$PSAB x $BBNI: Default?

Portal Debtwire melaporkan BNI telah mengirimkan surat kepada J Resources Nusantara (JRN) yang memberitahukan bahwa JRN sudah dalam kondisi wansprestasi/dafault dan meminta percepatan pembayaran total pinjaman dengan jaminan senior senilai outstanding US$ 105 juta menyusul kegagalan debitur untuk membayar sebagian dari fasilitas tersebut. 

Debtwire melaporkan JRN diharuskan melunasi pinjaman Tranche B sekitar US$ 38 juta awalnya pada 12 Juli 2021. BNI memberi JRN satu bulan lagi untuk membayar fasilitas Tranche B, tetapi perusahaan gagal melakukannya dan juga melewatkan masa tenggang tujuh hari setelahnya. Debtwire menulis, Bank milik negara itu memperpanjang masa tenggang tujuh hari lagi, tetapi perusahaan juga melewatkan tenggat waktu 30 Agustus, mendorong BNI untuk mengirim pemberitahuan bahwa JRN sudah dalam kondisi wanprestasi/ default dan meminta percepatan pembayaran pada hari berikutnya.

Sumber Berita: https://bit.ly/3th6lKM

Sebagai pemegang saham PSAB, saya sedih membaca berita di atas tapi tidak terkejut karena saya sudah memperkirakan bahwa kondisi seperti ini bisa terjadi sewaktu-waktu. Balance sheet PSAB memang kurang cantik. Waktu itu saya beli PSAB karena saya berasumsi bahwa PSAB akan diakuisisi oleh perusahaan tambang lain berhubung PSP perusahaan ini memiliki track record menjual perusahaan di valuasi premium. Seperti dulu $DOID yang dijual ke Northstar di valuasi premium.

Tapi sayangnya PSAB belum ada tanda - tanda akan dijual oleh PSP. Menurut saya perusahaan harus melakukan right issue atau Private Placement agar bisa lolos dari jurang default.

Bagaimana masa depan PSAB nantinya? Time will tell.

Give away T-shirt Pintarsaham: https://bit.ly/3h45IiG

Webinar Digibank: https://bit.ly/pintarahamxdigibank

Daftar Stockbit Pro Early Bird: https://bit.ly/3jrQHJk

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc

Read more...