Indonesia, Negara Yang Haus LPG
Lanjutan tulisan sebelumnya tentang LNG dan LPG.
http://bit.ly/3Q4KUXN
Pada beberapa waktu lalu Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengungkapkan realisasi subsidi energi, termasuk untuk listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG pada 2021 kemarin tembus Rp131,5 triliun.
Realisasi itu naik dibanding 2020 yang hanya Rp110,5 triliun. Kenaikan subsidi dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat selama proses pemulihan ekonomi dari tekanan covid-19.
Realisasi terbesar subsidi energi terjadi pada pos subsidi BBM dan LPG. Realisasi subsidi itu mencapai Rp83,7 triliun. Sedangkan subsidi listrik senilai Rp47,8 triliun.
Nilai subsidi Liquid Petroleum Gas (LPG) disubsidi setiap tahun terus meningkat. Subsidi LPG di dalam APBN tahun 2019 mencapai Rp 69 triliun lebih. Jumlah itu setara dengan volume 7 miliar Km LPG. Jumlah subsidi LPt menduduki peringkat energi terbesar berada di atas subsidi BBM Solar, di atas subsidi minyak tanah dan di atas subsidi listrik.
Mengapa subsidi LPG bisa sangat besar? Itu karena LPG berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak. Urusan masak memasak. Padahal kalau pakai LNG, bisa lebih murah dan bisa bebas subsidi. Sayangnya infrastruktur pipa yang menyalurkan LNG masih terbatas dan butuh capex besar untuk membangunnya. Butuh biaya berapa untuk bangun pipa dari satu pulau ke pulau lainnya lalu dari satu terminal LNG ke rumah - rumah penduduk.
LPG mendapat prioritas dari pemerintah, dengan alasan untuk pengmetatan impor minyak tanah. Program konversi minyak tanah ke LPG dilakukan secara massive. Hal ini tampak dari subsidi LPG yang meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2012.
Padahal pengalihan konsumsi minyak tanah ke LPG sama sama menggantikan energi impor yang satu ke energi impor yang lain. Akibatnya, Indonesia menjadi salah satu Negara Negara dengan konsumsi LPG terbesar di dunia. Indonesia berada pada urutan ke-13 sebagai negara dengan konsumsi LPG terbesar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) hingga akhir Maret 2022 telah melonjak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sri Mulyani mengungkapkan subsidi LPG tabung 3 kilo gram (kg) selama Januari-Maret 2022 telah mencapai Rp 21,6 triliun, naik dua kali lipat dari Rp 10,2 triliun pada periode yang sama 2021 lalu.
Padahal Indonesia adalah Negara memiliki sumber energy gas lain yakni Liquid Natural Gas (LNG). Indonesia merupakan salah satu Negara pemain LNG yang sangat diperhitungkan dalam hal pemasok energy global.
Namun sumber energi tampaknya disia-siakan alias tidak dikembangkan sebagaimana mestinya.
LNG seolah jalan ditempat ditengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Apakah ini disengaja? Apakah ini bagian dari permainan para mafia impor minyak?
Indonesia adalah salah satu Negara eksportir LNG terbesar di dunia. Indonesia berada pada urutan teratas sebagai Negara pengekspor LNG bersama Qatar, Australia, Malaysia, Nigeria dan Rusia.
Indonesia, jika rencana gas Blok Masela benar-benar terealisasi maka Indonesia akan menjadi eksportir terbesar di dunia.
Kita juga bisa lihat negara mana yang untung besar dari krisis energi yang diakibatkan perang Ukraina-Rusia.
Disclaimer http://bit.ly/3bLj4Oc
Emiten terkait LNG: $PGAS $MEDC $GTSI
1/2

