745

0.00

(0.00%)

Today

17.79 M

Volume

24.89 M

Avg volume

Company Background

PT BFI Finance Indonesia Tbk. atau BFIN bergerak di bidang usaha Pembiayaan Konsumen, Sewa Pembiayaan serta anjak piutang. Per 31 Desember 2018, jaringan BFI meliput: 1 kantor pusat, 228 cabang (termasuk 22 cabang syariah) dan 173 gerai. Perseroan memfokuskan kegiatan bisnisnya pada Pembiayaan Konsumen untuk kendaraan-kendaraan roda empat dan roda dua, serta membiayai alat-alat berat dan non-alat berat melalui Sewa Pembiayaan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pegadaian luncurkan program Gadai Bebas Bunga jelang Lebaran. Pinjaman Rp50rb-2,5jt tanpa bunga. Ini strategi jaring nasabah di momen kebutuhan dana tinggi. Dampak ke sektor multifinance: kompetisi makin ketat, tapi juga bisa dorong minat masyarakat ke layanan gadai. Saham multifinance kayak $ADMF, $BFIN, $MFIN perlu dicermati. 📊

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SUPA vs $ARTO LK Full Year 2025: Mana Bank Digital Terbaik?

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

ARTO dan SUPA meskipun sama-sama punya bisnis bank digital dan ekosistem yang berbeda, di LK Full Year 2025, mereka sama-sama cetak laba. Tapi kesamaan itu berhenti di permukaan. Begitu dibedah lebih dalam, investor akan melihat bahwa laba ARTO dan laba SUPA lahir dari kualitas mesin yang berbeda, dari sumber dana yang berbeda, dan dari kadar risiko yang juga beda. Jadi ini bukan sekadar cerita dua bank digital yang sama-sama hidup di Indonesia. Ini cerita dua bank digital yang sama-sama tumbuh, tetapi satu terlihat lebih matang dan satu lagi masih sangat agresif mencari bentuk terbaiknya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari ukuran pendapatan inti, ARTO masih di atas SUPA. Pendapatan bunga dan syariah bersih ARTO mencapai Rp 2,46 triliun, sedangkan SUPA Rp 1,57 triliun. Laba bersih ARTO Rp 276,2 miliar, sementara SUPA Rp 99,6 miliar. Jadi kalau bicara daya hasil murni dari operasi perbankan, ARTO lebih besar. Ini penting karena bank digital bukan cuma dinilai dari cerita ekosistem, tetapi juga dari seberapa besar bunga bersih dan laba yang benar-benar berhasil ditangkap dari penyaluran dana. Di sini ARTO masih lebih meyakinkan.

Kalau dibaca dari arah pertumbuhan, SUPA memang terlihat lebih dramatis karena berhasil berbalik dari rugi Rp 366,3 miliar pada 2024 menjadi laba Rp 99,6 miliar pada 2025. Secara cerita pasar, ini menarik karena turnaround selalu menggoda. Tetapi ARTO juga tidak kalah menarik karena labanya melonjak 114,9% dari Rp 128,5 miliar menjadi Rp 276,2 miliar. Bedanya, lompatan ARTO terasa lebih bersih karena datang dari mesin yang sudah lebih stabil. SUPA terlihat seperti pendatang yang sedang ngebut setelah dapat bahan bakar besar, sedangkan ARTO terlihat seperti mesin yang sudah mulai menemukan ritme efisiennya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi arus kas, dua-duanya sama-sama terlihat kuat, tetapi sifat kuatnya tidak sama. CFO ARTO Rp 1,81 triliun, lalu setelah capex Rp 723,6 miliar yang mayoritas software Rp 704 miliar, FCF masih sekitar Rp 1,09 triliun. Ini menunjukkan bahwa setelah membiayai investasi digital yang besar pun, ARTO tetap menyisakan kas bebas yang tebal. SUPA malah mencatat CFO Rp 3,27 triliun dan FCF sekitar Rp 2,94 triliun setelah capex Rp 326,4 miliar. Angka ini lebih besar, tetapi pembacaannya harus hati-hati. Di bank, CFO yang meledak sering kali berasal dari masuknya dana pihak ketiga, bukan karena laba operasional lebih bermutu. Dalam kasus SUPA, itu memang yang terjadi karena DPK naik Rp 6,88 triliun. Jadi angka kas SUPA besar, tetapi kualitasnya lebih banyak ditopang pertumbuhan funding.

