Menarik tapi mengkhawatirkan
===========================

Hari ini ada satu orang contact saya bertanya apakah emiten yg dia lagi incar ini menarik?

Sepintas lihat emiten ini memang menarik.

Masih memiliki valuasi yg murah. Pertumbuhan sales ciamik.
Pertumbuhan laba wonderful.
Cashflow operations cantik
Free cashflow juga baik.

Sampai akhirnya pada satu titik saya bingung, kenapa dengan data sebaik itu working capital malah negatif.

Working capital = current assets - current liabilities.

Working capital mencerminkan liquiditas perusahaan dalam menjalankan operation businessnya.

Membuat saya mencoba meneliti sekali lagi balance sheet emiten ini lebih lanjut.

Ada sebuah hal yg membuat saya bingung. Pada bagian non current assets terdapat piutang pihak berelasi.

Artinya perusahaan ini memberikan piutang yg memang dianggarkan lebih dari satu tahun pembayarannya, makanya masuk ke bagian non current assets.

Tapi emiten ini kan sektor perkebunan. Membuat saya penasaran, transaksi piutang apa yg menyebabkan piutang hingga due days nya lebih dari 1 tahun.

Ditelisik lebih lanjut, ternyata ada pemberian piutang kepada direksi perusahaan. Dan saya lihat di tahun sebelumnya juga terjadi hal yg sama.

Saya bingung donk, kenapa perusahaan perkebunan kok rutin kasih piutang ke direksinya.

Walaupun emiten ini sepintas terlihat menarik tapi jika ada hal yg saya tidak bisa mengerti dengan akal sehat saya maka saya memilih tuk skip dan tidak beli perusahaan ini.

Alasannya simple, masih banyak pilihan yg bisa dibeli kenapa saya harus memaksakan untuk emiten yg saya masih memiliki hal yg mengganjal.

Sama halnya ketika pada tahun lalu ketika saya membuat bedah LK TELE. Dimana saya merasa tidak nyaman dengan besarnya saldo piutang dan inventory yg diluar akal sehat saya.

Waktu itu saya mendapatkan cukup banyak kritikan bahwa saya tidak mengerti bisnis.

Hal yg cukup membingungkan, karena sepanjang karir saya kerjaannya urusin proses bisnis perusahaan2.

Jadi jika walaupun emiten itu memiliki data yg menarik secara laporan keuangan, tapi ada satu or beberapa point yg saya tidak bisa terima dengan akal sehat saya maka saya memilih untuk melewatkan kesempatan itu.

-THOWILZ-

Read more...