


Volume
Avg volume
PT Anabatic Technologies Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan sistem teknologi informasi, yang terdiri dari solusi sistem integrasi, layanan business process outsourcing, layanan teknologi informasi outsourcing, dan layanan distribusi dengan nilai tambah dan bisnis pendukungnya. Melalui pertumbuhan organik serta merjer dan akuisisi, jangkauan usahanya telah merambah ke berbagai bidang, yang kini dikelola melalui 55 (lima puluh lima) anak-anak usaha: 5 (lima) anak usaha langsung dan 50 (lima puluh) anak usaha tidak langsung. Selain melayani institusi-institusi terkemuka di Indonesia, Anabatic juga telah memb... Read More
PT Anabatic Technologies Tbk - ATIC
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/ztnX1O89
$ATIC
1/4




$ATIC $ASII
IHSG Bergejolak, Presiden Prabowo Dikabarkan Marah Besar!
Pasar saham Indonesia sedang menghadapi tekanan serius setelah MSCI membekukan peningkatan bobot saham Indonesia dalam indeks global. Keputusan ini memicu koreksi tajam IHSG dan menimbulkan kekhawatiran terkait transparansi pasar modal, khususnya soal data free float.
Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menilai situasi ini menyangkut kehormatan dan kredibilitas negara. Pemerintah pun berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak kembali merugikan investor.
📊 Namun di tengah volatilitas pasar, peluang tetap ada.
💡 Saham menarik untuk dipantau:
• ATIC – Potensi katalis dari rencana right issue
• ASII – RSI mulai recovery dari area oversold + indikasi pola higher low
⚠️ Tetap lakukan riset dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Menurut kalian, apakah tekanan MSCI ini hanya sentimen jangka pendek atau bisa berdampak panjang ke IHSG?
$BUMI
1/2


$ATIC recana akan melakakan RI sekitar 600 jt lembar saham dengan dilusi di 20% dan total dana yang di himpun 500 miliar, total aset nya 4 T sedangkan marketcap nya di 1,4 T. untuk harga wajar di 2.300. menunggu hasil RUPSLB 7 MARET 2026
$ATIC RI buat bayar obligasi, PSP gamau ikutan tebus, dilusi mini, target dana RI mini.
Silahkan dinilai masing2.
$ATIC $MEDC $PIPA
*Daily News 11/2/2026*
*Rangkuman berita hari ini*
* Prabowo temui 5 konglomerat besar bahas dukungan Pembangunan
* ESDM tetapkan RKAB nikel 2026 turun ke 260–270 juta ton
* ESDM pastikan PKP2B Gen I dan BUMN tidak kena pemangkasan batu bara 2026
* MSCI umumkan evaluasi indeks
* Kepemilikan Chengdong di BUMI turun dari 5,76% menjadi 2,81%
* MEDC ditunjuk PETRONAS sebagai operator PSC Cendramas
* RATU terbitkan obligasi dan sukuk Rp800 M
* EMTK tambah 5,71% SAME Rp302 M
* EDGE umumkan rencana go private
* Direktur jual BYAN Rp4 M
* ATIC rights issue
* INRU terima pencabutan izin PBPH
* Pemegang saham jual 4,52% PEGE Rp23 M
* PTPP terima permohonan PKPU nilai klaim Rp2 M
* HAIS tambah 1 set armada baru total menjadi 23 set
* PIPA siapkan ganti nama dan logo pasca kasus IPO
===
* Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Hambalang dengan lima konglomerat nasional: Prajogo Pangestu (Grup Barito Pacific), Anthony Salim (Grup Salim), Franky Widjaja (Grup Sinar Mas), Boy Thohir (Grup Adaro), dan Sugianto Kusuma/Aguan (Grup Agung Sedayu). Kelimanya menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan pemerintah, termasuk program pangan, pendidikan, kesehatan, dan energi. Pertemuan lebih dari empat jam itu juga menekankan kolaborasi sektor usaha untuk penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM. (Kontan, Detik)
* Kementerian ESDM resmi pangkas produksi nikel, dengan menetapkan RKAB kuota produksi nikel 2026 sebesar 260–270 juta ton, jauh lebih rendah dari persetujuan RKAB 2025 yang mencapai 379 juta ton. Pemerintah sebelumnya telah mengisyaratkan pemangkasan produksi ke kisaran 250–260 juta ton sejak akhir 2025. (Bisnis)
* Kementerian ESDM memastikan perusahaan tambang batu bara pemegang PKP2B Generasi I serta BUMN pemegang IUP tidak terkena pemangkasan kuota produksi batu bara 2026 dan tetap memperoleh persetujuan 100% dari RKAB yang diajukan. Sebagai kompensasi, perusahaan-perusahaan tersebut diminta memasok DMO sebesar 30% pada awal tahun untuk memenuhi kebutuhan PLN. Adapun beberapa emiten yang memegang izin IUPK, sebagai kelanjutan PKP2B Generasi I, adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia (AADI), dan PT Indika Energy (INDY). Pemerintah juga memberi sinyal bahwa produksi batu bara 2026 akan ditetapkan sedikit di atas 600 juta ton. (Bisnis, Kontan)
* MSCI mengumumkan evaluasi indeks untuk indeks MSCI Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap periode Februari 2026. INDF keluar dari MSCI Global Standard dan berpindah ke MSCI Global Small Cap. Pada indeks Small Cap, ACES dan CLEO dikeluarkan. Perubahan ini akan memiliki periode efektif dimulai pada penutupan 27 Februari 2026. (MSCI)
* *BUMI* : Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2026, kepemilikan Chengdong di *PT Bumi Resources (BUMI)* telah turun dari 5,76% pada bulan sebelumnya menjadi 2,81%. (Publikasi emiten)
* *MEDC* : *PT Medco Energi Internasional (MEDC)* mengumumkan bahwa anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, Medco Asia Pacific Ltd ditunjuk Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) sebagai operator PSC Cendramas. Penunjukan ini tetap tunduk pada pelaksanaan PSC dan perjanjian operasi bersama serta persyaratan pendahuluan lain yang ditetapkan oleh PETRONAS. (Publikasi emiten)
* *RATU* : *PT Raharja Energi Cepu (RATU)* berencana menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp800 miliar, dengan tenor 3-7 tahun. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk pinjaman kepada anak usaha (PT Raharja Energi Tanjung Jabung), pinjaman kepada entitas asosiasi (PT Petrogas Jatim Utama Cendana), dan modal kerja. (Kontan)
* *SAME* : Pengendali *PT Sarana Meditama Metropolitan (SAME)* , PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK), membeli ~980 juta (5,71%) saham SAME dengan harga Rp308/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp302 miliar. Transaksi dilakukan 6 - 9 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di SAME menjadi 84,71%. (Publikasi emiten)
* *EDGE* : *PT Indointernet (EDGE)* mengumumkan rencana go private dan delisting, BEI telah menghentikan sementara perdagangan saham sejak 10 Februari 2026 seiring proses menuju go private. (Publikasi emiten)
* *BYAN* : Direktur *PT Bayan Resources (BYAN)* , Oliver Khaw Kar Heng, menjual 311 ribu saham BYAN dengan harga rata-rata Rp14.255/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp4 miliar. Transaksi dilakukan 6 Februari 2026. (Publikasi emiten)
* *ATIC* : *PT Anabatic Technologies (ATIC)* mengumumkan rencana rights issue sebanyak maksimum 600 juta (25,9%) saham baru. Penggunaan dana untuk penyelesaian obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026 dan modal kerja atau membiayai kegiatan operasional perseroan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 27 Maret 2026. (Publikasi emiten)
* *INRU* : *PT Toba Pulp Lestari (INRU)* menerima keputusan pemerintah yang mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) sehingga seluruh kegiatan pemanfaatan hutan harus dihentikan. Perseroan kini fokus memenuhi kewajiban finansial dan regulasi kepada pemerintah serta melakukan penyesuaian operasional sambil mengevaluasi dampak hukum, operasional, dan keuangan. (Publikasi emiten)
* *PEGE* : Pemegang saham *PT Panca Global Kapital (PEGE)* , Mandiri Terang Harapan, menjual ~128 juta (4,52%) saham PEGE dengan harga Rp181/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp23 miliar. Transaksi dilakukan 29 Januari - 9 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di PEGE menjadi 13,48%. (Publikasi emiten)
* *PTPP* : *PT PP (PTPP)* menerima permohonan PKPU dengan total klaim utang ~Rp2 miliar, terdiri dari tuntutan utama Pemohon PKPU yaitu Sinergi Karya Sejahtera sebesar ~Rp755 Juta serta kewajiban kepada empat kreditor lain. Permohonan diajukan terkait pekerjaan pengadaan AC dan instalasi VAC pada proyek rumah susun ASN yang melibatkan KSO PP Urban–Jakon. Perusahaan kini menghadapi proses hukum di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk penanganan kewajiban tersebut. (Publikasi emiten)
* *HAIS* : *PT Hasnur Internasional Shipping (HAIS)* menambah kapasitas operasional dengan mengoperasikan satu set armada baru yang terdiri dari dua kapal, yaitu tugboat berdaya 2.200 HP dan barge berkapasitas 10.300 ton. Dengan tambahan ini, total armada HAIS meningkat menjadi 23 set. (Publikasi emiten)
* *PIPA* : Direktur Utama *PT Multi Makmur Lemindo (PIPA)* , Noprian Fadli, mengungkapkan PIPA berencana mengganti nama dan logo perusahaan sebagai bagian dari lima langkah pemulihan setelah terseret kasus manipulasi IPO. PIPA akan menggelar RUPS untuk meresmikan perubahan identitas, sekaligus menggelar audiensi dengan BEI dan OJK serta menyelesaikan laporan keuangan 2025. Perseroan menegaskan kasus tersebut berkaitan dengan pengendali lama dan bukan manajemen saat ini. (Bisnis)
=========
*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*
IDXChannel - Saham PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) melonjak di tengah pengumuman rencana penambahan modal dengan skema rights issue.
Saham ATIC naik 5,51 persen ke Rp670 pada Rabu (11/2/2026) dengan transaksi Rp2,18 miliar dari 3,16 juta saham yang diperdagangkan.
Kenaikan saham ATIC melanjutkan...

www.idxchannel.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. Pada awal sesi, IHSG naik 35,43 poin atau setara 0,44 persen ke level 8.167,16, melanjutkan sentimen positif dari penguatan hari sebelumnya.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi ma...

www.kabarbursa.com

@fjrbdn $ATIC msh sesuai analisa. karena RI untuk konversi. kalau mau distribusi ya kalikan faktor distribusi
$ATIC ini contoh RI yang tidak menarik, kenapa?
1. RI digunakan untuk Bayar obligasi bukan untuk ekspansi atau pengembangan bisnis...
2. Pengendali menyatakan tidak mengambil hak nya....
$IRSX $PEGE
IDXChannel - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) berencana melakukan penambahan modal melalui pemberian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak 600 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Berdasarkan...

www.idxchannel.com

$ATIC PT Anabatic Technologies Tbk merencanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebagai langkah strategis untuk menjaga likuiditas dan kesinambungan operasional. Perseroan memiliki Obligasi jatuh tempo 11 Juli 2026 sebesar Rp559,99 miliar, sementara posisi kas dan setara kas per 30 September 2025 sebesar Rp445,29 miliar, sehingga terdapat potensi kekurangan dana untuk pelunasan kewajiban tersebut. Melalui PMHMETD, Perseroan akan menerbitkan maksimal 600 juta saham baru atau setara 25,91% dari jumlah saham beredar, dengan nilai nominal Rp100 per saham, dan hasil dana terutama dialokasikan untuk pelunasan obligasi, serta sisa dana (jika ada) digunakan sebagai modal kerja dan pembiayaan operasional. Pemegang saham utama, TIS Inc. (kepemilikan 37,30%), telah menyatakan tidak akan mengeksekusi haknya, sehingga pemegang saham yang tidak berpartisipasi berpotensi mengalami dilusi maksimal 7,68%. Pelaksanaan PMHMETD ditargetkan efektif sebelum 30 Juni 2026, setelah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 27 Maret 2026, dan diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan tanpa menambah beban bunga pinjaman baru .
