imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Which is better FA or TA untuk pemain retail? My point of view.

Saya akan bilang dengan 90% confidence bahwa FA itu lebih diatas TA. Tapi dibanding orang yang hanya menguasai FA dan orang yg hanya menguasai TA, siapa yang akan cuan lebih banyak. Saya masih merasa FA akan lebih unggul tapi confidence level saya turun ke 60%. Lho kok turun 30% ?

Pertama, Fundamental Analysis (FA) kalau seunggul itu, kenapa ga semua orang aja pake FA. Ngapain lagi pake TA. Simple, soalnya lebih susah. FA mengharuskan kita prediksi masa depan perusahaan dan untuk itu, kita harus sering ketemu dan ngobrol sama manajemen emiten. Tapi untuk retail, kesempatan seperti itu langka. Kita hanya bisa pakai info dari berita, wawancara jurnalis, public expo, dll. Sedangkan analis2 bisa sesuka waktu bikin appointment sama corp sec atau mungkin CEO nya sekaligus. Cara valuasi yang tepat juga susah di kuasai karena beda sector dan kadang beda saham harus pake cara yg berbeda. Retail either tidaka ada waktu yg cukup untuk melakukan FA atau tidak punya kemampuan yang cukup. Solusinya apa? Salah satunya buka account di bermacam sekuritas untuk mendapatkan riset report yang banyak. Gabung dengan komunitas seperti Stockbit dan harapkan networknya mempunyai info FA yang mendukung, dll.

Technical Analysisi on the other hand itu lebih gampang untuk dipelajari. Analisa satu saham mungkin hanya memakan waktu 5 menit ketimbang FA yang bisa memakan waktu 5 jam/saham. Dengan theory bahwa price discount everything, seoran TA mempunyai asumsi bahwa jika volume transaksi di satu saham itu tinggi dan indikator ada signal beli, asumsinya adalah banyak orang (terutama orang dalem seperti fund atau insider) mempunyai info bahwa saham ini bagus dan banyak yang minat beli. Informasi ini dipakai oleh TA untuk mengikuti arus dana. Jika ternyata pergerakan saham tidak sesuai dengan perkiraan, maka TA cut loss karena dari awal mereka tidak tau info apa yang bikin sahamnya naik. Jadi untuk aman mereka cut loss kalau ternyata infonya tidak menghasilkan cuan.

Which is better then? Dengan rational bahwah seorang retail tidak punya kemampuan atau waktu untuk melakukan FA dengan baik, tentunya technical menjadi lebih penting untuk retail di Indonesia. Karena minimal masih bisa cuan dengan belajar sesuatu yang tidak terlalu rumit. Resiko kalau salah juga lebih terbatas jika pakai TA.

Tapi kalau ada orang yang 100% menguasai FA (CEO perusahaan) dibanding orang yg menguasai 100% menguasai TA, of course FA lebih unggul donk. Makanya di Indonesia, bandar atau institusi besar ada unsur mengenal orang dalem, jadi banyak retail suka dengan rumor2 karena kiranya dari orang dalem.

In the real world, however, ga ada yang menguasai 100% FA atau 100% TA. Jadi my view itu, kita harus tau both FA dan TA karena palingan sejago2 nya kita paling hanya akan menguasai 50% FA dan/atau 50% TA. So if u know 50% FA dan 50% TA, you will most likely overperform retail yang hanya menguasai hanya salah satu FA dan TA. Kayak orang kerja saja, kalau cuman ngerti politik tapi kerjaannya ga bagus dibanding yang bisa politik dan kerjaannya bagus, tentu jelas yang mana bisa naik pangkat duluan.

View ini tentunya debatable dan hanya hasil dari pandangan saya dan pengalaman pribadi.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy