Apakah Para Perokok dan Perusahaan Rokok Lebih Memberikan Banyak Manfaat Untuk Negara Ketimbang Beberapa BUMN?
DI 2021, $HMSP $GGRM dan para perokok menyumbangkan duit 188 Triliun untuk negara lewat cukai. Belum lagi pendapatan via PPN dan PPH.
Sementara itu beberapa BUMN seperti $GIAA $WSKT malah menyedot duit negara via PMN.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa 68% BUMN berpotensi bangkrut. Untuk membantu kinerjanya, pemerintah pun memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada sejumlah perusahaan pelat merah.
Bayangkan >50% BUMN sakit. Kalau lebih dari 50% itu artinya mayoritas BUMN bukannya makin memberikan kesejahteraan untuk masyarakat tapi malah membuat kantong negara makin kering.
Imagine berapa banyak PMN dan duit negara yang harus dihabiskan untuk menyelamatkan BUMN yang sakit yang ujungnya adalah hanya oknum tertentu yang cuan. Dan perusahaan makin sakit.
Menurut data kementerian, utang keseluruhan BUMN hingga September 2020 mencapai Rp1.682 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi pembiayaan investasi sementara atau penanaman modal pemerintah (PMN) mencapai Rp 142,5 triliun sepanjang tahun 2021. Investasi itu diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga/badan lainnya, hingga BLU. Bendahara negara ini mengungkap investasi kepada BUMN meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Ketika perusahaan rokok dan perokok menyumbangkan ke negara 188 Triliun, BUMN sakit menyedot 142,5 Triliun uang rakyat.
Apakah ini yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc