleh DOSSguavaXR. Terlebih sutradara Pelangi di Mars adalah petinggi di DOSSguavaXR itu sendiri, Upie Guava.
Jika kesuksesan itu terjadi tentu pertama-tama imbasnya akan tercatat di Doss Guava sebagai anak usaha. Dan pada akhirnya, hasil perjalanan itu ikut masuk ke laporan konsolidasi DOSS sebagai induk perusahaan menjadikannya bukan hanya karya kreatif, tapi juga bagian dari cerita bisnis. Bahkan mempunyai peluang untuk revaluasi dari harga sekarang yang terbilang overvalue menjadi undervalue.
Tapi itu semua hanya cerita indah jika benar semua skenario itu terjadi. Dimana pada akhirnya "Pelangi di Mars" bukan cuma kisah tentang Mars…
tetapi juga tentang perjalanan transformasi sebuah perusahaan —
bagaimana kreativitas, teknologi, dan strategi bisnis bertemu dalam satu narasi yang kelak akan dinilai oleh pasar. $CNMA $BLTZ
1/4




@nzrandy17 lagian bos,warner ,Disney ,DC dan marvel dan sebagai nya IP tsb udah resmi masuk Indonesia,ujung produksi nya pasti film,gini ente mau nonton transformer terbaru kemana?? bioskop bos, Netflix ada?? ada tapi setelah beberapa bulan.coba nonton transformer pas adegan laga Optimus dan Decepticon berantem,sound nya dapet gak ? greget nya?? di Netflix?? hanya di $CNMA dan $BLTZ bos...akhir tahun ,dan lahir ajaran semester,rekreasi termurah dan teraman dengan keadaan cuaca yang tak menentu ada refreshing di Indonesia indoor,bukan outdoor bener gak?? salah satu nya mall yang ada bioskop/ bioskop stand alone.gedung sendiri. CMIIW musim ujan,apa mau camping ke pegunungan pas anak2 mau liburan?? no..pasti mall, impact ke bioskop
nonton di bioskop itu beda bos,ketawa rame-rame apalagi film terbaru , emang di Netflix ada ,lagian nonton avatar serie terbaru nunggu 5 bulan nonton di TV/laptop ,sound system beda ,ketawa sendiri beda experience kalau di $CNMA
https://cutt.ly/ltoP6T4o
🤑 , gengsi nya itu loh sob...lagian yang akuisisi Warner Netflix,rumah produksi bukan bioskop.lagian film Warner juga masuk bioskop.
BTW saya kalau Netflix cuma nonton film yang di produksi Netflix aja,kalau film box office terbaru ya bioskop lah $BLTZ dan XX1.hehhe
MALAM MINGGU BERUBAH KETIKA ADA NETFLIX
Akuisisi Netflix terhadap Warner Bros walaupun belum sepenuhnya selesai sudah cukup mengguncang industri hiburan dunia karena dinilai akan mengubah arah distribusi film secara global. Netflix mendorong pemangkasan theatrical window atau jarak antara rilis bioskop dan tayang streaming menjadi hanya beberapa minggu. Langkah ini membuat model bisnis bioskop semakin tertekan karena eksklusivitas penayangan yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan semakin pendek. Studio film lain pun berpotensi mengikuti pola yang sama sehingga posisi bioskop tradisional semakin sulit dalam beberapa tahun ke depan.
Di Eropa banyak regulator dan pelaku industri menggunakan nada yang menunjukkan kekhawatiran bahkan rasa takut terhadap skala baru Netflix setelah akuisisi ini. Mereka waspada karena Netflix berpotensi menjadi perusahaan super dominan yang menggabungkan kekuatan streaming, studio film besar, dan katalog konten raksasa dalam satu ekosistem. Uni Eropa memiliki rekam jejak sangat ketat terhadap monopoli sehingga muncul opini bahwa langkah Netflix dapat mengancam keragaman budaya, menggerus industri film lokal, dan melemahkan posisi televisi serta studio nasional. Kekhawatiran ini semakin kuat karena Netflix nantinya bisa mengendalikan standar distribusi film, harga lisensi, dan daya tawar pasar global.
Di Indonesia perubahan ini terasa lebih keras karena budaya spoiler, potongan adegan yang beredar cepat, dan maraknya pembajakan membuat eksklusivitas bioskop semakin lemah. Begitu sebuah film tayang potongan adegan langsung tersebar di TikTok, YouTube, dan media sosial lain sementara versi bajakan sering muncul dalam hitungan jam. Akibatnya banyak penonton memilih menunggu film masuk ke platform streaming daripada pergi ke bioskop terutama untuk film kelas menengah. Kondisi ini memberi tekanan jangka panjang bagi emiten bioskop seperti $BLTZ dan $CNMA karena trafik penonton menjadi semakin bergantung pada film blockbuster dan pengalaman premium. Bioskop dengan konsep reguler atau yang mengandalkan volume tayang dapat kehilangan sebagian pendapatan sedangkan pemain yang mampu menawarkan pengalaman premium dan manajemen layar yang efisien masih memiliki ruang untuk bertahan. Industri tidak hilang tetapi mengecil dan menyisakan pemain yang adaptif serta kuat modal.
sembarang tag : $EMTK

