Apakah Cukai Rokok Untuk PMN $GIAA $WSKT $ADHI dkk?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat total pendapatan negara sepanjang tahun 2021 mencapai Rp2.003,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dari target dalam APBN 2021 yakni hanya sebesar Rp1.743,6 triliun.
Pendapatan negara tersebut telah melebihi capaian tahun 2019, saat Indonesia belum terpapar virus corona. Kala itu pendapatan negara hanya mencapai Rp1.960 triliun.
Pendapatan pabean dan cukai di tahun 2021 terkumpul Rp269 triliun. Capaian ini melebihi target pemerintah sebanyak Rp54 triliun, atau terealisasi 125,1 persen. Pendapatan tersebut juga lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan Rp213 triliun.
Penerimaan cukai rokok dalam tiga tahun terakhir selalu melebihi target. Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani mengungkapkan, selama 3 tahun terakhir dari tahun 2019 hingga tahun 2021, penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata telah memenuhi 105,2% dari target setiap tahunnya.
Penerimaan CHT telah mencapai Rp 164,87 triliun di tahun 2019, Rp 170,24 triliun di tahun 2020 dan pada tahun 2021 telah mencapai Rp 188,81 triliun.
Terimakasih $HMSP $GGRM dan para perokok Indonesia.
Berkat kalian, GIAA WSKT ADHI tidak jadi bangkrut.
Perusahaan rokok dan perokok selalu menghasilkan cuan untuk negara. Sedangkan BUMN lebih banyak yang menyedot uang rakyat. Sangat disayangkan. Bukannya kasi dividen ke negara, malah menghabiskan duit negara.
Enaknya menjadi BUMN. Selalu dilindungi negara. Bahkan biarpun BUMN tersebut rugi karena direkturnya korupsi, tetap saja negara akan bantu. Pajak dan cukai rakyat digunakan untuk menyelamatkan BUMN yang rusak karena korupsi direkturnya.
Salah satu alasan mengapa nyangkut di saham BUMN itu asyik adalah karena negara siap PMN tiap tahun.
Hidup BUMN.
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc