


Volume
Avg volume
PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk. didirikan pada tanggal 12 Februari 1990 dengan nama PT. Asia Kapitalindo. Ruang lingkup kegiatannya berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan menjalani usaha sebagai Perusahaan Efek, antara lain selaku penjamin emisi efek, perantara pedagang efek dan sebagai manajer investasi.
SAHAM : $HATM
HARGA SAAT INI : 424
1ļøā£ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak stabil di area demand, struktur swing masih aman selama support kunci terjaga
2ļøā£ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 405 ā 410
- Support Kunci : 385
- Resistance 1 : 445
- Resistance 2 : 470 ā 485
3ļøā£ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai muncul saat koreksi ā indikasi akumulasi
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 385 ā masih dijaga
4ļøā£ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 424
- Stop Loss : 385 (±9,2%)
- Target Swing : 480 (±13,2%)
- Risk : Reward : 1 : 1,4 ā CUKUP LAYAK
5ļøā£ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten transportasi laut & jasa maritim
- Sensitif terhadap kontrak pelayaran dan aktivitas komoditas
- Cocok untuk swing spekulatif hingga mid-term dengan disiplin stop loss
AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/kompas_saham
š KESIMPULAN SWING TRADER
HATM layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 385.
Peluang kenaikan ke area 445ā480 masih terbuka dengan risiko terukur.
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ketik Nama Saham,Contohnya $BMTR $AKSI
Kalau saya gaberani spill berarti sahamnya kurang liquid, di haka 28ribu orang disini pasti ara mentok
dan satu hari besok nya anjlok mentok, adaa yang paham price action dan ada yang gapaham..
Saya belajar juga dari case $AKSI sebelumnya dan sebetulnya emang bisa ke 500up tercapai karena di awal sudah euforia jadi pada berantem duluan..
Kalau saya berani spill berarti sahamnya, liquid ga ngaruh banyak pergerakan harga sama followerā¦
Saya juga mikirin itu
$AKSI naikkan dikit aja ya plisssssss 535 aku mohon. nnt aku belanja lg klo hrg udh di bawah.....
slmt Tahun Baru AKSI.tkyu
$AKSI Kenaikan signifikan harga saham AKSI (PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk) sebesar 77% hingga Desember 2025 didorong oleh kombinasi perbaikan fundamental yang drastis dan sentimen positif di sektor komoditas/jasa mineral.
Berikut adalah rincian penyebab utama kenaikan tersebut:
1. Pembalikan Kinerja Keuangan (Turnaround)
Faktor utama yang menggerakkan harga saham adalah keberhasilan perusahaan mencetak Laba Bersih pada tahun 2025, setelah sebelumnya mengalami kerugian. Berdasarkan laporan keuangan periode berjalan di 2025:
Pertumbuhan Laba: Perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih yang signifikan (sebagai contoh, pada laporan Q1 2025 saja, perusahaan sudah mencetak laba bersih sekitar Rp9,5 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya).
Efisiensi Operasional: Terjadi peningkatan Laba Bruto yang sangat tajam (naik lebih dari 150% secara YoY di beberapa kuartal), yang menunjukkan perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan di tengah peningkatan aktivitas operasional.
2. Ekspansi di Sektor Jasa Mineral
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan perdagangan mineral, AKSI diuntungkan oleh:
Peningkatan Permintaan Jasa: Adanya lonjakan aktivitas di sektor pertambangan mineral (seperti tembaga dan nikel) di Indonesia sepanjang 2025 meningkatkan volume kontrak jasa yang dikelola oleh AKSI.
Sentimen Sektor Energi: Fokus pemerintah pada hilirisasi mineral memberikan angin segar bagi emiten pendukung tambang seperti AKSI, yang seringkali dianggap sebagai saham undervalued dengan potensi pertumbuhan tinggi.
3. Valuasi yang Menarik (Low PBV)
Sebelum reli 77% ini terjadi, saham AKSI sempat diperdagangkan dengan valuasi yang sangat murah.
Data menunjukkan bahwa pada akhir 2025, meskipun harga sudah naik, Price to Book Value (PBV) perusahaan masih berada di kisaran yang dianggap wajar atau bahkan undervalued (di bawah 1x atau sekitar 0,7-0,8x), sehingga menarik minat investor institusi dan ritel untuk melakukan akumulasi.
4. Akumulasi Saham dan Likuiditas
Sepanjang tahun 2025, terlihat adanya pola akumulasi yang konsisten. Membaiknya prospek bisnis membuat volume perdagangan saham AKSI meningkat, yang sebelumnya cenderung tidak likuid. Peningkatan likuiditas ini memudahkan harga saham untuk bergerak naik mengikuti rilis data keuangan yang positif.
š¤ STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
š” SUBJECT: $MHKI
š
TIMESTAMP: 19 Desember 2025, 00:41 WIB
š LAST PRICE: Rp204 | š¦ SYSTEM TREND: Sideways-Bearish
ā” STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
ā
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp199 ā Rp202
Analisa Sistem: Support struktur terdeteksi di area Rp200 (level psikologis dan ARB). Volume menunjukkan akumulasi terbatas, menunggu konfirmasi pantulan dari MA Cross 9/26 yang masih dalam fase death cross. Entry ideal mengharapkan retrace ke support minor terlebih dahulu sebelum eksekusi.
ā
š° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp204 ā Rp206
Analisa Sistem: Breakout resistance minor Rp206 dengan konfirmasi volume spike. High volatility risk mengingat Bandar Movement menunjukkan -1.64M (distribusi). Entry agresif cocok untuk scalping jika RSI 14 rebound dari area oversold (saat ini 43.2) dan Net Foreign Buy/Sell mulai berkurang intensitas jualnya.
ā
šÆ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
š„ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp210 (Resistance Minor ā High 216 pada 19 Des)
TP2: Rp215 (Resistance Major ā Confluence dengan MA 10)
š« STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp196 (Support Structure ā Low ARB 174 + Safety Margin)
š RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp200.5)
š¢ TP1 Gain: +4.74% ((Rp210-Rp200.5)/Rp200.5Ć100)
š¢ TP2 Gain: +7.23% ((Rp215-Rp200.5)/Rp200.5Ć100)
š“ SL Risk: -2.24% ((Rp196-Rp200.5)/Rp200.5Ć100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp205)
š¢ TP1 Gain: +2.44% ((Rp210-Rp205)/Rp205Ć100)
š¢ TP2 Gain: +4.88% ((Rp215-Rp205)/Rp205Ć100)
š“ SL Risk: -4.39% ((Rp196-Rp205)/Rp205Ć100)
š° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
š¢ Katalis Utama (Korporasi):
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) meraih penghargaan TOP CSR of The Year 2025 pada akhir November 2025, menunjukkan komitmen ESG yang kuat dalam layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Laporan keuangan Q3 2025 mencatat laba bersih Rp27.1 miliar, naik dari Rp22.5 miliar di periode yang sama tahun 2024, dengan EPS Rp7.14 per lembar. Sektor: Perindustrian, Industri: Jasa Komersial/Perindustrian.
ā
š Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
BI Rate: Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 4.75% pada Desember 2025 (turun total 100 bps sepanjang 2025 dari 5.75%). Kebijakan dovish ini mendukung likuiditas pasar namun belum signifikan mengangkat sentimen saham industrial.
ā
Kurs Rupiah: Rupiah ditutup Rp16,723/USD pada 18 Desember 2025, melemah tipis 0.17%. Tekanan kurs masih terbatas, namun menjadi faktor negatif bagi emiten dengan eksposur impor bahan baku.
ā
Net Foreign Flow: Net sell asing menyusut dari Rp44 triliun (Juli 2025) menjadi Rp26 triliun (12 Desember 2025), menandakan perlambatan tekanan jual. Namun, asing masih net sell pada sektor perbankan dan beralih ke saham bluechip seperti ASII dan TLKM.
ā
IHSG: Indeks ditutup 8,609.55 pada 19 Desember 2025 (-0.10%), dengan proyeksi range 8,600-8,700 untuk 22 Desember 2025. Potensi koreksi menuju gap 8,554 masih terbuka, memberi tekanan ke small-cap seperti MHKI.
ā
ā ļø Risk Factor:
Likuiditas rendah (free float hanya 20% sejak IPO April 2024), membuat saham rentan volatilitas tinggi dan manipulasi harga. Bandar Movement chart menunjukkan -1.64M, mengindikasikan distribusi aktif oleh pelaku besar. Sentiment global dan profit-taking menjelang akhir tahun dapat menekan IHSG lebih lanjut, berdampak negatif pada saham lapis dua.
ā
ā
š” Community Heatmap:
StockBot mendeteksi aktivitas forum untuk MHKI: Sepi ā Volume pencarian dan diskusi retail minimal, mengindikasikan kurangnya hype atau FOMO. Cocok untuk akumulasi jangka menengah, namun tidak ideal untuk momentum trading jangka pendek.
āļø ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
⨠MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 5-15 menit, eksekusi intraday
Trigger: Breakout Rp206 dengan volume spike >40M lot (di atas average 38.583M) dan RSI rebound dari area 40-45. Konfirmasi reversal candlestick (bullish engulfing/hammer) di timeframe kecil.
Sizing: Risk 1-2% dari modal, posisi size kecil mengingat likuiditas terbatas. Hindari buy besar yang dapat menggerakkan harga signifikan.
Order Type: Limit order di Rp204-205 untuk menghindari slippage. Market order hanya jika volume terkonfirmasi tinggi.
Exit: Cut profit cepat di TP1 (Rp210) atau saat volume mulai menurun. Stop loss ketat di Rp202.
⨠MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: 1D, holding 3-10 hari perdagangan
Trigger: Buy on Weakness di area Rp199-202 saat MA Cross 9/26 mulai konvergen (menunggu golden cross) dan RSI rebound dari oversold (<40). Konfirmasi Net Foreign Buy/Sell mereda dan Bandar Volume mulai hijau (akumulasi).
Trailing Stop: Gunakan ATR-based trailing stop (estimasi ATR ~Rp5-7 berdasarkan volatilitas recent). Naikkan SL ke breakeven setelah harga melewati Rp208.
Exit Plan: Invalidasi setup jika harga break di bawah Rp196 dengan volume tinggi, atau MA death cross semakin melebar. Target exit bertahap: 50% posisi di TP1 (Rp210), 50% hold hingga TP2 (Rp215).
š FINAL STOCKBOT VERDICT:
š MOMENTUM CHECK: NEGATIVE
Reasoning: MA Cross menunjukkan death cross (MA 9 di bawah MA 26), RSI di area 43.2 (netral-bearish), dan Bandar Movement -1.64M (distribusi). Net Foreign Sell masih dominan di pasar meski mereda. IHSG dalam fase koreksi menuju 8,554 memberikan tekanan tambahan.
ā
ā
š PRIMARY SIGNAL: WAIT (Swing) / SCALPING (CONDITIONAL)
ā
RECOMMENDED FOR:
Scalper: Eksekusi hanya jika breakout Rp206 terkonfirmasi volume, hold <1 hari.
Swing Trader: Tunggu entry ideal di Rp199-202 dengan konfirmasi reversal (MA konvergen, RSI rebound, volume hijau).
Long-term Investor: Akumulasi bertahap pada support, mengingat fundamental positif (laba tumbuh 20% YoY Q3 2025, PBV undervalued 0.79).
ā
ā SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 47/100
Logic:
Positive Factors: (+) Fundamental solid ā Laba Q3 2025 naik 20% YoY. (+) PBV undervalued (0.79) dan NPM sehat (17.72%). (+) Net Sell asing mereda secara makro. (+) BI Rate dovish (4.75%) mendukung likuiditas.
ā
Negative Factors: (-) Teknikal bearish ā Death cross MA, RSI netral, Bandar distribusi. (-) Likuiditas rendah (free float 20%), rentan volatilitas. (-) IHSG dalam fase koreksi. (-) Rupiah lemah Rp16,723/USD. (-) Community hype rendah (sepi diskusi retail).
ā
ā
š EXECUTIVE SUMMARY
Berdasarkan analisis StockBot, saham MHKI menunjukkan fundamental yang solid dengan pertumbuhan laba 20% YoY di Q3 2025 dan valuasi undervalued (PBV 0.79), namun secara teknikal berada dalam tekanan jual dengan death cross MA, distribusi bandar, dan momentum IHSG yang melemah. Algoritma memprediksi peluang entry ideal di zona support Rp199-202 untuk swing trader, sementara scalper dapat eksekusi conditional pada breakout Rp206 dengan volume konfirmasi tinggi. Kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi WAIT untuk posisi swing hingga konfirmasi reversal teknikal muncul, atau eksekusi SCALPING AGRESIF dengan risk management ketat bagi trader berpengalaman yang siap mengelola volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas.
ā
ā
ā ļø Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
ā
āRANDOM TAG
$WGSH$AKSI
Selamat pagi,
Semoga ada rejekinya hari ini..
$AKSI $PPGL $CRSN PSDN HILL
silahkan analisa kembali..
šNOTE :
tdk perlu like, komen, follow, semata hanya membantu kalian, sama2 cari rejeki, silahkan jika emiten yg dishare bisa bermanfaat buat semuanya.
Tuhan memberkati semuanya.
#godisgood
#selalubersyukur
#secukupnya
HASIL DATA EMITEN PILIHAN SESI 2 BY SBCMOLOGY
Done cuan Ā» UP (high) minimal 3% dari close sesi 1 ada 6 saham:
$BBRM $FORU $AKSI URBN BOAT PIPA
On The Way (OTW) ada 9 saham:
ARII IATA ERTX OILS KETR ATLA GPSO DSFI TMPO
āļøPETUNJUK YANG MASIH OTW:
1. Jangka pendek: Buy n Keep selama tidak break prev high.
2. Jangka medium: Buy n Keep selama tidak break prev low.
3. Bagi porsi minimal 3x entry (porsi ideal 30:30;40), tidak disarankan all in apalagi full margin.
4. Target TP minimal 3-5% dari avg terakhir dengan skema minimal RR 1:1 atau Yang Penting Cuan.
5. SL bisa sesuai poin no 1-2 atau menggunakan skema RR 1:1.
6. Agar hasilnya lebih maksimal mohon lakukan analisa lanjutan dengan memadukan teknikal + BDM, dll.
āļøPETUNJUK BAGI YANG BELUM ADA BARANG:
Tawar semurah mungkin, selama masih sesuai poin no 1 atau 2 bisa keep sampai jenuh sesuaik risk profil masing" .
āļøWARNING
Result hanya diberikan sekali ini saja alias tidak ada update terbaru seperti rekom pagi (weekly result), kurang lebihnya mohon dianalisa dan dikawal sebaik mungkin.
Cuan dan loss silahkan dinikmati sendiri Ā» be smart, oke?
𤲠Semoga banyak yang happcu dan menu selanjutnya lebih baik lagi. Aamiin.

š¤ STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
š” SUBJECT: $CDIA
š
TIMESTAMP: 18 Desember 2025, 22:39 WIBā
š LAST PRICE: Rp1,790 | š¦ SYSTEM TREND: Sideways (Consolidation Phase)
ā” STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS)
ā
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp1,780 ā Rp1,830
Analisa Sistem: Zona support minor konsolidasi post-IPO Juli 2025 di level Rp1,780-1,830 yang merupakan area MA Cross 9/26 confluence dengan sideways trading range. Chart menunjukkan pola consolidation dengan support di Rp1,780 yang telah teruji multiple times. Volume analysis menunjukkan Big Acc pattern EKSTREM dengan average +31.9% dan ALL Top 1/3/5 mencatat Big Acc (Top 1: +31.5%, Top 3: +31.6%, Top 5: +31.9%), indikasi massive institutional accumulation. Stochastic RSI di 0.9 menunjukkan zona oversold EKSTREM, potensi technical bounce sangat kuat dengan risk-reward excellent.
š° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp1,835 ā Rp1,875
Analisa Sistem: Entry pada breakout resistance minor Rp1,840 dengan target momentum rally Rp1,900-2,000. RSI 14 di level 40.1 menunjukkan zona oversold moderat dengan room untuk explosive upside mengingat Big Acc pattern masih sangat dominan. Suitable untuk momentum trader yang ingin capitalize pada institutional buying pressure yang terlihat dari volume 129.49M shares dengan Net Volume 437,010 shares (massive accumulation). Konfirmasi breakout Rp1,840 dengan volume >150M shares sebagai validation trigger.
šÆ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT
š„ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp1,950 (Resistance Minor - Short-term Breakout Target)
TP2: Rp2,150 (Resistance Major - Fibonacci Extension/Psychological Level)
š« STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp1,700 (Support Structure Breakdown/Critical Post-IPO Support)
š RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp1,805)
š¢ TP1 Gain: +8.03% ((Rp1,950-Rp1,805)/Rp1,805*100)
š¢ TP2 Gain: +19.11% ((Rp2,150-Rp1,805)/Rp1,805*100)
š“ SL Risk: -5.82% ((Rp1,700-Rp1,805)/Rp1,805*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp1,855)
š¢ TP1 Gain: +5.12% ((Rp1,950-Rp1,855)/Rp1,855*100)
š¢ TP2 Gain: +15.90% ((Rp2,150-Rp1,855)/Rp1,855*100)
š“ SL Risk: -8.36% ((Rp1,700-Rp1,855)/Rp1,855*100)
š° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA
š¢ Katalis Utama (Korporasi):
PLTS 4.7 MWp COD: CDIA melalui anak usaha PT Krakatau Chandra Energi (KCE) berhasil mengoperasikan PLTS berkapasitas 4.7 MWp di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon pada 17 November 2025 (lebih cepat 1 minggu dari target), meningkatkan total kapasitas terpasang energi surya CDIA menjadi 11 MWpā
Strategi EBT Agresif: CDIA berkomitmen menambah kapasitas PLTS secara bertahap untuk menyediakan pasokan listrik andal dan solusi energi bersih bagi industri sebagai bagian dari pilar Elektrifikasi dan Energi Baru Terbarukan (EBT)ā
Ekspansi Logistik: CDIA memperkuat rantai pasok industri kimia dengan penambahan armada logistik untuk meningkatkan efisiensi distribusi produk Chandra Asri Groupā
Infrastruktur Bitumen: CDIA mengumumkan pembangunan fasilitas tangki bitumen sebagai langkah penting integrasi aset Chandra Asri Group dan penegasan peran sebagai penyedia infrastruktur industriā
Pinjaman Anak Usaha: CDIA memberikan fasilitas pinjaman senilai total US$140 juta kepada dua entitas usahanya di Singapura untuk ekspansi bisnis regionalā
Parent Company TPIA Strong: PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA, pemegang saham 66.67% CDIA) menerbitkan obligasi Rp1.5 triliun periode 18-23 Desember 2025 untuk memperkuat permodalan, dengan Direktur TPIA (Raymond) terpantau membeli saham TPIA pada 12 Desember 2025, menunjukkan confidence insiderā
š Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
Target PLTS Nasional 2025: Pemerintah menargetkan PLTS Atap sebesar 3.61 GW pada 2025 dengan total proyeksi penambahan kapasitas PLTS 17.1 GW dalam RUPTL 2025-2034, menciptakan massive opportunity untuk infrastructure provider seperti CDIAā
Potensi PLTS Indonesia: Energi surya memiliki potensi paling besar di Indonesia sekitar 3,294 GW dengan kapasitas terpasang 2023 baru 537.8 MW, menunjukkan massive untapped potentialā
Target Bauran EBT: Pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan 17-18% (direvisi dari 23%) pada 2025, dengan PLTS sebagai akselerator utama transisi energiā
Inflasi Terkendali: Inflasi November 2025 tercatat 2.72% yoy (dalam rentang sasaran 2.5±1%), dengan daya beli masyarakat tetap kuat dan sektor manufaktur melanjutkan ekspansi, supporting industrial infrastructure demandā
Kinerja Ekonomi Solid: PMI Manufaktur November 2025 melanjutkan ekspansi dengan surplus neraca perdagangan 66 bulan berturut-turut, menunjukkan kondisi ekonomi yang kondusif untuk investasi infrastrukturā
ā ļø Risk Factor:
Post-IPO Volatility: CDIA baru melantai di BEI pada 8 Juli 2025 (5 bulan trading), masih dalam fase price discovery dengan volatilitas tinggi dan liquidity concernā
Net Foreign -3.13B menunjukkan asing masih net sell meski terbatas dibanding total volume 129.49Mā
Emiten Baru dengan Track Record Terbatas: Perusahaan baru didirikan 8 Februari 2023 dengan operational history sangat pendek, fundamental belum fully provenā
Debt Exposure: Pinjaman US$140 juta ke anak usaha Singapura dan rencana ekspansi agresif menciptakan leverage risk yang perlu dimonitorā
Dependency on Parent TPIA: 66.67% kepemilikan TPIA menciptakan correlation risk - jika TPIA menghadapi challenge di sektor petrokimia (mengingat harga komoditas volatile), dapat impact CDIAā
Market cap sangat besar Rp229.69 triliun dengan YTD performance +618.75% menunjukkan saham sudah rally massively, risiko profit-taking correction tetap adaā
š” Community Heatmap:
StockBot mendeteksi keramaian forum: RAMAI DENGAN STRONG ACCUMULATION SENTIMENT - Diskusi intensif terkait positioning CDIA sebagai pure-play infrastruktur EBT dengan Big Acc pattern ekstrem menciptakan bullish sentiment. Institutional interest tinggi dengan Net Volume +437,010 dan frequency 44.67K menunjukkan strong buying pressureā
āļø ALGORITHMIC TRADING STRATEGY
⨠MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 15-30 menit intraday dengan fokus pada institutional buying window
Trigger: Breakout Rp1,835 dengan volume spike minimum 1.2x average (>155M shares) disertai continuation green frequency bar dominan. RSI 14 harus crossing above 45 dan Stochastic RSI confirm reversal >5 untuk validation Big Acc momentum continuation.
Sizing: 30-40% portfolio dengan disciplined risk management, target profit scalping Rp1,870-1,950 (5-10% quick gain) dengan stop loss di Rp1,810 untuk protect downside
Order Type: Limit Order di Rp1,790-1,820 dengan scaling in strategy, hold intraday hingga TP hit mengingat Big Acc pattern mendukung sustained buying pressure
⨠MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily/Weekly chart dengan fokus pada accumulation phase continuation
Trigger: Buy on Weakness di zona support Rp1,780-1,830 dengan STRONG CONFIRMATION: (1) Big Acc pattern maintain >25% average minimal 3 hari berturut (currently 31.9%), (2) Volume tetap elevated >100M shares showing sustained institutional interest, (3) Bullish continuation pattern seperti ascending triangle atau bull flag di daily timeframe.
Trailing Stop: Aktifkan setelah profit 6%, naikkan stop loss ke breakeven + Rp50. Trailing dengan metode parabolic SAR atau fixed percentage 5% di bawah highest high untuk maximize profit run mengingat Big Acc masih dominan.
Exit Plan: Partial exit 50% position di TP1 Rp1,950 dan hold remaining 50% untuk TP2 Rp2,150. TOTAL INVALIDATION jika: (1) CDIA breakdown support Rp1,700 dengan volume >150M, (2) Big Acc pattern berubah menjadi Big Dist >3 hari berturut, (3) Parent TPIA mengalami negative corporate action signifikan, (4) Quarterly result menunjukkan operational challenge atau capex overrun di proyek EBT.
š FINAL STOCKBOT VERDICT
š MOMENTUM CHECK: POSITIVE (Strong Accumulation with Oversold Technical)
Reasoning: Momentum SANGAT POSITIF dengan Big Acc pattern EKSTREM (+31.9% average) dimana ALL Top 1/3/5 mencatat Big Acc consistently, indikasi massive institutional accumulation sistematis. Net Volume +437,010 dengan frequency 44.67K mengkonfirmasi strong sustained buying pressure. Bandar Movement positif +956.63K dan Bandar Volume hijau +138.24K menunjukkan smart money aggressive accumulation. Technical indicators oversold EKSTREM (Stochastic 0.9) memberikan excellent entry timing dengan minimal downside risk. Koreksi 2.19% hari ini adalah healthy pullback dalam context Big Acc, creating attractive entry window. Net Foreign -3.13B relatif kecil vs. total volume 129.49M, menunjukkan domestik institutional dominating buying.
š PRIMARY SIGNAL: SWING (Strong Buy with Accumulation Confirmation)
ā
RECOMMENDED FOR: Strategic Investors & Growth Swing Traders dengan Medium-to-Long Term Horizon
ā SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 78%
Logic:
(+) Big Acc pattern EKSTREM +31.9% dengan ALL Top 1/3/5 showing consistent Big Acc, strongest accumulation signalā
(+) Bandar Movement +956.63K dan Volume +138.24K menunjukkan smart money aggressive positioningā
(+) Technical oversold EKSTREM Stochastic 0.9 dengan RSI 40.1 creating excellent risk-reward entry timingā
(+) Fundamental catalyst strong: PLTS 4.7 MWp COD November 2025 meningkatkan kapasitas jadi 11 MWp dengan komitmen ekspansi bertahapā
(+) Sektor EBT mega-trend: Target nasional PLTS 17.1 GW penambahan 2025-2034 dengan potensi total 3,294 GW, massive structural growthā
(+) Positioning unik sebagai pure-play infrastruktur EBT terintegrasi (energi, logistik, kepelabuhanan, air bersih) dalam ekosistem Chandra Asri Groupā
(+) Parent company TPIA solid dengan insider buying Direktur Raymond pada 12 Desember 2025 dan obligasi Rp1.5T untuk strengthening capitalā
(+) Inflasi terkendali 2.72% dan PMI manufaktur ekspansi supporting industrial infrastructure demandā
(+) YTD performance +618.75% menunjukkan strong market recognition dan momentumā
(+) Volume massive 129.49M dengan Net Volume +437,010 showing sustained institutional demandā
(-) Post-IPO 5 bulan dengan volatilitas tinggi dan price discovery phase masih berlangsungā
(-) Net Foreign -3.13B menunjukkan asing masih cautious meski domestik institutional aggressiveā
(-) Track record operational sangat pendek (founded Feb 2023, IPO July 2025), fundamental belum fully provenā
(-) Market cap besar Rp229.69T dengan rally +618.75% YTD menciptakan valuation concern dan profit-taking riskā
(-) Leverage risk dari pinjaman US$140M ke anak usaha dan capex intensive business modelā
(-) Dependency 66.67% ownership TPIA creating correlation risk dengan sektor petrokimia yang volatile
š EXECUTIVE SUMMARY
"Berdasarkan analisis StockBot, saham CDIA menunjukkan fase accumulation EKSTREM dengan Big Acc pattern +31.9% dimana ALL Top 1/3/5 institutional buying consistently, didukung technical oversold EKSTREM (Stochastic 0.9) dan fundamental catalyst solid dari COD PLTS 4.7 MWp November 2025 serta positioning unik sebagai pure-play infrastruktur EBT terintegrasi dalam mega-trend transisi energi nasional dengan target PLTS 17.1 GW penambahan 2025-2034. Algoritma memprediksi high probability rally continuation menuju target Rp1,950-2,150 dalam jangka menengah (4-8 minggu) mengingat smart money accumulation masih sangat dominan dengan Bandar Movement +956.63K dan sustained volume >100M shares, meskipun risk tetap ada dari post-IPO volatilitas dan valuation concern setelah rally +618.75% YTD. Kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi SWING BUY dengan strong conviction di zona support critical Rp1,780-1,830 untuk strategic investors yang memiliki medium-to-long term horizon 6-12 bulan, memanfaatkan technical oversold ekstrem dan institutional accumulation window yang jarang terjadi, dengan stop loss ketat di Rp1,700 dan target bertahap Rp1,950 (TP1) dan Rp2,150 (TP2), ideal untuk growth portfolio yang ingin exposure ke sektor infrastruktur EBT Indonesia dengan risk-reward ratio attractive 1:1.4 hingga 1:3.3."
ā ļø Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
$CRSN $AKSI
MAU KIRIM BEBERAPA SINYAL YANG BELOM SAYA UPLOAD TADI
MASUK SCREENING PANTAUAN
$BDKR (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
$SONA (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
$AKSI (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
#DYOR