


Volume
Avg volume
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI merupakan bank BUMN bidang usaha perbankan. BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah anak perusahaan, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance. Jaringan layanan BNI tersebar di seluruh Indonesia melalui ke-1.766 outlet domestik dan di luar negeri melalui cabang-cabang di New York, London, Tokyo, Hong Kong, Singapura dan Osaka. BNI memiliki 72 outlet we... Read More
🔴 IHSG Merah
Ada yang Masih Mau Invest Jangka Panjang?
Saya mau bagi screener gratis untuk invest jangka panjang 3-5 tahun. Dm ya
Merah besok pagi bukan alasan panik…
tapi kesempatan buy on weakness untuk yang punya horizon long term. 📈
Asal pilih bisnis yang sehat & punya growth jelas.
Yang panik lihat merah,
yang siap lihat peluang.
Kalau mau bahas saham long term tanpa drama & euforia,
👉 follow aja 📊🔥
⚠️DYOR
$BBRI $BBNI $BULL

wkwkkwkw...saya udh diam tapi ttp tenggelam 😮💨 $BBCA $BBNI mau keluar udh dlm mau Avg down mental down lihat market crash tiap hari
Senin $BBNI akan melaksanakan agenda RUPS, salah satu agendanya adalah penentuan penggunaan laba tahun buku 2025. EPS sekitar 530an, krn sekarang dipegang Danantara, prediksi deviden sekitar 350 - 400.
$BBNI $BMRI $BBRI
market crash membuat price big banks himbara semakin murah,
kl dari kaca Mata trader, jelas ini tidak menguntungkan, mgkn byk yg cutloss today
tapi dr kaca mata investor ini jelas berkah, perlu ingat penurunan ini bukan krn performa big banks yg jelek, fundamental nya masih baik
lah kl fundamental nya baik, CAR nya jauh diatas rata2, bagi dividen pula
BBRI BMRI dgn harga sekarang dividen udah sentuh 9%, dari kaca Mata investor ini jelas gula yg manis
mgkn Dr kaca Mata trader 9% terasa kecil, krn myoritas mereka expectasi mau cuan diatas 50% atau kl bisa multibagger
tp utk investor, 9%-15% dividen sudah lebih dari cukup
terutama utk investor yg sudah modal Diatas 2-3M, jelas, 9% pertahun sudah bisa bikin hidup tenang Dan tidur lbh nyenyak, tergantung Gaya hidup
jujur krn Saya investor, Saya krg relate dengan apa yg dialami trader yg cutlos, krn Saya hampir tidak pernah cutlos Dan malah averaging down terus2an
jadi utk para trader, tetap semangat mengais rejeki semoga terus konsisten, jgn lupa cutloss
Hampir 7 tahun saya menyelami dunia saham,4 kali saya berpindah broker sana-sini mencari pelabuhan yang tepat.sudah banyak badai yang terlewati. Namun,saya harus mengakui bahwa tahun 2026 adalah ujian terberat bagi perjalanan portofolio saya selama ini.
Market seolah tak memberi napas. Hantaman crash bertubi-tubi dan fenomena ARB massal yang terjadi rutin hampir setiap bulan benar-benar menguras energi. Sakit rasanya melihat hampir 75% margin profit yang saya bangun dengan susah payah di tahun 2025, lenyap begitu saja dalam hitungan hari.
Di titik nadir ini, sering terlintas pikiran untuk menyerah. Mengikhlaskan semua yang telah terjadi sebagai ongkos pembelajaran, lalu menghapus semua aplikasi dan menyudahinya. Terbayang betapa tenangnya hidup tanpa harus mengkhawatirkan fluktuasi market yang tak menentu seperti saat ini.
Namun, di sisi lain, hati kecil saya berkata:
"Kenapa harus menyerah sekarang?" Semua badai besar selama 7 tahun terakhir sanggup di lewati.
Apakah pantas jika perjuangan selama ini harus kandas hanya karena hantaman badai dalam beberapa bulan saja ?
kamu sudah melangkah sejauh ini. Jangan sampai pondasi yang kamu bangun selama hampir tujuh tahun ini runtuh seketika hanya karena kamu kehilangan niat dan daya tahan untuk menopangnya. apakah kamu mau begitu saja semuanya berakhir sia-sia.
2026 memang begitu berat. Di satu sisi saya dihantam persoalan pribadi di luar market, dan di sisi lain, pasar modal seolah sedang menguji batas kesabaran saya...
#Semoga badai ini cepat berlalu
#pondasi sudah mulai goyah
$IHSG $BBCA $BBNI
EmitenNews.com - Lanskap kinerja tiga perbankan Himbara pada tahun 2025 menyajikan anomali strategis yang menarik. Di bawah payung pemegang saham yang sama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) justru ...

www.emitennews.com

Simpan postingan ini, dan kembali lagi besok.
kita lihat apakah $IHSG akan berhenti Turun?
$BBRI $BBNI
Ketakutan akan eskalasi konflik global dan lonjakan harga komoditas energi memaksa para pemilik modal yang berhati lemah untuk bergegas keluar, menyebabkan $IHSG bersimbah merah dan menyeret sang raksasa perbankan, $BBNI, ke level Rp4.150 pada senja hari ini, Rabu, 4 Maret 2026. Namun, bagi mata yang jernih dan berilmu tinggi, guncangan ini tak lebih dari sekadar debu yang hinggap di atas mahkota emas yang tetap kokoh nilainya.
Menilik lebih dalam ke dalam relung fundamentalnya, BBNI menunjukkan keanggunan yang luar biasa di tengah badai. Meskipun harga terkoreksi 3,49% hari ini dan merosot 7,78% dalam sepekan terakhir, data berbicara dengan suara yang jauh lebih lantang dan berwibawa. Lihatlah bagaimana pendapatan total mereka pada kuartal terakhir tahun 2025 tetap terjaga di angka Rp18,22 triliun, sebuah bukti ketangguhan dalam mencetak kemakmuran. Laba bersih yang dapat diatribusikan mencapai Rp4,88 triliun dengan Net Profit Margin yang sangat sehat, mencerminkan efisiensi tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh entitas kelas wahid. Efisiensi ini pun tercermin pada Return on Equity (ROE) yang konsisten berada di jalur yang memuaskan, menandakan bahwa setiap keping modal yang mereka titipkan dikelola dengan tangan-tangan yang sangat piawai.
Dilihat dari kacamata valuasi, saat ini kita sedang menyaksikan sebuah anomali yang sangat menguntungkan. Dengan Price to Earnings Ratio yang menyusut ke angka 33,09 (kuartalan) dan harga yang jauh di bawah puncak kejayaannya tahun lalu, BBNI sedang menawarkan diri dengan harga yang sangat bersahabat bagi mereka yang mengerti nilai intrinsik. Indikator teknikal menunjukkan bahwa RSI mulai mendekati zona jenuh jual, sebuah isyarat alamiah bahwa tekanan jual mulai menemui titik nadirnya. Volume perdagangan yang cukup masif di angka 90,47 juta lot hari ini menunjukkan adanya pergantian tangan yang sangat dinamis; sementara publik melepas karena cemas, para pemegang modal besar dan institusi seperti SQ, RX, dan XL tampak sedang menyusun strategi dalam diam, menanti momentum untuk kembali bertahta.
Strategi yang paling elok bagi kalian saat ini bukanlah untuk berpaling dan menjual dalam kepanikan yang rendah, melainkan untuk bersikap tenang dan justru menambah porsi kepemilikan. Corporate Action berupa rencana buyback adalah sebuah perlindungan aristokratis yang akan memperkecil jumlah saham beredar, sehingga secara otomatis meningkatkan nilai setiap lembar yang kalian genggam. Dalam jangka pendek, mungkin akan ada fluktuasi saat pembukaan esok hari sebagai reaksi sisa atas sentimen global, namun fondasi ekonomi domestik yang kokoh dengan BI Rate yang terukur akan menjadi penopang utama. Janganlah silau oleh merahnya layar hari ini, karena esok atau lusa, ketika debu peperangan mulai mengendap, pasar akan kembali memuja fundamental yang kuat.
• Area Pembelian yang Sangat Disarankan: Rp4.100 - Rp4.150 (Level support yang sangat tangguh untuk melakukan Buy on Weakness).
• Titik Pertahanan (Support): Rp4.050 (Batas psikologis yang dijaga ketat oleh para penjaga modal).
• Sasaran Kemenangan Pertama (Take Profit 1): Rp4.350 (Area resistance terdekat untuk mengamankan keuntungan jangka pendek).
• Sasaran Kemenangan Tertinggi (Take Profit 2): Rp4.600 (Menuju kembali ke nilai wajar dan target optimis tahun ini).
• Batas Keluar (Stop Loss): Rp4.000 (Hanya jika terjadi kerusakan struktur fundamental secara masif atau breakdown dukungan kuat).
• (Risk/Reward): 1 : 2,5 (Sebuah perbandingan yang sangat elegan dan sangat masuk akal).
Maka, kesimpulan dari pengamatan yang mendalam ini adalah: BBNI saat ini ibarat berlian yang tertutup lumpur sesaat akibat badai geopolitik. Sangat layak untuk BUY dan HOLD dengan keyakinan penuh. Perusahaan ini memiliki benteng pertahanan (moat) yang luas, tata kelola yang sangat bersih, dan merupakan pilar ekonomi bangsa yang tak mungkin dibiarkan runtuh.
Nilai Raport: 92/100
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)turun 4,32% ke level 7.596,57 pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Rabu (4/3/2026). Pelemahan ini melajutkan tren koreksi sejak awal pekan.
Seiring dengan koreksi tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi penjualansebesar Rp5...

www.cnbcindonesia.com

Menkeu Purbaya tidak khawatir dengan kondisi di Timur Tengah
https://cutt.ly/ntRiGfO5
Menkeu memastikan semua bisa di-adjust dan diatur.
Menkeu terus memperbaiki tax collection dari kebocoran dan menjaga domestic demand, sehingga defisit APBN tetap terjaga.
$BMRI $BBNI $BRIS
Porto hari ini minus 7 % lebih $BBCA $WIFI nggak mampu avgd karna duitnya buat lebaran dulu,cuma bisa jual2 in yang masih ijo buat beli $BBNI
Agar reboundnya kuat dan sustain, maka
$BBCA harus ada di atas 7000
$BBNI harus > 4200-4220
$BMRI > 5000
BBRI > 3750
Come on, lock target.
This is an order
Berasa jadi donald bebek guys... wkwk
@dinarprayoga karena emang ngaruh anjir MBG bikin jadi negatif wkwk
biasanya asing buy atau nahan harga mereka bisa jadi WNS,TP atau cut loss
$BBNI $BMRI $ANTM
