


Volume
Avg volume
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI merupakan bank BUMN bidang usaha perbankan. BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah anak perusahaan, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance. Jaringan layanan BNI tersebar di seluruh Indonesia melalui ke-1.766 outlet domestik dan di luar negeri melalui cabang-cabang di New York, London, Tokyo, Hong Kong, Singapura dan Osaka. BNI memiliki 72 outlet we... Read More
➖ Menkeu Purbaya membuka opsi pemangkasan anggaran program MBG, jika lonjakan harga minyak mentah dunia memicu defisit APBN melebar ke atas 3%.
https://cutt.ly/6tR2UakQ
Berdasarkan hasil stress test, defisit APBN baru akan melebar hingga 3,6% sampai 3,7% jika harga minyak rata-rata menyentuh USD 92 per barel sepanjang tahun.
Jika itu terjadi maka MBG bisa diefisiensikan.
Namun yang dicegah adalah belanja pendukung MBG yang tidak berpengaruh langsung ke penyediaan makanan, misalnya beli motor dan komputer untuk seluruh SPPG.
Sementara belanja utama berupa penyediaan makanan diupayakan tetap berlanjut.
Selain MBG, belanja infrastruktur yang bersifat multi years juga bisa digeser ke tahun berikutnya.
$BBNI $INDF $AYAM

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BBNI (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 4270
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 4200 – 4350
- Stoploss: < 4050
- TP1: 4550
- TP2: 4800 – 5050
Alasan: Harga masih bertahan di atas support minor dan struktur swing masih cukup sehat untuk potensi lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 3950 – 4050
- Stoploss: < 3800
- TP1: 4400
- TP2: 4650 – 4950
Alasan: Area ini zona demand kuat dan bekas area akumulasi sebelumnya, cocok buat entry sabar dengan risk lebih aman Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 4450 dengan volume besar
- Stoploss: < 4200
- TP1: 4700
- TP2: 5000 – 5300
Alasan: Breakout resistance 4450 bisa jadi pemicu momentum lanjutan kalau volume ikut masuk Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 4450 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 3950 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Taspen (Persero) terus memperkuat portofolio investasinya. Pengelola dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) ini makin agresif memborong saham. Perseroan diketahui menyasar emiten – emiten berfundamental kokoh.
Mengintip portofolio Perseroan per 27 Februari 2026, ...

stockwatch.id

Fans Prabroro dan Mulyono TOLONG WAJIB TONTON!
"Pejabat tidak untuk di Idolakan tetapi untuk di Awasi !!!"
Kalo buat MBG mulu gw males bayar pajak. Kayaknya dari pajak PPH21 dan pajak setiap transaksi belanja juga udah lebih dari cukup gw berkontribusi. Mungkin next-nya gw belanja sekali banyak aja, supaya kena pajak/PPN dari belanja cuman 1x dalam sebulan.
$IHSG $BBNI $BBCA
https://cutt.ly/stRMoaeC
Apa itu "Indeks" dalam Pasar Saham?
Indeks saham itu ibarat “rapor pasar”.
Dia bukan saham yang bisa dibeli langsung, tapi sekumpulan saham yang dijadikan acuan untuk melihat kondisi pasar.
Contoh paling dikenal di Indonesia adalah IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
Kalau IHSG naik, artinya secara umum harga saham di Bursa Efek Indonesia sedang naik.
Kalau IHSG turun, berarti mayoritas saham sedang melemah.
Kenapa indeks dibuat?
Karena melihat ribuan saham satu-satu itu ribet. Jadi dibuat representasi pasar.
Misalnya:
• IHSG → mencerminkan seluruh saham di BEI
• LQ45 → 45 saham paling likuid
,• IDX30 → 30 saham blue chip likuid
• Sektoral index → indeks khusus sektor (properti, energi, dll)
Cara gampang bayanginnya:
IHSG itu seperti nilai rata-rata satu kelas.
Kalau rata-ratanya naik → berarti sebagian besar murid nilainya naik.
Tapi ingat:
• IHSG naik bukan berarti semua saham naik.
• IHSG turun juga bukan berarti semua saham turun.
• Makanya investor tetap harus pilih saham, bukan cuma lihat indeks. 📊
Kalau kamu ingin tau lebih lanjut soal Indeks dan pengaruhnya terhadap pasar saham.
Silakan save tulisan ini. Siapa tau akan berguna di lain waktu.
Semoga bermanfaat
$SIDO $KLBF $BBNI

$PTRO LK Full Year 2025: Ekspansi Kencang Tapi Cashflow Berdarah
Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
PTRO menunjukkan ekspansi gila-gilaan di LK Full Year 2025, yang terbukti dari growth laba dan growth aset. Sayangnya, ekspansi tersebut mengorbankan cashflow. Itu inti ceritanya. Kalau investor cuma lihat laba rugi, PTRO tampak seperti perusahaan yang sedang meledak pertumbuhannya. Revenue naik, laba bersih melonjak, segmen usaha bertambah, aset membesar, kontrak makin ramai. Tetapi kalau investor pindah melihat arus kas dan neraca, gambarnya berubah. PTRO sedang tumbuh dengan cara yang mahal sekali, sangat agresif, dan sangat bergantung pada utang, vendor, serta toleransi pembayaran dari pihak lain. Jadi ini bukan sekadar ekspansi biasa, melainkan ekspansi yang dipacu keras dengan konsekuensi likuiditas yang mulai terasa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi top line, 2025 memang sangat impresif. Revenue naik 28,3% dari US$690,8 juta menjadi US$886,45 juta. Laba bersih bahkan melonjak 251% dari US$9,95 juta menjadi US$35 juta. Secara permukaan ini kelihatan hebat. Net profit margin juga membaik dari 1,4% menjadi 3,9%, sementara gross profit margin stabil di 12,6%. Ini berarti perusahaan berhasil memperbesar skala usaha tanpa merusak margin kotor. Bahkan ada dorongan tambahan dari efisiensi operasional dan efek diskon pembelian akuisisi. Jadi kalau yang dilihat hanya laporan laba rugi, narasi bullish memang sangat mudah dibuat. PTRO terlihat seperti perusahaan kontraktor tambang yang berhasil naik kelas dalam waktu singkat.
Kalau dibedah per segmen, mesin pertumbuhan PTRO juga makin jelas. Segmen pertambangan menyumbang revenue US$441,2 juta atau 49,7% dari total pendapatan dengan laba segmen US$25,8 juta. Rekayasa dan konstruksi menyumbang US$379,7 juta atau 42,8% dengan laba segmen US$36,9 juta, bahkan ini segmen paling enak dari sisi margin. Lalu ada segmen baru EPCI migas lepas pantai hasil akuisisi Grup Hafar yang langsung menyumbang revenue US$32,8 juta dan laba segmen US$10,2 juta. Artinya ekspansi PTRO bukan cuma membesarkan volume lama, tetapi juga menambah kaki bisnis baru. Dari sisi strategi pertumbuhan, ini menunjukkan perusahaan sedang membangun platform jasa energi dan tambang yang lebih luas.
Masalahnya mulai kelihatan ketika investor melihat kualitas pertumbuhan itu. CFO memang naik 72,3% dari US$27,9 juta menjadi US$48,1 juta, tetapi angka ini masih sangat kecil dibanding revenue US$886 juta. CFO margin cuma 5,4%. Itu tipis sekali. Lebih parah lagi, free cash flow justru sangat negatif. Dengan capex mencapai sekitar US$415 juta, FCF PTRO jatuh ke minus US$366,9 juta. Tahun sebelumnya FCF juga sudah negatif minus US$89,7 juta, jadi 2025 bukan sekadar negatif, tetapi negatifnya makin dalam dan makin ekstrem. Ini artinya pertumbuhan laba yang terlihat bagus itu tidak diikuti pertumbuhan kas bebas. Perusahaan sedang membakar uang untuk mengejar skala.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sinilah letak perbedaan antara growth yang sehat dan growth yang terlalu dipaksa. Growth yang sehat biasanya tetap menyisakan ruang kas, atau minimal tidak membuat perusahaan tenggelam dalam kebutuhan pendanaan baru. Di PTRO, ekspansi dibiayai dengan pembelian alat berat dalam jumlah sangat besar, akuisisi entitas anak, dan dorongan kontrak baru yang menyedot modal kerja. Dalam bisnis kontraktor tambang, revenue besar memang sering menipu kalau investor tidak cek berapa banyak alat berat yang harus dibeli, berapa lama piutang tertahan, dan berapa besar vendor yang belum dibayar. PTRO 2025 adalah contoh klasik bahwa revenue dan laba bisa naik kencang, tapi kas tetap megap-megap.
Neraca PTRO menunjukkan hal itu dengan sangat jelas. Kas cuma sekitar US$72 juta, sedangkan total utang berbunga mencapai sekitar US$849,3 juta. Komponennya besar sekali, mulai dari utang bank jangka pendek US$33,5 juta, pinjaman jangka panjang US$605 juta, obligasi US$115,9 juta, sukuk US$57,4 juta, sampai liabilitas sewa US$37,5 juta. Kalau dibandingkan langsung, kas hanya secuil dari total utang. Jadi perusahaan jelas tidak bisa melunasi utangnya dengan kas yang ada. Kalau pakai CFO juga tidak realistis, karena CFO hanya US$48,1 juta. Kalau pakai FCF malah makin mustahil karena FCF negatif ratusan juta dolar. Ini sebabnya gearing ratio melonjak dari 113% menjadi 253%. Artinya struktur permodalan PTRO sekarang jauh lebih agresif dan jauh lebih berisiko dibanding tahun sebelumnya.
Jadi pertanyaan utamanya bukan apakah PTRO tumbuh. Jawabannya jelas tumbuh. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pertumbuhan itu dibeli terlalu mahal. Dari data yang ada, jawabannya cenderung iya. PTRO membayar pertumbuhan itu dengan utang besar, beban bunga yang melonjak, capex raksasa, dan tekanan modal kerja yang berat. Kreditor memang menjadi penyelamat jangka pendek. $BBCA, sindikasi $BBNI dan Mandiri, serta pasar obligasi menjadi lifeline yang memungkinkan PTRO terus membeli alat berat dan mengeksekusi kontrak. Tetapi bantuan itu tidak gratis. Beban bunga naik dua kali lipat menjadi US$55,6 juta. Jadi makin besar skala ekspansi, makin besar pula bagian laba operasional yang habis untuk membayar bank dan pemegang surat utang.
Dari sisi piutang, ada sinyal yang juga tidak nyaman. Total piutang usaha bruto mencapai US$281,6 juta dan pencadangan kerugian kredit melonjak dari hanya US$86 ribu menjadi US$15,9 juta. Lonjakan sebesar ini tidak bisa dianggap noise. Ini tanda bahwa kualitas pelanggan tidak sebersih yang terlihat di angka revenue. Ada piutang lewat jatuh tempo di atas 180 hari sampai lebih dari 1 tahun total US$15,6 juta. Bahkan piutang macet lebih dari 365 hari sebesar US$9,8 juta setara sekitar 28% laba bersih dan 20,3% CFO. Jadi walau terhadap total aset porsinya cuma 0,6%, terhadap laba dan kas dampaknya material. Ini yang sering menjebak. Angka yang kecil terhadap aset belum tentu kecil terhadap profit.
Pelanggan besar seperti BP Berau, Kideco, dan Freeport jelas membantu revenue dan memberi validasi bahwa PTRO masih dipercaya pemain besar. Itu sisi bagusnya. Tetapi di lapisan bawah, ada klien tambang dan konstruksi tier-2 yang pembayaran mereka lebih lambat dan lebih merepotkan. Selain itu, setelah diambil alih Grup Barito atau Petrindo, PTRO juga mendapat dorongan kontrak dari pihak berelasi seperti DBK dan BBB. Dari satu sisi ini bagus karena mempercepat pertumbuhan order book dan utilisasi alat. Dari sisi lain, investor tetap perlu waspada karena ekspansi berbasis afiliasi kadang mempercepat penjualan, tetapi juga bisa memperbesar piutang dan ketergantungan pada ekosistem grup.
Lebih menarik lagi, PTRO ternyata tidak hanya ditekan pelanggan, tetapi juga menekan vendor. Utang usaha melonjak dari US$119,8 juta menjadi US$283,6 juta. Dari jumlah itu, yang sudah lewat jatuh tempo mencapai US$122,1 juta dan yang menunggak di atas 120 hari mencapai US$8,8 juta. Ini berarti PTRO secara praktis memakai vendor sebagai sumber pembiayaan gratis. Logikanya sederhana. Karena kas terkuras untuk capex dan piutang belum cepat masuk, perusahaan menunda pembayaran ke supplier sparepart, BBM, dan subkontraktor. Jadi arus kas operasi PTRO terlihat masih positif salah satunya karena vendor ikut menanggung beban likuiditas perusahaan. Kalau PTRO disiplin membayar semua vendor yang sudah jatuh tempo sekarang juga, CFO bisa langsung Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf tertekan sangat keras, bahkan berisiko minus.
Makanya manajemen modal kerja PTRO 2025 sebenarnya sangat riskan dan berisiko tinggi kalau dilihat dari kualitas kas. Piutang membengkak jadi US$265,7 juta. Aset kontrak atau unbilled receivables meledak dari US$3,8 juta menjadi US$63,7 juta. Ini berarti banyak pekerjaan sudah diakui sebagai pendapatan dan laba, tetapi uangnya belum bisa ditagih tunai. Jadi laba memang naik, tetapi sebagian masih berupa kertas. Kondisi seperti ini sangat penting untuk investor pahami. Dalam bisnis proyek dan kontraktor, laba bisa muncul duluan, sedangkan kas datang jauh belakangan. Kalau siklus proyek makin panjang, pertumbuhan revenue malah bisa memperburuk kebutuhan dana kerja.
Dari sisi geografis, PTRO memang dominan lokal karena pekerjaan dilakukan di wilayah tambang dan migas domestik seperti Papua, Papua Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi. Akuisisi Hafar memberi sedikit eksposur ke Papua Nugini, tetapi basis bisnisnya tetap lokal. Yang unik, walau operasinya lokal, laporan keuangan dan banyak kontraknya berbasis dolar AS. Sementara sebagian beban operasional, gaji, dan vendor lokal tetap dalam rupiah. PTRO punya liabilitas moneter bersih dalam rupiah setara minus US$557 juta. Dalam 2025, pelemahan rupiah terhadap dolar justru memberi keuntungan selisih kurs US$19,1 juta dan ini ikut menyelamatkan laba bersih. Jadi ada unsur profit yang terbantu faktor kurs, bukan murni operasional. Kalau arah kurs berbalik, bantuan ini bisa hilang.
Ada juga beban geografis operasional yang tidak kecil. Bisnis di area remote seperti Sorong, Timika, dan lokasi offshore membuat biaya perjalanan dan transportasi naik dari US$5,3 juta menjadi US$7,6 juta. Ini wajar untuk bisnis lapangan, tetapi tetap menunjukkan bahwa makin jauh dan makin kompleks area kerja PTRO, makin berat juga ongkos logistiknya. Jadi ekspansi PTRO memang bukan pertumbuhan ringan. Ini pertumbuhan padat aset, padat utang, padat logistik, dan padat tekanan modal kerja.
PTRO 2025 memang sedang berada dalam fase ekspansi agresif yang berhasil mengangkat revenue, laba, dan aset secara sangat kuat. Dari sudut pandang pertumbuhan, ini impresif. Dari sudut pandang kualitas kas dan kesehatan pembiayaan, ini belum nyaman. Selama kontrak-kontrak baru menghasilkan utilisasi tinggi, margin terjaga, pelanggan besar tetap bayar, dan akses utang masih terbuka, model ini masih bisa jalan. Tetapi syaratnya berat. Piutang tidak boleh makin bengkak, vendor tidak boleh terus dipaksa menjadi bank gratis, dan beban bunga tidak boleh naik lebih cepat daripada laba operasi. Kalau syarat itu gagal terpenuhi, ekspansi yang hari ini terlihat hebat bisa berubah jadi tekanan besar pada beberapa tahun ke depan. Jadi PTRO saat ini bukan cerita bisnis yang lemah, melainkan cerita pertumbuhan yang sangat ambisius, tetapi dibiayai dengan struktur yang membuat investor harus jauh lebih waspada daripada sekadar terpukau oleh lonjakan laba. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧾 Kinerja
🔹 Revenue naik 28,3% jadi US$886,4 juta
🔹 Laba bersih melonjak 251% jadi US$35 juta
🔹 GPM stabil 12,6%
🔹 NPM naik ke 3,9%
🔹 CFO naik 72,3% jadi US$48,1 juta
🔥 Cashflow
🔹 Capex tembus US$415 juta
🔹 FCF minus US$366,9 juta
🔹 CFO margin cuma 5,4%
🔹 FCF margin minus 41%
▫️ Growth bagus
▫️ Tapi kas bebas jebol
🏦 Neraca
🔹 Kas cuma US$72 juta
🔹 Utang berbunga US$849,3 juta
🔹 Gearing ratio naik ke 253%
▫️ Ekspansi dibiayai utang
▫️ Risiko finansial naik tajam
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧮 Modal kerja
🔹 Piutang bruto US$281,6 juta
🔹 ECL naik jadi US$15,9 juta
🔹 Aset kontrak melonjak ke US$63,7 juta
🔹 Utang usaha naik ke US$283,6 juta
▫️ Vendor ikut menalangi operasi
✅ Growth laba terlihat kuat
❌ Cashflow belum sehat
❌ Ekspansi agresif tapi mahal
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/8








market lagi goyang, BMRI ikut turun. Tapi kadang cuan justru datang pas kondisi kayak gini.
bcaa berita : https://cutt.ly/VtRGrfCJ
random tag : $BBYB $BBNI $BBTN

$BBCA $BMRI $BBNI gass serok big bank habis dapat THR uangnya dibeliin saham yang berdividen biar muter lagii 🤩🤩
$BMRI $BBNI
Ada 1 Fakta yang harus tau
BMRI ada Tail yang belum di tutupi ( Ekor Panjang ) biasanya akan adanya shock sekali lagi untuk retest demandnya
BBNI Sudah diretest dan mantul , artinya demandnya ada
jadi kalau kalian bingung kenapa BBNI hari ini turunnya gk separah BMRI?
jawabannya uda ku jelasin 📸
ini adalah negara dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia,apa yang akan terjadi jikalau negara kita indonesia,masuk 10 besar market cap terbesar di dunia,apa yang akan terjadi dengan harga para bank Himbara $BBRI,$BBNI,$BMRI,para perusahaan besar seperti ASII,UNTR,ADRO,dan lainnya,apakah mungkin bisa kita dapat kan dengan harga PE di bawah 20,dengan dividen yield di atas 8 %,saya rasa tidak akan mungkin bisa.dan apakah indonesia di tahun 2045 akan menjadi indonesia emas,dan di tahun 2045 nanti Indonesia bisa masuk 10 besar market cap terbesar dunia. we will never know

Update Makroekonomi 6/3/2026
Rilis data cadangan devisa dan uang primer Indonesia Feb 2026 oleh BI
❌ Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia turun menjadi USD 151,9 miliar pada Feb 2026, dari semula USD 154,6 miliar pada Jan 2026.
Penurunan cadev utamanya disebabkan kebutuhan stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Walaupun level cadev di atas USD 150 miliar masih terbilang cukup tinggi.
✅ Uang Primer (M0) Adjusted Indonesia tumbuh +18,3% yoy pada Feb 2026.
Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Jan 2025 yang sebesar +14,7% yoy.
Pertumbuhan uang primer tetap dijaga dalam persentase double digit untuk memastikan likuiditas yang cukup demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
$BBRI $BBNI $BUMI

$IHSG menurut saya polanya pola distribusi di turunin dikit di naikin lagi,terus di turunin dalem dikit, di naikin lagi, ngasih harapan ritel untuk CL terus entry lagi akhirnya CL boncos, kyk asing mw out flow besar mending tahan cash aja dlu yg minus tipis mending CL nti ambil d bwah saya jga udh CL 14jtan karna saya liat polanya bgtu
$RAJA $BBNI

$BBNI
mending lu pd buy skrg dah, ini nti sore foreign jam 15.00-15.45 bakal beli gede2an...mereka nunggu ritel lemah jualan..nti sore dikerek ke 4400-4450an ini
$BBCA $BBRI $BBNI
*KENAPA YA PADA SEL KANKER BANYAK TERDAPAT PROTEIN2 BAKTERI PADA SITOPLASMA SEL KANKER* seperti N-formilmetionin (fMet), Selenosistein, Pirolisin, D-Amino Acids????
Bukankah itu protein bakteri, kok bisa terdapat juga pada protein sitoplasma sel kanker???
*Dokter spesialis menjawab* : ya itu semua akibat mutasi genetik sehingga menghasilkan protein2 tersebut.
*Wah... Klo gitu sel kankernya berubah menjadi sel bakteri dong!!!!* 🤭🤭🤭
*Dokter spesialis menjawab* : bukan berubah menjadi sel bakteri, hanya mutasi saja dan hasil mutasinya menghasilkan protein2 yg sama dengan protein bakteri pada sitoplasma sel kanker.
*Ya begitulah... Kemampuan dokter spesialis...*
Klo dokter umum menjawabnya ndak begitu...
Protein2 bakteri banyak pada sitoplasma sel kanker karena memang protein tersebut masuk bersama albumin kedalam sel manusia akibat membentuk kompleks POTONGAN BAKTERI (LPS/ENDOTOKSIN/EKSOTOKSIN) + ALBUMIN MANUSIA.
Sel manusia mengendositosis albumin dan terikutlah protein2 bakteri tersebut, sehingga protein bakteri bisa terdapat dalam sitoplasma manusia.
Gitu dong... Baru dokter namanya.
Jadi sel kanker itu akibat infeksi dong??? Jawabannya IYA bisa akibat infeksi yg bertahun2 bila adaptasi selnya terlampaui, dan paling utama penyebab kanker adalah karena infeksi menahun.
Itu teori fokal infeksi dokter umum yg dihilangkan oleh dokter spesialis.
Imagine Kamu Ambil Utang di Bank Milyaran dan Kamu Tidak Wajib Bayar
https://cutt.ly/btRAV3Cy
Dirut Agrinas cuma bilang, itu mobil impor India nanti Agrinas yang beli pakai utang Himbara tapi yang bayar nanti utang Himbara itu adalah kementerian Keuangan. Jadi Agrinas ini tahu beres aja gitu. Beli, ngutang, pakai mobilnya, ndak usah pusing bayar. Nanti kementerian keuangan yang bayar. Super privilege.
Di mana-mana kalau ambil utang ya wajib bayar. Kalau ndak wajib bayar, itu namanya sedang mengupayakan kebangkrutan bank. SRIL aja ndak bayar utang ke Himbara langsung pidana. Kalau Kopdes tidak bayar utang, nanti itu swasta bisa protes. Kalau kementrian keuangan yang bayar utang impor itu di himbara harusnya sih Himbara aman. Cuma kita yang bayar pajak ke negara aja ndak aman.
Tapi ya mau gimana lagi. Agak gimana ini pernyataan Direktur Agrinas. Kemarin impor mobil yang ndak jelas nanti aftersales-nya gimana. Kalau kendaraan impor India itu rusak, diperbaiki di mana?
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BMRI $BBNI
1/6






udah dibilang $BBNI ini pancingan aja dinaikin dikit nanti juga di guyur lagi, ya gimna stok BBM kita aja cukup berapa hari doang , sedangkan selat hormus masih ditutup