


Volume
Avg volume
PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA dalam bidang usaha bank umum. Anak perusahaan diantaranya: PT BCA Finance (Pembiayaan Konsumen, Sewa Guna Usaha dan Anjak Piutang), BCA Finance Limited (Money Lending- Jasa Pengiriman Uang), PT Bank BCA Syariah (Perbankan Syariah), PT BCA Sekuritas (Penjamin Emisi Efek dan Pialang Perdagangan Saham), dan PT Asuransi Umum BCA (Asuransi Umum atau Asuransi Kerugian).Pada 2017 BCA mendirikan PT Central Capital Ventura (CCV) guna mengikuti inovasi layanan keuangan berbasis digital. Produk dan layanan Perseroan yaitu: produk simpanan, layanan transaksi perbankan, perbankan elektronik, layanan cash m... Read More
Grup Saham No.1 di Stockbit 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$BBRI $BBCA $BMRI

GASS TO THE MOON 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$BBRI $BBCA $BMRI

📊DEEP RESEARCH $BBCA
*Hasil AI sendiri, tidak disarankan percaya.
---
*1) EXECUTIVE SUMMARY*
Saham BBCA tertutup flat di Rp 8.175 dengan pergerakan harian yang sempit, mengindikasikan fase konsolidasi. Sinyal dari aktivitas bandar menunjukkan akumulasi (BDM), namun aktivitas broker institusional dalam sebulan terakhir justru mencatat net selling yang signifikan, menciptakan kondisi wait-and-see.
*2) ANALISA TEKNIKAL*
- Trend: *SIDEWAYS*
- Posisi Harga: Konsolidasi di area tengah range Rp 8.000 - Rp 8.300. Penutupan harga sama dengan pembukaan (Doji) menunjukkan ketidakpastian dan keseimbangan sementara antara pembeli dan penjual.
- Momentum: *NETRAL*. Perubahan harga harian +1.24% positif tetapi volume cukup tinggi di atas rata-rata menunjukkan ada transaksi aktif, meski harga tidak bergerak jauh.
*3) LEVEL KUNCI*
- R2: Rp 8,500
- R1: Rp 8,300
- Current: Rp 8,175
- S1: Rp 8,075 (Low hari ini)
- S2: Rp 8,000 (Support psikologis utama)
*4) BANDARMOLOGY*
- BDM: 🟢 AKUMULASI (187,348.43)
- Broker: 🔴 NET SELL (Rp -2,440,730,000)
- Top Buyer: ZP, SQ, AK, BK, YU
- Top Seller: ZP, AK, YU, BK, CC
*5) TRADING PLAN*
- Setup: *Breakout*. Menunggu konfirmasi keluar dari fase konsolidasi.
- Entry Zone: Rp 8,300 - 8,320 (setelah konfirmasi breakout di atas R1)
- Stop Loss: Rp 8,200 (di bawah level current dan mendekati S1)
- Take Profit 1: Rp 8,450
- Take Profit 2: Rp 8,600
- Risk/Reward: 1:2.3 (Risiko Rp 120 vs Target Potensi Rp 275)
*6) ⏰ REKOMENDASI JANGKA WAKTU*
📈 JANGKA PENDEK (1-5 hari)
- Cocok: *YA* - Pergerakan harga yang ketat dan menunggu katalis breakout. Cocok untuk scalping di range Rp 8.075 - Rp 8.200.
- Entry: Rp 8,100 | Target: Rp 8,250
- Waktu Ideal: Pagi hari sesi I jika ada pengetesan ke support Rp 8.075.
- Stop Loss: Rp 8,050
📊 SWING TRADING (1-4 minggu)
- Cocok: *TIDAK* - Tren sideways yang kuat tanpa katalis jelas membuat potensi gain swing trade terbatas dalam waktu dekat. Lebih baik menunggu konfirmasi arah trend.
- Entry: Rp 8,000 | Target: Rp 8,400
- Waktu Ideal: Jika harga berhasil ditahan di atas Rp 8.200 dengan volume tinggi.
- Stop Loss: Rp 7,950
🏦 JANGKA PANJANG (>3 bulan)
- Cocok: *YA* - BBCA merupakan saham blue-chip fundamental kuat. Fase konsolidasi adalah kesempatan akumulasi bertahap untuk portofolio inti.
- Entry Zone: Rp 8,000 - Rp 8,200
- Target 6 Bulan: Rp 8,800
- Target 1 Tahun: Rp 9,500
- Waktu Ideal Akumulasi: Setiap penurunan mendekati support kuat Rp 8.000.
*7) SKENARIO*
- Plan A (Bullish): Jika harga mampu menutup di atas Rp 8.300 dengan volume tinggi, konfirmasi awal bullish dengan target menuju Rp 8.500.
- Plan B (Sideways): Harga tetap berkonsolidasi di range Rp 8.075 - Rp 8.300. Aksi: Hindari entry baru, fokus pada trading range dengan risk management ketat.
- Plan C (Bearish): Jika harga break di bawah Rp 8.000 dengan konfirmasi volume, potensi koreksi lebih dalam menuju Rp 7.800. Aksi: Cut loss dan tunggu di support lebih rendah.
*8) 📅 SEASONALITY & INSIDER*
- Seasonality Bulan Ini: *NETRAL* - Januari tidak memiliki pola musiman yang kuat untuk sektor perbankan. Pergerakan lebih bergantung pada kondisi makro dan kinerja Q4.
- Insider Activity: *NETRAL* - Tidak ada data insider yang disediakan. Data BDM (akumulasi) bisa menjadi proxy lemah untuk aktivitas "smart money".
- Smart Money Flow: 🟡 NETRAL - Ada konflik sinyal antara BDM (akumulasi) dan aktivitas broker (net sell), sehingga netral.
*9) VERDICT*
*WATCH* - Tunggu konfirmasi arah breakout dari fase konsolidasi sebelum mengambil posisi besar.
🎯 Paling Cocok: *SCALPING* karena pergerakan harga harian yang relatif ketat dan kondisi sideways yang memberikan peluang entry-exit cepat di level support/resistance mikro.
Tag: $BBRI $BBNI
📊DEEP RESEARCH $SUPA
*Hasil dari bot AI sendiri, tidak disarankan percaya.
---
*1) EXECUTIVE SUMMARY*
Saham SUPA menunjukkan momentum bullish yang sangat kuat dengan kenaikan 20.67% pada perdagangan terakhir, didorong oleh volume tinggi dan sinyal akumulasi dari pelaku pasar besar. Aktivitas broker dominan mencatat net buy yang signifikan, mengindikasikan konfirmasi dari smart money.
*2) ANALISA TEKNIKAL*
- *Trend:* 🟢 *BULLISH*
- *Posisi Harga:* Harga menutup di Rp 1,080, mendekati high harian (Rp 1,090). Pergerakan ini terjadi setelah gap up dari open Rp 905, menunjukkan tekanan beli yang sangat agresif.
- *Momentum:* 🟢 *KUAT* - Ditunjukkan oleh perubahan persentase yang besar (20.67%) dan volume perdagangan yang tinggi (469 juta lembar), mengkonfirmasi kekuatan trend naik.
*3) LEVEL KUNCI*
- *R2:* Rp 1,150 (Psikologis & Ekstensi dari rally)
- *R1:* Rp 1,090 (High Hari Ini / Resistance Segera)
- *Current:* Rp 1,080
- *S1:* Rp 1,000 (Support Psikologis & area konfirmasi breakout)
- *S2:* Rp 940 (Level sebelum gap up / Support Kuat)
*4) BANDARMOLOGY*
- *BDM:* 🟢 *AKUMULASI* (113,169.43)
- *Broker:* 🟢 *NET BUY* (Rp 9,970,107,000)
- *Top Buyer:* MG, XL, YP, LG, CP
- *Top Seller:* MG, XL, YP, CP, FZ
Catatan: Beberapa broker seperti MG dan XL muncul di kedua sisi (buy & sell), yang menandakan aktivitas trading yang aktif dan likuid.
*5) TRADING PLAN*
- *Setup:* *Pullback* (Setelah rally tajam, tunggu koreksi untuk entry yang lebih aman).
- *Entry Zone:* Rp 1,000 - Rp 1,040
- *Stop Loss:* Rp 940 (Di bawah S2)
- *Take Profit 1:* Rp 1,090 (R1 / High Hari Ini)
- *Take Profit 2:* Rp 1,150 (R2)
- *Risk/Reward:* ~1:2 (Risiko Rp 60-100 vs Potensi Gain Rp 50-110)
*6) ⏰ REKOMENDASI JANGKA WAKTU*
📈 JANGKA PENDEK (1-5 hari)
- *Cocok:* 🟡 *TIDAK* - Volatilitas setelah gap up sangat tinggi, berisiko untuk entry di puncak. Lebih aman menunggu koreksi.
- *Entry:* N/A
- *Waktu Ideal:* N/A
- *Stop Loss:* N/A
📊 SWING TRADING (1-4 minggu)
- *Cocok:* 🟢 *YA* - Momentum bullish didukung volume dan bandar masih kuat. Strategi pullback ke support memberi risk/reward yang menarik.
- *Entry:* Rp 1,020 | *Target:* Rp 1,150
- *Waktu Ideal:* Saat harga melakukan pullback ke zona Rp 1,000 - 1,040 dan menunjukkan tanda rebound (misalnya, candle hijau dengan volume naik).
- *Stop Loss:* Rp 940
🏦 JANGKA PANJANG (>3 bulan)
- *Cocok:* 🟡 *TIDAK* - Analisis ini hanya berdasarkan teknikal dan bandarmology. *Tidak ada data fundamental* (laporan keuangan, prospek bisnis, dll.) untuk mendukung investasi jangka panjang. Sangat berisiko.
- *Entry Zone:* N/A
- *Target 6 Bulan:* N/A
- *Target 1 Tahun:* N/A
- *Waktu Ideal Akumulasi:* N/A
*7) SKENARIO*
- *Plan A (Bullish):* Jika harga berhasil pullback ke zona Rp 1,000-1,040 dan memantul dengan volume naik, targetkan R1 dan R2. Konfirmasi bullish ditandai dengan penutupan di atas Rp 1,090.
- *Plan B (Sideways):* Jika harga terkonsolidasi antara Rp 1,000 - 1,090, tunggu breakout dari range tersebut sebelum mengambil posisi besar.
- *Plan C (Bearish):* Jika harga gagal dipertahankan di atas Rp 1,000 dan menembus kuat di bawah Rp 940 (S2), seluruh sinyal bullish dibatalkan. Exit semua posisi dan tunggu di pinggir.
*8) 📅 SEASONALITY & INSIDER*
- *Seasonality Bulan Ini:* 🟡 *NETRAL* - Data spesifik seasonality untuk saham ini tidak tersedia.
- *Insider Activity:* 🟡 *NETRAL* - Tidak ada data aktivitas insider yang diberikan.
- *Smart Money Flow:* 🟢 *MASUK* - Terindikasi dari sinyal BDM Akumulasi dan Net Buy broker besar.
*9) VERDICT*
*WATCH* - Tunggu koreksi atau konfirmasi kekuatan lebih lanjut sebelum entry.
🎯 *Paling Cocok:* *SWING TRADING* karena momentum naik yang kuat didukung bandar menawarkan peluang dalam timeframe beberapa minggu, namun perlu kehati-hatian mengingat kenaikan telah terjadi secara signifikan dalam satu hari.
---
Tag: $BBCA $BBRI
return 15%-20% sudah dianggap kecil bagi pelaku investasi.
banyak sekali orang kaya baru di 2026 dari hasil investasi.
perbankan itu returnnya terukur. tidak ada jackpot.
semoga menjawab unek2 kenapa perbankan masih belum naik. nunggu harga emas mentok,konglo mentok, saham sebelah naiknya mentok dulu,baru gantian manggung.
positif dan bersyukur dulu,masih ada 90% orang indonesia yang tidak mampu berinvestasi yang tentunya returnnya 0.
$BBRI $BBCA
$ADHI sudah saatnya lah ndar ga usah pura2 🔥🔥🔥
waste to energy danantara kebaca arahnya kemana 😁
colek dululahh sesama bumn yang lagi lucu2nya 🤣🤣🤣 $GIAA
colek yang lagi buyback tapi....... $BBCA 🤭🤭🤭

@bimakusuma10 soalnya lagi murah gan. $BBCA lagi murah di 8000an, serok dikit tar ke 8500an jual kan lumayan hehehe
Cuan di $ALII , Hasil sebuah proses yang digapai tidak sampai 2 bulan.
Random tag $AMMN $BBCA
#TRS-13
#RenTech
#Citadel
#TwoSigma

Manajemen Utang Saham Logistik di IHSG
Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Mayoritas saham logistik di Indonesia itu pakai utang untuk ekspansi dan modal kerja, kalau cuma andalkan kas internal, berat. Bukan karena manajemen hobi berutang, tapi karena bisnis ini aset berat, truk dan kapal itu mahal, lalu harus tetap jalan walau tagihan pelanggan belum cair. Jadi utang di sektor ini lebih mirip oksigen operasional, bukan sekadar leverage untuk mempercantik return. Masalahnya, begitu investor tidak paham pola utangnya, perusahaan yang sehat pun bisa kelihatan seram. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang bikin sektor ini menarik adalah struktur utangnya punya pola yang berulang, kreditor yang mirip-mirip, jaminan yang serupa, dan tenor yang cukup standar. Tetapi di balik kesamaan itu, ada perbedaan yang tajam, ada yang utangnya rapi untuk investasi aset, ada yang utangnya campur aduk dengan fasilitas harian yang gampang bikin ketergantungan. Ada yang punya kreditor besar banyak sehingga risiko tersebar, ada juga yang hampir seluruhnya ditopang satu bank saja. Dan ketika harga saham gerak aneh, sering bukan karena laba, tapi karena pasar lagi menghitung ketahanan utang, kualitas jaminan, dan siapa bank yang memegang setir.
Kalau dibedah dari pola kreditor, bank besar muncul berulang seperti stempel industri. BCA muncul di BLOG, HAIS, HATM, KLAS, lalu $TMAS juga besar di BCA dengan fasilitas sampai Rp1,52 triliun, ini menggambarkan bank nyaman biayai aset logistik yang jelas jaminannya. Bank Mandiri juga muncul di BLOG, ELPI, HAIS, TEMAS, PURA, dan bahkan LOPI, biasanya untuk kombinasi modal kerja dan investasi armada. OCBC NISP juga berulang dan cenderung kuat di pelayaran, ELPI Rp244 miliar dan NELY Rp176,59 miliar, jadi pola bank yang sama bisa membentuk cluster sektor. Yang beda, ada kreditor yang benar-benar unik seperti Amicorp Trustees untuk BLTA sebesar USD 10,5 juta sampai 2032, dan di KLAS ada CCBI Rp130,5 miliar yang menjadi porsi dominan.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi kontribusi, beberapa emiten jelas terlihat siapa pemegang porsi terbesar. ELPI total utang Rp250,2 miliar, hampir seluruhnya ditopang OCBC NISP Rp244 miliar, sedangkan Mandiri hanya Rp6,1 miliar, jadi konsentrasinya tinggi walau nominalnya masih moderat. HATM lebih ekstrem karena kreditor utamanya BCA dengan total utang Rp173,9 miliar dan jaminan tiga bulk carrier Habco Carina, Habco Pioneer, Habco Ankaa, jadi satu bank memegang aset inti. KLAS total Rp136,8 miliar juga didominasi CCBI Rp130,5 miliar, BCA Rp1,8 miliar, dan KMA Rp4,4 miliar, jadi kuncinya tetap di satu kreditor. Di sisi darat, LAJU total Rp48,4 miliar tersebar ke Bank Index Rp16,2 miliar, Bank Maspion Rp28,2 miliar, Maybank Rp4 miliar, jadi lebih menyebar walau tetap kecil.
Kalau dilihat ukuran utang, ada dua liga yang beda kelas. TEMAS berdiri di liga besar dengan utang bank jangka panjang melonjak dari Rp972,55 miliar jadi Rp1,54 triliun, kreditor utamanya BCA Rp1,52 triliun plus Mandiri Rp25,98 miliar dan JA Mitsui Leasing Rp46,19 miliar, sehingga ekspansi aset peti kemas jelas ditopang pembiayaan jangka menengah panjang. Di liga menengah agresif ada GTRA dengan total Rp592,5 miliar dari Maybank Rp188 miliar, Hibank Rp82,6 miliar, PDSB Rp49,1 miliar, dan berbagai perusahaan pembiayaan Rp172,9 miliar, ini pola truk dan pool yang tumbuh lewat campuran bank dan multifinance. HAIS juga menengah berat dengan Rp488,3 miliar dari Mandiri Rp179 miliar, BSI Rp133 miliar, BCA Rp176 miliar, dan jaminannya tugboat, barge, serta FLF. BLOG berada di Rp329,3 miliar dengan komposisi BCA Rp133 miliar, Mandiri Rp61,9 miliar, lalu MTF atau MUF Rp134 miliar, sehingga bukan cuma bank, tapi pembiayaan kendaraan juga menjadi mesin.
Sementara itu, emiten yang lebih kecil tetap memakai pola yang sama tapi skalanya mini. MSM total Rp28,2 miliar dari BNI Rp13,2 miliar, BPD Kalsel Rp6,7 miliar, MTF Rp8,3 miliar, dijamin tanah, bangunan, 35 unit truk Volvo atau Hino, serta piutang, jadi modelnya klasik fleet financing. JAYA total Rp69,1 miliar dari Bank Index Rp4,7 miliar, Bank Saqu Rp22,1 miliar, MTF Rp11,8 miliar, dengan jaminan villa di Bali dan kendaraan, dan ini menarik karena gearing ratio-nya tinggi 117,66% dari 70,14% pada 2024, jadi utang tumbuh lebih cepat daripada ekuitas. LOPI justru lebih dominan fasilitas overdraft, Mandiri Rp5 miliar dan Bank Sahabat Sampoerna Rp3,98 miliar, total sekitar Rp8,98 miliar, dijamin SHGB Sumur Batu dan deposito Rp4 miliar, tenor revolving 12 bulan. PURA juga khas modal kerja cepat, ada Mandiri Rp81 miliar untuk jangka pendek, ditambah MNC Guna Usaha Rp14,4 miliar dan Radana Rp10 miliar, jaminannya BPKB 25 kendaraan, piutang usaha Rp20 miliar, plus SHM atau SHGB atas nama manajemen, dan tenornya bahkan ada yang 3 bulan untuk anjak piutang.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau bicara growth utang, pola sektor ini sebenarnya gampang dibaca, siapa yang lagi ekspansi aset berat biasanya utangnya naik agresif. HAIS nyaris dobel utang bank dari Rp247,6 miliar ke Rp488,3 miliar untuk FLF dan tugboat baru, lalu net debt to equity naik ke 59,49% dari 32,47%, artinya ekspansi dibiayai utang dengan tempo yang cukup kencang. BLOG punya lonjakan yang paling kentara di pembiayaan konsumen dari Rp19,7 miliar ke Rp134,4 miliar atau naik 582%, ini biasanya efek dorongan armada, kontrak baru, dan kebutuhan unit yang cepat setelah listing 2025. GTRA juga menambah utang berbunga dari Rp578 miliar ke lebih dari Rp610 miliar untuk ekspansi armada, jadi growth-nya memang dibayar dengan beban bunga dan cicilan. Di sisi pelayaran veteran, NELY pun memperlihatkan utang bank naik dari Rp148,93 miliar ke Rp226,45 miliar, jadi ekspansi armada dan refinancing tetap butuh leverage.
Pola jaminan juga jelas dan hampir seragam, ini sektor asset based lending. Untuk pelayaran seperti ELPI, HAIS, HATM, KLAS, bahkan BLTA, kapal itu jaminan utama, ELPI menjaminkan 25 unit kapal termasuk Arkarega dan aset tanah bangunan, HAIS menjaminkan tugboat, barge, dan FLF, HATM menjaminkan bulk carrier, KLAS menjaminkan tugboat Semesta 8, Semesta 6, Sakti 10 dan barge KLS 8, 9, 10, sedangkan BLTA menjaminkan kapal seperti MT Bauhinia, Gas Indonesia II, Gas Kalimantan. Untuk logistik darat seperti GTRA, LAJU, MSM, BLOG, jaminan biasanya campuran armada kendaraan, piutang, serta tanah dan bangunan strategis seperti pool, gudang, atau lahan di Bandung, Bekasi, Deltamas, Karawang, Bekasi, Tangerang. Ada bumbu tambahan yang investor perlu garis-bawahi, beberapa fasilitas memakai personal guarantee, contohnya GTRA menyebut personal guarantees, dan PURA memakai sertifikat atas nama manajemen, ini meningkatkan komitmen tapi juga membuka pertanyaan tata-kelola kalau struktur penjaminannya terlalu personal. Di SMDR, jaminannya juga aset tetap kapal dan bangunan dengan nilai total USD 235,13 juta, jadi skema yang sama tetapi skalanya global.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tenor atau durasi utang memperlihatkan dua fungsi berbeda yang sering tercampur di laporan. Fasilitas modal kerja biasanya pendek, umum 12 bulan dan revolving, contohnya LOPI overdraft 12 bulan, lalu pola local credit untuk kerja harian juga biasanya 12 bulan. Untuk anjak piutang bisa lebih pendek lagi, PURA punya pembiayaan anjak piutang 3 bulan, ini jelas dipakai untuk putar kas bukan beli aset. Kredit investasi untuk aset berat biasanya 5 sampai 10 tahun, HATM 60 sampai 84 bulan, ELPI 36 sampai 72 bulan, HAIS 24 sampai 84 bulan, GTRA bahkan bisa 12 sampai 120 bulan, dan musyarakah bisa sampai 10 tahun. Yang paling panjang ada BLTA sampai 2032 untuk fasilitas Amicorp, dan TEMAS juga punya tenor hingga 2032 di BCA, ini menggambarkan bank mau memberi napas panjang kalau asetnya jelas dan cash flow kontraknya dianggap cukup stabil.
Kreditor yang sama versus yang beda juga membentuk pola risiko yang beda. Yang sama, bank besar seperti BCA, Mandiri, OCBC NISP, Maybank, dan Bank Index muncul berkali-kali, artinya sektor ini sudah punya jalur pembiayaan yang mapan, tinggal soal kualitas eksekusi masing-masing emiten. Yang beda, ada bank syariah seperti BSI yang cukup besar di HAIS, ada BPD Kalsel di MSM yang mencerminkan jejak regional, dan ada kreditor non bank yang dominan seperti MTF, MUF, serta berbagai multifinance di GTRA dan BLOG yang biasanya melekat ke pembelian unit kendaraan. Ada juga yang benar-benar berbeda secara struktur, SMDR memakai kreditor internasional seperti BNP Paribas dan The Iyo Bank, serta instrumen sukuk ijarah yang naik dari USD 20,82 juta ke USD 49,93 juta, jadi bukan hanya pinjaman bank konvensional. KLAS menampilkan campuran bank dan pihak berelasi KMA Rp4,4 miliar, ini kecil tapi secara sentimen bisa jadi sorotan karena investor sering sensitif pada transaksi berelasi yang nyangkut ke struktur utang. Jadi, kesamaannya ada pada pola asset based lending, bedanya ada pada seberapa tersebar sumber dana dan seberapa bersih struktur relasinya.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sisi yang sering dilupakan investor adalah risiko bunga, karena utang yang sama bisa terasa ringan atau mencekik tergantung skema bunga. HATM disebut menonjol karena memakai fixed rate, jadi lebih kebal kalau suku bunga naik. Sebaliknya GTRA dan HAIS lebih terekspos, bahkan GTRA menghitung kenaikan 1% suku bunga bisa menekan laba sekitar Rp4,8 miliar sampai Rp11 miliar, jadi sensitivitasnya real dan langsung ke bottom line. Di kondisi pasar kredit ketat, perusahaan dengan gearing tinggi seperti JAYA akan lebih cepat terasa tekanan refinancing dibanding perusahaan yang fasilitasnya lebih panjang dan lebih tersebar. Intinya, di sektor logistik, utang itu normal, tetapi investor yang cerdas melihat struktur utang, siapa kreditornya, apa jaminannya, berapa tenornya, dan seberapa sensitif ke bunga, karena di situlah cerita sebenarnya tentang daya tahan bisnis.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBCA $GTRA
1/8








🗺️Regulasi merubah Peta Permainan
Tulisan ini berawal dari obrolan sederhana. Saya bertemu seorang senior yang saya hormati. Dalam percakapan itu, beliau menyampaikan satu pandangan yang terdengar sederhana tapi cukup mengganggu logika saya saat itu. Menurut beliau, dalam banyak kasus, regulasi justru menjadi kunci utama pertumbuhan sebuah bisnis. Refleks saya waktu itu menolak. Saya bilang, BCA itu kelihatannya memang bagus dari dulu. Ganti rezim, ganti siklus ekonomi, tetap tumbuh. Rasanya terlalu mudah kalau semua dijelaskan oleh regulasi. Beliau tidak berdebat panjang. Beliau hanya menyarankan satu hal, coba cari cerita BLBI dan BCA, lalu lihat apa yang terjadi setelah krisis 98. Dari situ rasa penasaran saya mulai muncul.
Setelah krisis 1998, yang sebenarnya terjadi bukan sekadar ekonomi jatuh, tapi industri perbankan direset total. Regulasi diperketat secara ekstrem. Modal minimum dinaikkan, rasio kehati-hatian diperkeras, praktik pinjaman ke pihak terafiliasi dibatasi, dan pengawasan menjadi jauh lebih ketat. Dampaknya sangat teknis dan sangat nyata. Bank kecil yang tidak punya modal dan skala dipaksa merger atau tutup. Bank yang tidak sanggup memenuhi standar baru otomatis keluar dari industri. Jumlah pemain menyusut tajam dalam waktu relatif singkat.
Mekanismenya sebenarnya sederhana. Ketika regulasi mengetat, biaya kepatuhan naik. Bank kecil tidak punya ruang napas. Mereka sulit menghimpun dana murah, sulit investasi sistem, dan sulit memenuhi tuntutan modal. Pilihannya tinggal dua, membesar secara paksa atau hilang. Sebaliknya, bank besar justru relatif diuntungkan karena skala mereka membuat biaya kepatuhan lebih ringan dan posisi modal lebih kuat.
Di titik ini, Bank Central Asia berada di posisi yang menarik. Secara teknis, BCA sempat hampir jatuh. Ada rush, ada BLBI, dan akhirnya diambil alih negara. BLBI bukan alat ekspansi, tapi alat bertahan hidup. Namun setelah proses rekapitalisasi selesai, justru di situlah perbedaannya muncul. Kredit bermasalah lama dipisahkan, diganti obligasi pemerintah, dan struktur permodalannya diperkuat. Neraca BCA setelah krisis justru lebih bersih dibanding banyak bank lain yang masih membawa beban masa lalu.
Ketika jumlah pemain industri menyusut, efek lanjutannya terasa langsung ke bisnis inti bank. Dana masyarakat terkonsentrasi ke sedikit bank yang dianggap aman. Bank besar otomatis mendapatkan limpahan dana tanpa perlu bersaing agresif. Cost of fund turun, likuiditas longgar, dan ruang ekspansi terbuka lebar. Ini bukan soal BCA tiba-tiba menjadi lebih berani mengambil risiko, tapi karena struktur industrinya berubah. Kue yang sama dibagi oleh lebih sedikit pemain.
Dalam kondisi seperti ini, bank besar punya peluang menjadi semakin besar secara natural. Pertumbuhan bisa datang hanya dengan menjaga kualitas kredit, memperluas layanan, dan meningkatkan efisiensi. BCA memanfaatkan fase ini dengan fokus ke transaksi, dana murah, dan sistem, bukan mengejar kredit agresif yang berisiko.
Di saat yang sama, BCA juga aktif membangun ulang relasi dengan nasabah. Program seperti Gebyar BCA sering dianggap sekadar promosi, tapi secara teknis fungsinya jelas. Dana ditahan lebih lama, frekuensi transaksi meningkat, dan hubungan emosional nasabah dengan bank diperkuat kembali setelah trauma krisis. Ini memperdalam dana murah dan memperkuat posisi BCA di tengah industri yang pemainnya makin sedikit.
Kalau melihat data awal 2000-an, pertumbuhan dana pihak ketiga BCA cenderung konsisten dan stabil. Tidak ada lonjakan aneh. Itu menandakan pertumbuhan yang lahir dari perubahan struktur industri, bukan dari spekulasi atau pengambilan risiko berlebihan. Bank kecil menghilang atau melebur, bank besar tumbuh secara organik.
Dari situ, saya akhirnya paham maksud beliau. Regulasi bukan sekadar latar belakang. Dalam kondisi tertentu, regulasi justru mengubah peta permainan. Jadi, jika suatu hari kamu mendengar ada regulasi yang berubah dan berpotensi mengurangi jumlah pemain dalam satu industri, ada baiknya berhenti sejenak dan melihat lebih dalam. Bisa jadi itu bukan kabar buruk, tapi awal dari kesempatan untuk mempelajari siapa calon pemenang masa depan. Jika pilihanmu tepat, pertumbuhan bisa datang secara organik dari konsentrasi pasar, lalu berlanjut secara anorganik lewat ekspansi. Di situlah investor biasanya ikut menikmati hasilnya, bukan karena spekulasi, tapi karena struktur industri memang mengizinkan emiten tersebut menjadi semakin besar.
$BBCA $BMRI $BRIS
Sore, bro. Mantab bgt hari ini...
Oksigen di ketinggian 8.933 emang tipis, tapi view-nya... keren banget.
Sumpah, diskusi kita pagi tadi kejadiannya bro, kita beneran di Uncharted Territory sekarang. Dan yang bikin gue lega, feeling gue pagi tadi soal Pesta Rakyat masih lanjut ternyata salah... salah karena pestanya lebih gede lagi gara-gara Asing Ikutan HAKA
$IHSG tutup di pucuk 8.933 (+0,84%). Jalan tol ke 9.000 udah kebuka lebar, tinggal injek gas dikit lagi.
Ini plot twist terbaik. Pagi tadi gue kira asing bakal wait and see, eh sore ini datanya keluar: Net Buy Rp 911 Miliar. Mereka gak mau ketinggalan kereta ATH
Dengan transaksi Rp 34,16 Triliun. Validasi tren paling powerful yang pernah gue liat awal tahun ini.
Evaluasi Analisis Kita Pagi Gimana?
Standing ovation soal $TINS. Prediksi jadi Kuda Hitam beneran kejadian. Harga Timah meledak +5,1%, sahamnya otomatis jadi roket.
Strategi safety di $BBCA terbukti jadi penyeimbang yang manis pas komoditas lagi liar. Lantai betonnya kuat.
Emas, Perak, Nikel, Timah... semua ijo. Kita beneran ada di tengah Gelombang Komoditas
Besok, kalau asing besok lanjut belanja BBRI/BBCA dan Timah masih on fire, 9.000 bakal jebol di sesi 1.
Di fase ATH gini, dosa terbesar adalah Take Profit kecepetan. Biarin saham lu lari sampe capek.
Oke bro, gitu aja evaluasi sore ini.
Met istirahat dan mimpi indah ya...
Mau cerita dikit tentang fenomena disekitar saya.
Sekarang di mana-mana orang buka hp isinya saham mulu. Kalian ngerasa juga ga? Bayangin aja, jualan online punya stok 100 pcs belum tentu habis seminggu. Di saham? Punya 1000 lot kalau niat haki udah ludes dalam hitungan detik! ⚡
Apa kabar ya nasib sektor riil ke depannya?
$BBCA $PTRO $ADRO
Akankah Asing Optimmis Terkait Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 ❓️
Per hari ini Asing mulai kelihatan kembali ke saham-saham perbankan seperti $BBRI $BBNI $BBCA . Kehadiran asing ini mungkin disertai dengan optimisme ekonomi Indonesia yang akan membaik di 2026 dengan segala kebijakan dari King Purbaya. Akankan ini awal dari permulaan? 🤔
Day 54 (6/1) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠.
matched
BBCA - 8125
BBRI - 3680
Avg
BBCA - 8189
BBRI - 3794
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA pada saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
Atau setidaknya menjadi tabungan untuk melawan inflasi sehingga bisa membeli rumah.
$BBCA $BBRI
1/3



*Insight Sentimen Media dan Peningkatan Pembelian Asing, 06 Jan 2026* ℹ️
1. *SENTIMEN MEDIA: $BBCA Buyback (8.175 | 1,24%)*
*Sentimen media 05 Jan 2026 : Buyback BBCA Maret-Mei 2025, BCA Realisasikan Rp8.828,19 per Saham.* Selengkapnya https://cutt.ly/UthccD1A
*Kondisi transaksi perdagangan saham sebelumnya:*
➡️Perubahan harga seminggu terakhir : 0,01%
✅Peningkatan pembelian asing: 56,45%
✅Peningkatan Volume: 32,99%
✅Peningkatan Frekuensi: 1,38%
✅Pembelian Non Regular: 19.670.142 dengan rata-rata harga 5.084
✅Pertumbuhan dari 52 week terendah: 13,15%
Lihat Chart: https://cutt.ly/fthccDiY
Analisis Transaksi https://cutt.ly/4thccDGk
#SENTIMENMEDIA @PrimbonSaham
2. *SENTIMEN MEDIA: $MDKA Kerjasama (2.700 | 8,87%)*
*Sentimen media 06 Jan 2026 : Dukung Tambang Emas Pani, Dua Anak Usaha MDKA Teken Perjanjian Sewa Alat Berat.* Selengkapnya https://cutt.ly/RthccFsb
*Kondisi transaksi perdagangan saham sebelumnya:*
➡️Perubahan harga seminggu terakhir : 0,06%
✅Peningkatan pembelian asing: 49,59%
✅Peningkatan Volume: 105,40%
✅Peningkatan Frekuensi: 138,72%
✅Pembelian Non Regular: 4.240.275 dengan rata-rata harga 3.100
Lihat Chart: https://cutt.ly/cthccS8T
Analisis Transaksi https://cutt.ly/qthccDEi
#SENTIMENMEDIA @PrimbonSaham
3. *SENTIMEN MEDIA: $SMIL Akumulasi saham (342 | 3,01%)*
*Sentimen media 06 Jan 2026 : Maybank Sekuritas Tampung 5,13 Persen Saham SMIL, Porsi Dirut Menyusut.* Selengkapnya https://cutt.ly/YthccD9x
*Kondisi transaksi perdagangan saham sebelumnya:*
➡️Perubahan harga seminggu terakhir : 0,26%
✅Peningkatan pembelian asing: 59,02%
✅Pembelian Non Regular: 5.000.000 dengan rata-rata harga 314
Lihat Chart: https://cutt.ly/PthccS5f
Analisis Transaksi https://cutt.ly/GthccFg1
#SENTIMENMEDIA @PrimbonSaham