@SucyWulandhari
$CNMA (Cinema XXI) adalah jaringan bioskop di Indonesia. Baru-baru ini mereka mengalami penurunan jumlah penonton, penjualan tiket turun, sehingga laba mereka melemah atau bahkan rugi di beberapa periode.
Di kuartal Q1 2025, tiket dan penjualan makanan-minuman mereka turun signifikan — ini karena faktor musiman (misalnya Ramadan) serta berkurangnya minat nonton bioskop.
Manajemen CNMA sendiri menyebut penurunan audiens sebagai salah satu faktor utama slide kinerja.
Itu klue lain dari artikel di mbah google barusan saya search beres shalat dhuha.....
saran saya , coba cek netflix bakal gimana di indo.....$BLTZ ja mpe.....
saran saya kedua, coba cek di daerah jabodetabek ada bioskop murah loh, namanya .........
selain sabar, liat ke lapangan ya kaka.....
masih banyak saham yang bagus di 2026
✅ Bioskop ramai tanda ekonomi membaik.
Masyarakat makin berani belanja (pengeluaran diskresioner).
Didukung pula dengan penjualan mobil (kebutuhan sekunder-tersier) yang berangsur pulih di November.
https://stockbit.com/post/24429658
Jadi tidak berkutat di kebutuhan primer lagi.
Keyakinan konsumen diperkirakan makin meningkat di akhir tahun 2025.
Efeknya bisa mendorong naik pertumbuhan ekonomi.
Jangan lupakan pula efek galang donasi besar-besaran untuk membantu bencana banjir Sumatera.
Ini menjadi bukti daya ekonomi yang besar untuk mendukung percepatan pemulihan.
$CNMA $BLTZ $IHSG

$CNMA
Pendapat Tom Cruise (saat menerima piala oskar) bahwa "sensasi menonton bioskop tidak akan pernah tergantikan" adalah argumen yang sangat valid, tetapi di era modern ini, pendapat tersebut memiliki nuansa "benar, namun bersyarat".
Berikut adalah analisis saya mengenai pendapat tersebut, melihat dari dua sisi: idealisme Cruise vs. realitas penonton saat ini.
1. Di Mana Tom Cruise 100% Benar (Faktor "The Event")
Tom Cruise adalah salah satu dari sedikit "penjaga gerbang" terakhir untuk old-school cinema. Argumen utamanya terbukti benar lewat kesuksesan Top Gun: Maverick. Film itu ditahan selama pandemi demi rilis bioskop, dan hasilnya memecahkan rekor.
Cruise benar karena tiga faktor psikologis yang tidak bisa ditiru Netflix/streaming:
* Fokus yang Tidak Terpecah: Di rumah, Anda bisa menekan pause, main HP, atau pergi ke toilet. Di bioskop, Anda "dipaksa" menyerahkan kontrol dan tenggelam dalam cerita selama 2 jam penuh. Ini menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam dengan film.
* Communal Experience (Pengalaman Sosial): Mendengar ratusan orang menahan napas, tertawa, atau bertepuk tangan bersamaan menciptakan energi kolektif yang magis. Ini adalah ritual sosial yang hilang saat streaming sendirian di kamar.
* Skala Audiovisual: Adegan jet tempur di Top Gun atau ledakan di Oppenheimer dirancang untuk layar setinggi gedung, bukan layar iPad. Secara teknis, sensasi fisiknya memang tidak tergantikan.
2. Di Mana Realitas Berkata Lain (Pergeseran Perilaku Penonton)
Meskipun Cruise benar soal "kualitas pengalaman", dia mungkin terlalu idealis soal "kebiasaan konsumen". Data industri 2024-2025 menunjukkan realitas yang agak pahit:
* Bioskop Menjadi "Barang Mewah": Karena tiket makin mahal, penonton sekarang sangat selektif. Mereka hanya ke bioskop untuk film "Event" (seperti Mission: Impossible, Avatar, atau film Marvel). Film drama, komedi romantis, atau thriller skala kecil sering kali flop di bioskop tapi justru meledak saat masuk streaming.
* Kenyamanan vs. Kualitas: Bagi banyak orang (terutama keluarga), kenyamanan streaming (murah, tidak perlu parkir, bisa ditonton kapan saja) mengalahkan kualitas visual bioskop. Untuk film yang tidak butuh layar raksasa (misalnya drama percakapan), streaming sering dianggap "cukup bagus".
Kesimpulan
Saya setuju dengan semangat argumen Tom Cruise, tapi dengan catatan.
Pendapat Cruise benar bahwa bioskop adalah bentuk tertinggi untuk menikmati film sebagaimana ia diciptakan. Tidak ada home theater yang bisa meniru perasaan "keluar dari bioskop dengan perasaan takjub".
Namun, streaming telah berhasil menggantikan bioskop untuk konsumsi konten sehari-hari. Bioskop tidak akan mati, tetapi fungsinya telah bergeser: dari tempat nonton film apa saja, menjadi tempat khusus untuk film-film spektakuler (blockbuster).
Jadi, Tom Cruise benar: sensasinya tidak tergantikan. Tapi apakah semua film harus ditonton di bioskop untuk dinikmati? Pasar menjawab "tidak". Hanya film-film yang dibuat dengan dedikasi seperti film Tom Cruise-lah yang masih membuat orang rela meninggalkan sofa rumah mereka.
Meskipun demikian, fakta bahwa penonton bioskop yg terus meningkat paska pandemi (bahkan sebelum pandemi) membuat industri bioskop seperti $CNMA, $BLTZ masih menjanjikan untuk saat ini. Apalagi bila makin banyak film2 spesial dengan kualitas yg spesial yg memang dirancang untuk tontonan di bioskop..
Disc.on.. DYOR.
$CNMA PBV $BLTZ Versus PBV $CNMA hampir 1 banding 3.. harganya? jauh sekali 1 banding 20 lebih, dan cnma justru sdh bagi dividen 4x sejak listing, tpi memang bgitulah terkadang saham fundamental bagus justru tidak bisa dibandingkan dengan PBV saham yg sejenis tp dari Dividen yg diberikan
PT Graha Layar Prima Tbk. (CGV Cinemas) mencatat bahwa konten alternatif seperti konser dan pertandingan sepak bola di layar lebar menjadi kontributor signifikan bagi peningkatan pendapatan. Menurut Chief Marketing Officer Kim Sun-cheol, minat tinggi dari komunitas penggemar, terutama generasi muda dan kelas menengah Indonesia, membuat tiket konten alternatif terjual lebih mahal namun tetap memiliki okupansi yang tinggi. Fenomena “fandom” di kalangan generasi MZ turut memperkuat permintaan ini.
Untuk menangkap peluang tersebut, CGV menambah berbagai aktivitas hiburan baru, termasuk karaoke bertema K-pop dan teknologi ScreenX dengan layar 270 derajat yang memberikan pengalaman menonton lebih imersif. Kim menyampaikan bahwa kontribusi konten alternatif sudah mencapai lebih dari 10% pendapatan dan perusahaan berencana menambah lebih banyak program serupa pada 2026.
Secara kinerja keuangan hingga 30 September 2025, CGV membukukan pendapatan bersih Rp922,25 miliar atau naik 3,16% yoy, dengan pendapatan bioskop tetap menjadi penopang utama. Pendapatan makanan-minuman serta iklan juga meningkat, sementara laba bersih melonjak signifikan hingga 149,82% yoy menjadi Rp28,73 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp1,84 triliun dengan ekuitas yang tumbuh 7,41% sejak awal tahun.
Sumber: Bisniscom
$BLTZ

emng perlu kesabaran om, tapi kalo saya lihat $FILM memang sudah di cicil beli sejak 2024 oleh Morgan Stanley artinya memang industri ini menarik.
harusnya $CNMA bisa mengikuti harga sahamnya di 1000an hehe kalo mengikuti FILM $BLTZ, insider CNMA juga ada dari luar Singapura Salween Investmen 20%.
tinggal menunggu aksi korporasi lanjutan dari manajemen CNMA
1. BUYBACK
2. DEVIDEN
3. xxx
4.xxxd
oh berita terbaru Pak Prabowo minta Kemenparekraf dan Danantara untuk focus bisnis Bioskop di daerah kabupaten dan kota.
kita lihat kedepannya.
✅ Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri masih meningkat di Okt 2025
https://cutt.ly/Qty0UbRi
$CNMA $BLTZ $PWON

Generasi ketiga Grup Lippo, Brian Riady, menyerah di bisnis bioskop. Cinepolis beli seluruh saham tersisa.
Lippo Jual Kendali Cinemaxx kepada Cinepolis
Sumber: https://cutt.ly/3tyCiHqd
pertarungan bisnis bioskop akan meningkat $CNMA $BLTZ $FILM
Agak Laen 2, 1 juta penonton dalam 3 hari
Berapa potensi laba $CNMA $BLTZ dari film ini?
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Baru Tayang Hari Ke-2 (Kamis dan Jumat) Film Agak Laen : Menyala Pantiku sudah ditonton 605.280 kali
FIX, weekend ini kayaknya bisa Breakout resisten 1 di 1 Juta Penonton!!!
$CNMA $BLTZ $IHSG
