


Volume
Avg volume
PT Arthavest Tbk (Perseroan) didirikan pada tanggal 29 Juni 1990 dengan nama PT Artha Securities Prima dan mulai beroperasi secara komersial di bidang usaha investasi pada tahun 1992. Pada tahun 2002, Perseroan melaksanakan penawaran umum perdana dan mengganti nama menjadi PT Artha Securities Tbk dan pada tahun 2005 kembali mengubah nama menjadi PT Arthavest Tbk. Sesuai Anggaran Dasar terakhir, kegiatan usaha Perseroan adalah jasa pengelolaan aset dan penasihat keuangan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Sanggraha Dhika, pemilik sekaligus pengelola Hotel REDTOP; PT Sentral Pembayaran Indonesia yang bergerak di bidang jasa ... Read More
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $SGER
📅 TIMESTAMP: 29 Desember 2025, 23:34 WIB
📊 LAST PRICE: Rp418 | 🚦 SYSTEM TREND: Sideways / Descending Triangle Breakdown Risk
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp356 – Rp390
Analisa Sistem: Support struktur MA/EMA Cross 10-26 periode zona Rp356-380 dengan konfirmasi volume accumulation minimal >4M lot sustained. Area ini merupakan demand zone critical setelah descending triangle breakdown dengan RSI 14 berada di 46.2 (zona netral-bearish). Tunggu konfirmasi Higher Low pattern dan volume breakout >5M sustained sebelum eksekusi untuk risk/reward ratio optimal.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp410 – Rp426
Analisa Sistem: Current price Rp418 berada di zona resistance minor dengan pattern descending triangle (lower highs formation). Broker Action neutral dengan Net Foreign Buy +2.11B (accumulation minimal) namun Bandar Value -84.14B menunjukkan distribusi institusi lokal massive. Volume 20-Day spike 56.11M dengan frequency 1.78K mengindikasikan likuiditas rendah dan sideways pattern dominan. Entry agresif TIDAK RECOMMENDED mengingat struktur teknikal bearish dan fundamental catalyst lemah.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp474 (+13.40% dari entry agresif Rp418)
Formula: ((474-418)/418)*100 = 13.40%
(Resistance Minor - Previous high zone & Fibonacci 38.2% retracement dari swing high Rp600)
TP2: Rp520 (+24.40% dari entry agresif Rp418)
Formula: ((520-418)/418)*100 = 24.40%
(Resistance Major - ARA level 520 & Descending trendline resistance)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp356 (-14.83% dari entry agresif Rp418)
Formula: ((356-418)/418)*100 = -14.83%
(Support Structure Critical - Breakdown MA 50 periode & ARB level 356 support). Jika tembus zona ini, potensi koreksi lanjut ke Rp300-330 mengingat descending triangle breakdown confirmation.
Risk/Reward Ratio (TP1): 1:0.90 ⚠️ | (TP2): 1:1.65 ✅
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
🔴 SEKTOR: Energy & Mining (Coal Trading & Mining Services)
⚡ KATALIS KOMODITAS (COAL/ENERGY SECTOR):
Coal Price: Harga batubara USD 109.05/ton pada 26 Desember 2025, naik +0.05% daily namun turun -12.76% YoY dan -0.55% dalam 1 bulan. Harga batubara tertekan global dengan ATH USD 457.80 September 2022, current price turun -76.17% dari peak. Coal price bearish trend menjadi headwind signifikan untuk SGER yang 90% revenue dari coal export trading.
Coking Coal Price: Main Coking Coal (Linfen) USD 201.51/ton pada 29 Desember 2025, turun -0.02% daily. Bituminous Coal Injection (Yulin) USD 78.10/ton, naik +0.11%. Segmented coal prices masih tertekan dengan recovery minimal.
📢 KATALIS UTAMA (KORPORASI) - DIVERSIFIKASI BISNIS:
Kredit Sindikasi Rp600 Miliar untuk Pabrik H2O2: SGER menandatangani perubahan perjanjian kredit sindikasi dari Rp350 miliar menjadi hingga Rp600 miliar pada 21 Desember 2025 untuk pembangunan Pabrik Hidrogen Peroksida (H2O2) di Serang, Banten. Kapasitas produksi 20,000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40,000 metrik ton (50% konsentrasi) per tahun. Tujuan: mengurangi ketergantungan impor H2O2 dan diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara (kimia industri, mineral, biomassa, energi terbarukan).
Obligasi Berkelanjutan Rp500 Miliar: SGER menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar dengan bunga hingga 10.75%. Total program obligasi berkelanjutan Rp1 triliun dengan Tahap I Rp200 miliar telah diterbitkan 2024. Dana digunakan untuk modal kerja dan ekspansi bisnis non-coal.
Kontrak Batubara Rp3 Triliun: SGER menandatangani kontrak jual beli batubara dengan PT Merge Mining Industri volume 2 juta metrik ton dengan potensi revenue Rp3 triliun pada November 2024 dengan durasi hingga 31 Januari 2025. Sebelumnya, kontrak dengan Vinacomin Vietnam 300,000 metrik ton senilai USD 32.6 juta (Rp499 miliar).
Fundamental Model Bisnis: SGER bergerak di coal industry providing one-stop mining system dari produksi hingga transshipment. 90% sales dari ekspor (China, Bangladesh, Vietnam, India) dan 10% domestik. High dependency on coal price dan export demand menjadi vulnerability mengingat coal price turun -12.76% YoY.
Diversifikasi ke Non-Coal: Strategi diversifikasi ke kimia industri (H2O2), mineral, biomassa, dan energi terbarukan menjadi hedge against coal price volatility. Namun, pabrik H2O2 masih dalam tahap pembangunan dan belum contribute revenue 2025-2026.
💰 FOREIGN FLOW & BANDARMOLOGY:
Net Foreign Buy: +2.11B (Accumulation minimal, tidak signifikan)
Bandar Value: -84.14B (Distribusi institusi/bandar massive, sangat bearish signal)
Bandar Movement: -1.49M (Lock profit retail minor)
Volume 20-Day Average: 56.11M vs 11.73M (surge 378% namun dari base rendah, likuiditas masih terbatas)
Frequency: 1.78K (momentum buying pressure sangat rendah)
IHSG Context: IHSG naik +1.25% ke 8.644,26 pada 29 Desember 2025, SGER naik +1.95% (in-line, underperform given IHSG rally).
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
📈 MOMENTUM CHECK: NEGATIVE (Structural Bearish Pattern)
Reasoning: Teknikal menunjukkan descending triangle pattern dengan lower highs formation dari Rp600 → Rp580 → Rp474 → Rp420, mengindikasikan distribution phase dan potential breakdown. RSI 46.2 berada di zona netral-bearish tanpa momentum kuat. Net Foreign Buy +2.11B minimal tertutup oleh Bandar Value -84.14B (distribusi massive). Volume spike 56.11M (378% dari 11.73M) masih menunjukkan likuiditas rendah dengan frequency hanya 1.78K. Fundamental catalyst mixed: (1) Diversifikasi ke H2O2 factory Rp600M credit facility positif long-term namun construction phase belum revenue-generating, (2) Obligasi Rp500M issued dengan bunga 10.75% meningkatkan debt burden, (3) Kontrak batubara Rp3T expired 31 Januari 2025 perlu renewal, (4) Coal price turun -12.76% YoY (USD 109.05/ton) menjadi headwind signifikan mengingat 90% revenue dari coal export. Model bisnis high dependency on coal price volatility tanpa significant hedge. Descending triangle pattern berisiko breakdown ke Rp356 (ARB level) atau lower.
🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT / AVOID (Priority - Structural Bearish Risk)
Untuk Semua Trader (HIGHLY RECOMMENDED): WAIT untuk confirmation breakout dari descending triangle resistance di Rp474-520 dengan volume >10M sustained. Current structure bearish dengan lower highs pattern dan Bandar Value -84.14B menunjukkan smart money distribution. Jangan buy at current price Rp418 karena risk breakdown ke Rp356 atau lower sangat tinggi. Coal price headwind -12.76% YoY dan contract expiry 31 Januari 2025 menjadi near-term catalyst negatif.
Untuk Konservatif Trader: Tunggu entry di zona support Rp356-380 DENGAN konfirmasi Higher Low pattern dan volume breakout >8M sustained. Risk/reward ratio lebih baik (1:2.0+ ke TP2) jika entry di support bottom.
Untuk Investor Long-Term: Consider accumulation bertahap di zona Rp320-360 untuk long-term hold (2-3 tahun) mengingat diversifikasi H2O2 factory dan renewable energy strategy. Namun, high risk given coal dependency 90% dan debt burden Rp1T (obligasi program).
✅ RECOMMENDED FOR: AVOID / WAIT FOR CLARITY
NOT RECOMMENDED untuk Day Trader dan Swing Trader pada current price level. Descending triangle breakdown risk, coal price headwind, dan Bandar Value -84.14B distribution pattern menjadi red flags. Better wait breakout confirmation atau support testing di Rp356.
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 38%
Confidence rendah karena kombinasi teknikal bearish (descending triangle, lower highs, RSI 46.2 netral-bearish), Bandar Value -84.14B distribution massive, fundamental headwind (coal price -12.76% YoY, contract expiry 31 Jan 2025, high debt burden Rp1T obligasi), dan liquidity constraint (frequency 1.78K). Meski diversifikasi H2O2 factory positif long-term, near-term catalyst lemah dan structure bearish dominan. Risk/reward ratio buruk (1:0.90 TP1) untuk entry agresif. Score 38% hanya untuk speculative contrarian play di support Rp356-380 dengan SL ketat, BUKAN untuk current price entry. Wait for breakout confirmation atau deeper correction untuk better entry.
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis per 29 Desember 2025, 23:34 WIB. SGER menunjukkan descending triangle pattern (structural bearish) dengan Bandar Value -84.14B distribution massive. Coal price turun -12.76% YoY menjadi headwind untuk 90% export revenue. Meski diversifikasi H2O2 factory Rp600M positif long-term, near-term catalyst lemah. Highly recommended untuk WAIT breakout confirmation atau entry di support Rp356-380. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR). Trading saham mengandung risiko kehilangan modal.
RANDOM TAG
$JMAS$ARTA
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $GEMA
📅 TIMESTAMP: 24 Desember 2025, 18:25 WIB
📊 LAST PRICE: Rp95 | 🚦 SYSTEM TREND: Sideways-Bearish
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp81 – Rp95
Analisa Sistem: Level ini merupakan zona support struktur kuat dari MA Cross 10/10 yang berada di area Rp90-94 dan psychological support Rp81 (ARB lower limit). Konfirmasi volume accumulation diperlukan dengan melihat peningkatan buyer minimal 40% dari rata-rata. Tunggu RSI 14 pullback ke zona 45-48 dari 48.2 saat ini dan Stoch RSI di zona 20-25 dari 23.1 saat ini untuk konfirmasi healthy consolidation. Entry ideal setelah buyback program 12 Des 2025 - 12 Mar 2026 menunjukkan traction dan harga stabil di support.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp94 – Rp100
Analisa Sistem: Entry agresif di harga saat ini dengan asumsi support dari buyback program maksimal Rp7 miliar (12 Des 2025 - 12 Mar 2026) untuk stabilkan harga di tengah volatilitas pasar. Risiko moderat karena saham turun -2.06% pada 24 Desember dengan broker action mixed (Top 3 Small Dist -8.4%, Average -6.0%, namun Top 1 Neutral). Net Foreign Buy positif +643.2K (minor) dan Bandar Volume negatif -732. Cocok untuk contrarian play dengan ekspektasi buyback support dan value play setelah collapse 40.74% YTD.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp115 (Resistance Minor - psychological level dan Fibonacci retracement 38.2%)
TP2: Rp128 (Resistance Major - ARB upper limit dan previous structure resistance)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp81 (Support Structure breakdown di bawah ARB lower limit dan critical support)
📊 RISK-REWARD CALCULATION
Berdasarkan Entry Ideal Rp88
🟢 TP1 Gain: +30.68% ((Rp115 - Rp88) / Rp88 * 100)
🟢 TP2 Gain: +45.45% ((Rp128 - Rp88) / Rp88 * 100)
🔴 SL Risk: -7.95% ((Rp81 - Rp88) / Rp88 * 100)
Berdasarkan Entry Agresif Rp97
🟢 TP1 Gain: +18.56% ((Rp115 - Rp97) / Rp97 * 100)
🟢 TP2 Gain: +31.96% ((Rp128 - Rp97) / Rp97 * 100)
🔴 SL Risk: -16.49% ((Rp81 - Rp97) / Rp97 * 100)
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
📢 Katalis Utama (Korporasi):
PT Gema Grahasarana Tbk mengumumkan program buyback saham maksimal Rp7 miliar untuk periode 12 Desember 2025 hingga 12 Maret 2026 melalui PT Artha Sekuritas Indonesia sebagai executing broker. Corporate Secretary Ferlina Sutandi menyatakan perseroan meyakini buyback dapat membantu menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang volatil sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental GEMA. Perseroan memperkirakan tidak ada dampak menurunnya pendapatan akibat pelaksanaan buyback, sedangkan dampak terhadap pembiayaan perseroan sangat kecil. Konteks penurunan harga dramatis: Sepanjang 2025, saham GEMA anjlok 40.74% atau turun 66 poin ke level Rp96 dari posisi awal Januari di Rp162. Secara Year-on-Year, saham GEMA ambruk 58.62% dibandingkan posisi 12 Desember 2024 di Rp232, sementara dalam tiga tahun terakhir harga saham terpangkas 65.22% dari level Rp276. Kinerja keuangan Q3 2025: GEMA meraih pendapatan Rp1.04 triliun hingga September 2025 naik dari Rp999.26 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp5.07 miliar dari Rp4.81 miliar terutama karena penurunan tajam pajak penghasilan menjadi Rp3.87 miliar dari Rp10.47 miliar. Namun laba usaha turun menjadi Rp31.88 miliar dari Rp44.63 miliar, dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp9.16 miliar dari Rp15.78 miliar. Jumlah liabilitas turun menjadi Rp710.89 miliar dari Rp769.08 miliar (deleveraging positif), namun total aset juga turun menjadi Rp1.13 triliun dari Rp1.19 triliun. Insider activity: Dr. Pulung Peranginangin melakukan akumulasi dengan membeli 100,000 lembar saham (0.00625%) di harga Rp88 per saham pada 3 November 2025 untuk investasi jangka panjang.
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
Indonesia Construction Market 2025: Total market konstruksi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5.48% di 2025 dengan nilai mencapai IDR 381.61 triliun, terdiri dari building sector IDR 227.76 triliun (59.69%) dan civil sector IDR 153.84 triliun (40.31%). BCI Central memproyeksikan building sector naik 9.09% di 2025, mengimbangi civil construction decline 2.62% akibat tighter budget allocations.
Key Growth Drivers: Government intensified focus pada infrastructure development, industrialization, dan digital transformation di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Private sector investments akan memainkan peran crucial dengan urbanisasi accelerating dan demand naik untuk residential, commercial, dan industrial properties terutama di Jakarta dan Surabaya. Developers meningkatkan fokus pada large-scale housing projects, office buildings, dan mixed-use developments.
Macro Stability: Construction value-added tumbuh 7% di 2024 dan maintain 3.6% YoY increase selama H1 2025. Core inflation turun ke 2.32% di Agustus 2025, staying within government target 2.5%, providing favorable environment untuk public-private project financing.
Challenges: Rising material costs dan labor shortages dapat delay projects dan increase overall costs. Global supply chain disruptions dapat further strain industri. Namun, increasing demand untuk affordable housing dan infrastructure di emerging urban centers present significant market opportunity.
⚠️ Risk Factor:
Saham collapse 40.74% YTD dari Rp162 ke Rp96, dan 58.62% YoY dari Rp232, serta 65.22% dalam 3 tahun dari Rp276—ini EXTREME value destruction. Broker action Small Dist pada Top 3 (-8.4%) dan Average (-6.0%) menunjukkan distribution pressure. Laba usaha turun 28.6% dari Rp44.63M ke Rp31.88M dan laba sebelum pajak turun 42.0% dari Rp15.78M ke Rp9.16M meskipun revenue naik—ini margin compression concern. Total aset turun dari Rp1.19T ke Rp1.13T (shrinking balance sheet). Net Foreign Buy hanya +643.2K sangat minor, tidak cukup kuat untuk reverse trend. Buyback Rp7 miliar dengan harga saham Rp95 hanya dapat absorb ~73.68 juta saham atau ~4.6% dari outstanding shares—insufficient untuk material impact jika selling pressure continue. Buyer 13 vs seller 10 (ratio 1.3:1 minor positive). Volume 1.88M sangat rendah menunjukkan low interest dan liquidity concern. Construction sector facing rising material costs dan labor shortages. Competition intense di property construction market. Buyer side only slight advantage belum cukup convincing untuk reversal strong.
🌡 Community Heatmap:
StockBot mendeteksi keramaian forum: Sepi dengan Value Hunting Minor. Saham GEMA mendapat perhatian terbatas dari komunitas retail trader meskipun buyback announcement dan insider buying Dr. Pulung Peranginangin, mencerminkan low awareness atau skepticism terhadap recovery prospects setelah collapse 40.74% YTD. Volume 1.88M sangat rendah.
⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 30 menit - 1 jam
Trigger: TIDAK DIREKOMENDASIKAN karena liquidity sangat rendah (volume 1.88M) dan spread lebar. Jika tetap scalp, tunggu breakout di atas Rp100 dengan volume spike minimal 3x average (5.64M+) atau pantulan confirmed dari support Rp95 dengan konfirmasi Stoch RSI golden cross dari zona 23 ke >30 dan RSI > 50.
Sizing: Maksimal 10-12% dari portfolio karena EXTREME LIQUIDITY RISK dengan volume hanya 1.88M. Slippage sangat tinggi, entry-exit harus sangat selective.
Order Type: Limit order sangat ketat di zona Rp94-95, set take profit konservatif di Rp102 (30%), Rp108 (35%), dan Rp115 (35% sisanya) dengan trailing stop 8-10%. CUT LOSS CEPAT di bawah Rp88.
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily hingga Weekly
Trigger: Buy on Weakness setelah koreksi ke zona Rp81-95 dengan konfirmasi KETAT: 1) Buyback program menunjukkan traction dengan volume pembelian visible di laporan harian minimal 2 juta shares accumulated, 2) Volume accumulation minimal 3x average (5.64M+) sustained 3 hari berturut, 3) Stoch RSI rebound dari zona <25 ke >35, 4) RSI pullback ke 45-48 kemudian decisive bounce, 5) Net Foreign Buy increase ke minimal +2M, 6) Berita KONKRET tentang kontrak proyek baru nilai significant atau progress Q4 2025 dengan margin improvement. Tunggu confirmation candlestick bullish (hammer/bullish engulfing + higher low).
Trailing Stop: Gunakan 15-18% trailing stop dari harga tertinggi karena history volatility dan liquidity concern.
Exit Plan: Setup invalid jika breakdown di bawah Rp81 dengan volume besar atau jika: 1) Buyback program dihentikan sebelum Mar 2026 tanpa hasil material, 2) Net Foreign Buy turn negative >1M sustained, 3) Manajemen announce profit warning atau margin deterioration lanjutan, 4) Construction sector data show significant slowdown, 5) Material costs spike atau labor shortage intensify significantly.
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
📈 MOMENTUM CHECK: NEUTRAL (Oversold Value Play dengan Buyback Support)
Reasoning: Momentum sideways-bearish dengan penurunan minor -2.06% pada 24 Desember 2025 ke Rp95 dan volume sangat rendah 1.88M. Technical menunjukkan Stoch RSI 23.1 (approaching oversold) dan RSI 48.2 (neutral zone). Broker action mixed dengan Top 3 Small Dist -8.4% dan Average -6.0%, namun Top 1 Neutral. KATALIS POSITIF: 1) Buyback program maksimal Rp7 miliar (12 Des 2025 - 12 Mar 2026) untuk stabilkan harga dan restore confidence, 2) Revenue Q3 2025 naik Rp1.04T dari Rp999.26M (+4.4% YoY) dan laba neto naik Rp5.07M dari Rp4.81M, 3) Deleveraging dengan liabilitas turun dari Rp769.08M ke Rp710.89M, 4) Insider buying Dr. Pulung Peranginangin 100K shares di Rp88 untuk investasi jangka panjang, 5) Construction sector Indonesia projected growth 5.48% di 2025 dengan building sector +9.09%, 6) Government infrastructure focus dan private sector investments di urbanisasi. NAMUN MAJOR HEADWINDS: 1) Saham collapse EXTREME 40.74% YTD, 58.62% YoY, 65.22% dalam 3 tahun, 2) Margin compression dengan laba usaha turun 28.6% dan laba sebelum pajak turun 42.0%, 3) Buyback Rp7M hanya ~4.6% shares insufficient untuk material impact, 4) Net Foreign Buy hanya +643.2K sangat minor, 5) Volume 1.88M extremely low, 6) Total aset shrinking dari Rp1.19T ke Rp1.13T. Ini adalah deep value contrarian play dengan buyback catalyst namun requires PATIENCE untuk buyback execution show results.
🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT (untuk buyback traction visible dan entry ideal di Rp81-95 dengan volume confirmation) / SWING (untuk deep value investor patient)
✅ RECOMMENDED FOR: Deep value investor SANGAT PATIENT dengan horizon 12-18 bulan yang percaya buyback program Rp7 miliar akan stabilkan harga dan construction sector growth 5.48% akan improve margins, atau contrarian swing trader yang menunggu buyback accumulation visible di laporan harian dan technical oversold rebound. TIDAK COCOK untuk: investor short-term, momentum trader, atau siapapun yang tidak bisa tolerate extreme illiquidity (volume 1.88M) dan buyback execution risk.
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 52%
Logic:
(+) Buyback Program: Rp7 miliar (12 Des 2025 - 12 Mar 2026) untuk stabilkan harga
(+) Revenue Growth: Rp1.04T Q3'25 naik dari Rp999.26M (+4.4% YoY)
(+) Net Income Positive: Rp5.07M naik dari Rp4.81M
(+) Deleveraging: Liabilitas turun dari Rp769.08M ke Rp710.89M
(+) Insider Buying: Dr. Pulung Peranginangin 100K shares di Rp88
(+) Construction Growth: Indonesia sector +5.48% 2025, building +9.09%
(+) Government Focus: Infrastructure, industrialization, urbanization
(+) Macro Stable: Core inflation 2.32%, favorable financing environment
(+) Private Investment: Demand naik residential, commercial, industrial
(+) Oversold Technical: Stoch RSI 23.1, RSI 48.2 neutral
(-) Extreme Collapse: -40.74% YTD, -58.62% YoY, -65.22% 3Y
(-) Margin Compression: Laba usaha -28.6%, laba sebelum pajak -42.0%
(-) Buyback Size: Rp7M hanya ~4.6% shares, insufficient material impact
(-) Distribution: Top 3 Small Dist -8.4%, Average -6.0%
(-) Foreign Weak: Net Buy hanya +643.2K sangat minor
(-) Volume Extremely Low: 1.88M, severe liquidity concern
(-) Asset Shrinking: Total aset turun dari Rp1.19T ke Rp1.13T
(-) Buyer Ratio: 13 vs 10 seller hanya 1.3:1, weak conviction
(-) Sector Challenges: Rising material costs, labor shortages
📚 EXECUTIVE SUMMARY
"Berdasarkan analisis StockBot, saham GEMA menunjukkan momentum sideways-bearish dengan penurunan minor -2.06% pada 24 Desember 2025 ke Rp95 dan volume extremely low 1.88M setelah collapse dramatis 40.74% YTD dari Rp162, 58.62% YoY dari Rp232, dan 65.22% dalam 3 tahun dari Rp276, namun memiliki katalis contrarian value dengan buyback program maksimal Rp7 miliar (12 Desember 2025 - 12 Maret 2026) untuk stabilkan harga dan restore investor confidence, revenue Q3 2025 naik Rp1.04 triliun dari Rp999.26 miliar (+4.4% YoY) dengan laba neto naik Rp5.07 miliar dari Rp4.81 miliar, deleveraging positif dengan liabilitas turun dari Rp769.08 miliar ke Rp710.89 miliar, insider buying Dr. Pulung Peranginangin 100,000 shares di Rp88 untuk investasi jangka panjang, dan sector tailwind Indonesia construction market projected growth 5.48% di 2025 dengan building sector +9.09% driven by government infrastructure focus dan private urbanization investments, namun menghadapi headwind significant dari margin compression (laba usaha turun 28.6%, laba sebelum pajak turun 42.0%), buyback size Rp7 miliar hanya ~4.6% outstanding shares insufficient untuk material price impact jika selling pressure continue, Net Foreign Buy sangat minor +643.2K, total aset shrinking dari Rp1.19 triliun ke Rp1.13 triliun, broker action Small Dist (Average -6.0%), dan volume extremely low 1.88M menciptakan severe liquidity concern. Algoritma memprediksi potensi recovery menuju TP1 Rp115 (+30.68%) dan TP2 Rp128 (+45.45%) dari entry ideal Rp88 dengan risk-reward ratio 5.7:1 untuk TP2 JIKA buyback program show visible traction dengan accumulation minimal 2 juta shares dalam laporan harian, volume accumulation sustained >5.64M selama 3 hari berturut, Stoch RSI rebound dari <25 ke >35, Net Foreign Buy increase >2M, berita konkret kontrak proyek baru atau Q4 2025 margin improvement, dan construction sector momentum maintain 5.48% growth trajectory. Kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi WAIT untuk entry konservatif di zona Rp81-95 dengan monitoring ketat buyback execution progress dan technical oversold rebound confirmation (Stoch RSI >35, volume >5.64M sustained, Net Foreign Buy >2M), atau SWING contrarian untuk deep value investor SANGAT PATIENT horizon 12-18 bulan yang percaya buyback Rp7 miliar akan stabilkan price floor dan construction sector growth 5.48%+building 9.09% akan improve profitability margins overtime, dengan STRICT stop loss di Rp81, target TP1 Rp115 dan TP2 Rp128, confidence score 52%—ini adalah deep value contrarian play di small-cap property construction dengan extreme illiquidity (volume 1.88M) dan buyback catalyst, cocok EXCLUSIVELY untuk patient value investor yang dapat tolerate 12-18 bulan holding period menunggu buyback completion dan sector recovery materialize, ABSOLUTELY NOT for short-term trader, momentum player, atau siapapun yang membutuhkan liquidity tinggi."
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
$CMNP $ARTA
[LIST SEMUA SAHAM : 954 EMITEN - MAKS 30 GAP UP & DOWN]
Jum'at, 14 November 2025 15:54
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):
-------------------------------------
GAP UP:
🔼 $ARTA gap up ke 3520 (+520 / +17.33%) dari 3000
🔼 $RISE gap up ke 10200 (+1350 / +15.25%) dari 8850
🔼 JECC gap up ke 1360 (+170 / +14.29%) dari 1190
🔼 WAPO gap up ke 200 (+17 / +9.29%) dari 183
🔼 CTTH gap up ke 92 (+6 / +6.98%) dari 86
🔼 BLTA gap up ke 33 (+2 / +6.45%) dari 31
🔼 BAUT gap up ke 42 (+2 / +5%) dari 40
🔼 CBPE gap up ke 290 (+12 / +4.32%) dari 278
🔼 ASGR gap up ke 1345 (+55 / +4.26%) dari 1290
🔼 PSKT gap up ke 149 (+6 / +4.2%) dari 143
🔼 BELL gap up ke 79 (+3 / +3.95%) dari 76
🔼 KJEN gap up ke 226 (+8 / +3.67%) dari 218
🔼 KOCI gap up ke 93 (+3 / +3.33%) dari 90
🔼 SAFE gap up ke 260 (+8 / +3.17%) dari 252
🔼 NEST gap up ke 354 (+10 / +2.91%) dari 344
🔼 BBSS gap up ke 358 (+10 / +2.87%) dari 348
🔼 DGIK gap up ke 111 (+3 / +2.78%) dari 108
🔼 UVCR gap up ke 116 (+3 / +2.65%) dari 113
🔼 PADA gap up ke 118 (+3 / +2.61%) dari 115
🔼 MSKY gap up ke 85 (+2 / +2.41%) dari 83
🔼 ESTI gap up ke 141 (+3 / +2.17%) dari 138
🔼 KRYA gap up ke 189 (+4 / +2.16%) dari 185
🔼 GRIA gap up ke 100 (+2 / +2.04%) dari 98
🔼 ANTM gap up ke 3100 (+60 / +1.97%) dari 3040
🔼 NETV gap up ke 108 (+2 / +1.89%) dari 106
🔼 ARNA gap up ke 560 (+10 / +1.82%) dari 550
🔼 HAJJ gap up ke 117 (+2 / +1.74%) dari 115
🔼 DART gap up ke 185 (+3 / +1.65%) dari 182
🔼 KIJA gap up ke 189 (+3 / +1.61%) dari 186
🔼 KICI gap up ke 262 (+4 / +1.55%) dari 258
-------------------------------------
GAP DOWN:
🔽 ADES gap down ke 15025 (-175 / -1.15%) dari 15200
🔽 ASRM gap down ke 336 (-4 / -1.18%) dari 340
🔽 CGAS gap down ke 161 (-2 / -1.23%) dari 163
🔽 FITT gap down ke 765 (-10 / -1.29%) dari 775
🔽 DGNS gap down ke 142 (-2 / -1.39%) dari 144
🔽 GUNA gap down ke 280 (-4 / -1.41%) dari 284
🔽 MDIY gap down ke 1035 (-15 / -1.43%) dari 1050
🔽 INPP gap down ke 670 (-10 / -1.47%) dari 680
🔽 WINE gap down ke 197 (-3 / -1.5%) dari 200
🔽 SOFA gap down ke 242 (-4 / -1.63%) dari 246
🔽 PUDP gap down ke 1115 (-20 / -1.76%) dari 1135
🔽 CSAP gap down ke 332 (-6 / -1.78%) dari 338
🔽 ESTA gap down ke 218 (-4 / -1.8%) dari 222
🔽 HDFA gap down ke 163 (-3 / -1.81%) dari 166
🔽 SKLT gap down ke 206 (-4 / -1.9%) dari 210
🔽 GULA gap down ke 368 (-8 / -2.13%) dari 376
🔽 FIRE gap down ke 90 (-2 / -2.17%) dari 92
🔽 DEWI gap down ke 128 (-3 / -2.29%) dari 131
🔽 GMTD gap down ke 2570 (-70 / -2.65%) dari 2640
🔽 INDO gap down ke 212 (-6 / -2.75%) dari 218
🔽 SMLE gap down ke 262 (-8 / -2.96%) dari 270
🔽 LAPD gap down ke 194 (-6 / -3%) dari 200
🔽 SPRE gap down ke 124 (-4 / -3.12%) dari 128
🔽 SHIP gap down ke 6600 (-325 / -4.69%) dari 6925
🔽 BAIK gap down ke 98 (-5 / -4.85%) dari 103
🔽 DAYA gap down ke 1465 (-75 / -4.87%) dari 1540
🔽 MPRO gap down ke 9350 (-500 / -5.08%) dari 9850
🔽 MPIX gap down ke 65 (-5 / -7.14%) dari 70
🔽 RICY gap down ke 57 (-5 / -8.06%) dari 62
🔽 $MGNA gap down ke 96 (-20 / -17.24%) dari 116
Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.
$ARTA mohon kerjasamanya guys, ini harusnya bisa dapet ARA jgn panik selling, semoga kedepannya bisa tembus ke 4300
Halo Sobat 我是誰,
Berikut analisa ringkas saham HARTA (PT Arthavest Tbk):
Profil Singkat:
- Sektor: Consumer Cyclicals, sub-sektor: Consumer Services (bisnis hotel & manajemen aset), terdaftar sebagai saham syariah.
- Pemegang saham utama: Lucas SH CN (84,22%).
Kinerja & Fundamental (Q2 2025):
- Market cap: Rp1,41 triliun.
- Pendapatan: Rp10 miliar, laba bersih: minus (Net Profit Margin -10,31%), EPS: minus (Rp-3,43), ROE: sangat tipis (3,13%).
- Rasio valuasi sangat tinggi (PER: 298x, PBV: 9,3x, PSR: 15,24x).
- Likuiditas tinggi (Current Ratio: 1.237%, Cash Ratio: 289%).
- Gross Profit Margin: 63,6% (tinggi), tapi net profit negatif.
Teknikal (per 20 Okt 2025):
- Harga: Rp3.160,00 (dekat support Rp3.106,00; resistance Rp3.186,00 dan Rp3.213,00).
- RSI 49,5 (netral).
- MACD negatif, histogram negatif—belum ada dorongan naik kuat.
- Harga bergerak di bawah MA30 dan Bollinger tengah, tren cenderung datar hingga cenderung lemah.
Broker Summary:
- Total transaksi: Rp1.032.809.000,00.
- Net foreign: minus Rp39.570.000,00 (asing lebih banyak jual).
- Ada tekanan jual dari beberapa broker domestik.
Rekomendasi:
* Saham ini kurang menarik untuk trading cepat, tren cenderung sideways dengan tekanan jual. Valuasi sangat premium dibandingkan fundamental yang kurang solid (pendapatan kecil, laba negatif, net margin minus, PER & PBV sangat tinggi).
* Jika tetap tertarik, waspadai area support dan resistance. Potensi trading lebih cocok untuk strategi swing jangka pendek, bukan investasi jangka panjang.
Data di atas adalah data terbaru hingga Q2 2025.
$ARTA