imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

FSRU Nusantara Regas dan FSRU Amurang Gorontalo

FSRU Nusantara Regas ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Sebagai Pioneer pengoperasian FSRU, Nusantara Regas merupakan anak usaha Pertamina bareng PGAS.

Customer terbesar Nusantara Regas saat ini adalah PLN. FSRU Nusantara Regas sejak dioperasikan tahun 2012 mampu memasok gas sebesar maksimum 500 juta kaki kubik per hari (MMCFD) untuk 3 (tiga) pembangkit listrik yaitu PJB Muara Karang, IP Tanjung Priuk dan PJB Muara Tawar.

Pasokan Gas FSRU didapatkan dari Kilang LNG Bontang dan Tangguh LNG dengan suhu minus 160 C yang dibawa dengan kapal LNG untuk kemudian disimpan dalam FSRU dan diregasifikasi dengan media Propane sampai menjadi gas.

Pada tahun 2017, Nusantara Regas memperkirakan penyaluran LNG hingga 28 kargo atau setara 225 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik PLN di Teluk Jakarta dan industri di area Jawa bagian Barat. Jumlah ini 4% di atas target tahun 2017.

Pada 2019, melalui FSRU-Amurang bekerja sama dengan PT PLNGG, GTSI berhasil melaksanakan STS Transfer antara LMVPP Karadenis dan Triputra. Namun setelah Karadenis habis kontrak, maka untuk melanjutkan pembangkit listrik ini, dipindahkanlah ke Gorontalo. Pada kargo pertama ini Triputra membawa muatan dari Bontang lalu discharge ke FSRU dan melakukan regasifikasi yang kemudian disalurkan ke Power Plant PLTG Maleo yang menghasilkan listrik sebesar 100 MW.

GTSI mengakuisisi PT Anoa Sulawesi Regas (ASR), anak usahanya PT Sulawesi Regas Satu (SRGS) merupakan pemegang proyek FSRU Sulawesi Utara. Saat ini, SRGS mempergunakan FSRU temporary yang bertinggi delapan meter tersebut. Sedangkan kapal Triputra, kapal dengan kapasitas angkut 22.500 m3 adalah kapal yang dimiliki oleh GTSI dan manajemen operasionalnya dikelola oleh PT Humolco LNG Indonesia, anak usaha perseroan.

FSRU pada dasarnya adalah sebuah kapal yang dilengkapi oleh peralatan yang mampu merubah LNG (liquid natural gas/gas alam cair) dari bentuk cair ke bentuk gas (regasifikasi) untuk kemudian disalurkan ke konsumen melalui jaringan pipa gas. FSRU menerima pasokan LNG dari LNG Carrier yang diangkut dari Terminal Penjual LNG menuju Terminal Pembeli LNG. Dalam proyek Gorontalo ini, Triputra adalah LNG Carrier yang mengantarkan LNG dari Bontang Terminal dan membongkar LNG pada kapal FSRU.

Proses sandar antara kapal LNG degan FSRU ini disebut sebagai operasi ship to ship yang menjadi area pengembangan bisnis GTSI. FSRU melakukan proses regasifikasi unit untuk mengubah LNG cair dengan suhu -160oC menjadi gas LNG dengan suhu lebih dari +10oC. Kemudian FSRU mengalirkan gas LNG tersebut melalui pipa gas bawah laut ke pembangkit listrik, jaringan pipa gas transmisi atau menuju end user.

Disclaimer http://bit.ly/3bLj4Oc

$GTSI $PGAS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy