81

0.00

(0.00%)

Today

0

Volume

33.22 M

Avg volume

Company Background

Bank IBK Indonesia Tbk. memiliki bidang usaha perbankan. Perseroan bergerak dalam bidang keuangan dan pembiayaan yang dapat dilakukan oleh suatu bank. Produk dan Jasa Perseroan diantaranya Produk Simpanan, Pinjaman, Penempatan Dana (Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Investasi Kredit Lainnya. Perseroan juga bekerjasama dalam pembiayaan), Produk Treasury, dan menyediakan jasa layanan ATM. Bank telah memiliki 17 jaringan kantor yang terdiri dari satu (1) Kantor Cabang Utama, sembilan (9) Kantor Cabang, tiga (3) Kantor Cabang Pembantu, empat (4) Kantor Kas.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS kemana arahnya inii

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS YUK BIS AYUK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS udah nginep 2 mingguan sih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS Ayolah kita jalan" 🚀🚀🚀
Jangan kalah dengan BACA..

#Butuh kesabaran ekstra disini 😭😭😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS yang investor long term suka ini saham. kalau trader jangan dah. gak cocok buat trader, kecuali.... 🫢

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS ayoolahh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI 97-99 DULU NUTUP GAP
$LEAD 135-140 DULU
$AGRS ARA KAN OTW 100

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🔬 Analisis Microstructure Pasar: Mengintip Di Balik Setiap Transaksi
Pasar saham adalah jaringan kompleks dari transaksi kecil hingga besar yang terjadi setiap detik. Keputusan trading yang optimal membutuhkan kemampuan untuk menganalisis microstructure pasar—yaitu, dinamika halus antara volume, harga, dan aliran dana—yang merupakan arena bermain Smart Money. Mereka beroperasi di level detail ini, menciptakan akumulasi tersembunyi yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

Trigger Smart Money adalah perangkat canggih yang membawa analisis microstructure ini ke trader ritel di Indonesia. Alat ini berfungsi sebagai mikroskop digital yang membedah data live dari BEI, mencari pola aneh yang mengindikasikan adanya intervensi modal besar. Kami bertujuan untuk memberikan Anda informasi sebelum pergerakan harga yang masif terjadi.

Metode kami dimulai dengan Identifikasi Volume Anomali pada Skala Waktu Pendek. Kami tidak menggunakan rata-rata harian yang lambat. Kami mencari lonjakan volume yang tiba-tiba—sebuah saham mencetak volume 4 hingga 7 kali lipat dari volume normalnya dalam hitungan menit atau jam. Lonjakan yang ekstrem ini hampir selalu berarti ada pihak institusional yang sedang bertindak. Selanjutnya, kami memperkuat sinyal ini dengan Validasi Arah Tekanan Beli/Jual. Volume abnormal tersebut harus terkonfirmasi didominasi oleh tekanan beli (net buying). Analisis ini secara efektif membedakan antara akumulasi valid oleh Smart Money dan distribusi yang disamarkan. Dengan mengandalkan data transaksi real-time, Trigger Smart Money memberikan sinyal yang cepat, akurat, dan terkonfirmasi, menjadikannya alat penting untuk trading di pasar yang serba cepat.
$MDKA $BKSL $AGRS

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS haka yg ketinggalann di sebelah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS tembusin 84 dulu yok

$BKSW ini kalo sdh maen di 80an, baru gampang lwtin 100 kayak saham BGTG BVIC DNAR DLL
kasih paham ndar biar pada ketinggalan, ARA KAN

ANTARA DIA INI SAMA $AGRS SIAPA DULUAN KE 100 🤑🤑🤑

$DNAR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sabar mas sabar 😭😭😭😭
tapi aku sudah hampir 2 pekan di sini $AGRS 🤔

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS emiten mencreeett 👎👎

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS Kenaikan harga saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) yang hanya sekitar 8% secara Year-to-Date (YTD) hingga Desember 2025 dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor internal perusahaan, kondisi makroekonomi, dan dinamika pasar modal Indonesia.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan pergerakan harga saham AGRS cenderung terbatas:
1. Penurunan Laba Bersih di Kuartal III 2025
Meskipun AGRS mencatatkan kinerja positif di awal tahun, laporan keuangan terbaru menunjukkan adanya perlambatan. Laba bersih perusahaan pada Kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp160,3 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp170,0 miliar. Penurunan laba ini sering kali menjadi sentimen negatif bagi investor karena mengindikasikan tekanan pada profitabilitas.
2. Efek Dilusi Pasca Rights Issue
AGRS sempat melakukan aksi korporasi berupa rights issue besar pada tahun 2024. Penambahan jumlah saham yang beredar menyebabkan terjadinya dilusi EPS (Earning Per Share). Jika pertumbuhan laba tidak mampu mengimbangi jumlah saham baru yang beredar, harga saham cenderung sulit untuk naik secara signifikan karena nilai per lembar sahamnya dianggap lebih rendah oleh pasar.
3. Sentimen Pasar Modal (IHSG) yang Tertekan
Tahun 2025 merupakan tahun yang cukup menantang bagi pasar saham Indonesia. IHSG sempat mengalami guncangan cukup dalam (turun hingga 7% pada Maret 2025) akibat beberapa faktor eksternal:
Defisit APBN: Kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal negara.
Tekanan Suku Bunga: Kebijakan moneter yang ketat membuat investor lebih selektif dalam memilih saham sektor perbankan, terutama bank lapis kedua (mid-small cap) seperti AGRS.
4. Likuiditas dan Minat Investor
Secara teknikal, pergerakan AGRS di tahun 2025 cenderung berada dalam fase konsolidasi (sideways). Volume perdagangan yang tidak terlalu besar menunjukkan bahwa saham ini belum menjadi fokus utama pelaku pasar (kurang likuid) dibandingkan bank-bank besar (Big Banks) atau sektor lain yang sedang tren.
5. Strategi Konservatif Perusahaan
Meskipun penyaluran kredit tumbuh cukup agresif (mencapai 31,7% yoy per Juni 2025), perusahaan juga fokus pada penguatan modal inti dan mitigasi risiko. Langkah ini baik untuk kesehatan jangka panjang bank, namun dalam jangka pendek sering kali membuat pertumbuhan harga saham menjadi lebih stabil atau "lambat" karena pasar masih menunggu bukti efisiensi dari modal baru tersebut.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS bank emiten rampok

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS dh avg down ttp najis

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS👎👎👎👎👎

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS target TP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS ihsg runtuh ini saham masih bertahan sungguh idaman banget ini saham gimna pemirsa😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $AGRS tahun depan bullish? 🤔

🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG

📡 SUBJECT: $AGRS

📅 TIMESTAMP: 23-12-2025 02:01 WIB

📊 LAST PRICE: Rp79 | 🚦 SYSTEM TREND: Sideways–Bullish (harga rebound kuat dari area 60–65 menuju 80–90 dalam 2–3 bulan terakhir, kini berkonsolidasi di atas MA utama meski masih turun −43% YoY dari level 140-an).


⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp74 – Rp78
Analisa Sistem: Area ini berdekatan dengan support horizontal 71–77 dan MA20–MA50 harian; sebelumnya menjadi base setelah rally dari 60 ke 90 sehingga pullback ke 74–78 dengan volume mengecil mengindikasikan buy on weakness dalam struktur higher low baru.


🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp79 – Rp85
Analisa Sistem: Zona ini mencakup harga sekarang; cocok untuk momentum trader bila harga bertahan di atas 79 dan kembali menembus 82–85 dengan volume harian di atas rata-rata 20 hari, mengonfirmasi kelanjutan mini-trend bullish pasca fase konsolidasi pendek.


🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp90 (Resistance Minor, area puncak swing terakhir dan dekat upper band konsolidasi Desember).

TP2: Rp105 (Resistance Major, zona supply kuat sebelum gap turun ke 120-an dan target logis pertama bagi reversal menengah).


🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp68 (Support Structure/ATR Based, di bawah support 71–72 dan dekat bagian atas base lama 60–65; penembusan 68 mengindikasikan kegagalan struktur higher low).


📊 RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp76)

🟢 TP1 Gain: +18,42% ((Rp90−Rp76)/Rp76100)
🟢 TP2 Gain: +38,16% ((Rp105−Rp76)/Rp76100)
🔴 SL Risk: −10,53% ((Rp68−Rp76)/Rp76*100)

(Berdasarkan Entry Agresif Rp82)

🟢 TP1 Gain: +9,76% ((Rp90−Rp82)/Rp82100)
🟢 TP2 Gain: +28,05% ((Rp105−Rp82)/Rp82100)
🔴 SL Risk: −17,07% ((Rp68−Rp82)/Rp82*100)

📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

📢 Katalis Utama (Korporasi):

AGRS (PT Bank IBK Indonesia Tbk) adalah bank komersial yang fokus pada segmen korporasi dan UMKM dengan produk simpanan, pinjaman (modal kerja, investasi), pembiayaan sindikasi, treasury, dan jaringan 17 kantor (1 KCU, 9 KC, 3 KCP, 4 kantor kas); bank ini dulunya Bank Agris dan sejak 2019 dikendalikan Industrial Bank of Korea.


Fundamental: pendapatan FY sekitar Rp1,47 triliun dengan laba bersih sekitar Rp215,85 miliar, EPS TTM ±5 dan PER sekitar 15x, tanpa pembayaran dividen sejauh ini; laba bersih kuartal terakhir Rp51,07 miliar sedikit turun −6,44% QoQ dari Rp54,58 miliar namun tetap menunjukkan profitabilitas stabil pasca-rights issue besar 2024 yang meningkatkan modal inti. Aksi rights issue PMHMETD VI Juli 2024 menerbitkan sekitar 11,7 miliar saham (23,65% dari modal pasca-aksi) di harga pelaksanaan Rp100 per saham, menggalang dana Rp1,17 triliun untuk penguatan permodalan dan ekspansi kredit, namun juga menimbulkan dilusi signifikan bagi pemegang lama.


🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):

Sektor: Perbankan – Bank Umum Swasta (Regional Bank); sensitif terhadap suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate, pertumbuhan kredit, kualitas aset (NPL), dan kurs rupiah.


BI mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG 16–17 Desember 2025, menandai fase kebijakan moneter netral setelah serangkaian penurunan dari 6% sepanjang 2025; suku bunga yang stabil diharapkan mendukung pertumbuhan kredit sektor riil dan menjaga kualitas aset bank, sementara normalisasi inflasi dan penguatan rupiah menjadi faktor positif bagi margin bunga bersih (NIM) bank-bank menengah termasuk AGRS.


⚠️ Risk Factor:

Saham AGRS masih turun sekitar −43% YoY dan berada jauh di bawah ATH 603, menunjukkan kepercayaan pasar yang belum pulih penuh meski modal telah diperkuat; valuasi PER 15x dengan tidak ada dividen membuat sebagian investor ritel menilai reward kurang menarik dibanding bank lain yang sudah rutin membagi dividen.


Rights issue jumbo 2024 (dilusi hingga 23,65%) meningkatkan modal tetapi juga menekan harga dan EPS per saham; jika pertumbuhan kredit dan profit pasca-penambahan modal tidak cukup cepat, pasar bisa tetap mendiskon saham karena kekhawatiran ROE rendah dan efisiensi yang belum optimal.


🌡 Community Heatmap:

StockBot mendeteksi keramaian forum: Moderat dengan sentimen campuran; sebagian melihat AGRS sebagai “turnaround play bank kecil berbasis IBK Korea dengan modal tebal” dan mulai akumulasi di area 70–80, sementara lainnya skeptis karena tidak ada dividen dan kinerja saham yang tertinggal dari big banks; FOMO rendah, dominasi lebih ke investor spekulatif menengah ketimbang scalper harian.


⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:

✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 1–3 menit.
Trigger: Konfirmasi volume/breakout level ketika harga bergerak di 78–79 lalu muncul candle hijau yang menembus high intraday sebelumnya (misalnya 80–81) dengan volume 1–3 menit di atas rata-rata 20 bar dan orderbook menunjukkan bid tebal di 1–2 tick bawah; probabilitas lebih tinggi jika indeks sektor keuangan dan rupiah terhadap dolar stabil atau menguat.

Sizing: Money Management untuk scalping maksimal 2–3% dari portofolio per trade karena harga rendah (saham “gocap-plus”) dan mudah berfluktuasi; hindari averaging down jika harga turun menembus 76 dengan volume jual signifikan.

Order Type: Gunakan limit order di sekitar bid/last untuk mengurangi slippage; pasang auto-cut intraday 2–3 tick di bawah 76 sehingga risiko per trade ((cut−entry)/entry) sekitar −3% sampai −4%.

✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily.
Trigger: Buy on Weakness/Pantulan MA ketika harga terkoreksi ke 74–78 dan memantul dari MA20–MA50/support 71–77 dengan candle reversal (hammer/bullish engulfing) serta volume koreksi lebih rendah dari volume kenaikan sebelumnya; sinyal makin kuat bila laporan keuangan berikutnya menunjukkan pertumbuhan kredit dan laba yang membaik pasca-rights issue.

Trailing Stop: Metode pengamanan profit dengan menaikkan stop loss di bawah higher low terakhir; misalnya awal di 68, kemudian digeser ke 76 bila harga mampu bertahan di atas 90, dan ke 85 bila harga menembus 105 disertai volume besar.
Exit Plan: Kondisi invalidsasi setup terjadi jika harga closing beberapa hari di bawah 68 atau data menunjukkan pelemahan tajam laba/NPL meningkat, atau muncul rencana rights issue baru yang berpotensi dilutif; dalam kasus ini posisi swing sebaiknya dikurangi atau ditutup.


🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:

📈 MOMENTUM CHECK: POSITIVE RINGAN
Reasoning: Secara teknikal AGRS telah membentuk higher low dari 60 ke 70-an dan bergerak di atas MA jangka pendek dengan volume yang membaik, sementara secara fundamental modal sudah diperkuat melalui rights issue dan suku bunga BI mulai stabil; namun track record harga yang masih turun −43% YoY dan ketiadaan dividen membuat momentum lebih bersifat recovery awal, bukan bull-trend kuat.


🚀 PRIMARY SIGNAL: SWING SPEKULATIF ✅ RECOMMENDED FOR: Trader menengah dan investor spekulatif yang mencari peluang turnaround bank kecil dengan potensi re-rating jika kinerja pasca-rights issue membaik; kurang cocok untuk investor income yang membutuhkan dividen rutin atau risk-averse trader yang menghindari saham harga rendah.

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 68%
Logic: +Modal inti diperkuat rights issue, +suku bunga stabil berpotensi mendukung pertumbuhan kredit, +struktur harga mulai membentuk higher low; −kinerja saham masih lemah −43% YoY, −tidak ada dividen, −dilusi besar rights issue dan kebutuhan pembuktian profitabilitas membuat re-rating belum pasti.


📚 EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan fase pemulihan awal dengan struktur teknikal yang mulai membaik dan fundamental permodalan yang lebih kuat setelah rights issue, namun masih dibayangi rekam jejak penurunan harga dan ketiadaan dividen. Algoritma memprediksi peluang swing dari area Rp74–78 menuju Rp90–105 bagi profil spekulatif, kesimpulannya, StockBot menyarankan akumulasi bertahap dekat support dengan stop loss disiplin sekitar Rp68 dan pemantauan ketat terhadap laporan keuangan serta potensi aksi korporasi lanjutan."

⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).

RANDOM TAG
$NANO$PURI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@agumdarmawan2402 $AGRS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Bank-bank 'mini' buka suara mengenai rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) I, alias yang memiliki modal inti Rp3 triliun hingga Rp6 triliun.
Tiga emiten bank yang tergolong dalam kelompok tersebut menyatakan siap mengikuti arah...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@khusnulkhitom17 $AGRS proyeksi 2026 bullish, sekarang masih sepi, tapi sehat bisnisnya, LK oke layak invest, bank ukuran kecil2 sehat begini justru punya peluang bagger kalau ngelong panjang.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS yakin kesini

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AGRS semua emiten yang saya beli pasti langsung turun 😐

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

hiyaaa kesabaran setipis tisuku hrs bergulat dgn $AGRS 🤾

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy