123

-4

(-3.15%)

Today

55.79 M

Volume

51.14 M

Avg volume

Company Background

Bank Ganesha Tbk merupakan Perseroan menjalankan bisnis pada bidang usaha bank umum, meliputi berbagai produk simpanan, produk pinjaman, serta penyedia jasa layanan, Hingga akhir tahun 2017, Bank Ganesha memiliki 1 kantor pusat (Jakarta), 7 kantor cabang (4 di Jakarta, 1 di Medan, 1 di Semarang, dan 1 di Surabaya), 4 kantor cabang pembantu (3 di Jakarta, 1 di Surabaya), dan 2 kantor kas (1 di Jakarta dan 1 di Tangerang). Selain itu Bank juga memiliki 24 mesin ATM,yang terintegrasi dengan jaringan ATM Bersama serta tersebar di berbagai lokasi di Jakarta, Tangerang, Medan dan Surabaya.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG kalo diliat dari stoch RSI nya sih masih mengarah ke bawah yaa.. bisa jd masih turun.. Tp di dunia saham gak ada yg pasti..
Bisa aja tiba2 besok boom naik,
tp bisa jg tiba2 terjun payung..
Jd ini bukan ajakan jual/beli..
Analisa ulang masing2 semua..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG Waw.. dari broksumnya cakep nih.. mari kita lihat senin, mau di bawa naik atau turun 🤓
Aku mah ngikut aja 😂 kalo naik puji Tuhan, bisa TP, kalo turun jg puji Tuhan, bisa serok 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG 🍺

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bang $BGTG ayok Kita berangkat ke utara

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG ditunggu di 120 ndarr ngapain naik lagii😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dikasih kode nggak paham.
Dikasih sinyal gratis pas murah nggak mau masuk.
Begitu harga naik baru buru-buru entry…
Pas koreksi langsung nangis.

Dasar FOMO — maunya cuan, nggak mau mikir.
$SSIA $BBYB $BGTG
cek profil brapa outlook yg di share....
grup mana yang kasi cuan puluhan % secara gratis?
Slide 2.....
tp 1 38%
tp 2 100%
tp 3 xxx%

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG gausah malu2 ndarr kalo mau arb

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG nitip lagi gak ya, Mayan buat bayar parkir indomar

$BGTG parah sih lu ndar nawar nya kayak emak emak di pasar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

let's Go $BGTG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan daftar perusahaan tercatat yang mengalami perpindahan papan perdagangan. Mengutip keterbukaan informasi BEI, ada sebanyak 20 emiten yang mengalami perubahan kategori, yang terdiri dari 11 emiten naik ke papan utama dan 9 emite...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG busset bang bang🤧

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG Eet dah. untung g jadi. mau nambah 1 lot tadi nya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG ayo buruan CL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG yah sepertinya bener ARB :) mari kita cl

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG tebak Ara atau arb

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $BGTG yukk ke 300 an .. $BBKP kismin wkwkw .. korut x .., yg punya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

“Mengurangi Overtrading Melalui Pemahaman Struktur Pasar”

Overtrading adalah masalah umum yang sering tidak disadari. Terlalu banyak transaksi dengan kualitas rendah sering kali menggerus hasil secara perlahan. Trigger Smart Money membantu mengurangi kebiasaan ini dengan memperjelas struktur peluang yang ada.

Dengan sinyal berbasis aktivitas nyata, trader lebih selektif dalam mengambil posisi. Tidak setiap pergerakan dianggap sebagai peluang. Hanya situasi yang memenuhi kriteria tertentu yang layak dipertimbangkan.

Pendekatan ini membantu menjaga fokus dan energi mental, sekaligus meningkatkan kualitas setiap keputusan.
$PBSA $BGTG $IATA

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GTSI $BGTG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG kalau tembus 135, enteng nih ke 140

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KBLI LK Q3 2025: Saham Kabel Salah Timing?

Hasil skrining di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

KBLI ini masuk dalam skrining Community Pintar Nyangkut di Telegram. Saham apa sih ini. Kok bisa masuk skrining. Di layar harga, yang kelihatan cuma satu fakta dingin, dari 406 turun ke 334, nyusut sekitar 17,8%, dan bikin banyak investor yang tadinya santai tiba-tiba mulai gelisah. Kalau cuma lihat harga, KBLI kelihatan seperti emiten kabel yang lagi kehilangan daya, padahal di belakangnya ada neraca yang hampir tanpa utang, kas ratusan miliar, dan pabrik yang masih muter. Yang bikin runyam justru kombinasi unik, revenue naik double digit, laba bersih turun, arus kas operasi tahun lalu jeblok jadi negatif, sementara persediaan meledak sampai lebih dari 1,1 Triliun. Buat sebagian investor, paket seperti ini adalah definisi value trap, terlihat murah di rasio, tapi kualitas labanya bikin kening berkerut. Buat yang lain, ini justru menu favorit, neraca tebal, harga diskon dalam, dan risiko bangkrut sangat kecil, tinggal sabar nunggu arus kas balik waras. Pertanyaannya, KBLI yang sekarang masuk skrining Community itu lagi disiksa pasar karena pantas dihukum, atau justru sedang dijual obral di harga diskon karena mayoritas cuma takut lihat angka laba turun tanpa mau baca laporan sampai bagian arus kas dan persediaan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Secara bisnis, KBLI bukan cerita dongeng startup teknologi, ini pabrik kabel listrik yang sangat nyata dan sangat domestik. Grup ini hidup dari memproduksi dan menjual kabel tegangan tinggi, menengah, rendah, plus aksesorisnya, dengan mayoritas penjualan ke pelanggan pihak ketiga di Indonesia, bukan sekadar muter barang antar grup. Pihak berelasi seperti Gajah Tunggal memang ada di laporan, tetapi kontribusinya ke revenue kecil sekali, di kisaran pecahan % dan di Q3 2025 YTD hanya sekitar 0,03% dari total penjualan. Artinya, ini benar-benar emiten yang diuji pasar riil, bukan sekadar main jual beli ke saudara sendiri. Pemegang saham pengendali Omedata Electronics, ada anak usaha seperti Langgeng Bajapratama dan KMI Electric Solution Indonesia, dan gaji manajemen kunci pun transparan, sekitar 45 Miliar setahun sampai Q3 2025. Dari sisi tata kelola minimal di atas kertas, KBLI tidak memberi aroma emiten abal-abal.

Masuk ke angka Q3 2025 YTD, di sinilah drama utama kenapa harga bisa lari turun dari 406 ke 334. Revenue sembilan bulan naik dari sekitar 2,44 Triliun di Q3 2024 YTD menjadi 2,69 Triliun di Q3 2025 YTD, tumbuh 10,50%. Secara permukaan, ini angka yang sehat untuk pabrik kabel. Masalahnya, laba bersih pemilik entitas induk justru turun dari kurang lebih 152,34 Miliar menjadi 142,32 Miliar, minus 6,58%. Margin kotor memang masih positif, laba kotor naik tipis dari 318,88 Miliar menjadi 319,75 Miliar, tetapi secara rasio melorot, gross margin turun dari sekitar 13,08% ke 11,87%. Net margin ikut ketarik, dari 6,25% jadi 5,28%. Poin krusial, beban pokok penjualan tumbuh sekitar 12,04%, lebih cepat dari revenue yang cuma 10,50%, sementara beban penjualan dan umum administrasi naik sekitar 9%. Jadi top line naik, tetapi biaya lari sedikit lebih cepat daripada penjualan, hasil akhirnya laba operasi turun sekitar 6,22% dan laba bersih ikut terkikis. Buat pasar yang sensitif dengan kata kunci penurunan laba, kombinasi revenue naik, laba turun, margin menyempit adalah resep klasik untuk jual dulu, berpikir belakangan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau hanya berhenti di laba rugi, KBLI kelihatan seperti pabrik dengan bisnis yang lagi keteken margin input, entah karena harga tembaga, aluminium, atau tekanan harga jual di proyek. Namun begitu pindah ke neraca, ceritanya berubah cukup ekstrem. Total liabilitas Q3 2025 sekitar 306,13 Miliar, kas dan setara kas 358,25 Miliar, pinjaman bank jangka pendek cuma sekitar 2,09 Miliar. Rasio hutang terhadap ekuitas di FY 2024 hanya sekitar 0,15%, dan di Q3 2025 naik tipis ke kisaran 0,19%. Secara praktis, ini perusahaan yang hampir tidak punya utang berbunga, kas lebih besar dari pinjaman bank, dan punya ekuitas sekitar 2,86 Triliun. Artinya, dari sudut pandang risiko gagal bayar, KBLI ini salah satu emiten yang paling aman di papan manufaktur, hampir mustahil bangkrut hanya karena masalah utang bank, karena memang utangnya sangat mini. Problem KBLI jelas bukan leverage yang kelewat tinggi, justru sebaliknya, modal sendiri tebal, uang orang sangat sedikit.

Sumber keruwetan yang lebih berbahaya justru ada di persediaan dan arus kas operasi. Dari 2019 sampai 2023, persediaan bersih KBLI berjalan relatif terkendali, sempat turun di 2020 dan 2021, lalu naik pelan di 2022 dan 2023. Lalu tahun 2024 muncul lonjakan besar, dari sekitar 680,94 Miliar menjadi kurang lebih 1,125 Triliun, naik sekitar 65,26%. Komposisinya pun agresif, bahan baku melonjak sekitar 122%, barang jadi naik lebih dari 50%. Manajemen bahkan melakukan pembalikan penyisihan penurunan nilai persediaan sekitar 3,4 Miliar karena barang yang tadinya dianggap berisiko ternyata bisa dijual di atas nilai tercatat. Di Q3 2025 total persediaan memang turun sedikit ke sekitar 1,113 Triliun, tetapi yang menarik, bahan baku mulai surut sementara barang jadi masih naik ke kisaran 750 Miliar. Itu tanda bahwa pabrik tetap memproduksi dan stok barang jadi menumpuk lebih cepat daripada barang itu bisa keluar lewat penjualan.

Lonjakan persediaan 2024 inilah yang menjerat arus kas. Di laporan laba rugi, 2024 terlihat cantik. Revenue sekitar 3,39 Triliun, naik 22,7%, laba bersih pemilik induk lompat ke sekitar 229,58 Miliar, naik lebih dari 80% dibanding 2023. Gross margin membaik, beban bunga turun hampir setengah karena pelunasan utang bank, semuanya terlihat seperti turn around yang manis. Namun di laporan arus kas, kenyataannya berlawanan, cash flow from operations yang di 2023 masih positif sekitar 180,61 Miliar berubah jadi negatif dalam di 2024, sekitar minus 178,44 Miliar. Padahal kas yang masuk dari pelanggan sekitar 3,71 Triliun, bahkan lebih tinggi dari revenue 3,39 Triliun. Uangnya menguap ke mana. Jawabannya ada di modal kerja, terutama pembayaran ke pemasok dan karyawan sekitar 3,89 Triliun plus efek lonjakan persediaan, ditambah pelunasan utang bank 100 Miliar di sisi pendanaan. Secara analogi sederhana, KBLI tahun 2024 seperti pemilik toko yang mengaku laba besar di pembukuan, tetapi di laci kas uangnya justru habis, karena terlalu banyak dibelanjakan untuk stok barang dan pelunasan kartu kredit. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi kualitas laba, ini sinyal yang berat. Laba yang melonjak tetapi CFO negatif, apalagi di angka ratusan miliar, definisinya adalah laba akuntansi yang berkualitas rendah. Bukan berarti manajemen menipu, tetapi pola pengakuan pendapatan dan struktur modal kerja membuat laba di kertas tidak segera berubah menjadi kas di rekening. Saat pasar melihat kombinasi laba turun di Q3 2025 YTD dan mengingat CFO negatif 2024, wajar kalau muncul narasi bahwa KBLI adalah deep value yang berpotensi jadi value trap, apalagi kalau manajemen tidak mengendalikan persediaan dan biaya bahan baku dengan lebih disiplin.

Sekarang tarik ke valuasi di harga 334. Dengan jumlah saham beredar sekitar 4,01 miliar, kapitalisasi pasarnya kurang lebih 1,34 Triliun. Ekuitas Q3 2025 sekitar 2,86 Triliun, sehingga nilai buku per saham sekitar 714,8 rupiah. Artinya, PBV KBLI di level ini hanya sekitar 0,47 kali, investor membeli satu rupiah ekuitas dengan harga kurang dari setengah rupiah. EPS sembilan bulan 2025 sekitar 35,52 rupiah, jika diannualisasi ke sekitar 47,36 rupiah per saham. Dengan EPS proyeksi seperti itu, PER KBLI di harga 334 hanya sekitar 7,05 kali. Revenue tahunan yang diannualisasi dari Q3 2025 sekitar 3,59 Triliun, sehingga rasio harga terhadap penjualan sekitar 0,37 kali. Di sisi kas, kas per saham di Q3 2025 sekitar 89,39 rupiah, sementara pinjaman bank per saham hanya sekitar 0,52 rupiah. Dari sudut pandang risiko finansial, ini perusahaan yang hampir net cash, dengan rasio utang sangat kecil, diperdagangkan jauh di bawah nilai bukunya.

Kalau memakai patokan sederhana, PBV wajar 1 kali dan PER konservatif 10 kali untuk emiten manufaktur yang tetap laba, harga teoritis KBLI bisa didekati dengan dua cara. Pertama, kalau pasar mau membayar penuh nilai bukunya, target harga sekitar 715 rupiah. Itu berarti kenaikan lebih dari 100% dari 334. Kedua, kalau pasar hanya mau memberi PER 10 kali ke EPS proyeksi 47,36 rupiah, harga sekitar 474 rupiah. Dua angka ini memberi rentang kasar, 474 sebagai target lebih konservatif berbasis laba, 715 sebagai target agresif berbasis nilai buku. Di bawah permukaan, untuk membuat skenario itu masuk akal, KBLI minimal harus menjaga laba setara proyeksi 2025 dan mengubah laba akuntansi itu menjadi kas nyata. Jika investor ingin balik modal harga beli 334 hanya dari dividen dan free cash flow dalam 10 tahun, kebutuhan kas per saham per tahun sekitar 33,4 rupiah. Dibandingkan dengan EPS proyeksi sekitar 47,36 rupiah, yang dibutuhkan hanya payout sekitar 70,5%. Secara matematika, tidak mustahil, selama laba tidak terganggu dan perusahaan memang mau membayar porsi besar laba sebagai dividen dan bukan terus mengikat kas ke persediaan yang menumpuk. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Namun angka cantik di Excel tidak menghapus risiko. Risiko paling besar di KBLI bukan utang, melainkan operasional dan siklus komoditas. Pertama, erosi margin Q3 2025 menunjukkan bahwa COGS kembali menggigit lebih keras daripada 2024. Kalau harga tembaga atau bahan baku lain naik sementara KBLI tidak bisa menaikkan harga ke pelanggan proyek, margin akan terus tertekan. Kedua, lonjakan persediaan 2024 dan level persediaan yang masih sangat tinggi di Q3 2025 berarti kas perusahaan akan terus tertahan di gudang, bukan di rekening bank, sampai barang benar-benar terserap. Kalau siklus permintaan tiba-tiba melambat, risiko penurunan nilai persediaan dan tekanan CFO bisa berulang. Ketiga, CFO 2024 yang negatif besar belum dibereskan secara data di Q3 2025, karena laporan arus kas interim yang terbaru tidak tersedia di data yang dibahas, sehingga investor pada dasarnya bertaruh bahwa manajemen sudah belajar dari tahun lalu.

Dari sudut pandang tipe investor, respons terhadap angka-angka ini akan sangat beragam. Investor pesimis akan melihat KBLI sebagai textbook case laba berkualitas rendah, menggarisbawahi CFO negatif di 2024, lonjakan persediaan 65,26%, serta penurunan laba Q3 2025 meskipun revenue naik, lalu menyimpulkan bahwa diskon PBV 0,47 kali bukan kesempatan, tetapi hukuman yang pantas. Mereka akan lebih fokus pada risiko bahwa margin yang tergerus dan modal kerja yang boros akan mengikis laba beberapa tahun ke depan, sehingga PER 7 kali hari ini bisa tiba-tiba berubah menjadi PER belasan kalau laba turun separuh. Sebaliknya, investor optimis akan tersenyum melihat neraca yang nyaris tanpa utang, kas ratusan miliar, basis aset yang kuat, dan fakta bahwa bahkan di tengah semua kekacauan modal kerja, KBLI masih mencetak laba bersih lebih dari 140 Miliar dalam sembilan bulan. Buat mereka, PBV setengah kali dan PER sekitar 7 kali untuk perusahaan industri yang sudah matang dan survive dari pukulan pandemi adalah margin of safety yang menarik.

