1,380

-5

(-0.36%)

Today

475,400

Volume

1.3 M

Avg volume

Company Background

Allo Bank Indonesia Tbk. merupakan Bank yang memenuhi kebutuhan jasa perbankan bagi para nasabahnya melalui produk dan jasa layanan yang tepat dan didukung oleh jaringan kantor yang tersebar di hampir seluruh Indonesia. Bank BHI berdiri di Jakarta pada tanggal 10 Februari 1993, dan telah memiliki 16 Kantor Cabang 2 Kantor Kas yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EDGE selanjutnya $VINS selanjutnya $BBHI, jgn klo udh di suspend baru mau beli 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI 09 Feb 26
Investor: MEGA CORPORA
Action: Transfer
Shares Traded: -13,011,205,966 (-59.8760%)
Current: 13,011,205,966 (59.876%)
Previous: 26,022,411,932 (119.752%)
Broker: CD
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI 09 Feb 26
Investor: MEGA CORPORA
Action: Transfer
Shares Traded: +13,011,205,966 (+59.8760%)
Current: 26,022,411,932 (119.752%)
Previous: 13,011,205,966 (59.876%)
Broker: -
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@marendra diprospektus kan ada keterangan buat modal kerja, apakah tidak boleh ya $BUKA beli $BBHI kalau tidak boleh merujuk peraturan yang mana ya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RLCO Nah IF mau dipanggil sama BEI, krn kasus viral dan jd atensi Presiden, akhirnya Gorengan gosong kyk gini akan dipanggil. Krn Target RLCO ke 80K scr logika apapun gk masuk akal, ini mau mengulang kisah $BBHI yg digoreng dari IPO 125 sampai 6500, abs itu turun terus. Kyk gini2 harus dipidana, krn udah gk masuk akal. Btw IF jg yg lg mainin $BKSL, apakah dia akan tiarap di bksl
Sebenarnya org2 BEI dan OJK tau kalau ada saham yg digoreng gk masuk akal, tapi selama ini diam aja krn ada sesuatunya lah

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Malaikat12 FCA lepas ngacir hasil ya. senggol senggol $BBYB $BBHI $BBKP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BINA

Halo, Sobat Investor. Mari kita bedah **PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)**. Sebagai mentor, saya melihat BINA ini adalah kasus klasik "pertaruhan ekosistem" versus "valuasi premium".

Ini bukan saham untuk *value investor* konservatif yang mencari saham murah, tapi ini adalah mainan bagi mereka yang percaya pada kekuatan "Gurita Bisnis Salim Group".

Berikut adalah analisa mendalam saya untuk strategi investasimu:

### 1. Fundamental: "Backing" Kuat tapi Kinerja Masih *Burn Money*
Jangan kaget kalau melihat laporan keuangannya terlihat "berdarah" di awal 2025. Ini wajar untuk bank yang sedang transformasi digital besar-besaran.
* **Kinerja Laba:** Laba bersih BINA di Semester I-2025 tercatat Rp24,70 miliar, turun signifikan (35,9% dari realisasi 2024). Di Kuartal I-2025 saja, laba sempat ambles 56,22%. Ini terjadi karena beban operasional naik untuk investasi teknologi dan promosi aplikasi **Binadigital**.
* **Kualitas Aset:** Hati-hati, NPL (kredit macet) naik. NPL Gross naik ke level 2,64% di pertengahan 2025. Ini sinyal kamu harus waspada, terutama karena mereka banyak main di segmen UMKM yang sensitif.
* **Kekuatan Ekosistem (The Salim Play):** Ini "senjata rahasia"-nya. BINA bukan bank biasa, dia terintegrasi dengan Indomaret (bisa setor tunai di 20.000 gerai) dan ekosistem Indofood. Mereka baru saja meluncurkan fitur **Investasi Emas Digital** di 2026 untuk menarik nasabah ritel.

### 2. Valuasi: Sangat Mahal (Premium Price)
Saya harus jujur, harga saham BINA saat ini (sekitar Rp4.690) itu **mahal sekali** jika dilihat dari kacamata tradisional.
* **PBV (Price to Book Value):** Berada di kisaran **7,7x hingga 7,9x**. Bandingkan dengan bank besar (Big Banks) yang biasanya di 2-3x atau bank digital lain.
* **PER (Price to Earning):** Angkanya ribuan kali (>6.000x).
* **Artinya:** Pasar menghargai BINA bukan berdasarkan laba hari ini, tapi ekspektasi pertumbuhan masa depan di bawah Salim Group. Jika pertumbuhan itu gagal terwujud, risiko koreksi harganya sangat dalam.

### 3. Katalis Utama 2026: Isu Merger & Aturan OJK
Ini poin paling penting untuk kamu catat di tahun 2026.
* **Penghapusan KBMI 1:** OJK berencana menghapus kategori KBMI 1 (bank modal inti < Rp6 Triliun). BINA ada di kategori ini dan "dipaksa" naik kelas.
* **Aksi Korporasi:** Skenarionya hanya dua: **Rights Issue Jumbo** (suntik modal lagi) atau **Merger** (dicaplok/mencaplok bank lain). Isu pasar sering mengaitkan BINA dengan bank lain seperti Bank Artha Graha, meski belum ada konfirmasi. Berita ini biasanya bikin harga saham fluktuatif (naik-turun tajam).
* **Smart Money Flow:** Ada transaksi nego jumbo senilai Rp733,7 miliar di Januari 2026 oleh pengendali (Indolife Pensiontama) di harga Rp4.600. Ini sinyal bahwa "Bos Besar" (Salim) berkomitmen menambah kepemilikan dan menjaga harga di level tersebut.

### 4. Analisa Teknikal: Konsolidasi di Pucuk
* **Tren:** Secara jangka panjang (MA-200), trennya masih *Bullish* (di atas Rp4.569). Tapi jangka pendek agak *sideways* atau mendatar.
* **Indikator:** RSI di level netral (sekitar 53-56), artinya belum jenuh beli maupun jual.
* **Sinyal:** Banyak indikator *Moving Average* memberikan sinyal "Strong Buy", tapi MACD memberikan sinyal jual tipis. Ini menunjukkan pertarungan antara penjual dan pembeli sedang ketat di harga sekarang.

### Kesimpulan & Arahan Mentor:

1. **Untuk Trader (Jangka Pendek):** Manfaatkan volatilitas isu merger/OJK. Perhatikan level *Support* di **Rp4.400 - Rp4.500**. Jika ada lonjakan volume di area ini, bisa *Buy on Weakness*. Target jual jangka pendek manfaatkan pantulan teknikal.
2. **Untuk Investor (Jangka Panjang):** Tanyakan pada dirimu, apakah kamu percaya Salim Group bisa menyulap bank ini jadi raksasa digital? Jika ya, "nyicil" beli saat koreksi. Tapi ingat, kamu membeli di harga premium (PBV 7,9x). Jangan *All-in* sekaligus. Perhatikan risiko likuiditas saham yang kecil (*low float*).
3. **Tanda Bahaya:** Jika OJK mempercepat aturan modal inti dan BINA terlambat merespons, atau jika NPL terus naik di atas 3%, segera evaluasi ulang posisimu.

Ingat, di pasar saham, kita membeli masa depan, tapi kita membayarnya dengan harga hari ini. BINA adalah tiket mahal menuju ekosistem Salim. *Trade wisely!*

https://cutt.ly/NtbIYwcO

RANDOM TAG $ARTO $BBHI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBYB

Halo Sobat Investor! Senang sekali kamu bertanya tentang **PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)**. Sebagai mentormu, saya melihat BBYB ini adalah studi kasus klasik dari saham *"Turnaround Story"*—dari yang dulunya rugi besar karena "bakar uang", sekarang mulai mencetak laba yang konsisten.

Ini adalah momen krusial di awal tahun 2026 ini. Mari kita bedah strategi investasinya agar kamu tidak sekadar ikut-ikutan, tapi punya dasar yang kuat.

Berikut analisa komprehensif saya berdasarkan data terbaru per Februari 2026:

### 1. Fundamental: Dari "Bakar Uang" Menjadi Mesin Laba
Sobat, satu hal yang paling saya suka dari perkembangan BBYB adalah **transformasi profitabilitasnya**. Mereka sudah melewati fase *survival* dan masuk ke fase pertumbuhan laba.

* **Laba yang Meledak:** BBYB berhasil membalikkan keadaan. Jika tahun 2023 rugi Rp573 miliar, tahun 2024 mereka sudah untung Rp19,9 miliar. Tren ini berlanjut gila-gilaan di 2025. Hingga Semester I-2025 saja, laba bersih sudah tembus **Rp276 miliar**, dan per Kuartal III-2025 (9M25) labanya mencapai **Rp464 miliar**. Ini sinyal fundamental yang sangat *bullish*.
* **Efisiensi Teruji:** Rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) turun drastis ke level 84,8% (semakin rendah semakin bagus), yang artinya bank ini makin efisien dalam beroperasi.
* **Strategi Cerdas:** Kunci suksesnya adalah fokus pada kredit "Asset Linked" lewat ekosistem Akulaku. Kredit ini memberikan imbal hasil (yield) tinggi sekitar 63,1%, yang menjadi mesin utama pencetak laba mereka.

### 2. Valuasi & Target Harga: Masih Ada Diskon?
Kalau kamu tanya apakah harganya mahal? Jawabannya: **Relatif Murah** dibanding potensi pertumbuhannya.

* **Posisi Harga:** Per awal Februari 2026, harga saham berada di kisaran **Rp384 - Rp392**.
* **Rasio PBV:** Saat ini diperdagangkan di PBV (Price to Book Value) sekitar **1,25x**. Ini jauh lebih masuk akal dibanding masa euforia bank digital dulu yang bisa tembus 5x PBV.
* **Target Harga Konsensus:** Para analis pasar memiliki target harga rata-rata 12 bulan di **Rp598**. Ini berarti ada potensi keuntungan (*upside*) sekitar **+50%** dari harga sekarang.

### 3. Analisa Teknikal: Kapan Waktu Masuk Terbaik?
Sobat, meskipun fundamentalnya cantik, jangan asal HAKA (Hajar Kanan). Kita harus lihat *chart*.

* **Tren Jangka Pendek:** Secara teknikal harian, trennya masih cenderung konsolidasi atau *sideways* dengan tekanan jual yang mulai berkurang. Indikator *Moving Average* (MA5, MA50, MA200) mayoritas masih menunjukkan sinyal *Sell*, artinya tren besar belum sepenuhnya patah jadi *uptrend*.
* **Sinyal Reversal:** Ada kabar baik! Mulai muncul pola *Hammer* dan indikator *Stochastic RSI* yang membentuk *Golden Cross*. Ini biasanya tanda-tanda awal pembalikan arah naik.
* **Area Kunci:**
* **Support Kuat (Lantai):** Rp350. Selama harga di atas ini, aman.
* **Support Minor:** Rp370.
* **Resistance (Atap):** Rp400 dan Rp430. Jika tembus 400, potensi lanjut naik terbuka lebar.

### 4. Bandarmology & Sentimen Pasar
* **Akumulasi Institusi:** Ada pergerakan menarik dari **Gozco Capital** yang rajin menambah kepemilikan saham, bahkan porsinya naik menjadi di atas 7-10%. Kalau pemegang saham besar saja berani nambah barang, itu sinyal kepercayaan diri yang tinggi.
* **Modal Asing:** Dalam sebulan terakhir, investor asing juga tercatat melakukan *net buy* (beli bersih), yang bisa menjadi bensin tambahan untuk kenaikan harga.

### Arahan Mentor untuk Kamu (Action Plan):

1. **Strategi:** **BUY ON WEAKNESS (Beli Saat Koreksi).**
Jangan beli semua modal di satu harga. Manfaatkan area harga **Rp370 - Rp384** untuk mulai mencicil masuk (akumulasi).
2. **Manajemen Risiko:** Pasang *Stop Loss* ketat di bawah **Rp350**. Jika harga jebol ke bawah 350, sebaiknya keluar dulu karena tren bisa berubah menjadi sangat *bearish*.
3. **Target Profit:**
* Target Jangka Pendek (Swing): Jual sebagian di **Rp430**.
* Target Jangka Menengah (Investasi): Hold sampai menuju harga wajar konsensus di **Rp598**.
4. **Catatan Risiko:** Ingat, BBYB belum membagikan dividen karena masih fokus menuntaskan *retained loss* (akumulasi rugi tahun lalu) untuk memperkuat modal. Jadi, keuntunganmu murni dari kenaikan harga saham (*capital gain*), bukan dividen.

**Kesimpulan:** BBYB saat ini adalah **saham "Growth" yang sedang diskon**. Fundamentalnya sudah *turnaround* menjadi positif, tapi harganya masih tertinggal. Selama kamu disiplin menjaga level support Rp350, potensi cuannya sangat menarik di tahun 2026 ini.

*Disclaimer: Analisa ini adalah panduan edukasi. Keputusan jual-beli sepenuhnya ada di tangan Sobat Investor. Selalu gunakan uang dingin!*

https://cutt.ly/StbdXhy3

RANDOM TAG $ARTO $BBHI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DNAR $BBYB $BBHI

kira kira saham apa ya??? 🧐

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI manusia masa depan yg bisa memprediksi saham multibager

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI masih 50/50

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI

Halo, Rekan Investor. Senang kamu bertanya. Duduklah, mari kita bedah **PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)** ini selayaknya kita sedang menyusun strategi perang di meja bundar.

Sebagai mentormu, saya melihat BBHI ini bukan sekadar bank, tapi sebuah *taruhan besar* pada ekosistem raksasa CT Corp. Data yang ada di hadapan kita per Februari 2026 menunjukkan gambaran yang *mixed*—ada potensi pertumbuhan yang seksi, tapi ada juga "lampu kuning" yang tidak boleh kamu abaikan.

Berikut adalah analisis mendalam saya untuk portofoliomu:

### 1. Fundamental: Mesin Uang yang Sedang Tumbuh (Tapi Hati-hati)
Secara kinerja, Allo Bank tidak main-main. Mereka sudah melewati fase *bakar uang* dan masuk ke fase profitabilitas yang stabil.

* **Pertumbuhan Laba & Pendapatan:** Trennya positif. Per kuartal III-2025 (TTM), pendapatan mereka tembus Rp1,75 triliun (+77,2% YoY) dengan laba bersih Rp544 miliar. Margin laba bersihnya (NPM) sangat tebal di angka 36,4%, jauh di atas rata-rata industri bank.
* **Kekuatan Modal (CAR):** *Capital Adequacy Ratio* (CAR) mereka sangat jumbo, sempat di atas 70-80%. Artinya, mereka punya "bensin" yang sangat banyak untuk menyalurkan kredit tanpa takut kehabisan modal dalam waktu dekat.
* **Lampu Kuning (Likuiditas):** Perhatikan rasio *Loan to Deposit Ratio* (LDR) mereka. Secara historis (2019-2023), rata-rata LDR mereka di atas 100% (zona merah, karena standar sehat biasanya di bawah 90-95%). Ini artinya mereka sangat agresif menyalurkan kredit dibanding dana yang mereka himpun. Sebagai investor, kamu harus waspada jika likuiditas mengetat.

### 2. Posisi Kompetitif: Perang Melawan Raksasa
Jangan naif, "kolam" bank digital ini penuh dengan hiu.

* **Lawan Berat:** SeaBank (Shopee) dan Bank Jago (GoTo) masih mendominasi pangsa pasar kredit digital dan pencarian publik. Data *search interest* menunjukkan minat pada Allo Bank seringkali bersifat "viral sesaat" (didorong event/konser), sedangkan SeaBank dan Jago lebih *sustainable* karena terintegrasi dengan aplikasi harian (ojol & belanja).
* **Senjata Rahasia (Ekosistem):** Keunggulan Allo adalah ekosistem "Phygital" (Fisik + Digital) CT Corp. Mereka punya Transmart, Indomaret (lewat Salim Group), dan Bukalapak. Strategi mereka bukan sekadar *burning money* untuk bunga deposito tinggi, tapi mengunci nasabah di dalam ekosistem ritel ini.

### 3. Sentimen Pasar & Valuasi: Mahal atau Wajar?
Di sini letak *tricky*-nya.

* **Valuasi Premium:** Saat ini (Feb 2026), BBHI diperdagangkan dengan PER (Price to Earnings) sekitar 56-57x. Ini mahal jika dibandingkan bank konvensional (big banks biasanya 10-15x), tapi "wajar" untuk ukuran bank digital yang sedang tumbuh (sebagai perbandingan, ARTO sempat di 93x).
* **Harga Saham:** Harga saham per awal Februari 2026 berada di kisaran Rp1.425. Ini sudah jatuh jauh dari harga tertingginya di 2022 (Rp8.100). Pasar sudah "sadar" dari euforia awal.
* **Aksi Korporasi (Buyback):** Ini sinyal bagus. Manajemen melakukan *buyback* saham di Januari 2026. Artinya, manajemen merasa harga saham mereka saat ini *undervalued* atau terlalu murah. Ini biasanya menjadi *support* (bantalan) harga yang kuat.

### 4. Tantangan Makro & Regulasi 2026
Tahun 2026 bukan tahun yang mudah.

* **Ancaman NPL:** Bank of Thailand sudah memperingatkan bahwa NPL (kredit macet) akan tetap menjadi tantangan di 2026, dan ini relevan untuk kawasan ASEAN termasuk Indonesia. Segmen ritel dan UMKM yang menjadi target Allo Bank adalah yang paling rentan.
* **Aturan BNPL Baru (POJK 32/2025):** OJK baru saja memperketat aturan *Buy Now Pay Later* (BNPL) yang efektif penuh Juni 2026. Allo Bank harus lebih selektif dalam *scoring* kredit. Ini bagus untuk jangka panjang (aset lebih sehat), tapi bisa mengerem pertumbuhan kredit mereka yang agresif di jangka pendek.

### Arahan Mentor untuk Kamu:

1. **Untuk Trader (Jangka Pendek):**
Perhatikan area teknikal. Saham ini sedang mencoba bangkit (*bottom reversal*). Adanya aksi *buyback* sisa dana Rp60 miliar di awal 2026 adalah katalis positif. Jika kamu melihat volume beli meningkat, ini bisa jadi peluang *swing trade* dengan target kenaikan terbatas. Tapi ingat, volatilitasnya tinggi.

2. **Untuk Investor (Jangka Panjang):**
Tanyakan pada dirimu: *Apakah kamu percaya ekosistem CT Corp (Transmart, dll) bisa bersaing dengan ekosistem Shopee/GoTo?*
Jika ya, harga saat ini (setelah diskon besar dari 2022) bisa jadi titik masuk yang menarik untuk dicicil, mengingat profitabilitas mereka yang konsisten. Tapi ingat, valuasi PER 56x menuntut pertumbuhan laba yang konsisten dua digit tiap tahun. Jika meleset, harga bisa dihukum pasar.

3. **Manajemen Risiko:**
Jangan *all-in*. Alokasikan maksimal 5-10% portofolio. BBHI belum membagikan dividen rutin, jadi keuntunganmu murni dari *capital gain*. Pantau terus rasio NPL dan LDR mereka di laporan kuartalan mendatang.

**Kesimpulan:** BBHI adalah perusahaan yang *sehat* secara profitabilitas, namun *mahal* secara valuasi dan *berisiko* secara likuiditas di tengah persaingan ketat. Masuklah hanya jika kamu punya disiplin tinggi.

Paham? Sekarang, tentukan posisimu.

https://cutt.ly/Ytv4QMhK

RANDOM TAG $ARTO $BBYB

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$FPNI
saham ini masa depannya bakal mirip $ARTO & $BBHI .
habis PUMP & DUMP trus sideways di harga bawah lamaaa bertahun tahun nggak pernah lagi recovery ...
ingat dia masih punya masalah Free Float yg masih 7,5%

$ARTO dalam waktu dekat bakal ngejar GAP dibawah, hati-hati aja para sangkuters šŸ˜‚

$BBYB $BBHI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saat laporan keuangan Q4 keluar $ARTO šŸ†™ šŸ“ˆ
prediksi net income Q4 150%

$BBYB $BBHI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

brumbum brumbum roket king Andi 15mnt lagi lepas landas šŸ”„šŸ”„

$BRPT $CUAN $BBHI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI all in saham konglo indonesia valuasi next bank jago era 2021

siap meroket!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Allo Bank Indonesia Tbk - BBHI
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/RtvfzAYF

$BBHI

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI katanya mau buyback

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUKA vs $GOTO: Dua Saham Teknologi yang Dulunya Banyak Dipuja Tapi Sekarang Terabaikan

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Banyak investor hanya melihat valuasi GOTO mahal dan valuasi BUKA murah, lalu berhenti di situ. Padahal angka kas mereka mirip besar, tetapi cara pasar memberi harga ke masing-masing sangat berbeda. Di satu sisi ada bisnis platform yang masih bakar kas tapi perbaikan operasionalnya mulai kelihatan. Di sisi lain ada tumpukan kas yang lebih besar dari valuasi pasar, namun mesin kas operasionalnya masih mini. Jadi kalau investor cuma lihat PBV atau cuma lihat rugi laba, investor bakal salah menangkap cerita utamanya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kedua-duanya sama-sama punya kas jumbo. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk punya kas dan setara kas sekitar Rp17,6 triliun, sementara PT https://cutt.ly/Ztvdajf8 Tbk punya kas dan setara kas Rp17,11 triliun. Bedanya ada di harga pasar, GOTO di harga Rp64 bernilai sekitar Rp67,74 triliun, sedangkan BUKA di harga Rp145 bernilai sekitar Rp13,70 triliun. Ini bikin posisi BUKA terasa seperti beli kas pakai diskon, sementara GOTO adalah bayar mahal untuk mesin bisnis yang diharapkan jadi laba besar.

Dari sisi omzet, GOTO jauh lebih besar. Net revenue 9M 2025 sekitar Rp13,30 triliun, annualised kira-kira Rp17,73 triliun. BUKA 9M 2025 pendapatan sekitar Rp4,72 triliun, jadi skalanya memang beda kelas. Di titik ini pasar biasanya bilang wajar kalau GOTO lebih mahal, karena top line lebih besar dan ekosistemnya lebih lebar, tetapi top line bukan akhir cerita. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GOTO masih cetak rugi bersih 9M 2025 sekitar Rp997 miliar, tetapi rugi operasional turun tajam 89% dari Rp2,05 triliun jadi Rp222 miliar, artinya kebocoran biaya mulai ditambal. BUKA malah laba bersih Rp2,91 triliun, tetapi mesin utamanya bukan dari operasional murni, karena laba nilai investasi neto Rp2,32 triliun mendominasi akibat floating profit saham $BBHI. Jadi GOTO sedang memaksa bisnis inti menuju sehat, sementara BUKA sedang menunjukkan laba besar yang kualitasnya banyak ditentukan portofolio investasi.

GOTO punya CFO yang masih negatif sekitar Rp160,8 miliar, dan FCF negatif sekitar Rp1,30 triliun karena capex besar sekitar Rp1,14 triliun, terutama investasi aset takberwujud. BUKA CFO positif Rp149,7 miliar, capex kecil Rp36,2 miliar, FCF positif Rp113,5 miliar. Ini menjelaskan kenapa BUKA terasa defensif di neraca, sedangkan GOTO terasa seperti cerita turnaround yang butuh waktu dan butuh kas.

Soal belanja investasi, pola pikirnya beda. GOTO capex terhadap revenue sekitar 8,54%, jadi hampir 9% omzet diputar lagi untuk teknologi dan aset takberwujud. BUKA capex terhadap revenue cuma 0,77%, dan capex terhadap laba cuma 1,24%, modelnya asset-light dan tidak agresif membangun aset baru. Investor bisa suka dua-duanya, tetapi konsekuensinya beda, GOTO mengejar pertumbuhan dan efisiensi lewat investasi berat, BUKA mengejar stabilitas neraca dengan belanja minimal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi utang, BUKA jauh lebih bersih. Total liabilitas sekitar Rp852,2 miliar dan utang bank signifikan nyaris tidak ada, beban akrual yang paling besar sekitar Rp326,96 miliar. GOTO punya pinjaman dan sewa sekitar Rp4,37 triliun, termasuk pinjaman non-bank jangka panjang equity-linked bonds sekitar Rp2,73 triliun, meski leverage relatif masih terkendali dengan DER 0,41x. Jadi risiko struktur modal GOTO lebih kompleks, sementara BUKA lebih sederhana.

Valuasi BUKA PBV 0,54x, P/S 2,17x, PER annualised 3,53x, tetapi PER ini rapuh karena laba ditopang investasi dan CFO terhadap laba cuma 0,05x. GOTO PBV 2,11x, P/Tangible BV 2,27x, P/S 3,82x, EV/Sales 3,07x, dan EV/EBITDA 123,88x, ini jelas premium untuk bisnis yang masih rugi bersih. Artinya pasar sedang membeli harapan, bukan laporan laba saat ini.

Produktivitas SDM juga memberi petunjuk karakter bisnisnya. BUKA dengan 543 karyawan punya revenue per karyawan Rp8,70 miliar dan laba per karyawan Rp5,36 miliar, tetapi CFO per karyawan hanya Rp275,77 juta, lagi-lagi mengingatkan bahwa laba BUKA tidak sepenuhnya kas.

GOTO dengan 3.592 karyawan punya revenue per karyawan Rp3,70 miliar dan cash receipts per karyawan Rp4,19 miliar, namun loss per karyawan sekitar minus Rp277,5 juta dan CFO per karyawan minus Rp44,7 juta, artinya skala besar belum otomatis jadi kas masuk bersih. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi kemiripan mereka ada pada satu hal, sama-sama punya kas besar yang memberi napas panjang. Perbedaannya, BUKA murah karena pasar belum percaya kas itu bisa diubah jadi mesin operasional yang kuat, sedangkan GOTO mahal karena pasar percaya mesin bisnisnya bisa jadi laba besar walau sekarang masih membakar kas. Kalau investor mencari margin of safety berbasis aset, BUKA terlihat menonjol. Kalau investor mencari opsi turnaround yang berhasil, GOTO adalah taruhan pada eksekusi.

šŸ’° Kas GOTO Rp17,6 triliun, kas BUKA Rp17,11 triliun
šŸ·ļø Market cap GOTO Rp67,74 triliun, market cap BUKA Rp13,70 triliun
🧊 Harga vs kas per saham GOTO Rp64 vs kas per saham Rp16,6, BUKA Rp145 vs kas per saham Rp181

🚚 Net revenue 9M 2025 GOTO Rp13,30 triliun vs BUKA Rp4,72 triliun
šŸ“Š Annualised revenue GOTO kira-kira Rp17,73 triliun

🩸 Rugi bersih 9M 2025 GOTO Rp997 miliar
🧯 Rugi operasional GOTO turun 89% dari Rp2,05 triliun ke Rp222 miliar
šŸŽ® Laba bersih 9M 2025 BUKA Rp2,91 triliun
🧨 Laba nilai investasi neto BUKA Rp2,32 triliun, ini yang bikin laba besar

🧮 CFO margin GOTO minus 1,21%
🧯 CFO GOTO minus Rp160,8 miliar, capex Rp1,14 triliun, FCF minus Rp1,30 triliun
šŸ’§ CFO BUKA Rp149,7 miliar, capex Rp36,2 miliar, FCF Rp113,5 miliar

🧱 Liabilitas BUKA Rp852,2 miliar, utang bank signifikan nyaris tidak ada
🧷 Pinjaman non-bank jangka panjang GOTO Rp2,73 triliun
🧲 Total borrowings plus lease GOTO Rp4,37 triliun

šŸŖ™ PBV BUKA 0,54x, PBV GOTO 2,11x
šŸ›’ P/S BUKA 2,17x, P/S GOTO 3,82x
🧨 EV/Sales BUKA minus 2,17x, EV/Sales GOTO 3,07x

šŸ¤ BUKA dan GOTO Sama-sama punya kas besar untuk bertahan lama
āš”ļø BUKA seperti beli aset diskon, risikonya kas tidak jadi mesin CFO besar
šŸ”„ GOTO seperti beli opsi turnaround, risikonya FCF negatif bisa lama sebelum panen

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/9

testestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI Free float masih di bawah 15%, padahal aturan OJK dan standar MSCI jelas: wajib minimal 15%.

Ini bukan soal kalau, tapi kapan.

Saat free float dikejar, supply akan dilempar ke market.
Dan kalau supply naik sementara demand nggak siap?
Harga yang menyesuaikan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TOTO
šŸ“… Timestamp: 1 Februari 2026, 18:09 WIB | šŸ’° Last Price: Rp266
🚦 PHASE STATUS: PANIC MARKDOWN PELAN (DISTRIBUTION LANJUT, BELUM KAPITULASI TOTAL)

Harga TOTO turun tipis -0,75% ke 266, tapi konteksnya: dua hari terakhir muncul candle merah panjang yang keluar dari kanal sideways 270–290 dengan volume meningkat, artinya breakdown dari base jangka menengah. Broker action hari ini berat ke sisi jual: Top 1 Big Dist (-21,8%), Top 3 Normal Dist, Top 5 Small Dist, dan rata‑rata broker masih Normal Dist dengan Net Volume cuma +5.194 lot—akumulasi ritel tipis tertelan distribusi bandar. Secara teknikal global, hampir semua indikator di https://cutt.ly/BtvaBJwK menandai Strong Sell: 12 MA dan mayoritas indikator momentum mengarah jual, RSI(14) sekitar 24 (oversold), MACD negatif, tren jangka pendek–menengah turun tajam.
​
⚔ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
šŸ›”ļø PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp248 - Rp256

The Logic:

Di daily chart, box biru di sekitar 248–256 adalah area target koreksi dari pattern sebelumnya (triangle + top) dan berimpit dengan support horizontal kuat dari volume kumulatif akhir 2024; ini juga mendekati proyeksi "strong low" sekitar 230–240.
​
Break 266 kemarin terjadi dengan spike volume, tapi tanpa capitulation bar super besar; secara probabilitas, harga masih berpotensi melanjutkan turunnya 1–2 candle lagi ke lantai 248–256 sebelum buyer serius muncul. Masuk sabar di sini berarti kita beli saat ritel mulai putus asa, bukan saat mereka masih berharap ā€œmantul di 266ā€.

Fundamental: per Q3 2025 TOTO bukukan revenue Rp1,817 triliun, laba bersih Rp257,4 miliar dengan ROE 9,92%, Debt/Equity 0,36, Debt/EBITDA 2,3 dan coverage bunga 31x. Valuasi PBV sekitar 0,9x dan dividend yield 2024 sekitar 10,9% (payout ~79%). Dengan bisnis yang stabil dan balance sheet sehat, area 248–256 mulai masuk zona value untuk investor yield.

āš”ļø PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp274 - Rp280

The Logic:

274–280 adalah cluster supply intraday (lihat 15m, semua rejection hari ini berhenti di 271–274) sekaligus batas bawah zona sideways sebelumnya. Tembus dan bertahan di atas 274, berarti breakdown kemarin mungkin false break dan harga siap balik ke box atas 290–300.

Syarat momentum valid:

Candle 1H/harian close ≄ 274 dengan volume harian > rata‑rata 20‑hari (ā‰ˆ ≄ 1,5–2 juta saham; volume hari ini 885k masih biasa saja).

Bid mengisi rapat di 264–270 (bukan kosong bolong), offer 274–284 dikikis progresif.

RSI 1H naik kembali ke atas 50 dari 35‑an, MACD 1H mulai cross up; di daily, minimal histogram MACD mengecil (jual melemah).
​
Setup ini cocok buat scalper/momentum trader yang mau ride relief bounce, bukan buat investor jangka panjang.

šŸŽÆ EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ā‰ˆ 1:2,5)
Asumsi entry konservatif di Rp252.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp276 (+9,5%)

Reason: Area supply terdekat, berimpit dengan MA10 harian dan batas bawah range lama 276–290; banyak pelaku yang nyangkut di atas 280 akan buang sebagian ketika harga menyentuh 276–280.
​
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp298 - Rp304 (+18,3% - 20,6%)

Reason:

298 adalah garis "weak high" dan target pattern sebelumnya di daily; 300–304 adalah resistensi psikologis plus zona upper band sideways berkepanjangan.
​

Secara valuasi, di area 300 PBV masih di kisaran 1,0x dengan dividend yield masih menarik; tapi di sini upside mulai terbatas jika tidak ada katalis baru. Untuk swing 1–3 bulan, membuang mayoritas posisi di 298–304 cukup ideal.

šŸ”“ STOP LOSS (Hard Limit): Rp238 (-5,6% dari 252)

Note: 238 berada sedikit di bawah proyeksi target koreksi 248 dan dekat zona "strong low" biru di chart; jebol 238 berarti support medium‑term hancur dan risiko turunan lebih dalam ke 220–210 terbuka. Tesis bahwa ini cuma technical correction dalam saham dividend play batal, wajib keluar.
​
šŸ“° NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
šŸŒ Sektor & Komoditas:

TOTO bermain di sektor sanitary ware, fitting, dan kitchen system—sangat terkait sektor properti, pembangunan perumahan, dan proyek komersial.
​
Paruh pertama 2025: pendapatan sekitar Rp1,2 triliun, naik ±10% YoY, dengan pertumbuhan laba yang juga solid menurut manajemen. Hingga Q3 2025 pendapatan naik ke Rp1,817 triliun dari Rp1,71 triliun (+6,3%), laba bersih +29,8% YoY ke Rp257,4 miliar, EPS naik dari 19,22 ke 24,94. Ini menunjukkan demand produk TOTO masih kuat meski sektor properti belum terlalu hot.
​

šŸ“¢ Key Drivers (Pemicu Utama):

Dividen Gemuk & Neraca Sehat:

Dividend yield 2024 sekitar 10,91% dengan payout 78,7%; 2023 yield 7,89%. Current ratio baik, DER hanya 0,36, Debt/EBITDA 2,3, interest coverage 31x.

Analisa: Ini tipe saham dividend value yang secara fundamental sangat defensif. Penurunan harga sekarang lebih disebabkan teknikal/tren sektor daripada masalah solvabilitas.

IMPACT: POSITIF (support jangka menengah, batas bawah valuasi ditahan yield).

Profitabilitas Oke tapi Bukan Super Growth:

NPM sekitar 9,3%, ROE 12,78%, ROA 9,16%; konsisten positif bertahun‑tahun tapi belum level high‑growth.
​
Analisa: Pasar tidak mau kasih multiple tinggi. Dengan PBV ~0,9x dan P/S 1x, saham tergolong wajar–sedikit murah, bukan ā€œobral parahā€; hence, tidak ada alasan kuat buat bandarnya markup agresif tanpa rotasi sektor.

IMPACT: NEUTRAL.

Teknikal Sangat Lemah (Strong Sell):

Rekap teknikal Moving Averages = Strong Sell (12 jual, 0 beli), Indikator teknikal = Sell (4 jual, 0 beli); RSI oversold (~24), MACD negative cross, trend daily & weekly turun.
​
https://cutt.ly/5tvaBJ19 menandai TOTO berada di bawah tekanan jual signifikan dengan sinyal ā€œBetter to stay flat, kapital preservation firstā€; entry zone 266–270, stop 263, R/R 1:2,5, sinyal kekuatan ā€œVery Weakā€.
​
IMPACT: NEGATIF jangka pendek—probabilitas breakdown lanjutan tinggi bila 263 jebol.

āš–ļø THE FINAL VERDICT
šŸš€ SIGNAL: WAIT & SEE → SPECULATIVE BUY DIVIDEND di 248–256, SELL ON STRENGTH di 276–298
šŸŒ”ļø Risk Profile: Medium Risk (fundamental kuat & defensif, tapi tren teknikal turun dan likuiditas tidak terlalu besar)
⭐ Confidence Score: 65%

šŸ“ INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Fundamental sangat sehat—laba 9M25 naik 29,8% YoY, NPM ~9%, ROE ~13%, DER rendah 0,36, dividend yield double digit dengan payout mapan; ini memberi floor valuasi kuat di bawah harga sekarang.

[+] Bullish Factor: PBV 0,9x dan P/S 1x menunjukkan saham ini sudah di zona value wajar; jika harga ditekan ke 248–256, yield ke depan semakin menarik dan peluang technical rebound pasca oversold (RSI ~24) meningkat.

[-] Bearish Risk: Tape hari ini masih Normal–Big Dist (Top 1 Big Dist, average Normal Dist) dengan sinyal teknikal global Strong Sell; ada risiko breakdown lanjut ke 240‑an sebelum pasar berani akumulasi.
​
[-] Bearish Risk: Sektor properti & konstruksi belum sepenuhnya pulih; jika permintaan proyek melambat atau suku bunga kembali naik, growth TOTO bisa datar dan pasar bertahan memberi diskon valuasi lebih lama.
​
šŸŒ… OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Biarkan TOTO berjalan dulu 30–60 menit—jangan haka kalau dibuka 266–270. Tunggu apakah harga ditarik turun ke area 248–256; kalau di sana volume jual mulai mengecil dan bid tetap tebal, baru cicil masuk kecil untuk dividend play. Kalau 238 ditembus dengan volume besar, hentikan semua aksi serok—biarkan bandar selesaikan markdown‑nya dulu."

āš ļø Disclaimer: Ini adalah hasil bedah data algoritma dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader.

$BBHI $DSFI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $BUKA Too Cheap To Ignore? šŸ¤”

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau pasar sekarang menilai BUKA murah, itu bukan karena pasar tiba-tiba cinta e-commerce. Pasar lagi bilang begini, ini saham kok seperti brankas kas yang dibuang murah. Investor yang jeli biasanya suka situasi seperti ini, karena downside sering tertahan oleh aset nyata. Tapi ada jebakan klasik, murah di PBV bisa tetap jadi murah selamanya kalau kasnya tidak pernah berubah jadi mesin laba operasional. Jadi tesisnya sederhana aja, valuasi terlihat menarik, namun kualitas sumber labanya wajib ditelusuri sampai tuntas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di neraca per 30 September 2025, penopang utamanya jelas kas dan setara kas Rp17,11 triliun dari total aset Rp26,14 triliun, porsi 65,4%. Ini tipe neraca yang jarang, karena mayoritas perusahaan teknologi justru sering kekurangan kas dan hidup dari pendanaan. Di sini kebalik, kasnya dominan, sehingga investor sebenarnya membeli bantalan yang besar. Karakter seperti ini biasanya membuat valuasi lebih tahan guncangan, karena perusahaan punya waktu panjang untuk membuktikan strategi.

Dari sisi kewajiban, gambarnya sangat konservatif. Total liabilitas Rp852,2 miliar, dan pos terbesar beban akrual Rp326,96 miliar. Tidak ada utang bank yang signifikan, jadi risiko tekanan bunga dan covenant relatif minim. Ini mengubah profil risiko, karena kebangkrutan akibat utang itu kecil, tapi risiko salah alokasi kas justru jadi fokus utama. Dengan kas yang besar, keputusan manajemen soal investasi dan akuisisi bisa menentukan nasib valuasi lebih besar daripada utang.

Di laporan laba rugi, mesin pendapatan paling dominan adalah segmen gaming Rp3,85 triliun, kontribusi 81,4% dari pendapatan neto Rp4,72 triliun. Sisanya sekitar Rp0,87 triliun datang dari segmen lain. Artinya, BUKA saat ini lebih terlihat sebagai mesin transaksi digital dengan konsentrasi yang tinggi, bukan marketplace yang merata. Konsentrasi seperti ini bisa bagus kalau unit economics-nya kuat, tapi juga membuat investor harus paham seberapa stabil permintaan segmen tersebut saat siklus ekonomi berubah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang paling sering bikin investor salah baca ada di laba bersih Rp2,91 triliun. Angka ini besar, namun pendorong utamanya laba nilai investasi neto Rp2,32 triliun karena floating profit dari saham $BBHI. Jadi secara karakter, laba ini lebih mirip hasil manajemen portofolio investasi daripada hasil operasional harian. Ini bukan salah, tapi konsekuensinya jelas, laba bisa fluktuatif, dan pasar akan menempelkan diskon kalau laba tidak berulang dan tidak berubah jadi kas yang konsisten.

Kalau dipindahkan ke arus kas operasi, gambarnya mengecil drastis. CFO cashflow from operations Rp149,7 miliar, sehingga CFO margin 3,17% dari pendapatan Rp4,72 triliun. Setelah capex Rp36,2 miliar, FCF free cash flow Rp113,5 miliar, FCF margin 2,40%. Capex terhadap pendapatan hanya 0,77%, cocok untuk model asset-light, namun tetap memberi sinyal bahwa pertumbuhan organik besar tidak otomatis muncul hanya karena capex kecil. Ini juga menjelaskan kenapa P C F O dan P F C F tampak mahal walaupun PER kelihatan murah.

Arus kas investasi justru jadi pemeran utama, arus kas masuk investasi Rp6,88 triliun, terutama dari pelepasan investasi Rp7,67 triliun. Ini menguatkan kesan bahwa aktivitas investasi memainkan peran besar dalam narasi laba dan kas. Untuk investor, pertanyaannya bukan sekadar untung, tapi apakah untung investasi ini akan diulang, atau hanya momen. Jika berulang, BUKA punya karakter investment house. Jika tidak berulang, maka laba 2025 tidak bisa dipakai untuk menilai valuasi jangka panjang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Rasio kualitas laba memperjelas ceritanya. Liabilitas terhadap laba 0,29x terlihat sangat aman, namun liabilitas terhadap CFO 5,69x dan terhadap FCF 7,51x menunjukkan kalau hanya mengandalkan kas operasional, butuh waktu lama untuk menutup semua kewajiban. CFO terhadap laba 0,05x dan FCF terhadap laba 0,04x menegaskan mismatch, laba besar tapi kas operasional kecil. Ini bukan berarti buruk, tapi berarti sumber laba tidak datang dari putaran operasional inti.

Di sisi produktivitas, jumlah karyawan tetap 543 orang membuat metrik per orang terlihat tinggi. Penerimaan kas dari pelanggan Rp5,17 triliun setara Rp9,53 miliar per karyawan. Revenue Rp4,72 triliun setara Rp8,70 miliar per karyawan. Laba Rp2,91 triliun setara Rp5,36 miliar per karyawan, tapi CFO hanya Rp275,77 juta per karyawan, lagi-lagi menunjukkan laba besar tidak sejalan dengan kas operasi. Metrik paling bersih untuk membaca skalabilitas biasanya revenue per karyawan, karena tidak terlalu terdistorsi revaluasi investasi.

Sekarang masuk valuasi yang bikin investor melirik. Harga Rp145 dengan saham beredar 94,5 miliar memberi market cap Rp13,70 triliun. PBV 0,54x dari BVPS Rp267, sehingga pasar menilai aset bersih dengan diskon besar. Kas per saham sekitar Rp181, artinya investor secara praktis membeli kas Rp181 dengan harga Rp145, dan masih dapat bisnisnya. Enterprise value negatif membuat EV sales -2,17x, ini sinyal pasar memberi valuasi sangat rendah pada bisnis inti, tapi sekaligus memperlihatkan skeptisisme pasar terhadap kemampuan mengubah kas menjadi laba operasional yang berulang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

šŸŽÆ Valuasi BUKA terlihat menarik
šŸ’° Kas Rp17,11 triliun, 65,4% dari aset Rp26,14 triliun
🧱 Market cap Rp13,70 triliun, lebih kecil dari kas
🧮 PBV 0,54x, BVPS Rp267, harga Rp145
🧾 Kas per saham sekitar Rp181, investor beli kas dengan diskon
🧲 EV negatif, pasar seolah memberi nilai bisnis inti mendekati nol Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

šŸ“Š Mesin pendapatan yang paling nyata
šŸŽ® Gaming Rp3,85 triliun, 81,4% dari pendapatan Rp4,72 triliun
🧩 Segmen lain sekitar Rp0,87 triliun, 18,6%

āš ļø Titik rawan yang tidak boleh diabaikan
🧨 Laba Rp2,91 triliun didorong laba nilai investasi neto Rp2,32 triliun
šŸŖ™ CFO Rp149,7 miliar, CFO margin 3,17%
🧾 FCF Rp113,5 miliar, FCF margin 2,40%
šŸ” CFO terhadap laba 0,05x, FCF terhadap laba 0,04x Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
āœ… Murah secara aset, kuat secara neraca, utang bank nyaris tidak ada
āœ… Cocok jadi opsi value kalau manajemen bisa ubah kas jadi laba operasional stabil
āš ļø Kalau laba investasi berhenti, PER murah bisa cepat berubah jadi ilusi
šŸ”‘ Katalis yang paling dicari pasar, bukti laba operasional berulang, bukan laba investasi

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes

kalo ga salah ibu friderica yang suka di undang ke CNBC indonesia bukan sih? koleksi saham sahamnya om CT (Chairul Tanjung) : $BBHI (pengendali PT mega corpora) sama $DYAN (komisaris dan pengendali PT teletransmedia)
gituh aja 😁
oh iya buat bekal besok senin oi bor n sist $IHSG

Bukalapak Tbk saat ini sebenarnya sdh berinvestasi ke perusahaan lain juga.

Bukalapak saat ini ada pegang sekitar 11,49% saham AlloBank.

ada kemungkinan bakal investasi di emiten² lain juga. misalnya ke Superbank, Vidio, ataupun perusahaan² lainnya.

kayaknya segera ada pengumuman aksi korporasi.

$BUKA
$BBHI
$EMTK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBHI hehehe

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TBIG $HEAL $BBHI

*Jumat, 30 Januari 2026*

Saham-saham AS diperdagankan bervariasi pada penutupan hari Kamis, dengan kenaikan di sektor Telekomunikasi, Keuangan, dan Minyak & Gas mendorong harga saham menguat, sementara penurunan di sektor Barang Konsumsi, Teknologi, dan Bahan Baku mendorong harga saham melemah. Pada penutupan di NYSE, Dow Jones Industrial Average naik 0,11%, sementara indeks S&P 500 turun 0,13%, dan indeks NASDAQ Composite turun 0,72%. (Investing)

*IDX* _(29/01/2026)_
close : 8,232.20
-88.35 -1.06%
Foreign : -5.11 T

*TBIG* - Tower Bersama (TBIG) melanjutkan buyback saham senilai Rp360 Miliar. Periode pelaksanaan buyback sepanjang tiga bulan.
*HEAL* - Emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) berencana melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp200 miliar.
*BBNI* - Bank BNI (BBNI) akan menggeber pembelian kembali (buyback) saham. Itu ditunjukkan dengan menyiapkan anggaran senilai Rp1,5 triliun.
*BBHI* - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan sisa dana sebesar Rp60,65 miliar di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.
*DSSA* - Emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan stock split dengan rasio 1:25.

*Analisa Teknikal*

Secara teknikal, IHSG telah mencapai zona krusial, di mana tekanan jual mulai menunjukkan tanda kejenuhan jangka sangat pendek. IHSG sudah berada di zona jenuh jual (oversold) ekstrem. Tekanan jual mulai melambat dan indeks telah menguji MA200 sekaligus bergerak di luar lower Bollinger Band. Secara teknikal, peluang rebound terbatas.


*Corporate Action*

_RUPS_
FAST
SDRA

_Public Expose_
KARW

*Unsuspend*
SIPD
RLCO

*UMA*
HAJJ
STAA


*Disclaimer On*

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Bankir-bankir buka suara mengenai manajemen risiko atas koreksi mendalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir ini, yang dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada hari Rabu lalu.
Seperti diketahui, IHSG yang awal pekan i...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy