


Volume
Avg volume
PT BFI Finance Indonesia Tbk. atau BFIN bergerak di bidang usaha Pembiayaan Konsumen, Sewa Pembiayaan serta anjak piutang. Per 31 Desember 2018, jaringan BFI meliput: 1 kantor pusat, 228 cabang (termasuk 22 cabang syariah) dan 173 gerai. Perseroan memfokuskan kegiatan bisnisnya pada Pembiayaan Konsumen untuk kendaraan-kendaraan roda empat dan roda dua, serta membiayai alat-alat berat dan non-alat berat melalui Sewa Pembiayaan.
$BFIN
Halo, Rekan Investor. Selamat datang di sesi bedah saham kita hari ini.
Saya melihat banyak dari Anda yang bertanya-tanya tentang **BFI Finance (BFIN)**. Apakah saham ini layak dikoleksi di tengah volatilitas pasar tahun 2026 ini? Mari kita bedah fundamentalnya layaknya seorang profesional, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Berdasarkan data terbaru hingga awal 2026, berikut adalah analisis dan arahan strategis saya untuk portofolio Anda:
### 1. Narasi Utama: *The Comeback Story* (Kisah Kebangkitan)
Ingat tahun 2024? Itu adalah masa "bersih-bersih" dan kalibrasi internal bagi BFIN. Laba sempat turun 4,8% dan mereka melakukan efisiensi besar-besaran (memangkas >1.000 karyawan).
**Kabar baiknya:** Strategi itu berhasil. Di Semester I 2025, BFIN mencatatkan **kenaikan laba bersih 11,1% YoY menjadi Rp762 miliar**. Ini sinyal kuat bahwa mesin laba mereka sudah kembali panas dan efisiensi biaya operasional mulai membuahkan hasil.
### 2. Valuasi & Dividen: "Diskon" dengan Bonus Jumbo
Sebagai mentor, saya selalu mengajarkan untuk mencari *value*. Coba perhatikan angka ini:
* **Valuasi Murah:** BFIN diperdagangkan dengan PE Ratio sekitar **7,1x** dan Price to Book (PBV) di kisaran **1,0x**. Ini tergolong murah untuk perusahaan dengan *Return on Equity* (ROE) solid di angka 15,3%.
* **Dividen Menggiurkan:** Ini favorit saya. *Dividend yield* BFIN mencapai **9,57%**, jauh di atas rata-rata industri (6,24%) dan bunga deposito. Dengan *payout ratio* di atas 50%, BFIN adalah "sapi perah" yang bagus untuk *cash flow* portofolio Anda.
* **Potensi Upside:** Konsensus analis menargetkan harga wajar di **Rp915**, memberikan potensi keuntungan (*upside*) lebih dari **30%** dari harga saat ini.
### 3. Posisi Strategis & Manajemen Risiko
BFIN bukan pemain baru. Mereka tahu cara bermain di lapangan yang licin:
* **Fokus Aset Produktif:** 78% portofolio mereka ada di sektor produktif (modal kerja, investasi, alat berat). Ini cerdas, karena sektor ini tumbuh seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 7,4% di 2026.
* **Kualitas Aset Terjaga:** Meskipun NPF (kredit macet) naik sedikit ke 1,63% di pertengahan 2025 karena daya beli yang menantang, angka ini masih **jauh lebih sehat** dibandingkan rata-rata industri yang berada di 2,57%. Mereka sangat disiplin.
* **Transformasi Digital:** Tidak ada lagi pembukaan cabang fisik yang boros biaya. Fokus mereka kini 100% pada ekspansi layanan digital dan *technology-based origination*.
### 4. Sentimen Pasar & Regulasi
* **Investor Besar Masuk:** Masuknya **Ares Management** menggantikan peran Northstar memberikan sentimen institusional global yang kuat. Ditambah lagi, Direksi rajin memborong saham sendiri, yang merupakan sinyal kepercayaan diri manajemen.
* **Aman dari Regulasi Baru:** OJK menaikkan aturan *free float* (saham publik) menjadi 15%. BFIN sudah jauh di atas itu (~48%), jadi mereka aman dari risiko *forced delisting* atau sanksi, berbeda dengan emiten lain yang mungkin panik.
### Arahan Strategis untuk Investor (Action Plan)
1. **Untuk *Income Investor* (Pencari Dividen):** **STRONG BUY**. Dengan yield hampir 10%, saham ini bisa menjadi mesin pasif income yang sangat baik sambil menunggu apresiasi harga.
2. **Untuk *Value Investor*:** **ACCUMULATE**. Harga saat ini memberikan *margin of safety* yang cukup tebal. Fundamental perusahaan sedang dalam tren membaik (*turnaround*).
3. **Waspada Risiko:** Tetap pantau daya beli masyarakat dan angka NPF. Jika inflasi naik tak terkendali, sektor multifinance biasanya yang pertama terpukul. Namun, dengan *coverage ratio* 2,4x, BFIN punya bantalan yang cukup tebal.
**Kesimpulan Mentor:**
BFIN adalah contoh klasik perusahaan *turnaround* yang solid. Efisiensi sudah dilakukan, laba mulai naik, dan mereka membayar Anda (lewat dividen) dengan murah hati saat Anda menunggu harga sahamnya kembali ke nilai wajarnya di Rp900-an.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari kembali, sesuaikan dengan profil risiko, dan cuan menyertai Anda!*
https://cutt.ly/ntbIQjoH
RANDOM TAG $ADMF $CFIN
Strongg perform $BFIN asumsikan devidennya stay di yield 9% ini bahkan lebih besar dari perbankan digital.
Deviden 9% dengan Payout ratio 64% asumsikan 26% itu jadi laba ditahan yang next buat si emiten growth mereka punya modal.
secara risk-reward mungkin kayak lebih aman deposito bank digital yield 8% but itu masih dipotong pajak 20% wkwk jadi 6,4% return besih bandingkan dengan deviden BFI yang nggak di kenai pajak (Kalau di puterin lagi selama 3 tahun) padahal secara risk hampir mirip² bank-bank digital $BBYB $BBSI
tapi nggak bisa dibandingin langsung sih dengan deposito yang nggak ada drawdown dengan saham yang kadang gaje
1/2


Diplomasi pemerintah di index internasional mesti lebih kenceng lagi untuk membendung arus outflow yang terus menggila...
Investasi ini soal kepercayaan, pemerintah mesti tegas dalam upaya mengembalikan kepercayaan investor internasional. Please pak Purbaya, yg gak sejalan sikat2in aja jgn ragu... Kami investor ritel Indonesia 100% mendukung!
$BFIN
SCALPING $MBMA (635)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (625 – 645)
Take Profit 1 (TP1) 650
Take Profit 2 (TP2) 670
Zona Stoploss (< SL) 610
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (630)
Risiko (Risk)
Entry 630 → Stoploss 610
Risiko = 20 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 20 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 1
Reward TP2
TP2 – Entry = 40 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 2
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BFIN $ASPI
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$BFIN memang kampret BEI ma OJK ga guna, Bfin udah naik jatuh lg gara2 msci, terpaksa jd netap lama lg dah, mw cutloss sayang.. avg lom ada dana lg..
saya tidak tahu kapan harga saham ini akan naik, tapi jika harus memilih salah satu saham yang berani saya pegang sampai 10 tahun lagi, saya rasa $BFIN layak untuk di Hold.
#dyor
Memahami Bisnis Sebenarnya Induk AMOR dan Peran AMOR di Indonesia
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) merupakan anak usaha dari Ashmore Investment Management Limited, bagian dari Ashmore Group plc, sebuah perusahaan manajemen investasi global berbasis di Inggris yang berfokus pada pasar negara berkembang (emerging markets). Secara global, Ashmore mengelola dana berskala besar milik institusi seperti dana pensiun, sovereign fund, dan investor institusional internasional dengan fokus utama pada obligasi pemerintah, utang korporasi, dan aset berdenominasi mata uang lokal di negara berkembang.
Bisnis utama Ashmore Group bukanlah perdagangan saham harian, melainkan pengelolaan dana jangka panjang berbasis aset kelolaan (AUM). Pendapatan Ashmore berasal dari management fee yang relatif stabil selama dana kelolaan tetap terjaga. Dengan model ini, fluktuasi harga saham anak usaha bukan menjadi prioritas utama, selama operasional dan pengelolaan dana berjalan sehat dan sesuai regulasi.
Sementara itu, AMOR di Indonesia berperan sebagai entitas operasional lokal yang menjalankan fungsi manajer investasi sesuai regulasi OJK. Fokus bisnis AMOR adalah mengelola produk reksa dana dan layanan investasi untuk pasar domestik. Pencatatan saham AMOR di Bursa Efek Indonesia lebih bersifat korporasi dan kepatuhan struktur bisnis, bukan sebagai mesin pertumbuhan utama bagi grup secara global.
Bagi investor, penting untuk memahami bahwa nilai dan pergerakan saham AMOR lebih mencerminkan kondisi bisnis manajer investasi lokal, bukan secara langsung kinerja atau skala bisnis Ashmore Group secara global. Oleh karena itu, ekspektasi terhadap saham AMOR sebaiknya didasarkan pada pertumbuhan AUM domestik, kinerja produk reksa dana, serta dinamika industri manajer investasi di Indonesia—bukan semata reputasi induk usahanya.
$AMOR $BFIN $ACES

Padahal di $BFIN nunggu aja dikasih dividen hampir 10%... Wkwkwk... Malah nyari saham gorengan yg rentan kena crash... Hehehe
Saham Multifinance Bukan Saham "Gorengan": $BFIN adalah saham perusahaan riil dengan aset besar. Pergerakannya mengikuti kinerja perusahaan (laporan keuangan keluar tiap 3 bulan). Dia tidak akan naik 20% dalam sehari tanpa alasan luar biasa
Jika Ingin Lebih Cepat, Ini Opsinya:
1. Manfaatkan "Swing Trading" (Target 1-2 Minggu)
Anda tidak perlu menunggu setahun. Anda bisa masuk saat harga di level "support" (lantai) dan jual saat naik sedikit di "resistance" (atap).
Strategi: Beli di Rp695 - Rp700, lalu jual di Rp730 - Rp750.
Hasil: Untung sekitar 4-6% dalam hitungan hari/minggu. Dari Rp1 juta, Anda dapat Rp40rb - Rp60rb. Lumayan untuk beli kopi, tapi Anda harus rajin memantau grafik.
2. Strategi "Cum Dividend" (Target 1-2 Bulan)
Biasanya, harga saham akan naik kencang menjelang pengumuman dividen (sekitar bulan April/Mei).
Strategi: Beli sekarang saat harga masih "lesu", lalu jual saat orang-orang berebut beli menjelang pembagian dividen di bulan Mei. Harga biasanya terdorong naik oleh euforia pasar
@herwindyowarihkusumo tenang, ini saham $BFIN lagi sakit... gak akan naik... pasti turun... sangat sulit untuk close hijau bahkan bisa di katakan mustahil 🤣