


Volume
Avg volume
PT BFI Finance Indonesia Tbk. atau BFIN bergerak di bidang usaha Pembiayaan Konsumen, Sewa Pembiayaan serta anjak piutang. Per 31 Desember 2018, jaringan BFI meliput: 1 kantor pusat, 228 cabang (termasuk 22 cabang syariah) dan 173 gerai. Perseroan memfokuskan kegiatan bisnisnya pada Pembiayaan Konsumen untuk kendaraan-kendaraan roda empat dan roda dua, serta membiayai alat-alat berat dan non-alat berat melalui Sewa Pembiayaan.
$BFIN $ADMF $CFIN
Banyak yang tanya, BFIN kok harganya di situ-situ aja? Padahal katanya perusahaannya bagus.
Biar nggak bingung, kita pakai logika sederhana. BFIN itu ibarat "toko uang". Mereka pinjam uang dari bank/obligasi (kulakan), lalu dipinjamkan lagi ke kita buat kredit mobil atau modal usaha. Nah, belakangan ini tantangannya adalah bunga dari bank lagi tinggi-tingginya. Jadi, modal "kulakan" mereka lagi mahal.
Tapi, di akhir 2025 ini, ada angin segar yang bikin BFIN layak banget masuk radar pantau. Ini alasannya:
1. Suku Bunga Mulai Turun = Untung Naik
Sektor multifinance kaya BFIN itu paling sensitif sama yang namanya suku bunga.
Logikanya: Pas suku bunga BI turun, biaya yang dibayar BFIN ke bank buat modal jadi lebih murah.
Efeknya: Selisih keuntungan (margin) mereka jadi makin lebar. Biasanya, harga saham bakal gerak duluan sebelum laporan keuangannya keluar. Ini kesempatan buat curi start.
2. Bukan Cuma Jualan Kredit Mobil Bekas
Banyak yang ngira BFIN cuma main di mobil bekas. Padahal, mereka punya "senjata rahasia":
Pembiayaan Alat Berat: Seiring proyek infrastruktur dan tambang yang jalan terus, permintaan kredit alat berat itu gurih banget hasilnya.
Kredit Beragun Sertifikat: Ini produk yang lagi naik daun. Orangnya pinjam besar, jaminannya aman (properti), dan tenornya panjang. Ini bikin cashflow BFIN lebih stabil buat jangka panjang.
3. Perusahaan yang "Melek" Teknologi
BFIN salah satu yang paling serius investasi di sistem IT. Buat kita investor, ini penting karena:
Proses survei dan approval jadi lebih cepet (biaya operasional turun).
Risiko orang gagal bayar (kredit macet) lebih kekontrol karena sistem mereka makin pinter nyaring nasabah.
4. Rajin Bagi-Bagi "Jajan" (Dividen)
Buat pemula, BFIN ini termasuk saham yang loyal bagi dividen. Sambil nunggu harga sahamnya naik (capital gain), kita dikasih uang jajan rutin dari labanya. Jadi, nggak terlalu stres kalau harganya lagi naik-turun dikit.
Kesimpulan :
Secara fundamental, BFIN itu punya "mesin" yang sehat banget. Masalahnya cuma di kondisi bunga global yang kemarin lagi tinggi aja. Begitu bunga beneran melandai, BFIN punya potensi rebound yang kencang karena manajemennya salah satu yang paling efisien di Indonesia.
NILAI WAJAR BFIN: 1,415
MOS 30%: 990
MOS 40%: 855
MOS 50%: 705

$BFIN , $BBRI, $ADRO, adalah jalan bagi orang sabar. Pastikan dulu dapat deviden. Yakinlah, Capital gain mengikuti. Masa depannya juga cerah.
Pelan tapi pasti. Dari uang dingin itulah (dari deviden) kami memikirkan cara untuk menambah jumlah lot, ekspansi, dan bahkan spekulasi di saham trading untuk tambah modal.
Seperti motor, Saya mau jalan pelan diawal, kemudian gas ngebut. Dikit-dikit jadi bukit.
Akankah Setelah Booming Saham Properti, Saham Perbankan dan Jasa Pinjaman Akan Naik?
Setelah saham sektor properti mengalami fase booming, muncul pertanyaan besar di kalangan investor: apakah sektor perbankan dan jasa pinjaman akan menyusul naik? Secara logika ekonomi, properti dan perbankan memiliki hubungan yang sangat erat. Kenaikan penjualan properti hampir selalu dibarengi dengan peningkatan kredit, terutama KPR dan pembiayaan konstruksi. Namun, yang menarik, di pasar saham justru sektor keuangan sering terlihat masih tertekan ketika properti sudah lebih dulu bergerak naik.
Tekanan pada saham perbankan dan jasa pinjaman biasanya bukan tanpa alasan. Di fase awal pemulihan ekonomi, investor cenderung berspekulasi pada sektor yang paling cepat merespons stimulus, seperti properti. Sementara itu, perbankan masih dibayangi kekhawatiran terhadap kualitas kredit, risiko NPL, margin bunga yang tertekan, serta ketidakpastian arah suku bunga. Akibatnya, meskipun aktivitas ekonomi mulai bergerak, saham sektor keuangan belum langsung mencerminkan perbaikan tersebut.
Namun secara siklus, kondisi “tertekan” ini justru sering menjadi fase akumulasi. Ketika pertumbuhan kredit mulai tercermin nyata dalam laporan keuangan dan risiko kredit mulai stabil, pasar biasanya akan melakukan re-rating terhadap saham perbankan dan jasa pinjaman. Di titik ini, sektor keuangan sering berperan sebagai laggard yang menyusul naik setelah sektor properti lebih dulu memimpin. Artinya, tekanan harga bukan selalu pertanda sektor tersebut lemah, melainkan bisa jadi sedang menunggu katalis yang tepat.
Ke depan, kunci pergerakan saham perbankan dan jasa pinjaman terletak pada keberlanjutan permintaan kredit, stabilitas suku bunga, serta kepercayaan pasar terhadap kualitas aset. Jika booming properti benar-benar diikuti oleh penyaluran kredit yang sehat dan laba yang konsisten, maka sektor keuangan berpotensi mengalami kenaikan yang lebih terukur namun solid. Dalam konteks ini, investor yang sabar dan fokus pada fundamental sering melihat fase tekanan sebagai peluang, bukan ancaman.
$BBTN $KIJA $BFIN

@friendyap insider aja berani beli di 1200 tender offer. skrg sih harganya menarik banget. sama kayak emtk pas 500-600 dibuang terus sampai tb2 terbang. $BFIN

Rilis data penjualan (distribusi) sepeda motor di pasar domestik Indonesia Desember 2025 oleh AISI
✅ Distribusi sepeda motor Des 2025 sebanyak 461.925 unit.
Turun -11,78% mtm dari Nov 2025 (523.591).
Naik +14,49% yoy dari Des 2024 (403.480).
Lebih banyak dari Des 2023 (427.033).
✅ Distribusi sepeda motor Q4 (Okt-Des) 2025 sebanyak 1.575.878 unit.
Turun -9,03% qtq dari Q3 2025 (1.732.262).
Naik +7,88% yoy dari Q4 2024 (1.460.814).
Lebih banyak dari Q4 2023 (1.515.309).
✅ Distribusi sepeda motor Jan-Des 2025 mencapai 6.412.769 unit.
Naik +1,25% yoy dari Jan-Des 2024 (6.333.310).
Lebih banyak dari Jan-Des 2023 (6.236.992).
Jumlah setahun penuh 2025 ini juga melampaui batas bawah target AISI kisaran 6,4 juta sampai 6,7 juta unit.
........................
Industri dan market otomotif Indonesia menunjukkan tanda pemulihan yang solid.
Penjualan sepeda motor menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan tahunan (yoy) baik dalam jumlah bulanan Des, kuartalan Q4, maupun kumulatif tahun 2025.
Lebih luas, ini juga menjadi indikasi perbaikan arah ekonomi Indonesia yang semakin nyata.
$AUTO $DRMA $BFIN

$BFIN mah avg broker smua 900-1000.. asing cicil beli trus tiap hari. broker bb yg jualan terus tiap hari. walaupun dia jualannya rugi (avg 1100an) intinya dia ga mau kasi harga naik. tp justru kesempatan buat akumulasi. ga sampe 1 tahun pasti terbang ene. dikasi murah sama broker BB barangnya.. dpt dividen 2x setahun. downsidenya da terbatas.. upsidenya lumayan.

Aku merealisasikan sebagian profit utk collect cash di RDN🙂 mayan tdi nambah $BFIN, PANS dan $BJTM ..
Sisanya mau dialokasikan sebagai cadangan apabila IHSG nantinya koreksi ..
Hari ini cukup seru, terutama jungkat jungkit $TINS :v
Mayan keluar masuk 3x disana :) benar2 nice
Semoga bsk bsa lebih baik lagi ..

$BBRI $BFIN $SPTO mid day pas di support MA10 nya, apakah akan bertahan? mari kita tunggu sampai penutupan bursa hari ini
menu 8 January
$KEEN yang udah breakout potensi lanjut bagger entri di 1020-1030
$ACES lagi di akum asing, tarket q1 tumbuh infonya gerainya udah bertambah
$BFIN juga menarik isunya saham2 pembiayaan konsumen wajib nambah modal minimal berapa T gitu, agar kehitung prospeknya jalan
#Dyor