Kualitas laba ARTO terasa lebih rapi karena sumbernya lebih jelas dan lebih konservatif. Laba inti ditopang pendapatan bunga dan syariah bersih Rp 2,46 triliun, lalu one-off income hanya pemulihan kredit hapus buku Rp 17,1 miliar. Jadi laba tidak terlalu dihias oleh pos di luar inti. SUPA juga mencetak laba dari core banking, tetapi kualitas pertumbuhannya lebih mudah goyah karena biaya operasional, beban promosi, beban IT, dan pencadangan tetap menekan. Jadi kalau investor mencari bank digital yang profitnya lebih mudah dipercaya kualitasnya, ARTO lebih dekat ke karakter itu.

Pembeda paling jelas ada di kualitas aset. NPL bruto ARTO hanya 0,61%, sementara SUPA 2,60%. Ini selisih yang besar untuk bank digital yang sama-sama sedang mengejar pertumbuhan. Lebih menarik lagi, ARTO menutup kredit macet tahap 3 sebesar Rp 147,4 miliar dengan cadangan Rp 553,1 miliar, yang berarti coverage mendekati 380%. SUPA justru punya NPL sekitar Rp 249,8 miliar tetapi cadangannya hanya Rp 184,1 miliar. Artinya coverage belum 100%. Jadi ARTO bermain lebih hati-hati, sedangkan SUPA bermain lebih berani. Dalam kondisi pasar bagus, keberanian bisa kelihatan hebat. Dalam kondisi makro jelek, konservatisme biasanya lebih bertahan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Cara mereka membangun kredit juga berbeda. ARTO terasa lebih nyaman karena banyak bergerak lewat ekosistem yang lebih terkendali, termasuk hubungan dengan $BFIN Finance dan Multifinance Anak Bangsa. Kredit yang tumbuh terasa lebih dekat ke jalur yang lebih secured dan lebih tertata. SUPA banyak mendorong penyaluran lewat channeling ke Easycash dan Rupiah Cepat. Ini bisa mempercepat pertumbuhan, tetapi kualitas peminjamnya juga lebih rapuh karena banyak menyentuh segmen ritel unsecured. Itu sebabnya NPL rumah tangga SUPA melonjak dari Rp 12,1 miliar menjadi Rp 126,06 miliar. Jadi secara kualitas mesin kredit, ARTO lebih disiplin, sedangkan SUPA lebih agresif.

Kalau bicara sumber dana, ARTO juga lebih nyaman. Giro pihak berelasi mencapai Rp 2,73 triliun. Ini memberi bantalan dana murah yang besar. Struktur funding ARTO terlihat lebih seimbang, dengan CASA sekitar Rp 12,84 triliun berbanding deposito Rp 12,74 triliun. SUPA jauh lebih berat ke deposito, yaitu Rp 9,29 triliun, sedangkan CASA hanya Rp 2,52 triliun. Ini membuat biaya dana SUPA lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Jadi kalau BI Rate naik, margin SUPA lebih cepat kepukul. Dalam kondisi tekanan makro, ARTO terlihat lebih tahan Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf.

Dari sisi modal, SUPA memang terlihat sangat tebal karena CAR mencapai 93,24% setelah IPO besar pada Desember 2025 yang menghasilkan dana segar Rp 2,73 triliun. ARTO punya CAR 31,63%, yang juga sangat aman dan jauh di atas batas minimum. Jadi kalau bicara daya tahan permodalan, dua-duanya aman. Tetapi sifat amannya beda. SUPA aman karena baru disuntik modal sangat besar. ARTO aman karena kombinasi laba, kualitas aset, dana murah, dan pertumbuhan yang lebih terukur. Jadi SUPA lebih seperti petarung yang baru dibekali amunisi besar, sedangkan ARTO lebih seperti petarung yang sudah mulai terbiasa menang dengan ritme sendiri.

ARTO jelas lebih besar dalam laba inti, lebih tebal kualitas cadangannya, lebih aman struktur funding-nya, dan lebih matang model bisnisnya. SUPA lebih kecil, lebih baru, lebih cepat tumbuh, dan lebih berisiko. Investor yang suka bank digital dengan kualitas lebih rapi kemungkinan akan lebih nyaman melihat ARTO. Investor yang suka cerita turnaround dan pertumbuhan eksplosif mungkin tertarik pada SUPA, tetapi harus siap dengan risiko bahwa laba sekarang masih tipis terhadap potensi lonjakan pencadangan di masa depan. Jadi pertarungan ARTO dan SUPA bukan soal siapa yang lebih keren narasinya. Ini soal mana yang lebih besar, mana yang lebih berkualitas, dan mana yang lebih tahan kalau cuaca makro berubah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🔹 Keduanya sama-sama bank digital
🔹 Keduanya sama-sama cetak laba 2025
🔹 Tapi ARTO lebih matang
🔹 SUPA lebih agresif
🔹 ARTO lebih rapi kualitasnya
🔹 SUPA lebih tinggi risikonya

📊 Ukuran hasil operasi
🔹 ARTO
 ▫️ Pendapatan bunga dan syariah bersih Rp 2,46 T
 ▫️ Laba bersih Rp 276,2 B
🔹 SUPA
 ▫️ Pendapatan bunga bersih Rp 1,57 T
 ▫️ Laba bersih Rp 99,6 B
🔹 Jadi ARTO lebih besar di hasil inti
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📈 Pertumbuhan laba
🔹 ARTO
 ▫️ Laba naik 114,9%
🔹 SUPA
 ▫️ Dari rugi Rp 366,3 B jadi laba Rp 99,6 B
🔹 SUPA lebih dramatis
🔹 ARTO lebih stabil kualitasnya

💵 Arus kas dan capex
🔹 ARTO
 ▫️ CFO Rp 1,81 T
 ▫️ Capex Rp 723,6 B
 ▫️ FCF Rp 1,09 T
🔹 SUPA
 ▫️ CFO Rp 3,27 T
 ▫️ Capex Rp 326,4 B
 ▫️ FCF Rp 2,94 T
🔹 Tapi CFO SUPA besar karena funding masuk deras
🔹 Bukan semata karena laba lebih berkualitas

🧾 Kualitas aset
🔹 ARTO NPL bruto 0,61%
🔹 SUPA NPL bruto 2,60%
🔹 ARTO coverage hampir 380%
🔹 SUPA coverage di bawah 100%
🔹 Jadi ARTO jauh lebih konservatif
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏦 Struktur dana
🔹 ARTO
 ▫️ Giro pihak berelasi Rp 2,73 T
 ▫️ CASA Rp 12,84 T
 ▫️ Deposito Rp 12,74 T
🔹 SUPA
 ▫️ Giro pihak berelasi Rp 122 Juta
 ▫️ Deposito pihak berelasi Rp 32,65 B
 ▫️ CASA Rp 2,52 T
 ▫️ Deposito Rp 9,29 T
🔹 ARTO lebih kuat dana murah
🔹 SUPA lebih berat deposito mahal

💳 Mesin kredit
🔹 ARTO lebih dekat ke jalur yang lebih secured
🔹 SUPA lebih agresif lewat Easycash dan Rupiah Cepat
🔹 NPL rumah tangga SUPA naik dari Rp 12,1 B ke Rp 126,06 B
🔹 Ini red flag yang berat

🛡️ Modal
🔹 ARTO CAR 31,63%
🔹 SUPA CAR 93,24%
🔹 Dua-duanya aman
🔹 Tapi ARTO aman karena kualitas operasi
🔹 SUPA aman karena baru disuntik modal besar
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🔹 ARTO lebih besar
🔹 ARTO lebih berkualitas
🔹 SUPA lebih agresif
🔹 SUPA lebih spekulatif
🔹 Kalau cari bank digital yang lebih matang
 ▫️ ARTO lebih meyakinkan
🔹 Kalau cari turnaround dengan risiko lebih tinggi
 ▫️ SUPA lebih cocok untuk profil yang siap terima gejolak

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/9

testestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN Harga terkini saham BFIN berada/close di harga 740 turun Rp -5 atau -0.67% Nilai transaksi BFIN saat ini tercatat Rp.10.2 miliar. transaksi saat ini masih di bawah rata-rata harian. Trend yang terbentuk belum begitu valid terlihat antara akan memulai uptrend atau masuk ke area downtrend dan konsolidasi. Resistance saat ini berada di 800. Support saat ini berada di 715.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN why?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN MA50 udh topcer ini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Kool71 persentasenya kurang lebih sama sih om wkwk bbni dividen lebih besar tpi harga sahamnya lebih mahal juga... kalau mau yg persentasenya jomplang itu kalau gk salah $DMAS... tahun lalu dia 20 persen an wkwkwk. tpi aku sih blm berani beli om karena lebih percaya big banks. $BFIN juga blh dilirik om, dividen yield nya diduga 10 persen an tahun ini..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

BFIN: Earnings Call 2025 & Guidance 2026

Manajemen BFI Finance Indonesia ($BFIN) mengadakan earnings call pada Selasa (3/10). Berikut beberapa catatan penting kami:

▪️CoC Membaik Secara Kuartalan pada 4Q25
BFIN mencatat perbaikan Cost of Credit (CoC) secara kuartalan menjadi 3,5% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 4,5%) seiring perbaikan Non–Performing Financing menjadi 1,39% (vs. 3Q25: 1,55%, industri per 4Q25: 2,9%). Untuk 2026, manajemen BFIN menargetkan CoC di kisaran 4,1% (vs. realisasi 2025: 4,3%), meski realisasi pada 1Q26 diperkirakan lebih tinggi dari 4Q25 seiring pergeseran periode Idulfitri, sebelum kembali stabil dan membaik mulai 2Q26.

Beban provisi juga dipengaruhi oleh impairment from discontinued operation anak usaha, PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT), masing–masing senilai Rp19 M pada 2025 dan 2026 (setara ~2% beban provisi 2025), seiring keputusan melepas lisensi peer–to–peer FIT. Perseroan juga membukukan kerugian operasional sebesar Rp17 M pada 2025 terkait pelepasan tersebut. Adapun Cost–to–Income Ratio (CIR) tetap terjaga di level 44,2% pada 2025 (vs. 2024: 46,4%) dan diperkirakan stabil di kisaran ~44% pada 2026.

▪️BFIN Berencana Rilis Produk Cicilan Emas
Managed receivables naik +9% YoY/+1% QoQ per Desember 2025, didorong pertumbuhan joint financing sebesar +131% YoY/+11% QoQ, sehingga kontribusi joint financing terhadap managed receivables meningkat ke level 11% (vs. Desember 2024: 5%). Saat ini, joint financing dilakukan dengan Bank Jago ($ARTO), di mana ARTO menjadi pihak yang menanggung CoC pada skema tersebut. Ke depan, BFIN berencana untuk mempertahankan atau sedikit meningkatkan porsi joint financing dari level 11%, yang dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman sindikasi berdenominasi dolar AS dari bank offshore yang berbiaya lebih mahal.

Untuk 2026, manajemen BFIN menargetkan pertumbuhan pembiayaan di kisaran low–teens, dengan mayoritas pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 2H26 seiring banyaknya hari libur pada 1H26. Meski banyak origination masih berasal dari channel agency (48% per Desember 2025 untuk non–dealer financing), kontribusi channel digital diekspektasikan meningkat. Saat ini, BFIN telah bekerja sama dengan GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) dan memiliki beberapa mitra digital lain dalam pipeline. Perseroan juga berencana meluncurkan 2 produk digital baru paling cepat pada 2H26, yakni cicilan emas dan produk terkait segmen motor.

▪️Update Buyback dan Dividen
Manajemen BFIN mengatakan bahwa perseroan telah merealisasikan buyback saham sebesar Rp54 M dari alokasi anggaran sebesar Rp100 M, dengan potensi penyelesaian buyback sebelum batas akhir 23 Mei 2026. Untuk dividen tahun buku 2025, manajemen belum memberikan guidance, meski ruang peningkatan dividend payout masih terbuka mengingat Debt–to–Equity Ratio (DER) perseroan yang relatif rendah di 1,28x per Desember 2025 (vs. rata–rata industri: ~3x). Manajemen juga menyatakan nyaman meningkatkan DER ke level 2x.

______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN masih kuat berdiri sedang kan yg lain sedang berjatuhan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN ke angka 900 yok bisa yok

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Rilis data penjualan mobil di Indonesia Februari 2026 oleh Gaikindo dilansir dari Bisnis

✅ Penjualan mobil wholesales (produsen ke dealer) Feb 2026 mencapai 81.159 unit.

Naik +12,2% yoy dari Feb 2025 (72.344).
Naik +22,1% mtm dari Jan 2026 (66.472).

✅ Penjualan mobil retail (dealer ke konsumen) Feb 2026 mencapai 78.219 unit.

Naik +11,9% yoy dari Feb 2025 (69.872).
Naik +16,7% mtm dari Jan 2026 (67.009).

✅ Penjualan mobil wholesales kumulatif Jan-Feb 2026 mencapai 147.631 unit.

Naik +9,9% ctc dari Jan-Feb 2025 (134.299).

✅ Penjualan mobil retail kumulatif Jan-Feb 2026 mencapai 145.228 unit.

Naik +8,45% ctc dari Jan-Feb 2025 (133.901).

https://cutt.ly/rtTzrFcZ

Selaras dengan performa penjualan motor yang meningkat, penjualan mobil juga mengalami pertumbuhan solid.

Menandakan pemulihan sudah nyata terjadi pada pasar otomotif di Indonesia, yang menjadi indikasi perbaikan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Sayangnya kondisi Timur Tengah mengancam momentum pemulihan ini.

$BFIN $GJTL $ADMF

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN bisa yok ke 680

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN buset kl turun meluncur kyk ga ada yg ganjel kl naik ngesot...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hari Ini Rilis Data Penjualan Motor

Ini data penting buat perusahaan seperti $ASII dan leasing $ADMF $BFIN dkk

Apakah orang Indonesia masih doyan motor atau emb1j1?

Perkiraan saya penjualan motor naik karena pegawai emb1j1 beli motor baru. 🗿

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN mulai cari cicil serok gaes. saham dividen harus tambah muatan..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

oke lanjut part 33 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (BFIN, CNMA, PTRO)

$BFIN , PT BFI Finance Indonesia Tbk, perusahaan multifinance yang fokus pada pembiayaan berbasis aset.
Segmen utama:
- Pembiayaan kendaraan bekas (motor & mobil)
- Pembiayaan alat berat & produktif
- Pembiayaan UMKM berbasis jaminan BPKB
- Pembiayaan syariah skala kecil

Karakter bisnis:
- Asset-backed lending
- Yield tinggi (20–30% effective rate)
Risiko utama: NPL dan cost of fund
Growth tergantung loan book expansion
Portofolio utama BFIN adalah pembiayaan konsumen dan UMKM yang menjadi sumber pendapatan bunga.

Karakter BFIN:
- ROE tinggi (18–22%)
- asset-based lender
- credit risk cyclical
Normalized EPS ≈ 90 / share

Multiple wajar:
Bear market 7x = 630 per share
Normal 9–10x = 810 per share
Bull 12x = 1080 per share

Capex BFIN bukan capex fisik besar, tapi:
1. Loan Book Expansion. Modal dipakai untuk: pembiayaan konsumen, modal kerja UMKM, refinancing kendaraan
2. IT & Digital Lending. Capex IT meningkat setelah serangan siber industri multifinance. Fokus: cybersecurity, scoring system, digital channel
3. Branch Network. Ekspansi jaringan pembiayaan di daerah.

2021 recovery, covid impact
2022 growth, demand naik
2023 stabil, risk control
2024 ekspansi, UMKM demand
2025 stabil growth, portfolio mature

Return on capital sangat efisien karena:
ROA ~6%, ROE ~20%

Kondisi Market Segment
kendaraan bekas : stabil
UMKM financing : tumbuh
alat berat : cyclical
syariah : kecil tapi berkembang

Outlook Q1–Q2 2026 Positif karena:
1️⃣ kredit konsumsi naik
2️⃣ suku bunga mulai stabil
3️⃣ NPL terkendali

Tambahan faktor:
Fitch reaffirm rating AA- (stable) untuk BFIN. Artinya cost of fund tetap rendah.
jadi BFIN itu Mature compounder. Risiko kredit UMKM

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk ( $CNMA ), operator jaringan bioskop Cinema XXI di Indonesia.
Sumber pendapatan utama:
- Tiket bioskop (~60%)
- Food & Beverage (~34%)
- Iklan, digital platform, event (~6%)

Karakter bisnis:
- Asset heavy (screen, projection, lease mall).
- Cashflow kuat dari F&B.
- Network effect (lokasi bioskop + brand).
- Cyclical mengikuti kualitas film global.

Trend: Recovery pasca COVID selesai. Growth mulai melambat sejak 2024.
Normalized True Earnings ≈ 1.2T
True EPS ≈ 14–15
Kondisi:
Mature 10–12x
Stable growth 12–15x
jadi kira kira di 180-225 per share
Jika growth layar bioskop terus naik, bisa ke 250 per share

Capex utama digunakan untuk:
1. Ekspansi bioskop
Contoh 2024: 16 bioskop baru, 70 layar baru
2. Premiumisasi
Upgrade ke: IMAX, The Premiere, recliner seats. Ini menaikkan ticket price + F&B margin.
3. Digital ecosystem
Investasi pada: m.tix, https://cutt.ly/LtR9cycl, digital ads

Fase Emiten CNMA
Market position : Dominan (Cinema XXI leader)
Business phase : Mature growth
Revenue growth : stabil
Cashflow : kuat
Expansion : masih berjalan

Outlook Q1–Q2 2026
Faktor positif:
1️⃣ Film blockbuster pipeline
2️⃣ Konsumsi domestik stabil
3️⃣ layar bioskop bertambah

Risiko:
1️⃣ kualitas film Hollywood
2️⃣ streaming competition
3️⃣ daya beli kelas menengah

jadi, CNMA itu consumer entertainment compounder stabil. tetapi bukan high growth.

lanjut $PTRO , integrated mining & engineering contractor dengan 3 lini utama:
- Mining Services : kontraktor tambang (overburden removal, hauling, mine operation)
- Engineering, Procurement, Construction (EPC) : pembangunan fasilitas tambang, mineral processing, infrastruktur
- Energy & Offshore Services : EPCI offshore oil & gas, ekspansi ke mineral mining luar Indonesia
Perusahaan juga mulai diversifikasi melalui akuisisi grup mining & offshore untuk memperluas portofolio non-coal.

Trend penting:
- revenue growth konsisten
- operating leverage meningkat
- fleet utilization tinggi
- margin mining contract membaik
Artinya earning quality PTRO cukup bagus.

Karena PTRO adalah cyclical contractor + asset heavy.
Saat ini PTRO berada di mining supercycle tailwind, sehingga fair range: 12–15x True EPS
True EPS 2025 ≈ Rp189
Realistic fair range: 2.270-2.835 per share

PTRO memaksimalkan capex dengan model contract-backed expansion.
2021 : capex fleet mining, renewal equipment
2022 : tambahan haul truck, expansion mining contract
2023 : akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (mining), fleet modernization
2024 : infrastructure EPC expansion, offshore capability
2025 : diversifikasi non-coal mining, ekspansi offshore energy
Goodwill dari akuisisi KMS juga tercatat sekitar US$18.9 juta.

Fase Emiten PTRO
2021 Recovery, coal rebound
2022 Expansion, mining contract naik
2023 Acceleration, margin naik
2024 Growth, diversifikasi bisnis
2025 Scale-up, energy + mining

Kondisi Market Segment
Coal mining contractor : masih kuat
Mineral mining : mulai tumbuh
EPC tambang : stabil
Offshore energy : growth opportunity
PTRO punya cyclical exposure, tapi mulai mengurangi ketergantungan coal.

PTRO sering diberi premium karena:
1️⃣ Backlog mining contract besar
2️⃣ bagian dari Indika Group ecosystem
3️⃣ diversifikasi non-coal mining
4️⃣ offshore EPC growth

Outlook 2026 :
Q1 2026 kemungkinan: backlog kontrak mining stabil, revenue masih growth, margin tetap tinggi
Q2 2026 hal yang perlu dilihat: commodity price, fleet utilization, contract renewal, capex discipline
Jika backlog bertambah: 2026 net income bisa >130–150M USD

PTRO termasuk Tier-1 mining contractor di Indonesia
PTRO ini lebih cocok cyclical growth, bukan high multiple stock seperti DCII.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat kinerja keuangan  solid sepanjang tahun 2025. Pendapatan dan laba emiten pembiayan ini tumbuh positif. Pencapaian tersebut tidak lepas strategi pembiayaan maupun efisiensi operasional yang  dijalankan Manajemen Perseroan p...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN PE & PBV murah banget wkkw bhapp

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN lapkeu bagus, pbv bagus, dividen bagus. Bisa sih harusnya nih 800.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

BFIN: Laba Bersih +1% YoY pada 2025, Sedikit di Bawah Ekspektasi

BFI Finance Indonesia ($BFIN) mencatat laba bersih sebesar Rp415 M pada 4Q25 (-8% YoY, +2% QoQ), sehingga laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp1,6 T (+1% YoY) — sedikit di bawah ekspektasi konsensus (96% estimasi). Pre-Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh +6% YoY dan +13% YoY masing-masing pada 4Q25 dan 2025, didukung kenaikan Net Interest Income sebesar +10% YoY pada kedua periode tersebut.

Dari sisi portofolio, managed receivables naik +1% QoQ/+9% YoY per Desember 2025, sementara net financing relatif flat QoQ meski masih tumbuh +2% YoY. Kontribusi net financing segmen 2W — yang ingin dikembangkan perseroan — terhadap total portofolio meningkat menjadi 7,9% per Desember 2025 (vs. 7,8% per September 2025 dan 7,0% per Desember 2024).

Kinerja laba bersih yang lebih lemah dibandingkan PPOP disebabkan oleh kenaikan beban provisi neto sebesar +36% YoY pada 4Q25 dan +37% YoY pada 2025, dengan Cost of Credit (CoC) meningkat menjadi 4,7% selama 2025 (vs. 3,9% pada 2024).

[Sumber: Laporan Keuangan]

------
Stockbit Sekuritas

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

JAKARTA – PT BFI Finance Tbk (BFIN), perusahaan pembiayaan swasta, mencatatkan laba tumbuh 1,1% secara tahunan menjadi Rp1,58 triliun di tengah perubahan tren perilaku dan daya beli masyarakat sepanjang tahun 2025.
Sejalan dengan kinerja laba, pendapatan BFIN juga bertumbuh, bahkan naik 6,5% menja...

www.idnfinancials.com

www.idnfinancials.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Emitentrust.com- Struktur kepemilikan saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) per akhir Februari 2026, porsi saham beredar di publik atau free float perseroan tercatat sebesar 44,69%, sedikit turun dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 44,86%.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pe...

emitentrust.com

emitentrust.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance mencatatkan kinerja keuangan yang stabil sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan pembiayaan tersebut membukukan total pendapatan sebesar Rp6,7 triliun, meningkat 6,5% dibandingkan tahun 2024.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih p...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Emitentrust.com- PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,58 triliun sepanjang tahun 2025 atau meningkat sekitar 1,3% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,56 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan hingga 31 Desember 2025, kinerja tersebut...

emitentrust.com

emitentrust.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN

Halo rekan-rekan investor! Mari kita bedah laporan keuangan tahunan BFI Finance Indonesia Tbk (Kode Saham: BFIN) untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sebagai mentor saham kalian, saya melihat beberapa poin krusial mengenai fundamental BFIN yang wajib kalian perhatikan sebelum menyusun strategi investasi.

**1. Pertumbuhan Pendapatan dan Laba yang Solid**
Kinerja bisnis inti (top-line) BFIN menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pendapatan utama dari sewa pembiayaan naik menjadi Rp3,57 triliun dari Rp3,36 triliun di tahun 2024. Pendapatan dari pembiayaan konsumen juga bertumbuh, dari Rp1,66 triliun menjadi Rp1,78 triliun. Kinerja ini berhasil mendorong Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp1,58 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,56 triliun. Meskipun ada sedikit penurunan tipis pada Laba Per Saham (EPS) ke angka Rp103 dari sebelumnya Rp104, secara keseluruhan profitabilitas perusahaan tetap tangguh.

**2. Neraca Keuangan (Balance Sheet) yang Semakin Sehat**
Total Aset BFIN tumbuh menembus Rp25,47 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp25,11 triliun. Hebatnya, pertumbuhan aset ini diiringi dengan efisiensi liabilitas; Total Liabilitas turun perlahan menjadi Rp14,81 triliun dari Rp14,93 triliun di tahun lalu. Di sisi lain, Ekuitas perseroan menebal menjadi Rp10,65 triliun dari Rp10,18 triliun. Ini membuktikan bahwa manajemen BFIN sangat disiplin mengelola struktur modal dan membiayai pertumbuhan asetnya tanpa harus menambah tumpukan utang.

**3. Katalis Positif: Kekuatan Kas dan Dividen**
Kabar sangat baik bagi kalian para *dividend hunter*! Arus kas bersih dari aktivitas operasi BFIN melonjak drastis menjadi Rp1,41 triliun, jauh lebih kuat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp489 miliar. Kekuatan likuiditas ini terwujud pada komitmen perusahaan membagikan dividen kas sebesar Rp1,00 triliun sepanjang 2025, naik signifikan dari dividen tahun lalu yang bernilai Rp827 miliar.

**4. Risiko yang Harus Dipantau: Pencadangan Piutang**
Sebagai investor, kita harus objektif melihat risiko (bear case). Perhatikan adanya lonjakan beban pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai yang membengkak menjadi Rp1,09 triliun, naik dari Rp850 miliar pada tahun sebelumnya. Ini adalah indikator bahwa manajemen memperkirakan adanya peningkatan risiko kredit atau potensi kredit macet di lapangan. Walau begitu, kalian tidak perlu terlalu panik karena PT Fitch Ratings Indonesia baru saja mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang BFIN di level "AA-(idn)" dengan *outlook* stabil per 24 Februari 2025, yang menegaskan bahwa ekspektasi tingkat risiko gagal bayar perseroan masih sangat rendah.

**Arahan Mentor:**
Secara fundamental, BFIN membuktikan kualitasnya sebagai salah satu jawara di sektor *multifinance*. Bagi kalian yang memiliki profil investasi jangka menengah hingga panjang, khususnya yang mencari *passive income* dari dividen rutin, saham BFIN masih sangat layak untuk diakumulasi atau di-*hold*. Namun, tetap amati laporan kualitas piutang mereka (tingkat NPL) pada rilis kuartal berikutnya guna memastikan risiko kerugian piutang bisa terus ditekan oleh manajemen.

Tetap disiplin dengan *money management* dan *happy investing*!

https://cutt.ly/dtRSdwgJ

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan laba bersih Rp1,58 triliun atau naik 1 persen sepanjang 2025.
Laba tersebut ditopang oleh pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun, atau tumbuh 9,3 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan mencap...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BFIN wih LK udah keluar, dan masih tumbuh disaat gempuran ekonomi global turun di 2025

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $BFIN

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy