438

-12

(-2.67%)

Today

1.08 M

Volume

357,846

Avg volume

Company Background

PT Anabatic Technologies Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan sistem teknologi informasi, yang terdiri dari solusi sistem integrasi, layanan business process outsourcing, layanan teknologi informasi outsourcing, dan layanan distribusi dengan nilai tambah dan bisnis pendukungnya. Melalui pertumbuhan organik serta merjer dan akuisisi, jangkauan usahanya telah merambah ke berbagai bidang, yang kini dikelola melalui 55 (lima puluh lima) anak-anak usaha: 5 (lima) anak usaha langsung dan 50 (lima puluh) anak usaha tidak langsung. Selain melayani institusi-institusi terkemuka di Indonesia, Anabatic juga telah memb... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC
yang mau sabar boleh nunggu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MHKI

✅ ENTRY IDEAL: Rp129–131
(Base MA50/MA20 support, zona demand breakout dan retrace sehat. Tempat akumulasi bertahap pada candle hijau/pullback sehat setelah rally. Area ini menjadi swing base safe entry, minim floating jika rebound atau retrace di bawah harga sekarang).

🔰 ENTRY AGRESIF: Rp153–160
(Posisi sekarang s/d upper band resistance 179, fast scalping, scaling out wajib tiap spike, area atas rawan distribusi euforia pasca ARA. Hindari average up tanpa breakout volume 180+).

🔥 TAKE PROFIT (TP):

TP1: Rp179
(Resistance psikologis, zona scaling utama, exit fast trader jika terjadi spike baru—area distribusi pasca relief rally)

TP2: Rp216
(Breakout optimis/high hanya untuk risk taker, wajib exit jika candle reversal merah atau bid buyer mulai drop).

🚫 STOP LOSS (SL):

SL: Rp126
(Cut loss bawah MA support lama, breakdown = panic drop, SL disiplin wajib di bawah base swing).

📊 RISK–REWARD PERSENTASE
Dari Entry Ideal (130):

TP1: +37.7% (179/130–1)

TP2: +66.2% (216/130–1)

SL: -3.1% (126/130–1)

Dari Entry Agresif (160):

TP1: +11.8% (179/160–1)

TP2: +35% (216/160–1)

SL: -21.25% (126/160–1)

📰 ISU, BERITA & SENTIMEN

FUNDAMENTAL & KATALIS PASAR:

MHKI adalah emiten jasa pengolahan limbah industri, 5 tahun terakhir selalu untung, EPS positif, NPM sangat baik (17,7%), DER <0,01 (sangat aman), ROE cukup stabil.

2025: Laba bersih naik 12%, pendapatan Rp172,30 miliar (+16,15% YoY), dividen Rp8,04 miliar (yield 1,66%). Per Mei 2025, mulai ekspansi proyek fasilitas limbah industri baru di Lamongan, Jawa Timur—value driver & katalis utama tahun ini.

Koreksi sejak awal 2024 dari 585 hingga sentuh bottom 82, rebound kuat, undervalued berdasarkan PBV & intrinsic value, masuk kategori swing undervalued microcap.

SENTIMEN PASAR:

Rally +18.5% hari ini driven breakout volume, candle hijau >5x MA, euforia eko-industri, inflow fast trader & ritel. Sinyal healthy swing, volatilitas tinggi, tapi pure technical driven (no news hari ini), monitoring UMA sejak April–Mei 2025 akibat lonjakan volume abnormal.

Tekanan buy on support tetap valid, namun sisi atas rawan konsolidasi dan distribusi fast trader.

TEKNIKAL:

Moving average: mayoritas “Beli”, indikator RSI buy, stochastic short-term netral, MACD bullish, tetapi swing trader wajib disiplin trailing stop. Support utama: 129–131, resistance kuat: 179/216.

Pola breakout candle relief rally, cocok swing dan fast scaling, bukan untuk hold jangka panjang tanpa trailing SL.

RISIKO:

Risiko floating cepat jika reversal/ARB, scaling wajib dan trailing SL harus disiplin.

📊 STRATEGI TRADING

Akumulasi batch kecil area 129–131 pada pullback sehat/bounce, entry agresif 153–160 scaling wajib pada candle spike breakout.

TP1 scaling wajib 179, TP2 breakout only 216, trailing SL <126 semua entry.

Hindari average up tanpa konfirmasi volume & breakout baru.

📊 MOMENTUM NAIK/TIDAK?
Momentum naik masih sisa 1 spike—after relief rally, breakout teknikal terbuka peluang menuju target swing selama inflow buyer tetap aktif. Risiko reversal tetap tinggi setelah rally, cocok hanya untuk swing fast trader/trailing SL, bukan untuk hold besar.

📢 RINGKASAN MHKI (IDX:MHKI) – AGUSTUS 2025
MHKI rally +18% driven breakout volume, entry ideal 129–131, agresif 153–160 (scalping), TP1 179, TP2 216, SL <126. Fundamental solid, ekspansi Lamongan, undervalued, risiko reversal pasca rally. Strategi swing-scaling, trailing SL wajib, 1 spike momentum naik masih terbuka.

❗Disclaimer: Informasi dan analisa yang dibagikan di sini hanya untuk tujuan edukasi dan referensi. Ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli, menjual, atau memegang saham tertentu. Selalu lakukan analisa dan riset Anda sendiri sebelum mengambil keputusan investasi. Investasi mengandung risiko, dan hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

$PRAY $ATIC

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC jir di tembokkk lagi kwkwkwkwkw bodo amat lahhh sikat

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC njir naik ke 500 beneran dong, waktu itu dah break even jadi no loss no profit wkwkwk skrng malah di naikin

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC tinggal tembak 1 M ara ni ndar nanggung kali naiknya wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC araaa🚀🚀
$MHKI $MITI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC Gass closing ARA bkl lanjut 🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC, digoyang naik donk om

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC 404 harga asli.wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC oh jadi gini rasanya haka pucuk 🙂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC akhirnya setelah 3 bulan sideway nyangkut 😌

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ya gimana yaaa...udah keluar masuk disini dari Mei sih
$ATIC $CCSI $ACES

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC melesat dengan kecepatan tinggi ini wkwkw

$ATIC terima kasih #alhamdulillah #ara

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC
Breakeven dlu disini, pas harga entry

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC LK Q2 2025: Gorengan Masa Lalu

Diskusi tadi malam di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

ATIC atau Anabatic itu mengalami penurunan revenue yang cukup besar dari Rp4,52 triliun di semester I 2024 menjadi Rp3,46 triliun di 2025 atau turun -23,58%. Penurunan ini menyentuh hampir semua lini utama mulai dari penjualan hardware dan software yang merosot dari Rp3,7 triliun ke Rp2,8 triliun sampai jasa IT solution yang ikut susut dari Rp421,4 miliar ke Rp323 miliar. Secara teori kondisi ini mestinya ikut menyeret laba bersih tapi yang terjadi justru sebaliknya laba bersih naik +21,25% dari Rp134,2 miliar menjadi Rp162,8 miliar. Lonjakan ini bukan lahir dari perbaikan bisnis inti melainkan dari kombinasi penghematan biaya keuntungan kurs dan hasil sekali jalan dari penjualan anak usaha. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Biaya pokok pendapatan dipangkas tajam -25,39% dari Rp3,93 triliun menjadi Rp2,93 triliun sehingga margin kotor menyusut lebih ringan hanya -11,67%. Lalu ada keuntungan selisih kurs sebesar Rp1,23 miliar yang membalik kerugian kurs Rp21,6 miliar di 2024 setara +105,70%. Faktor besar lainnya adalah gain divestasi PT Harsya Remitindo (HRM) yang melonjak +1.107,12% dari Rp2,16 miliar menjadi Rp26,03 miliar. Beban bunga ikut berkurang +23,23% dari Rp64,48 miliar ke Rp49,51 miliar dan beban umum-administrasi turun -15,52% dari Rp319,6 miliar ke Rp270 miliar terutama di pos gaji dan tunjangan. Namun beban penjualan justru naik +99,07% dari Rp10,8 miliar menjadi Rp21,5 miliar karena dorongan biaya promosi dan pameran. Pajak penghasilan badan juga lebih ringan -18,45% dari Rp75,99 miliar ke Rp61,97 miliar.

Di neraca total aset naik tipis +1,69% dari Rp4,73 triliun menjadi Rp4,81 triliun. Piutang usaha turun -15,24% dari Rp1,64 triliun ke Rp1,39 triliun yang secara kas positif tetapi kualitasnya memburuk karena piutang jatuh tempo dan bermasalah naik +32,67% dari Rp20,2 miliar ke Rp26,8 miliar. Persediaan melonjak tajam +35,61% dari Rp943,9 miliar ke Rp1,28 triliun menandakan modal kerja besar yang terkunci di barang. Pajak dibayar dimuka juga naik +301,96% dari Rp10,2 miliar ke Rp41 miliar. Aset pajak tangguhan turun -10,52% dari Rp138,8 miliar menjadi Rp124,2 miliar karena manajemen tidak mengakui potensi manfaat pajak Rp186,3 miliar akibat ketidakpastian pemanfaatannya. Belanja modal naik +287,32% dari Rp7,1 miliar di 2024 ke Rp27,5 miliar di 2025 yang sebagian untuk aset tetap dan pengembangan software.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Total liabilitas naik +0,73% dari Rp4,13 triliun ke Rp4,16 triliun tetapi ada perubahan profil utang. Pinjaman bank jangka pendek melonjak +48,15% dari Rp660,7 miliar ke Rp978,8 miliar mencerminkan ketergantungan yang lebih besar pada pembiayaan jangka pendek untuk operasional. Utang usaha pihak ketiga anjlok -50,13% dari Rp511,1 miliar ke Rp254,9 miliar kemungkinan karena pembelian barang lebih sedikit atau pembayaran lebih cepat ke pemasok. Liabilitas kontrak naik +60,66% dari Rp158,1 miliar ke Rp254 miliar karena lebih banyak uang muka dari pelanggan. Obligasi konversi tetap di Rp559,9 miliar tetapi jatuh temponya diperpanjang ke Juli 2026 memberi ruang bernapas di likuiditas. Mayoritas obligasi ini dimiliki oleh TIS Inc. pihak berelasi.

Ekuitas naik +8,37% dari Rp603,6 miliar ke Rp654,1 miliar berkat laba periode berjalan. Akumulasi rugi berkurang +39,09% dari Rp280,9 miliar menjadi Rp171,1 miliar meski masih tersisa saldo rugi Rp135,31 miliar per Juni 2025. Noncontrolling interest menyusut sebagian karena efek divestasi anak usaha dan pembelian saham minoritas oleh induk.

Masalah paling serius terlihat di arus kas. Arus kas operasi yang tahun lalu positif Rp574,4 miliar sekarang anjlok -116,92% menjadi negatif Rp97,2 miliar. Ini karena kas tersedot ke persediaan dan pajak dibayar dimuka walaupun piutang usaha turun. Arus kas investasi juga berbalik -131,22% menjadi negatif Rp66,6 miliar karena belanja modal lebih besar dan berkurangnya penerimaan dari pihak berelasi. Satu-satunya sumber likuiditas datang dari arus kas pembiayaan yang naik +113,94% menjadi positif Rp139,3 miliar terutama penarikan pinjaman bank jangka pendek Rp318,2 miliar. Dengan kata lain operasional dan investasi dibiayai oleh utang baru sebuah pola yang berisiko bila tidak diimbangi perbaikan kas operasi.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bisnis inti ATIC tetap berputar di tiga pilar utama Mission Critical Digital Solution Digital Enriched Outsourcing Services dan Cloud Digital Platform Partner. Divestasi HRM menunjukkan fokus pada unit yang strategis dan profitabel saja. Basis pelanggan dan pemasok cukup terdiversifikasi tanpa ketergantungan besar pada satu entitas baik pihak ketiga maupun pihak berelasi meski hubungan dengan pihak berelasi tetap signifikan termasuk kontribusi pendapatan dan kepemilikan obligasi konversi.

Kondisi ini menegaskan bahwa kenaikan laba di tengah penurunan penjualan lebih disebabkan oleh efisiensi biaya keuntungan kurs dan divestasi bukan pertumbuhan organik. Masalah utama terletak pada arus kas operasi yang negatif dan ketergantungan pada utang jangka pendek. Selama bisnis inti belum bisa menghasilkan arus kas positif secara konsisten kesehatan keuangan jangka panjang masih rapuh. Strategi manajemen yang mencakup efisiensi penjualan aset nonproduktif dan konversi utang ke ekuitas adalah langkah yang masuk akal tetapi keberhasilan jangka panjang akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka memperbaiki kinerja operasional dan konversi laba menjadi kas nyata. Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

ATIC bersama entitas anaknya menjalankan model bisnis yang fokus pada penyediaan solusi teknologi dan layanan outsourcing, dengan posisi ganda sebagai reseller atau distributor produk IT besar dan sebagai penyedia layanan solusi IT serta proses bisnis. Perusahaan ini memulai operasi komersialnya pada 2002 dan berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia. Selama lebih dari dua dekade, ATIC membangun jaringan kemitraan yang luas dengan vendor teknologi global sekaligus melayani basis pelanggan yang beragam lintas sektor industri di dalam negeri.

Kegiatan usaha utamanya terbagi dalam tiga pilar. Pertama, Mission Critical Digital Solution yang berfokus pada penyediaan layanan integrasi sistem dan implementasi, terutama untuk kebutuhan teknologi yang sifatnya kritis bagi operasional klien. Kedua, Digital Enriched Outsourcing Services yang menawarkan jasa outsourcing proses bisnis, memungkinkan klien mengalihkan sebagian beban operasionalnya kepada ATIC untuk efisiensi dan fokus pada bisnis inti. Ketiga, Cloud and Digital Platform Partner yang mencakup penjualan hardware, software, serta jasa solusi IT yang dirancang sesuai kebutuhan pelanggan. Selain itu, ada segmen lainnya yang mencakup pendapatan dari penyewaan dan jasa lain di luar tiga pilar utama tersebut.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dalam relasi dengan pelanggan, ATIC mengakui pendapatan ketika pengendalian barang atau jasa berpindah ke pihak pelanggan, sesuai dengan nilai yang diharapkan perusahaan terima. Untuk penjualan barang, terutama hardware dan software, pengakuan pendapatan dilakukan pada titik waktu tertentu, biasanya saat produk diserahkan dan diterima pelanggan. Sementara itu, untuk layanan seperti solusi IT, outsourcing, integrasi sistem, dan implementasi, pendapatan diakui secara bertahap selama layanan diberikan dan manfaatnya dinikmati pelanggan. Perusahaan menegaskan bahwa mereka bertindak sebagai principal dalam transaksi utama, artinya mengendalikan barang atau jasa sebelum diserahkan, sehingga pendapatan dicatat secara bruto. Basis pelanggan ATIC cukup luas dan tidak ada satu pun yang menyumbang lebih dari 10% dari total pendapatan konsolidasian, sehingga risiko konsentrasi relatif rendah. Piutang dagang umumnya tidak berbunga dengan jangka waktu kredit antara 14 hingga 60 hari, sementara untuk proyek besar yang berjalan 2 hingga 3 tahun terdapat komponen pembiayaan signifikan yang membuat harga transaksi mengalami diskon.

Dari sisi pemasok, ATIC bekerja sama dengan banyak vendor pihak ketiga untuk menyediakan produk dan layanan yang dijual atau diintegrasikan ke dalam solusi mereka. Jaringan kemitraannya meliputi berbagai distributor agreement dengan pemain global seperti F5 Network Inc., PT Lenovo Indonesia, Imperva Inc., Extreme Networks Inc., Alibaba Cloud, PT Huawei Tech Investment, PT Dell Indonesia, Sophos Ltd, Trend Micro, Arista Networks, Red Hat, Palo Alto Networks, Rubrik, Micro Focus, CrowdStrike, Oracle, NetApp, Ruijie Networks, Darktrace, Malwarebytes, Hewlett-Packard, Aruba, Samsung, Cloudflare, Sangfor Technologies, Tencent, Nutanix, Microsoft, dan Amazon Web Services. Selain itu, ada reseller agreement dengan Dynatrace, Zscaler, Oceanbase, TData, BeyondRisk, BlackDuck, DBVisit, dan Microstrategy, serta partner agreement dengan Temenos dan Hitachi Vantara. Biaya pokok pendapatan mereka didominasi oleh biaya pembelian hardware dan software, biaya layanan solusi IT, outsourcing, integrasi, dan implementasi, serta biaya sewa. Utang usaha ke pemasok biasanya tidak berbunga, tidak dijaminkan, dan memiliki termin pembayaran 30 hingga 60 hari. Sama seperti di sisi pelanggan, tidak ada satu pemasok pun yang menyumbang lebih dari 10% total pendapatan konsolidasian, sehingga risiko ketergantungan pada satu vendor relatif kecil.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Dengan model ini, ATIC berperan sebagai penghubung strategis dalam rantai pasok teknologi informasi, mengamankan produk dan teknologi dari vendor global kemudian menyampaikannya kepada pelanggan di Indonesia, baik sebagai produk mandiri maupun solusi terintegrasi. Pendekatan ini membuat ATIC mampu memanfaatkan kekuatan jaringan globalnya untuk menghadirkan layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan transformasi digital berbagai industri di dalam negeri.

ATIC dan entitas anaknya memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1 November 2001 dengan nama awal PT Anabatic Teknologi. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada 2002 dan pada 17 Maret 2015 berganti nama menjadi PT Anabatic Technologies Tbk seiring rencana IPO yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 24 Maret 2015. Sesuai Anggaran Dasar, ruang lingkup usahanya mencakup real estat, aktivitas kantor pusat dan konsultan manajemen, pemrograman, konsultasi komputer dan layanan TI terkait, serta perdagangan eceran non-kendaraan bermotor. ATIC berkantor pusat di Graha BIP, lantai 7, Jl. Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta Selatan, dan tidak memiliki induk langsung maupun ultimate parent. Pada 11 Juli 2018, perusahaan menerbitkan obligasi konversi senilai Rp560,00 miliar yang jatuh temponya diperpanjang setahun hingga 11 Juli 2026 sesuai persetujuan pemegang obligasi pada 19 Juni 2025. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Struktur grup ATIC mencakup beberapa anak usaha besar berdasarkan total aset konsolidasi sebelum eliminasi per 30 Juni 2025. PT Virtus Technology Indonesia (VTI) bergerak di perdagangan komputer dan elektronik dengan aset Rp1,71 triliun, dimiliki 70% secara tidak langsung melalui PT Computrade Technology International (CTI), dan memberikan kontribusi NCI signifikan dengan laba komprehensif Rp30,98 miliar serta aset bersih Rp62,14 miliar. PT Computrade Technology International (CTI) sendiri dimiliki 99,99% langsung, memiliki aset Rp805,09 miliar, dan menjadi entitas kunci yang menaungi beberapa anak usaha besar lain. Segmen “Cloud and Digital Platform Partner” yang dikelola CTI dan anak usahanya menghasilkan Rp3,20 triliun pendapatan selama enam bulan pertama 2025. PT Helios Informatika Nusantara (HIN) dimiliki 55% melalui CTI, memiliki aset Rp611,33 miliar, dan NCI dengan laba komprehensif Rp18,46 miliar serta aset bersih Rp56,63 miliar. PT Blue Power Technology (BPT) dimiliki 99% melalui CTI dengan aset Rp501,39 miliar. PT Karyaputra Suryagemilang (KPSG) di bidang outsourcing service dimiliki 99,99% langsung, asetnya Rp283,97 miliar, dan berada di segmen “Digital Enriched Outsourcing Services” yang berkontribusi Rp246,22 miliar pendapatan di semester pertama 2025.

Model bisnis ATIC memadukan peran sebagai penyedia solusi TI dan jasa outsourcing dengan posisi ganda sebagai distributor produk TI global dan penyedia jasa solusi TI. Segmen utama mereka adalah Mission Critical Digital Solution (integrasi sistem dan implementasi), Digital Enriched Outsourcing Services (outsourcing proses bisnis), Cloud and Digital Platform Partner (penjualan hardware, software, dan layanan solusi TI), serta kategori lain seperti pendapatan sewa dan jasa tambahan. Hubungan dengan pelanggan dibangun melalui kontrak di mana pendapatan diakui saat pengendalian barang atau jasa berpindah ke pelanggan, baik secara titik waktu (untuk barang) maupun bertahap (untuk jasa). Perusahaan bertindak sebagai principal sehingga mencatat pendapatan bruto, dengan basis pelanggan yang terdiversifikasi tanpa satu pun yang menyumbang lebih dari 10% total pendapatan konsolidasian. Piutang dagang umumnya memiliki termin 14-60 hari, dan untuk proyek jangka panjang 2-3 tahun terdapat komponen pembiayaan signifikan.

Di sisi vendor, ATIC bermitra dengan banyak pemasok global. Ada master partner agreement dengan Temenos, distributor agreement dengan Wolters Kluwer, F5 Network Inc., PT Lenovo Indonesia, PT Huawei Tech Investment, PT Dell Indonesia, Oracle, Microsoft, dan AWS, serta partner agreement dengan Hitachi Vantara. Kesepakatan ini menjadi tulang punggung segmen Cloud and Digital Platform Partner. Biaya pokok pendapatan terutama berasal dari pembelian hardware dan software, biaya layanan solusi TI, outsourcing, integrasi, dan implementasi. Utang usaha ke pemasok umumnya tidak berbunga, tidak dijaminkan, dan bertenor 30-60 hari, dengan basis pemasok yang terdiversifikasi tanpa ketergantungan besar pada satu pihak.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Per 30 Juni 2025, ATIC memiliki 1.547 karyawan tetap, naik dari 1.516 karyawan di akhir 2024. Dengan struktur anak usaha yang kuat di bidang perdagangan perangkat TI dan outsourcing, jaringan kemitraan strategis dengan vendor global, serta basis pelanggan yang luas, ATIC menempatkan dirinya sebagai penghubung penting dalam rantai pasok TI Indonesia, menggabungkan distribusi produk dengan layanan bernilai tambah untuk memenuhi kebutuhan transformasi digital lintas industri.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$MTDL $MLPT

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SOLA Klien Nya Anak Titan Group

Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

PT XOLARE RCR ENERGY TBK atau SOLA ini kalau dilihat dari laporan keuangan per Juni 2025, punya jaringan hubungan bisnis yang rapi tapi cukup kompleks, karena melibatkan pelanggan utama, pemasok, pihak berelasi, sampai ke perjanjian pinjaman bank yang penuh batasan. Dari sisi pelanggan, pendapatan mereka semuanya dari pihak ketiga dan yang jadi bintang tahun ini adalah PT Servo Lintas Raya yang tiba-tiba menyumbang Rp 78,24 miliar, padahal tahun lalu namanya bahkan tidak ada di daftar penyumbang besar. Bukan cuma itu, uang muka proyek mereka melonjak dari Rp 0,97 miliar di akhir 2024 jadi Rp 17,47 miliar, tanda ada proyek besar jalan. Piutang ke Servo juga turun dari Rp 31,04 miliar ke Rp 6,33 miliar, artinya sebagian besar sudah dibayar. Tahun lalu KSO Telogo Argo sempat memberi kontribusi Rp 14,23 miliar tapi kini menghilang dari daftar, menunjukkan pergeseran fokus pelanggan. Ada juga PT Karya Jaya Utama Mandiri yang piutangnya turun dari Rp 9,26 miliar ke Rp 2,41 miliar, dan nama baru PT Asta Rekayasa Unggul dengan piutang Rp 1,43 miliar. Total piutang pihak ketiga anjlok dari Rp 52,90 miliar ke Rp 12,25 miliar, meski piutang macet di atas 90 hari malah naik dari Rp 2,45 miliar ke Rp 4,23 miliar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau ditarik ke hulu, PT Servo Lintas Raya ini ternyata bukan pemain kecil. Mereka adalah anak usaha dari Titan Infra Energy Group, perusahaan infrastruktur energi dan logistik yang berbasis di Gading Serpong, Tangerang, didirikan tahun 2005 oleh Handoko Anindya Tanuadji yang kini menjabat Komisaris Utama. Servo fokus di logistik batubara, mengoperasikan jalan angkutan khusus sepanjang lebih dari 113 km di Sumatera Selatan yang menghubungkan tambang di Lahat dan Muara Enim ke pelabuhan Swarnadwipa Dermaga Jaya di PALI. Titan Group sendiri punya portofolio lengkap mulai dari infrastruktur hauling, pelabuhan, pelayaran, sampai tambang batubara lewat anak usaha seperti PT Bara Anugrah Sejahtera dan PT Banjarsari Pribumi. Handoko Tanuadji adalah lulusan Universitas Gadjah Mada dan University of Southern California, dan meskipun mengendalikan grup besar, tidak ada indikasi dia atau Titan Group mengelola yayasan atau kampus sebagai bagian dari aktivitas bisnisnya. Fokus Titan murni ke sektor energi dan logistik, tapi Handoko secara pribadi punya kiprah di luar sektor ini.

Selain memimpin Titan Group, Handoko tercatat pernah menjadi Presiden Komisaris PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) hingga 2020 dan masih memegang kepemilikan signifikan sekitar 10,3% saham setara 238,74 juta lembar atau senilai kurang lebih Rp 94,5 miliar. ATIC bergerak di bidang solusi IT dan infrastruktur digital. Di dunia pendidikan, Handoko juga masuk sebagai Dewan Pembina Yayasan Putra Bhakti Sentosa, yayasan yang menaungi Universitas Dinamika. Yayasan ini fokus di pengembangan pendidikan tinggi, dan Handoko bersama sejumlah tokoh lain tercatat sebagai bagian dari tim pendiri. Artinya, meski Titan Group tidak punya yayasan pendidikan, Handoko secara pribadi tetap punya kontribusi langsung di sektor akademik.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Ke pemasok, angka hutang usaha ke pihak ketiga stabil di Rp 424,18 juta, dengan empat pemasok utama yang nominalnya sama persis selama dua periode, misalnya PT Tito Persada Mandiri Rp 267,71 juta, PT Enceha Pacific Rp 90,97 juta, PT Fortuna Petrostar Energi Rp 61,5 juta, dan CV Kencana Rp 4 juta. Ini memberi kesan pola belanja bahan atau jasa mereka konsisten.

Yang lebih dalam ada di pihak berelasi. Pemegang kendali utama adalah PT Energi Hijau Investama (EHDI) dengan 57,85% saham setara Rp 38 miliar. Mereka juga punya kaitan lewat anak usaha PT Bumiraya Energi Hijau (BREH) dan memegang piutang ke SOLA Rp 2,52 miliar berbunga 8% per tahun. Dari histori, banyak transaksi akuisisi dan pelepasan saham antar-entitas yang sama grupnya, seperti pembelian saham PT Aplikasi Bitumen Indonesia (ABI) dan PT Aspal Polimer Emulsindo (APE) dari pihak berelasi, serta pelepasan saham PT Bumi Hidro Lestari (BHL) yang berpengaruh ke tambahan modal disetor di ekuitas. Ada juga PT Xolabit Terminal Bitumen dan PT Asha Raharja Persada yang masing-masing punya 9,37% dan 7,92% saham, keduanya juga tercatat punya piutang ke perusahaan. Presiden Direktur Mochamad Bhadaiwi pegang 3,33% saham, Direktur Imam Buchairi 2,08%, dan ada juga Elvis Subiantoro serta beberapa pihak yang punya piutang ke perusahaan. KSO Arung ABI yang dulu punya piutang Rp 756 juta kini tinggal Rp 50 juta, artinya ada penarikan besar. Semua piutang berelasi ini dianggap bisa ditagih dan terikat bunga 8% per tahun.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari pembiayaan, SOLA mengandalkan fasilitas kredit modal kerja konstruksi dari BRI sebesar Rp 30 miliar untuk membiayai proyek di induk dan anak usaha. Jaminannya cukup lengkap, mulai dari persediaan material Rp 7,15 miliar, piutang Rp 30 miliar, tanah milik anak usaha dan presdir Rp 21,21 miliar, mesin pabrik Rp 5,10 miliar, sampai deposito Rp 1 miliar. Pinjaman ini disertai syarat ketat, misalnya larangan merger, jual aset, tambah utang ke bank lain, atau bagi dividen lebih dari 20%. Ada juga kewajiban jaga rasio seperti DER maksimum 300% dan Interest Coverage Ratio minimum 150%. Sejauh ini semua syarat dipatuhi.

Dari sisi modal, SOLA baru melantai di bursa pada Mei 2024 dengan menjual 656,25 juta saham di harga Rp 110 per lembar, menambah modal disetor cukup signifikan setelah dikurangi biaya emisi. Anak usaha APE punya cerita sendiri, sempat menjual 14% saham di platform crowdfunding Santara pada 2020, lalu buyback seluruhnya di 2022 dan keluar dari status penawaran umum untuk kembali jadi private company.

Kalau dirangkai, jaringan ini menunjukkan SOLA punya kombinasi pelanggan besar yang bisa mengangkat revenue, pemasok stabil yang menjaga biaya tetap terkontrol, hubungan erat dengan pemegang saham dan entitas berelasi yang jadi sumber modal atau aset, plus dukungan bank untuk pembiayaan proyek. Semua ini membuat pergerakan mereka sangat bergantung pada lancarnya proyek dengan pelanggan utama seperti Servo Lintas Raya di bawah Titan Group milik Handoko Tanuadji, disiplin keuangan agar tetap patuh covenant bank, dan solidnya sinergi dengan pihak berelasi. Di sisi lain, keterlibatan pribadi Handoko di sektor teknologi melalui ATIC dan di sektor pendidikan melalui Yayasan Putra Bhakti Sentosa yang menaungi Universitas Dinamika menunjukkan bahwa jaringan pengaruhnya meluas jauh di luar industri tambang dan logistik.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ATIC

Read more...

1/9

testestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC yok ayok wkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$COIN kepentingan owner belum selesai
Tag $ATIC

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ELIT pindah ke $ATIC lagi diskon
Sebelum terbang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CDIA pindah ke $ATIC

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC usahanya sudah solid bisa kesini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC grup titan harusnya harga saham titan juga dong hahahaha

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC Break ema 200 volume gede , menarik juga ni emiten

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

terima kasih $ATIC. 🤑

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATIC

2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy