$IHSG drop, saya malah jadi Produktif 😄

Bukan senang karena merah. Senang karena hari-hari seperti ini justru jadi waktu paling enak buat berkarya. fokus bekerja di dunia nyata. Daripada mantengin layar sambil deg-degan, saya pakai waktunya untuk bikin extension screening saham.

Videonya di sini: https://cutt.ly/byWPiWop

Saya tulis karena ingin berbagi idenya, supaya teman-teman bisa membuat versi sendiri. Tidak harus extension. Spreadsheet pun bisa, dan ide ini memang berawal dari checklist spreadsheet seorang teman. @rafidpratama

IDE DASARNYA
Setiap kali menilai saham, kita sebenarnya menjawab pertanyaan yang sama berulang-ulang. Jadi tulis pertanyaannya, tentukan datanya, beri poin pada tiap jawaban, lalu jumlahkan. Hasilnya keputusan yang bisa dijelaskan, bukan sekadar feeling.

DATA YANG DIAMBIL DAN TUJUANNYA
semua data ada di @Stockbit

1. Keystats (fundamental)
• PER dibanding median PER IHSG: mahal atau murah?
• Laba bersih per kuartal, 4 kuartal terakhir lawan 4 kuartal sebelumnya: tumbuh atau tidak?
• Margin operasi, EBITDA, arus kas operasi dibanding laba bersih: labanya dari usaha inti atau dari pos lain?
• ROE: seberapa menguntungkan?
• DER dan current ratio: neracanya sehat?
• Dividend yield

2. Broker Summary 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan (bandarmologi)
• Status Acc/Dist top broker: bandar sedang kumpul atau buang?
• Dibandingkan di tiga periode: akumulasinya konsisten atau baru sesaat?
• Rata-rata harga beli top buyer lawan harga sekarang: kita masuk lebih murah atau lebih mahal dari mereka?
• Jumlah broker pembeli lawan penjual: barang mengumpul atau menyebar ke ritel?

3. Flow
• Running trade: lebih banyak haka atau haki?
• Broker hari ini lawan seminggu: arahnya berlanjut atau berbalik?
• Net foreign harian: asing masuk atau keluar?

4. Profil emiten
• Jumlah pemegang saham per bulan: turun berarti barang mengumpul, naik berarti menyebar
• Laporan kepemilikan direksi, pengendali, dan pemegang di atas 5%: mereka beli atau jual?

5. Teknikal (dari indikator di TradingView)
• Posisi harga terhadap MA20, MA50, MA200: trennya ke mana?
• Struktur harga: higher high atau lower low?
• Jarak ke support: seberapa besar risikonya?
• Volume, dan kinerja sebulan dibanding IHSG
• Stoch RSI dan MA5: waktunya sudah pas?

6. Rencana
• Entry, stop loss, target: risk/reward-nya layak?

CARA MEMBERI NILAI
Total 100 poin: Bandarmology 30, Technical 25, Momentum/Flow 20, Fundamental 15, Risk/Reward 10. Bobot ini selera saya. Yang lebih fundamentalis silakan dibalik.

Aturan keputusannya saya tulis hitam di atas putih:
• Skor 65 ke atas: BELI, kecuali sinyal jangka pendeknya lebih banyak yang jelek, maka TUNGGU
• Skor 50 sampai 64: PANTAU
• Di bawah 50: HINDARI, kecuali top broker hari ini mulai akumulasi, maka PANTAU

PELAJARAN SELAMA MEMBUAT
• Laba naik ribuan persen belum tentu bagus. Cek dulu apakah dari usaha inti.
• Support yang terlalu jauh membuat semua hitungan risiko jadi ngawur.
• Target yang dipasang ketinggian membuat risk/reward terlihat indah padahal palsu.
• Skor tinggi tidak otomatis beli. Sahamnya bisa lolos, waktunya belum.
• Kalau datanya belum lengkap, jawabannya "pantau dulu", bukan dipaksakan.

KALAU MAU MEMBUAT SENDIRI
1. Tulis pertanyaan yang selalu Anda tanyakan sebelum beli saham.
2. Tentukan data mana yang menjawab tiap pertanyaan.
3. Ubah jawabannya jadi pilihan berpoin.
4. Tulis aturan keputusannya.
5. Mulai dari spreadsheet. Otomatisasi belakangan saja.

Punya saya masih tahap uji dan aturannya masih terus saya rapikan. Dan tentu saja ini alat bantu menimbang, bukan rekomendasi beli atau jual.

Market merah bukan cuma soal nyangkut. Kadang itu waktu terbaik untuk menyiapkan alat, supaya saat market balik kita sudah siap.

Semoga ada yang terinspirasi membuat versinya sendiri. Kalau sudah jadi, kabari ya, saya juga mau belajar.

$IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy