


Volume
Avg volume
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI merupakan bank BUMN bidang usaha perbankan. BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah anak perusahaan, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance. Jaringan layanan BNI tersebar di seluruh Indonesia melalui ke-1.766 outlet domestik dan di luar negeri melalui cabang-cabang di New York, London, Tokyo, Hong Kong, Singapura dan Osaka. BNI memiliki 72 outlet we... Read More
@karamon jangan denial Nduk selama seumur hidup bank itu berdiri sahamnya bergerak linear ke atas artinya sekalipun belum pernah memasuki fase bearish, momen ini adalah saatnya saham perbankan diuji oleh pasar. Pelaku pasar amerikan sekelas Morgan stenley memberikan advice untuk short SELAIN saham ENERGY
kalau dilihat dari grafik $BBCA minimal visit ke 4.785 pd tahun 2020 itupun masih sangat mungkin banyak sekali GAP disana dan even perusahaan besar dgn dividen rutin tidak luput dari nilai investment opportunity set yg kecil, ingat perang butuh dana besar dan pemerintah USA pasti akan pinjam uangnya ke bank sentral, gimana Bank dapat uang??? dgn mencetak uang sebanyak banyaknya??? efeknya angka inflasi akan naik sbg bank sentral enggan memotong suku bunga artinya bank sentral berharap masyarakatnya menyalurkan uang ke bank karena bank juga kehabisan uang. Anda pikir beli alusista perang tidak pakai biaya? efek yg dilakukan bank sentral Amerika pasti akan berimbas ke perbankan indonesia, jadi argumen mu salah untuk beberapa tahun kedepan menurut keyakinan saya saham perbankan termasuk $BBRI $BBNI dll dan bank lain di Indonesia akan mengalami fase bear market yg berkepanjangan dyor

$BMRI Overall viewnya dalam beberapa bulan terakhir ini sebenarnya cenderung sedang sideways dimana hari ini pun terlihat BMRI sudah berhasil untuk bisa rebound hingga angka 4960 setelah sebelumnya sudah terkoreksi hingga area Strong Supportnya yang ada diangka 4750-4800, adapun secara flow terlihat dari broksumnya juga hari ini bagus BMRI, Foreign terpantau ada Inflow sekitar 194 Milyar Rupiah hari ini.
BMRI punya range pergerakannya diantara area Strong Supportnya yang ada diangka 4750-4800 hingga kisaran area Resistance Kuatnya yang ada diangka 5100an-5200an, jadi BMRI punya potensi pelan" kedepannya akan bisa rebound n naik ke Target tersebut.
$BBNI $BBRI
$BBNI T+3 Cumdate
harga masih 4280 ?
gak ke > 4400 ?
https://stockbit.com/post/29464021

$BBNI Saya cukup yakin, harga saat cumdate, 17 Maret nanti berada di range 4500-4600, lalu akan anjlok ke 4200-4300 saat ex-date, 25 Maret nanti.
Seharusnya kalau tidak ada masalah geopolitik perang Iran vs US+Israel, saya yakin bisa ke range 5000 saat cumdate.

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga sebagian besar saham kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Penurunan harga saham sebanyak 461 ini terus menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. IHSG pada perdagangan saham Kamis (12/3/2026) ditutup di level 7.362,117.
Berdasar...

stockwatch.id

KAPAN KITA BERHAK MENDAPATKAN DIVIDEN?
Masih banyak yang bingung dan tanya di komen stream: “Kalau beli sekarang masih dapat dividen nggak?” atau “Kapan waktu terakhir beli supaya jatah dividen aman?”
Bahkan ada yang tanya: “Bang, kalau saya scalping, dapat dividen nggak?”
Nah, biar nggak tersesat dan malah terjebak Dividend Trap, teman-teman harus paham skema atau "kalender" pembagian dividen.
Ini tahapannya:
1. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
Ini adalah pintu pertamanya. Pemegang saham perusahaan (emiten) berkumpul untuk menentukan berapa persen dari laba bersih yang mau dibagikan ke pemegang saham. Contoh: Seperti $BBCA hari ini (12/03/26). Hasil RUPS memutuskan nominal dividen per lembar sahamnya.
2. Pengumuman Jadwal Resmi
Setelah RUPS ketok palu, perusahaan akan merilis jadwal resmi. Di sinilah muncul jadwal penting yang wajib kamu catat:
• Cum Date (Cumulative Date): Ini adalah HARI TERAKHIR kamu harus punya sahamnya. Intinya: Kalau kamu mau dividen, kamu harus beli atau masih memegang saham tersebut sampai pasar tutup di hari Cum Date. Kalau kamu beli di pagi hari Cum Date dan kamu jual di sore hari yang sama, kamu TIDAK dapat dividen. Kenapa? Karena saat penutupan pasar, namamu sudah tidak ada di daftar pemegang saham.
• Ex Date (Expired Date): Ini adalah satu hari kerja setelah Cum Date. Jika kamu sudah pegang sahamnya sejak Cum Date, lalu kamu JUAL di hari Ex Date, kamu TETAP DAPAT dividennya. Jadi, jatah dividen dikunci di hari Cum Date. Tapi bersiaplah karena harga saham biasanya turun di Ex Date. Strategi ini dinamakan Dividend Capture biasa dilakukan oleh para pemburu dividen.
• Recording Date: Ini adalah proses administratif di mana KSEI mencatat nama-nama pemegang saham yang berhak. Kamu nggak perlu ngapa-ngapain di tahap ini, yang penting sudah "lolos" di Cum Date tadi.
• Payment Date (Pembayaran): Biasanya 2-3 minggu setelah Cum Date. Uang dividen akan otomatis masuk ke RDN (Rekening Dana Nasabah) kamu setelah dipotong pajak 10% (kecuali kamu lapor untuk re-investasi sesuai aturan pajak terbaru).
Nah, bicara soal hasil RUPS BBCA hari ini, di stream banyak pemegang saham BBCA yang kayaknya kurang puas. “Dividen BCA cuma segini? Kalah dong sama BBNI yang harganya jauh lebih murah tapi kasih dividen lebih gede!”.
Memang kalau kita cuma lihat nominal Rupiahnya, Rp281 (BCA) dibanding Rp335 (BBNI).
Tapi teman-teman.... di dunia saham, 'Besar/kecil' itu relatif. Jangan sampai kita bandingkan apel dengan jeruk
Begini cara lihatnya biar nggak salah paham:
• Dividend Yield (Persentase Keuntungan): Jangan lihat nominalnya saja, tapi bandingkan dengan harga belinya. $BBNI: Harganya lebih murah, tapi bagi dividen gede. Artinya Yield-nya tinggi (bisa 5-7%). Ini cocok buat pemburu passive income instan. Sementara BBCA harganya premium (mahal). Yield-nya kecil (sekitar 2%). Tapi, BCA itu "Growth Stock". Harga sahamnya naik terus tiap tahun. Jadi investor BCA biasanya mengejar kenaikan harga saham juga (Capital Gain), bukan cuma dividen.
• Karakter BUMN vs Swasta: Bank BUMN (BBNI, $BBRI, BMRI) punya kewajiban setor ke kas negara, jadi mereka biasanya bagi dividen lebih royal (Payout Ratio tinggi). Sedangkan BCA lebih suka menahan laba untuk memperkuat sistem teknologi dan ekspansi agar perusahaannya makin raksasa.
Kesimpulannya: Kalau kamu cari dividen tahunan yang gede, liriklah Bank BUMN. Tapi kalau kamu cari keamanan aset yang nilainya tumbuh stabil dalam 10 tahun ke depan, BCA rajanya.
Gimana? Sudah jelas atau masih ada yang bingung?

@danunadnan
Paham kenapa $IHSG dikritik MSCI dan FISCH?
Karena kelakuan yang kayak gini ini terjadi berulang ulang dan terkesan pembiaran dari otoritas pengawasnya.
Milik Negara lho $BBNI tapi diuwel-uwel kayak gitu
@Singgihsajiwo harus donk!!! Kobarkan TERUS SEMANGAT INVESTASI SHIROHIGEEEEE !!! $BBRI $BMRI $BBNI
.
Shirohige
$BBNI njir nyoba 1 lot ternyata beneran minus meskipun dapet deviden, apa kabar temen" yang beli diatas 4300 😂
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Kamis (12/3/2026) ditutup di posisi 7.428,777, menguat 39,377 poin atau naik 0,53%. Ini diungkit oleh harga saham 272 emiten yang berakhir menguat, sementara sebanyak 376 saham ditutup turun dan 164 saham...

stockwatch.id

$IHSG dead cross dan sekarang susah bangkit kembali ATH 9100 ???
Lantas janji seorang menkeu 36.000 bagaimana caranya ? tahun ini mau balik 9000 pun meragukan Jika lihat chart, tahun lalu bisa ATH karena garisnya lempeng aja, sekali kena MA 50 langsung rebound IHSG tahun lalu jarang kesentuh juga MA50, lah skrg ini MA 100-200 juga udah jebol semua, jadi skrg lu mau MA berapa ? MA 500 ? itu juga jebol coba aja tengok. bahkan MA 1000 pun sempat ketembus pas anjlok senin lalu 9 Maret, coba aja iseng setting garis MA 500-1000, ga percaya silahkan cek sendiri...
Janji menkeu kan dari tahun lalu 2025 sesumbar bilang IHSG pas ATH 9000 tinggal x 4 = 36.000, Anggap IHSG naik 3000 poin tiap tahun dari skrg, 9 tahun lagi baru ketembus 36.000, berarti anggapannya tahun ini 2026 wajib tembus 10.000, IHSG skrg wajib 7.300-7400 + 3000= 10,400, apa mungkin? balik ATH 9.100 aja susah kok, jadi Dia itu analisa teknikal TV? atau analisa fundamental apa? atau cuma omon-omon buat nyenangin semua orang? Mungkin ada suhu yang bisa jelasin logika berpikirnya...
Random Tag fundamental yang mau bagi dividen $BBCA $BBNI
1/2


Wahai para pejuang dividen di belantara bursa, cek lagi $BBNI
________________________________________
Dividen sering kali dianggap sebagai "hadiah" yang manis, namun bagi mereka yang tidak memiliki kearifan strategis, ia hanyalah umpan dalam sebuah jebakan yang rapi. Berikut adalah observasi mendalam mengenai dinamika $BBNI$:
• Erosi Kapital: Mereka yang hanya terpaku pada angka 8% sering kali menutup mata terhadap hukum kekekalan nilai. Secara matematis, pada saat Ex-Date, harga saham akan mengalami penyesuaian teknis sebesar nilai dividen tersebut. Jika tekanan jual melebihi rasionalitas fundamen, terjadilah penurunan yang melampaui imbal hasil dividen—inilah yang mereka sebut sebagai nestapa sang spekulan.
• Rotasi Sektoral yang Anggun: Teramati adanya pergeseran minat dari sektor perbankan menuju sektor energi. Mereka yang cerdik menyadari bahwa ketika sektor perbankan melambat karena kejenuhan pertumbuhan, komoditas energi sering kali bangkit sebagai primadona baru.
________________________________________
• Tahun 2023 (Dividen 2022): BBNI membagikan dividen dengan payout ratio yang cukup tinggi. Pasca Cum-Date, pasar menyaksikan koreksi teknis yang cukup sehat. Namun, karena fundamental perbankan saat itu sedang dalam masa ekspansi emas, harga segera melakukan pemulihan (recovery) dalam waktu relatif singkat. Bagi investor jangka panjang, ini bukan jebakan, melainkan peluang akumulasi.
• Tahun 2024 (Dividen 2023): Fenomena serupa terjadi. Terdapat tekanan jual pada Ex-Date, namun kekuatan beli dari institusi besar sering kali menahan kejatuhan agar tidak menjadi "trap" yang mematikan. Penurunan biasanya berkisar di angka yang setara dengan yield dividen, menunjukkan pasar yang efisien.
• Tahun 2025 (Dividen 2024): Stabilitas tetap terjaga meski volatilitas global mulai merayap masuk. Mereka yang masuk di harga pucuk tepat sebelum Cum-Date memang merasakan pedihnya penurunan nilai portofolio sementara, namun BBNI secara historis memiliki resilience yang mumpuni untuk kembali ke jalur uptrend.
________________________________________
Kalian harus memahami bahwa Dividend Trap bukanlah kutukan, melainkan konsekuensi bagi mereka yang masuk tanpa perhitungan harga rata-rata yang matang. Jika kalian membeli saham tepat di hari terakhir Cum-Date hanya demi mengejar dividen 8%, maka kalian sesungguhnya sedang menari di atas pedang yang tajam.
Kekuatan fundamen perbankan besar seperti BBNI biasanya mampu menutup lubang "trap" tersebut dalam hitungan minggu atau bulan. Namun, jika ramalan dalam gambar tersebut menjadi kenyataan—di mana sektor perbankan meredup—maka dividen tersebut hanyalah penghibur lara di tengah kejatuhan nilai aset yang lebih dalam.
@Ariyani99 bisa cek di $BBNI, klik 'corporate action'..saat hari cum date harus di hold sahamnya.
Teorinya, saham bisa dijual paling cepat pada pagi hari setelah Cum Date, saat Ex Date, dan kakak tetap berhak atas dividen..
Mata ke $BBNI (Bank Negara Indonesia Tbk.) berdasarkan transmisi visual terbaru per Kamis, 12 Maret 2026 pukul 16:04 WIB.
________________________________________
Date Day Time (WIB) Harga (IDR) %
12/03/26 Thursday 16:00:00 4,280 -1.15%
12/03/26 Thursday 15:59:00 4,330 +0.00%
12/03/26 Thursday 15:58:00 4,330 +0.00%
12/03/26 Thursday 15:57:00 4,330 +0.23%
12/03/26 Thursday 11:47:00 4,320 -0.23%
12/03/26 Thursday 11:46:00 4,330 +0.00%
12/03/26 Thursday 11:38:00 4,330 +0.23%
12/03/26 Thursday 10:15:00 4,320 +0.70%
12/03/26 Thursday 09:10:00 4,330 +0.93%
12/03/26 Thursday 09:00:00 4,290 (Open)
________________________________________
1. BBNI mengalami guncangan di menit terakhir penutupan (Post-closing) ke level 4,280. Data menunjukkan harga pembukaan di level 4,290 dengan titik tertinggi intraday menyentuh 4,350. Volume rata-rata harian sebesar 63.86M mencerminkan likuiditas yang agung, meskipun volume riil saat ini tertahan di 20.48M pada pertengahan hari.
2. Terlihat pola Long-Legged Doji yang berakhir dengan tekanan jual di penutupan. Terdapat rejection kuat di level atas 4,340, di mana "Tangan-Tangan Tak Terlihat" melakukan aksi ambil untung jangka pendek. Pola ini mencerminkan keraguan pasar sebelum hari esok tiba.
3. Indikator:
• RSI (14): Berada di kisaran 42-45 pasca penurunan di penutupan, mulai mendekati wilayah yang lebih mendingin, namun belum mencapai jenuh jual.
• Moving Average (MA): Harga saat ini tergelincir sedikit di bawah rata-rata pendek intraday akibat hantaman di menit terakhir.
4. Di tengah turbulensi geopolitik global, sektor finansial Himbara tetap menjadi pilar kekuatan BEI. Meskipun terjadi tekanan jual di penutupan, pengumuman Corporate Action yang menggantung memberikan daya tarik magnetis bagi modal jangka panjang.
________________________________________
Perkiraan Pembukaan Besok: Mereka memprediksi potensi rebound teknis menuju level 4,300 - 4,320 untuk menutup gap yang terjadi sore ini.
Strategy:
• Entry: Sangat elok untuk melakukan akumulasi bertahap jika harga kembali menguji area 4,260 - 4,280 di pembukaan besok.
• Take Profit (TP): Target kemuliaan tetap di 4,460 seiring mendekatnya momentum dividen.
• Stop Loss (CL): Kedisiplinan mutlak jika harga ditutup konsisten di bawah 4,200.
• Exit: Segera realisasikan keuntungan jika lonjakan volume esok tidak mampu menembus resistensi 4,350.
________________________________________
Nilai Raport: 88 / 100
@KoKenn nanti saya beli $BBNI $BBRI $BMRI mu di harga 2000 setelah hopeless dan denial ga Terima fakta akhirnya cut loss
dyor