Investor realistis biasanya akan berdiri di tengah. Mereka mengakui bahwa neraca KBLI sangat aman, tetapi menolak menutup mata terhadap fakta bahwa arus kas operasi tahun lalu kacau dan persediaan masih sangat tinggi. Di harga 334, mereka mungkin bilang saham ini murah, tetapi bukan kategori masuk saja tanpa mikir. Mereka ingin bukti bahwa CFO 2025 berbalik positif, persediaan mulai normal, dan margin stabil lagi sebelum berani menaikkan porsi. Trader jangka pendek dan bandar justru melihat KBLI di harga sekarang sebagai bahan baku spekulasi yang menarik, karena risiko bangkrut kecil, sedangkan narasi buruk tentang laba turun dan CFO negatif bisa dipakai untuk menekan harga saat akumulasi, lalu nanti tinggal mengemas narasi pemulihan margin dan valuasi murah untuk mendorong euforia di fase distribusi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagi investor yang nyangkut di harga atas, misalnya di kisaran 400 ke atas, angka-angka ini memberi dua pilihan cara berpikir. Cara pertama, menganggap KBLI sebagai warung yang sebenarnya bangunan dan isinya kokoh, tetapi pemiliknya sedang salah timing belanja barang sehingga kasnya seret. Kalau percaya manajemen akan belajar dan memperbaiki pola modal kerja, saham di 334 ini masih layak dipegang atau bahkan ditambah, dengan asumsi sabar beberapa tahun dan siap hidup dari dividen kalau nanti payout membaik. Cara kedua, menganggap bahwa lonjakan laba 2024 hanyalah puncak sementara, CFO negatif adalah alarm keras, dan penurunan laba Q3 2025 adalah konfirmasi bahwa KBLI tidak punya pricing power cukup kuat untuk menjaga margin di tengah naik turunnya harga bahan baku. Dalam cara pandang ini, diskon PBV dan PER yang terlihat murah justru adalah harga adil untuk bisnis yang kualitas labanya rapuh.

Pada titik ini, wajar kalau Community Pintar Nyangkut memasukkan KBLI ke skrining. Ini bukan saham kaleng-kaleng yang bisa hilang hanya karena utangnya meledak, tetapi juga bukan saham defensif yang bisa dibiarkan di pojok portofolio tanpa dikawal. Di satu sisi, investornya ditawari neraca yang super aman, valuasi murah, dan probabilitas sangat kecil untuk skenario bangkrut. Di sisi lain, investor dipaksa berdamai dengan risiko bahwa laba akuntansi yang manis bisa lagi-lagi tidak menjelma menjadi kas, seperti yang sudah terjadi di 2024, sementara margin 2025 menunjukkan bahwa perang biaya belum selesai. Apakah 334 itu harga buangan panik yang suatu hari akan terlihat konyol kalau KBLI berhasil menormalisasi persediaan dan arus kas, atau justru harga wajar untuk bisnis kabel yang tumbuh, tapi terus bermasalah dengan modal kerja. Di sinilah posisi KBLI sekarang, persis di area abu-abu yang paling disukai pasar, tempat di mana data yang sama bisa dibaca sebagai bencana atau peluang, tergantung seberapa dalam investor mau menggali laporan keuangannya. Urusan naik turunnya harga saham, itu serahkan ke bandar aja.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BGTG $GJTL

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG turun dulu sebelu lanjut

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Bank Ganesha Tbk. - BGTG
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

$BGTG

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saya kan bukan bandarnya.

Coba perhatiin trade $BGTG, dia juga ga kemana2 4-5 minggu.. lalu sekali gerak, dalam 2 hari langsung ke target.

Yg penting ngerti strategi nya dulu.. ga bisa mau profit mau dapet untung itu tanpa ilmu ataupun pengalaman.

@SaidFatkhanA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG ayo terbang lg bsk..kita tunggu sampai target

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ijin titip lapak di $BGTG Ndar. walaupun cuma di dukung oleh 3% populasi survey, tapi teman teman nya seperti $BBYB dan $DNAR sudah naik kencang semua. Semoga bisa ikut kemeriahan era bank digital dan bank kecil di akhir tahun ini....

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG target

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BGTG yuk berangkat

2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy