


Volume
Avg volume
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, berdiri pada 22 Februari 1989, adalah perusahaan ritel terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan merek dagangnya, Alfamart. Sejak mengubah fokus bisnisnya ke format minimarket dan jasa waralaba pada 2002, Alfamart terus berkembang pesat dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2009 dengan kode saham AMRT. Perusahaan kini mengoperasikan lebih dari 20.000 gerai dan menawarkan berbagai produk kebutuhan pokok, makanan segar, serta layanan digital seperti pembayaran tagihan, e-voucher, dan ticketing. Alfamart juga memasarkan produk house brand (HBPL) seperti Alfamart Air Mineral dan Paroti, sert... Read More
$AMRT buybacknya udah jalan di treasury. harganya masih dijaga <2000. kalau sabar, cicil aja sebelum balik ke 2100-2200 🚀

$IPCM - Belajar Parkir Kapal #2 : Bisakah Bisnisnya Terus Bertumbuh?
Kalau di bagian pertama sy sampai pd kesimpulan bahwa IPCM bukan bisnis yg runtuh saat krisis, maka di bagian ini pertanyaannya bergeser. Bukan lagi soal bertahan, tapi soal ruang bertumbuh.
Bagian #1 : https://stockbit.com/post/26730141
Karena jujur saja, kalau hanya mengandalkan area Pelindo yg itu-itu saja, sulit membayangkan pertumbuhan yg berarti. Data segmen Pelindo sendiri sudah menunjukkan tanda pasar yg mature.
Seperti perbandingan Q2 2024 dan Q2 2025, pertumbuhan layanan pilotage dan towage di wilayah Pelindo tercatat sangat tipis, bahkan mendekati flat secara tahunan. Volume stabil, utilisasi terjaga, tapi ruang akselerasi memang terbatas.
Namun justru dr rangkaian public expose dan sesi tanya jawab lintas tahun yg sy pelajari, sy mulai menemukan bahwa IPCM sejak awal menyadari keterbatasan ini. Dan respons mereka bukan mengubah bisnis, melainkan memperluas "wilayah kekuasaannya".
Kalau ditarik ke belakang, sejak pubex 2020 manajemen sudah berulang kali menyebut dua kata yg sama. TUKS dan TERSUS. Terminal Untuk Kepentingan Sendiri dan Terminal Khusus. Saat itu belum terasa dampaknya, lebih seperti rencana di atas kertas.
Terminal-terminal tersebut dibangun dan dioperasikan oleh badan usaha atau entitas tertentu untuk menunjang kegiatan usahanya sendiri, bukan untuk melayani kepentingan umum.
Lazimnya dimiliki oleh perusahaan industri besar seperti pertambangan, perkebunan, atau manufaktur yang memerlukan jalur distribusi langsung untuk ekspor-impor barangnya.
Kemudian, kalau kita lompat ke data terbaru di pubex 2025, ceritanya mulai berbeda. Komposisi pendapatan IPCM kini sudah sekitar 40% dr luar Pelindo Group sementara sisanya 60% masih dr Pelindo Group, dan angka ini disebutkan secara eksplisit oleh manajemen sebagai tren yg akan terus ditingkatkan.
Ini penting, karena artinya sumber pertumbuhan IPCM bukan berasal dr pelabuhan umum yg sudah mapan, melainkan dr terminal-terminal khusus yg jumlahnya jauh lebih banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam pubex 2025 jg dijelaskan bahwa peningkatan signifikan pendapatan non Pelindo terutama datang dr wilayah Halmahera Utara, seiring bertambahnya terminal-terminal baru yg melayani industri tambang, khususnya nikel. Ini bukan satu proyek besar, melainkan akumulasi dr banyak terminal baru yg masing-masing membutuhkan jasa pandu dan tunda.
Kalau dicermati, pola pertumbuhannya sangat khas. Tidak ada satu kontrak raksasa yg mengubah skala bisnis secara instan. Yang ada adalah penambahan wilayah operasi sedikit demi sedikit, lalu dikunci dengan mandat keselamatan pelayaran yg sifatnya wajib.
Manajemen jg menegaskan bahwa jasa pandu dan tunda untuk kapal-kapal dengan ukuran dan bobot tertentu bersifat mandatory sesuai ketentuan International Maritime Organization (IMO). Artinya, selama terminal itu beroperasi dan kapal masuk, jasa ini bukan opsional, tapi keharusan.
Sudah terasa mirip "kang parkir" minimarket? 🍌
Kemudian, sumber pertumbuhan berikutnya yg sy temukan datang dr sisi armada. Dari paparan capex lintas tahun, terlihat pola yg konsisten namun tidak agresif.
Tahun 2021, IPCM menganggarkan capex sekitar Rp95 miliar utk penambahan 1 kapal tunda dan 3 motor pandu. Tahun 2022, estimasi capex naik ke kisaran Rp140 miliar. Lalu di 2024 dan 2025, capex kembali berada di rentang Rp150-158 miliar utk pengadaan kapal tunda baru, repowering mesin, serta modifikasi sistem water jet.
Jika dibandingkan dengan data pubex 2018, jumlah armada IPCM memang bertambah, tapi yg lebih menarik bukan hanya kuantitasnya. Dalam beberapa pemaparan terakhir, manajemen mulai menekankan transformasi armada yg lebih hemat BBM dan lebih efisien secara operasional.
Bagi sy, ini bukan sekadar narasi ESG semata, melainkan berkaitan langsung dgn struktur biaya jangka panjang, terutama ketika ada tekanan harga BBM. Salah satu contoh konkret yg sy temukan dr paparan manajemen dalam sesi wawancara adalah rencana pemasangan solar panel di beberapa armada.
Ini mungkin terdengar sepele, tapi masuk akal secara operasional. Dalam praktiknya, kapal tunda dan pandu tidak selalu bergerak. Ada fase idle ketika armada menunggu tugas berikutnya, dan pd fase ini mesin tidak bisa begitu saja dimatikan karena kebutuhan sistem kapal.
Artinya, BBM tetap terbakar meskipun kapal tidak berpindah. Dengan pemasangan solar panel, ketika kapal idle pun tetap bisa mengisi daya, sehingga konsumsi BBM dapat ditekan secara perlahan namun konsisten. Bagi sy, ini bukan inovasi yg spektakuler, tapi contoh efisiensi yg justru relevan utk bisnis seperti IPCM.
Kalau kita hitung sederhana dr data pubex 2025, terlihat bahwa efisiensi operasional IPCM bukan sekadar wacana. Tahun 2020, saat pendapatan Rp696,56 miliar dan laba bersih Rp80,23 miliar, net margin berada di kisaran 11,5%.
Lima tahun kemudian, di 2024, pendapatan naik ke Rp1.345,03 miliar dengan laba bersih Rp166,84 miliar, sehingga net margin bertahan di kisaran 12,4%. Margin ini tidak melonjak agresif, tp justru stabil dan sedikit membaik di tengah skala bisnis yg hampir dua kali lipat.
Bagi sy, di sinilah efek efisiensi mulai terasa. Di bisnis jasa berbasis armada, di mana BBM, perawatan, dan docking adalah biaya utama, menjaga margin tetap utuh saat pendapatan tumbuh belasan persen per tahun sudah merupakan pencapaian tersendiri.
Artinya, tambahan revenue yg masuk tidak habis dimakan biaya, melainkan masih menyisakan ruang laba yg konsisten, dan inilah yg membuat upaya-upaya efisiensi seperti modernisasi armada, repowering mesin, hingga pemasangan solar panel tadi terasa relevan secara finansial, bukan sekadar "asal ada ESG".
Di sini sy mulai melihat bahwa pertumbuhan IPCM bukan datang dr ekspansi agresif, tapi dr efisiensi operasional berkat ekspansi wilayah + kepastian demand. Selama Indonesia terus membangun smelter, terminal tambang, dan infrastruktur logistik, maka peta operasi IPCM jg ikut melebar.
Dalam pubex 2023 dan 2024, manajemen jg menyebut adanya ribuan Tersus dan TUKS di Indonesia yg secara teori bisa menjadi pasar. Tentu tidak semuanya akan dikelola IPCM, tapi bahkan penetrasi kecil saja sudah cukup memberi tambahan volume yg stabil.
Jadi, bisakah bisnis ini terus bertumbuh?
Dari data yg sy kumpulkan sejauh ini, jawabannya bukan ya atau tidak secara hitam putih. IPCM ini ternyata bukan bisnis yg tumbuh cepat, tapi ia tumbuh dengan cara memperluas lingkaran kewajibannya.
Bukan mengandalkan lonjakan tarif, bukan mengejar volume spekulatif, tapi dengan masuk ke wilayah baru di mana jasanya diwajibkan oleh regulasi dan keselamatan.
Kompetensimya tetap sama, sebagai "kang parkir", tapi wilayah "kekuasaannya" bertambah. Seperti tiap ada $AMRT baru, atau mungkin ketika ada rumah makan atau objek wisata lokal baru yg banyak pengunjungnya, maka di sana "wajib" ada kang akang jg. Tentu itu demi keamanan dan ketertiban bersama. 🙊
Lalu kemudian, muncul pertanyaan yg lebih sensitif dan mungkin jarang dibahas investor ritel, yaitu jika sebagian besar kepastian permintaan datang dr mandat dan struktur regulasi, lalu apa yg terjadi jika fondasi itu berubah?
Bagaimana kalau suatu hari IPCM kehilangan mandat?
Nah, pertanyaan itulah yg akan sy coba bongkar di bagian terakhir.
Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi penulis terkait kerabat $IPCC berdasarkan data publik, laporan keuangan, dan observasi lapangan. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing. Do your own research.
1/5





"Detektif Volume: Menangkap Sinyal di Balik Running Trade"
Running trade seringkali terlihat seperti deretan angka yang bergerak tanpa makna bagi mata yang tidak terlatih. Namun, bagi seorang "Detektif Volume", setiap baris transaksi adalah pesan yang sedang dikirim oleh pasar. Pergerakan cepat tidak selalu berarti bagus; bisa jadi itu hanya aktivitas Bad Money yang sedang melakukan trading harian tanpa arah yang jelas. Untuk menemukan mutiara yang sesungguhnya, Anda perlu menyaring kebisingan tersebut dan mencari transaksi besar yang dilakukan secara konsisten oleh satu atau beberapa pihak tertentu.
Trigger Smart Money bekerja seperti filter cerdas yang memproses setiap transaksi di running trade secara real-time. Ia akan langsung memberikan notifikasi saat sebuah saham menunjukkan volume abnormal yang tidak sesuai dengan kebiasaan intraday-nya. Inilah jejak Smart Money. Melalui analisis Clean Money, detektif digital ini akan memberitahu Anda apakah keramaian tersebut adalah pembelian bersih atau sekadar aksi jual-beli cepat yang tidak berpengaruh pada tren jangka panjang. Dengan data ini, Anda tidak lagi hanya melihat angka yang lewat, tapi Anda memahami makna di balik setiap transaksi besar tersebut.
Menjadi trader yang melek data berarti Anda memiliki keunggulan informasi di atas rata-rata orang lain. Anda tidak lagi mudah terprovokasi oleh pergerakan harga yang liar namun kosong tanpa dukungan dana. Fokuslah pada saham-saham yang memiliki "isi" berupa akumulasi dana masuk yang kuat. Dengan cara ini, keputusan Anda akan selalu didasarkan pada fakta transaksi yang nyata, bukan sekadar perasaan atau mengikuti keramaian yang belum tentu menguntungkan. Jadilah detektif pasar yang jeli dan biarkan aliran dana bersih menuntun Anda pada saham-saham pemenang.
$CITY $AMRT $MHKI
1/3



kalo harga $AMRT mampu menembus dan bertahan di atas 1.960, AMRT berpotensi memulai tren bullish menuju level 2.000+, support kuat di 1902-1917, sekarang cenderung sideaway/konsolidasi kalo harga $AMRT naik $AMRTHDCJ6A juga ga menutup kemungkinan bakal naik
$AMRTHDCJ6A Untuk Saat Ini Tidak Ada Intrinsic Value Karena Harga $AMRT Masih di bawah 2824 Rupiah
Selama harga AMRT di bawah harga exercise 2824 rupiah maka waran ini disebut waran out of money = waran dengan nilai Intrinsic nol.
Supaya waran ini punya nilai Intrinsic maka sampai tanggal 14 April 2026 nanti harga AMRT harus naik di atas 2824 rupiah. Kalau harga AMRT tetap anjlok di 1940 rupiah seperti sekarang ini maka nanti ditanggapi 14 April 2026 nanti maka waran AMRTHDCJ6A itu akan hangus dan investor yang hold waran tidak dapat apa-apa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ketika harga AMRT di atas harga exercise maka itu disebut waran yang punya Intrinsic Value = in money warrant.
Kalau harga AMRT bisa ke 2830 atau 3000 di 14 April 2026 maka investor yang pegang waran AMRTHDCJ6A akan dibayar oleh sekuritas. Waran terstruktur tidak bisa ditebus jadi saham.
Pertanyaannya sekarang apakah mungkin harga saham AMRT bisa naik ke harga di atas 2824 rupiah di 14 April 2026 nanti?
Itu lah kenapa waran terstruktur itu = waran tebak - tebakan.
Kenapa tiba-tiba waran terstruktur jadi ramai lagi? Apakah ada yang pengen cuci gudang sebelum jatuh tempo Exercise di April 2026? 🤔
Hanya sekedar bertanya 🙏
Jangan samakan waran terstruktur dengan waran biasa.
Pahami sebelum membeli.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ADRO
1/10










kalo harga saham induk nya naik harga $AMRTHDCJ6A juga ikut naik mengikuti harga saham induk nya $AMRT
$HAJJ orang sabar temennya $CUAN
Sebaliknya, org yg ngga sabar itu exit liquiditynya org lain :v fakta ya ini, mohon dicatat kaka🙂
$AMRT

SAHAM : $BESS
HARGA SAAT INI : 1.585
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung rebound
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak dalam fase konsolidasi setelah koreksi, struktur mulai membentuk base namun belum konfirmasi uptrend kuat
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 1.540
- Support Kunci : 1.480
- Resistance 1 : 1.640
- Resistance 2 : 1.720
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume relatif stabil, belum ada dorongan agresif
- Indikasi akumulasi ringan di area bawah
- Selama harga di atas 1.480 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 1.585
- Stop Loss : < 1.450
- Target Swing : 1.640 – 1.720
- Risk : Reward : ±1 : 1,6 (CUKUP)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten sektor energi/baterai, sensitif pada sentimen proyek dan ekspektasi pertumbuhan
- Cocok untuk swing rebound, belum ideal untuk mid-term defensif
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- Selama bertahan di atas support kunci 1.480, peluang rebound ke 1.640–1.720 masih terbuka
- Risiko meningkat jika breakdown 1.480 karena potensi konsolidasi lanjutan
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$INDX $AMRT
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
not financial advice,do your own research,tidak ada jaminan untung,resiko di tanggung masing-masing,hanya pendapat pribadi dan bisa salah,saham yang ingin saya cicil beli:
$AMRT (Sumber Alfaria Trijaya Tbk)
Data: PER 28.5x, PBV 9.5x, DER 0.7x, ROE 19.8%, EPS Rp88, OCF sangat stabil.
Valuasi: Fair Value (Cenderung Mahal). AMRT adalah perusahaan luar biasa, namun harganya sudah mencerminkan kualitasnya (premium).
SAHAM : $NIKL
HARGA SAAT INI : 424
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Spekulatif rebound
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak di area base bawah setelah tekanan, struktur belum solid dan masih rawan false rebound
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 410
- Support Kunci : 390
- Resistance 1 : 445
- Resistance 2 : 470
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume fluktuatif dan cenderung tipis
- Indikasi spekulasi jangka pendek, akumulasi belum rapi
- Selama harga di atas 390 → masih dijaga spekulan
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 424
- Stop Loss : < 380
- Target Swing : 445 – 470
- Risk : Reward : ±1 : 1,4 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten small cap sektor pertambangan nikel dengan fundamental terbatas
- Cocok untuk spekulatif rebound swing cepat, bukan untuk mid-term aman
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- Selama bertahan di atas support kunci 390, peluang technical rebound ke 445–470 masih terbuka
- Risiko tinggi jika breakdown 390 karena potensi pelemahan lanjutan
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$AMRT $DADA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Tahun 2026-2028 makin seru ngikutin perkembangan IKN sampe resmi jadi ibu kota politik.
Proyek di IKN makin masif, bukan cuma proyek pemerintah, tapi juga swasta.
Beberapa channel Youtube yang rutin update perkembangan IKN :
Bung Alex (ASN di IKN)
https://cutt.ly/mtlaiY8G
Dian Rana (Konten Kreator IKN)
https://cutt.ly/otlaiUag
Williams Dennis (Konten Kreator IKN)
https://cutt.ly/vtlaiUji
Annas Maghfuri (Tim Pelaksana Proyek di IKN)
https://cutt.ly/NtlaiUtG
Dan masih banyak lagi.
Kolom komen kita close karena gak tau kenapa IKN ini isu sensitif banget soal pulitik.
Padahal investor mah fokus aroma duit aja.
Investor saham tinggal cari emiten-emiten yang udah nitip sendal di IKN.
$AMRT $BLOG $SRAJ
Jakarta, CNBC Indonesia - Para investor perlu mencermati leading dan lagging stocks. Keduanya mencerminkan kinerja suatu saham, yang dapat menjadi pertimbangan investor dalam menentukan pilihannya, apakah ingin membeli, menahan, atau menjual.
Saham leading adalah saham yang kinerjanya menggerakkan p...

www.cnbcindonesia.com
